1
PERPUSTAKAAN
TEMA GEOLOGI 2020
KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN
NASIONAL
TEMA GEOLOGI 2020
KUMPULAN ABSTRAK JURNAL
Penyusun: Gibran Bima Penyunting: Rudi Hernanda
2 ZONA SESAR DI PERAIRAN KALIMANTAN SELATAN (LP 1611)
L. Arifin, I Wayan Lugra dan P. Raharjo
ABSTRAK
Penafsiran data rekaman seismik pantul dangkal daerah telitian memperlihatkan adanya struktur dangkal berupa sesar-sesar yang berarah timurlaut-baratdaya. Zona sesar tersebut terletak pada Zona Tektonik Muria-Meratus. Jika zona sesar ini dianggap aktif, maka perlu diperhatikan terutama untuk kontruksi lepas pantai.
Kata kunci :struktur dangkal, zona sesar, Muria-Meratus
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan Volume : Volume 7, No. 1, April 2009
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
3 ANALISIS SEDIMEN DAN PERUBAHAN KONDISI LINGKUNGAN:
DAERAH KASUS DELTA MAHAKAM KALIMANTAN TIMUR
Yudi Darlan, Udaya Kamiludin dan L. Arifin
ABSTRAK
Delta Mahakam mempunyai sumberdaya minyak dan gas bumi serta sumberdaya laut lainnya. Hutan mangrove di kawasan Delta Mahakam merupakan salah satu parameter kelestarian lingkungan. Pembukaan lahan mangrove Delta Mahakam untuk daerah pertambakan ikan, pemukiman, dermaga, dan industri, serta untuk alur pelayaran mengakibatkan berkurangnya tanaman mangrove, perubahan dinamika sedimentasi dan lingkungan kawasan pesisir. Kawasan yang rusak diperkirakan lebih dari 80 persen. Sekitar 20 persen dari luas sekitar 1.400 kilometer persegi, hutan mangrove yang masih baik. Ini adalah sebagai bukti Delta Mahakam mengalami proses destruktif.
Sebanyak 15 contoh sedimen permukaan dan 2 contoh air permukaan diambil dari lokasi dekat dengan kegiatan industri perminyakan dan daerah hunian telah dianalisis unsur utama dan unsur logam berat. Berdasarkan analisis unsur utama dan unsur logam berat ke 15 contoh sedimen tersebut mengandung unsur silika (SiO2) >50% dan unsur air raksa (Hg) < 2000 ppb. Ke 2 contoh air mengandung unsur logam berat Cadmium (Cd) antara 0 ppb dan 54 ppb, dan Hg antara 1 ppb – 2 ppb. Merujuk pada baku mutu air laut dan baku mutu sedimen maka kualitas air laut dan sedimen Delta Mahakam masih dalam batas normal atau dikatagorikan sebagai kondisi belum tercemar. Jadi perubahan kondisi lingkungan Delta Mahakam tidak memberikan dampak terhadap kuallitas baku mutu sediment dan air secara kimiawi.
Kata kunci : analisis unsur utama, analisis unsur logam berat, perubahan lingkungan, Delta Mahakam, Kalimantan Timur
4 Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 7, No. 1, April 2009
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
5 DESAIN SURVEI METODA MAGNETIK MENGGUNAKAN MARINE
MAGNETOMETER DALAM PENDETEKSIAN RANJAU
Subarsyah dan I Ketut Gede Aryawan
ABSTRAK
Magnetometer memiliki kemampuan untuk mendeteksi objek logam (besi) dengan tingkat deteksi yang berbeda tergantung sensitivitas dan akurasinya. Kalibrasi merupakan salahsatu cara dalam menentukan daya deteksi dari sebuah magnetometer dimana hasilnya dapat digunakan dalam desain survei pendeteksian ranjau. Data hasil kalibrasi yang digunakan dalam paper ini adalah kalibrasi terhadap magnetometer Geometrics G-877. Prosedur kalibrasi dilakukan dengan cara melewatkan objek logam besi batangan pada 5 lintasan dengan jarak lintasan berbeda masing-masing 2, 3, 4, 5, dan 6 meter terhadap sensor magnetometer. Hasil kalibrasi menunjukan bahwa kemampuan deteksi sampai 5 m dilihat dari respon anomali magnetnya. Sehingga untuk desain survei dengan menggunakan 2 sensor magnet yang sejenis maka spasi lintasan 10 m dan jarak masing-masing sensor 2 m sementara kedalaman sensor dipertahankan 1 meter di atas dasar laut..
