KONDISI PERLU
STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL
6. Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial yang lebih tepat
sasaran, termasuk perluasan cakupan penerima bantuan tunai bersyarat (conditional cash
transfer/CCT) menjadi 6 juta KSM.
Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas belanja negara, kebijakan belanja K/L dalam
tahun 2016 akan diarahkan untuk mendukung upaya tersebut melalui: (1) Perbaikan kualitas perencanaan untuk mempertajam kualitas belanja; (2) Perbaikan kualitas manajemen dan administrasi perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan anggaran, termasuk melalui
penyempurnaan KPJM dan penataan arsitektur dan informasi kinerja (ADIK).
Besaran anggaran belanja K/L dalam RAPBN tahun 2016 telah menampung kebutuhan untuk
biaya operasional antara lain belanja pegawai yang meliputi pembayaran gaji dan tunjangan (termasuk gaji dan tunjangan bulan ketigabelas), serta menampung anggaran yang sifatnya
mandatory seperti pendanaan program SJSN dan anggaran pendidikan. Selain itu, dalam RAPBN tahun 2016, Pemerintah mengupayakan pemenuhan anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari belanja negara (sebagai komitmen pemerintah untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan) yang sebagian dilakukan melalui
penambahan alokasi belanja K/L di bidang kesehatan. Dalam upaya mengoptimalkan dan menyelaraskan pelaksanaan desentralisasi iskal, besaran belanja K/L tersebut juga telah memperhitungkan pengalihan sebagian belanja K/L (termasuk sebagian dana dekonsentrasi
dan tugas pembantuan) ke alokasi transfer ke daerah.
Selanjutnya, dalam menyusun belanja K/L tahun 2016, Pemerintah tetap memerhatikan
prinsip-prinsip akuntabilitas dan good corporate governance melalui tahapan proses penganggaran
yang memerhatikan evaluasi pelaksanaan anggaran tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan
penyelenggaraan pemerintahan dan prioritas pembangunan sebagaimana telah digariskan dalam RKP tahun 2016, serta melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan proses perencanaan dan
penganggaran. Dengan demikian diharapkan anggaran yang direncanakan sudah memenuhi prinsip eisien, efektif, dan akuntabel.
Sejalan dengan upaya untuk mendukung tercapainya sasaran-sasaran pokok RKP tahun 2016,
serta memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, anggaran belanja K/L tahun 2016
direncanakan sebesar Rp780.377,9 miliar. Jumlah tersebut lebih rendah Rp15.102,5 miliar atau 1,9 persen bila dibandingkan dengan APBNP Tahun 2015 sebesar Rp795.480,4 miliar. Alokasi
belanja tersebut menurut sumber dana disajikan sebagaimana Tabel II.4.3.
No. Sumber Dana RAPBN TA 2016
1 Rupiah Murni 672.221,2
2 Pagu Penggunaan PNBP 25.853,0
3 Pagu Penggunaan Pendapatan BLU 33.502,7
4 Pinjaman Luar Negeri 29.942,9
5 Hibah Luar Negeri 1.470,9
6 Pinjaman Dalam Negeri 3.710,0
7 SBSN 13.677,2
780.377,9
Sumber : Kementerian Keuangan
TABEL II.4.3
BELANJA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA MENURUT SUMBER DANA
(miliar rupiah)
Bab 4: Kebijakan dan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
RAPBN Tahun 2016 dan Proyeksi Jangka Menengah Periode 2017-2019 Bagian II
Selanjutnya, rencana anggaran beserta sasaran yang akan dicapai akan dielaborasi lebih lanjut ke dalam empat kelompok besar bidang, yaitu Bidang Perekonomian, Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan, Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Bidang Kemaritiman.
Secara persentase, komposisi belanja untuk empat kelompok bidang tersebut terhadap total
belanja K/L tahun 2016 dapat dilihat pada Graik II.4.1.
Di samping itu, perkembangan belanja K/L per kelompok bidang pada tahun 2015 dan 2016
dapat dilihat pada Graik II.4.2. dan Tabel II.4.4.
