BAB V HASIL PENELITIAN
5.1. Deskrpsi Data Hasil Penelitian
5.1.2. Informan Kunci II
Nama : Safaruddin
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 61 Tahun
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan Terakhir : SD
Alamat : Lingkungan XII Kampung Nelayan Seberang Pekerjaan : Pemangku Adat
Informan Kunci II yang peneliti wawancarai tentang Strategi Keluarga Nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga adalah Bapak Safaruddin pernah menjabat sebagai Kepala Lingkungan XII diKampung Nelayan Seberang dan pensiun karena umur yang semakin tua. Bapak Safaruddin hanya mengenyam pendidikan sampai tamat dibangku SD. Bapak Safaruddin pernah menjabat sebagai Kepala Lingkungan Kampung Nelayan Seberang Menurut beliau penghasilan nelayan di Kampung Nelayan Seberang ini tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya maka sangat diperlukan sekali adanya kontribusi dari anggota keluarga lain untuk membantu perekonomian keluarga nelayan karena jika mengharapkan kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan itu tidak akan mungkin untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan keluarga nelayan.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan kunci II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
istri atau anak nelayan dikampung nelayan ini ikut kerja juga nak bantu-bantu pendapatan keluarga tujuannya biar ada pendapatan tambahan dikeluarga mereka. Bapak rasa disini lumrah yakalau bukan suaminya aja yang kerja tapi istri atau anaknya terkadang juga ikut membantu cari alternatif lain untuk pemasukan keuangan keluarga mereka”.
Bapak Safaruddin juga mengatakan di Kampung Nelayan Seberang ini setiap keluarga nelayan pernah berhutang kepeda pedagang untuk membeli kebutuhan sehari-harinya hal ini merupakan hal yang biasa bagi para nelayan untuk berhutang disaat pendapatan yang kurang dan pada musim pencekik yang membuat mereka tidak bisa melaut. Bapak safaruddin menambahkan bahwa pinjaman atau hutang yang dilakukan nelayan tersebut digunakan bukan untuk hidup yang boros dan malas karena dengan pengahasilan yang pas-pasan saja terkadang tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka apalagi untuk melakukan hidup yang boros karena pendapatan yang pas-pasan itu memacu nelayan dan keluarganya untuk tidak hidup malas maka istri dan anak nelayan juga ikut berkontribusi dengan cara meminjam atau menghutang kekerabat, tauke atau tetangga, nelayan tersebut membuat berbagai usaha dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga tersebut. Dalam membuat usaha yang dilakukan nelayan tersebut tidak memiliki proses dan syarat apapun dikampung nelayan seberang lingkungan XII.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan kunci II yang peneliti cantumkan dalam tulisan :
“Kalau nelayan tidak bisalah melakukan hidup boros apalagi malas dek, karena hidup dilaut ini kan dek apa-apa serba pas-pasan bisa makan 3 kali sehari saja sudah syukur dek jadi gimana bisa hidup boros, nelayan disini melakukan pinjaman atau menghutang kepada tetangga, tauke ikan dan kerabat nya untuk membuat usaha dek, usaha tersebut dibuatkan dek
untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga nelayan disini dek dan yang mengolah usaha yang dilakukan nelayan tersebut adalah istri nelayan itu sendiri dek karena nelayankan dek harus kelaut juga dek.
nelayan juga membuat usaha dikampung nelayan ini tanpa proses dan syarat juga dek”.
Bapak Safaruddin menyatakan bahwa sebelum adanya usaha yang dilakukan nelayan tradisional kondisi ekonomi rumah tangga nelayan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya, setelah adanya usaha yang dibuat nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangganya maka kondisi ekonomi rumah tangga nelayan yang membuat usaha tersebut telah tercukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan mereka tidak serba kekurangan lagi.
Sekarang nelayan juga dapat membayar uang sekolah anaknya yang masih menjalani jenjang pendidikan kalau soal perubahan yang dilakukan nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga yaitu nelayan sudah bisa mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga nelayan tersebut tanpa menghutang lagi kekerabat atau tetangga mereka, nelayan juga dapat melunasi hutang yang dipinjamnya kepada kerabat atau tetangga nelayan.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan kunci II yang peneliti cantumkan dalam tulisan :
“Sebelum adanya usaha yang dilakukan nelayan ya dek dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga mereka, nelayan belum bisa mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangganya dek dan semua juga serba kekurangan dek, membayar uang sekolah anaknya aja menghutang namun setelah adanya usaha yang dilakukan nelayan maka nelayan dapat mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangganya dek dan nelayan juga dapat membayar uang sekolah anaknya yang masih dalam jenjang
dimana nelayan sekarang sudah bisa mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka tanpa menghutang lagi kekerabat atau tetangga.
