-~
l
;
OOKUMENTAll
i l lJ!'W.._,.. PERWAKJl.AN W.AKYA' ~ ~-..n••UlA I--- .... ·-·· ···----·- ---·· . .. . J
RISALAH RAPAT
PANITIA KHUSUS
...RANCANGAN UNDANG-UNDANG
TENT ANG
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
JENIS RAPAT : RAPAT KERJA KE 1
RAPAT KE
: 2
HARl/T ANGGAL : SELASA, 20 APRIL 1999
SEKRET ARIAT PANITIA KHUSUS
SEKRETARIAT JENDERAL DPR-RI
JAKARTA
1999
RISALAH RAPAT PANSUS RUU TENTANG
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Tahun Sidang Masa Persidangan Rapat ke Jenis Rapat Sif at Rapat Hari, tanggal
Pukul
Tempat Ketua Rapat Sekretaris Rapat AcaraHadir Anggota Pansus Pemerintah 1998/1999 I I I 2 Raker ke-1 Terbuka Selasa, 20 April 1999 11. 00 WIB
Ruang Rapat Komisi III {KK-IV) H. Agus Muhyidin, S.IP.
Subijanto Sudardjo, S.H.
1. Menetapkan Jadual Acara Rapat
Pansus.
2. Menetapkan Mekanisme Kerja Pansus 27 dari 50 Anggota Pansus
Menteri Kehakiman beserta jajarannya
FRAKSI KARYA PEMBANGUNAN 1. H. AGUS MUHYIDIN, S.IP. 2. RIDWAN SANI, S.H.
3. IR.SURATMAN, M.B.A. 4. DRS. MOHAMMAD ALI TALHA
5. PROF. DR. H. BAMBANG RAHINO, S. KOESOEMO 6. DRA. SILVIA RATNAWATI, M.Sc.
7. DRS. R. DYATMIKO SOEMODIHARDJO, S.H. 8. Dr. H. BEMPA MAPPANGARA
9. SUHARTO, BCTT, S.IP 10. IR. AZHAR ROMLY
11. DRS. AGUN GUNADJAR SUDARSA 12. DRS. ABU HANIFAH
13. Drg. SOEHARTO, SKM. FRAKSI ABRI
1. SUTRISNO SUWARI 2. SRIDONO
4. DRS. RUDY SUPRIYATNA, M.M. 5. BENYAMIN BALUKH
FRAKSI PERSATUAN PEMBANGUNAN 1. DR. H. MUCHSIN, S.H.
2 . DRS. QOMARI ANWAR, M.A.
3 • DRS. H. MUZANNI NOOR
4. DRS. ZAINUT TAUHID SA'ADI
5. DRS. H. MUSLICH, S.F.
6. H. ZAIN BADJEBER, S.H.
7. H. LUKMAN HAKIEM
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA
1. Y.B. WIYANJONO, S.H. 2. SAJID SOETJORO, B.Sc.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) : Assalamualaikum Wr. Wb.
Rencana mekanisme kerja sudah disetujui oleh Pansus kemarin
oleh Fraksi-fraksi, sedangkan perubahan-perubahan mengenai
pergeseran-pergeseran waktu itu diserahkan kepada Pimpinan
Pansus, itu yang pertama.
Yang kedua, bahwa apabila jadual pembahasan RUU ini tidak memenuhi atau waktu yang disediakan oleh Bamus tidak cukup, maka didalam rapat kemarin diputuskan bahwa kita akan meminta tambahan
waktu namun tidak melampaui pada bulan Juli seperti BAMUS
memutuskan pembicaraan Tingkat IV pengesahan RUU menjadi Undang-undang ini didalam Rapat Paripurna itu diputuskan didalam BAMUS tanggal 19 Juli 1999. Nah ini perkembangannya apabila membutuhkan waktu ini akan minta penambahan waktu, namun tidak melampaui pada bulan Juli, itu yang kedua didalam catatan BAMUS.
