DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT
RDP KOMISI V DPR RI DENGAN
SEKJEN, IRJEN, BPSDM PMDDT DAN BPIDDTT KEMENTERIAN DESA PDT DAN TRANSMIGRASI R.I.
Tahun Sidang : 2020-2021 Masa Persidangan : IV
Rapat ke- : 8
Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Selasa, 23 Maret 2021 Waktu : 10.05 s.d. 13.20 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat : H.M. Arwani Thomafi, S.H. /Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PPP
Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.
Acara : 1. Membahas Program Kerja Unit Eselon I Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi T.A.
2021;
2. Membahas dan Menetapkan Refocusing Program/Kegiatan Unit Kerja Eselon I T.A. 2021;
3. Lain-lain.
Hadir Anggota : 38 orang Anggota, 1 orang ijin dari 54 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
A. Anggota DPR RI:
PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos., M.Si/F-PDIP
2. H. Andi Iwan Darmawan Aras.,SE.,M.Si/
F-GERINDRA
1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
6 orang Anggota dari 10 Anggota:
1. Mochamad Herviano 2. Ir. Sudjadi
3. Sarce Bandaso Tandiasik.,SH 4. Jimmy Demianus Ijie
5. Sri Rahayu
6. H.Irmadi Lubis
2. FRAKSI PARTAI GOLKAR:
4 orang Anggota dari 7 Anggota:
1. Drs. Hamka B.Kady.,MS 2. Cen Sui Lan
3. H. Tubagus Haerul Jaman, SE 4. Bambang Hermanto.,SE 3. FRAKSI PARTAI GERINDRA:
2 4 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Iis Edhy Prabowo.,S.Hum.,MM 2. Ir. Eddy Santana Putra.,MT 3. Hj. Novita Wijayanti.,SE.,MM 4. Ir Sumail Abdullah
4. FRAKSI NASDEM:
4 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Drs.H.Soehartono.,M.Si 2. Drs.H.Tamanuri.,MM 3. Sri Wahyuni
4. Robeth Rouw
5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 4 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. H. Ruslan M Daud 2. Sofyan Ali.,SH 3. H. Syafiuddin.,S.Sos
4. H. An’im Falachuddin Mahrus 6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT:
4 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. Dr.H. Irwan, S.IP, MP 2. Willem Wandik.,S.Sos 3. Drh. Jhoni Allen Marbun 4. Ir. H.Ishak Mekki.,MM
7. FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:
4 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H. Suryadi Jaya Purnama.,ST 2. Ir.H.Sigit Sosiantomo
3. H.Syahrul Aidi Maazat.,Lc.,MA 4. Drs. Hamid Noor Yasin, M.M.
8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL:
5 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H.A.Bakri H.M.,SE 2. Athari Ghauthi Ardi 3. Hj. Hanna Gayatri.,SH 4. H. Boyman Harun.,SH
5. H. Sungkono
9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:
1 orang Anggota dari 1 Anggota:
1. Dr.H. Muh Aras, S.Pd,MM ANGGOTA YANG IJIN :
1. H.Moh. Arwani Thomafi/ F-PPP
B. PEMERINTAH :
1. Sekertaris Jenderal (Taufik Madjid) 2. Inspektur Jenderal (Ir.Ekatmawati.,MM) 3. Kepala Badan Pengembangan SDM dan
PMD, DTT (Jajang Abdullah, S.Pd., M.Si) 4. Kepala Badan Pengembangan Informasi
Desa, DTT (Suprapedi)
KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.Sos., M.Si./F-PDIP):
Ya 13.30 WIB. Jadi nanti mudah-mudahan bisa selesai sebelum Paripurna.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,
Selamat pagi menjelang siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V DPR RI, Yang saya hormati Saudara Ses.Dirjen, Irjen, Sekjen,
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan,
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi,
Serta Hadirin yang saya hormati.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur atas perkenan- Nya rapat kita pada siang hari ini, dan menurut keterangan dari Sekretariat Komisi telah hadir 18 Anggota, baik yang fisik maupun virtual, dari 6 unsur fraksi yang berbeda. Maka sesuai dengan ketentuan Pasal 276 Ayat (1) Rapat Dengar Pendapat Komisi V ini sudah memenuhi ketentuan dan saya buka dan saya nyatakan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.05 WIB)
Kami ucapkan terima kasih kepada jajaran dari Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi yang menghadiri rapat pada hari ini sesuai dengan undangan
yang kami sampaikan yaitu Saudara Sekjen, Irjen dan para Kepala Badan serta Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.
Sebelum memasuki agenda rapat hari ini, perlu kami sampaikan keputusan Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2021 antara lain bahwa dalam Tahun Anggaran 2021 Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi harus melaksanakan refocusing sebesar 130,8 miliar, sehingga alokasi anggaran Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi sekarang menjadi 3,558 triliun dari anggaran semula sebesar 3,68 triliun.
Oleh sebab itu dalam rapat kesempatan ini, dalam kami ingin menyampaikan penjelasan, Kami ingin meminta penjelasan Sekjen, Irjen dan para Kepala Badan yang kami undang tadi kami sampaikan, terkait dengan agenda rapat kita pada hari ini yaitu untuk membahas materi terkait bagaimana refocusing atau penghematan dilaksanakan pada masing-masing unit unit Eselon I. Kami juga ingin melihat apakah refocusing ini berdampak pada capaian output prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya dan bagaimana rincian program kerja masing-masing unit Eselon I tersebut dalam Tahun Anggaran 2021.
Berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi V DPR RI, terdapat sejumlah permasalahan yang perlu mendapat perhatian dari Sekjen, Irjen dan para Kepala Badan antara lain:
Yang pertama, Sekretaris Jenderal agar dapat melaksanakan penguatan komunikasi dan koordinasi baik internal maupun eksternal di Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi agar tercapai sistem pola kerja yang lebih efektif dan efisien.
Yang kedua, Inspektorat Jenderal agar selalu meningkatkan pengawasan internal dan meminimalisir temuan-temuan atau permasalahan penggunaan keuangan sehingga tidak mengakibatkan kerugian negara.
Dan yang ketiga, perlunya Badan Pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat desa untuk meningkatkan pelatihan bagi masyarakat desa dan penguatan kapasitas pendamping desa.
Yang keempat, perlunya Badan Pengembangan dan Infrastruktur Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk meningkatkan pengelolaan data dan informasi desa agar segala potensi dapat dikembangkan menuju desa yang lebih sejahtera.
Demikian pengantar rapat ini, selanjutnya saya persilakan secara bergantian masing-masing. Pak Sekjen dulu nanti diikuti oleh Irjen dan para Kepala Badan untuk menyampaikan bahan paparannya, waktu dan tempat saya persilakan.
SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN DESA PDT DAN TRANSMIGRASI R.I. (TAUFIK MADJID):
Terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat siang,
Salam damai sejahtera untuk kita semua, Shaloom,
Om swastiastu, Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Pak Ketua dan Anggota Komisi V yang kami hormati dan kami muliakan.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk tahap pertama ada 4 Unit Kerja Eselon I mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Pimpinan dan Anggota Komisi V yang terhormat. Nanti InshaAllah besok dilanjutkan dengan 4 Unit Kerja Eselon I yang lain.
Sebelum kami menyampaikan paparan singkat, perkenankan kami Pak Ketua dan para Anggota untuk memperkenalkan. Kebetulan ada SOTK baru, meskipun sudah kenal dengan stok lama tapi kami berkeinginan untuk menyampaikan perkenalan ini. Di samping kanan, samping kiri kami mohon izin ada Ibu Ekatmawati, beliau adalah Inspektur Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Kemudian di paling kiri Bapak Suprap Edi, beliau adalah Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sedangkan di samping kanan kami adalah Pak Jajang Abdullah, beliau adalah Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan kami sendiri Taufik Madjid, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.
Mohon izin Pak Ketua dan Anggota yang kami hormati. Untuk Sekretariat Jenderal, kami akan menyampaikan paparan singkat antara lain, yang pertama tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal. Yang kedua, komposisi anggaran Sekretariat Jenderal per Eselon II biro-biro yang ada di tempat kami.
Yang ketiga, output prioritas Sekretariat Jenderal. Serta yang keempat, realisasi anggaran Sekretariat Jenderal Tahun Anggaran 2021. Untuk paparan yang lain nanti akan disampaikan oleh masing-masing Pimpinan Unit.
Tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal. Tugas di Sekretariat Jenderal adalah menyelenggarakan koordinasi di mana tadi disampaikan oleh Pak Ketua yang harus kita terus perkuat dan kita tingkatkan koordinasi pelaksanaan tugas pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan kementerian.
Fungsi yang pertama adalah koordinasi kegiatan kementerian secara internal maupun eksternal. Yang kedua, koordinasi dan penyusunan rencana,
program dan anggaran kementerian. Yang ketiga, fungsi pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, kearsipan dan dokumentasi kementerian. Yang keempat, pembinaan dan penataan organisasi serta tata laksana. Yang kelima, koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum.
