ABSTRAK
PERAN DAUN KEMANGI (Ocimum americanum ‘Lime’)
TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL PADA
WANITA DEWASA
Yosia Efa, 2007. Pembimbing I : Winsa Husin, dr. M.Kes. Pembimbing II: Lusiana Darsono, dr. M.Kes.
Hipertensi bisa menyerang semua lapisan masyarakat, semua umur, dan tidak membedakan geografi antar wilayah. Hal ini membuat penanggulangan terhadap hipertensi terus dikembangkan, terutama yang berhubungan dengan tanaman tradisional, yang dianggap kurang memiliki efek samping dibandingkan obat-obat antihipertensi yang beredar sekarang ini. Salah satunya adalah daun kemangi yang secara empiris di suatu daerah digunakan untuk menurunkan tekanan darah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daun kemangi terhadap tekanan darah pada wanita dewasa.
Penelitian ini menggunakan metode prospektif eksperimental sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur adalah tekanan darah sistol dan diastol sebelum dan sesudah meminum air rebusan daun kemangi. Subjek Uji terdiri dari 20 wanita dewasa normal yang berumur 18-25 tahun.
Pengukuran tekanan darah menggunakan metode auskultasi, dengan posisi duduk. Analisis data menggunakan uji”t” berpasangan dengan α = 0,01.
Hasil penelitian ini adalah tekanan darah rata-rata setelah meminum air rebusan daun kemangi sebesar 93,500 / 61,100 mmHg lebih rendah daripada sebelum minum air rebusan daun kemangi sebesar 102,833 / 66,700 mmHg. (p<0,01).
Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa daun kemangi dapat menurunkan tekanan darah.
ABSTRACT
THE EFFECT OF HOARY BASIL LEAVES
(Ocimum americanum ‘Lime’) ON HEALTY ADULT
WOMEN’S BLOOD PRESSURE
Yosia Efa, 2007. 1st tutor : Winsa Husin, dr. M. Sc., M.Kes. 2nd tutor : Lusiana Darsono, dr. M.Kes.
Hypertension can attack anybody, regardless of strata in society, it attacks all stage of ages, and there’s no geography predominance. Therefore, trial after trial are still being done to find a better way to overcome it, especially correlated with tradisional herbs, that have fewer side effects compared to any antihypertension drugs largely consumed nowadays. One of the tradisional herbs which is empirically used in a certain region to lower blood pressure is hoary basil.
The purpose of this experiment is to examine the effect of hoary basil on adult women’s blood pressure.
This experiment uses real experimental prospective method with complete random design (RAL). Variables which are measured are as follows : systole and diastole blood pressure before and after drinking boiling water of hoary basil leaves. The subjects are 20 healty adult women whose ages range from 18 to 25 years old. Auscultation method with sitting position is used to measure blood pressure. Data analyzing uses pair t test with α = 0,01.
This study indicates a decrease in blood pressure after consuming boiling water of hoary basil leaves, namely 93,500 / 61,100 mmHg, from the previous average blood pressure of 102,833 / 66,700 mmHg.
According to this experiment, we can conclude that hoary basil leaves are competent at decreasing blood pressure..
