• Tidak ada hasil yang ditemukan

SGS INDONESIA (Associated Documents) RESUME AUDIT SVLK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SGS INDONESIA (Associated Documents) RESUME AUDIT SVLK"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Page: 1 of 5

PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14

www.sgs.com

RESUME AUDIT SVLK

No Project: ID/JKT-5038

Nama Pemegang Izin: PT. Green Forest Industry

Alamat:

Kantor :

Jalan Iswahyudi No. 36 Kecamatan Kalidoni Palembang Provinsi Sumatera Selatan Areal :

Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan No. Sertifikat: SGS-ID-LKH-0099 Tipe Sertifikasi: Verifikasi Legalitas Kayu Hutan Hak

Tanggal Terbit: 01.06.2015 Berlaku sampai

dengan tanggal: 31.05.2025

Luas Area : 1054.6 Ha

Ruang Lingkup: PT. Green Forest Industry yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 36 tanggal 20 Juni 2011 dengan Notaris Zulkifli Sitompul, SH dengan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia #AHU.37917.AH.01.01 tahun 2011 serta Ijin Pemanfaatan Kayu Akasia Asal Hutan Hak (sesuai Surat Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab Musi Rawas Utara Nomor: 522/38/DPK/2015 dan Surat Kepala Dinas Kehutanan Kab Musi Banyuasin Nomor:

522/334/Dishut/2015) dengan angggota plasma terlampir, yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan

Kontak Informasi Pemegang Izin:

Firma Azazi

Alamat: Jalan Iswahyudi No. 36 Kecamatan Kalidoni Palembang Provinsi Sumatera Selatan

Telp: +62711718488

Fax: +62711718488

Email: [email protected]

Tanggal Verifikasi:

Verifikasi Utama: 19-21 Maret 2015 Surveillance 1: -

Surveillance 2: -

(1) IDENTITAS LVLK

(2)

a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN

c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia

d. Nomor telepon/fax/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected] e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail

f. Standar : Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan No: P.8/VI- BPPHH/2012

g. Tim Audit : Ir. Jubaedi Nu’man (Lead Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Zaenal Abidin

(2) IDENTITAS AUDITEE

Berdasarkan Akta Pendirian berdasarkan Notaris Nomor: 36 tanggal 20 Juni 2011 di hadapan Pejabat Notaris Zulkifli Sitompul, SH sesuai SK Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C 90 HT.03.01.TH 1995 dan SK Menag KA BPN 17-XI-1999 Kota Palembang. PT. Green Forest Industry memiliki 267 petani pemiliki hutan hak yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawa Utara Provinsi Sumatera Selatan yang mengelola hutan hak seluas 1054.6 Ha.

Berdasarkan akte pendirian No 36 tanggal 20 Juni 2011 tersebut menyatakan sebagai berikut :

Pasal 1, Perseroan terbatas ini bernama PT. Green Forest Industry berkedudukan di Palembang dan dapat membuka kantor perwakilan baik didalam dan diluar wilayah Republik Indonesia.

Pasal 2, Jangk waktu berdiri perseroan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Pasal 3, Maksud dan tujuan berusah dalam bidang perdagangan, perindustrian, pengangkutan, dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut perseroan dapat melaksanakan menjalankan usaha dalam bidang perdagangan hasil industri kayu, perdagangan bahan pertanian, perdagangan hasil perkebunan, Export Import hasil hutan dan bumi hutan.

Pasal 4, Modal dasar perseroan berjumlah Rp. 4.000.000.000 (empat milyard rupiah) Pasal 20,Susunan pengurus sebagai berikut :

Direktur : Pirman Azizi

Komisaris : Barni Wito

PT. Green Forest Industry memiliki kantor di Jalan Iswahyudi No.36 Kalidoni Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

(3)

(3) RINGKASAN TAHAPAN

Tanggal Waktu Penilai Area/Departemen/Proses/Indikator PIC

19 Maret 2015

03.00-07.30 Tim Auditor Perjalanan Jakarta – Palembang 07.30-14..00 Tim Auditor Perjalanan Palembang – Lokasi

09.00-09.30 Tim Auditor Tiba di Lokasi – Persiapan Opening Meeting

09.30-12.00

Tim Auditor SGS dan Managemen

Opening meeting.