Perekonomian; 29,2%
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan; 31,8%
Politik, Hukum, dan
Keamanan; 28,6%
Kemaritiman; 10,3%
GRAFIK II.4.1
KOMPOSISI BELANJA K/L PER KELOMPOK BIDANG PEMERINTAHAN TAHUN 2016
Sumber: Kementerian Keuangan
225.336,2 254.895,3 222.085,7 93.163,2 227.676,4 248.469,3 223.483,2 80.748,9 0,0 50.000,0 100.000,0 150.000,0 200.000,0 250.000,0 300.000,0
Bidang Perekonomian Bidang Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan
Bidang Kemaritiman miliar rupiah
GRAFIK II.4.2
BELANJA K/L PER KELOMPOK BIDANG PEMERINTAHAN, 2015-2016
APBNP 2015 RAPBN 2016 Sumber: Kementerian Keuangan
No Kode BA APBNP 2015 RAPBN 2016 Bidang Perekonomian 225.336,2 227.676,4
1 035 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 326,7 361,6
2 004 Badan Pemeriksa Keuangan 3.015,5 3.600,9
3 015 Kementerian Keuangan 25.686,3 40.499,5
4 018 Kementerian Pertanian 32.798,0 32.853,1
5 019 Kementerian Perindustrian 4.548,3 3.339,2
6 026 Kementerian Ketenagakerjaan 4.223,1 3.804,8
7 029 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 6.667,8 6.301,0
8 033 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 118.546,1 103.812,2
9 041 Kementerian Badan Usaha Milik Negara 148,1 345,0
10 044 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 1.633,1 1.278,0
11 054 Badan Pusat Statistik 5.030,8 5.656,9
12 055 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas 1.088,1 1.463,9
13 056 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 5.623,9 6.585,3
14 065 Badan Koordinasi Penanaman Modal 635,9 520,9
15 075 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika 1.813,5 1.607,2
16 079 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 1.291,1 1.216,1
17 080 Badan Tenaga Nuklir Nasional 854,9 814,9
18 081 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 956,2 977,1
19 082 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional 673,1 777,5
20 083 Badan Informasi Geospasial 721,0 865,5
21 084 Badan Standardisasi Nasional 164,8 146,9
22 085 Badan Pengawas Tenaga Nuklir 137,1 190,8
23 089 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 1.667,4 1.678,6
24 090 Kementerian Perdagangan 3.532,1 4.036,6
25 106 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 158,4 240,8
26 109 Badan Pengembangan Wilayah Suramadu 295,5 318,6
27 112 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam 1.097,2 1.169,8
28 116 Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia 889,0 864,4
29 117 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia 866,6 930,3
30 118 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang 246,5 261,4
31 121 Badan Ekonomi Kreatif - 1.157,7
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 254.895,3 248.469,3
32 036 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 444,8 487,4
33 023 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 53.278,5 49.232,8
34 024 Kementerian Kesehatan 51.277,3 64.804,5
35 025 Kementerian Agama 60.284,4 58.482,1
36 027 Kementerian Sosial 22.421,8 15.289,4
37 042 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 43.570,3 37.988,0
38 047 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 217,7 1.269,3
39 057 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 473,5 701,1
40 063 Badan Pengawas Obat dan Makanan 1.221,6 1.617,4
41 067 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi 9.028,0 7.269,3
42 068 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 3.294,7 3.864,7
43 087 Arsip Nasional Republik Indonesia 172,1 166,7
44 088 Badan Kepegawaian Negara 614,1 555,2
45 092 Kementerian Pemuda dan Olah Raga 3.034,1 2.851,6
46 103 Badan Nasional Penanggulangan Bencana 1.705,8 986,9
47 104 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia 393,3 415,0
48 105 Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo 843,2 500,0
49 107 Badan SAR Nasional 2.620,0 1.987,7
TABEL II. 4.4
BELANJA K/L PER KELOMPOK BIDANG PEMERINTAHAN, 2015-2016
(miliar rupiah)
Bab 4: Kebijakan dan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
RAPBN Tahun 2016 dan Proyeksi Jangka Menengah Periode 2017-2019 Bagian II
Penjelasan secara garis besar mengenai program-program pada masing-masing kelompok
bidang di atas yang mencakup tujuan, indikator kinerja, dan outcome-nya sebagai berikut.