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
ABSTRAK ... iv
1.2. Identifikasi Masalah... 2
1.3. Maksud dan Tujuan ... 2
1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Akademis ... 2
1.4.2 Manfaat Praktis ... 2
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 1.5.1 Kerangka Pemikiran... 3
1.5.2 Hipotesis ... 4
1.6 Metodologi Penelitian ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tekanan Darah ... 5
2.2 Klasifikasi Tekanan Darah... 12
2.3 Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron ... 13
2.4 Tekanan Darah yang Abnormal 2.4.1 Hipertensi ... 16
2.4.2 Hipotensi ... 21
2.5 Kemangi (Ocimum americanum ‘Lime’) 2.5.1 Taksonomi Kemangi ... 24
2.5.2 Deskripsi Tanaman ... 25
2.5.3 Kandungan Kimia ... 27
2.5.4 Kegunaan dan Khasiat Daun Kemangi ... 27
2.5.5 Pengaruh Daun Kemangi terhadap Tekanan Darah... 28
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 29
3.2 Populasi dan Sampel ... 29
3.3 Kriteria Pemilihan Subjek... 29
3.4 Variabel Penelitian... 30
3.5 Prosedur Kerja ... 30
3.6 Analisis Data ... 32
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ... 40
5.2 Saran ... 40
DAFTAR PUSTAKA ... 41
LAMPIRAN... 44
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Variasi Tekanan Darah Manusia... 8
Tabel 2.2 Klasifikasi Hipertensi pada Orang Dewasa di Atas 18 Tahun... 12
Tabel 2.3 Tabel Perubahan Klasifikasi Tekanan Darah... 13
Tabel 2.4 Modifikasi Gaya Hidup untuk Mencegah dan Mengatasi Hipertensi.... 21
Tabel 4.1 Tekanan Darah Sistol Sebelum (rata-rata) dan Sesudah (hasil
terendah) Minum Air Rebusan Daun Kemangi ... 33
Tabel 4.2 Tekanan Darah Diastol Sebelum (rata-rata) dan Sesudah (hasil
terendah) Minum Air Rebusan Daun Kemangi ... 35
Tabel 4.3 Prevalensi Hubungan Sindrom Gangguan Metabolik dengan BMI... 37
Tabel 4.4 Dampak Kelebihan Berat Badan terhadap Peningkatan Penderita
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Renin-Angiotensin-Aldosteron System ... 13
Gambar 2.2 Skematik Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron ... 16
Gambar 2.3 Algoritma Penanganan Hipertensi ... 20
Gambar 2.4 Kemangi (Ocimum americanum ‘Lime’) ... 24
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
I. Hasil SPSS Sistol dan Diastol... 44
II. Data Penelitian ... 46
III. Glossarium ... 50
LAMPIRAN I
HASIL SPSS SISTOL DAN DIASTOL
T-Test SISTOLE
T-Test DIASTOLE
LAMPIRAN III GLOSSARIUM
oAneurisma Aorta = suatu kantung yang terbentuk oleh dilatasi dinding aorta, terisi
oleh cairan atau darah yang membeku, sering membentuk
tumor yang berdenyut.
oAngina Pektoris = nyeri dada paroksismal, sering menjalar ke lengan, terutama
lengan kiri. Kadang disertai perasaan tertekan dan takut mati.
Paling sering akibat iskemi miokardium.
oAsidosis = akumulasi asam gas ion hidrogen atau pengosongan cadangan alkali
(bikarbonat) dalam darah dan jaringan tubuh, mengakibatkan
penurunan pH.
oAtherosclerosis = bentuk arteriosklerosis yang umum; deposit-deposit plak
(ateroma) kekuningan mengandung kolesterol, bahan lipoid,
dan lipofag terbentuk di dalam tunika intima dan tunika media
interna arteri besar dan sedang.
oCalsification = proses mengerasnya jaringan organik akibat deposit garam-garam
kalsium dalam substansinya.
oDecompensatio Cordis = kegagalan melakukan kompensasi jantung, yang ditandai
dengan sesak nafas, pembendungan vena, dan edema.
oFlavonoid = sekelompok senyawa yang mengandung inti heterosiklic trimetric
aromatic yang khas, biasanya ditemukan dalam bentuk glikosidat dan
tersebar luas pada tanaman, sering sebagai pigmen.
oInfark Jantung (myocardial infarction) = nekrosis miokardium yang besar, akibat
interupsi aliran darah ke area itu.
51
oNekrosis Ateri Fibrinoid = deposisi fibrin dan protein plasma lain ke dalam dinding
arteriola renalis afferent, yang terjadi pada hipertensi
maligna. Sering disertai dengan infiltrasi inflamatorik
ke dalam dinding dan trombosis lumen pembuluh.
oNight mare = mimpi yang mengerikan; serangan kecemasan saat bermimpi,disertai
dengan reaksi autonomik ringan dan biasanya membangunkan orang
yang bermimpi, yang mengingatkan mimpinya tetapi telah
disesuaikan.
oNutlet = benih / elemen benih
oPhlegm = lendir abnormal yang disekresikan oleh mukosa saluran pernafasan
selama proses infeksius tertentu.
