• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROVINSI PAPUA BARAT

Dalam dokumen Ekspose Hasil-hasil Penelitian i (Halaman 31-35)

PADA ACARA PEMBUKAAN EKSPOSE HASIL-HASIL PENELITIAN BALAI PENELITIAN KEHUTANAN MANOKWARI

Manokwari, 29 November 2011

SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA Yang saya hormati :

Kepala Badan Litbang Kehutanan Kementrian Kehutanan, atau yang mewakili;

Koordinator Wilayah UPT Kementrian Kehutanan;

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota se Provinsi Papua Barat;

Para Kepala UPT Kementrian Kehutanan di Provinsi Papua Barat atau Yang Mewakili ;

Para Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat dan Organisasi kemasyarakatan di Sumsel;

Tokoh Masyarakat, akademisi, insan pers, stakeholders, mitra usaha, peserta ekspose dan hadirin yang berbahagia,

Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita panjatkan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat rahmat dan bimbingan-Nya kita semua masih dikaruniai kekuatan lahir dan batin, tuntunan dan perlindungan, utamanya kesehatan dan kesempatan sehingga kita dapat bersama-sama hadir dalam acara Espose Hasil-hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manokwari .

Saya menyambut baik dan gembira dilaksanakannya ekspose hasil-hasil penelitian yang diarahkan untuk percepatan pembangunan kawasann hutan dan lahan yang lestari di Papua Barat, dengan diiringi doa dan harapan, semoga acara ini mendapat karunia dan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga dapat diperoleh manfaat dan sumbangsihnya dalam pembangunan kehutanan di Provinsi Papua Barat.

Hadirin yang saya hormati,

Pemilihan tema ekspose sehari “ Optimalisasi Peran Litbang Kehutanan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Hutan dan Lahan di Papua“ sangat relevan dengan upaya pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi kondisi sumberdaya hutan yang semakin memprihatinkan akibat maraknya kerusakan hutan dimana-mana.

Kelestarian sumberdaya hutan dewasa ini telah menjadi isu global. Umat manusia di seluruh dunia, bahwa hutan tidak hanya memiliki fungsi sosial ekonomi dan sosial budaya, tetapi juga fungsi ekologis yang peranannya sangat vital bagi sistem penyangga kehidupan. Terjadinya fenomena di muka bumi saat ini berupa pemanasan global dan perubahan iklim, merupakan suatu tantangan

10 -

BPK Manokwari

bagi kita semua untuk segera bertindak sesuai profesi dan proporsinya masing-masing.

Terkait dengan fungsi hutan sebagai penyedia jasa lingkungan, sejatinya sudah diketahui dan disadari oleh semua pihak, akan tetapi selama ini peranan hutan dalam bidang ini seperti terabaikan oleh kepentingan lain. Seiring dengan kemajuan peradaban umat manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul berbagai implikasi buruk dari kemajuan yang dicapai tersebut. Kemajuan dalam teknologi yang menempatkan minyak bumi sebagai sumber energi utama penggerak roda kehidupan umat manusia telah mengakibatkan terjadinya emisi gas buang berlebihan yang mengotori lingkungan. Keadaan ini diperparah lagi dengan kerusakan sumber daya hutan yang terus terjadi sehingga emisi gas buang yang meningkat tidak dapat sepenuhnya terserap oleh tanaman hutan. Sebagai akibat dari keterkaitan tersebut di atas muncul berbagai perubahan terhadap iklim global, yang sangat tidak menguntungkan bagi kehidupan di bumi, berupa kenaikan suhu muka bumi oleh pengaruh gas Karbon yang dikenal sebagai efek rumah kaca.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim ditinjau dari kacamata kehutanan adalah dengan memperbanyak pohon dan tanam-tanaman. Oleh karena itu diperlukan upaya mempertahankan keutuhan ekosistem hutan, dan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran. Berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dicanangkan melalui berbagai kegiatan, seperti Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL), Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM), Puncak Aksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Gerakan Penanaman Serentak 79 Juta Pohon, termasuk Gerakan Penanaman Serentak 100 Juta Pohon yang diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 28 November 2008. Dan pada tahun 2009 dicanangkan kembali oleh Presiden SBY Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree), dan terakhir tahun 2010 dicanangkan kembali program menanam 1 miliar pohon Indonesia untuk Dunia (One Billion Indonesian Trees for the World).

Hadirin yang saya hormati,

Saat ini, Departemen Kehutanan sedang mengupayakan tercapainya pelaksanaan tiga agenda pokok kebijakan revitalisasi sektor kehutanan. Agenda pertama, tercapainya pertumbuhan sektor kehutanan rata-rata 2-3% per tahun, sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional, yang ditargetkan mencapai 5-6% pada tahun 2009. Kedua, bergeraknya sektor riil kehutanan yang berbasis usaha kecil menengah di perkotaan dalam sentra-sentra bisnis perkayuan khususnya di Indonesia Wilayah Timur. Ketiga, memberdayakan ekonomi masyarakat setempat, baik di sekitar maupun di dalam hutan. Dengan tercapainya keberhasilan penerapan kebijakan prioritas dan ketiga agenda tersebut di atas, maka kelestarian hutan akan terjaga, kelangsungan pasokan bahan baku industri terjamin, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Keberhasilan tersebut antara lain harus didukung dengan hasil-hasil penelitian yang berkualitas di bidang kehutanan. Untuk itu, Litbang Kehutanan baik di pusat maupun didaerah sebagai leading the way, dituntut untuk mampu melaksanakan tugas-tugas penelitian dan pengembangan yang inovatif dan integrative, sehingga dapat memberikan masukan-masukan yang akurat dan terpercaya

Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011

- 11

dalam pengambilan kebijakan di daerah.