Yang ketiga, bahwa BAMUS meminta kepada pemerintah melalui yang terhormat Sdr. Menteri ada dua yang kita minta. Pertama bahwa kita mohon disiapkan mulai pembahasan di Panja yaitu Panitia ·Kerja, pertama adalah ahli bahasa hukum dan yang kedua adalah ahli penyusunan Undang-undang, itu yang menjadi
catatan-catatan terhadap jadual atau rencana jadual yang telah
disampaikan kepada Yth. Sdr. Menteri dan pada hari ini,
kesempatan pertama kami serahkan kepada Yth. Sdr. Menteri
bagaimana ~engan masalah jadual ini a tau rencana jadual ini,
apakah pendapatnya kemudian saran dan persetujuannya dari Yth.
Sdr. Menteri untuk kemudian kami minta nanti
pertimbangan-pertimbangan dan kemudian kita putuskan rencana jadual ini menjadi jadual pembahasan demikian juga setelah jadual disetujui
kemudian rencana mekanisme kerja kami akan mintakan pendapat, pandangan dan persetujuan Yth. Sdr Menteri.
Saya kira demikian mekanisme atau acara dan mekanisme rapat kita pada hari ini dan untuk ini kami persilakan kepada Yth. Sdr. Menteri untuk memberikan pandangan, saran dan persetuj uannya terhadap rencana jadual yang sudah diputuskan kemarin di Pleno Pansus.
Kami persilakan.
FABRI (DALAM SINURAYA, S. Sos) :
Bapak Pimpinan, kami mohon waktu sebelum pemerintah pak. Terima kasih kepada Sdr. Pimpinan
Yth. Bapak Menteri Kehakiman, Bapak, ibu Anggota Pansus. Dihadapan kita memang sudah dibagi jadual acara pak, namun kalau kami amati di halaman 2 pak, dari Rapat Pansus Intern
Anggota Dewan kemarin, di nomor 13 s/d 16 kelihatannya belum pas
dengan apa yang kita bicarakan kemarin pak, kemarin kita
bicarakan Rapat Kerja dengan pemerintah itu 3 hari, mungkin ini sekretaris yang, jadi sebelum kepada pemerintah barangkali, kami
melihat disini kemarin kita sepak~t Rapat Kerja dengan pemerintah
itu dialokasikan 3 hari kerja dengan Bapak Menteri. Kalau
seandainya 3 hari yang dialokasikan itu dipakai 2 hari, maka hari
ke-3 kita masuk Panja, tapi kami lihat disini alokasi yang
diberikan menjadi 4 hari kerja ini barangkal1 perlu penjelasan itu pak.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Baik, pak Menteri kami mencabut dulu keputusan tadi untuk pak' Menteri memberikan tanggapan saran maupun persetujuannya, karena ini ada saran dari Fraksi ABRI, kami mohon persetujuannya pak Menteri untuk kami melalui Fraksi-fraksi dulu. Terima kasih.
Ini ada koreksi dari Fraksi ABRI, mungkin kesalahan
penyusunan dari kami, baik sekretaris maupun pimpinan Pansus yaitu alokasi untuk Rapat Kerja Pansus, kami mohon sekaligus saja
dilihat · karena disini memang seperti kami perhatikan Tim
Sinkronisasi itu hanya 1 hari. Nah, apabila memang inf setuju,
apanya Panja sudah cukup kemudian Tim Perumus dan lain sebagainya
sudah cukup mohon ditanggapi sekaligus dan kemudian mohon
tanggapan dari Fraksi-fraksi lainnya, saya kira nanti dari Fraksi.
ABRI langsung saja FPP kemudian Fraksi Karya dan Fraksi PDI. ·
Kami persilakan Fraksi ABRI untuk mengulangi tanggapannya. !:j
FABRI {DALAM SINURAYA, S.Sos) :
Betul pak, tadi satu lagi kalau kami tidak keliru karena ini catatan yang kemarin, kalau kami tidak keliru kami kemarin hari
untuk Timsin itu kita sediakan 2 hari, disini hanya satu hari sedangkan hari untuk Raker dengan pemerintah dalam hal ini dengan Menteri ki ta alokasikan 3 hari, kalau terpakai 2 hari maka dipakai oleh panja pak. Sedangkan Timsin kalau kami tidak keliru kita alokasikan 2 hari itu barangkali kita saling mengingatkan.
