Vatica Palaquium
MELALUI PEMBERDAYAAN POTENSI LOKAL DI PROVINSI PAPUA BARAT
B. Pemilihan Jenis
5. Penanganan Benih Setelah Dikumpulkan
Penanganan benih harus dilakukan dengan baik, agar mutu benih dapat dipertahankan.
Kegiatan penanganan benih meliputi : Sortasi buah/polong, ekstrasi benih, pembersihan benih, sortasi benih, pengeringan benih.
Sumber benih menurut Hardiyanto (2003) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Zona Koleksi Benih
Zona benih (seed zone) atau disebut juga wilayah provenans untuk suatu spesies area atau kelompok area yang memiliki kondisi ekologis yang relatif
72 -
BPK Manokwariseragam di tempat mana ditemukan tegakan yang memperlihatkan karakter fenotipik atau genetik yang serupa.
Zona koleksi dalam hal ini berupa zona koleksi benih. Pada daerah pegunungan dengan variasi ketinggian atau arah kemiringan, Zona koleksi benih mungkin dibagi dalam beberapa subzone, misalnya beberapa elevasi. Misalnya pada pinis merkusii di Aceh, zona koleksi benih dapat dibagai zona elevasi rendah (< 500 m dpl), sedang (500-1000 m dpl) dan zona tinggi (> 1000 m dpl). Koleksi benih dapat dilakukan pada semua tegakan di setiap zona atau subzona. Benih dikumpulkan tidak hanya pada tegakan yang superioir, tetapi lebih didasrkan pada aksesibilitas dan kelimpahan prpduksinya. Benih biasanya dikumpulkan secara tercampur dari sejumlah pohon.
Sistim zona benih umumnya diperuntukan untuk hutan alam. Sistim ini harus dipergunakan secara hati-hati untuk hutan tanaman yang berasal dari beberapa provenans. Adaptasi dari tegakan tanaman masih harus dilihat melalui survival, pertumbuhan dan reproduksinya.
Lokasi setiap unit koleksi perlu dicatat berupa : zona dan elevasi. Catatan genetic untuk zona benih tidak diperlukan. Uji provenans tidak boleh dilakukan dengan benih yang dikumpulkan dari zona koleksi, untuk tujuan uji ini benih harus dikumpulkan dari sampel yang benar dari tegakan yang baik di dalam zona. Dokumentasi benih berupa : zona beni, elevasi, jenis hutan (alam atau bukan), waktu koleksi benih dan sebagainya.
b. Tegakan Teridentifikasi
Tegakan teridentifikasi (identified stand) adalah sesuatu tegakan dengan kualitas rata-rata yang kadang-kadang dipergunakan untuk koleksi benih dan lokasinya dengan tepat dapat diidentifikasi. Unit koleksi adalah setiap tegakan teridentifikasi. Tegakan mungkin dapat berupa tegakan alam atau tanaman . Bila dalam satu zona benih terdapat beberapa tegakan teridentifikasi, benih dari tegakan-tegakan ini mungkin dicampur, tetapi akan lebih baik bila dikumpulkan secara terpisah.
Tegakan teridentifikasi pada awalnya umumnya dibuat untuk tujuan lain, bukan untuk produksi benih. Tegakan harus cukup tua sehingga mampu memproduksi benih yang cukup. Lokasi dari sumber benih harus dicatat dan batas-batasnya harus diidentifikasi.
c. Tegakan Terseleksi
Tegakan terseleksi (selected stand) merupakan tegakan dengan pohon-pohon fenotipe yang superior untuk sifat-sifat yang penting pada kondisi lingkungan yang ada. Tegakan terseleksi ini mungkin sebelumnya dibuat untuk tujuan-tujuan lain dan bukan untuk produksi benih. Bila tegakan telah ditetapkan untuk produksi benih, penjarangan selektif mungkin dilakukan, tetapi bukan keharusan kecuali untuk penebangan pohon-pohon yang sangat interior. Bila memungkinkan tegakan tetap dipergunakan sebagai penghasil benih sampai di atas umur rotasinya.
Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011
- 73
Batas-batas tegakan harus dapat diidentifikasi dilapangan dengan mudah dan bila perlu batas-batas ini diperjelas dilapangan. Sejauh mungkin dihindarkan kemungkinan adanya kontaminasi tepungsari yang tidak diinginkan. Bila isolasi ini sulit dilakukan, maka direkomendasikan luas tegakan minimal lima hektar dan benih tidak diperkenankan untuk dikumpulkan dari pohon-pohon paling tepi pada tegakan.d. Area Produksi Benih (Tegakan Benih)
Area produksi benih (seed production area) atau tegakan benih (seed stand) merupakan tegakan terseleksi yang kemudian “diupgrade” dan dibuka melalui penebangan pohon-pohon yang tidak diinginkan serta dipelihara agar cepat berbunga dan berbuah secara berlimpah. Tegakan yang telah menunjukan kinerja yang sangat baik kemudian dikonversi menjadi area produksi beni (APB) dan semat-mata hanya untuk produksi benih. Semua pohon yang terserang hama atau penyakit harus ditebang. Pohon-pohon dengan vigor yang lemah serta pohon-pohon dengan karakteristik yang tidak sehat mungkin dapat dilakukan penjarangan untuk memperoleh jarak tanam yang baik dan mendapatkan produksi benih yang maksimal.