oRenal colic = nyeri yang ditimbulkan oleh trombosis atau pemotongan arteri
renalis, infark ginjal, masa lesi intrarenal, lewatnya batu di dalam
sistem pengumpul. Disebut juga nephric colic.
oRheumatism = salah satu dari berbagai gangguan yang ditandai dengan peradangan,
degenerasi, atau kekacauan metabolik struktur jaringan penyambung
tubuh, terutama sendi-sendi dan jaringan, termasuk otot, bursa,
tendo, dan jaringan fibrosa. Biasanya disertai rasa nyeri, kekakuan,
atau keterbatasan gerak bagian-bagian tersebut.
oSepsis = adanya mikroorganisme patogen atau toksinnya di dalam darah atau
jaringan lain.
o Somnabulism = bangkit keluar dari tempat tidur dan berjalan, atau melakukan
LAMPIRAN IV
PERHITUNGAN BESAR SAMPEL
Jumlah subjek uji penelitian kali ini menggunakan rumus besar sampel untuk
menguji perbedaan rata-rata data berpasangan. Merupakan suatu uji dua ujung pada
tingkat 1% dari hipotesis nol, yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan dalam
mean-mean populasi (Colton, 1984).
Rumus yang digunakan :
n = (zα – zβ)σ 2
μ1 – μ0
zα : memotong 2 ujung pada 1%
zα1% = 2,56
zβ : memotong ujung bawah pada 1%
zβ 1% = -2,31
Dari rumus tersebut didapat :
n = (zα – zβ)σ 2
μ1 – μ0
n = (2,56+2,31)10 2
15-0
n = 4,87x10 2
15
n = 10,541
LAMPIRAN V SURAT PERSETUJUAN
Setelah membaca prosedur penelitian yang dilakukan oleh :
Nama : Yosia Efa
NRP : 0410185
dengan ini saya :
Nama :
TTL :
Alamat :
Telp :
menyatakan bersedia menjadi Subjek Uji.
Segala akibat yang terjadi dari penelitian ini saya tidak akan menuntut.
Demikianlah surat persetujuan ini saya buat dengan kesadaran saya sendiri, tanpa
paksaan atau tekanan dari pihak lain.
Bandung, 21 Mei 2007
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Semakin berkembangnya zaman, penderita hipertensi makin menyebar ke
segala lapisan masyarakat. Hipertensi tidak hanya melanda sosial ekonomi
menengah ke atas yang sebagian cenderung mengonsumsi tinggi garam, obese,
dan berhubungan dengan workaholic ataupun stres dalam pekerjaan. Namun
hipertensi sering juga dijumpai pada masyarakat ekonomi rendah. Dengan
demikian hipertensi menjadi masalah yang dapat menyerang siapa saja, termasuk
orang tua, sanak saudara terdekat ataupun diri kita sendiri.
Adapun komplikasi yang dapat terjadi pada penderita hipertensi adalah
mempercepat terjadinya atherosklerosis (Angina Pektoris, Infark Jantung),
kerusakan organ (Hipertrofi Ventrikel Kiri, Decompensatio Cordis, Perdarahan
Otak, Kerusakan Ginjal, Aneurisma Aorta), serta dapat menjadi maligna /
akselerasi (Nekrosis Arteri Fibrinoid). Makin tinggi tekanan darah penderita akan
meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi. Menurut survey yang ada,
kematian pada penderita hipertensi disebabkan oleh karena Infark Jantung, dan
Decompensatio Cordis. (Lily, Faisal, Santoso, Poppy, eds. 1998)
Menanggapi hal ini, makin banyak masyarakat yang mencoba ramuan
tradisional untuk mengatasinya. Apalagi dengan back to nature, dapat
mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh obat–obat antihipertensi yang
ada selama ini. Ramuan tradisional yang terdiri dari timun, bawang putih, ataupun
seledri bahkan sudah melalui riset–riset tertentu dan ternyata terbukti dapat
menurunkan tekanan darah. (Supriadi, 2001)
Selain ramuan tradisional tersebut masih ada beberapa tanaman yang
2
pernah diteliti lebih lanjut. Contohnya, daun kemangi yang pada kesempatan kali
ini akan ditelaah lebih lanjut hubungannya dengan penurunan tekanan darah.
