• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.1. Deskrpsi Data Hasil Penelitian

5.1.7. Informan utama V

A. Suami

Nama : Putra

Jenis Kelamin : laki-laki

Usia : 40 tahun

Agama : islam

Suku : Banjar Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Nelayan Tradisional Usaha : Warung Kelontong

Informan utama V yang peneliti wawancarai tentang strategi keluarga nelayan dalam memberdayakan ekonomi rumah tangga adalah Bapak Putra bekerja sebagai seorang nelayan di Kampung Nelayan Seberang. Dengan usia 40 tahun, Bapak Putra hanya mengenyam pendidikan sampai tamat SMP dan merasa tidak punya kemampuan untuk mengerjakan hal lain. Sebagai nelayan bapak putra merasa kerepotan harus bolak-balik dari daratan kelautan maupun dari lautan kedaratan karena hal inilah yang membuat Bapak Putra lebih memilih untuk bertempat tinggal di Kampung Nelayan Seberang dengan membawa sanak keluarganya, keluarga Beliau sudah tinggal di Kampung Nelayan Seberang selama 20 tahun bekerja sebagai nelayan selama 8 Tahun (sejak tahun 2011).

Bapak Putra tinggal bersama istri dan anaknya, beliau memiliki 2 orang anak yaitu anak pertama berumur 13 tahun yang sedang mengenyam pendidikan kelas 3 SMP dan anak kedua beliau berumur 9 tahun yang sedang mengenyam pendidikan Kelas 5 SD.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Bapak bekerja sebagai nelayan di Lingkungan XII kampung nelayan seberang ini sudah lama dek ada sekitar 8 tahunan bapak bekerja sebagai nelayan disini dek.”

Bapak Putra mengatakan bahwa dalam sehari beliau biasanya melaut selama

bahwa pendapatan dari melaut tidak menentu terkadang sehari itu pulang dengan tangan kosong, pendapatan beliau dalam sehari itu paling besar Rp. 50.000/hari sehingga ditotal maka pendapatan yang diperoleh Bapak Putra dari hasil melaut yaitu Rp.1.400.000/bulan.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Bapak bekerja 6 kali dalam seminggu dan rata-rata 8 jam perharinya, kalau soal pendapatan dari melaut ini tidak menentu dek tergantung pada musim dan kondisi dilaut terkadang sehari itu pulang dari laut dengan tangan kosong dek kalau pendapatan bapak dalam sehari itu paling banyak 50.000 dek kalau dihitung-hitung dalam 1 bulan bisa dikatakan pendapatan bapak Rp. 1.400.000/bulannya dek”.

Bapak Putra mengatakan bahwa pendapatan yang beliau terima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka karena bahan-bahan pokok semakin mahal untuk menambah pendapatan demi memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangganya, beliau juga mengikut sertakan istrinya untuk turut membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangganya.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Pendapatan Bapak saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, Bapak ikut sertakan Istri Bapak untuk membantu perekonomian keluarga Bapak dek.”

Bapak Putra mengatakan bahwa terkadang ketika beliau mengalami kesulitan keuangan dalam rumah tangganya dimana pendapatannya benar-benar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka atau terdapat pengeluaran yang cukup besar, beliau biasanya melakukan peminjaman uang kepada tauke ikan mereka.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Ketika Bapak mengalami kesulitan keuangan dalam keluarga dan pendapatan Bapak tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga bapak biasanya melakukan pinjaman kepada tauke ikan.”

Bapak Putra mengungkapkan bahwa dalam melakukan pinjaman kepada tauke ikan mereka tidak memliki proses dan syarat, beliau mengatakan bahwa uang pinjaman tersebut digunakan untuk uang sekolah anak dan sisa uang pinjaman tersebut diberikan kepada Istri beliau untuk keperluan ekonomi keluarganya.

Berikut hasil adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Pendapatan yang Bapak dapat belum cukup dek untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga bapak karena bahan pokokkan semakin mahal jadi istri dan anak bapak ikut membantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga dek kalau Bapak mengalami kesulitan keuangan dalam rumah tangga dan pengeluaran Bapak cukup besar seperti uang sekolah anak bapak harus dibayar tiap bulannya dan uang listrik bapak melakukan pinjaman kepada tauke ikan Bapak. dalam peminjaman tersebut tidak ada memiiki proses dan syarat karena sudah diberi kepercayaan dek”.

