METODE PENELITIAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN
A. Hasil Penelitian
3. Hubungan Tokoh Perempuan dengan Tokoh Lain
Hadirnya tokoh utama dengan berbagai permasalahannya yang kompleks, mengharuskan hadirnya tokoh lain. Dalam hal ini hubungan tokoh utama perempuan dengan tokoh lain/laki-laki dapat diketahui dari beberapa segi dan menjadi penting untuk dikaji. Adapun tokoh lain/laki-laki yang akan dikaji adalah tokoh-tokoh yang diangggap penting dan sangat mempengaruhi dalam kehidupan Raras sebagai tokoh utama perempuan, antara lain Galih, Ayah Raras, Gale, Burhan, dan Argus.
Tabel: 3. Hubungan Tokoh Utama Perempuan dengan Tokoh Laki-laki Hubungan Tokoh Utama Perempuan dengan Tokoh
Laki-laki No. Tokoh
Laki-laki
Mendominasi Sejajar Didominasi
1. 2. 3. 4. 5. Galuh Ayah Raras Gale Argus Burhan
a. Hubungan Raras dengan Galih
Galih adalah Dosennya di perguruan tingggi ternama UGM di jogjakarta sekaligus laki-laki yang telah mengisi kehidupan Raras sejak meninggalnya Violeta. Perjuangann yang keras untuk melupakan kekasih gelapnya, Violeta dari kehidupannya raras bertekad bulat untuk menjadi perempuan sejati dengan mencintai Galih. Raras rela melupakan apa yang ada dalam dirinya demi membuktikan kebenaran dirinya bahwa ia mampu mencintai orang lain yang lebih nyata dan pasti, mencintai antara perempuan dengan laki-laki.
Sebagai manusia yang sedang kasmaran Raras dan Galih dapat menikmati hubungan sebagai sepasang kekasih. Kecocokan yang ada dalam diri mereka berdua. Dari kesukaan yang sama akan buku-buku sastra, membaca berbagai novel yang menarik dan romantis.
Hubungan mereka mengalami perubahan sejak sepulangnya galih dari Moskwa untuk menghadiri acara seminar di Universitas Moskwa dan dirinya hadir sebagai salah satu wakil dari negara Indonesia. Sebelum acara Galih sempat mengenang kembali pertemuan dan perpisahannya dengan Krasnaya , kekasihnya yang sudah meninggal. Makam Krasnaya menjadi salah satu kunjungan utamanya. Sementara di Jogjakarta dalam diri Raras mulai berkecamuk dengan datangnya bayangan Violeta, gadis Cina yang diam-diam pernah ia cintai ternyata selalu hadir di benaknya sejak merasa sendiri jauh dari Galih. Selama ini lebih memilih dengan sikap diam dengan mencoba menjadi seorang yang normal dengan berhubungan dengan seorang laki-laki. Raras teringat pada bercak merah di seprai, saat itu Raras berpikir semestinya tidak perlu melakukan itu, waktu itu tidak ada tetesan air mata kesedihan. Ia merasa peristiwa itu hanyalah salah satu dari perlakuan buruk seorang laki-laki yang telah mengambil miliknya.
Raras pergi ke Kanada menemui Argus teman curahan hatinya melalui cetting dari email yang selalu terkirim. Melihat perjuangan yang kuat antara Argus dan Zack dalam bercinta sesama jenis, menuju pernikahannya di Belanda Pikiran Raras terbuka kembali yang selama ini ternyata hanyalah seorang perempuan yang tidak mampu memperjuangkan cintanya. Raras mencintai Violet, sesama jenis tanpa pernah terungkapkan dari bibirnya., kemudian mencintai Galih
yang berlawanan jenis. Sekarang saat di Belanda jauh dari Galih merasakan ada makhluk yang sedang tumbuh di dalam rahimnya anak dari Galih. Siksaan yang teramat sangat saat menanti detik demi detik kepastian kehamilannya melalui alat sensitifnya. Siksaan bukan dari rasa ketakutan tapi rasa ketidaksiapannya menerima bahwa dirinya hamil oleh Galih laki-laki yang telah jadi pilihannya intuk menguji dirinya akan rasa cinta pada lawan jenis. Janin yang dikandung bukanlah hasil dari buah cinta yang sebenarnya, yang sebenarnya ia bimbang antara ingin menerima atau menolak kehadiran janin dalam kandungannya itu.