Kelompok Bidang Perekonomian
Dalam mewujudkan kemandirian ekonomi seperti tertuang dalam Trisakti, pembangunan di
bidang ekonomi ditujukan untuk mendorong perekonomian Indonesia ke arah yang lebih maju
No Kode BA APBNP 2015 RAPBN 2016 Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 222.085,7 223.483,2
50 034 Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan 519,6 192,7
51 001 Majelis Permusyawaratan Rakyat 977,3 953,3
52 002 Dewan Perwakilan Rakyat 5.191,7 4.660,0
53 005 Mahkamah Agung 8.575,7 8.964,9
54 006 Kejaksaan Republik Indonesia 4.735,2 4.706,0
55 007 Kementerian Sekretariat Negara 2.083,9 2.223,7
56 010 Kementerian Dalam Negeri 6.110,7 4.968,1
57 011 Kementerian Luar Negeri 6.251,8 7.286,4
58 012 Kementerian Pertahanan 102.283,3 95.919,8
59 013 Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI 11.178,6 10.131,6
60 048 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 195,9 205,4
61 050 Badan Intelijen Negara 2.616,6 1.592,6
62 051 Lembaga Sandi Negara 1.656,6 805,4
63 052 Dewan Ketahanan Nasional 144,3 46,0
64 059 Kementerian Komunikasi dan Informatika 4.929,8 5.221,0
65 060 Kepolisian Negara Republik Indonesia 57.100,4 67.232,7
66 064 Lembaga Ketahanan Nasional 378,9 314,3
67 066 Badan Narkotika Nasional 1.403,2 1.416,1
68 074 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia 80,5 94,0
69 076 Komisi Pemilihan Umum 1.615,8 1.716,5
70 077 Mahkamah Konstitusi RI 214,5 250,4
71 078 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan 76,5 190,0
72 086 Lembaga Administrasi Negara 269,8 273,1
73 093 Komisi Pemberantasan Korupsi 898,9 1.101,1
74 095 Dewan Perwakilan Daerah 1.138,9 1.069,6
75 100 Komisi Yudisial Republik Indonesia 128,3 148,9
76 108 Komisi Pengawas Persaingan Usaha 100,6 116,5
77 110 Ombudsman Republik Indonesia 66,3 146,3
78 111 Badan Nasional Pengelola Perbatasan 210,6 200,6
79 113 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme 311,8 331,9
80 114 Sekretariat Kabinet 183,1 222,8
81 115 Badan Pengawas Pemilihan Umum 457,0 446,9
82 119 Badan Keamanan Laut - 334,8
93.163,2 80.748,9
83 120 Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 125,0 250,0
84 020 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 15.070,5 8.894,1
85 022 Kementerian Perhubungan 64.954,1 50.160,4
86 032 Kementerian Kelautan dan Perikanan 10.597,8 15.801,2
87 040 Kementerian Pariwisata 2.415,8 5.643,3
795.480,4 780.377,9
Sumber: Kementerian Keuangan
Jumlah
TABEL II. 4.4 (LANJUTAN)
BELANJA K/L PER BIDANG PEMERINTAHAN, 2015-2016
(miliar rupiah)
Kementerian Negara/Lembaga
dan lebih baik untuk menciptakan peningkatan kesejahteraan rakyat. Tercapainya kesejahteraan rakyat ini harus didukung oleh berbagai kondisi penting yang meliputi: (a) terciptanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi serta berkelanjutan; (b) terciptanya sektor ekonomi yang kokoh; (c) terlaksananya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Untuk mencapai kondisi penting tersebut berbagai kebijakan Pemerintah di bidang perekonomian diarahkan pada program-program sebagai berikut, antara lain: (1) Penyelenggaraan Jalan; (2) Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman; (3) Pengembangan Perumahan;
(4) Pengelolaan Sumber Daya Air; (5) Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian; (6) Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan; (7) Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat; (8) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem; (9) Pengendalian DAS dan Hutan Lindung; (10) Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan; (11) Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak;
(12) Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai. Selanjutnya
terdapat 31 K/L yang bertugas menjalankan program dan kegiatan di bidang perekonomian
sebagai berikut.