Kata kunci : magnetometer, kalibrasi, variasi harian.
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan Volume : Volume 7, No. 1, April 2009
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
6 KARAKTERISTIK AKUSTIK DAN FENOMENA GEOLOGI ENDAPAN
SEDIMEN KUARTER DELTA MAHAKAM - KALIMANTAN TIMUR
D. Kusnida dan L. Arifin
ABSTRAK
Teknik stratigrafi sekuen resolusi tinggi yang dikembangkan dari konsep stratigrafi seismik, digunakan untuk mengidentifikasi sekuen pengendapan dalam runtunan sedimen Kuarter di Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Dalam studi ini dilakukan usaha untuk menghubungkan pola umum refleksi endapan delta terhadap sifat-sifat akustik. Lapisan sedimen mengandung gas secara akustik biasanya dicirikan oleh zona yang bersifat keruh, diperkirakan berupa diapir lumpur dan/atau akumulasi gas biogenik menghasilkan kontras akustik relatif terhadap batuan sekitarnya. Data penampang seismik di lepas pantai menunjukan sedikitnya empat interval akustik (sekuen pengendapan) yang dipisahkan oleh bidang ketidakselarasan serta menunjukan fenomena akustik yang menyertainya.
Kata kunci : Delta Mahakam, akustik, erosi, stratigrafi seismik, sedimen, diapir.
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 3, Desember 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
7 KANDUNGAN EMAS LEBIH TINGGI DALAM SEDIMEN FRAKSI KASAR
DARIPADA FRAKSI HALUS DI PERAIRAN BAYAH – PROPINSI BANTEN AKIBAT KONDISI PENGENDAPAN
TERBUKA SAMUDERA HINDIA
Hananto Kurnio dan Catur Widi Hersenanto
ABSTRAK
Emas letakan dasar laut maupun pantai Perairan Bayah terdapat dalam pasir, pasir sedikit kerikilan, pasir kerikilan, pasir lumpuran, lumpur pasiran, pasir lumpuran sedikit kerikilan dan lumpur pasiran sedikit kerikilan. Akibat lingkungan pengendapan terbuka Samudera Hindia; sedimen fraksi kasar pasir, pasir sedikit kerikilan dan pasir kerikilan cenderung berkadar Au lebih tinggi daripada sedimen fraksi halus di daerah ini. Berdasarkan pendekatan diagram Total Alkali Silika, batuan beku asal emas sekunder adalah dasit bagian dari Granodiorit Cihara sekitar 10 kilometer sebelah barat Bayah. Kemudian karena densitas emas yang besar (19,3), logam mulia ini cenderung terakumulasi di sedimen bawah permukaan daripada permukaan terutama di daerah pantai. Arus sejajar pantai dari barat yang melalui kompleks batuan beku Granodiorit Cihara kemungkinan membawa emas ke timur serta terjebak oleh morfologi teluk yang dibatasi tanjung Ujung Karangtaraje di sekitar muara Sungai Madur. Emas kadar tinggi banyak terdapat disini.
