• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indonesian Research Journal on Education: Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 2 No 1 Tahun 2022 IRJE: JURNAL ILMU PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Indonesian Research Journal on Education: Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 2 No 1 Tahun 2022 IRJE: JURNAL ILMU PENDIDIKAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

47 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Research & Learning in Education

https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/irje

PENGARUH PROJECT BASED LEARNING BERBASIS BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN EDMODO TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMAN 1 LAREH SAGO HALABAN

Afiliasi : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi Dini Aulia Rahmi Jazuli (1), Supratman Zakir(2) Cp: [email protected] ,1 [email protected] 2

First Received: (12 Januari 2022) Final Proof Received: (17 Januari 2022)

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya antusias dan respon siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru saat di kelas merupakan salah satu bentuk ketidaknyamanan dan kurangnya feedback dari siswa ke guru tersebut akan begitu berpengaruh pada hasil belajar terutama di masa pandemi saat ini. Diperlukan metode pembelajaran yang bisa lebih melibatkan peserta didik dalam pembelajaran sehingga peserta didik menjadi tertarik dan tidak mudah merasa bosan dalam mengikuti pelajaran Biologi dan salah satu solusinya dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning berbasis Blended Learning menggunakan Emodo yang akan di integrasikan dengan kemampuan abad ke-21(kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi dan kolaborasi). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada jurusan IPA di SMA N 1 Lareh Sago Halaban. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Sampel dalam penelitian ini adalah 88 peserta didik dengan metode sampling yang dipilih adalah cluster sampling. Sampel dipilih menggunakan teknik undian yaitu mengambil gulungan kertas kecil yang bertuliskan nama siswa. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket langsung, yang berbentuk skala likert. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwaProject Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo berkontribusi sebesar 99,7% terhadap hasil belajar sedangkan sisanya 0,3 % dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Analisis uji korelasi didapatkan hasil bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban dengan nilai korelasi sebesar 0,999 dengan p<α (0,000).

Kata kunci: Project Based Learning, Blended Learning, Edmodo, Hasil Belajar

Abstrack

This research is motivated by the lack of enthusiasm and student response to the material presented by the teacher in class which is a form of discomfort and the lack of feedback from students to the teacher will greatly affect student learning outcomes, especially during the current pandemic. Learning methods are needed that can involve students more in learning so that students become interested and not easily bored in participating in Biology lessons and one solution is to apply the Project Based Learning learning model based on Blended Learning using Emodo which will be integrated with 20th century abilities. 21 (critical thinking skills, creative thinking, communication and collaboration). The type of research used is quantitative with a correlational approach. The population of this study were all students of class X IPA SMA N 1 Lareh Sago Halaban. Sampling using Simple Random Sampling.

Determination of the number of samples using the Slovin formula. The sample in this study was 88 students with the chosen sampling method was cluster sampling. The sample was selected using a lottery technique, namely taking a small roll of paper with the student's name on it. The type of questionnaire used in this study is a direct questionnaire, which is in the form of a Likert scale. Based on the results of research data analysis, it can be concluded that Project-Based Learning based on Blended Learning using Edmodo contributes 99.7% to learning outcomes while the remaining 0.3% is explained by other variables not included in the regression model. The correlation test analysis shows that Project Based Learning Based on Blended Learnin Using Edmodo has an effect on student learning outcomes in Biology Subjects at SMA N 1 Lareh Sago Halaban with a correlation value of 0.999 with p<α (0.000).

Keywords: Project Based Learning, Blended Learning, Edmodo, Learning Outcomes

Copyright © 2022 Dini Aulia RahmiJazuli, Supratman Zakir Corresponding Author: Email Adress: [email protected] (Bukittinggi, Sumatra Barat – Indonesia)

(2)

48 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan dan realisasi diri individu, serta pembangunan bangsa dan negara. Cara budaya mengidentifikasi, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia menentukan kemajuannya, dan ini terkait erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakat: peserta didik. Undang- Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses suasana belajar dan proses pembelajaran.(Romdoni, 2017). Dengan pembelajaran juga kita belajar bagaimana belajar,belajar bagaimana kita berfikir, yang mana adanya proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Makanya pendidik harus berperan secara optimal demikian juga peserta didik. Belajar merupakan suatu perubahan perilaku atau tingkah laku yang dapat diamati, belajar dapat terjadi dalam berbagai cara,serta dapat berlangsung secara disengaja (intentonal) dan tidak disengaja (unintentional) (Prof.Dr.H.Punaji Setyosari, M.pd., 2020).

Tujuan pendidikan secara umum adalah untuk menyediakan lingkungan di mana siswa dapat sepenuhnya mengembangkan bakat dan kemampuan mereka, memungkinkan mereka untuk mengekspresikan diri dan berfungsi sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri serta tuntutan masyarakat. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda, yang membutuhkan pendekatan yang beragam. Yang bisa dilakukan saat ini adalah melakukan berbagai penyesuaian, seperti melakukan perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Bahkan dalam hitungan detik, perkembangan tersebut tanpa disadari terus berkembang. Setiap detik, inovasi dan penyesuaian baru diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan lembaga pendidikan. Pendidikan adalah salah satu contoh kemajuan pemahaman manusia dalam mengejar standar hidup yang lebih tinggi. Pada 31 Desember 2019 muncul kasus serupa dengan pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan, China . Kasus tersebut di akibatkan oleh virus corona atau yang dikenal dengan COVID-19 (Corona Virus Desese-2019).

Karakteristik virus ini adalah kecepatan penyebaran yang tinggi.Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengurangi tingkat penyebaran virus corona dengan memberlakukan social distancing,physical distancing hingga pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) pada beberapa daerah. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan untuk membatasi penyebaran COVID-19 berdampak pada berbagai bidang diseluruh dunia khususnya pendidikan di Indonesia (Baety & Munandar, 2021).