- Sambutan (perusahaan dan Tim audit), - Perkenalan tim audit dan tim perusahaan,

- Penjelasan mengenai audit VLK (latar belakang, tujuan, proses, metodologi audit) Dll

- Persiapan detail tentang audit plan, kunjungan lapangan, data petani dll.

12.00–13.00 Tim Auditor Istirahat

13.00-17.00 HPR-HPU

Sampel # 1-4

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Kepemilikan kayu dapat dibuktikan keabsahannya)

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan

20 Maret 2015

08.00.12.00 HPR-HPU

Sampel # 5-10

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Kepemilikan kayu dapat dibuktikan keabsahannya)

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan 12.00–13.00 Tim Auditor Istirahat

13.00-17.00 HPR-HPU

Sampel # 11-13

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Kepemilikan kayu dapat dibuktikan keabsahannya)

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan

21 Maret 2015

08.00.12.00 HPR-HPU

Sampel # 14-17

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Kepemilikan kayu dapat dibuktikan keabsahannya)

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan 12.00–13.00 Tim Auditor Istirahat

13.00-17.00 HPR-HPU

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Kepemilikan kayu dapat dibuktikan keabsahannya)

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Pemenuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan

22 Maret 2015

08.30- 09.30 HPR-HPU Persiapan Closing Meeting 09.30-12.00 HPR-HPU Closing Meeting

12.00- 13.00 HPR-HPU Istirahat

13.00-15.00 HPR-HPU Koleksi data pendukung laporan 15.00-24.00 HPR-HPU Traveling Palembang – Jakarta Keterangan: HPR (Heru Pramono), HPU (Heru Puryanto)

(4) RESUME HASIL PENILAIAN

(4)

Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan Pemenuhan 1.1.1. Pemilik hutan hak mampu menunjukkan keabsahan haknya.

a. Dokumen kepemilikan/ penguasaan lahan yang sah (alas titel/dokumen yang diakui pejabat yang berwenang).

Pemegang izin memiliki penguasaan lahan

yang sah Memenuhi

b. Dokumen legalitas pemegang HGU yang sah yang mencakup Akte Perusahaan, SIUP, TDP, NPWP, dokumen lingkungan, dokumen K3 serta KKB/Peraturan Perusahaan yang relevan.

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin bukan pemegang HGU

Tidak Dinilai

c. Peta/sketsa areal hutan hak dan batas- batasnya di lapangan

Pemegang izin memiliki sketsa areal hutan dan

terdapat batas yang jelas di lapangan Memenuhi d. Akte notaris bagi kelompok dalam hal

verifikasi dilakukan dalam kelompok.

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang ijin

bukan merupakan dalam bentuk kelompok Tidak Dinilai 1.1.2. Pemilik hutan hak (baik individu maupun kelompok) mampu membuktikan dokumen angkutan kayu yang

sah.

Dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Pemegang izin memiliki dokumen angkutan

SKAU untuk kayu dari hutan rakyat Memenuhi 1.1.3. Unit kelola atas kayu yang berasal dari pohon yang tumbuh alami sebelum terbitnya alas titel

menunjukkan bukti pelunasan pungutan pemerintah sektor kehutanan dalam hal pemungutan atas tegakan yang tumbuh sebelum pengalihan hak / penguasaan.

Bukti pembayaran hak negara berupa PSDH/DR dan pengganti nilai tegakan.

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin tidak memanfaatkan kayu yang berasal dari hutan negara sehingga tidak berkewajiban melakukan pembayaran hak negara (PSDH/DR dan pengganti nilai tegakan).

Tidak Dinilai

1.2.1. Akta atau dokumen pembentukan kelompok.

Akta atau dokumen pembentukan kelompok.