Sedangkan yang keenam fungsi di Sekretariat Jenderal adalah menyelenggarakan pengelolaan barang milik atau kekayaan negara dan pengelolaan pengadaan barang atau jasa.
Struktur organisasi di Sekretariat Jenderal, kami ada 6 biro. Di bawah kami ada Pak Cece Yusuf sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama.
Yang berikut, Mba Hartani Lamakampali, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara. Yang ketiga, Fajar Tri Suprapto, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi. Yang berikut Ibu Erlin Khaerinatun, Kepala Biro Hubungan Masyarakat. Yang berikut Teguh, S.H., M.H., selaku Kepala Biro Hukum dan yang terakhir Danton Ginting Munthe, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan.
Mohon izin Pak Ketua dan para Anggota yang kami hormati. Di lingkungan Sekretariat Jenderal ada 6 jabatan administrator. Ini yang penjelmaan dari Eselon III di masa lalu, kemudian 7 jabatan pengawas Eselon IV, 24 koordinator, 64 sub koordinator terdiri dari 236 PNS dan 239 PPNPN.
Total pegawai di Sekretariat Jenderal ada 576 pegawai dari total jumlah pegawai di lingkungan Kementerian Desa 3.040-an pegawai.
Indikator kinerja utama di Sekretariat Jenderal. Ada beberapa sasaran dan indikator kinerja utama dan target yang akan kami bacakan. Yang pertama, terwujudnya Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi yang efektif dan efisien.
Indikator kinerja utama adalah pada indeks reformasi birokrasi target 2021 76 dari skala penilaian 1 sampai 100. Yang berikut indeks penerapan sistem merit berdasarkan instrumen penilaian penerapan sistem merit dari KASN target 2021 0,68. Yang berikut indeks kesehatan organisasi target 2021 74. Yang berikut indeks penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE target 2021 3 dari skala penilaian 1 sampai 5. Yang berikut adalah nilai pengawasan kearsipan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi target 2021 91 dari skala penilaian 1 sampai dengan 100.
Sasaran program yang berikut adalah terwujudnya Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi. Indikator kinerja utama antara lain; yang pertama opini BPK atas laporan keuangan targetnya adalah Wajar Tanpa Pengecualian. Yang berikut nilai SAKIP targetnya 74. Nilai kinerja dan pelaksanaan rencana kerja anggaran Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi 82. Nilai atas indikator kinerja pelaksanaan anggaran kementerian targetnya 92 dan yang berikut tingkat penerapan pengendalian intern Sekretariat Jenderal targetnya 3 dari skala 1 sampai dengan 4.
Sasaran program yang berikut adalah terwujudnya pelayanan publik di Kementerian Desa dan Transmigrasi yang semakin berkualitas. Ini ditunjukkan
dengan indikator kinerja utama, pertama adalah tingkat kepuasan aparatur kementerian atas pelayanan teknis dan dukungan manajemen targetnya 4.
Yang berikut nilai keterbukaan informasi publik target 2021 95 dari skala penilaian 1 sampai dengan 100.
Sasaran program yang berikut adalah terselesaikannya tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan eksternal dan aparat pengawasan internal Pemerintah. Indikator kinerja utamanya adalah persentase rekomendasi temuan hasil pemeriksaan eksternal dan APIP yang selesai ditindaklanjuti atau sistem meliputi sistem pengendalian internal maupun kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, targetnya 75% dari skala penilaian 1 sampai dengan 100.
Pak Ketua dan Anggota yang kami hormati.
Berikutnya anggaran per unit kerja, khususnya di Sekretariat Jenderal.
Pagu sebelum penghematan Rp213.500.000.000,- dan kami laporkan bahwa tidak ada refocusing di lingkungan Sekretariat Jenderal, sehingga Pagu yang telah ditetapkan pada Rapat Kerja sebelumnya adalah Rp213.500.000.000,-.
Komposisi anggaran, Pak Ketua dan para Anggota yang kami hormati di lingkungan Sekretariat Jenderal. Yang pertama, untuk Biro Hukum untuk belanja barang Rp6.180.000.000,-. Kemudian yang kedua Biro Hubungan Masyarakat Rp22.374.545.000,-. Biro Perencanaan dan Kerja Sama Rp17.625.455.000,-. Biro Kepegawaian dan Organisasi Rp15.820.000.000,-.
Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, ada belanja pegawai sebesar Rp44.518.612.000,-. Kemudian belanja barang Rp7.288.388.000,-. Total di Biro Keuangan dan Barang Milik Negara ada Rp51.807.000.000,-. Sedangkan di Biro Umum dan Layanan Pengadaan, belanja barang Rp98.193.000.000,- ada belanja modal Rp1.500.000.000,-. Jadi total di Biro Keuangan maaf Biro Umum dan Layanan Pengadaan Rp99.693.000.000,-. Total anggaran di Sekretariat Jenderal penjumlahan belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal adalah Rp213.500.000.000,-.
Adapun komposisi menurut persentase per jenis belanja. Belanja modal sebesar 0,70%, belanja pegawai 20,85%, serta belanja barang 78,45%.
Output prioritas di Sekretariat Jenderal. Mohon izin Pak Ketua dan para Anggota yang kami hormati kami laporkan untuk di Biro Hukum output prioritasnya adalah layanan penyusunan legal drafting naskah perjanjian hukum bidang Kementerian Desa PDTT serta fasilitasi pelaksanaan perjanjian hukum, volumenya satu layanan, alokasi 1,20 miliar. Yang berikut layanan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rancangan peraturan perundang- undangan dan advokasi hukum 3,85 miliar. Yang berikut adalah layanan tata laksana serta tata usaha di Biro Hukum, satu layanan, alokasinya 1,13 miliar.
Yang kedua, untuk Biro Hubungan Masyarakat, output prioritas. Yang pertama komunikasi publik yaitu layanan kampanye dan edukasi dan publikasi
kementerian sebesar 13,80 miliar. Yang kedua, layanan penyediaan informasi publik meliputi pengelolaan informasi publik, layanan pengaduan masyarakat dan layanan perpustakaan sebesar 3,12 miliar. Yang berikut adalah fasilitasi koordinasi dengan lembaga negara pemerintah, antar lembaga swasta, organisasi masyarakat, inisiasi kerja sama luar negeri dan tata usaha Biro yaitu alokasi 5,45 miliar.
Output prioritas yang berikut adalah di Biro Perencanaan dan Kerja sama. Yang pertama adalah koordinasi layanan dukungan program P3PD yaitu Program Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Masyarakat, ini kerja sama atau loan dari World Bank, layanannya meliputi beberapa dukungan manajemen atau administrasi, alokasinya Rp5.000.000.000,-. Kemudian berikut layanan perencanaan program anggaran manajemen kinerja dan pemantauan serta evaluasi alokasinya 10,58 miliar. Yang berikut layanan kerja sama meliputi kerja sama bilateral, multilateral kementerian lembaga dan mitra pembangunan, serta tata usaha Biro, alokasi 2,05 miliar.
Yang berikut di Biro Kepegawaian dan Organisasi, meliputi layanan sumber daya manusia yaitu layanan administrasi kepegawaian, termasuk gaji tenaga non-PNS yaitu sebesar Rp14.000.000.000,-. Yang berikut adalah layanan pengelolaan kelembagaan tata laksana organisasi serta layanan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi reformasi birokrasi alokasi 1,82 miliar.
Output berikut untuk Biro Keuangan dan Barang Milik Negara. Output prioritasnya meliputi layanan perkantoran, gaji dan tunjangan ASN, serta operasional Satker 45,68 miliar. Layanan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan anggaran alokasi 3,32 miliar. Layanan penatausahaan Barang Milik Negara atau BMN alokasi 2,81 miliar.
Yang terakhir untuk Biro Umum dan Layanan Pengadaan output prioritasnya adalah yang pertama layanan operasional dan pemeliharaan kantor, alokasi 87,93 miliar. Yang kedua, layanan umum meliputi layanan urusan kerumahtanggaan, perlengkapan, belanja jasa dan layanan umum lainnya, termasuk layanan protokol yaitu koordinasi dan pelaksanaan keprotokolan, alokasi 10,26 miliar. Yang terakhir layanan prasarana internal berupa renovasi gedung dan bangunan alokasi 1,5 miliar.
Yang terakhir kami laporkan kepada Pak Ketua dan Anggota Komisi V yang kami hormati, realisasi serapan anggaran di Sekretariat Jenderal tahun 2021. Untuk Biro Hukum belum ada penyerapan. Biro Humas juga belum karena masih baru selesai proses revisi anggaran dengan SOTK kita yang baru. Di Biro Perencanaan baru 2,02%. Di Biro Kepegawaian dan Organisasi 9,52%. Biro Keuangan dan Barang Milik Negara 14,21% ini karena tunjangan dan pembayaran gaji, serta di Biro Umum dan Layanan Pengadaan 4,96%.
Total dari Pagu Rp213.500.000.000,- realisasi Pagu Rp14.170.515.000,-.
Persentase penyerapan sampai dengan saat ini 6,64%.
Demikian Pak Ketua dan Anggota yang kami hormati, laporan paparan kami dari Sekretariat Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.