Kurangnya antusias dan respon peserta didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru saat di kelas merupakan salah satu bentuk ketidaknyamanan dan kurangnya feedback dari peserta didik ke guru tersebut akan begitu berpengaruh pada hasil belajar peserta didik.

Hasil belajar peserta didik yang kurang memuaskan merupakan pengaruh dari proses pembelajaran yang tidak aktif. Dalam mewujudkan ketercapaian tujuan pembelajaran tentu perlu di dukung dengan metode atau model pembelajaran yang aktif dan interaktif. Salah satu pemanfaatan penggunaan internet dalam dunia pendidikan dengan menggunakan aplikasi pendidikan seperti Edmodo. Edmodo adalah sebuah media yang digambarkan secara kasaran seperti facebook. Media ini dapat memudahkan guru dan peserta didik dalam penunjang pembelajaran secara elektronik seiring dengan perkembangan zaman. Platform yang disajikan hamper sama dengan fitur facebook, tetapi Edmodo menampilkan fitur yang didesign untuk penunjang pembelajaran berbasis internet. Edmodo dilengkapi dengan beberapa aktivitas pembelajaran, seperti quiz, assignment, poll, grade book, library, award badges, dan parent code. Untuk bahan ajar, Edmodo mendukung bahan ajar berupa file and link. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu keterbatasan pendidik dalam menyampaikan informasi maupun keterbatasan jam pelajaran di kelas. Media berfungsi sebagai sumber informasi materi pembelajaran maupun sumber soal latihan.

Pembelajaran sains yang biasa disebut IPA pada hakikatnya meliputi empat unsur utama. Menurut Dediknas yaitu meliputi unsur sikap, proses, produk dan aplikasi. Keempat unsur ini merupakan ciri- ciri IPA yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pada

(3)

49 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

proses pembelajaran IPA keempat aspek tersebut diharapkan muncul, sehingga peserta didik dapat mengalami pembelajaran secara utuh, memahmi pengetahuan melalui kegiatan ilmiah dalam menentukan fakta baru. Pelajaran IPA mencakup bahan kajian tentang Biologi, pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang dapat menanamkan dan mengembangkan keterampilan, sikap, dan nilai-nilai ilmiah kepada peseta didik. Tiga kompetensi utama yang harus dicapai peserta didik di atas menjadi kebutuhan peserta didik terutama mata pelajaran IPA sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan tergambar pada hasil belajar peseta didik.

Namun ditemukan beberapa kendala pada saat peserta didik menerima pelajaran. Hasil wawancara saya dengan guru Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban ibuk Yuli Nelfia, S.Si. Permasalahan yang timbul adalah peserta didik tidak mampu menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan atau di manfaatkan,di sisi lain peserta didik juga memliki kesulitan untuk memahami konsep akademik karena mereka di ajar dengan sesuatu yang abstrak dengan metode ceramah di tambah di saat pandemi Covid-19 peserta didik tidak bisa bersekolah seperti biasanya yang mana saat ini hanya bisa bersekolah sesuai dengan sistem yang sudah diterapkan sekolah yaitu sistem shift yang membuat waktu untuk belajar itu tidak cukup oleh sebab itu guru harus mampu memilih metode apa yang akan digunakan dan menyesuaikan agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik walaupun masih dalam keadaan pandemi Covid-19.

Guru adalah pihak yang bertugas membimbing peserta didik agar dapat mencapai tujuan pembelajaran sekaligus mengelola kelas agar menjadi sebuah tim yang solid,komunikatif,dan kondusif selama proses pembelajaran. Seorang guru diharapkan mampu mengelola pelajaran dengan baik. Pelajaran yang monoton akan berpengaruh terhadap semangat belajar dan prestasi belajar peserta didik. Pemilihan strategi dan model pembelajaran yang relevan dengan standar kompetensi juga dapat memacu kemampuan serta minat belajar peserta didik demi tercapainya optimalisasi kualitas pembelajaran. Dalam menjalankan perannya, guru memiliki tiga tugas pokok, yaitu 1) Membuat perencanaan (Planning), 2) Melaksanakan kegiatan (Implementation) dan 3) melakukan evaluasi (Evaluation). Mengajar hakikatnya adalah aktivitas yang bersifat intensional dan dirancang agar belajar dapat mencapai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Mengajar bersifat intensional karena disengaja dan diniati untuk menstransformasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepada peserta didik. Mengajar sesungguhnya bukan hal yang dapat dilakukan oleh semua orang. Pembelajaran perlu didesain secara sistematis karena tidak seharusnya terjadi dalam suatu tindakan sembarangan,tetapi perlu didesain dan dikembangkan sesuai dengan proses-proses yang teratur dan memiliki hasil yang dapat diukur.

Blendid learning menurut beberapa penelitian dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu. Project Based Learning dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan terorganisir dan bermakna. Project Based Blendid learning berbasis Blended Learning menggunakan perangkat pembelajaran online dan offline. Perangkat pembelajaran online di wujudkan dalam web learningseperti Edmodo yang telah dimodifikasi dan memuat konten berupa materi dan penilaian. Perangkat pembelajaran offline terdiri satuan Acara Pembelajaran dan Lembar Kerja Peserta didik.(Kholifah, Muladi, & Yoto, 2019). Blendid learning menurut beberapa penelitian dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu. Project Based Learning dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan terorganisir dan bermakna. Project Based Blendid learning berbasis Blended Learning menggunakan perangkat pembelajaran online dan offline. Perangkat pembelajaran online di wujudkan dalam web learningseperti Edmodo yang telah dimodifikasi dan memuat konten berupa materi dan penilaian. Perangkat pembelajaran offline terdiri satuan Acara Pembelajaran dan Lembar Kerja Peserta didik.

