STATISTIKA SISWA KELAS XII TKJ 1 DI SMK NEGERI 1 KLATEN TAHUN AJARAN 2013/
3. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1 Hasil penelitian
Penelitian tindakan kelas ini terlaksana secara terjadwal sesuai dengan jadwal pembelajaran matematika, sehingga tidak mengurangi hak siswa untuk belajar. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, yang masing-masing siklus terlaksana dalam dua tahap.
Dari siklus I diketahui bahwa keaktifan siswa meningkat dari keaktifan level 59 menjadi keaktifan level 70. Meningkatnya level keaktifan diikuti dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah statistika sebagai dampak pengiringnya. Kenaikan dampak pengiring kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah statistika yakni
dari
rata-rata 66,86 di kondisi awal menjadi rata-rata 79,43 di akhir siklus I, dari
ketuntasan 25, 71 % di kondisi awal menjadi 80% di akhir siklus I.
Dari siklus II diketahui bahwa keaktifan siswa meningkat dari keaktifan level 70 (baik) menjadi keaktifan level 75 (sangat baik). Meningkatnya level keaktifan di siklus II masih tergolong keaktifan yang baik dan diikuti dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Kenaikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah statistika yakni
dari rata-rata 79,43 di kondisi akhir siklus I menjadi rata-rata
87,29 di akhir siklus II, dengan ketuntasan 80% di kondisi akhir siklus I menjadi
94,29% di akhir siklus II
Tabel 3. Nilai siswa dari kondisi awal sampai akhir siklus II
Nilai Persentase
ketuntasan Rata-rata Terendah Tertinggi
Kondisi awal 66,86 50 90 28,57 %
Siklus I 79,86 0 100 80 %
Siklus II 87,29 45 100 94,29 %
Dari tabel di atas terlihat adanya penurunan nilai terendah yang tidak konsisten. Hal ini disebabkan adanya indikasi beberapa siswa „bina lingkungan‟ yaitu siswa yang tidak memenuhi kriteria minimal sebagai siswa SMK tetapi diterima atas dasar rekomendasi pejabat sebagai bentuk pembinaan lingkungan. Setelah dilaksanakan penelusuran objek (siswa) didapatkan informasi bahwa dari beberapa siswa yang tidak konsisten tersebut terjadi penyimpangan keaktifan. Hal-hal yang menyebabkan penyimpangan antara lain remidi dilaksanakan berulangkali tetap saja belum menunjukkan perbaikan, diberikan tugas secara individu tidak pernah dikumpulkan. Kalaupun tugas dikumpulkan harus teman satu kelas yang membantu untuk mengerjakan dan mengumpulkannya.
3.2.
Pembahasan
Tujuan utama penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran matematika pada siswa kelas XII TKJ 1 SMK negeri 1 Klaten tahun ajaran 2013/2014. Aktivitas siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Klaten yang semula tampak pasif, setelah diterapkan strategi pembelajaran Think Pair Share (berpikir, berkelompok, berbagi) siswa menjadi lebih aktif dan dinamis. Strategi ini sangat membantu guru dalam mengajar dan meningkatkan peran dan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Siswa dituntut aktif dalam pembelajaran matematika baik secara fisik maupun psikis.
Setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan strategi Think Pair Share, maka aktivitas dan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika meningkat. Hal ini dikarenakan siswa merasa lebih tertarik dan senang diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. Siswa yang mempunyai kemampuan lebih bisa memperdalam pengetahuannya dengan cara berbagi membantu teman yang kurang paham, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai secara bersama-sama. Siswa yang paham mau membantu temannya yang kurang paham, sebaliknya siswa yang kurang paham berusaha untuk paham dengan bertanya kepada temannya yang lebih paham. Dengan cara seperti itu diharapkan tidak ada siswa yang merasa paling pinter atau paling bodoh.
