BAB V HASIL PENELITIAN
5.1. Deskrpsi Data Hasil Penelitian
5.1.9. Informan Tambahan I
5.1.1.0. Informan Tambahan II
B. Toke Ikan dikampung nelayan seberang Nama : Bapak Dedi/ Aseng Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 42 Tahun
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan Terakhir : SMA
Alamat : Lingkungan XII Kampung Nelayan Seberang Pekerjaan : Tauke Ikan
Informan Tambahan II yang peneliti wawancarai tentang Strategi keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga adalah Bapak Dedi atau dipanggil Aseng, beliau bekerja sebagai seorang tauke kepiting dan udang di Kampung Nelayan Seberang yang dimana para nelayan menjual ikan hasil tangkapan dari laut kepada tauke dan salah satunya yang menjual hasil tangkapan ikan dari laut adalah Bapak Putra, keluarga Bapak Aseng sudah tinggal
ikan selama 16 tahun (sejak tahun 199). Menurut Bapak Aseng mengenai strategi keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga yaitu untuk mempertahankan kehidupan disaat musim barat kering atau pasang mati.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Bapak sudah bekerja sebagai tauke ikan dikampung nelayan selama 16 tahun sudah lama.”
Bapak Aseng mengatakan bahwa penghasilan nelayan yang ada dikampung nelayan seberang ini tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya karena bahan-bahan pokok semakin mahal untuk menambah pendapatan demi memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga keluarganya maka istri nelayan juga ikut serta dalam meningkatkan ekonomi rumah tangganya dengan melakukan berbagai pekerjaan sampingan untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Kalau penghasilan nelayan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya karena sekarang bahan-bahan pokok semakin mahal dalam membantu meningkatkan kebutuhan ekonomi keluarga nelayan maka keluarganya seperti istri dan anak ikut membantu dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga mereka dek”.
Bapak Aseng mengatakan bahwa di Kampung Nelayan Seberang Lingkungan XII Kelurahan Belawan I terutama kepada nelayan selalu memiliki kesusahan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga nelayan dan kebutuhan uang sekolah anaknya yang masih mengenyam pendidikan, cara
mengatasi kesusahan tersebut nelayan meminjam uang kepada tauke lain dan sanak saudara.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Kalau nelayan kesusahan dalam keuangan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka dan memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya maka nelayan dikampung ini memunjam uang kepada sanak saudara dan tauke yang ada disini dek.”
Bapak Aseng mengatakan bahwa nelayan yang menjual penghasilannya dari laut kepada beliau berjumlahh 20 orang, mereka rata-rata memiliki hutang kepada beliau disaat musim pasang mati, cuaca dari laut tidak menentu dan untuk keperluan lain, salah satu yang meminjam uang kepada beliau adalah keluarga Bapak Putra, uang yang dipinjam keluarga Bapak Putra sebesar Rp.2.000.000.
pinjaman tersebut tidak memiliki proses, syarat dan bunga karena beliau telah mengetahui bahwa kehidupan para nelayan dan perekonomian keluarganya rendah.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Nelayan yang menjual penghasilan dari lau kepada bapak berjumlah 20 orang, rata-rata memiliki hutang, mereka berhutang pada musim pasang mati, cuaca dari laut tidak menentu dan pada saat keperluaan lain seperti uang sekolah anaknya mereka salah satunya yaitu keluarga bapak Putra yang menghutang kepada bapak sebesar Rp.2.000.000 untuk kerperluan usaha keluarga nelayan dan sistem meminjam sama bapak tidak memiliki proses dan bunganya cara bayarnya setiap mereka memiliki penghasilannya dibagi dua untuk hutang, keperluan kebutuhan
Bapak Aseng mengatakan bahwa pinjaman atau hutang yang dilakukan nelayan digunakan bukan untuk hidup yang boros dan malas karena dengan penghasilan yang minim saja terkadang tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka apalagi untuk melakukan hidup yang boros karena pendapatan yang minim itu memacu nelayan dan keluarganya untuk tidak hidup malas.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Kalau nelayan tidak bisalah melakukan hidup boros apalagi malas dek, karena hidup dilaut ini kan dek apa apa serba pas-pasan bisa makan 3 kali sehari saja sudah syukur dek jadi gimana bisa hidup boros, nelayan disini melakukan pinjaman atau menghutang kepada tetangga, tauke dan kerabatnya untuk keperluan rumah tangga dan keperluan untuk pendidikan anak-anak keluarganya, dikampung ini tidak ada keluarga nelayan yang hidupnya boros dek.”