1.2Identifikasi Masalah
Bagaimana pengaruh daun kemangi (Ocimum americanum ‘Lime’) terhadap
tekanan darah normal pada wanita dewasa.
1.3Maksud dan tujuan
1.3.1 Maksud Penelitian
Menambah perbendaharaan farmakologi tanaman tradisional yang dapat
menurunkan tekanan darah
1.3.2 Tujuan Penelitian
Mengetahui khasiat daun kemangi (Ocimum americanum ‘Lime’)
dalam menurunkan tekanan darah
1.4Manfaat Karya Tulis Ilmiah
3
1.5Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
1.5.1 Kerangka Pemikiran
Ada dua faktor utama yang sangat mempengaruhi tekanan darah,
yaitu curah jantung dan tahanan perifer total. Tekanan darah merupakan
hasil perkalian kedua faktor utama tadi. Curah jantung didapatkan dari
hasil perkalian antara denyut jantung dan isi sekuncup. Dengan demikian,
jika terjadi penurunan denyut jantung akan menyebabkan curah jantung
menurun, sehingga akibatnya tekanan darah juga menurun. Sementara itu,
tahanan perifer total dipengaruhi tahanan pembuluh-pembuluh darah
perifer. Jika terjadi vasokonstriksi maka tahanan perifer meningkat
sehingga tekanan darah naik, namun bila terjadi vasodilatasi maka tahanan
perifer menurun sehingga tekanan darah akan menurun (Guyton & Hall,
1997).
Daun Kemangi (Ocimum americanum) mengandung nevadensin,
salvigenin, xanthomicrol, gardenin B, isothymusin, pedunculin, pilosin
(5,7,8-trihydroxy-6,4-‘-dimethoxyflavone), citral, camphor, methyl
cinnamate, linolenic acid, vitamin C, protein, Ca,dan Fe (Siemonsma &
Piluek, eds. 1994; Vieira, Grayer, Paton, 2003, Grayer, et al., 2001).
Nevadensin, salvigenin, xanthomicrol, gardenin B, isothymusin,
pedunculin, pilosin (5,7,8-trihydroxy-6,4-‘-dimethoxyflavone) merupakan
beberapa jenis flavonoid. Flavonoid memiliki efek menghambat ACE
(Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor) sehingga angiotensin I tidak
diubah menjadi angiotensin II. Hal ini membuat pembuluh darah tidak
mengalami vasokonstriksi namun justru vasodilatasi, tahanan perifer total
menurun. Juga menimbulkan berkurangnya sekresi hormon aldosteron dan
4
air dan garam. Keadaan-keadaan tersebut akan menurunkan tekanan darah
(Guyton & Hall, 1997).
1.5.2 Hipotesis
Daun kemangi (Ocimum americanum ‘Lime’) menurunkan tekanan
darah.
1.6Metodologi
Metode penelitian yang digunakan adalah prospektif experimental
sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diukur adalah
tekanan darah sistol dan diastol dalam mmHg. Analisis data menggunakan uji ”t”
berpasangan (pair t test) dengan α = 0,01.
1.7Lokasi dan Waktu
Penelitian ini dilakukan sejak Februari 2007 hingga Juli 2007 di Fakultas
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1Kesimpulan
Daun kemangi menurunkan tekanan darah sistol dan diastol pada wanita
dewasa normal.
1.2Saran
o Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek uji yang
lebih banyak pada penggunaan daun kemangi untuk menurunkan
tekanan darah.
o Diperlukan penelitian lanjutan mengenai dosis efektif, adanya
efek-efek selain menurunkan tekanan darah, dan juga kepastian ada
tidaknya efek samping atau toksisitas dari penggunaan daun kemangi.
o Perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji efek daun kemangi dengan
berbagai bentuk sediaan.
o Perlu penelitian lebih lanjut yang membandingkan efek ACE inhibitor
DAFTAR PUSTAKA
Aru W., Bambang S., Idrus A., Marcellus S., Siti S., eds. 2006. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Edisi 4-Jilid III. Jakarta : Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK
UI. Hal.1654-1655.