Terima kasih pak.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Sekaligus apakah untuk Panja cukup tidak, tolong dicek
harinya. Panja disiapkan 5 hari, jadi nanti kalau memang Rapat
Kerja dikurangi satu hari kita geser ke atas saja untuk lebih mudahnya sehingga Tim Sinkronisasi menjadi 2 hari. bagaimana Fraksi ABRI setuju ini ?
Terima kasih. FPP.
•
FPP {H. LUKMAN HAKIEM) Terima kasih pak.
Jadi catatan kami juga, Rapat Kerja dengqn pemerintah itu dijadualkan 2 hari Rabu, kamis, 3 hari tapi kalau Jumat, Kamis selesai kita mulai masuk Panja, tanggal 25 Juni kemudian Timsin menurut catatan kami disini dialokasikan 2 hari itu Jumat 9 Juli dan Senin 12 Juli yang lain-lain saya kira sama semua pak.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Jadi dari FPP setuju Panja ditambah 1 hari, Rapat Kerja dikurangi 1 hari, berarti Tim Sinkronisasi ditambah 1 hari jadual ini otomatis semua naik keatas saja sesuai dengan tanggal.
Terima kasih FPP, silakan Fraksi Karya. FKP {RIDWAN SANI, SH) :
Terima kasih pak Ketua.
Kami juga ca ta tan kami memang demikian kalau Tim
Sinkronisasi ini 2 hari pak kalau catatan, jadi karena melihat
begini saya rasa kita dorong saja ke atas. Jadi dengan didorong ke atas sudah dipenuhi yang 2 hari Tim Sinkronisasi dan Panja jadi 4 hari dan Rapat Kerjanya 4 hari juga, jadi saya rasa sudah
selesai itu tidak ada hal-hal yang lain yang, tentu dengan
beberapa catatan kalau misalnya nanti dalam Rapat Kerja itu kita
sudah selesai 2 hari tentu waktu yang tersisa nanti kita ~unakan
lagi untuk Panja. Dan seandainya waktu yang tersedia untdk Panja
ini kita dapat selesaikan sebelum waktunya, itu kita dapat
gunakan untuk Timus-nya atau Timcil dan seterusnya sampai
kebawah. Jadi demikian pendapat dari kami. Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Terima aksih atas persetujuannya, kami silakan dari FPDI pak Wiyanjono.
FPDI (Y.B. WIYANJJONO, SH) : Terima kasih Pimpinan.
Alokasinya menurut kami pada angka 13, 14, 15, itu Pansus
itu 3 hari cukup, 1 hari dipotong kemudian Panja tetap 5 hari pak
cuman naik ke atas karena pengalaman setiap kali Pansus itu yang paling besar membutuhkan waktu di Panjanya, oleh karena itu
perbandingannya 3 kemudian 5 kemudian masing-masing Timus itu
sama, ini dialokasi 3 hari yang 1 hari potongan dari Pansus tadi
yang diberikan kepada Tim Sinkronisasi dengan menaikan itu. Saya kira itu saja yang dapat kami sarankan.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Untuk Pak Wiyanjono terima kasih dan saya mengharapkan untuk pindah tempat. Baik kami simpulkan saja bahwa semua Fraksi sudah
setuju bahwa Rapat Kerja adalah 3 hari, Rapat Panja 5 hari, Rapat
Timus dan Tim Kecil 3 hari, Rapat Tim Sinkronisasi 2 hari,
semuanya jadual nanti akan diatur sesuai dengan kalender, naik
keatas semuanya, apa disetujui ini pak ?
{RAPAT SETUJU)
Terima kasih.
Itulah pak Menteri, j adi ada pergeseran dari yang kami
sampaikan bahwa Rapat Kerja 3 hari, Rapat Panja 5 hari, Rapat Tim
Per'umus dan Tim Kecil 3 hari dan Rapat Tim Sinkronisasi 2 hari,
dan nanti didalam jadual itu naik keatas saja pak. Untuk ini kami persilakan Yth. Sdr. Menteri untuk menanggapi dan persetujuannya.
