Bagaimana harusnya seorang supervisor berperilaku pada saat melakukan proses supervisi, khususnya pada saat berhadapan dengan orang yang disupervisi lebih-lebih dengan menggunakan pendekatan kolaboratif dan supervisi klinis, sangat ditentukan oleh pengenalan terhadap apa, siapa dan bagaimana karakteristik (karakteristik guru) yang disupervisi. Dalam kaitan ini ada beberapa ahli mengelompokkan karakter guru dalam tiga bagian, yang menggambarkan sejauhmana efektivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kelompok tersebut adalah sebagai berikut:
1. Guru yang tidak efektf dalam melaksanakan pembelajaran menurut pertimbangan/penilaian supervisor, tapi menurut guru itu sendiri dia efektif. Dengan kata lain guru ini disebut dengan istilah guru yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Guru yang tergolong dalam kategori semacam ini dapat diidentifikasi oleh supervisor melalui indikator sebagai berikut:
Kemajuan siswa yang rendah/prestasi belajar siswa yang diajarnya rendah.
Guru tidak mempunyai hubungan yang baik/tidak akrab dengan siswanya.
DUMMY
Guru yang kurang keterampilannya dalam menyajikan bahan pelajaran.
Guru yang memiliki wawasan yang sempit dalam menyajikan bahan dan atau tidak menguasai bahan.
Guru yang sangat rendah kontrolnya terhadap kelas di mana dia mengajar.
Dalam menghadapi guru semacam ini, supervisor perlu mengadakan hubungan/bantuan secara individual dan melakukan inventory (penelitian) tentang kekua tan (strengths) dan kelemahan (weakness) guru. Dengan mengetahui secara pasti apa kekuatan guru/kemampuan yang menonjol dari guru serta kelema han apa yang sangat tampak dari guru akan memudahkan supervisor untuk merencanakan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan guru-guru. Ini berarti menuntut supervisor untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan penelitian secara baik.
2. Guru yang menurut pertimbangan supervisor tidak efektif, tetapi menurut kepala sekolah dan teman sejawatnya (kolega sesama guru) guru yang bersangku tan dikatakan sebagai guru yang efektif.
Dalam hal ini mereka hanya melihat kebaikan guru pada satu sisi saja. Misalnya hanya melihat guru yang patuh pada kebijakan disiplin yang tinggi, atau guru yang mampu membuat siswanya menjadi sangat disiplin dalam proses pembelajaran. Sehingga mereka menekankan pada kedisiplinan semua siswa meskipun sebenarnya siswa berada di bawah tekanan. Mereka meyakini bahwa bahan pelajaran adalah segala-galanya dan siswa dapat menyesuaikan diri pada bahan pembelajaran yang diberikan guru apabila mereka berdisiplin. Bahkan mereka menganggap cara-cara lama dalam mengajar lebih baik daripada cara-cara baru (mereka menganggap berorientasi pada
subject matter lebih baik daripada berorientasi kepada siswa/learner centered).
Apabila keadaan tersebut yang terjadi, maka supervisor perlu memberikan pemahaman yang mendalam kepada guru tersebut tentang motivasi belajar dan teori belajar yang berdasar kepada prinsip psikologi pembelajaran (instructional psychology). Dengan pema haman ini diharapkan guru tersebut menyadari bahwa penekanan kepada disiplin yang tinggi di bawah tekanan tidak akan mampu membawa siswa kepada hasil yang maksimal.
3. Kategori ketiga adalah guru yang tidak efektif menurut penilaian supervisor, kepala sekolah dan koleganya. Bahkan guru itu sendiri juga merasa bahwa dirinya kurang efektif dalam mengajar. Dengan kata lain guru ini adalah guru yang tahu bahwa dirinya tidak tahu.
DUMMY
Pada tipe guru yang semacam ini untuk mengem bangkannya tidak dapat dilakukan secara drastis, tapi perlu dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat. Guru semacam ini sering bertahan dengan cara pengajarannya dan menolak untuk minta bantuan super visor serta kurang berpartisipasi dalam kelompok kerja guru, karena merasa kurang mampu mengimbangi teman-teman lain. Akibatnya dia sering menekan siswa untuk tunduk pada aturan yang dia buat, atau mereka beralasan bahwa mereka ditempatkan pada kelas yang salah, bidang studi yang tidak cocok dengan dia atau pada sekolah yang salah.
Untuk itu supervisor perlu mulai mengembangkan sikap terbuka dan mau berkomunikasi dengan guru-guru lain secara lebih meluas serta membantu dengan cara menunjukkan berbagai keberhasilan teman-temannya baik keberhasilan dalam melaksanakan pengajaran maupun keberhasilan dalam karier (pengalaman dirinya sendiri atau pengalaman guru lain sebagai hasil pembinaan diri) serta memberikan gagasan-gagasan baru tentang pengajaran dan pembelajaran (presenting ideas menurut konsep Glickman).
Problem lain yang perlu mendapatkan prioritas dalam pelayanan supervisi pengajaran adalah yang berkaitan dengan masalah layanan edukatif atau administratif. Jawaban terhadap masalah ini jelas bahwa se baiknya yang menjadi prioritas bagi supervisor adalah pengembangan dan peningkatan bidang edukatif dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar yang profesional. Meskipun demikian bukan berarti teknis administratif seperti perencanaan mengajar dan lain-lain tidak penting. Kedua masalah tersebut penting menjadi perhatian, tetapi prioritas pertama harus mengarah kepada peningkatan proses pembelajaran (supervisi akademik).
Hal tersebut di atas penting dilakukan sebab hakikat supervisi pengajaran pada dasarnya adalah upaya membantu guru agar lebih efektif dalam melak-sanakan proses belajar mengajar. Penekanan pada bidang tertentu (teknis edukatif ini sudah diperte gas oleh berbagai kajian tentang supervisi pendidikan oleh banyak ahli. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa supervisi yang lebih ditekan kan pada pelayanan teknis edukatif kepada guru-guru mampu meningkatkan kompetensi guru dan kualitas belajar mengajar. Oleh sebab itu sangat kurang tepat kalau supervisor dalam melaksanakan supervisinya hanya melihat daftar hadir guru, satuan pelajaran atau administrasi kelas lainnya yang bersifat teknis administratif, tanpa dilanjutkan dengan pembinaan proses belajar mengajar, dengan menggunakan pendeka tan dan teknik supervisi yang tepat sesuai dengan karakteristik guru yang disupervisi.
Bagaimana pendekatan/orientasi supervisi pengajaran yang tepat dan kriteria memilih pendeka tan yang tepat sesuai dengan karakteristik guru yang disupervisi akan diuraikan pada bagian tersendiri.