• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1. Deskrpsi Data Hasil Penelitian

5.1.3. Informan Utama I

A. Suami

Nama : Faisal

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 42 Tahun

Agama : Islam

Suku : melayu

Pendidikan Terakhir : SMP

Alamat : Kampung Nelayan Seberang Pekerjaan : Nelayan Tradisional

Usaha : Warung Kelontong

Informan Utama I yang peneliti wawancarai tentang strategi keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga melalui usaha keluarga

adalah Bapak Faisal bekerja sebagai seorang nelayan di Kampung Nelayan Seberang dengan usia 42 tahun. Mencari hasil tangkapan laut masih menjadi pekerjaan yang digelutinya sebagai sumber penghasilan utama. Beliau merupakan seorang suku Jawa yang beragama Islam. Keluarga bapak Faisal sudah tinggal di Kampung Nelayan Seberang selama Keluarga bapak faisal sudah tinggal dikampung nelayan seberang selama 8 tahun, beliau bekerja sebagai nelayan selama 28 Tahun (sejak tahun 1977).

Bapak Faisal tinggal bersama istri dan anaknya, beliau memiliki 3 orang anak, anak kedua berumur tahun yang sedang mengenyam pendidikan dibangku kelas 3 SMP dan anak ketiga bapak faisal sedang mengenyam pendidikan dibangku kelas 6 SMP sedangkan anak pertama beliau tidak bisa melanjut keperguruan tinggi karena kendala ekonomi dan karena masih ada dua anak beliau yang masih dalam pendidikan sekolah.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Bapak bekerja sebagai nelayan di Lingkungan XII kampung nelayan seberang ini sudah lama dek, ada sekitar 28 tahunan bapak bekerja sebagai nelayan disini.”

Bapak Faisal mengatakan alasan mengapa beliau menjadi nelayan yaitu karena beliau hanya mengenyam bangku pendidikan sampai tingkat SD dan merasa tidak punya kemampuan untuk mengerjakan hal lain, sebagai nelayan bapak Samsudin merasa kerepotan harus bolak-balik dari daratan kelautan maupun dari lautan kedaratan karena hal inilah yang membuat bapak Faisal lebih memilih untuk bertempat tinggal diKampung Nelayan Seberang dengan

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Dulu bapak enggak tinggal disini bapak tinggalnya dirumah mertua, untuk mencari hasil laut cukup jauhlah bapak harus dari rumah untuk melaut belum lagi makan waktu dijalan untuk melaut kan tadinya bapak juga pindah kekampung nelayan ini juga karna ikut-ikut teman yang sesama nelayan karna bapak lihat kalau tinggal disini kita kan gak harus bolak balik lagi dari daratan kelautan atau dari lautan kedaratan lagi jadi juga tidak memakan waktu kan.”

Bapak Faisal mengatakan bahwa dalam sehari biasanya melautselama rata-rata 8 jam dan bekerja biasanya 6 kali seminggu, beliau mengungkapkan bahwa pendapatan dari melaut tidak menentu terkadang sehari itu pulang dengan tangan kosong, pendapatan beliau dalam sehari itu paling sedikit 35.000 dan paling sebesar Rp. 50.000/hari. Sehingga apabila ditotal maka pendapatan yang diperoleh bapak faisal dari hasil melaut yaitu 1.400.000/bulan.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Bapak kalau melaut enam (6) kali dalam seminggu pergi melaut.

Sebetulnya kalau pendapatan dari melaut ini tidak menentu dek, tergantung pada musim dan kondisi dilaut. Terkadang sehari itu pulang dari laut dengan tangan kosong dek, kalau pendapatan bapak dalam sehari itu paling sedikit 35.000 dan paling banyak 50.000 dek. Kalau dihitung-hitung dalam 1 bulan bisa dikatakan pendapatan bapak Rp.

1.400.000/ bulannya dek.”

Bapak Faisal mengatakan bahwa bahwa pendapatan yag beliau terima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka karena bahan-bahan pokok semakin mahal untuk menambah pendapatan demi memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangganya beliau juga mengikut sertakan istri dan anaknya untuk turut membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan

memberdayakan ekonomi rumah tangganya terkadang ketika bapak faisal mengalami kesulitan keuangan dalam keluarganya dimana pendapatannya benar-benar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka atau terdapat pengeluaran yang cukup besar bapak faisal biasanya melakukan peminjaman uang kepada sanak saudara mereka.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Pendapatan yang bapak dapat belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga bapak karena bahan pokok kan semakin mahal, jadi istri dan anak bapak ikut membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga dek kalau bapak mengalami kesulitan keuangan dalam rumah tangga dan pengeluaran bapak cukup besar maka bapak melakukan pinjaman kepada sanak saudara bapak.”