Blendid learning menurut beberapa penelitian dapat mengatasi masalah keterbatasan waktu. Project Based Learning dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan terorganisir dan bermakna. Project Based Blendid learning berbasis Blended Learning menggunakan perangkat pembelajaran online dan offline. Perangkat pembelajaran online di wujudkan dalam web learning seperti Edmodo yang telah dimodifikasi dan memuat konten berupa

(4)

50 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

materi dan penilaian. Perangkat pembelajaran offline terdiri satuan Acara Pembelajaran dan Lembar Kerja Peserta didik. Project Based Learning merupakan pembelajaran yang inovatif yang berpusat kepada peserta didik( Student Center) dan menempatkan guru sebagai motivator dan fasilitator dimana dalam hal ini peserta didik diberi peluang untuk bekerja secara otonom mengkonstruksi belajarnya. Model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)peserta didik merancang sebuah masalah dan mencari penyelesaiannya sendiri,sehingga mampu meningkatkan kreatifitas peserta didik untuk memunculkan penyelasaiannya sendiri membuat kegiatan pembelajaran lebih bermakna sehingga teringat.

Pendekatan Blended Learning membantu menciptakan pemahaman bersama tentang konsep-konsep penting dan budaya belajar dan memberikan kesempatan untuk memperkuat mereka dalam suasana kelas yang dinamis. Memanfaatkan kenyamanan dan aksebilitas komponen online dengan instruksi ruang kelas tradisional,juga memperluas kurikulum tanpa menambah waktu penyelesaian program.

METODE

Metode pembelajaran yang bisa lebih melibatkan peserta didik dalam pembelajaran sehingga peserta didik menjadi tertarik dan tidak mudah merasa bosan dalam mengikuti pelajaran Biologi dan salah satu solusinya dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Emodo yang akan di integrasikan dengan kemampuan abad ke-21(kemampuan berpikir kritis,berpikir kreatif,komunikasi dan kolaborasi).(Eliyasni, Kenedi, & Sayer, 2019). Penelitian berasal dari bahasa inggris

“research” yang merupakan gabungan dari kata re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari. penelitian ini merupakan tipe penelitian korelasional (correlational research) karena ini merupakan tipepenelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi variabel-variabel dalam situasi tertentu yang mempengaruhi suatu fenomenal yang sedang ditinjau, untuk menentukan tingkat variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi.

Dandapat mengetahui berapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikatserta berapa arah hubungan yang terjadi.

Penelitian korelasional (correlational research) merupakan tipe penelitian dengankarakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variabel ataulebih, dan tujuannya adalah untuk menentukan ada atau tidaknya korelasi antarvariabel. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Menurut Sugiyono (2012), metode penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian berlandaskan filsafat positivisme, digunakan unutk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Metode penelitian kuantitatif adalah satu bentuk penelitian ilmiah yang mengkaji satu permasalahan dari suatu fenomena, serta melihatkemungkinan kaitan atau hubungan-hubungannya antar variabel dalampermasalahan permasalahan yang ditetapkan.

Kaitan hubungan yangdimaksudbisa berbentuk hubungan kausalitas atau fungsional.

Hubungankausalitas adalah hubungan antar variabel dimana perubahan satu variabelmenyebabkan perubahan variabel lainnya tanpa adanya adanya kemungkinan akibat kebalikannya. Sedangkan pada hubungan fungsional adalah kedua variabel.

Setiap penelitian data atau informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya agar data dan informasi tersebut dapat digunakan untuk menjawab masalah penelitian atau menguji hipotesis, data atau infromasi yang diperoleh dari sejumlah populasi dan sampel penelitian.

Populasi

Populasi dalam penelitian merupakan sumber data. Suharsimi. Berpendapat bahwa adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi yang di maksud disini adalah kelompok individu yang memiliki ciri-ciri yang telah ditetapkan . Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X pada jurusan IPA di SMA N 1 Lareh Sago Halaban yang terdaftar. Perincian jumlah populasi dapat dilihat pada tabel berikut:

(5)

51 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Tabel 1. Populasi Peserta didik Kelas X IPA SMA N 1 Lareh Sago Halaban No Lokal Jumlah Peserta didik

1 X IPA1 27

2 X IPA2 27

3 X IPA3 30

4 X IPA4 30

Jumlah 114

Sumber : Guru Bidang Studi Biologis SMAN 1 Lareh Sago Halaban

Sampel

Setelah menentukan populasi, langkah selanjutnya ialah menetapkan sampel penelitian. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Teknik dalam pengambilan sampel ini adalah Sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Teknik pengambilan sampel ini memastikan setiap unsur mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Peluang yang sama berarti setiap unsur mempunyai probabilitas yang sama untuk dijadikan sampel. Deskripsi isi metode penelitian ini meliputi metode yang digunakan, populasi/sample/subyek, instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Alur penelitian sebaiknya disajikan di bagian ini dilengkapi dengan keterangan gambar. Keterangan gambar diletakkan menjadi bagian dari judul gambar (figure caption) bukan menjadi bagian dari gambar. Metode-metode yang digunakan dalam penyelesaian penelitian dituliskan di bagian ini. Besaran sampel dihitung dengan menggunakan rumus Notoatdmojo. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Notoadmojo.

Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan confident interval 90% atau tingkat kesalahan sampel 10%.