Setelah janin dalam kandungan mengalami keguguran, tiba-tiba Raras merasakan kerinduan pada Masjid, pada Tuhan, dan pada Rimbang saudara kembarnya yang telah meninggalkannya. Galih mencoba menyakinkan pada Raras akan tanggungjawabnya sebagai laki-laki yang akan menjadikan dirinya istri, tetapi jawaban Raras berupa penolakan dengan alasan yang hanya Raras sendiri yang tahu. Raras merasa akan lebih baik dengan menolak dari pada membohongi Galih selama-lamanya dalam perkawinan bahwa Raras lebih mencintai sesama perempuan ketimbang mencintai laki-laki suaminya kelak. Kelemahannya ketika tidak memiliki rasa keberanian untuk mengatakan mencintai pada Violet hanyalah sebuah kesalahan yang tidak akan terulang lagi dengan tidak mengatakan bahwa Raras tidak mencintai sepenuhnya kepada Galih.
Perjalanan jauh Galih dari Indonesia ke Belanda untuk menemui cintanya Raras, ternyata tidak mendapatkan hasil . Raras melepaskan Galih kembali ke Indonesa tanpa dirinya. Galih sebagai tokoh laki-laki mampu mendominasi
kehidupan Raras meskipun hubungan keduanya sebagai sepasang kekasih yang telah berjalan dengan baik pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
b. Hubungan Raras dengan Ayah
Hubungan antara Raras dengan ayahnya merupakan hubungan secara naluri terbentuk karena kelahiran menjadikan adanya hubungan antara anak dan bapak. Kedua anak kembarnya yaitu Raras dan Rimbang. Keduanya memiliki pakaian, kebiasaaan, hobi yang tidak berbeda. Rimbang sedikit lebih mudah bergabung dengan orang lain sementara dirinya lebih banyak tinggal di rumah bersama dengan ibunya.
Sebagai anak perempuan Raras tidak memiliki kedekatan yang cukup dengan ayahnya. Secara fisik dekat, karena hidup dalam satu rumah. Secara batin Raras lebih memilih ibunya sebagai panutan hudupnya. Rasa hormatnya dan rasa kagumnya lebih banyak ia tunjukan kepada ibunya. Sikap ayah Raras kurang mendapatkan simpati di hati anak perempuannya. Ayahnya seorang pemikir dan kejawen, tapi suatu saat ia juga mempelajari tentang sufi .Setiap kali Raras menginggatkan ayahnya agar berhenti merokok tidak pernah di dengarnya. Hal itu dilakukan Raras menginggat batuk akibat paru-parunya sudah semakin parah. Raras merasa bahwa ayahnya kurang begitu memperhatikan dan menyayanginya meskipun ibunya selalu menyangkal untuk meluruskan anggapan anaknya bahwa ayahnya sangat menyayangi anaknya.
Bagi Raras hanya ibunya yang memiliki hubungan yang dekat dengan jiwa dan hatinya. seorang perempuan yang selalu dapat menenangkan hatinya,
mengarahkan dirinya, dan sebagai perempuan muslim yang sejati taat beribadah. Berbeda jauh dengan ayahnya yang pemikir sehingga lebih banyak berhubungan dengan buku-buku dibandingkan dengan anak-anaknya.
c. Hubungan Violet dengan Gale
Gale adalah laki-laki yang dikenalnya saat ia mengunjungi Violeta di tempat rehabilitasi. Seorang pecandu morfin yang sudah berada di tempat rehabilitasi lebih lama dari Violeta. Bagi Raras, Gale adalah saingan beratnya dalam menarik perhatian Violeta. Gale sangat memperhatikan dan mencintai Raras. Cintanya sangat tulus tidak ada keingginan menjerumuskan dan mempermainkan hati Violeta. Di tempat rehabilitasi Gale mengajak Voleta untuk sembuh dan bersih bersama-sama dari morfin, keduanya memang telah bersepakat untuk sembuh.
