• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1. Deskrpsi Data Hasil Penelitian

5.1.1. Informan Kunci I

Nama : Sarawiyah

Jenis Kelamin : perempuan

Usia : 33 Tahun

Agama : Islam

Suku : Jawa

Pendidikan Terakhir : S1

Alamat : Lingkungan XII Kampung Nelayan Seberang Pekerjaan :Kepala Lingkungan XII Kampung Nelayan

Seberang

Informan Kunci I yang peneliti wawancarai mengenai strategi keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga melalui usaha keluarga adalah Ibu Sarawiyah sebagai Kepala Lingkungan XII di Kampung Nelayan Seberang yang mengetahui sebagian dari keadaan hidup nelayan dikampung nelayan seberang lingkungan XII sehari-harinya, ibu Sarawiyah mengenyam pendidikan sampai tamatan Sarjana pendidikan Islam (S1).

Ibu Sarawiyah menyatakan dalam wawancaranya bahwa penghasilan nelayan yang ada dikampung nelayan seberang ini tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya maka sangat diperlukan sekali adanya kontribusi dari anggota keluarga lain untuk membantu perekonomian keluarga nelayang karena jika mengharapkan kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan itu tidak akan mungkin untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga nelayan.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Yang kita taukan nelayan itu pendapatannya pas-pasan bahkan terkadang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari saja masih kurang.

Banya kjuga istri atau anak nelayan dikampung nelayan ini ikut kerja juga nak bantu-bantu pendapatan keluarga tujuannya biar ada pendapatan tambahan dikeluarga mereka. Ibu rasa disini lumrah ya kalau bukan suaminya aja yang kerja tapi istri atau anaknya terkadang juga ikut membantu cari alternatif lain untuk pemasukan keuangan keluarga mereka.”

Ibu Sarawiyah juga mengatakan bahwa di Kampung Nelayan Seberang ini setiap keluarga nelayan juga pernah berhutang kepada tauke, sanak saudara dan pedagang untuk membeli kebutuhan sehari-harinya dan hal ini merupakan hal yang biasa bagi para nelayan untuk berhutang disaat pendapatan yang kurang dan pada musim penceklik yang membuat mereka tidak bisa melaut.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“Keluarga nelayan yang ada disini pernah berhutang kepada tauke, sanak saudra dan pedagang untuk membeli kebutuhan sehari-harinya dan menghutang itu sudah hal biasa bagi para nelayan untuk berhutang saat pendapatannya kurang dan saat musim pasang mati yang membuat mereka tidak bisa melaut dek.”

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa Nelayan juga tidak bisa memiliki kebiasaan hidup yang boros dan malas karena dengan penghasilan yang pas-pasan saja terkadang tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka apalagi untuk melakukan gaya hidup yang boros karena pendapatan yang pas-pasan itu juga memacu nelayan dan keluarganya untuk tidak hidup malas karena jika mereka tidak bekerja maka nelayan tidak bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Ibu Sarawiyah juga menambahkanbahwa banyak anak di Kampung Nelayan Seberang

yang mengalami putus sekolah dikarenakan keluarga nelayan tidak mampu untuk mebiayai anak-anaknya melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi atau keperguruan tinggipun tidak mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja mereka masih tidak mampu.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“Kalau nelayan tidak bisalah hidup boros apalagi malas nak, yang hidup dilaut ini apa-apa semuanya serba pas-pasan bisa makan 3 kali sehari aja udah disyukurin jadi gimana bisa boros kalau tidak melaut dari mana lagi pendapatan para nelayan ini, mau tidak mau keluarga nelayan dikampung nelayan ini tidak bisa hidup malas karena kalau tidak bekerja mereka tidak bisa makan juga dek dan masih banyak anak-anak diKampung Nelayan Seberang yang mengalami putus sekolah dikarenakan keluarga nelayan tidak mampu untuk mebiayai anak-anaknya melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi atau keperguruan tinggipun tidak mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja mereka masih tidak mampu.

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa adanya usaha yang dilakukan keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga sangat bagus dan juga akan meningkatkan derajat perekonomian rumah tangga nelayan dan keluarganya.

Keluarga Nelayan yang melakukan pemberdayaan ekonomi rumah tangga tersebut agar tidak terjebak dalam kemiskinan terus menerus, nelayan harus melakukan perkembangan perekonomian untuk perekonomian rumah tangganya. Sebagian masyarakat yang ada di Kampung Nelayan ini juga tidak bersusah payah menyeberang melewati laut menuju kekota untuk belanja kebutuhan sehari-hari dirumahnya.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Adanya usaha yang dilakukan keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga yang ada disini sangat bagus dan ada keinginan keluarga nelayan dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga mereka. Keluarga nelayan juga kan supaya tidak terjebak terus menerus dalam kemiskinan jadi harus ada perkembangan yang dilakukan rumah tangga nelayan dalam memberdayakan ekonomi keluarganya dan sebagian masyarakat yang tidak melakukan pemberdayaan ekonomi juga tidak bersusah payah menyeberang ketangkahan sana dek.”

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga yang ada di Kampung Nelayan Seberang ini tidak memiliki proses dan syarat untuk menambah pendapatan meningkatkan perekonomian, beliau hanya meminta menjaga kebersihan lingkungan.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“Dikampung nelayan seberang ini tidak memiliki proses dalam memberdayakan ekonomi rumah tangganya, ibu hanya minta kepada mereka menjaga kebersihan lingkungan.”

Perubahan yang dilakukan keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga sejauh ini ada yaitu perekembangannya seperti memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga ketika nelayan tidak melaut atau musim paceklik maka pendapatan dari usaha itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“Perubahan yang dilakukan keluarga nelayan di Kampung Nelayan Seberang yaitu dapat membantu meningkatkan pendapatan perekonomian rumah tangga dan ketika nelayan tidak melaut atau pada saat musim

paceklik maka pendapatan dari usaha yang dilakukan keluarga nelayan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga nelayan sehari-hari.”