Bapak Aseng mengatakan bahwa sangat bagus adanya usaha yang dilakukan keluarga nelayan di Kampung Nelayan Seberang membuat perekonomian rumah tangga keluarga nelayan lebih stabil dan meningkatkan derajat perekonomian sebelumnya agar keluarga nelayan tidak terjebak dalam kemiskinan lagi, keluarga nelayan juga ingin memiliki perubahan kehidupan untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Adanya usaha nelayan dikampung Nelayan Seberang ini sangat bagus berarti keluarganya tidak ingin terikat dengan kemiskinan disini, mereka ingin memiliki perubahan kehidupan yang lebih baik lagi dan keluarga nelayan ingin mengangkat derajat perekonomian keluarganya.
Bapak Aseng mengatakan dalam usaha yang dilakukan nelayan memiliki perubahan, perubahan yang dilakukan nelayan yaitu nelayan bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, kebutuhan sekolah anak, membayar hutang kepada sanak saudara, tetangga, tauke membuat kehidupan perekonomian mereka lebih baik lagi dan keluarga nelayan bisa menabung untuk masa depan anak-anak mereka. Beliau menambahkan bahwa setelah ada usaha keluarga nelayan keluarga beliau tidak pernah melihat nelayan meminjam/kredit lagi.
Berikut hasil adalah hasil wawancara dengan informan Tambahan II yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Setelah ada usaha keluarga nelayan perekonomiannya semakin stabil dan meningkat dari perekonomian sebelumnya dek, sebelumnya nelayan kurang cukup untuk memenuneuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan sekarang keluarga nelayan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka dan tujuan untuk perubahan yang dilakukan nelayan dalam meningkatkan ekonomi keluarga telah berhasil ”
Bapak Aseng mengatakan bahwa pemberdayaan ekonomi rumah tangga nelayan di Kampung Nelayan Seberang Kelurahan Belawan I yaitu usaha budidaya keramba dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga nelayan yang diterima dari Program Bantuan CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I lewat Program Posyandu Sehat Anak dan Ibu Sehati. Usaha keramba Ikan ini dilakukan oleh kelompok kader Posyandu Sehati. Pertamina mendukung kelompok kader posyandu dengan pembuatan empat (4) Keramba budidaya Ikan Kerapu dan Ikan Siakap diawali dengan empat Keramba kini telah berkembang menjadi enam keramba ikan. Sebagian dari hasil penjualan ikan akan
Medan Belawan. Program ini juga bekerja sama dengan Rumah Zakat, ide tersebut muncul dari kader posyandu dan usaha tersebut berkembang sampai sekarang.
Bapak Aseng mengatakan bahwa dikampung nelayan seberang ini yaitu keluarga nelayan sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta, nelayan juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita. Bapak Aseng menambahkan bahwa keluarga nelayan memiliki interaksi yang cukup baik dimasyarakat dan juga dengan tetangga sekitar, keluarga nelayan hampir tidak mengalami konflik yang serius dengan para tetangga.
Harapan Bapak Aseng untuk usaha nelayan yang melakukan pemberdayaan ekonomi rumah tangga tersebut semakin berkembang dan perekonomiannya semakin stabil dan bisa sekolah kan anak-anak mereka kependidikan yang lebih tinggi agar anak-anak mereka bisa membantu perekonomian orang tua mereka dan untuk kampung nelayan seberang ini semakin lebih maju dan berkembang agar menjadi kampung wisata yang semakin banyak pengunjung dari berbagai kota maupun wilayah.