Violet merasa keberatan meninggalkan Gale ditempat rehabilitasi ketika itu ia sudah dianggap bersih dari narkoba ketika Raras datang menjemputnya untuk kembali ke rumah. Raras merasakan kecemburuan melihat Violeta terus memikirkan Gale yang masih belum bersih betul sehingga harus tetap tinggal di tempat rehabilitasi sampai dinyatakan benar-benar sudah bersih. Berat hati Raras untuk memberi nasehat agar Violeta mau meninggalkan Gale dan sewaktu-waktu dapat mengunjunginya ke tempat rehabilitasi, tanpa harus menunggu di dalamnya. Suatu hari Raras menemukan Violeta dalam keadaan OD, segera ia menghubungi Gale yang saat itu masih terapi di dalam tempat rehabilitasi. Mendengar keadaan Violeta, Gale segera berusaha untuk keluar dari tempat
rehabilitasi bagaimanapun caranya. Berbekal uang pinjaman sesama teman di rehabilitasi ia berhasil menyelinap melalui petugas yang berhasil ia suap dengan uang Rp 400.000,00. Dari tempat rehabilitasi ke jalan raya ia menempuh perjalanan kaki kemudian menumpang truk sayur untuk sampai ke terminal menuju Jogjakarta tepatnya di Rumah Sakit Behesda..
Raras tinggal di Jogjakarta tempatnya kuliah, setiap waktu dekat dengan Violeta. Sejak Violeta dirawat ia selalu menemani, juga dengan keluarga Violeta yang semuanya berdarah Cina. Kecemburuan Raras muncul lagi manakala ia melihat betapa Gale mampu memberikan dan mengungkapkan segala perhatian dan rasa sayangnya pada Violeta sementara Raras hanya bisa diam tanpa dapat bersikap sedikitpun. Di rumah sakit Gale berhasil membuat Violeta mau memakan jatah makanan dari rumah sakit. Sedikit demi sedikit Gale meyuapi makanan untuk Violeta yang badannya semakin kurus kering. Melihat pemandangan itu Raras diam-diam pergi kembali ke tempat kost Violeta dan meninggalkan Violeta bersama Gale.
Kematian Violet membuat Gale laki-laki yang sangat mencintai Violeta merasa kehilangan. Demikian juga dengan Raras yang sangat merasa kehilangan sosok teman, sahabat, sekaligus sosok perempuan yang sangat ia cintai layaknya cintanya kepada lawan jenis. Air matanya selalu basah ketika ia inggat tentang kenangan bersama Violeta. Aroma mayat bakar Violeta diciumnya sebagai aroma terakhir yang tak akan pernah ia hilangkan demi untuk tetap mengenangnya. Tidak inggin kehilangan sosok Violeta yang terakhir di lihatnya di tempat Krematorium Solo, kemudian pelan-pelan menjadi abu dan dimasukan ke dalam
guci, tempat membawa abu pembakaran mayat untuk di larung di laut lepas. Kereta Api Pramek membawa Raras kembal dari Stasiun Jebres menuju Jogjakarta.
Gale merasa tidak memiliki apa-apa lagi untuk semangat hidupnya selama dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Ia inggin sembuh kemudian inggin cepat keluar dari tempat rehabilitasi dan tak akan kembali lagi, itu semua karena Violeta. Ia masih bisa mencium bau aroma mayat bakar tubuh Violeta di jaketnya yang sangat kumal. Matanya terus basah di balik kaca matanya.
Sampai di Jakarta Gale mengambil uang di ATM, tetapi ia berubah pikiran untuk tidak kembali ke tempat rehabilitasi. Ia merasa tidak ada gunanya lagi kembali ke rehabilitasi, tidak ada lagi yang menunggu kesembuhannya di luar rehabilitasi. Tiba-tiba ia rindu akan teman-temanya . Uang tidak ia gunakan untuk membayar petugas yang masih separo belum ia bayar, juga tidak ia pake untuk membayar hutang pada temannya tetapi ia pake untuk membeli “barang” yang dipakainya bersama teman-temannya ditempat yang disebit base camp tempat ia dan teman-temannya teler. Tiba-tiba di tengah-tengah pesta morfin ayah dan omnya datang menyeretnya kembali ke tempat rehabilitasi. Setelah beberapa hari barulah pikiranya kembali normal, mulai bisa dipakai untuk berpikir. Gambaran Violeta yang selalu tersenyum dan mengajaknya untuk sembuh terus membayangai. Empat bulan sembilan hari sesudahnya ia dinyatakan bersih dan keluar dari pusat rehabilitasi seperti yang pernah ia janjikan pada Violet.