) ( 1 Ne2 n N

  Diketahui N = 114

e = Term Error yaitu 0,05 n = Ukuran sampel yang dicari

) ( 1 Ne2 n N

 

=

=

=

=

= 88,71

Sampel dalam penelitian ini adalah 88 peserta didik dengan metode sampling yang dipilih adalah cluster sampling. Sampel dipilih menggunakan teknik undian yaitu mengambil gulungan kertas kecil yang bertuliskan nama pasien. Nama peseta didik yang tertera pada gulungan kertas yang terambil itulah yang merupakan tempat penelitian ini (Arikunto, 2010).

Cara pengambilan sampel secara bercluster menggunakan rumus alokasi proportional :

Keterangan:

ni = jumlah sampel per bagian

(6)

52 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Ni = jumlah peserta didik dalam bagian tersebut n = sampel

N = bersaran populasi

Tabel 2. Sampel

NO Kelas Jumlah Peserta didik Rumus Jumlah Sampel

1 X IPA1 27 27 x 88/144 21

2 X IPA2 27 27 x 88/144 21

3 X IPA3 30 30 x 88/144 23

4 X IPA4 30 30 x 88/144 23

Total 114 88

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dapat dilakuan dalam berbagai setting, dan berbagai cara.

Teknik pengumpulan data adalah langkah strategis untuk mendapatkan suatu data dalam penelitian.

Jenis Instrumen Penelitian

Penelitian ini mengunakan kuisioner berupa pertanyaan tertutup yang diberikan kepada responden secara langsung. Dalam pertanyaan tertutup responden di berikan alternative jawaban yang di anggap paling cocok dengan pendapatnya. Dalam pertanyaan tertentu jawaban responden cenderung singkatsebab responden cukup memilih jawaban yang tersedia (Istijanto 2010:63).Sedangkan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti dalam penelitian inimenggunakan skala likert. perancangan skala perlu dilakukan periset jika peneliti yang di jalankan merupakan riset kuantitatif. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket langsung, yang berbentuk skala likert dengan pertanyaan tertutup yaitu dengan jawaban atas pertanyaan yang diajukan telah tersedia. Padadasarnya skala merupakan angka yang diaplikasikan untuk memudahkan pengukuran. (Sugiyono 2008:93) mengemukakan bahwa untuk keperluan analisiskuantitatif maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:

SS = sangat setuju diberi skor 5 S = setuju diberi skor 4 RR = ragu-ragu diberi skor 3 TS = tidak setuju diberi skor 2 STS = sangat tidak setuju diberi skor 1 Uji Validitas Instrument

Instrumen dikatakan valid apablia instrument tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Teknik uji validitas dalam penelitian inidihitung menggunakan rumus kolerasi product moment dengan deviasi atau simpangan sebagai berikut:

𝑟= ∑ ∑ ∑

√ ∑

Keterangan :

𝑟𝑥𝑦 = koefisien korelasi antara variabel x dan y, dua variabel yang dikorelasikan.

Σ𝑥𝑦 = jumlah perkalian x dan y 𝑥2 = kuadrat dari x

𝑦2 = kuadrat dari y N = jumlah responden

Berdasarkan hasil uji valitas yang telah dilakukandapat dilihat dilampiran 3 dapat disimpulkan semua item Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo1 sampai item 20adalah valid dimana nilai correlated item total correlation >0,207.

Maka dapat diambil kesimpulan semua pernyataan diatas lulus uji validitas.

(7)

53 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Uji Reliabilitas Instrument

Reliabilitas instrument merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen.

Reliabilitas berkenaan dengan pertanyaan, apakah suatu instrumen dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Rumus yang digunakan yaitu rumus KR- 21.

Ri =

) Keterangan:

k = jumlah item M = mean skor total 𝑠2i = varians total

Tabel 3. Uji Reliabilitas Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.918 20

Berdasarkan tabel 3, dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan realibel. Semua variabel realibel disebabkan karena hasil correlated total item corelation r alpha > 0,8.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan dipakai pada penelitian kuantitatif ini adalah statistik . Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis mendeskripsikan data yang dikumpul tanpa bermaksud membuat kesimpulan umum. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Uji Normalitas

Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Rumus Kolmogorov- Smirnov adalah sebagai berikut :

Keterangan :

KD = Jumlah Kolmogorov-Smirnov yang dicari n1 = jumlah sampel yang diperoleh

n2 = jumlah sampel yang diharapkan

Data dikatakan normal, apabila nilai signifikan lebih besar 0,05 pada (P>0,05).

Sebaliknya, apabila nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 pada (P<0,05), maka data dikatakan tidak normal.

Uji Linieritas

Uji linearitas dilakukan untuk menguji variabel independen dan dependen apakah memiliki hubungan yang linear atau tidak. Jika hasil pengujian tersebut tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilakukan. “Kriteria pengambilan keputusan uji linearitas adalah jikanilai sig Fhitung < Ftabel maka terdapat hubungan yang bersifat linier dan nilai deviation from linearity probilitas> 0,05 maka terdapat hubungannya yang bersifat linear, sedangkan jika nilai sig F hitung lebih >Ftabel atau nilai signifikansi <0,05 maka hubungannya bersifat tidak linear”. Pengujian ini akan dilakukan dengan menggunakan SPSS 24,0 for windows.

Analisis Regresi Linear Sederhana

Dalam penelitian ini karena variabel devendennya (variabel terikat) satu dan variabel indevendennya (variabel bebas) satu maka uji regresinya uji regresi linear sederhana. Model persamaannya sebagai berikut :

Ῡ = α+bX Dengan ketentuan:

(8)

54 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

a = bilang konstan b = koefisien regresi X = variabel bebas Ῡ = variabel terikat

Koefisien determinasi (R2) adalah alat yang digunakan mengukur sejauhmana kemampuan model dalam menjelaskan variasi terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol atau satu. Nilai R2 yang kecil dapat diartikan bahwa variabel- variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Dan sebaliknya jika nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.

