Hasil Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh variabel Loyalitas (X) terhadap variabel Keputusan pembelian (Y), penulis membedakannya berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, pekerjaan dan pendapatan.
a. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin. Jenis kelamin yang berbeda akan menentukan pilihan terhadap merek produk yang berbeda.
b. Karakteristik berdasarkan pendidikan. Semakin tinggi pendidikan seseorang/ konsumen, maka semakin tinggi rasa ingin tahunya (hight involvement) terhadap suatu merek produk.
c. Karakteristik berdasarkan status perkawinan. Kedudukan seseorang dalam setiap kelompok dapat dijelaskan dalam pengertian peran dan status. Setiap peranan membawa satu status yang mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakatnya.
d. Karakteristik berdasarkan pekerjaan. Dengan adanya kelompok-kelompok pekerjaan, perusahaan dapat memproduksi produk sesuai dengan kebutuhan kelompok pekerjaan tertentu.
e. Karakteristik berdasarkan pendapatan. Keadaan ekonomi seseorang dapat dilihat dari tingkat pendapatannya yang dapat berpengaruh terhadap pilihan produk konsumsinya.
Karakteristik responden yang melakukan pembelian pasta gigi merek
Pepsodent di Swalayan Sejahtera I Kota Lhokseumawe dengan jumlah 100
responden, yaitu:
Tabel 1. Karakteristik Responden
No Uraian Frekuensi (Responden) Persentase (%) 1. Jenis Kelamin a. Laki-laki b. Perempuan 48 52 48,0 52,0 2. Pendidikan Tertinggi a. SD b. SMP c. SMA d. Perguruan Tinggi e. Tidak Sekolah 0 0 40 60 0 - - 40,0 60,0 - 3. Status Perkawinan a. Kawin b. Belum Kawin 52 48 52,0 48,0 4. Pekerjaan tetap a. Pedagang b. Pegawai Negeri c. Pegawai Swasta d. TNI/POLRI e. Wiraswasta f. Lain-lain 1 34 13 10 6 36 1,0 34,0 13,0 10,0 6,0 36,0 5. Pendapatan Perbulan a. Rp 300.000 - Rp 499.000 b. Rp 500.000 - Rp 999.000 c. Rp 1000.000 - Rp 1.499.000 d. Rp 1.500.000 - Rp 1.999.000 e. Rp 2.000.000 - Rp 2.499.000 f. Rp 2.500.000 - Rp 2.999.000 g. Rp 3.000.000 - Rp 3.499.000 h. Di atasRp 3.500.000 14 6 8 7 16 19 16 14 14,0 6,0 8,0 7,0 16,0 19,0 16,0 14,0 Sumber: Data Primer, 2010 (diolah)
Berdasarkan hasil penelitian terhadap 100 responden di Swalayan Sejahtera I Kota Lhokseumawe, dapat dijelaskan bahwa jenis kelamin responden pada umumnya adalah perempuan yaitu berjumlah 52 orang atau 52,0%, sedangkan laki-laki berjumlah 48 orang atau 48,0%. Selanjutnya karakteristik responden berdasarkan pendidikan tertinggi dapat dijelaskan bahwa 60 orang atau 60,0% diantaranya adalah perguruan tinggi dan 40 orang atau 40,0% adalah tamatan SMA. Karakteristik responden berdasarkan status perkawinan dapat di jelaskan bahwa frekuensi terbesar konsumen yang memakai pasta gigi merek Pepsodentdi Swalayan Sejahtera I Kota Lhokseumawe adalah orang yang sudah berkeluarga yaitu berjumlah 52 orang atau 52,0% dan belum kawin berjumlah 48 orang atau 48,0%.