Gale dan Violet memiliki hubungan yang sangat dekat sebagi teman yang saling memperhatikan sebagai kekasih dimana Gale mampu mendominsi
semangat Violet di dalam panti rehabilitasi untuk mencapai kesembuhan. Violet terbukti lebih duluan keluar kembali menghirup udara segar diluar panti.
d. Hubungan Raras dengan Burhan
Burahan adalah laki-laki yang ia kenal lewat Violeta. Ia dikenalkan sebagi kekasih violeta. Suatu hari Burhan telah menusukkan jarum ke lengan Violeta , suntikan itu berisi olahan candu mentah biasa orang menyebutnya morfin. Sejak itu Violeta teman dekat Raras mrnjadi pecandu morfim. Burhan bukan laki-laki yang memiliki rasa tanggungjawab pada keksihnya. Setelah berhasil membuat kekasihnya kecanduan ia dengan bebasnya meninggalkan violeta dengan alasan harus menikahi gadis pilihan orang tuanya. Tentu saja Raras geram dengan sikap Burhan yang masa bodoh itu. Semalaman Raras menjaga Violet yang mengalami sakau. Paginya Violet dibawanya ke tempat rehabilitasi.
Burhan sudah menyatakan untuk berhenti berhubugan dengan Violeta tetapi siang itu masih mengunjungi Violeta di tempat rehabilitasi dengan membawa oleh-oleh morfin. Pada saat menikmati morfin bawaan Burhan itulah Violeta bertemu dengan Gale, diajaknya Violeta untuk sembuh bersama-sama.
Raras bertemu lagi dengan Burhan yang sedang teler dengan Violeta, Raras melihat wajah Burhan dengan kebencian yang teramat sangat. Ingin sekali Raras meludahi wajahnya yang telah mempengaruhi Violeta hingga menjadi pecandu. Melihat badan Violeta yang semakin dinggin di bawanya ia ke Rumah Sakit Bethesda Jogjakarta. Itu perupakan peristiwa awal sebelum meninggalnya Violeta. Sementara Burhan sama sekali tidak mau tahu terhadap keadaan Violeta.
Raras dan Burhan memiliki hubungan yang sederajat terutama dalam menghadapi Violet. Burhan memiliki kekuatan dalam mempengaruhi Violet untuk tetap sebagai pecandu morfen dan Raras juga memiliki pengaruh yang cukup untuk membuat Violet sadar dan menghindari penggunan morfen meskipun pada akhirnya Violet meninggal akibat OD.
e. Hubungan Raras dengan Argus
Argus adalah seorang laki-laki berkebangsaan Kanada, ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Raras sebagai teman Catting. Saat pikiran kalut, resah atau hanya untuk mengisi kekosongan Arguslah tempat ngobrolnya. Melalui Catting Argus menawarkan Raras berkunjung sekedar refresing ke negara Kanada. Raras dengan modal Visiting Visa jangka waktu 6 bulan berhasil sampai ke Canada dengan djemput Argus di John G. Difen Baker Airport.
Sesampai di tempat tinggal Argus, ia menyampaikan berita kalau dirinya baru saja dilamar oleh Zack, kekasih sesama jenisnya. Gelang yang dikenakan sebagai tanda ia sudah dilamar. Cincin menurutnya hanya pantas untuk pasangan heterosex sedangkan gelang untuk pasangan homosexual. Pada awal mendengar itu Raras hampir tidak percaya karena selama ini di masyarakat manapun tidak ada yang menerima adanya pasangan homoseksual yang bisa hidup berdua dengan tenang. Argus terlihat bahagia sehingga Raraspun ikut berbahagia mendengar peristiwa itu.