Kata kunci : emas letakan, karakteristik sedimen, dasar laut, pantai Bayah
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 3, Desember 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
8 SEBARAN ENDAPAN KUARSA DI PERAIRAN DELTA KAPUAS,
PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT
Udaya Kamiludin, Yudi Darlan dan Hananto Kurnio
ABSTRAK
Dasar laut Delta Kapuas ditutupi oleh fraksi sedimen lempung sampai pasir yang secara tekstural mempunyai persentase pasir antara kosong sampai 100 %. Fraksi sedimen ini berdasarkan hasil analisis oles tipis yang ditunjang oleh sebagian analisis mineralogi butir umumnya berkomposisi utama kuarsa. Ikutannya dalam jumlah relatif kecil, terdiri atas feldspar, mika, ilmenit, piroksen Fe/ Mn oksida, foraminifera, fragmen dan mikrit. Secara lateral, sebaran kuarsa relatif membesar ke arah bagian hulu sungai dengan persentase mencapai 75 %. Berdasarkan tatanan stratigrafi dan cara pembentukannya maka keberadaan kuarsa dalam sedimen permukaan dasar laut, selain dari hasil pengerjaan ulang Aluvium dan arenit kuarsa itu sendiri juga berasal dari erosi batuan primer Granit Sukadana yang berada di sebelah timur daerah penelitian.
Kata kunci : Sedimen permukaan, analisis oles tipis, kuarsa, Granit Sukadana dan perairan Delta Kapuas.
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 3, Desember 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
9
INDIKASI MINERALISASI DAN KETERDAPATAN MINERAL BESI DI PANTAI TAMBELAN,
KEPULAUAN RIAU
Noor C.D Aryanto dan K. Budiono
ABSTRAK
Berdasarkan pemetaan geologi, memperlihatkan adanya indikasi keterdapatan mineral besi di pulau ini, masing-masing di Pantai Gayam (luas 70,84 ha) dan daerah Sekuni (luas 204 ha). Secara umum keterjadian endapan besi di kedua daerah tersebut memperlihatkan proses hidrotermal yang sama, dimana intrusi granitik merupakan sumber panas terhadap batuan induk yang berupa batuan lelehan andesitik dan dasitik.
Ada perbedaan mineralisasi yang ditemukan, yaitu munculnya gejala silifikasi di blok
Gayam dan gejala limonitisasi di blok Sekuni.
Kata kunci : Mineralisasi, keterdapatan mineral besi, Gayam dan Sekuni.
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 2, Agustus 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
10 MAJUNYA GARIS PANTAI YANG DIAKIBATKAN OLEH PROSES
SEDIMENTASI DI SEPANJANG PANTAI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG
D. Setiady dan E. Usman
ABSTRAK
Majunya garis pantai yang terjadi di sekitar pantai perairan Rembang melingkupi daerah yang luas. Kondisi ini disebabkan morfologi pantai yang sangat landai dan pasokan sedimen yang tinggi terutama di sekitar muara sungai Pasokan sedimen dari sungai yang mengalir ke pantai utara Rembang membentuk endapan sedimen permukaan dasar laut. Sedimen tersebut juga menimbulkan akrasi sepanjang pantai Berdasarkan pemetaan karakteristik pantai perairan Rembang terdiri dari pantai berpasir, pantai berlumpur, pantai berbatu dan terumbu. Akrasi terjadi pada pantai berpasir dan terumbu.
Kata kunci : Majunya garis pantai, Sedimen, Rembang
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 3, Desember 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
11 PENGARUH KARAKTERISTIK ENDAPAN SEDIMEN PANTAI
TERHADAP LIQUIFAKSI DI KAWASAN PESISIR PANGANDARAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT
Kris Budiono dan Purnomo Raharjo
ABSTRAK
Liquifaksi adalah salah satu bencana geologi yang berhubungan dengan kegempaan, dimana tekanan pori dalam tanah atau sedimen mengalami peningkatan akibat getaran, sehingga mengakibatkan aliran air ke arah permukaan tanah. Liquifaksi umumnya terjadi pada dataran rendah termasuk kawasan pesisir. Daerah penelitian yang terletak di sekitar pantai Pangandaran dan Parigi terdiri dari endapan lempung, lanau, pasir dan kerikil yang bersifat lepas dan jenuh air, secara regional sering dipengaruhi oleh kekuatan gempa antara 5,5 – 6 skala Richter dengan percepatan tanah antara 150 – 200 mgal. Kondisi seperti ini apabila terjadi gempa sangat memungkinkan untuk terjadi liquifaksi. Berdasarkan hasil perhitungan secara kuantitatif nisbah pori kritis, tidak semua lokasi penelitian akan mengalami liquifaksi pada percepatan permukaan 150 – 200 mgal. Berdasarkan nilai tumbukan SPT yang dipakai untuk analisis “simplified procedure”, daerah penelitian secara umum relatif kecil terhadap bahaya liquifaksi.
