• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM DAN KEGIATAN PENELITIAN DI BPK MANOKWARI

Dalam dokumen Ekspose Hasil-hasil Penelitian i (Halaman 42-49)

Balai Penelitian Kehutanan Manokwari (BPK Manokwari) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Litbang Kehutanan, Kementerian kehutanan mulai berdiri sejak tahun 1980 dan telah beberapa kali mengalami perubahan nama dan lingkup wilayah kerjanya. Terakhir berdasarkan SK Menhut No. P.34/Menhut-II/2011, tanggal 20 April 2011, BPK Manokwari memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi, peningkatan produktivitas hutan, keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan, serta perubahan iklim dan kebijakan kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan dengan wilayah kerja meliputi Propinsi Papua Barat dan Papua. Dalam Rencana Penelitian Integratif (RPI) 2010 – 2014, yang merupakan dokumen perencanaan penelitian terpadu lintas seluruh UPT dan Puslitbang di bawah Badan Litbang Kehutanan, BPK Manokwari memiliki mandat utama untuk melaksanakan penelitian yang mencakup 8 Progra, 15 RPI dan 30 kegiatan penelitian sebagaimana disajikan pada Tabel 1 (Balitbanghut, 2010 dan BPKM, 2010).

Tabel 1. Program dan Kegiatan Penelitian BPK Manokwari tahun 2010 - 2014

No. Program *) RPI *) Kegiatan Penelitian

1. Hutan Alam Pengelolaan Hutan Alam

Produksi Lahan Kering Kajian Silvikultur (TPTJ/TPTI/TR) Terhadap Efektifitas Sistem-sistem

Kelestarian Produksi Di Hutan Alam Lahan Kering

Kajian Penyusunan Model Dinamika dan Pendugaan Produktivitas Tegakan Bekas Tebangan di Papua

Formulasi Dinamika Pertumbuhan Hutan Alam Lahan Kering di Papua Kajian Model Pendugaan Volume Pohon di Hutan Alam Lahan Kering di Papua

Pengelolaan Hutan Mangrove Kajian Keragaman Satwa dan

mikroorganisme hutan mangrove

Pengelolaan hutan rawa

gambut

Klasifikasi tipologi dan sebaran hutan rawa gambut berdasarkan kondisi biofisik hutan

2 Hutan Tanaman Pengelolaan Hutan Tanaman

Penghasil Kayu Pertukangan Teknik Silvikultur Jenis Unggulan dan Alternatif Penghasil Kayu Pertukangan

(Mastixyodendron sp., Gmelina

moluccana, Dysoxyllum sp., Inocarpus sp., Palaquium sp.)

Pemuliaan Tanaman Hutan Penyediaan benih unggul tanaman

Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011

- 21

3 DAS Sistim Pengelolaan DAS Hulu,

Lintas Kabupaten dan Lintas Propinsi

Sistem pengelolaan DAS lintas

kabupaten Pengelolaan Sumber Daya

Lahan dan Air Pendukung Pengelolaan DAS

Teknik Rehabilitasi Lahan Kritis Gunung Botak Di Papua Dengan Pendekatan Partisipatif

4 Biodiversitas Konservasi Flora, Fauna dan

Mikro Organisme IdentifikasiBerbagaiJenis Endemikdan Areal SumberdayaGenetik Flora

(ASDG) di Papua

Teknologi Konservasi Jenis Labi-Labi

Moncong Babi (Carettochelys

Insclupta), Kura-kura Irian (Elseya Novaeguineae) dan Kura-kura dada merah (Emydura Subglobosa) di Papua Identifikasi Jenis Habitat, Dan Sebaran Burung Langka Di Papua

Kajian Biodiversitas, Potensi Dan Sebaran Goura Sp Di Hutan Papua Kajian Biodiversitas, Potensi dan

Sebaran (Cacatua galerita) di Hutan

Papua

Kajian Habitat dan Populasi Kuskus Bertotol Biasa (Spilocuscus maculatus) di Hutan Dataran Rendah Papua

Penelitian Keanekaragaman Jenis,

Habitat dan Populasi Mamalia Terestrial Papua

Model Pengelolaan Kawasan

Konservasi Berbasis

Ekosistem

Valuasi Potensi dan Manfaat Taman Nasional di Papua

Kriteria dan Indikator Pengelolaan Kawasan Konservasi di Papua

5 HHBK HHBK FEM Identifikasi Potensi Sebaran dan

Biofisik Jenis HHBK Masoi (Cryptocaria sp.) di Papua

Inventarisasi Potensi Tegakan dan

Eksplorasi Sebaran Jenis-Jenis

Mitragina spp. (Kratom)

Kuantifikasi Empulur Sagu Untuk Bioetanol Di Beberapa Wilayah Sebaran

Silvikultur inetvsif sagu (PIU)