Raras menceritakan pada Argus tentang hubungannya dengan Galih, sejak berhubungan dengan Galih, Raras tidak punya keberanian untuk berterus terang
tentang keadaannya yang sebenarnya berbeda dengan perempuan sejati pada umumnya. Violet, sebagai perempuan yang sangat ia cintai dengan diam-diam tanpa pernah ia katakan cintanya sampai meninggal dunia juga tidak pernah ia sampaikan. Mendengar Raras telah mengalami berbagai peristiwa dan menghadapi permasalahan sendiri, Argus tergerak untuk memberi pendapat sebuah gambaran ke depan tentang bagaimana homoseksual bisa hidup di masyarakat. Menurut Agus, Raras harus segera memilih untuk menjadi homoseksual atau heteroseksual, karena homoseksual merupakan kehidupan yang bebas banyak berakibat pada terindapnya pada virus HIV. Berbeda apabila homoseksual yang hanya berpasangan dengan satu pasangan saja.
Ide perkawinan Gay muncul dengan alasan agar lebih aman untuk tidak gonta-ganti pasangan menginggat kehidupan gay yang sangat liar. Pernikahan dilaksanakan di Holland. Di Belanda UU Perkawinan memperbolehkan gay / lesbi menikah. Ide tersebut diterima Raras dengan sangat positif, bahkan kini Raras menyadari bahwa dirinya ternyata sangat bodoh tidak punya keberanian sama sekali untuk menyatakan dirinya sebagai lesbi dengan mencintai Violet secara terus terang.
Di rumah Argus, Raras memeriksa hasil urinnya untuk mengetahui apakah dirinya positif hamil atau tidak. Ketika diketahui dirinya hamil Argus merasa bahwa Raras tidak siap untuk menerima janin yang tumbuh dalam kandungan Raras. Ia memberikan nasihat untuk segera memikirkan kandungannya mumpung masih ada waktu. Akhirnya Raras berada di rumah sakit dibantu dokter untuk
melepas janin dalam kandungannya. Alasan yang dipakai Raras untuk menghadapi Galih, ia terpeleset di kamar mandi hingga mengalami keguuguran.
4. Citra Tokoh Perempuan dalam Novel Tabularasa a. Citra Perempuan Tradisional
Tokoh dengan citra perempuan tradisional satu-satunya dalam novel Tabularasa adalah Yu Marsini.Tokoh-tokoh perempuan yang bercitra tradisional adalah tokoh-tokoh yang digambarkan dengan ciri-ciri antara lain: a) tidak berpendidikan, b) kurang rasional, c) statis atau tidak ingin maju, d) terlalu mengantungkan hidupnya pada orang lain, e) tidak bebas, terikat oleh keluarga, adat serta nilai agama secara dogma. Misalnya pada sosok Yu Marsini.
Citra Yu Marsini tergambarkan dalam peranannya dalam ranah domestik sebagai perempuan yang memiliki status sebagai pembantu. Ia memiliki jiwa pengabdian yang besar kepada majikannya. Sebagai pembantu ia memiliki pemikiran yang sangat lugu dan tradisional. Citra perempuan indonesia timur khusunya perempuan Jawa terwakili oleh tokoh Yu Marsini.
Yu Marsini menjelaskan bagaimana cinta dan tresna pada suami meskipun pada awalnya tidak ada rasa saling mencintai. Rasa cinta Yu Marsini pada suaminya melebihi apapun, teramat sangat dalam. Cinta yang dalam tersebut disebutnya sebagai rasa tresno seorang istri terhadap suaminya. Pandangan tersebut disampaikan kepada Raras agar mau menikah dengan laki-laki yang akan diperkenalkan orang tuanya padanya dengan beberapa pertimbangan.
”Dia dari keluarga terpandang. Anak lelaki baik-baik.Yu dengar kuliahnya di luar negri,”sambung perempuan itu.
” Lha wong belum kenal kok bilang ndak suka? Itu lho... kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Makanya kenalan dulu.”
” kalau sudah kenal, ternyata ndak cinta?”( Tabularasa.2004.hal:108) b. Citra Perempuan Modern
Tokoh-tokoh perempuan seperti Raras, Krasnaya, Dian, dan Walla dikategorikan dalam citra perempuan modern. Citra modern adalah tokoh-tokoh yang digambarkan oleh pengarang dengan ciri-ciri antara lain: a). Berpendidikan dan mementingkan pendidikan, b). Rasional, c).Tidak statis atau ingin maju, d).Tidak terlalu menggantungkan hidupnya kepada lelaki atau orang lain, e).Lebih mementingkan keadaan, f). Bebas dari ikatan keluarga, adat, dan agama secara dogma.