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa keluarga nelayan yang terhitung berjumlah 10 rumah tangga dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga dan tidak ada sanksi untuk keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangganya.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“keluarga nelayan yang ibu hitung ya berjumlah 10 rumah tangga dalam memberdayakan ekonomi rumah tangganya tidak ada sanksi untuk keluarga nelayan yang melakukan pemberdayaan ekonomi rumah tangganya”.

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa tujuan yang dilakukan keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi yaitu untuk meningkatkan derajat perekonomian rumah tangganya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari agar tidak terjebak dalam jaring kemiskinan. Ibu Sarawiyah mengungkapkan bahwa manfaat yang dilakukan keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi adalah agar pendapatan ekonomi rumah tangga terbantu dan stabil

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“Tujuan yang dilakukan keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga untuk meningkatkan derajat pereonomian rumah tangganya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari manfaatnya untuk keluarga nelayan yaitu pendapatan perekonomian terbantu dan stabil.

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa program yang diberikan Pemerintah kepada Kampung Nelayan Seberang Lingkungan XII banyak, program yang

Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Pertanian untuk masyarakat kampung nelayan seberang. Program-program yang diberikan pemerintah untuk Kampung Nelayan Seberang sampai sekarang berjalan dengan lancar.

Berikut hasil adalah hasil wawancara dengan informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Disini banyak program yang diberikan pemerintah untuk masyarakat Kampung Nelayan Seberang, program-program yang diberikan pemerintah untuk masyarakat disini yaitu Program posyandu bayi dan lansia, Program rumah baca, Program Corporate Social Responsibility) CSR pertamina, Program keluarga harapan(PKH), Program jaminan kesehatan nasional(JKN), Program Kartu Indonesia Sehat(KIS), dan Program Pertanian untuk masyarakat Kampung Nelayan Seberang.

sampai sekarang program yang diberikan pemerintah tersebut berjalan dengan lancar dikampung ini dek.”

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa bantuan dan program yang diberikan pemerintah kepada nelayan yang ada di Kampung Nelayan Seberang Lingkungan XII ini telah sampai kepada nelayan dan keluarganya, program pemerintah tersebut digunakan nelayan dan keluarganya dengan baik.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Program yang diberikan pemerintah telah sampai kepada nelayandan keluarganya, dan nelayan menggunakannya dengan baik dek, kalau program itu tidak digunakan nelayan disini dengan baik maka program-program pemerintah tersebut tidak akan diberikan lagi kenelayan yang ada diKampung Nelayan Seberang ini dek.”

Ibu Sarawiyah mengatakan bahwa dimasyarakat juga terdapat interaksi yang cukup baik antara keluarga nelayan dengan tetangga sesama nelayan maupun yang bukan nelayan. Keluarga nelayan di Kampung Nelayan Seberang ini juga hampir tidak pernah mengalami konflik yang serius dengan para tetangga, Mereka juga sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada diKampung Nelayan Seberang, seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta, juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita. Ibu sarawiyah mengatakan bahwa menjadi nelayan tidak ada hal yang perlu disombongkan kepada tetangga lain apalagi yang sesama nelayan.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“Dimasyarakat terdapat interaksi yang cukup baik antara keluarga nelayan dengan tetangga sesama nelayan maupu bukan nelayan dan keluarga nelayan diKampung ini juga hampir tidak memiliki konflik yang serius dengan para tetangga, mereka juga sering terlibat dalam kegiatan sosial yang ada diKampung ini seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita, jadi nelayan ini tidak ada hal yang perlu disombongkan apalagi sesama nelayan.”

Ibu Sarawiyah mengungkapkan bahwa pemberdayaan ekonomi rumah tangga nelayan dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga yang ada di Kampung Nelayan Seberang Keluarahan Belawan I yaitu usaha budidaya keramba dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga nelayan yang diterima dari Program Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Marketing Operation

keramba Ikan ini dilakukan oleh kelompok kader Posyandu Sehati. Pertamina mendukung kelompok kader posyandu dengan pembuatan empat (4) Keramba budidaya Ikan Kerapu dan Ikan Siakap, diawali dengan empat Keramba kini telah berkembang menjadi enam keramba ikan sebagian dari hasil penjualan ikan akan dimanfaatkan untuk Operasional Posyandu Sehati. Program ini juga bekerja sama dengan Rumah Zakat. Usaha keramba ini merupakan yang pertama di Kampung Nelayan Lingkungan XII Kelurahan Belawan I, Medan Belawan. Ide tersebut muncul dari kader posyandu, dan usaha tersebut berkembang sampai sekarang.

Berikut adalah hasil wawancara dengan Informan Kunci I yang peneliti cantumkan dalam tulisan :

“pemberdayaan ekonomi yang ada dikampung nelayan Seberang dalam meningkatkan ekonomi keluarga nelayan yaitu Program dari bantuan CSR bekerja sama dengan posyandu sehat anak dan ibu sehati, yang dimana pertamina mendukung kelompok kader dengan pembuatan 4 keramba budidaya Ikan Kerapu dan Ikan Siakap dek”.

Harapan Ibu Sarawiyah untuk kampung nelayan seberang ini yaitu semoga Kampung Nelayan Seberang lebih maju lagi kedepannya bisa merubah kehidupan para nelayan disini. Semoga masyarakat yang ada dikampung nelayan seberang ini tidak bergantung lagi kepada kemiskinan, nelayan dan masyarakat yang disini semoga bisa keluar dari jaring kemiskinan tersebut.