(pengendalian hama penyakit dan gulma, pemupukan, pola tanam)

Pembangunan Demplot Sagu

(Metroxylon spp) di Papua

Analisis Kelembagaan dan Tata Niaga Pemanfaatan dan Pemungutan Jenis Sagu

6 Perubahan Iklim Ekonomi dan Kebijakan

Pengurangan Emisi dari

Deforestasi dan Degradasi

Analisis Sosial Budaya REDD

Kajian Tatakelola REDD dan REDD Plus Pengembangan Perhitungan

Emisi Gas Rumah Kaca Kehutanan (Inventory)

Perhitungan Karbon Untuk Perbaikan Faktor Emisi Dan Serapan GRK Kehutanan Pada Hutan Alam Tanah Mineral

Adaptasi Bioekologi dan

Sosial Ekonomi Budaya

Terhadap Perubahan Iklim

Penaksiran Kerentanan Masyarakat di Dalam dan Sekitar Hutan Terhadap Sumberdaya Hutan dan Strategi

22 -

BPK Manokwari

Adaptasi Masyarakat terhadap

Perubahan Musim dan Cuaca Ekstrim Pada Ekosistem Pegunungan

7 Pengolahan Hasil

Hutan Sifat Dasar Kayu dan Bukan Kayu Data Sifat Beberapa Jenis Kayu Andalan Papua

8 Kebijakan

Kehutanan Penguatan Kehutanan Tata Kelola Analisis Kelembagaan dan Kebijakan KPH di Papua

Keterangan *) Terdapat beberapa Program dan RPI yang saat ini sedang dalam proses penyempurnaan dan perbaikan.

Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh BPK Manokwari merupakan salah satu perwujudan dalam memberikan kontribusi untuk pembangunan kehutanan di tanah Papua. Dan selanjutnya sebagai bagian dalam kerangka Rencana Penelitian Integratif, maka hasil penelitian yang didapatkan akan menjadi bagian pula dari kerangka hasil penelitian kehutanan secara nasional. Penelitian yang terintegrasi sebagaimana tertuang dalam RPI, juga merupakan salah satu sarana menuju optimalisasi peran dan fungsi litbang kehutanan dalam menghasilkan produk litbang yang lengkap, tuntas dan komprehensif yang mampu memadukan antara tujuan kelestarian hutan dan kesejahteraan rakyat. Namun demikian masih banyak tantangan, program dan kegiatan penelitian lainnya yang masih perlu dilaksanakan diluar yang telah ditetapkan dalam mandat tersebut di atas. Oleh karena itu keterlibatan lembaga penelitian lainnya tetap sangat diperlukan.

KESIMPULAN

1. Berkembangnya dinamika dan tantangan pembangunan sektor kehutanan baik secara lokal, nasional, regional maupun global, menuntut dilakukannya optimalisasi peran dan fungsi litbang kehutanan untuk mendorong tercapainya tujuan kelestarian hutan dan kesejahteraan rakyat.

2. Dalam kerangka peningkatan pencapaian outcome hasil litbang dalam pembangunan kehutanan di wilayah Papua, optimalisasi peran dan fungsi litbang kehutanan dapat dilakukan melalui pemberdayaan aspek kelembagaan, SDM dan sarana prasarana.

3. Beberapa langkah awal yang bisa dilakukan dalam optimalisasi peran dan fungsi litbang kehutanan di Tanah Papua di antaranya adalah pembentukan forum litbang kehutanan Papua, penyusunan grand design litbang kehutanan Papua, peningkatan SDM baik peneliti maupun masyarakat sebagai pengguna hasil litbang kehutanan, kebijakan yang memberikan kemudahan akses SDH bagi peneliti untuk melaksanakan penelitian serta peningkatan peran swasta.

Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011

- 23

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Kehutanan. 2009. Road Map Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 2010 – 2025. Jakarta

_____________________, 2010. Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Tahun 2010 – 2014. Jakarta.

_____________________, 2010. Rencana Penelitian Integtratif 2010 – 2014. Jakarta.

Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. 2010. Rencana Strategis (RENSTRA) Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 2010 – 2014. Manokwari.

Biro Kerjasama Luar Negeri-Kementerian Kehutanan. 2010. Istrumen Kehutanan Global. Jakarta

Kementerian Kehutanan. 2010. Rencana Strategis (RENSTRA) Kementerian Kehutanan 2010 – 2014. Jakarta

Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011

- 25

MAKALAH UTAMA

Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011

- 27

KAJIAN ASPEK BIOFISIK LAHAN TERDEGRADASI GUNUNG BOTAK DI

Dalam dokumen Ekspose Hasil-hasil Penelitian i (Halaman 42-49)