Untuk menjalankan hal-hal tersebut di atas, alokasi anggaran untuk kelompok bidang perekonomian pada RAPBN tahun 2016 direncanakan sebesar Rp227.676,4 miliar. Jumlah tersebut lebih tinggi Rp2.340,2 miliar atau 1,0 persen bila dibandingkan dengan APBNP
tahun 2015 sebesar Rp225.336,2 miliar. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan oleh K/L untuk
melaksanakan berbagai program, antara lain sebagai berikut.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaksanakan program-program antara lain: (1) Program Penyelenggaraan Jalan; (2) Program Pengelolaan
Sumber Daya Air; (3) Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman;
(4) Program Pengembangan Perumahan. Rincian indikator kinerja dan outcomenya sebagai
berikut.
Program Penyelenggaraan Jalan mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) jalan dan jembatan yang dibangun masing-masing sepanjang 375,9 km dan 6.283,9 m; (2) jalan dan jembatan yang terpelihara masing-masing sepanjang 43.506 Km dan 338.690,9 m;
(3) jalan bebas hambatan yang dibangun sepanjang 26 km. Outcome yang ingin dicapai
No. Kementerian Negara/Lembaga No. Kementerian Negara/Lembaga
1 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 17 Badan Tenaga Nuklir Nasional
2 Badan Pemeriksa Keuangan 18 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 3 Kementerian Keuangan 19 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional 4 Kementerian Pertanian 20 Badan Informasi Geospasial
5 Kementerian Perindustrian 21 Badan Standardisasi Nasional 6 Kementerian Ketenagakerjaan 22 Badan Pengawas Tenaga Nuklir
7 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 23 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 8 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 24 Kementerian Perdagangan
9 Kementerian Badan Usaha Milik Negara 25 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 10 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 26 Badan Pengembangan Wilayah Suramadu
11 Badan Pusat Statistik 27 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam 12 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas 28 Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia
13 Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 29 Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia
14 Badan Koordinasi Penanaman Modal 30 Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang 15 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika 31 Badan Ekonomi Kreatif
16 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
TABEL II.4.5
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA KELOMPOK BIDANG PEREKONOMIAN
Bab 4: Kebijakan dan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
RAPBN Tahun 2016 dan Proyeksi Jangka Menengah Periode 2017-2019 Bagian II
dari pelaksanaan program tersebut adalah: (a) meningkatnya dukungan konektivitas untuk
penguatan daya saing; (b) meningkatnya kemantapan jalan nasional.
Program Pengelolaan Sumber Daya Air mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) jumlah
konstruksi embung dan bangunan penampung air lainnya yang selesai dilaksanakan sebanyak 228 buah; (2) panjang normalisasi sungai dan pembuatan tanggul yang dibangun/ditingkatkan sepanjang 119 km; (3) jumlah konstruksi bendung irigasi sebanyak 19 buah dan konstruksi
sumur air tanah untuk air baku yang selesai dilaksanakan sebanyak 26 sumur. Outcome yang
ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya layanan infrastruktur sumber daya air untuk ketahanan air, pangan, dan energi.
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Pemukiman mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) jumlah kota, kawasan perkotaan metropolitan, dan kawasan perkotaan
terfasilitasi pemenuhan standar pelayanan perkotaan dan pengembangan Kota Layak Huni, Kota Hijau, dan Kota Cerdas masing-masing sebanyak 5 kota, 4 kawasan metropolitan, dan 168 kawasan perkotaan; (2) jumlah kota/kabupaten yang terlayani Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan tempat pengolah sampah terpadu masing-masing sebanyak 32 kabupaten/ kota dan 70 kabupaten/kota; (3) jumlah Sambungan Rumah (SR) infrastruktur SPAM di
kawasan kumuh perkotaan, kawasan nelayan, dan kawasan rawan air/perbatasan/pulau terluar
masing-masing sebanyak 53.500 SR, 20.000 SR, dan 105.280 SR. Outcome yang ingin dicapai
dari pelaksanaan program tersebut adalah: (a) meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan kawasan permukiman sesuai rencana tata ruang wilayah/kawasan bagi terwujudnya pembangunan permukiman; (b) jumlah kawasan yang mendapat akses pelayanan infrastruktur bidang permukiman; (c) meningkatnya kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat dan pemenuhan akses sanitasi bagi masyarakat.