Uji Hipotesis

Analisis regresi ini digunakan untuk menguji hipotesis pada penelitian ini.

memudahkan analisis regresi digunakan windows SPSS,kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut :

a. Ha diterima jika Fhitung ≥ Ftabel pada alpha (α) = 0,05 atau nilai p-value pada kolom sig

> level of significan (α); berarti terdapat Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodoterhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban.

b. Ha ditolak jika Fhitung < Ftabel pada alpha (α) = 0,05 atau nilai p-value pada kolom sig

> level of significan (α); berarti tidak terdapat pengaruh Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan edmodo terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi di sma n 1 lareh sago halaban.

Uji Korelasi

Untuk mengetahui pengaruh pengaruh Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan edmodo terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi di Sma N 1 Lareh Sago Halaban. Adapun teknik rumus Korelasi Produck Momen dari Karl Pearson.Yaitu :

rxy = ∑ ∑ ∑

√ ∑

Keterangan :

Rxy = Koefisien korelasi antara x dan y N = Jumlah Responden

ΣX = Jumlah Skor Tiap Butir ΣY = Skor Total

ΣXY = Jumlah Hasil Kali Skor x Dengan y X2 = Kuadrat Dari x (skor rata-rata dari x) Y2 = Kuadrat Dari y (skor rata-rata dari y).

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMA N 1 Lareh Sago pada tahun ajaran 2020/2021 tentang Pengaruh Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago yaitu kelas X IPA dengan pengambilan sampel Simple Random Sampling menggunakan merupakan jenis penelitian correlational research. Berikut hasil deskirpsi data dapat dilihat dibawah ini:

Jenis Kelamin

Data peserta didik berdasarkan karakteristik jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini:

(9)

55 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Tabel 4. Jenis Kelamin Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Laki-Laki 38 43.2 43.2 43.2

Perempuan 50 56.8 56.8 100.0

Total 88 100.0 100.0

Sumber : Data Primer 2021

Berdasarkan tabel 4, diketahui bahwa peserta didik paling banyak berjumlah 50 responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 56,8%. Peserta didik berjenis kelamin laki-laki berjumlah 38 responden dengan persentase 43,2%.

Variabel Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo Untuk melihat ketercapaian responden dalam penerapan Problem based learning berbasis blended learning dapat dilihat pada tabel 5 berikut.

Tabel 5. Tingkat Capaian Responden Problem Based Learning Berbasis Belended Learning Menggunakan Edmodo

No Item

Alternatif Jawaban

n Skor

Total Rerata TCR

SS S RR TS STS

Fi % Fi % Fi % Fi % Fi %

1 32 36.36 32 36.36 20 22.73 4 4.55 - - 88 344 3.91 78.18

2 33 37.50 32 36.36 19 21.59 4 4.55 - - 88 345 3.92 78.41

3 34 38.64 28 31.82 18 20.45 8 9.09 - - 88 342 3.89 77.73

4 33 37.50 40 45.45 12 13.64 3 3.41 - - 88 339 3.85 77.05

5 31 35.23 34 38.64 21 23.86 2 2.27 - - 88 345 3.92 78.41

6 40 45.45 25 28.41 15 17.05 8 9.09 - - 88 351 3.99 79.77

7 35 39.77 29 32.95 21 23.86 3 3.41 - - 88 352 4.00 80.00

8 38 43.18 29 32.95 17 19.32 4 4.55 - - 88 353 4.01 80.23

9 30 34.09 37 42.05 18 20.45 3 3.41 - - 88 339 3.85 77.05

10 27 30.68 32 36.36 25 28.41 4 4.55 - - 88 339 3.85 77.05

11 30 34.09 27 30.68 19 21.59 12 13.64 - - 88 331 3.76 75.23

12 25 28.41 44 50.00 11 12.50 8 9.09 - - 88 317 3.60 72.05

13 24 27.27 33 37.50 29 32.95 2 2.27 - - 88 339 3.85 77.05

14 39 44.32 24 27.27 20 22.73 5 5.68 - - 88 357 4.06 81.14

15 25 28.41 35 39.77 26 29.55 2 2.27 - - 88 338 3.84 76.82

16 36 40.91 32 36.36 16 18.18 4 4.55 - - 88 348 3.95 79.09

17 36 40.91 27 30.68 16 18.18 9 10.23 - - 88 343 3.90 77.95

18 34 38.64 30 34.09 21 23.86 3 3.41 - - 88 350 3.98 79.55

19 29 32.95 40 45.45 17 19.32 2 2.27 - - 88 337 3.83 76.59

20 37 42.05 27 30.68 15 17.05 9 10.23 - - 88 344 3.91 78.18 Jumlah 648 736 637 724 376 427 99 113 - - 1,760 6,853 78 1,558 Rata-rata 32.4 36.8 31.9 36.2 18.8 21.4 5.0 5.6 - - 88.0 342.7 3.9 77.9

Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa jawaban dari peserta didik keseluruhan mengenai pernyataan mengenai variabel Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo sebanyak 36,6% menjawab sangat setuju (SS), sebanyak 36,2%

menjawab setuju (S), 21,4% menjawab ragu-ragu (RR), 5,6% peserta didik menjawab tidak setuju (TS) dan tidak ada peserta didik yang menjawab sangat tidak setuju (STS). Dari hasil jawaban peserta didik terdapat nilai rata-rata setiap butirnya adalah 3,9 dan dengan nilai total tingkat capaian responden adalah 77,9 yang termasuk dalam kategori cukup baik menurut.

Terlihat bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran. Untuk lebih jelas dapat dilihat dari grafik 1.