Bapak Faisal mengatakan bahwa dalam melakukan pinjaman kepada sanak dan saudara mereka tidak memliki proses dan syarat dan bunga pinjaman. Karena keluarga jadi tidak memiliki proses atau syarat atau bunga peminjaman. Bapak faisal mengatakan bahwa uang pinjaman tersebut digunakan untuk uang sekolah anak dan sisa uang pinjaman tersebut diberikan kepada istri beliau untuk keperluan ekonomi rumah tangganya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Dalam peminjaman tersebut tidak ada memiiki proses dan sayarat apalagi bunga pinjaman karena keluarga dek. Uang pinjaman tersebut digunakan untuk keperluan uang sekolah anak, sisanya diberikan kepada istri bapak untuk keperluan ekonomi dirumah dan kebutuhan sehari-hari dek.”

Dalam memenuhi kebutuhan akan pakaian, bapak faisal dan keluarga

keluarga bapak faisal juga mendapat pemberian pakaian bekas layak pakai dari sanak saudara mereka.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Kami bisa beli pakaian baru disaat ada uang lebih dari hasil usaha keluarga dan hasil laut. Keluarga bapak juga beli pakaian baru disaat lebaran dek, selain itu juga keluarga bapak mendapat pemberian pakaian bekas layak pakai dari keluarga.”

Rumah tempat tinggal Bapak Faisal dan keluarganya tidak sesuai dengan kriteria rumah sehat. Keadaan bangunan rumah yang mereka tempati tergolong kurang layak, Rumah tersebut masih berdindingkan papan dan triplek ukuran rumah yang sempit dipengaruhi lagi dengan penyusunan barang-barang yang tidak rapi serta kamar mandi yang kecil dan bersebelahan dengan dapur tempat memasak yang langsung berhadapan dengan pintu rumah dan kamar tidur, menunjukkan kondisi yang tidak kondusif dari rumah tempat tinggal bapak faisal dan keluarga. Rumah yang ditempati oleh keluarga bapak faisal diKampung Nelayan Seberang memang dibangun oleh keluarga bapak faisal tetapi bukanlah rumah milik keluarga mereka sendiri karena kawasan pemukiman diKampung Nelayan Seberang sendiri berada dalam kawasan oleh hak Negara dan penguasaannya dimiliki oleh PT. Pelindo I sebagai otoritas yang mengelola Pelabuhan Belawan. Rumah ini sudah ditempati oleh keluarga bapak faisal sejak 8 tahun yang lalu.

Keadaan bangunan rumah yang mereka tempati tergolong kurang layak.

Rumah tersebut masih berdindingkan papan dan triplek, rumah tersebut juga cuma terdapat dua kamar tidur, ruang tamu yang kecil dan ruang dapur yang

berdampingan dengan kamar mandi. Semua masyarakat di Kampung Nelayan Seberang sudah memiliki air bor untuk keperluan mandi, memasak dan semua kegiatan yang memerlukan penggunaan air bersih mereka lakukan dikamar mandi.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Beginilah keadaan rumah kami terbuat dari kayu-kayu, anak bapak kalau malam tidur diruang tamu karna kamar tidurnya kan kecil jadi ruang tamu itu lah bisa dipakai tidur bisa juga dipakai tempat kami makan dan kumpul.”

Bapak Faisal mengatakan bahwa keluarga beliau memiliki interaksi yang baik antara istri dengan suami dan anak dengan orang tua, dimasyarakat juga terdapat interaksi yang cukup baik antara keluarga bapak faisal dengan tetangga sekitar. Keluarga bapak faisal hampir tidak mengalami konflik yang serius dengan para tetangga, mereka juga sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada dikampung nelayan seberang seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita. Bapak Faisal menambahkan bahwa menjadi nelayan tidak ada hal yang perlu disombongkan kepada tetangga lain apalagi yang sesama nelayan jadi menurut beliau penting sekali untuk berbaur dengan tetangga sekitar dan berpartisipasi didalam kegiatan yang ada di Kampung Nelayan Seberang tersebut.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama I yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Bapak memiliki interaksi yang baik antara istri dengan suami dan

juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada dikampung ini, seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta, juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita, menjadi nelayan tidak ada hal yang perlu disombongkan kepada tetangga lain apa lagi yang sesama nelayan penting sekali untuk berbaur dengan tetangga sekitar dan berpartisipasi didalam kegiatan yang ada di Kampung ini dek.”

Harapan Bapak Faisal kepada anaknya supaya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dari dirinya dan harapan bapak dikampung nelayan seberang ini semoga makin berkembang, pemerintah semakin memperhatikan kondisi nelayan yang ada dikampung nelayan seberang ini.

5.1.4. Informan utama II