Program Pengembangan Perumahan mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) jumlah rumah tangga berpenghasilan rendah yang menghuni rumah susun sebanyak 15.000 unit; (2) jumlah rumah tangga yang menghuni rumah khusus sebanyak 6.350 unit; (3) jumlah rumah tangga berpenghasilan rendah yang difasilitasi bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 18.000 unit; (4) jumlah rumah tangga berpenghasilan rendah yang menghuni rumah umum melalui stimulasi penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utillitas (PSU)
sebanyak 42.000 unit. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah
menurunnya kekurangan tempat tinggal (backlog) dan menurunnya rumah tidak layak huni.
Selanjutnya, Kementerian Pertanian melaksanakan beberapa program: (1) Program
Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian; (2) Program Peningkatan
Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan; (3) Program Pemenuhan Pangan
Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat. Rincian indikator kinerja dan outcomenya
sebagai berikut.
Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) jumlah penambahan luas baku lahan padi seluas 200.000 ha; (2) jumlah penambahan luas tanam padi seluas 60.000 ha; (3) jumlah pengembangan jaringan
dan optimasi air, termasuk di dalamnya perbaikan irigasi rusak seluas 500.000 ha. Outcome
yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah penambahan luas pertanaman.
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Hasil Tanaman Pangan mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) produktivitas padi, jagung, dan kedelai masing-masing sebesar
76,23 juta ton (52,3 ku/ha), 21,35 juta ton (51,4 ku/ha), dan 2,03 juta ton (15,7 ku/ha); (2) luas
areal tanaman pangan aman dari gangguan OPT dan DPI padi, jagung, dan kedelai masing-masing sebanyak 93 persen, 98 persen, dan 97 persen; (3) penggunaan benih unggul bersertiikat
untuk padi, jagung, dan kedelai masing-masing sebanyak 50 persen, 50 persen, dan 35 persen.
Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah peningkatan produksi tanaman pangan.
Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) produksi daging sapi/kerbau sebesar 588,56 ribu ton; (2)
produksi telur sebesar 3.393,36 ribu ton; (3) produksi susu sebesar 850,77 ribu ton. Outcome
yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pangan hewani asal ternak, daya saing peternakan, dan kesejahteraan peternak.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan beberapa program antara
lain: (1) Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem; (2) Program Pengendalian DAS dan Hutan Lindung; (3) Program Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan.
Rincian indikator kinerja dan outcomenya sebagai berikut.
Program Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) sumbangan hutan konservasi pada devisa dan penerimaan negara (termasuk industri) meningkat setiap tahun sebesar ekspor Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) sebesar Rp5 triliun; (2) nilai indeks efektivitas kawasan konservasi meningkat setiap tahun sebanyak 100 unit. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah: (a) meningkatnya
penerimaan devisa dan PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati; (b) meningkatnya efektivitas pengelolaan hutan konservasi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati.
Program Pengendalian DAS dan Hutan Lindung mempunyai indikator kinerja antara lain: (1)
luas tutupan hutan lindung dan lahan meningkat setiap tahun sebesar lahan kritis (50.000 ha)
dan hutan kota (200 ha); (2) kualitas air di DAS prioritas meningkat setiap tahun sebanyak 7 DAS prioritas dan 1 danau prioritas; (3) kesehatan DAS prioritas serta internalisasi RPDAST ke dalam RTRW meningkat setiap tahun sebanyak 40 RPDAS. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah: (a) meningkatnya tutupan hutan di hutan lindung
dan lahan; (b) kualitas air di DAS prioritas meningkat setiap tahun; (c) meningkatkan daya dukung DAS serta internalisasi RPDAST ke dalam RTRW.