Selanjutnya mohon perkenan langsung kami serahkan ke Inspektur Jenderal
Kementerian Desa untuk memaparkan program-program di Inspektorat Jenderal.
Mohon izin, terima kasih Pak Ketua dan Anggota yang kami hormati.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Ya silakan Bu Inspektorat Jenderal.
INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN DESA PDT DAN TRANSMIGRASI R.I. (Ir. EKATMAWATI, M.M.):
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, Om swastiastu,
Namo Buddhaya dan salam kebajikan.
Yang saya hormati Pimpinan Komisi V DPR RI,
Yang saya hormati para Anggota Komisi V DPR RI yang hadir baik secara fisik di ruangan ini atau maupun secara virtual,
Yang saya hormati para Pejabat Tinggi Madya, para Pejabat Tinggi Pratama yang hadir di sini.
Izinkan saya menyampaikan Program Kerja Inspektorat Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Bapak Ibu sekalian, kami mempunyai tugas untuk menyelenggarakan pengawasan internal di lingkungan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan melaksanakan fungsi pertama penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Fungsi kedua adalah melaksanakan pengawasan intern di lingkungan kementerian terhadap kinerja dan keuangan melalui audit review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya. Fungsi ketiga adalah pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri dan yang keempat adalah pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Bapak Ibu sekalian, kami di Inspektorat Jenderal sekalian kami memperkenalkan nanti para inspektur yang hadir di sini. Kami di Inspektorat Jenderal dibantu oleh satu orang Ses.Itjen yaitu Bapak Dian Rediana. Ses-Itjen dibantu oleh satu Kepala Bagian dan dua Kepala Sub Bagian dan juga dibantu oleh kelompok fungsional.
Selain itu juga untuk program pengawasan kami dibantu oleh dua orang Auditor Utama, Bapak Hary Susanto dan juga Bapak Daryoto. Kemudian kami mempunyai 5 inspektur. Inspektur I Bapak Ulet Nefo Indrahadi, ada tidak?
Hadir tidak? Kalau hadir bisa berdiri. Kemudian Inspektur I membawahi Sekjen dan juga wilayah pemeriksaannya ya Pak, Sekjen dan juga BPSDM.
Kemudian Inspektur II Bapak Dr. Yosep Patria, S.IP., M.Si., silakan berdiri. Inspektur II membawahi Dirjen PEID dan juga Dirjen PPDT. Inspektur III, Bapak Drs. Elvandari, M.Si. Inspektur III membawahi Direktorat Jenderal PPK-Trans dan juga Badan Pengawas maaf Badan Pengembangan dan Informasi. Kemudian Inspektur IV Bapak Budi Winarto, S.H., M.Si. Inspektur IV membawahi Dirjen PDP atau Pengembangan Pembangunan Desa dan Pedesaan dan juga Inspektorat Jenderal. Kemudian Inspektur V Bapak Hasrul Edyar, S.Sos., MAP. Inspektur V adalah Inspektur untuk investigasi dan pengawalan dana desa.
Bapak Ibu yang kami hormati.
Sumber daya yang ada di Inspektorat Jenderal, kami saat ini hanya baru mempunyai 55 orang auditor dari berbagai jenjang yang kalau secara ideal itu harusnya berjumlah 147 orang, sehingga kami masih kurang 92 orang auditor.
Kemudian jumlah pegawai yang ada di Inspektorat Jenderal seluruhnya ada 206 orang, terdiri dari 152 ASN dan 54 PPNPN.
Anggaran di Inspektorat Jenderal Tahun 2021 total anggaran 50 miliar, terdiri dari belanja operasional 25,042, kemudian belanja non-operasional 24,957 atau sebesar 49,99% dari total anggaran dan untuk belanja operasional 50,01% dari total anggaran. Saat ini realisasi di Inspektorat Jenderal 11,07%.
Ini adalah realisasi anggaran Inspektorat Jenderal per inspektur wilayah. Jadi kami sampaikan Sekretariat Inspektorat Jenderal 14,86%, Inspektorat I 4,11%, Inspektorat II 2,84%, Inspektorat III 2,16%, Inspektorat IV 1,25% dan Inspektorat V 4,91%, sehingga realisasi anggaran per hari ini sesuai...(rekaman suara kurang jelas) adalah 11,07%.
Bapak Ibu sekalian, dari perbandingan kurva S ada selisih sekitar 3,92.
Hal ini terjadi karena saat ini kami masih fokus pada pengawasan mandatori di Satker Pusat.
Bapak Ibu sekalian yang kami hormati.
Adapun indikator utama Inspektorat Jenderal adalah sebagai berikut.
Persentasi rekomendasi kebijakan yang ditindaklanjuti. Kemudian dua, tingkat penerapan pengendalian intern, ini kami mentargetkan 3 dari nilai maksimal 5.
Kemudian unit kerja yang berpredikat zona integritas menuju WBK WBBM, ini setiap tahun kami mentargetkan 1, yang tahun lalu kami sudah mendapatkan 4 Unit Eselon II yang mendapatkan predikat WBK, Namun demikian karena berubah nomenklatur maka dihitung dari awal lagi.
Kemudian persentase penilaian mandiri pelaksanaan reformasi birokrasi. Kami mentargetkan mulai dari nilai 80 kemudian naik 84, 88 dan 2024 kami menargetkan nilai 90. Kemudian untuk persentasi rekomendasi hasil temuan dan investigasi yang ditindaklanjuti kami mentargetkan dari angka 35, 40, 45 dan 2024 nanti di angka 50.
Kemudian tingkat materialitas temuan eksternal dari total realisasi anggaran Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, kami mentargetkan kurang dari 3%. Tingkat materialitas temuan internal dari total realisasi anggaran kami juga mentargetkan kurang atau sama dengan 3%. Kemudian tingkat kapabilitas APIP kami menargetkan nilai 3 dari nilai maksimal 5.
Bapak Ibu sekalian, dalam mencapai target IKU maka kami kegiatan yang kami lakukan adalah pertama melakukan pengawasan yaitu melaksanakan audit, baik itu audit kinerja, audit investigasi, audit dengan tujuan tertentu. Kemudian kami juga melakukan review terhadap laporan keuangan RKAKL, kemudian revisi Dipa, laporan kinerja, kemudian pengendalian intern, laporan keuangan dan juga rencana kerja barang milik Negara.
Kemudian kami juga melakukan monitoring dan evaluasi yaitu terhadap tindak lanjut hasil pengawasan dan juga dalam pengadaan barang dan jasa.
Kemudian kami juga melaksanakan kegiatan mandatori yaitu terhadap SAKIP, PMPRB dan juga SPIP, kami melakukan penilaian selaku Tim Internal melakukan pendampingan juga dan juga melakukan monitoring rekomendasi yang diberikan.
Kemudian dalam zona integritas kami melakukan penilaian internal pendampingan, penilaian oleh tim eksternal dan monitoring rekomendasi yang diberikan dari Tim Eksternal. Kemudian kami juga melaksanakan atau terus meningkatkan IACM yang saat ini masih pada level 2. Demikian Bapak-Ibu yang bisa kami sampaikan.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Wa'alaikumsalam Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Selanjutnya Bapak Kepala Badan Pengembangan SDM ya.
PLT. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, PDTT (JAJANG ABDULLAH, S.Pd., M.Si.):
Baik, terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,
Yang kami hormati Ketua dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI,
Yang kami hormati Bapak Ibu Anggota Komisi V, baik yang hadir di ruangan ini maupun yang hadir secara virtual,
Yang kami hormati Pak Sekjen, Bu Irjen dan juga Kepala Badan dan juga para Pimpinan Tinggi Madya yang hadir di tempat ini.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa bahwasanya sampai dengan hari ini kita masih diberikan nikmat sehat yang di dalam pandemi ini nikmat sehat sungguh sangat mahal.
Izinkan kami menyampaikan paparan terkait dengan tugas dan fungsi Badan Pengembangan SDM Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Di mana tugas dan fungsi dikawal oleh 4 Kapus.
Yang pertama yaitu Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yaitu Bapak Yusra.
Mohon izin mungkin kalau tidak hadir di sini karena beliau lagi PKN 2.
Kemudian yang kedua Kepala Pusat Pelatihan SDM yang dikawal oleh Bapak Fuji Hartanto, ini mungkin hadir, kalau hadir berdiri. Kemudian yang ketiga Pusat Pelatihan Pegawai ASN yang dikawal oleh Bapak Mulyadin Malik, ini juga mohon izin kalau enggak hadir karena lagi PKN 2 juga dan yang keempat, Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional yang dikawal oleh Bapak Hasman Maani. Saya sendiri, hadir ya Pak Hasman. Ini saya sendiri sebagai Ses, tapi juga ditugaskan untuk menjadi pejabat lillahita'ala.
Baik lanjut. Ini tugas dari BPSDM yaitu pertama membentuk kader masyarakat berbasis kompetensi. Yang kedua, meningkatkan kapasitas pendamping berbasis kompetensi, dan yang ketiga, meningkatkan standar kompetensi ASN, dan yang keempat, mengawal 35.168 pendamping yang di pusat provinsi kabupaten PD dan juga PLD.