Brands S.J. 2007. Ocimum americanum ‘Lime” (basil) – the taxonomicon.
http://zipcodezoo.com/Plants/O/Ocimum_americanum_%60Lime%60.asp 3 Juli 2007
Carleton P.F., Boldt M.A. 1994. Penyakit Arterosklerotik Koroner. Edisi 4. Jakarta : EGC. Hal.533.
ColtonT. 1984. Statistika Kedokteran. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Hal.215-219.
Dixon R.A., Steele C.L. 1999. Flavonoids and isoflavonoids—A Gold Mine for
Metabolic Engineering. http://www.bookrags.com/Flavonoid 3 Juli 2007
Edhiwan P., Teguh W., eds. 2004. Buku Panduan Diagnosis Fisik di Klinik. Bandung: PT. Danamartha Sejahtera Utaman-Grafika. Hal. 23, 28, 96-97.
Ferri F.F. 2002. Clinical Advisor Instant Diagnosis and Treatment. USA : Mosby,Inc. p.1270.
Ganong W.F. 1999. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran . Edisi 17. Jakarta : EGC. p. 552,556-569,576.
42
Houssay. 1955. Human Physiology. New York, Toronto, London : MC.Graw-Hill Book Company, Inc. p. 182-185, 497, 1113-1114.
Hurriawati H, dkk, eds. 2005. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta : EGC. Ibnu Masud. 1989. Dasar-dasar Fisiologi Kardiovaskuler. Jakarta : EGC. hal.6-8,
13-18, 112-116, 128-135.
Kasper D.L., Fauci A.S., Longo D.L., Braunwald E., Hauser S.L., Jameson J.L. 2005.
Harrison’s Principles of Internal Medicine 16th Edition. USA : Mc.Graw-Hill Companies, Inc. p. 1463.
Keng H. 1978. Labiatea. In : van Steenis, C. G. G. J. (General Editor) Flora
Malesiana Series I- Spermatophyta. . Volume 8 part 3. p. 301-394.
Lily I.R., Faisal B., Santoso K.K., Poppy S.R.,eds. 1998. Buku Ajar Kardiologi FK
UI. Jakarta : Gaya Baru. Hal.201-204.
MedicineNet.com. 2007. Definition of hypotension. http://www.medterms.com/script/main/art.asp?artickle=3864 3 Juli 2007
New Directions Aromatics Inc. 2006. Material safety data sheet.
http://www.newdirectionsaromatics.com/msds/basilabsolute.htm 3 Juli 2007
NHLBI.2007. The seventh report of the joint national committee on prevention,
detection, evaluation, and treatment of high blood pressure.
http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hypertension/jnc7full.pdf
Richard E.K. 2007. Cardiovascular physiology concepts. http://www.cvphysiology.com/Blood%20Pressure/BP015.htm 3 Juli 2007
Schachter M. 2004. Diurnal rhythms, the renin-angiotensin system and
antihypertensive therapy. http://www.medscape.com/viewarticle/490535_print
3 Juli 2007
43
Supriadi, dkk. 2001. Tumbuhan Obat Indonesia. Dalam Penggunaan dan Khasiatnya. Jakarta : Pustaka popular Obor. Hal.xvi.
The Natural History Museum, London. 2005. Ocimum americanum, white basil. http://piclib.nhm.ac.uk/piclib/www/image.php?search=ocimum&getnext=77658 3 Juli 2007
Vieira R.F., Grayer R.J., Paton A.J. 2003. Chemical profiling of Ocimum americanum
using external flavonoids.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&Cmd=ShowDetailView &TermToSearch=12809716&ordinalpos=5&itool=EntrezSystem2.PEntrez.Pub med.Pubmed_ResultsPanel.Pubmed_RVDocSum 3 Juli 2007
Wikipedia, The Free Encyclopedia. 2007. Hypotension. http://en.wikipedia.org/wiki/Hypotension 3 Juli 2007
Wikipedia, The Free Encyclopedia. 2007. Renin-angiotensin system. http://en.wikipedia.org/wiki/Renin-angiotensin_system 3 Juli 2007