Mengenai pekerjaan tetap responden dapat dijelaskan bahwa, sebanyak 34 orang atau 34,0% yang merupakan pegawai negeri, 13 orang atau 13,0% merupakan pegawai swasta, 1orang atau 1,0% adalah pedagang, 10 orang atau 10,0% adalah TNI/POLRI, dan 6 orang atau 6,0% adalah wiraswasta, sementara terdapat 36 orang atau 36,0% responden memilih jawaban pekerjaan lain yang tidak ditentukan oleh peneliti. Kemudian karakteristik responden berdasarkan pendapatan perbulan dapat dijelaskan bahwa responden yang memiliki penghasilan Rp 300.000-Rp 499.000, dan di atas Rp 3.500.000 , yaitu sebanyak 14 orang atau 14,0 %, responden yang memiliki penghasilan Rp 500.000-Rp 999.000 sebanyak 6 orang atau 6,0%, responden yang memiliki penghasilan Rp 1.000.000-Rp 1.499.000, yaitu sebanyak 8 orang atau 8,0%, selanjutnya responden yang memiliki penghasilan Rp1.500.000-Rp 1.999.000 sebanyak 7 orang atau 7,0%, responden yang memiliki penghasilan Rp 2.000.000- Rp 2.499.000, danRp 3.000.000-Rp 3.499.000 adalah sebanyak 16 orang atau 16,0%, sedangkan responden yang memiliki penghasilan Rp 2.500.000-Rp 2.999.000 sebanyak 19 orang atau 19,0% dari total sampel dalam penelitian ini.
Selanjutnya untuk mengetahui reliabel tidaknya kuisioner yang digunakan, dapat dilihat melalui perolehan nilai Cronbach alpha. Menurut Nunnaly dalam Ghozali (2005:42) menyatakan bahwa koefisien yang dapat diterima minimal 0,50 atau diatas 0,60. Berdasarkan hasil uji reliabilitas diketahui bahwa nilai reliabilitas yang dicapai pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,50. Dengan demikian instrumen tersebut adalah layak atau handal untuk digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 2. Reliabilitas variable penelitian
Variabel Cronbach alpha Keterangan
Loyalitaskonsumen 0,775 Handal
Keputusanpembelian 0,510 Handal
Sumber : Data Primer, 2010 (diolah) Pembahasan
Untukmenganalisispengaruh loyalitas konsumen terhadapkeputusan pembelian produk pasta gigi merek pepsodent di swalayan Sejahtera IKota Lhokseumawedapatdilihatdan di analisisdarihasilpeneilitianpadatabelberikutini.
Tabel 3. Nilai Koefisien
Variabel Koefisien thitung Sig
(Constant) 0,836 2,381 0,19 Loyalitas Konsumen (X) 0,614 7,924 0,000 R = 0,625 R2= 0,391 Adjusted R2= 0,384 ttabel =1,984
Sumber: Data Primer, 2010 (diolah)
Berdasarkan hasil pengolahan data tabel diatas dapat dilihat koefisien variabel loyalitas konsumen (X) dan konstanta yang menjadi observasi penelitian ini adalah koefisien nilai konstanta sebesar 0,836 dan koefisien loyalitas konsumen (X) sebesar 0,614. Hasil dari analisis regresi sederhananya dapat dilihat sebagai berikut:
Y= 0,836+0,614X
Persamaan ini menunjukkan bahwa regresi sederhana untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
a. Konstanta (a) sebesar 0,836, hal ini menunjukkan bahwa jika loyalitas konsumen (X) dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan, maka keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 0,836.
b. Koefisien loyalitas konsumen (X) sebesar 0,614, hal ini menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan loyalitas konsumen sebesar 1%, maka akan meningkatkan keputusan pembelian (Y) sebesar 0,614 atau 61,4% dengan asumsi faktor lainnya dianggap tetap.
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau kuat lemahnya hubungan antar variabel dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi (R). Dari pengolahan data penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,625, ini berarti bahwa hubungan antara loyalitas konsumen terhadap keputusan pembelian mempunyai hubungan yang kuat sebesar 62,5%. Pernyataan kuat dilihat berdasarkan angka 0,625, karena 0,625 berkisar pada angka 0,60-0,799 (Sugiyono, 2004:183). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antar variabel dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,391 atau 39,1%.
Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar peranan loyalitas konsumen (X) dalam mempengaruhi keputusan pembelian (Y), dapat dilihat pada nilai Adjusted R2 sebesar 0,384 atau 38,4% dan sisanya sebesar 61,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak terobservasi pada penelitian ini (error term).
PENUTUP Kesimpulan
1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,625, dimana dengan nilai tersebut terdapat hubungan antara loyalitas konsumen dengan keputusan pembelian adalah sebesar 62,5%. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,391, dimana nilai tersebut menunjukkan adanya pengaruh antara loyalitas konsumen dengan keputusan pembelian sebesar 39,1%. Dan nilai adjusted R square sebesar 0,384, artinya bahwa sebesar 38,4% perubahan-
perubahan dalam keputusan pembelian dipengaruhi oleh loyalitas konsumen dan sisanya sebesar 61,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terobservasi pada penelitian ini (error term).
