94
Universitas Kristen Petra
6. KONSEP DESAIN
6.1. Konsep Desain
Perancangan interior Sekolah Bahasa Mandarin ini merupakan perancangan untuk menciptakan sebuah fasilitas edukasi yang bertujuan untuk melengkapi fasilitas edukasi yang sudah ada saat ini. Perancangan ini mengangkat sebuah konsep yang lekat dengan budaya china, yaitu dengan mengambil inspirasi dari salah satu karya seni China yaitu kaligrafi.
Kaligrafi China merupakan seni budaya untuk menulis dari China yang sudah dikenal dunia sejak lama. Keindahan Kaligrafi China memiliki 2 unsur yaitu Beauty of Strokes dan Beauty of Compotition. Dari dua unsur yang dimiliki oleh Kaligrafi China ini, perancangan interior Sekolah Bahasa Mandarin ini mengangkat Beauty of Compotition sebagai konsep utamanya. Dimana Beauty of Compotition ini sendiri terbagi lagi menjadi 3 unsur, yaitu komposisi tunggal, dan komposisi gabungan.
Unsur-unsur dari Beauty of Compotition iniliah yang kemudian diterapkan pada perancangan, terutama pada bagaian layout. Kemudian sisi dekoratif dapat dipadukan dengan menggunakan unsur Beauty of Strokes. Kaligrafi China merupakan seni budaya dari China yang tersusun dari pola-pola garis dan cenderung berbentuk geometris. Pada perancangan ini pula diterapkan unsur- unsur line dan bentuk geometris (lengkung maupun lurus), serta dipadukan dengan beberapa motif China untuk membawa suasana Chinese Modern pada gaya interiornya. Warna yang digunakan dominan warna coklat, dan beberapa warna lain sebagai aksen seperti warna merah dan hitam untuk memberikan kesan lebih dari dekoratif china. Warna-warna lain yang digunakan kurang lebih adalah turunan dari warna coklat dan warna-warna lain yang selaras. Warna berbeda digunakan khusus pada ruang kelas anak, dengan menggunakan warna-warna ceria mengabaikan keonsep desain china untuk anak seperti warna merah, kuning, dan biru.
95
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.1 Bagan konsep perancangan
6.2. Tema Perancangan
Tema perancangan yang digunakan dalam perancangan interior sekolah bahas ini adalah tema oriental china. Tema oriental biasanya muncul pada bentuk bangunan secara eksterior maupun interiornya. Meliputi bentuk atap, layout ruang, bentuk bangunan/unsur dinding bangunan, entrance, sampai dengan jenis furniture dan aneka aksen/ornament ruang.
Pada desain-desain modern masa kini, tema oriental ini mengalami evolusi yang luar bias. Kekayaan bentuk yang terus menerus dieksplorasi oleh para perancang menjadikan kesan oriental dengan mudah diaplikasikan kepada jenis- jenis interior modern. Bentuk gate/ pintu gerbang dan pengolahan unsur dinding dalam ruang merupakan salah satu contoh fisik yang langsung tampak dari luar.
Sedangkan pemilihan aksen/ornament dan furniture pada interior akan memudahkan terciptanya tema oriental dalam desain.
6.3. Karakter, Gaya, dan Suasana ruang
Dari judul konsep “Beauty of Compotion”, yang ingin menampilka perancangan layout sekolah yang sesuai dengan unsur kaligrafi untuk sekolah bahasa mandarin di Surabaya adalah gaya desain modern. Gaya desain modern adalah gaya desain yang simple, bersih, fungsional, stylish, dan selalu mengikuti
96
Universitas Kristen Petra
perkembangan pesat. Dalam mendesain konsep dan gaya modern, desain selalu melihat nilai-nilai berdasarkan fungsi dan berdasarkan dengan gaya hidup modern yang menuntut serba cepat, mudah, dan fungsional.
Dengan konsep yang sudang ada digabungkan dengan gaya desain modern, suasana ruang yang ingin diwujudkan adalah suasana homey yang nyaman di sekolah serta suasana ruang oriental, sehingga murid-murid dan pengguna lainnya merasa nyaman untuk menggunakan setiap ruangan yang ada. Karakter yang dimunculkan dalam Perancangan Interior Sekolah Bahasa Mandarin di Surabaya ini adalah bersih, teratur, sederana, namun tetap terasa suasana interior China.
6.4 Sistem Interior 6.4.1 Tata Udara
Jenis penghawaan yang digunakan pada sekolah bahasa mandarin ini adalah penghawaan buatan yaitu dengan menggunakan AC split, dan AC standing pada area-area publiknya. Penghawaan alami hanya sesekalo masuk ketika pintu entrance diubuka.
