• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengapa Bervegetarian?

Dalam dokumen Materi Ag. Buddha Utk PT (Halaman 147-150)

Mengenal Vegetarian 1. Pendahuluan

2. Mengapa Bervegetarian?

Ada banyak alasan mengapa orang memilih makanan vegetarian antara lain untuk Kesehatan, Lingkungan dan perdamaian dunia, Rasa kasih sayang, masalah kelaparan, Ekonomi, Etika dan estitika, pola makan alami, keamanan bahan makanan, Spiritual, dan Agama serta masih banyak alasan kuat lainnya mengapa seseorang memilih makanan tanpa daging. Berikut ini kita bahas secara singkat satu persatu alasan tersebut

2.1. Alasan Kesehatan

Banyak orang tua yang melarang anaknya bervegetarian, karena takut anaknya akan kekurangan gizi, padahal itu tidak beralasan sama sekali, semua nutrisi yang diperlukan manusia bisa didapatkan dari makanan nabati. Tanyakanlah dokter langganan Anda, kapan terakhir kali ia merawat seorang pasien vegetarian karena kekurangan gizi, dan bandingkan dengan jumlah pasien yang mereka rawat karena kanker, jantung koroner, tekanan darah tinggi atau gula darah.

Secara umum orang sudah tahu bahwa makanan hewani mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol sebagai penyebab utama penyakit kanker, jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit berbahaya lainnya. Daging tidak cukup mengandung karbohidrat yang sangat penting untuk kesehatan, dan umumnya daging mengandung sedikit sekali vitamin.

Menurut data statistik, hampir dua puluh ribu jenis obat yang legal maupun ilegal dipakai di seluruh peternakan hewan. Sistem peternakan sepenuhnya mengandalkan penggunaan antibiotika, hormon kimia, bovine somatotropin, penicillin, erythromycin, nitrat, nitrit, pestisida, herbisida obat penenang, pewarna, bahan pengawet, obat penghilang bau, penyinaran radioaktif dan bahan pengganti lainnya. Lautan pada saat ini telah dicemari dengan lebih 100.000 jenis bahan kimia, bahan ini telah meresap ke dalam tubuh ikan. Orang yang makan ikan telah memasukkan zat kimia seperti Polychlorinated Bi Phenyls ke dalam tubuhnya, mengakibatkan keguguran, stroke, keracunan mercury, radang hati, keracunan makanan, dan penyakit lainnya. Orang yang makan daging pada saat yang sama turut memakan semua zat-zat kimia ini, sama dengan bunuh diri secara perlahan.

Terdapat cacing, bakteri dan virus yang sangat berbahaya yang terdapat pada daging hewan. Menurut laporan “Pusat Pemeriksaan Produksi Daging dan Pengontrolan Penyakit” di Amerika ditemukan racun “Salmonellosis” dalam daging, yang mana telah menelan korban puluhan ribu jiwa karena mati keracunan.

Setelah binatang itu dibunuh, maka segera terbentuk zat pembusuk yang disebut “Ptomaines”, dan proses pembusukan telah dimulai sejak dari rumah jagal, sampai dijual, disimpan, disiapkan, disajikan dan dimakan. Disini dapat dibayangkan sampai berapa jauh proses pembusukan itu berlangsung. Anda bisa melakukan percobaan, biarkan seikat sayur bayam dan sepotong hamburger selama sehari penuh, maka anda akan melihat proses pembusukan hamburger, yang mana menghasilkan zat-zat racun yang dapat menghancurkan sistem pencernaan kita.

Di Inggris ada sebanyak 40.000.000 ayam potong yang mati karena sakit setiap tahunnya. Laporan pemerintah Amerika : “Lebih dari 90 % ayam terserang kanker ayam dan 25.000 ekor sapi yang menderita kanker mata dijual dan dipotong sebagai daging”. Dinas Kesehatan Amerika tidak memberikan jaminan apapun dalam menghentikan penularan penyakit daging hewan. Diperlukan waktu beberapa tahun untuk mengetahui gejala penyakit hewan ternak, tetapi dalam kurun waktu itu, hewan ternak inipun telah menjadi sajian meja makan yang sedap.

