4. KONSEP DESAIN
4.1. Konsep Perancangan
Konsep perancangan adalah suatu konsep yang timbul dari usulan pemecahan masalah. Konsep ini harus mampu menjawab permasalahan yang ada sehingga desain yang dihasilkan dapat berguna dan bermakna.
4.1.1. Tujuan Perancangan
Tujuan dari perancangan kemasan produk-produk PT.Kalyana Laksana ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menaikkan nilai jual produk-produk PT. Kalyana Laksana
2. Untuk menampilkan rancangan desain kemasan yang kreatif, inovatif, unik, dan dapat meningkatkan image produk
3.Untuk meningkatkan dan menciptakan image baru yang positif serta citra produk sebagai produk yang bernilai tinggi di mata konsumennya
4.Memperdalam pemahaman terhadap pentingnya peranan nilai estetika suatu kemasan dan grafisnya sebagai salah satu media untuk berpromosi.
4.1.2. Strategi Perancangan
Dalam perancangan ini, strategi yang digunakan adalah dengan menggunakan konsep diferensiasi di mana diferensiasi perlu dilakukan untuk membedakan diri dengan produk kompetitor. Untuk itu, yang menjadi point of differentiation adalah kemasan. Karena selama ini bentuk dan macam produk
minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana yang dihasilkan memiliki tampilan yang hampir mirip dengan kemasan minyak kayu putih lainnya. Dengan tampilan kemasan yang hampir sama, keistimewaan yang dimiliki produk minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana tidak dapat terlihat oleh konsumen.
Perancangan kemasan produk yang unik, kreatif, inovatif dan berbeda akan membuat konsumen tertarik. Untuk itu, perancangan kemasan akan dibentuk seunik mungkin sehingga menghasilkan suatu desain yang unik dan menarik pula.
Karena kemasan itu bernilai tinggi, konsumen mau membayar lebih untuk
kemasan yang menarik dan unik. Dalam perancangan kemasan ini nantinya.
Kemasan harus memberikan nilai lebih yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumennya.
4.2. Proses Kreatif
Dalam perancangan kemasan ini, akan dilakukan eksperimen bentuk kemasan baru sehingga menghasilkan suatu rancangan kemasan yang unik, kreatif dan inovatif. Sedangkan untuk desain kemasannya sendiri akan menggunakan desain yang bergaya classic.
Melalui tampilan kemasan secara keseluruhan, baik melalui kemasan, logo dan warna yang digunakan adalah bahwa produk-produk PT. Kalyana Laksana bergaya classic dan memiliki kualitas yang baik. Karakteristik minyak kayu putih asli Pulau Buru akan ditampilkan pada perancangan kemasan ini. Perancangan kemasan ini diharapkan dapat memancing keinginan konsumen untuk menyentuh kemasan tersebut.
4.3. Konsep Kreatif
Berikut ini merupakan penjelasan dari tujuan kreatif perancangan kemasan minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana yaitu :
1. Menghasilkan konsep kreatif perancangan kemasan produk
2. Diharapkan perancangan kemasan ini mampu menarik konsumen untuk membeli serta mengenali produk minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana sebagai produk minyak kayu putih yang berkualitas.
3. Dengan adanya desain kemasan yang berbeda, diharapkan produk minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana mampu mendiferensiasikan dirinya dari produk distro lainnya. Sehingga konsumen memiliki citra yang baik dan berbeda terhadap produk minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana.
4. Perancangan kemasan ini diharapkan mampu memuaskan konsumen dengan memberikan nilai lebih yang terletak pada kemasannya.
Dalam perancangan kemasan ini terdapat konsep yang mendasar yaitu konsep bentuk dari kemasan itu sendiri. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, perancangan kemasan ini akan diorientasikan pada bentuk label yang berbeda dari
produk minyak kayu putih sejenis yang telah beredar dipasaran, supaya mudah dikenali oleh konsumen baik karena bentuknya yang unik ataupun warna yang menarik. Dengan bentuk kemasan yang unik dan memiliki kualitas yang baik, melalui perancangan bentuk kemasan ini kiranya membawa kepuasan dan kesenangan tersendiri bagi konsumen. Perancangan bentuk kemasan juga dilakukan secara variatif di mana bentuk kemasan suatu poduk tidak selalu sama dengan kemasan produk lainnya. Perbedaan pada label antar produk, memberikan informasi tentang kadar minyak kayu putih yang dikandung dalam produk tersebut. Sehingga konsumen dapat memilih sesuai selera konsumen, mau yang aroma minyaknya lebih tajam atau lebih soft ketika digunakan.