Kemudian BPSDM mempunyai fungsi, pertama penyiapan rumusan kebijakan. Yang kedua, pengembangan pemberdayaan masyarakat dan pendampingan masyarakat. Kemudian yang keempat sertifikasi kelembagaan dan jabatan fungsional, pelatihan ASN berbasis e-learning. Kemudian yang kelima pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. Keenam, urusan tata usaha dan rumah tangga, dan yang terakhir adalah fungsi lain yang sudah diberikan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Berikutnya, terkait dengan anggaran yang diberikan kepada BPSDM sebesar 1,8 triliun dan dibagi kepada 6 apa namanya unit. Pertama, untuk Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan ini 1,6 di dalamnya adalah gaji pendamping. Kemudian yang kedua Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa itu 35,2 miliar. Kemudian Pusat Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil Negara 13,5 miliar. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional 9,067 miliar. Kemudian Sekretariat ini adalah untuk pelayanan perkantoran dan dukungan manajemen UPT di balai-balai itu sebesar 40,5 miliar.
Sementara ada balai-balai, kita ada dua balai besar, kemudian ada tujuh balai kecil, itu dengan dukungan anggaran sebesar 117,5 miliar.
Next, nah ini proporsi alokasi anggaran tahun 2021 1,8 triliun ini dikelompokkan ke dalam belanja pegawai sebanyak atau sebesar 54,8 miliar, kemudian belanja barang 1,7 triliun dan belanja modal itu sebesar 5,1 miliar.
Kemudian Bapak Ibu sekalian, Anggota Dewan yang saya hormati. Ini adalah apa namanya prognosa alokasi anggaran 2021, kami ada yang masih diblokir dari 1,8 ini 144 untuk jasa konsultan kemudian belanja modal gedung dan bangunan ini 2,6 karena memang kelengkapannya belum lengkap sehingga ini diblokir oleh DJA. Nah dari 1,8 ini sudah terealisasi sampai dengan Maret ini itu 4,51%, ada deviasinya Bapak Ibu sekalian. Karena memang di samping DIPA terlambat juga apa namanya proses penggajian terhadap pendamping itu sekarang sudah berjalan dan Alhamdulillaah kami didampingi oleh KPPN dan bahkan Pak Kanwil-nya sendiri terjun langsung di kantor.
Bahkan sampai dengan hari ini kita ada teman-teman KPPN yang tandem di Kantor Desa, mudah-mudahan yang apa pada hari ini untuk bulan pertama Januari sudah bisa selesai gajinya. Sehingga minggu ke-3 eh minggu ke-4 bulan Maret ini, kita sudah mau mengajukan juga untuk gaji bulan Februari ya, berikutnya sebelum lebaran nanti kita bulan Maretnya kita bayarkan lagi.
Ini kenapa kita inikan Bapak Ibu sekalian di gaji ini, karena apa namanya data-data yang ada pada waktu Dekon dulu itu memang di OMSPAN. Jadi memang ada di aplikasi yang memang tidak dapat terbaca tetapi ada perubahan, sehingga bolak-balik ini kami minta apa dampingan dari KPPN ini.
Berikutnya, nah ini apa namanya target utama dari BPSDM. Pertama untuk dukungan manajemen Eselon I itu target 1 layanan, kemudian pagunya 40,5, termasuk layanan perkantoran dan dukungan manajemen UPT atau balai. Kemudian yang kedua targetnya adalah 300 jabatan tinggi yang dinilai angka kreditnya ya. Kemudian 100 peningkatan kapasitas jabatan fungsional serta penyusunan penerapan 8 NSPK dengan total itu 9,067 miliar.
Kemudian Pusat Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil negara targetnya yaitu 750 orang pegawai ASN yang dilatih dengan pagu 13,5 miliar. Kemudian Pusat Pelatihan Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi targetnya adalah 2.000 TPP yang bersertifikasi. Kemudian penyusunan dan penetapan 6 NSPK, 30.000 orang di 100 kabupaten dapat mengakses platform Akademi Desa 4.0 dengan pagu 35,228 miliar.
Nah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi targetnya 35.168 tenaga pendamping profesional yang dibayarkan gajinya selama 1 tahun dari Januari sampai dengan Desember, dengan total pagu 1,6 miliar. Next, eh triliun ya, triliun Pak Mohon maaf ya, ingat miliar terus jadi triliunnya lupa.
Kemudian ini ada kegiatan prioritas nasional Bapak Ibu, Ketua dan Wakil Ketua juga serta Anggota yang saya hormati. Ada prioritas nasional pendamping desa targetnya yaitu 35.168 target dengan alokasi dananya 1,5 triliun. Kemudian target nasional yang kedua adalah digitalisasi ya dikembangkannya melalui Akademi Desa 4.0 yaitu target 30.000 orang dengan alokasi 10 miliar. Kemudian pelatihan targetnya 10.460 orang, alokasi dari inisiatif baru itu 25 miliar, alokasi reguler 32,8 miliar. Kemudian desa digital
dikembangkan melalui penguatan tata kelola dan kapasitas pendamping desa atau P3PD, targetnya adalah 9.028 desa, alokasinya 75 miliar.
Next, ini Bapak Ibu yang kami hormati, ada pergeseran paradigma dengan struktur organisasi baru yaitu yang tadinya Balai Latihan itu menjadi Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat. Ada dua balai besar yaitu yang berkedudukan di Jakarta itu meliputi wilayah kerjanya adalah Jawa Barat, Banten, Sumatera dan Kalimantan. Kemudian Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan di Yogyakarta meliputi wilayah kerjanya yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, ini apa Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua ini untuk istilahnya karena ada pembeda antara balai besar dengan balai apa namanya yang kecil.
Sementara Balai kecil itu ada di Makassar, dengan wilayah kerja Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan juga Sulawesi Tenggara. Itu seluruh Sulawesi ada di Balai Makassar wilayah kerjanya.
Kemudian Banjarmasin, itu meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sementara untuk di Pekanbaru itu wilayah kerjanya adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.
Kemudian Balai di Ambon itu melalui wilayah kerja Maluku dan Maluku Utara. Kemudian yang di Jayapura meliputi wilayah kerjanya adalah Papua dan Papua Barat. Kemudian yang di Denpasar itu meliputi Bali, NTB dan NTT.
Sementara ada balai baru yang tadinya Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi sekarang menjadi Balai Pelatihan juga meliputi wilayah kerja Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.
Next, nah ini Bapak Ibu sekalian, masing-masing targetan masing- masing dari Balai itu untuk Bengkulu ada targetannya adalah pelatihan KPMD sebanyak 70, kemudian BUMDes sebanyak 220, Prukades-nya sebanyak 30 orang, budi daya ternak besar 40 orang dan pengelolaan tanaman perkebunan 40 orang, budidaya tanaman perkebunan 40 orang.
Begitu juga untuk balai-balai lainnya di sini sudah ada, cuma kalau yang Balai lainnya itu ada diwajibkan di PP3 itu untuk Catrans, jadi Catrans yang sebelum ditempatkan itu mendapatkan pelatihan-pelatihan di balai-balai yaitu di Balai Jakarta 165 orang, di Balai Yogyakarta 144 orang, sesuai dengan targetan yang disampaikan oleh Dirjen PPDT. Di Makassar ada 110 orang Catrans-nya. Kemudian yang lainnya itu tidak mendapatkan karena alokasi untuk penempatan transmigran.
Next, nah ini Bapak Ibu sekalian yang saya hormati. Jadi tadi yang target 35.168 itu sudah dilakukan evaluasi kinerja di tahap pertama itu sebanyak 33.042 orang. Nah karena kami sadar betul di mana kita jangkauannya jarak untuk komunikasi dengan daerah itu kami sadar bahwa takut atau dikhawatirkan bukan takut, dikhawatirkan ada memang TP yang ada di desa yang belum sampai verifikasinya sehingga kami mengeluarkan surat pada waktu itu untuk verifikasi dan hasil verifikasi yang kedua itu didapat apa sudah
kami SK-kan itu sebanyak 1.048 orang dan ini digaji nanti bersamaan dengan tahap kedua yang mulai Februari. Sebarannya Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, ini di TPP pusat ada 44 orang, provinsi ada 221 orang, kemudian untuk kabupaten kecamatan sampai dengan desa 34.185 orang.
Next, barangkali itu yang bisa saya sampaikan sementara kepada Bapak Ketua, Wakil Ketua dan juga Bapak Ibu Anggota Komisi V yang saya hormati.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Wa'alaikumsalam.
Selanjutnya singkat Pak ya, Kepala Badan Pengembangan dan dan Informasi Desa, silakan.
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN DAN INFORMASI DESA, DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI (Dr. SUPRAPEDI, M.Eng.):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pimpinan Komisi V DPR RI yang kami hormati dan kami banggakan, Para Anggota yang kami hormati.
Izinkan kami dari Badan Pengembangan Informasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk menyampaikan secara singkat terkait dengan rapat hari ini yaitu RDP. Yang pertama, kami ingin menyampaikan terkait dengan tugas dan fungsi, kemudian disusul komposisi anggaran dan program dan anggaran untuk tahun 2021.
Berikutnya tugas dari Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yaitu melaksanakan pengembangan kebijakan dan daya saing, penyusunan keterpaduan rencana pembangunan dan pengelolaan data dan informasi di bidang pembangunan desa, pedesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi. Jadi BPI di sini merupakan salah satu unit yang mendukung fungsi-fungsi Direktorat Jenderal Teknis, termasuk BPSDM dalam rangka untuk mengembangkan kebijakan dan daya saing lokus-lokus dalam rangka untuk mencapai tujuan pembangunan seperti yang ditetapkan dalam rencana strategis.
Nah yang agak berbeda dengan sebelumnya bahwa BPI saat ini mengemban tugas juga harus menyusun keterpaduan rencana pembangunan yang agak berbeda dengan sebelumnya, bahwa saat ini seluruh Unit Kerja Eselon I itu harus ada keterpaduan perencanaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan semuanya itu kebijakannya disusun berdasarkan data dan informasi yang akurat. Nah ini yang menjadi tipikal agak berbeda dengan periode sebelumnya
dan fungsinya berdasarkan Permendesa 15 Tahun 2020 yaitu menyusun kebijakan secara teknis program dan anggaran, pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan administrasi dan fungsi lain yang ditetapkan oleh Menteri. Jadi di sini fungsi yang bisa langsung di- recognize secara jelas yaitu pengembangan kebijakan, pengembangan daya saing dan penyusunan keterpaduan rencana pembangunan desa daerah tertinggal dan transmigrasi serta pengolahan data dan informasi di bidang pembangunan desa, pedesaan, daerah tertinggal dan transmigrasi.
Berikutnya struktur organisasi yang ada di BPI. Kami sendiri sebagai Kepala Badan yang dilantik kemarin tanggal 4 Januari. Kemudian Ses. Badan di BPI adalah Pak Razali, mohon berdiri Pak Razali. Dulu adalah Ses di PDT.
Kemudian Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan, ini Pak Agus Kuncoro. Pak Agus Kuncoro ini nanti yang mengawal pengembangan kebijakan-kebijakan yang asimetris. Kemudian kita ada Bu Helmiati yang mengawal Pusat Pengembangan Daya Saing, sehingga nanti masing-masing desa, daerah tertinggal dan transmigrasi mempunyai daya saing dalam rangka untuk mempercepat capaian pembangunan. Kemudian ini yang memperpadukan perencanaan yaitu Bu Endang Supriyani Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan dan sebagai bahan baku yang digunakan untuk mengambil kebijakan yaitu Pusat Data dan Informasi ini dikomandani Pak Ivanovich Agusta, ini senter kami ini Pak yang Pak Ivanovich ini karena semua data dan informasi ada di Pusdatin.
Berikutnya Postur Anggaran Tahun 2021 BPI yaitu ini ada 2 Unit Kerja Eselon II. Yang warna hijau yang Nomor 2 dan Nomor 5 itu dulu berasal dari...(rekaman suara kurang jelas) ya yang lama dan yang Nomor 3 dan 4 itu adalah yang dibuat baru. Jadi ini adalah unit baru yang ada di SOTK kali ini.
Nah untuk Sekretariat BPI itu Pagu totalnya Rp44.488.683.000,- ini nanti digunakan untuk belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Untuk pengembangan kebijakan Rp5.810.000.000,-. Kemudian Pusat Pengembangan Daya Saing Rp13.000.000.000,-. Di sini ada PHLN Rp10.000.000.000,- dan penyusunan keterpaduan rencana ini ada Rp10.670.313.000,- dan Pusat Data dan Informasi sebanyak Rp50.833.000.000,-.
Dari sini komposisi kalau kita perhatikan bahwa postur anggaran yang ada di BPI 40% lebih itu ada di Pusdatin, setelah itu di Sekretariat PBI. Nah yang lainnya 10% 4 sampai 10%. Tidak ada refocusing program atau kegiatan yang dilakukan ya. Tadi di sini kalau kita lihat persentasenya adalah program- program terkait dengan belanja barang yaitu 74%.
Slide berikutnya ini terkait di samping kita untuk mendukung kebijakan- kebijakan dalam rangka untuk mencapai sasaran strategis, ada sasaran khusus yang akan kita capai di Semester I Tahun 2021 yaitu rencana aksi SDGs Desa di tingkat desa, kabupaten, kota, provinsi dan nasional. Ini saat ini sedang dijalankan di desa-desa pengambilan datanya, nanti ada laporan hasil
SDGs Desa di 2021. Ini nanti diharapkan di akhir Semester I ini bisa sudah ada hasilnya dari SDGs Desa. Kemudian ada IDM 2021, yang kita harapkan bisa selesai di akhir Mei dalam rangka untuk merencanakan APBDes 2022 dan yang keempat adalah integrasi super aplikasi sistem informasi desa, yang nanti bisa melayani masyarakat yang ada di desa-desa.
Untuk Semester II di slide berikutnya, itu nanti BPI akan menyusun kebijakan yang asimetris terkait dengan modeling-modeling yaitu model kawasan transmigrasi Telang, Rawapitu, Mesuji, Batu Betumpang, Labangka, Gerbang Mas Perkasa, Subah, Rasau Jaya, Cahaya Baru, Maloy Kaliorang, Salim Batu dan Tampolore. Ini semuanya adalah arahan dari Pak Menteri bahwa untuk Semester II harus mencapai dukungan untuk 5 hal ini.
Misalnya yang Nomor 2 dalam model perdesaan Agropolitan Tanjung Lago, Agropolitan Tulang Bawang, Mesuji, Perdesaan Pengembangan Lada Putih Bangka Selatan, ini merupakan produk unggulan yang harus didorong.
Kemudian Jasa Prima Sumbawa, Agropolitan Sumba Timur, Rasau Jaya, Barito Kuala...(rekaman suara kurang jelas), kemudian juga Food Estate di Bulungan serta Agro Wisata Lemba Mesale.
Dan yang ketiga itu adalah untuk mendukung pengentasan daerah tertinggal yaitu di Sigi, Pesisir Barat, Sumba Timur, Kepulauan Sula dan Boven Digoel. Dan...(rekaman suara kurang jelas) prioritas itu yang keempat yaitu integrasi super sistem aplikasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), ini merupakan program untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi temuan-temuan yang pernah diskusikan seperti pada Raker sebelumnya. Jadi untuk mengurangi temuan-temuan. Dan yang kelima adalah untuk mendukung model desa wisata, model desa digital, model desa mangrove dan model desa inklusif.
Pimpinan Komisi V DPR RI dan Anggota yang kami hormati.
Ini adalah anggaran yang ada di Sekretariat. Di Sekretariat Rp44.488.683.000,- mohon maaf nolnya kebanyakan tiga. Yang mana ini tadi disampaikan belanja pegawai menjadi dominan, kemudian operasional dan pemeliharaan kantor itu 16% sekitar Rp7.187.588.000,-. Kemudian perencanaan dan penganggaran internal yaitu Rp4.875.021.000,- dan pengadaan peralatan kantor yaitu Rp4.000.000.000,- yang saat ini masih dalam posisi dibintangi.
Untuk program dan anggaran Pusat Pengembangan Kebijakan di slide berikutnya yaitu Rp5.810.000.000,- Ini nanti akan mengawal membuat kajian untuk pengembangan kebijakan dalam rangka untuk menaikkan daya saing di daerah-daerah yang tadi sudah kita sebutkan di depan, yaitu di bidang pengembangan ekonomi dan investasi, kemudian bidang desa, kemudian bidang pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, juga ke arah dukungan layanan Tusi dari Pusat Pengembangan Kebijakan Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Di slide berikutnya, untuk Pusat Pengembangan Daya Saing Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, ini merupakan mitigasi dari perencanaan sebelum SOTK baru, makanya programnya hanya ada dua yaitu gelar TTG Nasional, yang ini akan melibatkan seluruh provinsi kabupaten dan desa yang akan diseleksi dalam lomba gelar TTG Nasional ini, itu anggarannya berkisar Rp2.250.000.000,- 17% dan pengembangan model smart village ini dari PHLN sebanyak Rp10.000.000.000,-. Jadi lebih banyak ke arah ini adalah pusat yang anggarannya ke arah teknis. Dan layanan dukungan untuk tugas dan fungsi di pusat ini Rp750.000.000,-.
Berikutnya ini adalah Pusat Penyusunan Keterpaduan Rencana Pembangunan Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Ini yang harus menyatukan semua perencanaan pembangunan yang ada di Kementerian Desa yaitu salah satunya yaitu inventarisasi dan pemetaan kebutuhan pembangunan dan prioritas pembangunan. Ini ada Rp2.777.840.000,- Ini Nanti untuk menyusun untuk menginventarisasi baik untuk desa pedesaan daerah tertinggal maupun transmigrasi, yang nantinya harus tersusun roadmap pembangunan desa, pengembangan ekonomi dan investasi, roadmap pembangunan transmigrasi, roadmap pembangunan kawasan perdesaan, roadmap pembangunan daerah tertinggal dan roadmap pengembangan sumber daya manusia. Sama dengan pusat sebelumnya, pada layanan dukungan untuk tugas dan fungsi yaitu Rp750.000.000,- atau berkisar 7% dari anggaran yang ada.
Pimpinan Komisi V DPR RI dan Anggota yang kami hormati.
Berikut ini adalah Pusat Data dan Informasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang merupakan pusat yang anggarannya 40% lebih dari BPI yang digunakan nanti sebanyak Rp50.833.000.000,- yaitu untuk pengelolaan data dan informasi internal. Yang dimaksudkan dengan pengelolaan data dan informasi internal yaitu pengelolaan sistem informasi, pembuatan aplikasi, data base, pengelolaan jaringan komunikasi data, perencanaan pengawasan jaringan LAN Kemendesa.
Kemudian yang Nomor 2, pengelolaan data dan informasi eksternal ini, ini sangat besar yaitu Rp37.000.000.000,- yang mana ini akan terserap banyak nanti kepada langganan bandwidth internet, mengingat kita harus memberikan akses hampir ke seluruh desa di Indonesia yaitu sekitar Rp9.000.000.000,- juga langganan Google Map Pro for switch dan masih banyak lagi program-program untuk pengelolaan data dan informasi eksternal. Kita juga mendukung permintaan data-data dari KL terkait ya, makanya di sini kita harus memberikan services yang sangat baik.
Dan yang ketiga adalah infrastruktur dan layanan teknologi digital.
Dalam hal ini adalah nanti untuk pengadaan server melalui PHLN. Nah mirip dengan yang sebelumnya bahwa layanan dukungan tugas dan fungsi untuk
Pusdatin ini juga sama Rp750.000.000,-. Saya kira ini adalah paparan kami dari BPI.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Wa'alaikumsalam Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Terima kasih Pak, paparan Sekjen, Irjen, para Kepala Badan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi.
Selanjutnya kami persilakan kepada para Anggota Komisi V untuk menyampaikan pendapat dan pertanyaan. Sudah ada 7 orang yang mendaftar, karena ada Rapat Paripurna, mohon dengan sangat bisa singkat, padat, kalau sudah ditanyakan temannya nggak usah ditanyakan lagi, kira-kira begitu.
Silakan Pak Hamka dari Fraksi Partai Golkar.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan seluruh Anggota yang saya hormati, Pak Sekjen, Kepala Badan,
Inspektur Inspektorat Jenderal dan seluruh jajarannya yang saya hormati.
Pertama, saya kira kalau di Kesekjenan Tupoksinya mengkoordinir semua pekerjaan di kementerian ya dan sebagai orang kedua dari Menteri tentu di dalam mengalokasikan kegiatan dan program-program. Saya tidak terlalu banyak masuk di tugas Kesekjenan, saya lebih fokus dulu pada Inspektorat Jenderal.
Baru-baru ini dan kemarin kita bahas Bu hasil temuan BPK. Saya ingin mengingatkan bahwa scope pemeriksaan BPK itu ada dua dan Ibu pasti harus tahu itu, sehingga penyajiannya juga nanti harus ada dua komponen besar.
Yang pertama tentu sistem pengendalian intern. Saya dari hasil temuan BPK di sistem pengendalian intern permasalahan pokoknya atau temuan pokoknya adalah mengenai Pendapatan Negara Bukan Pajak walaupun sifatnya kecil dan jumlahnya kecil. Ini di mana semua kerja Inspektorat-inspektorat yang sudah dibagi harusnya tidak terjadi di dalam pengendalian intern ini.
Ada kegiatan yang berulang di dalam penagihan walaupun jumlahnya kecil. Jangan seperti warung kopi, sewa gardu langsung dibelanjakan lagi.
Harus ada rekening sesuai dengan rekomendasi BPK. Ini berulang loh Bu. Jadi harus dipikirkan Inspektorat ini tolonglah di dalam internnya sendiri itu dibenahi.
Mudah-mudahan pemikiran kita sama bahwa kalau di dalam sistem pengendalian itu beda pengendalian dan pengawasan beda. Jangan muncul seperti gini lagi. Pengendalian itu mengikuti mulai proses perencanaan sampai pelaksanaan dan mengikuti terus sehingga tidak terjadi penyimpangan. Beda loh Bu antara pengawasan dan pengendalian. Saya kira kita paham itu. Saya tidak mau melihat ini ada berulang-berulang ulang kali ini sebenarnya ini.
Temuan-temuan ini saya tidak tahu sudah di-follow up atau tidak. Ini Inspektorat I, II, III, IV, V, internalnya bagaimana sih?
Yang lebih lucu dan menurut saya aneh, mudah-mudahan pengembangan sumber daya manusianya juga mendidik PPK-nya dan sebagainya, tidak bisa membedakan yang mana belanja barang, yang mana belanja modal. Saya tidak tahu apakah stafnya yang salah, ataukah itu adalah kebijakan atau kebodohan gituloh dari pelaksana. Masa belanja modal tidak bisa dipisah dibedakan antara belanja modal dan belanja barang.
Temuan yang kedua misalnya biaya transfer lebih ya, ini kalau saya baca semua temuan-temuannya saya nggak baca laporannya, laporannya Kemendes, tapi saya baca hasil kerja kertas kerjanya BPK. Jadi kalau saya mau ungkap semua di sini tidak selesai urusannya Pak Ketua. Jadi saya hanya mengharap bahwa jangan sampai ada hal-hal karena Inspektorat I, II, III, IV, V.
Inspektorat yang mana mengawasi dana desa belum pernah ada juga penyampaian kepada kami. Ini perlu sekali karena luas cakupan Inspektorat dana desa pengawasan dana desa di mana? Inspektorat mana yang tadi sudah disampaikan ada Inspektorat yang menangani itu kan Bu. Kami juga tidak pernah diberi informasi, sampai sejauh mana Inspektorat melaksanakan tugas seperti itu. Ya saya kira itu Ibu Dirjen Ibu Inspektorat Jenderal, ini lima Inspekturnya tolong pengendalian internnya harus dibenahi dan diikuti dengan baik.
Scope yang kedua tentu kepatuhan terhadap perundang-undangan itu lebih-lebih lagi ya. Banyak temuan dari BPK, ya ndak usah lagi saya ulangi.
Kenapa lagi waktunya kalau masih mau waktunya nanti sampai sore juga saya kuliti. Ya saya kira itu saja dari sisi Inspektorat, ya mohon jangan sampai terjadi lagi dan terjadi lagi dan terjadi lagi. Itu tugasnya Inspektorat secara intern.
Yang kedua, dari sisi Pengembangan Sumber Daya Manusia tadi Pak.
Saya surprise juga tadi saya dijelaskan secara keseluruhan bagaimana pengembangan sumber daya manusianya, itu pekerjaan yang luar biasa.
Mudah-mudahan tidak terlalu banyak kolusi di dalamnya Pak ya. Jangan jangan sampai hanya hijau saja di situ, kalau ada usulan DPR diabaikan.
Semua yang berkepentingan DPR akan disingkirkan di PDT.
Ya jadi mohon ini maju sekali dan pertanyaan saya di sini adalah tadi ada prioritas nasional pendamping desa 36.168, itu target ya Pak ya. Yang sudah direkrut di situ yang sudah diberikan apa namanya kontrak kerja ya SK hasil evaluasi kinerja 33.402 ya kan Pak? Nah sisanya itu 1.048 ini maksudnya dari mana ini? Ya?
PLT. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, PDTT (JAJANG ABDULLAH, S.Pd., M.Si.):
Tahap kedua Pak, jadi sudah 34.000.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Tapi dari orang yang bersangkutan dari pendamping yang lama juga?
PLT. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, PDTT (JAJANG ABDULLAH, S.Pd., M.Si.):
Ya.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Atau ada rekruitmen baru?
PLT. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, PDTT (JAJANG ABDULLAH, S.Pd., M.Si.):
Yang lama Pak yang lama.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Yang lama, terima kasih. Maaf Pimpinan saya harus mendapat informasi yang jelas supaya saya jangan salah ya. Jadi semua yang lama ya.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Belum ada rekruitmen baru ya?
PLT. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, PDTT (JAJANG ABDULLAH, S.Pd., M.Si.):
Belum.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Belum ada ya Pak ya.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Tahun periode ini belum ada Pak ya?
PLT. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SDM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA, PDTT (JAJANG ABDULLAH, S.Pd., M.Si.):
Belum.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Belum ya.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Dari sisi pelatihan-pelatihannya juga tidak pernah kami diinformasikan.
Sejak kapan Bapak melatih tidak ada penyampaian? Emangnya Komisi V tidak bisa memberi materi itu loh? Itu fungsinya kami Pak untuk mengetahui di daerah. Balai-balainya ada nggak pernah diperkenalkan. Ini apa? Emangnya mau menghindar Pak?