6.4.2 Tata Suara
Pada area sekolah bahasa mandarin ini, area yang membutuhkan sistem akustik adalah ruang kelas dan ruang musik. Sebab setiap ruang kelas membutuhkan audio untuk pembelajaran listening, sehingga kebisingan dari luar dapat mengganggu konsentrasi, selain itu pula kebisingan yang berasal dari ruang kelas dapat mengganggu kegiatan diluar pula. Ruang musik merupakan ruang yang membutuhkan sistem akustik paling tinggi, karena tingkat kebisingan yang dimiliki juga sangat tinggi. Untuk meredam suara yang dihasilkan dari ruangan- ruangan tersebut, dinding-dinding pada ruang tersebut menggunakan acoustic board.
6.4.3 Tata Cahaya
Sistem pencahayaan pada area perancangan ini adalah pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Pada area lobby dan cafe pencahayaan alami berperan penting dalam aktivitasnya serta sebagai salah satu unsur keindahan desain.
97
Universitas Kristen Petra
Namun pencahayaan alamai hanya dapat digunakan pada area depan dan belakang saja, sebab bangunan berbatasan dengan bangunan lain di kanan-kirnya. Hal ioni menyebabkan perancangan interior sekolah bahasa manadarin ini didominasi dengan penggunaan cahaya buatan.
6.4.4 Sistem Komunikasi
Sistem komunikasi pada wedding house ini menggunakan intercom sebagai sistem komunikasi internal, dimana setiap ruang guru, ruang administrasi disediakan intercom yang terhubung langsung pada are dan resepsionis untuk mempermudah bagian resepsionis mengontrol dan menghubungi setiap ruang- ruang penting tersebut. Sedangkan ruang sisanya diberikan speaker yang terhubung langsung oleh resepsionis.
6.4.5 Sistem Proteksi Kebakaran
Sistem proteksi kebakaran menggunakan APAR yang tersebar di seluruh area sekolah.
6.4.6 Sistem Keamanan
Sistem keamanan yang digunakan pada sekolah bahasa mandarin ini menggunakan CCTV yang diletakkan pada seluruh area yang ada di sekolah.
Selain itu juga menggunakan keamanan pos penjaga
6.5. Transformasi Desain 6.5.1 Layout
Gambar 6.2 Alternatif 1 layout lantai 1
98
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.3 Alternatif 2 layout lantai 1
Gambar 6.4 Alternatif 1 layout lantai 2
Gambar 6.5 Alternatif 2 layout lantai 2
99
Universitas Kristen Petra
6.5.2 Sketsa transformasi
100
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.6 Sketsa Transformasi Desain
101
Universitas Kristen Petra
6.6. Desain Akhir 6.6.1 Layout
Gambar 6.7 Layout lantai 1
Gambar 6.8 Layout lantai 2
Pada layout diterapkan unsur Beauty of Compotition yang berbeda antara layout lantai 1 dan lantai 2. Pada layout lantai 1, unsur beauty of Compotition yang menggunakan komposisi kiri-tengah-kanan, sedangkan pada layout lantai 2,
102
Universitas Kristen Petra
menggunakan unsur beauty of Compotition yang mengkomposisikan bagian atas- tengah-bawah.
6.6.2. Rencana Pola Lantai
Gambar 6.9 Renacana pola lantai 1
Gambar 6.10 Renacana pola lantai 2
Pola lantai banyak menggunakan granite dengan warna-warna kayu yang muda,dipadukan dengan warna hitam dan coklat kemerahan. Keramik bermotif China dipilih untuk memberikan nuansa china yang lebih dan sebagai focal point
103
Universitas Kristen Petra
pada lantai. Beberapa ruangan menggunakan material karpet dengan tujuan untuk meredam kebisingan. Pola lantai diberi bentukan lengkung sebagai penerapan Beauty of Strokes pada kaligrafi china yang bersifat dinamis.
6.6.3. Potongan
Gambar 6.11 Potongan A-A
Gambar 6.12 Potongan B-B
Gambar 6.13 Potongan C-C
104
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.14 Potongan D-D
6.6.4. Rencana Plafon
Gambar 6.15 Rencana plafon lantai 1
105
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.16 Rencana plafon lantai 2
Desain plafon berbentuk geomiteris baik lengkung maupun lurus. Beberapa pola plafon mengalami penurunan untuk peletakan hidden lamp. Desain plafon menggunakan motif China dengan outline yang berbentuk lengkung atau dinamis yang melambangkan unsur dari konsep Beauty of Compotition yaitu Beauty of Strokes. Material yang digunakan untuk plafon antara lain adalah gypsum board finishing cat putih dan kayu finishing melamine gelap.