Ikon matahari dengan Pulau Buru tetap dipertahankan sebagai identitas produk ini.
4.4. Biaya Kreatif
a. Bahan untuk label pada botol : Sticker bening. Tidak perlu dilaminasi, sudah menghasikan warna yang diinginkan.
Ukuran sticker :
- Sticker plastik bening 100gr Harga 1 meter = Rp.120.000 - Sticker tidak bening 100gr Harga 1 meter = Rp.120.000 b. Bahan untuk box pembungkus 10ml : Art paper.
Ukuran kertas :
- Art Carton 260gr Harga 1 RIM = Rp. 1.226.000
c. Bahan untuk botol ukuran 10ml, 20ml, 100ml, 120ml, 300ml, 600ml : botol kaca bening
Ukuran botol :
- 10ml Harga /botol = Rp.1.200 - 20ml Harga/botol = Rp.1.200 - 100ml Harga/botol = Rp.500 - 120ml Harga/botol = Rp.500 - 300ml Harga/botol = Rp.700 - 600ml Harga/botol = Rp.1.700
d. Bahan untuk kertas pembungkus : HVS A4 Ukuran kertas 1 Plano 79x109 cm
HVS 80gr : Rp.417.000 HVS 70gr : Rp.365.000,- e. Bahan untuk tas : Tas kain
- Tas kain ukuran 35x30 Harga = Rp.1.200/bh
Ongkos cetak one colour = Rp.500/buah x minimum order 200buah tas
4.5. Elemen Desain
Agar hasil akhir dapat memberikan kesan positif dalam benak konsumen, maka suatu kemasan harus terlihat lebih menarik dengan adanya elemen-elemen grafis yang mendukung.
4.5.1. Bentuk Material
Bentuk memiliki peranan penting beberapa macam produk. Bentuk merupakan identitas dan nilai ekstra bagi segi fungsi maupun hanya sekedar standarisasi dari distributor atau penyesuaian terhadap mesin. Bentuk memberikan identitas dan citra sekaligus memberikan personalita produk tersebut. Bagian terpenting dalam pemilihan bentuk adalah segi fungsional kemasan itu sendiri.
Beberapa produk memiliki desain bentuk tidak hanya berdasarkan kemudahan penggunaan tetapi menambahkan nilai lebih yaitu guna. Bentuk juga berpengaruh terhadap psikologi konsumen. Bentuk sebuah kemasan mempengaruhi persepsi konsumen mengenai kemasan tersebut.
Bentuk yang akan dibahas disini adalah bentuk-bentuk material botol yang digunakan dalam perancangan ini untuk ukuran 10ml menggunakan botol kaca kecil yang agak tebal agar tidak mudah pecah bila tertekan, untuk ukuran 20ml menggunakan botol kaca biasa namun tetap tidak mudah pecah, untuk ukuran 100ml dan 120ml menggunakan botol plastik agar lebih aman saat digunakan dengan kode PET (1).
Gambar 4.1. Bentuk-bentuk botol
4.5.2. Warna
Pemilihan warna adalah satu hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam menciptakan suatu kemasan yang menarik. Warna adalah hal yang pertama yang dilihat oleh konsumen dalam memilih sesuatu. Konsumen melihat warna jauh lebih cepat dari pada melihat bentuk atau rupa. Dalam memilih sebuah warna perlu mempertimbangkan prinsip dasar dari persepsi dahulu, baru kemudian warna produk, pasar dan kondisi penjualan. Warna memiliki banyak pertimbangan psikologis yang harus diperhitungkan karena warna dekat dengan asosiasi dan citra suatu produk dimana produk itu dijual.
Dalam desain yang digunakan, kebanyakan menggunakan warna hijau karena berkaitan dengan warna hijau minyak kayu putih. Serta warna kuning yang berkaitan dengan warna matahari pada gambar matahari yang tertera pada logo di label produk.