Penelitian ini berhenti dalam dua siklus, karena pada siklus II indikator keberhasilan telah terpenuhi. Siklus pembelajaran berikutnya tidak dilanjutkan karena seorang siswa yang belum mencapai indikator terindikasi siswa bina lingkungan. Setelah dilaksanakan remidiasi pembelajaran secara berulang-ulang tidak menunjukkan perbaikan yang berarti juga. Apabila penelitian ini dilanjutkan ke siklus berikutnya dikhawatirkan menyebabkan kejenuhan dalam pembelajaran bagi siswa lainnya yang lebih banyak.
Tujuan sela dari penelitian tindakan ini adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika khususnya berkaitan dengan materi statistika. Dari tes siklus I, ketuntasan individu dalam pembelajaran materi ukuran pemusatan belum dipenuhi oleh semua siswa. Dari 35 siswa di kelas XII TKJ 1, masih ada 6 siswa yang belum tuntas memenuhi kriteria ketuntasan minimum 77. Dari tes siklus II, ketuntasan individu dalam pembelajaran materi ukuran penyebaran (kuartil) belum juga dipenuhi oleh semua siswa. Dari 35 siswa di kelas XII TKJ 1, masih ada 1 siswa yang belum tuntas memenuhi kriteria ketuntasan minimum 77.
4. Kesimpulan dan Saran
4.1.
Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan melihat hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Klaten tahun ajaran 2013/2014, dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi Think Pair Share dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan siswa. Seiring dengan meningkatnya keaktifan siswa diikuti dengan kenaikan dampak pengiring yakni meningkatnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan statistika siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Klaten tahun ajaran 2013/2014. Hal ini dapat dilihat dengan ketercapaian indikator, keaktifan siswa menunjukan peningkatan ke arah lebih baik. Keaktifan siswa menunjukkan perubahan secara dinamis dari siklus ke siklus. Dari kondisi awal 59 kategori baik, siklus I menjadi 70 masih kategori baik dan siklus II menjadi 75 kategori baik sekali.
Peningkatan dampak pengiring, kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah statistika. Berangkat dari rendahnya prestasi belajar siswa kelas XII TKJ 1 SMK Negeri 1 Klaten penelitian ini dilakukan, kenyataan memberikan temuan bahwa sebagai dampak pengiring kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah statistika juga menunjukkan peningkatan.
4.2.
Saran
Untuk perbaikan sistem pendidikan tidaklah cukup dibebankan kepada guru secara mutlak, mohon kepada semua pihak yang terkait dengan pendidikan melaksanakan penjaminan proses secara benar, sehingga pemetaan kemampuan siswa menjadi lebih proporsional. Ketidaktercapaian dari beberapa indikator, menunjukkan adanya penjaminan proses yang tidak berjalan dengan baik disetiap tahap.
Tulisan penelitian ini merupakan sisi sempit yang bisa kami lihat, ke depan masih banyak lorong luas yang belum terperhatikan. Untuk ini mohon penelitian demi penelitian kita kaji untuk bisa mendukung perbaikan berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik., Jakarta : Rineka Cipta.
Darno. 2003. Kumpulan Modul Pembelajaran Matematika. Klaten: Doremi Offset. Hamruni. 2011. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta : Insan Madani.
Huda Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ibrahim M. 1984. Dkk, Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Unesa Uneversity Press.
Mahmoud Kaddoura. 2013. Think Pair Share: A teaching Learning Strategy to Enhance Studets‟ Critical Thingking, Educational Research Quarterly, Jun.
Poerwodarminto. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta, Depdiknas. (1984)
Sanjaya Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta, Kencana Prenada Media Group.
Suyanta. 2011. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Metode Think Pair Share pada Kompetensi Dasar Matrik Kelas X PS2 SMK Negeri 1 Klaten Semester 2 Tahun Diklat 2010/2011. Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.
Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Konsep, Landasan Teori-Praktis dan Implementasinya). Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher.