Daftar Pustaka
• Fitzpatrick's Dermatology, Ninth Edition
1.Tn. D, 50 tahun, datang dengan keluhan terdapat bercak-bercak pada tubuh. Bercak muncul pada area yang terpajan sinar matahari. Pada
pemeriksaan fisik nampak lesi pada area yan terpapar sinar matahari, nampak lesi
eritematosa, hiperkeratotik, dan pigmented. Pada pemeriksaan demoskopi nampak eritema difus dan sumbatan keratin. Diagnosis yang
paling mendekati adalah a. Keratosis vulgaris
b. Keratosis aktinik
c. Basal cell karsinoma d. Hiperkeratosis viral
Keratosis Aktinik
• Neoplasia dari sel keratinosit epidermal akibat pajanan ultraviolet jangka panjang
• Sering ditemukan pada populasi geriatri, laki-laki, kulit putih, rambut pirang, mata biru,
imunosupresi, riwayat pra-kanker dan keganasan kulit sebelumnya, ataupun memiliki sindrom
genetik tertentu
• Merupakan bentuk prakanker dari karsinoma sel skuamosa, dengan risiko progresivitas 1-20%, namun memiliki kemungkinan regresi spontan sebesar 84-85% (95% CI, 75-96%).
Klinis
• Lesi terletak di lokasi
tubuh yang terpajan sinar matahari, dan memiliki
berbagai tipe klinis, yaitu: eritematosa,
hiperkeratotik, pigmented, dan aktinik keilitis
Pemeriksaan Penunjang
1. Dermoskopi
• Strawberry seeds appearance (eritema difus dan sumbatan keratin), surface scale, eritema difus, dan rosette sign. Pada penyakit Bowen tipe pigmented dapat ditemukan
gambaran annular granular pigmentation, asymmetric pigmented folicular opening, rhomboidal structure
2. Histopatologi
• Pada lesi keratosis aktinik yang tidak karakteristik, tipe aktinik keilitis, dan bila diagnosis banding merupakan karsinoma sel skuamosa
• Pada gambaran histopatologi akan tampak keratinosit yang atipik dengan peningkatan mitosis, tampak sel diskeratosis, dan nekrotik pada lapisan epidermis
2. Keratosis aktiknik merupakan neoplasia yang ditemukan pada sel
a. Keratinosit epidermal b. Keratinosit dermal
c. Keratinosit folikuler d. Sel sebasea
3. Berikut ini faktor risiko pada keratosis aktinik, kecuali a. Geriatri b. Perempuan c. Kulit putih d. Rambut pirang e. Imunosupresi
4. Keratosis Aktinik merupakan lesi pra kanker yang dapat berkembang menjadi
a. SCC b. BCC
c. Hemangioma
d. Lipoma maligna
5. Berikut ini merupakan temuan dermoskopi pada keratosis aktinik, kecuali a. Strawberry seeds
appearance
b. Strawberry line pattern c. Surface scale d. Eritema difus e. Rosette sign Dermoskopi • Strawberry seeds appearance (eritema
difus dan sumbatan keratin), surface scale,
eritema difus, dan rosette
sign. Pada penyakit
Bowen tipe pigmented dapat ditemukan gambaran annular granular pigmentation, asymmetric pigmented folicular opening, rhomboidal structure
6. Berikut ini terapi topical untuk keratosis aktinik, kecuali
a. 5 FU
b. Imiquimod
c. Natrium diklofenak gel d. Ingenol mebutate
e. Dermabrasi
Medikamentosa topikal
• Beberapa
medikamentosa topikal yang digunakan, antara lain
1. 5 Fluorourasil (FU) 2. Imiquimod
3. Natrium diklofenak gel 4. Ingenol mebutate
7.Berikut ini yang bukan field target therapy pada
keratos aktinik, kecuali a. Topikal b. Medium deep-peeling c. Dermabrasi d. Laser resurfacing e. Bedah beku Tindakan 1. Bedah beku 2. Laser resurfacing 3. Medium-deep peeling
4. Bedah pisau tangensial 5. Dermabrasi 6. Photodynamic therapy kombinasi dengan aminolevulinic acid/methylaminolevulinate 7. Radioterapi
8. Tn. J, 35 tahun datang dengan keluhan bercak putih sejak 3 bulan lalu. Bercak ditemukan di
mulut dan pasien adalah seorang perokok berat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi multiple, putih, datar, seragam, disertai fisura dangkal
halus dan berkerut. Lesi tidak dapat dikerok. Diagnosis yang paling mungkin adalah
a. Leukoplakia b. Leukosuria
c. Infeksi malasezzia furfur d. CMV tongue
Leukoplakia
• Merupakan lesi prakanker yang ditandai dengan bercak putih pada mulut yang tidak dapat dikerok dan tidak
dapat dihubungkan dengan proses penyakit lainnya • Definisi WHO 1997: Lesi mukosa oral yang didominasi
putih yang tidak dapat dicirikan sebagai lesi definitif lainnya
• Etiopatogenesis leukoplakia multofaktorial: infeksi
Candida, kebiasaan merokok, kebiasaan konsumsi
alkohol, defisiensi vitamin A, B12, C, beta karoten,
Klinis
• Dibagi menjadi 2 tipe: homogenus dan nonhomogenus
1. Homogenus: lesi putih, datar, seragam yang dapat disertai dengan fisura yang dangkal dan halus, dan berkerut yang konsisten
2. Nonhomogenus: lesi putih atau merah dan putih (eritroleukoplakia) yang ireguler dan datar, noduler, ulseratif, atau verukosa
Varian Leukoplakia
1. Leukoplakia verilus proliferatif (PVL)
• Hansen et al (1985) yang pertama kali menjelaskan PVL adalah bentuk klinis OL yang berbeda
• PVL memiliki tingkat
transformasi ganas yang tinggi
• Menurut WHO, PVL adalah lesi progresif multifokal, sering pada wanita,
predileksi yang paling sering terkena dampak
adalah yang gingiva bagian bawah, lidah, mukosa
bukal, dan alveola
2. Oral eritroleukoplakia (OEL) adalah lesi non-homogen campuran komponen putih dan merah
• Ini didefinisikan sebagai tambalan merah yang berapi-api yang tidak bisa dicirikan secara klinis atau secara patologis seperti penyakit terdefinisi lainnya • OEL Menunjukkan potensi
transformasi ganas yang lebih tinggi dari pada
3. Keratosis sublingual adalah plak putih lembut di
sublingual dengan
permukaan keriput, tidak beraturan namun batas
tegas dan terkadang bentuk kupu-kupu
4. Candida leukoplakia (CL) adalah kronis, diskrit meningkat
• Lesi yang palpable, translusen, daerah
keputihan hingga besar, plak opak, keras dan kasar bila disentuh
5. Leukoplakia berbulu oral (OHL) atau dikenal sebagai lesi Greenspan
• Pada tahun 1984, Greenspan et al
menjelaskan OHL ditandai dengan bercak putih
bergelombang atau
permukaan berbulu dan
paling sering hadir di lateral batas lidah
• Hal ini disebabkan oleh
pengaktifan kembali Infeksi virus Epstein-Barr
9. Berikut ini yang bukan etiologic luekoplakia a. Infeksi Candida b. Kebiasaan merokok c. Konsumsi alcohol d. Defisiensi vitamin A e. Defisiensi vitamin D
10. Infeksi virus yang dapat juga menjadi etiologic leukoplakia adalah
a. CMV b. HPV c. HSV
d. Parvovirus e. B19 virus
11. Seorang pasien datang ke dokter dengan
diagnosis leukoplakia yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya 1 bulan lalu. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan leukoplakia dengan bercak putih bergelombang dan permukaan
berbulu di lateral batas lidah. Leukoplakia ini merupakan leukoplakia jenis
a. PVL b. OEL c. CL
d. Keratosis sublingual e. Greenspan
12. Terapi konservatif pada leukoplakia dapat
dilakukan dengan
pemberian berikut ini, kecuali a. Vitamin C b. Retinoid c. Beta karoten d. Asam retinoate e. Kalsium oksalat Konservatif:
• Vitamin C, retinoid, beta-karoten, asam retinoat pada studi berskala kecil menunjukkan
kemanjuran
Tindakan:
1. Bedah pisau: eksisi lokal luas apabila lesi kecil
2. Bedah laser CO2:
direkomendasikan untuk lesi yang luas
Penatalaksanaan
1. Hilangkan semua faktor penyebabnya
2. Tidak adanya displasia atau adanya displasia ringan-bedah 3. Eksisi/operasi laser pada lesi pada ventral/lateral
4. Lidah, lantai mulut, langit-langit lunak, dan orofaring
5. Observasi ketat dan tindak lanjut untuk semua lokasi anatomis lainnya.
6. Adanya displasia sedang atau berat: eksisi bedah atau terapi laser adalah perawatan pilihan
7. Lesi merah (eritroplakia atau leukoeritroplakia): pembedahan adalah yang terbaik
8. Leukoplakia verilus proliferatif: pembedahan secara keseluruhan, eksisi/ tindakan laser CO2 jika memungkinkan
13. Berikut ini pernyataan yang tepat mengenai leukoplakia verilus proliferative kecuali
a. Tingkat transformasi ganas yang tinggi b. Progresif
c. Lesi tunggal
d. Sering pada wanita
14. Pada eritoplakia atau leukoeritoplakia, opsi terapi yang paling baik adalah a. Vitamin C b. Kemoterapi c. Pembedahan d. Beta karoten e. Retinoid
• Lesi merah (eritroplakia atau leukoeritroplakia): pembedahan adalah
15. Tn. J, 60 tahun datang dengan keluhan bercak pada tangan dan wajah sejak 2 bulan. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan plak serikumskrip dengan skuama kasar, krusta kekuningan yang membesar perlahan. Sebelumnya pasien telah diberikan steroid untuk keluhannya, namun tidak ada perbaikan. Diagnosis yang paling mendekati adalah a. Impetigo bullosa b. Impetigo krustosa c. Penyakit bowen d. Leukodermatitis e. Yellow fever
Penyakit Bowen
• Penyakit Bowen (PB) atau KSS in situ pada kulit merupakan penyakit neoplasia sel
keratinosit terbatas pada epidermis yang
dihubungkan dengan pajanan sinar ultraviolet, arsenik, radiasi pengion, dan infeksi HPV
Klinis
1. Eritematosa
• Tipe tersering, berbentuk plak
eritematosa sirkumskrip hingga iregular, disertai skuama kasar, krusta kekuningan, yang membesar perlahan
• Sepintas dapat menyerupai plak psoriasis atau dermatitis, namun pada PB akan
refrakter terhadap terapi kortikosteroid 2. Hiperkeratotik/verukosa
• Tipe ini tampak berupa plak eritematosa tertutup hiperkeratosis atau
3. Pigmented
• PB pigmented akan tampak berupa plak eritematosa disertai hiperpigmentasi kecoklatan difus pada
sebagian atau seluruh permukaan lesi, dapat disertai skuama atau hiperkeratosis fokal
4. Intertriginosa
• Gambaran plak eritematosa madidans menyerupai dermatitis
5. Subungual/periungual
• Gambaran plak tipis eritematosa di sekitar margin
kutikula kuku, disertai skuama, dapat ditemukan erosi dan krusta kekuningan
• Kuku dapat terlibat dan mengalami perubahan berupa longitudinal melanonikia, nail bed hyperkeratosis,
16. Penyakit bowen dikaitkan dengan kondisi berikut ini, kecuali
a. Pajanan sinar UV b. Arsenik
c. Benzena
d. Radiasi pengion e. infeksi HPV
17. Manifetasi subungual pada penyakit bowen dapat dicirikan dengan kecuali a. Melanonikia b. Nail discoloration c. Destruksi kuku d. Onikolisis e. Hiperkeratosis di nail bed
• Kuku dapat terlibat dan mengalami perubahan berupa longitudinal melanonikia, nail bed
hyperkeratosis,
destruksi kuku, dan onikolisis
18. Temuan dermoskopi dari penyakit bowen adalah
a. Strawberry lines appearance b. Dotted glomerural vessels c. Surface dots vesels
d. Chrismas tree pattern
Pemeriksaan Penunjang
1. Dermoskopi• Dotted glomerular vessels yang berkelompok dan fokal, disertai surface scales putih atau kekuningan, pada
red-yellowish background
• Pada PB pigmented dapat ditemukan brown-gray dots dengan distribusi linear atau fokal
• Bila ditemukan multiple atypical (polymorphous) vessel dan struktur white circle maka perlu dicurigai adanya kemungkinan perubahan menjadi KSS invasif
2. Histopatologi
• Ditemukan sel keratinosit atipik disertai mitosis abnormal dan diskeratosis pada seluruh lapisan epidermis
• Sel tersebut memenuhi/prominen di daerah intraepidermal kelenjar pilosebasea (akrotrikia, infundibulum folikel, dan kelenjar sebasea)
19. Berikut ini merupakan terapi untuk penyakit bowen, kecuali a. Bedah beku b. 5-fluorurasil c. Imiquimod d. Suplementasi vitamin D e. Suplementasi vitamin C Penatalaksanaan • Medikamentosa 1. 5-Fluorourasil 2. Imiquimod • Tindakan 1. PDT dengan ALA/MAL 2. Bedah beku
3. Bedah listrik dengan kuretase 4. Bedah eksisi
5. Laser ablasi
6. Bedah mikrografik Mohs 7. Radioterapi
Edukasi
1. Penyakit dan penyebabnya
2. Pencegahan terhadap sinar matahari 3. Penyakit Bowen terutama muncul
pada tempat yang terpajan sinar matahari
4. Pemakaian tabir surya8 (B,3) : dianjurkan dari penelitian kanker kulit nonmelanoma
5. Suplementasi vitamin D8 (B,3) 6. Pilihan terapi dan efek samping
20. Ny. D, 35 tahun datang dengan keluhan
terdapat bintil-bintil di kelopak mata bawah.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan papul mutipel padat, berwarana agak kekuningan. Pada
pemeriksaan histopatologis ditemukan adanya gambarna ductus ekrin menyerupai tanda koma. Diagnosis yang paling mendekati adalah
a. Siringoma b. Leiomyoma
c. Penyakit bowen
d. Hordeolum interna e. Hordeolum eksterna
Siringoma
• Tumor jinak adneksa yang terbentuk dari
elemen duktus berdiferensiasi ke arah eccrine
Klinis
1. Papul multipel, padat, sewarna kulit atau agak kekuningan
2. Pada wajah terutama kelopak mata bawah
3. Lebih sering pada wanita dewasa
4. Siringoma eruptif, ditandai dengan papul multipel, diseminata, kadang
berkonfluens terutama pada tubuh bagian
setengah atas biasanya mengenai gadis pubertas atau dewasa muda
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan histopatologi: pada dermis ditemukan
gambaran duktus ekrin
multipel menyerupai tanda koma (comma-like) atau
21. Terapi medikamentosa untuk siringoma tipe
eruptif adalah dengan menggunakan a. Isotretinoin b. Kortikosteroid c. Lamivudin d. Amphotericin B e. Penicillin G Penatalaksanaan Non medikamentosa 1. Elektrokauter (bedah listrik) 2. Bedah laser 3. Bedah eksisi 4. Dermabrasi Medikamentosa • Isotretinoin oral,
terutama untuk tipe eruptif
22. Jika dilihat dari histopatologisnya, siringoma merupakan
a. Tumor jinak adneksa b. Tumor ganas adneksa c. Tumor jinak epidermis d. Tumor ganas epidermis e. Tumor jinak pigmen
23. Trikoepitelioma adalah suatu tumor yang tumbuh dari a. Folikel rambut b. Epidermis c. Dermis d. Saraf perifer e. Vaksular
Trikoepitelioma
• Tumor jinak folikel rambut, merupakan varian dari trikoblastoma
Klinis
• Terdiri dari 3 bentuk, yaitu: 1. Soliter
• Terutama papul, kecil (diameter 5-8 mm), sewarna
kulit. Lokasi pada wajah terutama sekitar hidung, bibir atas dan pipi
• Kadang lesi juga timbul pada badan, leher, dan skalp. Dapat membesar terutama pada paha dan regio
perianal
2. Multipel
• Biasa timbul pada remaja, pada sindrom
Brooke-Spiegler, berupa papul padat, mengkilat dalam jumlah banyak pada wajah dengan predileksi di bibir atas, lipatan nasolabial dan kelopak mata
• Dapat juga tampak pada sindrom Rombo, lupus eritematosus sistemik dan
myasthenia gravis
3. Desmoplastik
• Biasa terjadi pada wanita muda, berupa plak anular sklerotik, soliter padat, sewarna kulit sampai putih keabuan dengan depresi sentral terletak di pipi atas atau sudut bibir
• Berukuran 1 cm dan asimtomatik
Penatalaksanaan
Medikamentosa 1. Imiquimod topikal 2. Tretinoin • Tindakan 1. Bedah listrik 2. Bedah eksisi 3. Bedah beku 4. Bedah laser24.Trikoepitelioma multiple yang ditemukan pada remaja dan predileksinya di bibir dan kelopak mata disebut sebagai
a. Sindroma Brooke Spiegler b. Sindroma Randall-Jones c. Sindroma New York
d. Sindroma Michael Spiegler e. Sindroma Pfeifer
25. Pada histopatologi trikoepitelioma ditemukan a. Kista bulat b. Kista tanduk c. Proliferasi berat d. Temuan leukositosis e. Kista multiforme Pemeriksaan Penunjang • Pemeriksaan histopatologi, terutama pada tipe desmoplastik yang mirip dengan
karsinoma sel basal
• Ditemukan kista tanduk (horn cyst) dalam
berbagai ukuran dan