6.6.5. Rencana Mekanikal Elektrikal
Gambar 6.17 Rencana mekanikal elektrikal lantai 1
106
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.18 Rencana mekanikal elektrikal lantai 2
6.6.6. Main Entrance
Gambar 6.19 Main entrance
Desain main entrance dibuat dengan bentuk geometris dengan memainkan motif china pada bagian-bagiannya. Jendela dan bingkai pintu masuk berbentuk bulat untuk menekankan suasana china pada desainnya. Jendela diberi finishing
107
Universitas Kristen Petra
sandblast untuk memburamkan beberapa bagian yang kurang ingin dieskpos.
Dinding difinishing oleh batu concrete plate bentuk segienam yang juga merupakan bentuk khas dari desain china. Beberapa bagian difinishing oleh plaster stucco warna krem dan dihiasi oleh tanaman-tanaman gantung. Bagian atas difinishing kayu melamine gelap.
6.7.6. Persepktif
Gambar 6.20 Aula
Pada bagian aula, area berbatasan langsung dengan JL. Embong Cerme sehingga desain dapat memanfaatkan cahaya alami dalam penerapannya. Dinding didesain dengan menggunakan kayu lapis melamine dan kaca bening warna-warni yang disusun acak. Warna kaca yang digunakan antara lain adalah warna merah, kuning, biru, dan warna bening. Penyusunan kaca dan kayu secara acak ini menghasilkan refleksi cahaya matahari ke lantai menjadi lebih bagus dan warna- wari.
Gambar 6.21 Ruang kelas
108
Universitas Kristen Petra
Suasana yang ingin diciptakan pada ruang kelas adalah suasana tenang dan sejuk dengan bernuansa Chinese Modern. Warna yang digunakan dominan berwarna coklat dengan warna-warna lain yang memiliki unsur warna yang hamper sama. Ruang kelas menggunakan Interactive White Board sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
Gambar 6.22 Ruang perpustakaan 1
Gambar 6.23 Ruang perpustakaan 2
Desain dari ruang perpusatakaan dibuat lebih modern dengan tetap menggunakan warnaa-warna yang menimbulkan suasna China. Warna-warna
109
Universitas Kristen Petra
yang digunakan antara lain adalah warna merah, coklat, dan hitam yang dipadukan dengan warna-warna muda untuk memberikan kesan modern. Pola lantai sederhana dengan sentuhan lengkungan bermaterial karpet untuk memberikan focal point.
Gambar 6.24 Lab komputer 1
Gambar 6.25 Lab komputer 2
Lab komputer menggunakan lantai karpet untuk meredam suara dan memberikan warna cerah yaitu warna merah yang merupakan salah satu ciri khas desain suasana china. Pola plafon sederhana dengan permainan leveling untuk
110
Universitas Kristen Petra
penempatan hidden lamp. Pada lab komputer ini, digunakan pula interaktif whiteboard sebagai salah satu fasilitas pengajarannya.
Gambar 6.26 Ruang kelas advance
Ruang kelas advance didesain dengan pola belajar melingkar untuk lebih memfokuskan pelajaran kepada materi-materi tingkat atas. Model desain hampir sama dengan ruang kelas biasa, hanya saja bagian belakang kelas menggunakan wallpaper bergambarkan Confucius yaitu seorang guru dan filosof dunia yang mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan moralitas. Confucius dikenal sebagai orang yang berhasil dalam bidang pendidikan. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk membangun kembali situasi dan kondisi bangsa China yang sedang dilanda krisis moral. Selain pernah menjadi pejabat negara, Confucius juga merupakan guru yang tekun mengajar tentang kesempurnaan dalam kehidupan individu dan masyarakat, yaitu berdasarkan pada keteguhan, kejujuran, dan adanya rasa tanggung jawab.
111
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.27 Ruang kepala sekolah 1
Gambar 6.28 Ruang kepala sekolah 2
Ruang kepala sekolah didesain secara modern dengan nuansa china dengan kembali menggunakan warna coklat, merah dan hitam. Pada area kerja kepala sekolah terdapat leveling atau kenaikan lantai setinggi 10cm. Dinding didekorai dengan menggunakan lukisan china dan terdapat pula hidden storage yang didekorasi oleh cermin.
112
Universitas Kristen Petra
Gambar 6.29 Ruang guru 1
Gambar 6.30 Ruang guru 2
Lantai ruang guru didesain dengan manggunakan material karpet untuk meredam suara yang umumnya ditumbulkan oleh suara kaki dalam aktivitasnya, selain itu material karpet juga memberikan kesan yang lebih formal dalam suasana kantor. Meja kerja atau workstation didesain dengan menggunakan penyekat yang berbahan kaca buram untuk menjaga privasi satu dengan yang lainnya. Pada kolom-kolom dan dindingnya diberikan dekoratif China dan cermin untuk elemen
113
Universitas Kristen Petra
estetika. Warna-warna yang digunakan tetap warna-warna ciri khas dari desain china.