Nelayan juga dapat melunasi hutang yang nelayan pinjam kepada kerabat atau tetangga nelayan itu sendiri”.
Bapak Safaruddin menyatakan bahwa program yang diberikan pemerintah kepada kampung nelayan seberang lingkungan XII banyak, program-program pemerintahnya yaitu program Posyandu Bayi dan Lansia, Rumah Baca, Program (Corporate Social Responsibility) CSR Pertamina, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Pertanian untuk masyarakat kampung nelayan seberang. Program-program yang diberikan pemerintah untuk Kampung Nelayan Seberang sampai sekarang berjalan dengan lancar.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan kunci II yang peneliti cantumkan dalam tulisan :
“Disini banyak program yang diberikan pemerintah dek untuk masyarakat Kampung Nelayan Seberang dek. Program-program yang diberikan pemerintah untuk masyarakat disini yaitu Program posyandu bayi dan lansia, Program rumah baca, Program (Corporate Social Responsibilit)y CSR pertamina, Program keluarga harapan(PKH), Program jaminan kesehatan nasional (JKN), Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Pertanian untuk masyarakat Kampung Nelayan Seberang.
sampai sekarang program yang diberikan pemerintah tersebut berjalan dengan lancar dek dikampung ini”.
Bapak Safaruddin menyatakan bahwa dimasyarakat juga terdapat interaksi yang cukup baik antara keluarga nelayan dengan tetangga dan juga sesama nelayan maupun yang bukan nelayan, keluarga nelayan di Kampung Nelayan Seberang ini juga hampir tidak pernah mengalami konflik yang serius dengan para tetangga, mereka juga sering terlibat dalam kegiatan kegiatan sosial yang ada di
Kampung Nelayan Seberang, seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta, Nelayan juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita. Bapak Safaruddin juga mengatakan bahwa menjadi nelayan tidak ada hal yang perlu disombongkan kepada tetangga lain apalagi yang sesama nelayan.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan kunci II yang peneliti cantumkan dalam tulisan :
“Hubungan keluarga nelayan dengan masyarakat dan sesama nelayan interaksinya cukup baik dek, keluarga nelayan disini hampir tidak pernah mengalami konflik yang serius dengan para tetangga dek, masyarakat disini juga sering terlibat dalam kegiatan kegiatan sosial yang ada di kampung nelayan ini dek seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta, nelayan juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita dek”.
Bapak Safaruddin mengungkapkan bahwa di Kampung Nelayan ini terdapat juga pemberdayaan ekonomi rumah tangga nelayan yang ada di Kampung Nelayan Seberang Lingkungan XII Kelurahan Belawan I yaitu usaha budidaya keramba dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga nelayan yang diterima dari Program Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I lewat Program Posyandu Sehat Anak dan Ibu Sehati. Usaha keramba Ikan ini dilakukan oleh kelompok kader Posyandu Sehati. Pertamina mendukung kelompok kader posyandu dengan pembuatan empat (4) Keramba budidaya Ikan Kerapu dan Ikan Siakap. Program ini juga bekerja sama dengan RumahZakat. Diawali dengan empat Keramba kini telah
dimanfaatkan untuk Operasional Posyandu Sehati. Usaha keramba ini merupakan yang pertama diKampung Nelayan Lingkungan XII, Keluarahan Belawan I, Medan Belawan. Ide tersebut muncul dari kader posyandu, dan usaha tersebut berkembang sampai sekarang.
Harapan Bapak Safaruddin untuk kampung nelayan seberang ini yaitu semoga Kampung Nelayan Seberang lebih maju lagi kedepannya bisa merubah kehidupannya, bisa saling memikirkan satu sama lain dan menabung untuk usaha ekonomi yang kuat dalam keluarga semoga masyarakat yang ada dikampung nelayan ini tidak bergantung lagi kepada kemiskinan mereka dan masyarakat yang disini bisa keluar dari kemiskinan tersebut.
5.1.3. Informan Utama I