Program Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan mempunyai indikator
kinerja antara lain: (1) luas restorasi ekosistem di hutan produksi meningkat setiap tahun seluas
100.000 ha; (2) sumbangan hutan produksi (termasuk industri) pada devisa dan penerimaan
negara meningkat setiap tahun sebesar Rp2,7 triliun dari PNBP; (3) jumlah unit pengelolaan
hutan meningkat setiap tahun sebanyak 149 unit KPHP. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah: (a) meningkatnya tutupan hutan di hutan produksi; (b)
meningkatnya sumbangan hutan produksi (termasuk industri) pada devisa dan penerimaan
negara; (c) meningkatnya pengelolaan hutan produksi di tingkat tapak secara lestari
Sementara itu, terkait dengan pengelolaan iskal, Kementerian Keuangan melaksanakan beberapa program, antara lain: (1) Program Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak; (2) Program Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai. Rincian
Bab 4: Kebijakan dan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
RAPBN Tahun 2016 dan Proyeksi Jangka Menengah Periode 2017-2019 Bagian II
Program Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) persentase realisasi penerimaan pajak terhadap target sebesar 100 persen; (2) persentase tingkat kepatuhan formal wajib pajak sebesar 72,5 persen; (3) tingkat kepuasan pengguna
layanan DJP sebesar 72,99 (Skala 100). Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah peningkatan penerimaan pajak negara yang optimal.
Program Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) persentase realisasi penerimaan bea dan cukai terhadap target
sebesar 100 persen; (2) waktu penyelesaian proses kepabeanan (customs clearance) sebesar 1,4
hari; (3) persentase kepatuhan importir jalur prioritas kepabeanan sebesar 80 persen. Outcome
yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah: (a) optimalisasi pengawasan
dalam rangka mendukung fungsi community protection serta melaksanakan fungsi sebagai
border management; (b) penerimaan negara di sektor kepabeanan dan cukai yang optimal
dan peningkatan kelancaran arus barang dalam rangka mendukung Sistem Logistik Nasional.
Kelompok Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Untuk mencapai tujuan pembangunan terkait dengan peningkatan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia, berbagai kebijakan Pemerintah dalam bidang pembangunan manusia dan kebudayaan diarahkan pada pelaksanaan program-program sebagai berikut, antara lain:
(1) Pendidikan Dasar dan Menengah; (2) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat; (3) Pembelajaran dan Kemahasiswaan; (4) Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi; (5) Peningkatan Kualitas Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi; (6) Penguatan Riset dan Pengembangan; (7) Penguatan Inovasi; (8) Pendidikan Islam; (9) Bimbingan Masyarakat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha; (10) Penguatan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional; (11) Pembinaan Upaya Kesehatan; (12) Bina Gizi
dan Kesehatan Ibu dan Anak; (13) Perlindungan dan Jaminan Sosial; (14) Pemberdayaan Sosial
dan Penanggulangan Kemiskinan. Saat ini terdapat 18 K/L yang bertugas menjalankan program
di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, sebagai berikut.
Untuk menjalankan hal-hal tersebut di atas, kelompok program bidang pembangunan manusia dan kebudayaan direncanakan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp248.469,3 miliar pada RAPBN tahun 2016. Jumlah tersebut lebih rendah Rp6.426,0 miliar atau 2,5 persen bila dibandingkan dengan APBNP tahun 2015 sebesar Rp254.895,3 miliar. Anggaran tersebut akan
dimanfaatkan oleh K/L untuk melaksanakan berbagai program, antara lain sebagai berikut.
No. Kementerian Negara/Lembaga No. Kementerian Negara/Lembaga
1 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 10 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 11 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
3 Kementerian Kesehatan 12 Arsip Nasional Republik Indonesia
4 Kementerian Agama 13 Badan Kepegawaian Negara
5 Kementerian Sosial 14 Kementerian Pemuda dan Olah Raga
6 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 15 Badan Nasional Penanggulangan Bencana
7 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 16 Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
8 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 17 Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS)
9 Badan Pengawas Obat dan Makanan 18 Badan SAR Nasional TABEL II.4.6
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA KELOMPOK BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program-program, antara lain:
(1) Program Pendidikan Dasar dan Menengah; (2) Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Rincian indikator kinerja dan outcomenya sebagai berikut.