(10)

56 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Gambar 1. Grafik Problem Based Learning Berbasis Belended Learning Menggunakan Edmodo

Variabel Hasil Belajar

Berdasarkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran project based learning berbasis blended learning dapat dilihat pada tabel 6 berikut.

Tabel 6. Hasil Belajar Peserta didik Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Hasil Belajar 88 54 99 82.05 12.942

Valid N (listwise) 88

Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo (rata-rata 82,05), dengan nilai terendah adalah 54 dan nilai tertinggi adalah 99, dan standar deviasi 12,942, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik menggunakan Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo berjalan dengan baik.

Teknik Analisis Data

Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 24 dan menerima atau menolak keputusan normal atau tidaknya data ditetapkan taraf signifikan ɑ = 0,05. Responden dalam penelitian ini adalah 88 orang peserta didik maka N= 88.

Ha = data berdistribusi normal H0 = data tidak berdistribusi normal

Hasil perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada tabel 7 berikut:

Tabel 7. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PBL Hasil Belajar

N 88 88

Normal Parametersa,b Mean 81.77 81.65

Std. Deviation 12.079 12.861

Most Extreme Differences Absolute .114 .118

Positive .114 .104

Negative -.114 -.118

Test Statistic .114 .118

Asymp. Sig. (2-tailed) .051c .068c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikan probabilitas variabel Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo yaitu 0,051 dan variabel hasil belajar memiliki nilai signifikan probilitas 0,068 yang lebih besar dari signifikan ɑ 0,05. Berdasarkan landasan pengambilan keputusan di atas, Ha diterima dan H0

36,8 36,2 21,4

5,6 0 0

20 40

Sangat Setuju

Setuju Ragu-Ragu Tidak Setuju

Sangat Tidak Setuju

PBL

PBL

(11)

57 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel dalam penelitian ini membentuk distribusi normal.

Uji Linearitas

Uji linieritas diuji dengan menggunakan Compare Means test for linearity dengan bantuan perangkat lunak SPSS 24.00. Linieritas yang mengisyaratkan adanya hubungan variabel bebas (predikator) dan variabel tergantung (kriteria) yang saling membentuk kurva linear. Uji linieritas digunakan untuk melihat hubungan antara variabel Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo Terhadap Hasil Belajar dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 8. Uji Liniearitas ANOVA Table

Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

Hasil Belajar * PBL

Between Groups

(Combined) 9651.683 32 301.615 75.427 .000 Linearity 9423.901 1 9423.901 2356.703 .000 Deviation from

Linearity

227.782 31 7.348 1.838 .056

Within Groups 107.967 27 3.999

Total 9759.650 59

Berdasarkan tabel uji liniearitas diatas dapat diketahui bahwa masing-masing variabel membentuk kurva linear dengan nilai p (0.056) > 0.05. Sedangkan Fhitung = 1,838 < Ftabel

= 3,94. Angka Ftabel di dapat dari df 24 dan distibusi tabel nilai F adalah 0,05. Sehingga ditemukan nilai Ftabel sebesar 3,94. Probabilitas = 0,056 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa antara Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo dengan Hasil Belajar Peserta didik mempunyai hubungan yang linear.

Hipotesis

Analisis Regresi Linear Sederhana

Untuk mempermudah perhitungan regresi dari data yang cukup banyak maka dalam penelitian ini diselesaikan dengan bantuan perangkat lunak (soft were) komputer program SPSS 24 analisis linear sederhana, alat ini digunakan untuk menguji kekuatan Pengaruh Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban sehingga model persamaan regresi adalah sebagai berikut:

Tabel 9. Regresi Linear Sederhana Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 3.900 2.143 1.820 .074

PBL 1.046 .026 .983 40.348 .000

a. Dependent Variable: Hasil Belajar

Pada Tabel 9 kelihatan bahwa harga t koefisien regresi 40.348 dan taraf signifikan 0,000. Ini berarti bahwa koefisien regresi = 1,000 sangat signifikan dan dapat digunakan untuk memprediksi hasil belajar. Model regresi di atas menjelaskan bahwa setiap peningkatan Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo 1 skala akan berkontribusi terhadap hasil belajar sebesar 1,000 skala, dan skala Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo sebesar 3,900.

(12)

58 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali, Nilai R2 memiliki nilai interval antar 0 sampai 1 semakin besar R2 (mendekati 1), maka semakin baik pula hasil untuk model tersebut dan semakin mendekati 0, maka independen secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel dependen (0 ≤ R2 ≤ 1). Besar nya nilai adjusted R2 sebesar 0,765 yang berati variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 76,5% sedangkan sisanya 23,5 % dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi.

Tabel 10. Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .783a .766 .765 2.406

a. Predictors: (Constant), PBL b. Dependent Variable: Hasil Belajar Analisis Inferensial

Berdasarkan uji Anova terhadap hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran Project Based Learning berbasis Blended Learning dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11. Analisis Inferensial ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 9423.901 1 9423.901 1627.961 .000b

Residual 335.749 58 5.789

Total 9759.650 59

a. Dependent Variable: Hasil Belajar b. Predictors: (Constant), PBL

Dari tabel 11, diketahui bahwa nilai f hitung sebesar 1627.961 > 3,94 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka ada pengaruh antara variabel Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo Terhadap Hasil Belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Biologi Di Sma N 1 Lareh Sago Halaban.

Uji Korelasi

Uji korelasi terhadap hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran Project Based Learning berbasis Blended Learning dapat dilihat pada tabel 12 berikut.