Area produksi benih bila dipilih dan dijarangi dengan baik akan memiliki pohon-pohon dengan fenotipe lebih bagus disbanding tegakan terseleksi. Jalur isolasi harus dibuat paling tidak 200 m dari tepi area produksi benih untuk spesies penyerbukannya dengan bantuan penyerbukan angin. Sementara itu untuk spesies yang penyerbukannya dengan bantuan serangga lebar jalur isolasi ini belum banyak diketahui. Untuk beberapa spesies seperti Eucalyptus dan acasia kisaran penyerbukan efektif sekitar 40 m. Pada beberapa spesies dari pohon yang jaraknya beberapa kilometer karena dibawa oleh polinatur dengan jelajah yang jauh seperti kelelawar. Semua spesies pada jalur isolasi yang berkawin silang dengan pohon dari area produksi benih harus dihilangkan.
e. Tegakan Provenans
Tegakan provenans (Provenans stand) atau juga disebut provenans resource stand merupakan tegakan dari provenans (Provenans adalah tempat tumbuh alami suatu jenis tumbuhan) baru diuji atau telah diuji dan diketahui superioritasnya. Tegakan provenans dibangun untuk produksi benih, tetapi mungkin juga dipergunakan untuk seleksi pohon plus dan konservasi provenans ex-situ.
Terdapat perbedaan antara tegakan terseleksi, area produksi benih dan tegakan provenans, dalam memproduksi benih. Dengan demikian tegakan dapat ditempatkan pada lokasi yang memenuhi persyaratan yang baik dari segi : aksesibilitas, isolasi dari kontaminasi tepungsari, serta kondisi yang baik untuk produksi biji. Hal ini mungkin tidak dapat dilakukan pada tegakan terseleksi dan area produksi benih karena penunjukannya setelah diketahui bahwa tegakan tersebut memenuhi syarat sebagai tegakan terseleksi area produksi benih.
Manajemen untuk tegakan provenans juga sejak awal sudah diarahkan untuk tujuan produksi benih seperti penjarangan awal, pemupukan dan sebagainya. Sejak awak tegakan provenans harus ditanam pada tapak yang kondusif bagi produksi benih, tegakan harus diperlakukan untuk menstimulasi
74 -
BPK Manokwariproduksi biji, serta pohon-pohon yang inferior ditebang melalui penjarangan selektif. Pada akhirnya tegakan provenans akan seperti area produksi benih.
Lokasi tegakan provenans harus dicatat dan batas-batasnya di lapangan harus dapat dengan mudah diidentifikasi. Tegakan provenans juga harus diisolasi dari kantaminasi tepungsari seperti pada area produksi benih.
f. Kebun benih
Kebun benih (seed orchard) merupakan pertanaman dari klon-klon atau keturunan terpilih yang dikelola dan diisolasi untuk menghindarkan atau mengurangi penyerbukan dari tepung sari yang tidak diinginkan, serta dikelola untuk memproduksi benih yang secara genetic bermutu secara berlimpah..
Oleh karena kebun benih dibangun dengan tujuan untuk produksi benih, maka kebun benih pada dasarnya menyerupai tegakan provenans. Tetapi intensitas dari pohon induk umumnya jauh lebih tinggi pada kebun benih. Di samping itu kebun benih dijarangi berdasarkan kinerja klon-klon atau keturunan pada uji keturunan. Pada kebun benih setiap klon atau famili harus dapat diidentifikasi, sedangkan pada benih untuk pembuatan tegakan provenans, identitas poihon-pohon penyusunnya tidak dapat diketahui lagi.
Kebun benih harus dibangun pada tapak yang kondusif bagi produksi biji. Klon atau family harus ditanam sedemikian rupa sehingga setiap klon atau family harus dapat diidentifikasi di lapangan. Uji keturunan seringkali dilakukan bersamaan dengan pembangunan kebun benih. Penjarangan dilakukan berdasarkan informasi yang dihasilkan dari uji keturunan, yaitu dengam membuang klon-klon atau family-famili dengan ranking yang paling rendah dalam uji keturunan.
II. TANAMAN PENGHASIL KAYU