Dalam memenuhi kebutuhan akan pakaian Bapak Putra dan keluarga sesekali membeli pakaian bekas layak pakai yang dijual dipasar atau sering disebut dengan istilah “monja” Mereka hanya membeli pakaian baru pada saat hari raya idul fitri hal itu juga mereka lakukan ketika pendapatan mereka dirasa

pakaian keluarga Bapak Putra juga mendapat pemberian pakaian bekas layak pakai dari sanak saudara mereka.

Berikut hasil adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Keluarga Bapak hanya bisa beli pakaian baru kalau mau lebaran aja dek itupun kalau ada rezeki lebih ya dibeli tapi kalau pas-pasan ya ditahan-tahan belinya tahun depan ajalah dek”

Rumah tempat tinggal Bapak Putra dan keluarganya tidak sesuai dengan kriteria rumah sehat karena keadaan bangunan rumah yang mereka tempati tergolong kurang layak, rumah tersebut masih berdindingkan papan dan triplek, ukuran rumah yang sempit dipengaruhi lagi dengan penyusunan barang-barang yang tidak rapi serta kamar mandi yang kecil yang bersebelahan dengan dapur tempat memasak yang langsung berhadapan dengan pintu rumah dan kamar tidur.

Rumah yang ditempati oleh keluarga Bapak Putra di Kampung Nelayan Seberang memang dibangun oleh keluarganya tetapi rumah itu bukan milik keluarga mereka sendiri karena kawasan pemukiman di Kampung Nelayan Seberang sendiri berada dalam kawasan oleh Negara dan hak penguasaannya dimiliki oleh PT. Pelindo I sebagai otoritas yang mengelola Pelabuhan Belawan, rumah ini sudah ditempati oleh keluarga Bapak Putra 8 tahun yang lalu.

Keadaan bangunan rumah yang mereka tempati tergolong kurang layak huni disebabkan rumah tersebut masih berdindingkan papan dan triplek, didalamnya memiliki dua kamar tidur, ruang tamu yang kecil dan ruang dapur yang berdampingan dengan kamar mandi semua masyarakat di Kampung Nelayan Seberang sudah memiliki air bor untuk keperluan mandi, memasak dan semua kegiatan yang memerlukan penggunaan air bersih mereka lakukan dikamar mandi.

Berikut adalah hasil wawancara dengan informan utama V yang peneliti cantumkan dalam tulisan:

“Beginilah keadaan rumah kami terbuat dari kayu-kayu,papan dan triplek anak Bapak kalau malam tidur diruang tamu karna kamar tidurnyakan kecil jadi ruang tamu itulah bisa dipakai tidur bisa juga dipakai tempat kami makan dan kumpul”

Kelurga Bapak Putra mengikuti program dari pemerintah yaitu program keluarga harapan (PKH), Program badan penyelenggaraan Jaminan sosial (BPJS).

Bapak Putra menambahkan bahwa keluarga beliau memiliki interaksi yang baik antara istri dengan suami dan antara anak dengan orang tua dimasyarakat juga terdapat interaksi yang cukup baik antara keluarga Bapak Putra dengan tetangga sekitar. Keluarga Bapak Putra hampir tidak mengalami konflik yag serius dengan para tetangga mereka juga sering teribat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang ada di Kampung Nelayan Seberang seperti melakukan gotong royong, membantu tetangga yang sedang mengadakan acara besar atau pesta juga ikut membantu tetangga yang sedang mengalami musibah atau berdukacita.

Bapak Putra mengatakan bahwa menjadi nelayan tidak ada hal yang perlu disombongkan kepada tetangga lain apalagi yang sesama nelayan jadi menurut beliau penting sekali untuk berbaur dengan tetangga sekitar dan berpartisipasi didalam kegiatan yang ada di Kampung Nelayan Seberang. Harapan Bapak Putra kepada anaknya supaya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dari dirinya dan harapan bapak di Kampung Nelayan Seberang ini semoga makin berkembang. Pemerintah semakin memperhatikan kondisi nelayan yang ada di kampung nelayan seberang.

5.1.8. Informan Utama VI