BAB V HASIL PENELITIAN
5.1. Deskrpsi Data Hasil Penelitian
5.1.6. Informan utama IV
Nama : Ibu Suparni Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 63 Tahun
Agama : Islam
Suku : Melayu
Pendidikan Terakhir : SD
Alamat : Kampung Nelayan Seberang Lingkungan XII Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Usaha : Usaha Alat Bangunan
Informan Utama IV yang peneliti wawancarai tentang strategi keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga adalah ibu Suparni, beliau adalah Istri dari Bapak Abdu Halim. Ibu Suparni berusia 63 tahun dan beragama Islam, Ibu Suparni mengenyam pendidikan sampai pada tingkat SD, Ibu Suparni
dari laut terkadang ombak besar dan pasang mati menyebakan penghasilan suami tidak selalu lancar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Ibu kurang tau apa itu strategi keluarga nelayan dalam mmberdayakan ekonomi rumah tangga karena ibu hanya tamatan SD nak. pekerjaan suami ibu tidak selalu lancar karena cuaca laut tidak menentu seperti ombak besar dan pasang mati membuat penghasilan suami ibu tidak selalu lancar”.
Penghasilan Suami tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam sebulan untuk biaya pengeluaran kebutuhan perekonomian sehari-hari apabila penghasilan suami dalam sehari dapat lebih dari kebutuhan sehari maka ibu Suparni akan menyimpannya dan memakainya untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga apabila suami sedang tidak memiliki pendapatan. Ibu Suparni selalu mengutamakan untuk biaya listrik biasanya dibayar oleh keluarga Ibu Suparni mencapai Rp 40.000 apabila keadaan keuangan sedang sulit ibu suparni akan pinjam uang kepada sanak saudaranya dan juga kepada anaknya yang sedang bekerja tidak terlalu dibiasakan kalau sudah ada pendapatan hasil dari laut maka hasil tersebut dibagi dua untuk kebutuhan sehari-hari dirumah dan membayar hutang kepada tauke Ikan.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“pekerjaan Suami tidak selalu lancar dari laut nak tergantung cuaca dari laut nak kadang suami tidak melaut karena cuacanya buruk kalau penghasilan suami ibu lebih dari kebutuhan ekonomi sehari-hari, Ibu bisa menabung nak uang yang ibu tabungitu Ibu buat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi ketika suami ibu tidak melaut dan tidak memiliki
pendapatan nak kalau keadaan keuangan Ibu sedang sulit ibu akan pinjam uang kepada orang tua ibu atau kakak kandung Ibu nak itu pun tidak biasa kalau sudah ada pendapatan hasil dari laut maka hasil itu dibagi dua untuk kebutuhan sehari-hari dirumah dan untuk bayar hutang kepada toke ikan langganan keluarga Ibu nak ”
Ibu Suparni mengungkapkan bahwa beliau mengikuti program yang diberikan pemerintah, program yang diikuti keluarga Ibu Suparni yaitu Program jaminan kesehatan nasional (JKN), dan program posyandu untuk lansia program yang diberikan pemerintah kepada keluarga beliau sangat membantu kebutuhan perekonomian rumah tangga.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Keluarga Ibu juga mengikuti program dari pemerintah, jaminan kesehatan nasional (JKN) dan program posyandu untuk lansia, program itu sangat membantu untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga ibu nak.”
Ibu Suparni mengatakan bahwa selain mengurus anak, suami dan memasak untuk membantu prekonomian. Ibu suparni memiliki pekerjaan sampingan, pekerjaan sampingan yang ibu lakukan adalah membuat usaha alat-alat bangunan dirumah, alat-alat bangunannya seperti obeng,tang, gergaji, palu, kunci inggris. Modal untuk membuat usaha alat bangunan yang keluarga Ibu Suparni pinjam dari tauke ikan sebesar Rp.3.000.000 dan ditamabahin anak yang sedang bekerja Rp.2.000.000 terkumpul uang untuk modal usaha yang keluarga Ibu lakukan sebesar Rp.5.000.000 bayarnya pakai angsuran dari hasil melaut dibagi dua.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Ibu meminjam uang dari tauke ikan langganan keluarga ibu untuk modal usaha alat bangunan keluarga, keluarga ibu meminjam sebanyak Rp.3.000.000 dan ditambahin oleh anaknya yang sedang bekerja Rp.2.000.000 modal usahanya terkumpul 5.000.000, bayar unuk modal usaha yang dari tauke dibayar dengan penghasilan dari laut dan dibagi dua”.