Pepatah Kuno mengatakan : “Penyakit masuk dari mulut” Setiap hari, Dominique Eboli hanya bisa memandang tanpa daya putranya yang tergolek lemah di tempat tidur. Penyakit yang diderita lelaki berusia 19 tahun itu benar-benar mengakibatkan kehilangan kekuatannya. Suaranya pun semakin hari semakin melemah, sementara pertumbuhan badannya praktis terhenti.

Komisioner Uni Eropa untuk urusan Pertanian Franz Fischler mengatakan bahwa akibat terjangkitnya penyakit sapi gila, maka konsumsi daging sapi menjadi berkurang. Untuk itu, pihaknya sudah mempersiapkan untuk mengimpor kacang kedelai dari Amerika Serikat dan Brasil, sebagai pengganti protein hewani.

Konsumsi daging meningkatkan resiko terkena penyakit jantung yang merupakan pembunuh nomor satu di Amerika. Journal America Medical Association melaporkan bahwa “Vegetarian dapat mencegah sampai 90-97 % terkena penyakit jantung (penyakit thrombo-embolic dan penyumbatan coroner) dan menurunkan kadar kolesterol”.

Dalam sistem pencegahan kanker secara alamiah didapati unsur-unsur vitamin C, B-17, Beta karotin. Unsur-unsur ini tidak pernah ditemukan pada makanan hewani. Pada daging kebanyakan, setelah dimasak akan menghasilkan serangkaian senyawa yang bisa memicu penyakit kanker. Kanker jauh lebih mudah dicegah daripada diobati. Kacang kedelai salah satunya mengandung pembiak protease, sejenis rangkaian anti kanker yang sangat baik. Kita tidak akan bisa mendapatkan zat-zat ini pada makanan hewani.

Daging adalah Perusak tubuh manusia yang utama. Satu kilogram daging panggang sama dengan 600 batang rokok. Daging panggang maupun rokok bisa menimbulkan jenis racun kimia yang disebut : Benjopyrene dan Methylcholanthrene. Setelah racun ini diberikan kepada tikus bisa menimbulkan tumor ganas dan kanker darah. Dalam daging terdapat nitrogen, racun bangkai, kolesterol, uric acid, urea, penularan bakteri, racun kimia, racun DDT, racun antibiotika, sel yang rusak. Makan daging membawa kita pada: Pemampatan pembuluh darah (Osteoporosis), batu ginjal, batu empedu, penyakit jantung, kencing manis (Diabetes), tekanan darah tinggi, pengerasan hati, kanker, radang pankreas, radang persendian, bawasir, Sklerosa ganda, Athritis, tulang keropos,

pembengkakan pembuluh balik, Diverticulum, Salmonella, radang usu, gula darah rendah, kegemukan, dan lain-lain.

Daging akan mengalami proses pembusukan di dalam usus karena sifatnya yang cepat membusuk sedangkan panjang usus manusia sekitar 12 kali dari tinggi badan manusia. Pembusukan daging yang tertinggal lama dalam usus semakin memperberat beban kerja hati sehingga mengakibatkan hati mengeras dan kanker hati. Setelah melalui perjalanan panjang dalam usus dan mengalami penyerapan berlebihan mengakibatkan Konstipasi (susah buang air besar), bawasir dan kanker usus.

Makanan nabati banyak mengandung serat. Serat dapat menyerap semua zat yang tidak diinginkan (berbahaya) termasuk kelebihan lemak, membersihkan usus, membantu penyerapan dalam usus. Sedangkan daging, hasil unggas dan makanan yang terbuat dari susu tidak mengandung serat.

Hewan saat masih hidup mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan zat sisa yang beracun seperti adrenalin, urin, asam laktat, urea, uric acid (setiap pon daging sapi mengandung 14 gram urid acid), tetapi begitu disembelih, maka zat-zat sisa ini terhenti dalam tubuhnya. Itu artinya, dengan makan daging kita telah memasukkan racun ke dalam tubuh kita.

