• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biaya Transaksi Pada Kelembagaan Pemuda Perkotaan Studi Kasus Dua Organisasi Pemuda Di Kota Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Biaya Transaksi Pada Kelembagaan Pemuda Perkotaan Studi Kasus Dua Organisasi Pemuda Di Kota Bogor"

Copied!
148
0
0

Teks penuh

Gambar

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN..............................................61
Tabel 1 Perbedaan definisi biaya transaksi berikut implikasinya antara golongan neoklasik dengan golongan hak kepemilikan
Tabel 2 Contoh karakter variabilitas dan karakter alterable sebagai vektor terhadap barang (goods)
Tabel 3  Asumsi yang mendasari dan situasi-situasi yang memunculkan biaya transaksi pada hak kepemilikan sumber daya fisik dan manusia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Topik yang dipilih dalam penelitian ini adalah ekonomi usaha dengan judul Struktur Biaya dan Pendapatan Usaha Tempe Anggota dan Non Anggota Primer Koperasi

Telah melaksanakan penelitian pada perusahaan UD Dua Merpati Junrejo-Batu dengan judul skripsi “Analisis Varian Biaya Produksi untuk Mengukur Tingkat Efisiensi Biay

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa hukum transaksi jual beli selaput dara tiruan di masyarakat Kelurahan Denai, bukan saja untuk tingkat lokasi penelitian yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja organisasi Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor yang diteliti dari dimensi produktivitas, kualitas layanan,

Fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan (2) Pelaksanaan upaya peningkatan

Penelitian yang dilakukan oleh penulis hanya memfokuskan dari penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan saja yang meliputi target, realisasi dan data biaya

Sumber daya produktif adalah untuk sumber daya manusia yang menghargai kerja sebagai suatu sikap pengabdian kepada Tuhan, berbudi luhur, cakap bekerja, terampil, percaya pada kemampuan diri dan mempunyai semangat kerja yang tinggi. Dalam suatu proyek konstruksi, penentuan besarnya proporsi biaya untuk sumber daya harus tepat. Mengingat bahwa alokasi biaya untuk sumberdaya proyek pada masa konstruksi adalah paling besar, sehingga apabila terdapat ketidaktepatan dalam perhitungan proporsi ini dapat mengakibatkan kerugian pada proyek. Selama ini para estimator menghitung biaya proyek berdasarkan pengalaman dilapangan sedangkan gambaran mengenai besarnya alokasi untuk sumberdaya belum ada. Untuk penelitian dengan judul Analisis Proporsi Sumber Daya Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus Kota Manado) bertujuan mengidentifikasi, menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan penentuan sumberdaya proyek dan memodelkan proporsi sumberdaya tersebut sehingga dapat digunakan sebagai suatu acuan. Adapun sumberdaya proyek terdiri dari sumber daya material(y1), sumberdaya manusia (y2), dan sumberdaya peralatan (y3) yang masing-masing ditentukan proporsinya berdasarkan jumlah biaya proyek total. Berdasarkan kajian, faktor yang memberikan pengaruh terhadap pembiayaan sumberdaya tersebut diantaranya nilai kontrak proyek (x1) dan durasi (x2).