Tabel 12.Uji Analisis Korelasi Correlations

PBL Hasil Belajar

PBL Pearson Correlation 1 .883**

Sig. (2-tailed) .000

N 88 88

Hasil Belajar Pearson Correlation .883** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 88 88

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan perhitungan pada tabel 12 didapatkan hasil bahwa kofisien korelasi antara Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo terhadap hasil belajar, didapatkan hasil bahwa nilai korelasi adalah 0,883 dengan p<α (0,000).

Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo berpengaruh terhadap hasil belajar Peserta didik Pada Mata Pelajaran Biologi Di SMAN 1 Lareh Sago Halaban memiliki bentuk hubungan yang positif.

(13)

59 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo berkontribusi sebesar 76,5%

terhadap hasil belajar. Analisis uji korelasi didapatkan hasil bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban dengan nilai korelasi sebesar 0,883 dengan p<α (0,000). Pernyataan tersebut diperkuat dengan hasil pengujian SPSS bahwa nilai sig. (2-tailed) pada untuk setiap variabel X dan Y adalah <

0,005.

Hal ini berarti hipotesis yang menyatakan ada pengaruh model pembelajaran Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo Peserta didik Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban dapat diterima. Hal ini terjadi karena dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis edmodo dimana peserta didik didapat memperoleh informasi dari manapun baik secara online maupu offline yang dapat digunakan dalam proses untuk menemukan konsep dari masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran sehingga dengan begitu aktivitas peserta didik lebih aktif dan keterampilan mereka dalam kegiatan praktikum menjadi lebih baik. Dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning berbasis edmodo efesiensi waktu sangat terlihat dikarenakan materi, vidio maupun lembar kerja peserta didik telah diberikan sehari sebelum proses pembelajaran dimulai sehingga dapat meminimalisir waktu yang digunakan pada pembelajaran dan juga dengan adanya pertemuan daring (dalam jaringan) dapat membuat pembelajaran tanpa batasan ruang dan waktu.

Model pembelajaran problem based learning berbasis edmodo dapat memberikan dampak positif. Model problem based learning berbasis edmodo dapat memberikan kesempatan pada peserta didik berekplorasi mengumpulkan dan menganalisis data untuk memecahkan masalah, sehingga peserta didik mampu untuk berfikir kritis, analitis, sistematis, dan logis dalam menemukan alternatif pemecahan masalah. Peserta didik dalam hal ini aktif dana antusias untuk bekerja sama dengan teman atau satu kelompok dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh peneliti. Peserta didik juga tertarik dan aktif saat berdiskusi dan mengeluarkan pendapat yang berbeda saat diadakan diskusi antar kelompok.

Penggunaan edmodo dalam problem based learning dapat mempermudah peserta didik dalam dalam mendukung proses pembelajaran, hal ini disebabkan edmodo dilengkapi dengan beberapa aktivitas pembelajaran, seperti quiz, assignment, poll, grade book, library, award badges, dan parent code. Untuk bahan ajar, edmodo mendukung bahan ajar berupa file and links. Pada pembelajaran ini meteri disampaikan lebih variatif yaitu dengan menggunkan video pebelajaran yang berisi tentng materi, gambar, teks, simulasi yang disertai audio. Apabila peserta didik akan mengerjakan kuis atau tugas, mereka dapat membukanya di lain waktu. Hal tersebut dapat menjadikan peserta didik merasa senang dan tidak bosan dalam mengikuti pelajaran serta membantu peserta didik untuk mempersiapkan diri mengikuti pembelajaran dikelas nyata sehingga peneliti terbantu untuk menjalankan sintak problem based learning dalam pembelajaran dimana peserta didik sudah memiliki pemahaman awal mengenai materi ajar yang telah di upload di edmodo dan pemanfaatan waktu akan menjadi maksimal.

Selain itu, berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar diketahui bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo memberikan pengaruh secara eksternal maupun internal. Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo dapat digunakan sebagai media pembelajaran di kelas yang mampu menarik perhatian peserta didik sehingga peserta didik lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Porath dan Jordan bahwa Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik dan konstruktivisme.(Porath & Jordan, 2009) Dalam model PBL, fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga pebelajar tidak saja

(14)

60 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh sebab itu pebelajar tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan keterampilan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan masalah dan menumbuhkan pola berfikir kritis (Fauzani, 2015).

Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pidayanti dan Kadri mengenai Implementasi Problem Based Learning Berbasis Edmodo terhadap hasil belajar Fisika, didapatkan hasil bahwa hasil belajar peserta didik pada materi pokok usaha dan energi dengan menggunakan model problem based learning berbasis edmodo termasuk kategori baik, dimana diperoleh rata-rata pretes 23,13 dan rata-rata postes 75,87. Aktivitas belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis edmodo dalam tiga pertemuan mengalami peningkatan.(Pidayanti Nasution, 2019).

Penelitian yang dilakukan oleh Suryani dkk mengenai Inovasi Pembelajaran Blended Learning dengan Metode Project Based Learning Terhadap Motivasi, Minat dan Hasil Belajar Peserta didik di Masa Pandemi Covid-19, didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan hasil belajar, penggunaan blended learning dengan metode Project Based Learning mempunyai pengaruh yang signifikan atau dengan kata lain dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sedangkan dalam hal motivasi dan minat belajar peserta didik, penelitian ini memberikan hasil yang berbeda, dimana minat dan motivasi tidak dipengaruhi oleh system ataupun metode belajar.(lilis suryani, tri susilawati, 2021).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saputri, Dwi Yuniasih mengenai Efektivitas Penggunaan Edmodo Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar peserta didik didapatkan hasil bahwa da perbedaan kemandirian belajar maha PGSD pada mata kuliah IPA Terapan antara sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran dengan Edmodo. Dari hasil uji t didapat sig (2-tailed) sebesar 0,000 yang nilainya kurang dari 0,05. Hal ini berarti H0 tertolak dan disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan sikap kemandirian belajar sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran Edmodo.