Saya ingatkan bahwa semua kebijakan-kebijakan pemerintah keluar dari kebijakan-kebijakan politik, proses politik Pak. Jangan Bapak enak sendiri ya, tolong dikomunikasikan kepada kami. Jangan sampai pendamping desa itu saya kalau di daerah saya ya Pak percuma kita undang-undang pimpin desa jelas-jelas warnanya, mudah-mudahan tadi penyajian-penyajian ada kuningnya ada merahnya juga sedikit tadi, tapi hijaunya, birunya ada juga birunya. Ya mudah-mudahan dari penyajian jangan mengikuti warna juga ya Pak ya. Apa?
Ya. Saya perhatikan tadi itu. Jadi saya kira itu yang SDM-nya.
Kemudian dari sisi Pengembangan Informasi Pembangunan Pengembangan Daerah Tertinggal Pak. Saya salut sekali dengan rencana aksi SDGs (Sustainable Development Growths), tapi apa yang Bapak lakukan terimplementasi nggak di program Kedirjenan? Ada tadi mengenai apa Tusi ya Pak ya. Di mana tadi Tusi itu. Yang jelas bahwa kerjaan-kerjaan Bapak itu harus Bapak tidak bisa implementasikan sendiri, tentu terkait dengan Kedirjenan yang terkait.
Saya laporan hasil SDGs Desa 2021 belum juga kami tahu yang mana.
Rencananya bagaimana, laporannya bagaimana, apa yang harus kita evaluasi? Ukuran SDGs-nya itu seperti apa? Apakah kita sudah bisa mengatakan Sustainable Development Growths-nya itu yang mana yang harus menjadi ukuran? Ya saya kira ini yang bisa saya sampaikan karena kalau saya panjang masih banyak ini hampir sore tidak akan selesai. Saya percaya Pak Sekjen dapat mengkoordinir semua dengan baik, jangan ada benci diantara kita, jangan ada bohong diantara kita, kasarnya seperti itu.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Wa'alaikumsalam Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Ada dari Pak Ketua, silakan Pak Ketua.
KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.Sos., M.Si./F-PDIP):
Baik, terima kasih.
Mumpung ingat ini. Pak Hamka, saya usul ini Pak usul saya, mungkin khusus untuk dana desa Pak ya, kita nanti ini kan sebetulnya yang yang yang saya bahas pada rapat terakhir yang lalu dan itu ramai jadinya, Pak. Saya melihat hampir semua media memuat komentar saya. Apakah itu juga kegalauan bagi banyak orang kan gitu, sehingga komentar saya ini jadi menarik gitu loh. Oleh karenanya tadi dari penyampaian Pak Hamka itu mungkin di masa sidang nanti Pak ya. Mohon izin Pak Sekretaris Jenderal nanti ya, kami mungkin akan undang lagi Pak Sekjen dengan Inspektorat Jenderal ya, terkhusus untuk dana desa ya. Kita akan dalami dana desa ini seperti apa hasil pemeriksaannya, sembari kami juga akan koordinasi dengan BPK.
Saya akan koordinasi dengan BPK untuk mengirim kepada kita hasil pemeriksaan yang lengkap dari BPK terkait dana desa ini. Ini kita coba dalami di masa sidang berikutnya ya. Seperti yang saya bicara pada rapat yang lalu Pak, saya ini punya pengalaman yang agak sedikit luar biasa terhadap dana desa ini. Jadi Kepala Desa ini tidak pernah mendapat persetujuan dari BPD- nya dia Badan Pemusyawaratan Desa-nya 3 tahun berturut-turut Pak BPD itu tidak pernah tahu, tapi APBDes-nya kok bisa keluar, dana desanya kok bisa cair. Padahal Bapak lihat persyaratan untuk mencairkan dana dari itu jelas loh Pak.
Nah pengalaman ini membuat saya jadi menarik pengen tahu ada apa dengan penanganan dana desa ini. Tenang saja Pak Ruslan, kita kita ini pahamlah Pak Ruslan lah ya. Pak Ruslan itu sahabat saya Pak, dia kalau ada rapat dengan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi dia WA saya “Pak Ketua, saya Pak Ruslan” katanya gitu. Saya bilang siap Pak Ruslan, Ketua memahami. Baik itu saja barangkali dari saya untuk kita bisa nanti mendalami dengan maksud dan tujuan, supaya bagaimana kita ini kan fungsi DPR ini salah satu yang melekat di kami itu adalah fungsi pengawasan Pak dan terhadap dana desa ini kami seperti hutan belantara yang kita nggak pernah tahu ini seperti apa ini penanganan, pengawasan, penggunaan dana desa ini. Nah ini kita coba mau perbaiki demi kebaikan bersama.
Itu saja Pak Ketua, silakan dilanjutkan Pak Ketua.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Ya. Yang selanjutnya Pak Syahrul Aidi dari PKS, silakan Pak.
F-PKS (H. SYAHRUL AIDI MAAZAT, Lc.,M.A.):
Ya, terima kasih Ketua.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati,
Pak Sekjen, Bu Irjen dan Kepala Badan di lingkungan Kementerian Desa.
Baik, terima kasih tadi atas paparan yang sudah disampaikan oleh 4 orang yang dari dari Kementerian Desa. Saya pertama Pak untuk mengenai perubahan status desa. Ini ada masalah ini dari guru, guru-guru yang ada di desa tertinggal yang selama ini statusnya desa tertinggal Pak. Saya mendapat laporan dari Dapil di Kabupaten Kampar, saya dengar juga di beberapa daerah.
Nah status di desa ini dulu statusnya desa tertinggal sehingga guru-guru yang ada di sana itu mendapat tunjangan dari Pemerintah. Nah sekarang statusnya itu berubah, tidak lagi status desa tertinggal, padahal faktanya itu masih tertinggal karena saya baca bagaimana indikator untuk menetapkan desa itu tertinggal, di antaranya kan transportasi dan aksebilitas akses masyarakat ke sana dan sampai hari ini memang sangat sulit Pak, tetapi berubah statusnya.
Implikasinya apa? Guru-guru di sana tidak lagi mendapatkan tunjangan. Nah ini saya mohon informasinya, saya tadi coba cek informasi tapi nggak saya dapatkan. Saya nanti minta minta ditunjukkan ketika kita cek desa ini statusnya apa, ada ndak di bagian data dan informasi tadi?
Yang kedua, untuk kebetulan untuk Balatmas kalau dulu nama apanya ya Balai Latihan Masyarakatnya ada di Pekanbaru baru untuk 5 provinsi Pak ya. Saya sudah komunikasi dengan Kepala Balainya yang baru, hanya saja saya melihat di sini untuk kegiatan 2021 di BPPMDDTT panjang kali ini susah menyebutnya, ini KPMD-nya ada 1.000 orang tapi untuk BUMDes-nya pelatihan untuk BUMDes-nya tidak ada Pak, sangat disayangkan Pak. Justru yang kita butuhkan ini sekarang ini BUMDes. Terus terang di beberapa daerah saya lihat BUMDes ini tak ada inovasinya Pak. Masa BUMDes buat fotocopy ya, usahanya jualan pulsa, tidak ada inovasi akhirnya menjadi pesaing bagi masyarakat. Jadi tidak ada inovasi.
Saya maksudnya saya ingin justru yang dibutuhkan di Pekanbaru atau Riau sekitarnya itu adalah untuk pelatihan BUMDes Pak kalau bisa ditarik sebagian ke Pekanbaru Pak dan sepakat kami ini coba dilibatkan untuk jadi pemateri karena kita juga punya pikiran-pikiran Pak. Ini saya pernah memberikan diskusi dengan teman-teman pendamping desa BUMDes itu bagaimana produk-produk lokal itu produk-produk lokal itu, itu yang kemudian didorong oleh BUMDes ini untuk bisa maju. BUMDes dia adalah Badan Usaha Milik Desa, dia merupakan tidak hanya sekedar mencari profit tapi juga harus memberikan dukungan terhadap ekonomi masyarakat.
Nah saya contohkan misalnya ketika BUMDes menggalakkan 1 rumah 10 pokok kakao misalnya, kemudian dijamin dibeli oleh BUMDes, kemudian BUMDes yang menjual nanti, tapi masyarakat punya penghasilan setiap bulan.
Nah hal-hal seperti ini kan perlu pemikiran yang kemudian kita satukan.
Kemudian terkait juga untuk ada tidak semacam kriteria yang diberikan kepada Kepala Desa atau tes untuk menentukan siapa yang dijadikan sebagai Direktur BUMDes? Mohon maaf Pak, saya menemukan Direktur BUMDes direktur namanya ya Pak ya? Direktur BUMDes ini kadang-kadang jiwa entrepreneur-nya tidak ada, Pak. Mohon maaf Kepala Desa mengangkatnya jadi Direktur kadang keluarganya karena apanya, ini perlu selain kita memang upgrade SDM-nya, tapi dia punya harus secara jiwa entrepreneur-nya harus sudah ada Pak. Kalau tidak punya jiwa entrepreneur pikirannya hanya terima gaji nah ini susah juga gitu. Ya memang Pak harus ada bawaannya kita harus ada bakatnya untuk untuk usaha.