Ketika binatang akan disembelih, susunan biokimia tubuhnya mengalami perubahan yang sangat besar, karena rasa takut, rasa sakit, emosi, panik, sedih, dendam, benci, dll. Produksi racun dipaksakan keluar mengalir di seluruh tubuhnya, dengan demikian racun menyebar dan melekat ke seluruh daging. Kadar hormon di dalam darah khususnya hormon Adrenalin berubah dengan pesat. Menurut Institut Nutrisi di Amerika, daging binatang itu penuh dengan darah beracun yang mematikan.

Daging dalam ilmu kedokteran digolongkan ke dalam makanan yang bersifat asam, dapat menyebabkan darah menjadi asam dan untuk menetralkan sifat asam ini diperlukan kalsium dari darah dalam jumlah yang besar. Akibatnya kalsium terpakai habis, penuaan sel menjadi cepat, tubuh cepat letih, daya tahan berkurang, pikiran tidak jernih, cepat tua dan loyo. Sedangkan sayur-sayuran dan buah-buahan termasuk makanan yang bersifat garam, membuat darah mampu mempertahankan sifat garamnya, membuat orang menjadi lebih nyaman, sabar, lincah, penuh semangat, daya tahan tinggi, daya konsentrasi yang tinggi sehingga bisa berumur panjang. Itu sebabnya banyak orang yang merasa memiliki tubuh yang lebih sehat dan segar sejak menjadi vegetarian. Suatu penelitian yang dilakukan Dr. Irving Fisher dan J.H. Kellogg di Battle Creek Sanitarium, Michigan dengan tegas sekali menunjukkan bahwa kaum vegetarian memiliki daya tahan, kekuatan, dan kecepatan pulih kembali dari kelelahan dua kali lebih tinggi dari kaum pemakan daging.

Dulu Departemen Kesehatan Amerika mengajukan kombinasi 5 jenis makanan sehat, yaitu susu, daging, kacang-kacangan, buah dan sayuran. Tetapi berdasarkan kenyataan akan angka kematian dan angka terserang penyakit yang semakin meningkat serta pengetahuan nutrisi terbaru, maka pada tahun 1991 Amerika menetapkan kombinasi 4 jenis makanan sehat yang baru (The New Four Food Groups) yaitu : tanaman bijian, sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan. Ini menunjukkan kepada kita bahwa makanan dan minuman sehat yang utama bukanlah daging, ikan, telur maupun susu.

♣ Penelitian telah membuktikan masyarakat Vilehamba di pegunungan Andes Equador, orang Hunza di Himalaya, dusun di utara Hokaido Jepang (rata-rata berusia 120) dan orang Gorgia di pegunungan Kaukasus berusia panjang, suku bangsa Otomi di Meksiko, dan penduduk asli Barat Daya Amerika hidup dengan

sehat dan aktif serta usia mencapai 110 tahun atau lebih karena mengkonsumsi makanan buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian.

♣ Bangsa Eskimo, hidup sebagian besar dari daging dan lemak, dan cepat sekali mereka menjadi tua, panjang usia rata-rata 27 tahun. Bangsa Kirgis, suatu bangsa Nomad di Rusia Timur sebagian terbesar makanannya terdiri dari daging, cepat menjadi tua dan cepat pula mati, jarang usia mereka melampaui usia 40 tahun.

Jika Anda mulai tertarik dengan makanan Vegetarian, Anda tidak perlu khawatir,

bahwa dengan bervegetarian Anda akan kekurangan gizi. Sebaliknya dengan bervegetarian Anda bebas dari makanan yang mengandung kolesterol, racun hewan, sebalikanya Anda mendapatkan makanan yang kaya serat, kaya fito kimia, kaya enzem dan masih banyak keunggulan lainnya.

Dalam dokumen Materi Ag. Buddha Utk PT (Halaman 147-150)