Pembelajaran menggunakan media pembelajaran Edmodo efektif dalam meningkatkan sikap kemandirian belajar maha PGSD UNS. Hasil perhitungan dengan N-gain yaitu sebesar 0,81 yang artinya keefektifan dari penggunaan edmodo dalam peningkatan sikap kemandirian belajar pada maha PGSD pada mata kuliah IPA Terapan tergolong berkriteria tinggi.(Saputri, 2021).

KESUMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning menggunakan Edmodo berkontribusi sebesar 76,5%

terhadap hasil belajar sedangkan sisanya 23,5 % dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam model regresi. Analisis uji korelasi didapatkan hasil bahwa Project Based Learning Berbasis Blended Learning Menggunakan Edmodo berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Biologi di SMA N 1 Lareh Sago Halaban dengan nilai korelasi sebesar 0,883 dengan p<α (0,000)

Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :

1. Masukan untuk Kepala Sekolah agar lebih memotivasi peserta didik untuk belajar dan diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar yang efektif dan efisien.

2. Hasil penelitian ini hendaknya dapat di gunakan oleh guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar mendapatkan hasil belajar peserta didik yang lebih baik.

3. Hasil penelitian ini hendaknya dapat dilaksanakan bagi peneliti apabila kelak telah mengabdikan diri di dunia pendidikan.

(15)

61 | Indonesian Research Journal on Education, Vol. 2, (1), (2022)

Ucapan Terima Kasih

Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor IAIN Bukittinggi, Dekan FTIK IAIN Bukittinggi, Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, yang telah memberikan kemudahan dalam pengurusan administrasi penulisan skripsi ini, dan dosen pembimbing memberikan bimbingan selama penulisan skripsi.

REFERENSI

Baety, Dwinda Nur, & Munandar, Dadang Rahman. (2021). Analisis Efektifitas Pembelajaran Daring Dalam Menghadapi Wabah Pandemi Covid-19. Edukatif : Jurnal

Ilmu Pendidikan, 3(3), 880–989. Retrieved from

https://edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/476

Eliyasni, Rifda, Kenedi, Ary Kiswanto, & Sayer, Inaad Mutlib. (2019). Blended Learning and Project Based Learning: The Method to Improve Students’ Higher Order Thinking Skill (HOTS). Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan, 4(2), 231–248.

https://doi.org/10.25217/ji.v4i2.549

Fauzani, Ngalimun &. (2015). Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Kholifah, Umi, Muladi, Muladi, & Yoto, Yoto. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dan Komunikasi pada Penerapan Blended Project Based Learning Matakuliah Komunikasi Data dan Jaringan Komputer. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 4(3), 338–345.

lilis suryani, tri susilawati, harjito. (2021). Inovasi Pembelajaran Blended Learning Dengan Metode Project Based Learning Terhadap Motivasi, Minat dan Hasil Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Tambora, 5(2), 79–86.

Pidayanti Nasution, Muhammad Kadri. (2019). Implementasi Problem Based Learning Berbasis Edmodo Terhadap Hasil Belajar Fisika. Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan, 5(4), 52–57.

Porath & Jordan. (2009). Problem Based Learning Communities: Using the Social Environment to Support Creativity, Interdisciplinary Journal of PBL.

Prof.Dr.H.Punaji Setyosari, M.pd., M. E. (2020). No Title (Bunga Sari Fatmawati, ed.).

Jakarta: Bumi Aksara.

Romdoni, Muhammad Fikri. (2017). Pengaruh Model Project Based Learning. X(2), 112–

128.

Saputri, Dwi Yuniasih. (2021). Efektivitas Penggunaan Edmodo Berbasis Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Mahasiswa. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, IX(2), 242–249.

Gambar

Tabel 1. Populasi Peserta didik Kelas X IPA SMA N 1 Lareh Sago Halaban No  Lokal  Jumlah Peserta didik
Tabel 2. Sampel
Tabel  5.  Tingkat  Capaian  Responden  Problem  Based  Learning  Berbasis  Belended  Learning  Menggunakan Edmodo  No Item  Alternatif Jawaban  n  Skor  Total  Rerata   TCR  SS S RR TS STS   Fi    %    Fi    %    Fi    %    Fi    %    Fi    %   1  32   36
Gambar 1. Grafik Problem Based Learning Berbasis Belended Learning Menggunakan Edmodo
+3

Referensi

Dokumen terkait

Abstraksi - Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan mengangkat masalah: 1) bagaimanakah peningkatan keterampilan berbicara bahasa Jawa krama alus siswa

1. Kegiatan tahap perencanaan sistem adalah mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada PT.EMKL Tirtasari Abadi Sejahtera yaitu kurang optimalnya pencatatan dan

1) Ekslporasi: Siswa mengamati gambar yang ditampilkan oleh guru mengenai “mengenal keputusan bersama”; Siswa melakukan tanya jawab mengenai gambar yang

Oleh Sumarni, untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan pelajaran PKN tentang mengenal simbol sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila pada SDN

Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Think-Pair- Share Dapat Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar

Adanya teknologi di bidang pendidikan juga mempermudah siswa dalam mengakses sumber belajar yang lebih luas, artinya sumber belajar tidak hanya terpaku pada guru saja

Berdasarkan latar belakang masalah di atas rumusan masalah dalam penelitian sebagai berikut : “Apakah dengan Pemanfaatan media audio visual dapat meningkatkan

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah 1) untuk menjelaskan penggunaan metode drill dalam meningkatkan motivasi siswa kelas V SD Negeri 1 Kulurejo Kecamatan