Ekspose hasil-hasil penelitian bertujuan untuk memperkenalkan, menyebarluaskan, dan mempromosikan hasil-hasil penelitian Balai Penelitian Kehutanan kepada pengguna; mendekatkan IPTEK hasil litbang kehutanan kepada para pengguna dengan harapan agar IPTEK yang dihasilkan dapat diketahui, diterapkan secara berdaya guna dan berhasil guna bagi para pemangku kepentingan; mendorong terjalinnya interaksi dan kerjasama kemitraan, baik antar komunitas iptek, maupun dengan pengambil kebijakan, kalangan dunia usaha, dan kelompok masyarakat, memberikan kontribusi dalam menjawab kebutuhan IPTEK kehutanan dan dalam upaya penyelesaian masalah-masalah kehutanan yang ada, serta mendorong percepatan pencapaian tujuan pembangunan kehutanan daerah.

Hadirin yang saya hormati,

Berangkat dari permasalahan yang dihadapi saat ini, Kementrian Kehutanan telah menetapkan kebijakan dan langkah-langkah strategis yang berorientasi pada ,optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dalam kerangka otonomi daerah serta memperlihatkan kepentingan nasional, maka 5 (lima) kebijakan prioritas Kementrian Kehutanan 2004 – 2009 perlu mendapat dukungan yang kuat dalam pelaksanaan dilapangan, yaitu pemberantasan pencurian kayu di hutan negara dan perdagangan kayu illegal, revitalisasi sektor kehutanan khususnya industri kehutanan, melanjutkan program rehabilitasi dan konservasi sumberdaya hutan, pemberdayan ekonomi masyarakat di dalam dan disekitar kawasan hutan, serta memantapkan kawasan hutan.

Beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh untuk memotivasi minat masyarakat pada tanaman hutan adalah :

Mengembangkan jenis kayu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berorientasi pasar baik berupa hasil kayu maupun bukan kayu.

Meningkatkan swadaya/partisipasi masyarakat dalam membangun hutan milik/hutan hak dalam bentuk kebun maupun perkarangan.

Memantapkan kebijakan mengembangkan tanaman kayu-kayuan dan tanaman serbaguna diluar kawasan hutan (lahan milik) berupa hutan rakyat untuk mengatasi luas kawasan hutan yang sedikit.

Menggali potensi jenis kayu langka dan tumbuh setempat (endemic) dan mempunyai prospek baik teknis maupun ekonomis untuk dijadikan jenis tanaman yang dapat dikembangkan .

Kami berharap agar ada tindak lanjut yang lebih operasional setelah selesainya kegiatan ekspose ini, sehingga terdapat dukungan yang kongkrit terhadap pelaksanaan program pembangunan sektor Kehutanan di Provinsi Papua Barat.

Selanjutnya kami berharap agar semua yang hadir di sini dapat berperan aktif dalam Ekspose hasil-hasil penelitian selama satu hari ini, baik dalam hal menyerap informasi hasil-hasil penelitian maupun dalam memberikan umpan balik.

12 -

BPK Manokwari

Hadirin yang berbahagia,

Saya akhiri arahan saya ini, dengan satu harapan BPK Manokwari sebagai salah satu lembaga riset hutan di Papua Barat dapat menjadi pusat informasi IPTEK hutan khususnya penghasil kayu pertukangan dan non pertukangan serta aspek-aspek lainnya yang sangat diperlukan dalam mendukung keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta pembangunan hutan berkelanjutan terutama di tanah Papua. Mengingat kondisi keuangan negara yang belum membaik, sedangkan tantangan tugas yang semakin berat maka lembaga riset Kehutanan di Manokwari (BPK Manokwari) perlu terus meningkatkan koordinasi program dengan Instansi teknis yang ada di Provinsi Papua Barat termasuk lembaga riset lainnya untuk sharing kegiatan, sehingga tidak terjadi adanya duplikasi risert. salah satunya adalah untuk mengoptimalkan peran IPTEK Kehutanan khususnya dalam mendukung peningkatan produktivitas hutan dan lahan di Papua.

Demikian arahan ini semoga bisa menjadi bahan pertimbangan pada diskusi hari ini. Sekian dan Terima Kasih

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Papua Barat

Ekspose Hasil-hasil Penelitian 2011

- 13

OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI LITBANG KEHUTANAN : “UPAYA

PENINGKATATAN PENCAPAIAN OUTCOME HASIL LITBANG DALAM

Dalam dokumen Ekspose Hasil-hasil Penelitian i (Halaman 31-35)