Dan kemudian masukkan Pak Direktur BUMDes ini, di awal kan kita tidak ngasih dia gaji, harusnya ada support di awal Pak supaya dia bisa bergerak begitu. Ini karena di awal itu setidaknya untuk transportasi dan segala macamnya itu untuk kebutuhan dasarnya bisa terpenuhi, karena di awal saya lihat gagalnya beberapa BUMDes ini karena anak-anak muda tamat kuliah jadi Direktur BUMDes, dia belum punya penghasilan, bekerja hari-harian di BUMDes tak punya penghasilan akhirnya nggak fokus Pak. Nah ini perlu ada format bagaimana untuk memberikan kebutuhan dasarnya gitu.
Kemudian gaji pendamping Desa, tapi tadi sudah dapat jawaban. Saya banyak mendapatkan messenger Pak tentang gaji pendamping desa. Mudah- mudahan ke depan ini kan mereka ini punya hak dan tanggungan kewajiban dan tanggung juga Pak yang mereka harus bayar sama seperti kita. Kalau bisa polanya memang di awal bulan mereka sudah terima gaji Pak. Ini Januari baru terima hari ini Pak iya Pak ya? Nah ini sekarang kan sudah pertengahan bulan 3 kan, hampir akhir bulan 3. Ini saya selalu menyampaikan ini, begitu juga ya walaupun status mereka ini bukan ASN ya, tetapi kewajiban mereka sama dengan ASN terhadap keluarganya, anak istrinya. Nah ini polanya nanti mata anggarannya kalau bisa ini memang tersendiri. Jadi tidak mengikut kepada kegiatan, ini harus Pemerintah kaji ini, sama juga di daerah honor honorer honorer-honorer itu ngikut mata anggaran itu mata anggaran kegiatan, sehingga ketika ada refocusing ada segala macamnya terbawa ke sana, keterlambatan pengesahan anggaran terbawa ke sana. Harusnya dijamin oleh negara bagaimana orang-orang yang bekerja untuk negara itu sama kondisinya walaupun statusnya ini ASN, ini honorer atau status lain harusnya sama Pak, sehingga mereka tidak harus mencari pinjaman ke sana kemari ketika harus membiayai hidup mereka di awal tahun.
Kemudian selanjutnya masalah dana desa Bu Irjen. Saya sepakat dengan Pak Ketua tadi. Dana desa ini banyak sekali masalahnya. Satu, ini kita, Peraturan Menteri mengenai Dana Desa ini sudah keluar. Penggunaan dana desa satu jadwal jadwalnya Pak, jadi regulasi untuk prioritas penggunaan dana desa itu, di desa sudah menetapkan mereka kan apa namanya rapat untuk Musdes ya Musdes untuk anggaran dana desa. Itu jauh-jauh hari Pak, tapi aturan yang kita keluarkan itu di akhir tahun, bulan berapa? Tiga bulan tapi faktanya Desember Pak. Nah faktanya Desember mereka sudah Musdes Pak, sudah Musdes. Regulasinya adanya di akhir sehingga berubah lagi. Nah kadang-kadang sudah ada lagi peraturan berikutnya. Ini mohon kalau bisa
mengikuti, bahkan sebelum Musdes ya kan bisa dibuat sebetulnya Pak masalah regulasi penggunaan dana desa.
Terus selanjutnya perlu juga ada apa namanya batasan pemerintah daerah, inikan setelah Peraturan Menteri ada lagi Pergub ya Pak ya untuk melanjutkan Peraturan Menteri ini. Ini mohon maaf Pak ada titipan-titipan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap dana desa ini. Ini perlu juga dibatasi sehingga tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu mohon maaf diantaranya dulu kalau mungkin sekarang tidak lagi ada Bimtek- bimtek yang pesanan-pesanan Pak mohon maaf.
Nah kemudian yang terakhir yang ingin saya sampaikan adalah masalah pengawasan dana desa ini. Kalau dulu ndak salah ya sampai melibatkan Polsek ya masih Pak? Babinkamtibmas Pak. Saya rasa ini justru memberatkan menjadi beban bagi Kepala Desa, Pak. Semakin banyak pengawasan itu harusnya dioptimalkanlah pengawasan itu oleh satu badan saja, tidak harus melibatkan ini mohon maaf Pak, sekelas Babinkamtibmas secara hitung- hitungan nggak akan begitu paham Pak dengan pengawasan, akhirnya ini cerita curhat beberapa Kepala Desa, itu beban jadinya Pak dalam tanda kutip Pak ya, beban dalam tanda kutip. Ini curhat mereka. Akhirnya kalau iya enggak enggak ada salah jadi jadi salah juga Pak, semuanya di congkel-congkel. Jadi perlu ada satu lembaga yang mengawasi tapi itu betul-betul dioptimalkan pengawasannya. Kemudian kalau mereka salah dibina ditegur dibina.
Ini mohon maaf Pak saya menemukan Kepala Desa itu sampai ingin mundur karena terlalu banyak beban ini secara hukum mereka mengawasi.
Nah terlalu banyak pengawasan itu Pak pesan-pesanannya banyak sekali, ancaman-ancamannya kepada Kepala Desa juga banyak sekali. Ini perlu dievaluasi Pak, belum lagi Kejaksaan, belum lagi ke POLRI, belum lagi di Inspektur dari Pemda Pak. Inspektorat dari Pemda itu itu ada lagi pengawasannya. Ini bisa juga dana desa juga yang diawasi mereka kan, tidak dana ADD, bukan dana dari Pemkab saja kan. Dana dari dari pusat mereka awasi juga, ini beban juga.
Jadi pengawasan terlalu banyak pengawasan tidak menjamin sebetulnya, justru ini menjadi beban. Maksud saya beban itu Pak ya kan kalau orang punya kewenangan seperti itu ya tanda kutip lah ya ini perlu dievaluasi.
Saya lihat sebagaimana pernah saya sampaikan bahwasanya bukan pada pengawasan anggarannya saya kita lihat, tetapi pada kemampuan Kepala Desa dalam mengelola anggaran yang begitu banyak, sementara hak yang mereka terima itu tidak terasa adil. Demikian yang dapat saya sampaikan.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Wa'alaikumsalam.
Banyak sekali ya dan menarik kayanya bicara soal dana desa ini.
Selanjutnya Ibu Sri Rahayu dari Fraksi PDI Perjuangan.
Silakan Bu.
F-PDIP (SRI RAHAYU);
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Pimpinan dan Anggota Komisi IX, Bapak Sekjen, Inspektorat dan yang lainnya.
KETUA RAPAT/WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H.M. ARWANI THOMAFI, S.H./F-PPP):
Komisi V ya.
F-PDIP (SRI RAHAYU);
Ya Komisi V sorry.
Yang ingin saya tanyakan yang pertama adalah dari Pak Sekjen. Saya membaca dari kemarin ya ketika kita melakukan Rapat Dengar Pendapat maupun dengar pendapat terkait dengan WTP yang dihasilkan dari hasil pemeriksaan dan pada kenyataannya WTP itu kan tidak menjamin bahwa apa yang sangat tergantung kepada tindak lanjut dari apa yang dilakukan oleh masing-masing lembaga. Oleh karena itu ini sangat memungkinkan sekali kalau memang tidak bisa dilaksanakan menjadi lain begitu, apalagi ini bertahun-tahun.
Yang ingin saya tanyakan adalah kenapa target-target yang dilaksanakan ini target dari Inspektorat juga demikian. Tahun 2001 itu yang diharapkan termasuk reformasi birokrasi itu hanya 76%. Kemudian dengan skalanya ya 76 dengan skala 1 sampai 100. Kemudian indeks kesehatan organisasi juga demikian. Ini sebenarnya alasannya apa? Kenapa tidak mampu menggapai sesuatu yang lebih tinggi, artinya mentargetkan yang lebih tinggi, tentu ada kendala-kendalanya. Oleh karena itu saya mohon penjelasan dari kendala-kendala yang ingin yang disebabkan sehingga dari Kesekjenan ini juga membuat target. Menurut saya ini bukan tinggi middle masih 75. Kemudian skala dari 1 sampai 5 yang diambil adalah 3. Nah ini mesti tentu ada hal-hal yang menyebabkan seperti itu, sehingga apakah karena hanya pola pikir saja atau ada hal lain yang memang menjadi kendalanya? Termasuk dari hasil tindak lanjut ini kan baru targetnya 75% juga gitu, yang 25% di kemanakan?
Kalau itu bertumpuk-tumpuk dari tahun ke tahun, pada akhirnya yang belakang- belakang ini ndak bisa diselesaikan begitu. Dan seperti tadi disampaikan Pak Hamka bahwa itu masih terus ada saja karena persoalan-persoalan yang selalu diulang.
Yang kedua, program dari yang halaman 10 yang disampaikan, termasuk dari halaman 9. Saya hanya ingin menyampaikan programnya Biro