1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai t hitung loyalitas konsumen sebesar
7,924 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,984 dengan nilai sig 0,000, artinya loyalitas
konsumen sangat berpengaruh kuat pada keputusan pembelian produk pasta gigi merek Pepsodent di Swalayan Sejahtera I kota Lhokseumawe.
Saran
1. Diharapkankan kepada PT. Unilever Indonesia agar dapat lebih meningkatkan loyalitaskonsumenloyalitas konsumen dengan lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas produk serta atribut lain yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mempertahankan loyalitasnya.
2. Diharapkan kepada Swalayan Sejahtera I Kota Lhokseumawe, agar lebih meningkatkan monitoring stock produk pasta gigi merek Pepsodent agar tidak terjadi shortedproduct/lose sale.
3. Diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk lebih menggali beberapa merek sebagai pembanding, sehingga dapat menggambarkan hasil penelitian secara lebih umum lagi.
REFERENSI
Bahri, Samsul, Nazir, Kharina (2004), Kualitas Yang Diberikan Terhadap Loyalitas Pelanggan PT. Berdikari Banda Aceh, Laporan Penelitian Dosen, Unimal. Batu Bara,Pepsodent Pemimpim Pasar Dengan Menguasai 65-70% Pangsa Pasar,
dalam http://www.sbm.itb.ac.id, 11 April 2009.
Bean, LL dan Freeport Maine (2005), Marketing. Penerbit PT. Grasindo, Jakarta. Bukhari (2008), Pengaruh Komunikasi Dari Mulut Ke Mulut (Word Of Mouth)
Terhadap Loyalitas Konsumen Pada CV. Saqua Pasee Geudong. Skripsi, tidak dipublikasi, Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Durianto, D., Sugiarto, & Sitinjak, T. (2000), Strategi manaklukkan pasar melalui
riset ekuitas dan perilaku konsumen. Jakarta: Gramedia.
Edward Chandra dan Harman Haryono (2001), yang meneliti tentang “Pengaruh Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Produk Pasta Gigi merek Pepsodent Di Kecamatan Tambaksari Surabaya” Skripsi, yang dipublikasi, Fakultas
Ekonomi Universitas Kristen Petra, Surabaya.http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dt_810_9.html, 2 Agustus 2009.
Engel, James. F (1995), Customer Behaviour, Jilid Satu, Edisi ke Enam, Binarupa Kasara, Jakarta.
Ernawati (2009), Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Terhadap Pemakaian Pasta Gigi Merek Pepsodent Di Kecamatan Banda Sakti. Skripsi, tidak dipublikasi, Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Gaspersz, Vincent (2005), Total Quality Management. Penerbit PT. Gamedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Ghozali, imam (2001), Aplikasi analisis multivariet dengan program spss, Edisi 1, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Griffin, Jill (2003), Customer Loyalty : How to Earn It, How to Keep It, Lexington Books, The Free Press, Singapore.
Hart, Nuorman. A dan John Stapletun (2005). Kamus Marketing. Penerbit PT.Erlangga, Jakarta.
Hatane, Semuel (2006), Ekspetasi Pelanggan dan Aplikasi Bauran Pemasaran terhadap Loyalitas Toko Modern dengan Kepuasan Pelanggan sebagaiIntervening. Jurnal Manajemen Pemasaran. Vol.1.No 2. Oktober, 53- 64.
Herison & Maylina, Wenny. April 2003, Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetiaan terhadap merek pada konsumen pasta gigi Pepsodent di Surabaya. Ventura. Vol.6. No. 1,89-115.
Hurriyati, ratih (2005), Bauran Pemasaran dan loyalitas konsumen. Bandung: Alfabeta.
Kotler, Philip & Keller (2006). Marketing management. (12th ed.). Upper Saddle River: Pearson Education, Inc.
Retnawati “Strategik Terhadap Merek”, dalam http://www.imfeui.com,11 April 2009. Setiadi, Nugruho. J (2003), Perilaku Konsumen. Penerbit Kencana, Jakarta Timur. Simamora, Bilson (2001), Memenangkan PASAR dengan Pemasaran Efektif dan
Profitabel. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Sugiyono (2005), METODOLOGI Penelitian BISNIS. Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.
Umar, Husen (2005), Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, PT. Gramedia, Jakarta.
PENGARUH PENGALAMAN TERHADAP PENINGKATAN