• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kinerja Perusahaan Company Performance

Dalam dokumen AR PTPN IX 2015 2 (Halaman 44-46)

PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX • 2015 ANNUAL REPORT

42

Kebijakan Strategis Strategic Policy

Peningkatan Produksi dan Produkivitas Opimasi manajemen sadapan pada komodii karet menjadi bagian pening dalam

peningkatan produksi, selain penggunaan simulansia gas pada tanaman yang akan di-replaning memberikan dampak posiif terhadap pencapaian produksi karet. Penggunaan bibit Single Bud Planing (SBP) dan peningkatan luas areal tanam ulang tebu/plant cane seiap tahun berdampak pada peningkatan produkivitas tebu.

1. Increased Producion and Producivity

Opimizaion of tapping management of rubber becomes an important part in increased producion, besides the use of gas simulants in plants that will be replanted also give a posiive impact on rubber producion. Use of Single Bud Planing seeds (SBP) and increase in sugar cane planing area / plant cane annually have impact on increasing the producivity of sugarcane. 1.

Efekivitas Biaya

Kami menerapkan konsep efekivitas biaya dalam operasional usaha sehingga

memberikan peluang kepada semua unit kerja melaksanakan kegiatan yang berbasis

memberikan nilai tambah terbaik terhadap semua biaya yang telah dikeluarkan. Melalui pembahasan rapat kerja operasional yang dilakukan ruin dengan unit kerja membuka peluang unit kerja mengajukan usulan yang idak terakomodir dalam RKAP tetapi berpotensi memberikan nilai tambah terbaik bagi perusahaan.

2. Cost Effeciveness

We apply the concept of cost-effeciveness in business operaions so as to provide an opportunity for all units carry out aciviies that provide the best value based on all expenses. Through a rouine operaional discussion meeing with work units open opportuniies for work units to propose idea that not accommodated in the RKAP but potenially give best value for the company.

2.

Skala Prioritas Investasi

Hampir semua pabrik gula memerlukan investasi sangat material namun kondisi keuangan yang terbatas mengharuskan investasi hanya fokus pada sarana prasarana yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran proses produksi dan peningkatan efisiensi pabrik gula.

3. Investment Priority Scale

Almost all sugar factories require very material investment but limited funds constrain investment only focus on infrastructure that directly affect the coninuity producion process and increase the efficiency of sugar factory. 3.

Pengembangan Industri Hilir dan Wisata Agro Pengembangan produk hilir difokuskan pada efisiensi biaya untuk memperoleh harga jual yang kompeiif, memperlancar distribusi dan meningkatkan promosi produk serta

bekerjasama dengan pihak keiga untuk distribusinya. Pada tahun ini PTPN IX mulai merinis pembangunan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Kaligua dengan

memanfaatkan potensi sumber air pegunungan yang cukup melimpah. Dalam skala kecil PTPN juga telah memproduksi teh hijau, teh pucuk merah serta white tea yang khasiatnya baik untuk kesehatan.

4. Development of Downstream Industries and Agro

Tourism

Downstream product development is focused on cost efficiency to obtain a compeiive price, improve the distribuion and sale of products as well as increase cooperaion with third paries for distribuion. This year, PTPN IX began the construcion of Botled Drinking Water (botled water) in Kaligua by uilizing the water resources of the mountains that quite abundant. In a small scale PTPN also been producing green tea, the red and white tea buds which good for health. 4.

LAPORAN KEPADA PEMEGANG SAHAM REPORT TO SHARE HOLDERS

PEMBAHASAN & ANALISIS MANAJEMEN

DISCUSSION & MANAGERIAL ANALYSIS TINJAUAN KINERJA KEUANGAN SUMMARY OF FINANCIAL RESULTS PROFIL PERUSAHAAN COMPANY PROFILE

Diversifikasi dan Opimalisasi Lahan Upaya untuk mengurangi kerugian, PTPN menggalakkan penanaman horikultura disamping meneruskan penanaman kayu. Komoditas horikultura yang diusahakan antara lain pisang Cavendish, pisang Kirana, pisang Raja Bulu, buah naga, jeruk keprok, apel, sereh wangi serta tanaman sayur dataran inggi yaitu kentang, kubis dan wortel.

5. Diversificaion and Land Opimizaion

In order to reduce losses, PTPN promote horiculture in addiion to coninuing tree planing. Horicultural commodiies are culivated among other Cavendish banana, Kirana banana, Raja Bulu banana, dragon fruit, tangerine, apple, lemongrass, and vegetable such as potatoes, cabbage and carrots.

5.

Pengembangan SDM berbasis Integrated Talent Management System

Pada tahun 2015 PTPN IX melakukan banyak program pelaihan untuk pengembangan SDM. Dengan menggandeng Lembaga Praseiya Mulya Execuive Learning diadakan pelaihan manajemen strategic, problem solving dan decision making dengan peserta para pemangku jabatan puncak yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi.

6. Integrated Talent Management System-based

Human Resource Development

In 2015, PTPN IX did a lot of training programs for human resource development. By holding the Prasetya Mulya Execuive Learning Insitute, PTPN IX held strategic management training, problem solving and decision making with the paricipants of the peak posiion holders which aimed at improving competence.

6.

Pembentukan Tim Crisis Center

Dasar pembentukan im ini adalah instruksi dari Holding PTPN IX agar membentuk Tim Crisis Center yang dikomandoi Direktur Utama. Tugasnya mengidenifikasi

kegiatan/pengeluaran perusahaan yang dapat diminimalisir sehingga dapat menekan biaya operasional, menyusun program efisiensi di seluruh unit dan memonitor program tersebut.

7. The Establishment of a Crisis Center Team

Basic formaion of this team is instrucion of PTPN IX Holding to form a Crisis Center team that led by President Director. His job to idenify the aciviies / expenditures of the company which can be minimized so as to reduce operaing costs, prepare efficiency programs in all units and monitor the program.

7.

Sejalan dengan misi perusahaan yaitu mendukung kelestarian lingkungan, maka proses bisnis perusahaan memberi perhaian yang serius terhadap kelestarian lingkungan. Prakik yang telah diterapkan adalah memberlakukan ISO 14000 yang merupakan standarisasi manajemen lingkungan. Dalam memproduksi teh, seluruh kebun telah memenuhi standar pertanian lestari/Sustainable Agriculture Network dan mendapatkan serifikat Rainforest Alliance. Sedangkan pabrik gula secara ruin telah dilakukan penilaian PROPER, setelah melalui pembenahan peringkat kinerja pabrik gula naik dari hijau menjadi biru.

In line with the company's mission to support environmental sustainability, the company's business processes give serious atenion to environmental sustainability. Pracices that have been implemented are enacing ISO 14000 as standardizaion of environmental management. In producing tea, the enire plantaion has met the standards of sustainable agriculture / Sustainable Agriculture Network and cerified Rainforest Alliance. While the sugar factory have rouinely done PROPER assessment, ater a sugar mill revamping performance raing rose from green to blue.

Dalam dokumen AR PTPN IX 2015 2 (Halaman 44-46)