Program Pendidikan Dasar dan Menengah mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) APK SD/SDLB/Paket A dan APK SMP/SMPLB/Paket B masing-masing sebesar 97,85 persen dan
81,89 persen; (2) jumlah siswa pendidikan dasar dan menengah yang menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 19,2 juta siswa; (3) jumlah perolehan medali tertimbang dari kompetisi
internasional tingkat pendidikan dasar sebanyak 148 medali. Outcome yang ingin dicapai dari
pelaksanaan program tersebut adalah pemenuhan hak terhadap pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas.
Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) APK PAUD sebesar 72,1 persen; (2) jumlah lembaga PAUD terakreditasi sebanyak
36.051 lembaga; (3) Persentase angka melek aksara penduduk usia dewasa usia 15-59 tahun
sebesar 96,8 persen. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah
terciptanya keluasan dan kemerataan akses PAUD dan pendidikan masyarakat bermutu, berkesetaraan jender, dan berwawasan pendidikan pembangunan berkelanjutan (ESD) di semua provinsi, kabupaten, dan kota.
Selanjutnya, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melaksanakan
beberapa program antara lain: (1) Program Pembelajaraan dan Kemahasiswaan; (2) Program
Peningkatan Kualitas Kelembagaan IPTEK dan Pendidikan Tinggi; (3) Program peningkatan Kualitas Sumber Daya IPTEK dan Pendidikan Tinggi; (4) Program Penguatan Riset dan Pengembangan; (5) Program Penguatan Inovasi. Rincian indikator kinerja dan outcomenya sebagai berikut.
Program Pembelajaraan dan Kemahasiswaan mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) APK Perguruan Tinggi sebesar 28,16 persen; (2) jumlah mahasiswa peraih medali emas tingkat nasional dan internasional sebanyak 390 mahasiswa; (3) persentase lulusan yang
langsung bekerja sebesar 60 persen. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program
tersebut adalah meningkatnya kualitas pembelajaran dan mahasiswa pendidikan tinggi.
Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan IPTEK dan Pendidikan Tinggi mempunyai
indikator kinerja antara lain: (1) jumlah perguruan tinggi masuk top 500 dunia sejumlah 3 perguruan tinggi; (2) jumlah perguruan tinggi berakreditasi A (unggul) sebanyak 39 perguruan
tinggi; (3) jumlah Taman Sains dan Teknologi yang mature sebanyak 14 taman. Outcome yang
ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kualitas kelembagaan
IPTEK dan Dikti.
Program peningkatan Kualitas Sumber Daya IPTEK dan Pendidikan Tinggi mempunyai indikator kinerja antara lain: (1) jumlah dosen berkualiikasi S3 sebanyak 28.000 dosen; (2) jumlah pendidik yang mengikuti sertiikasi dosen sebanyak 10.000 dosen; (3) jumlah SDM litbang berkualiikasi Master dan Doktor sebanyak 3.700 orang. Outcome yang ingin dicapai
dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya relevansi, kualitas, dan kuantitas sumber daya IPTEK dan Dikti.
Program Penguatan Riset dan Pengembangan mempunyai indikator kinerja antara lain: (1)
jumlah publikasi internasional sebanyak 6.229 publikasi; (2) jumlah HKI yang didaftarkan sebanyak 1.735 HKI; (3) jumlah prototipe R&D dan industri masing-masing sebanyak 75 dan 20
Bab 4: Kebijakan dan Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
RAPBN Tahun 2016 dan Proyeksi Jangka Menengah Periode 2017-2019 Bagian II
prototipe. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya
relevansi dan produktivitas riset dan pengembangan.
Program Penguatan Inovasi mempunyai indikator kinerja yaitu jumlah produk inovasi sebanyak 15 inovasi. Outcome yang ingin dicapai dari pelaksanaan program tersebut adalah menguatnya
kapasitas inovasi.
Sementara itu, Kementerian Agama akan melaksanakan program, antara lain: (1) Program
Pendidikan Islam; (2) Program Bimbingan Masyarakat Islam; (3) Program Bimbingan Masyarakat Kristen; (4) Program Bimbingan Masyarakat Katolik; (5) Program Bimbingan Masyarakat Hindu; (6) Program Bimbingan Masyarakat Budha. Rincian indikator kinerja dan outcomenya sebagai berikut.