Ibu Suparni mengatakan bahwa dari membuka usaha alat-alat bangunan pendapatan yang didapatkan dari hasil tersebut tidak menentu sebesar RP.70.000 – Rp.80.000/hari kalau dihitung-hitung dalam sebulan satu bulan bisa dikatakan pendapatan Ibu Suparni Rp.1.600.000/bln selain usaha keluarga beliau mengolah hasil tangkapan Suami dari laut seperti terasi dan ikan asin.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“Dari membuka usaha alat bangunan kecil-kecilan itu pendapatan yang ibu dapat tidak menentu hasilnya Rp.70.000 – Rp80.000/harinya nak kalau dihitung-hitung dalam sebulan bisa dikatakan pendapatan ibu Rp.1.600.000/bulannya dan selain usaha keluarga ibu mengolah hasil tangkapan suami dari laut seperti terasi dan ikan asinnak.”
Keluarga Ibu Suparni mengatakan sebelum adanya usaha menjual alat-alat bangunan tersebut pendapatan suami dari melaut kurang mencukupi untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga dan keluarga beliau juga harus menutupi hutang kepada sanak dan saudaranya, sangat sulit karena pendapatan suami dari melaut sedikit harus dibagi dua untuk melunasi hutang dan kebutuhan ekonomi sehari-hari dirumah. Beliau menambahkan bahwa pendapatan dari melaut tersebut tidak bisa menabung untuk kebutuhan dikemudian hari, sesudah ada usaha
warung kelontong tersebut maka ekonomi keluarga Ibu Suparni terbantu dan stabil dalam kebutuhan sehari-hari untuk membayar uang listrik dan membayar hutang-hutang kepada tauke bisa tertutupi sebagian lagi uang tersebut ditabung untuk kebutuhan dikemudian hari.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“sebelum ada usaha alat bangunan ini pendapatan suami dari melaut kurang mencukupi untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga dan ibu juga harus bayar hutang ibu kesanak saudara dan tauke ikan sangat sulitlah nak karena pendapatan suami dari melaut sedikit dan harus dibagi dua, untuk kebutuhan ekonomi sehari-hari dirumah dan membayar pinjaman kepada Tauke nak dan pendapatan dari hasil melaut tidak bisa menabung untuk keperluan kebutuhan ekonomi saat Suami Ibu tidak melaut karena cuaca dari laut buruk nak, sesudah ada usaha alat-alat bangunan keluarga ibu ini maka ekonomi keluarga Ibu terbantu bisa dibilang stabil nak dan bisa bayar hutang-hutang kesanak saudara ibu dan bisa menutupi pinjaman untuk modal usaha ketauke, ibu juga bisa menabung untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga dikemudian hari.”
Ibu Suparni mengatakan bahwa dalam membuat usaha harus ada keuntungan dan kerugian akan tetapi sesudah ada usaha alat-alat bangunan tersebut perekonomian rumah tangga keluarga beliau sangat terbantu. Tujuan dari membuka usaha alat bangunan tersebut untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga menjadi lebih baik lagi kedepannya dan tujuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga telah berhasil dan tidak harus meminjam uang kesanak saudara lagi karena sudah ada tabungan keluarga Ibu Suparni disimpan untuk kebutuhan dikemudian hari.
Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama IV yang peneliti cantumkan dalam tulisan:
“kalau membuat usaha harus ada untung ruginya, tetapi sesudah ada usaha alat-alat bangunan keluarga iu ini membuat ekonomi ibu sangat terbantu dan tujuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga yang lebih baik lagi sudah mulai stabil.”
Ibu Suparni mengungkapkan bahwa di Kampung Nelayan Seberang ini yaitu Keluarga nelayan sering terlibat dalam kegiatan kegiatan sosial yang ada seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta, nelayan juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita. Ibu Suparni menambahkan bahwa keluarga beliau memiliki interaksi yang baik antara suami dengan istri dan antara anak dengan orang tua dimasyarakat juga terdapat interaksi yang cukup baik antara keluarga Ibu Suparni dengan tetangga sekitar. Keluarga Ibu Suparni hampir tidak mengalami konflik yag serius dengan para tetangga, harapan Ibu Suparni untuk usaha alat-alat bangunannya semakin berkembang dan terjebak dalam kemiskinan lagi, bisa menabung untuk masa tua dan semoga Kampung Nelayan Seberang semakin berkembang kepada yang lebih baik lagi.
5.1.7. Informan utama V