Gambar 4.2. Alternatif Pilihan Warna
4.5.3. Typografi
Selain bentuk dan warna, dalam perancangan desain kemasan aspek visual seperti typografi juga sangat penting. Sebuah kemasan seharusnya menggunakan huruf yang dapat dimengerti dan terbaca oleh siapa saja. Dalam perancangan kemasan produk minyak kayu putih PT. Kalyana Laksana ini, menggunakan banyak tulisan. Terdapat tulisan mengenai kandungan komposisi dan petunjuk penggunaan produk. Juga nama dan merek produk. Jenis huruf yang digunakan bersifat san serif agar mudah dibaca.
Gambar 4.3. Pilihan Font yang Digunakan
4.5.4. Gambar
Dalam desain kemasan, gambar yang terdapat pada kemasan dapat dijadikan alat penyampaian pesan. Gambar yang ada pada kemasan harus tampak memarik dan mampu memikat perhatian konsumen dan tertarik untuk membelinya. Pada perancangan ini terdapat gambar logo matahari dan pulau Buru yang merupakan karakteristik produk.
Teknik print untuk labelnya adalah menggunakan mesin cetak digital di material sticker, sedangkan untuk tasnya menggunakan teknik cetak sablon.
Gambar 4.4. Layout awal
4.6. Layout Kemasan 4.6.1. Logo
4.6.1.1. Thumbnail
Gambar 4.5. Thumbnail Logo SPB
4.6.2. Label 4.6.2.1. Thumbnail
Gambar 4.6. Thumbnail Label SPB
Gambar 4.7. Thumbnail Label SPB
Gambar 4.8. Thumbnail Label SPB
Gambar 4.9. Thumbnail Label Lomba Kuda
Gambar 4.10. Thumbnail Label Lomba Kuda
4.6.2.2. Tightissue
Gambar 4.11. Tightissue Label SPB
Gambar 4.12. Tightissue Label SPB
Gambar 4.13. Tightissue Label SPB
Gambar 4.14. Tightissue Label Lomba Kuda
Gambar 4.15. Tightissue Label Lomba Kuda
4.6.3. Tas
4.6.3.1. Tightissue
Gambar 4.16. Tightissue Tas SPB
Gambar 4.17. Tightissue Tas Lomba Kuda
4.6.4. Kertas dan Isolasi Pembungkus 4.6.4.1. Tightissue
Gambar 4.18. Tightissue Kertas dan Isolasi Pembungkus SPB
Gambar 4.19. Tightissue Kertas dan Isolasi Pembungkus Lomba Kuda
4.7. Desain Akhir 4.7.1. Label S.P.B
Gambar 4.20. Final Desain Label SPB
4.7.2. Label Lomba Kuda
Gambar 4.21. Final Desain Label Lomba Kuda
4.7.3. Kemasan Roll On SPB
Gambar 4.22. Final Desain Kemasan Roll On SPB
4.7.4. Kemasan Roll On Lomba Kuda
Gambar 4.23. Final Desain Kemasan Roll On Lomba Kuda
4.7.5. Kertas pembungkus bagian luar produk S.P.B
Gambar 4.24. Final Desain Kertas Pembungkus Luar SPB
4.7.6. Kertas pembungkus bagian luar produk Lomba Kuda
Gambar 4.25. Final Desain Kertas Pembungkus Luar Lomba Kuda
4.7.7. Kertas pembungkus bagian dalam produk S.P.B
Gambar 4.26. Final Desain Kertas Pembungkus Dalam SPB
4.7.8. Kertas pembungkus bagian dalam produk Lomba Kuda
Gambar 4.27. Final Desain Kertas Pembungkus Dalam Lomba Kuda
4.7.9. Isolasi produk S.P.B
Gambar 4.28. Final Desain Isolasi SPB
4.7.10. Isolasi produk Lomba Kuda
Gambar 4.29. Final Desain Isolasi Lomba Kuda
4.7.11. Tas SPB
Gambar 4.30. Final Desain Tas SPB
4.7.12. Tas Lomba Kuda
Gambar 4.31. Final Desain Tas Lomba Kuda