Namun demikian berdasarkan korelasi antara sifat mekanik tanah dengan nilai SPT, pada kedalaman 0 – 8 m terdapat lapisan sedimen yang cukup rentan terhadap liquifaksi.
Kata kunci :Liquifaksi,sedimen pantai,Pangandaran
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 3, Desember 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK
12 HIATUS PADA KALA EOSEN-MIOSEN TENGAH DI TINGGIAN ROO,
SAMUDRA HINDIA, BERDASARKAN BIOSTRATIGRAFI NANNOPLANKTON
Mimin K. Adisaputra dan M. Hendrizan
ABSTRAK
Nanoplankton dari dua puluh satu percontoh dari Tinggian Roo (MD982156) yang diperoleh selama Ekspedisi MD III - IMAGES IV telah dianalisis untuk kepentingan penelitian biostratigrafi study. Percontoh sedimen diambil dengan menggunakan penginti isap yang besar sekali (giant piston core). Lokasi daerah telitian adalah di Tinggian Roo, Samudra Hindia, Selatan Jawa Timur, di luar Parit Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nanoplankton, biostratigrafi daerah telitian dapat dibagi ke dalam 8 Zona yakni zona-zona: Discoaster multiradiatus, D.
prepentaradiatus, D. asymmetricus, Pseudoemiliania lacunosa, D. brouweri, D.brouweri-oceanica, Gephyrocapsa oceanica dan Emiliania huxleyi. Umur Paleosen ditunjukkan dengan adanya Discoaster multiradiatus sebagai spesies yang dominan, sedangkan sedimen yang berumur Miosen Akhir adalah D. prepentaradiatus. Sedimen lempung tufaan pada kedalaman 30 m bawah dasar laut ke bagian paling bawah dari penampang yang didominasi oleh mineral Phillipsite, ternyata mengandung nanoplankton yang berumur Paleosen, sedangkan dari kedalaman 30 m ke bagian atas dari penampang sedimen ditutupi secara langsung oleh sedimen yang berumur Miosen Akhir – Holosen. Jadi di lokasi penelitian ini telah terjadi hiatus antara Eosen sampai paling tidak bagian bawah dari Miosen Akhir. Adapun Phillipsit dikenal sebagai mineral yang secara authigenic terjadi di laut dalam yang bisa berasal dari hasil kegiatan gunung api. Manfaat mineral Phillipsit di dalam industri plastik, antara lain dapat dipakai dalam pembuatan resin termoaktif dan sebagai pemacu dalam proses pengerasan. Kelompok Zeolit ini juga digunakan untuk menghilangkan kesadahan dalam industri deterjen, menjernihkan kelapa sawit, menyerap zat warna pada minyak
13 hati ikan hiu, sebagai katalisator pada proses gasifikasi batubara yang berkadar belerang dan/atau nitrogen tinggi yang menghasilkan gas bersih.
Kata kunci : Hiatus, Kala Esosen-miosen, Tinggian Roo, Biostratigrafi Nanno Plankton
Nama Jurnal : Jurnal Geologi Kelautan
Volume : Volume 6, No. 3, Desember 2008
Doi/Link : http://ejournal.mgi.esdm.go.id/index.php/JGK