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang ijin

bukan merupakan dalam bentuk kelompok Tidak Dinilai 1.3.1. Implementasi Tanda V Legal.

Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Verfiier ini tidak dinilai karena Pemegang izin

belum menggunakan Tanda V-Legal Tidak Dinilai 2.1.1. Prosedur dan implementasi K3.

a. Pedoman/prosedur K3 dan personel untuk implementasi K3.

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin

bukan pemegang HGU Tidak Dinilai

b. Peralatan K3 (seperti peralatan P3K dan Alat Pelindung Diri).

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin

bukan pemegang HGU Tidak Dinilai

c. Catatan kecelakaan kerja. Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin

bukan pemegang HGU Tidak Dinilai

2.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja untuk HGU.

Ada serikat pekerja atau kebijakan perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin bukan pemegang HGU

Tidak Dinilai

2.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)/ Peraturan Perusahaan (PP) untuk HGU yang mempekerjakan karyawan >10 orang.

Ketersediaan Dokumen KKB atau PP. Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin

bukan pemegang HGU Tidak Dinilai

2.2.3. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (di luar ketentuan).

Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur.

Pemegang izin tidak terdapat anggota petani

yang masih di bawah umur Memenuhi

3.1.1. HGU atau pemilik hutan hak telah memiliki dokumen lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya.

Dokumen lingkungan yang relevan seperti AMDAL, UKL-UPL, SPPL, SIL, DPLH, dan lainnya.

Pemegang izin memiliki bukti surat pengurusan

dokumen lingkungan SPPL kepada dinas terkait Memenuhi dengan syarat 3.1.2. HGU atau pemilik hutan hak memiliki laporan pengelolaan dan pemantaun lingkungan.

(5)

Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan Pemenuhan a. Dokumen laporan pengelolaan dan

pemantauan lingkungan yang relevan.

Pemegang izin memiliki laporan pengelolalaan lingkungan hidup dan diketahui oleh dinas terkait

Memenuhi b. Bukti pelaksanaan pengelolaan dan

pemantauan lingkungan

Pemegang izin memiliki bukti pelaksanaan

pengelolaan dan pemantauan lingkungan Memenuhi

Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 17 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Verifier yang memenuhi norma penilaian berjumlah 07 verifier.

Verifier yang tidak memenuhi norma penilaian berjumlah 0 verifier

Verifier yang diverifikasi tetapi tidak dilakukan penilaian berjumlah 10 verifier.

Dengan demikian PT. Green Forest Industry dinyatakan ”Memenuhi” persyaratan legalitas kayu

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dinyatakan ”LULUS”.

Referensi

Dokumen terkait

e.Dokumen LMKB/LMKBK/LMHHOK Organisasi telah memiliki Laporan Mutasi Kayu Bulat and Laporan Mutasi Hasil Hutan Olahan Kayu sebagai balance proses produksi dan sesuai

tidak dinilai (not applicable) untuk keberadaan KKB atau PP yang mengatur hak- hak pekerja dan telah didaftarkan ke instansi yang berwenang karena APHR Mitra Wana

257 Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Teip/Fax. TRIJAYA

Verifier ini tidak dinilai karena PK Karya Mandiri tidak melakukan penerimaan dan pembelian bahan baku kayu bulat yang berasal dari Hutan Negara..

Verifier ini tidak dinilai karena KTH Cisanggiri merupakan lokasi hutan hak atau bukan pemegang HGU dan tidak dipersyaratkan untuk membuat pedoman/prosedur K3.

Verifier ini tidak dinilai karena KTHBihbul merupakan lokasi hutan hak atau bukan pemegang HGU dan tidak dipersyaratkan untuk membuat pedoman/prosedur K3. Tidak diterapkan

Pemegang izin menerima bahan baku dilengkapi dengan Berita Acara serah terima kayu dan / atau bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan negara

Perbandingan Alokasi Waktu Kerja Petani Karet Konvensional dan Setelah Beralih ke Organikdi Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan (Dibimbing oleh M. YAMIN HASAN