PEMERINTAH/MENTERI KEHAKIMAN :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saudara Pimpinan dan rekan-rekan Anggota DPR yang saya
hormati.
Saya ucapkan terima kasih atas kesempatan ini.
Pertama saya ingin menanggapi tadi masalah ahli bahasa dan
ahli penyusunan Undang-undang, jadi kami akan berusaha untuk
mempersiapkan 2 hal ini walaupun saya yakin bahwa sekalipun
didatangkan ahlipun masih dipersoalkan nantinya, apalagi mengenai bahasa Indonesia ya, semuanya hali bahasa Indonesia disini begitu juga tentang legal drafting itu juga saya kira penting sehingga
Bapak-bapak Anggota DPR puin banyak pengalaman terutama masalah
Kemudian yang kedua pemerintah saat ini memang sangat concern untuk menyelesaikan berbagari RUU ini tepat pada waktnya,
terutama yang menyangkut 2 hal yaitu yang berkaitan dengan TAP
MPR, sekalipun Undang-undang Korupsi ini tidak berkaitan dengan MPR secara langsung tapi secara tidak langsung terkait TAP Nomor
11 sebagai pasangan dari Undang-undang tentang Penyelenggara
Pemerintah yang Bersih dan Bebas dari KKN dan Pemberantasan Korupsi, tetapi ada kaitan langsung dengan perjanjian yang belum
diselesaikan dengan IMF bukan karena kita ditekan oleh orang
asing tetapi komitmen ini merupakan satu komitmen bersama yang
ada kaitannya dengan dana-dana IMF otomatis mereka juga ingin
savety didalam masalah ini, dan itu disinggung didalam letter of intend tapi bagi kami tidak mutlak itu perjanjian dengan IMF dalam arti kita seolah-olah harus tertekan memang keinginan untuk memberantas korupsi itu adalah keinginan kita bersama, itu yang
kedua jadi itu harus tuntas masalah ini, kedua hal yang
menyangkut masalah ini.
Kemudian pemerintah masih mempunyai beban yaitu harus
menyelesaikan Undang-undang Keselamatan dan keamanan Nasional yang juga merupakan perintah dari TAP MPR Nomor X terutama yang
separuh sudah kita kerjakan sudah selesai yaitu tentang
pencabutan Undang-undang Nomor XI . . . tahun 1963 dan sekaligus merubah KUHP, kejahatan terhadap keamanan nasional sudah selesai jadi sudah selesai separuh itu perintah itu, tapi Undang-undang tentang Keselamatan dan Keamanan Negara saat ini Departemen Hankam sudah menyelesaikan dan juga Departemen Kehakiman membantu dan sudah berada di Sekneg. Kami akan mengusahakan agar supaya sebelum Reses Rancangannya sudah masuk ke DPR, satu, dua hari ini dan kami mohon jadi bisa selesai sebelum Anda diganti. Saya yakin melalui DPR yang baru nanti sibuk dengan masalah-masalah yang lain, jadi ini bukan masalah berat ringannya tapi ini monumental bagi kita, tapi cukup berat saya kira tapi walaupun kita sudah menyadari semua tapi ini cukup berat disamping Undang-undang yang lain yang saat ini sedang kita kerjakan yang sehingga rasanya itu berat sekali.
Dan masalah yang lain kita melihat itu time... disertai
dengan mental ... mulai 14 Juni sampai 19 Juli ini saya kira saya
yakin disamping yang masih bersemangat dan yang sudah lemas, lemas semangat juga banyak, karena sudah tahu jadi caleg atau tidak, disini akan menimbulkan masalah tersendiri. Tapi saya yakin dengan semangat perjuangan yang tinggi waktu ini akan kita manfaatkan 14 Juni sampai 19 Juli dan kita akan ... katakanlah. Khusus mengenai masalah penampilan hearing dengan pakar untuk
me-j aring aspirasi dan j uga dari Kej aksaan Agung saya sangat
mendukung aspirasi itu kan harus dari supra struktur saya kira dari pemerintah sudah cukup banyak pakar saya kira, walaupun kai
juga melibatkan dewan pakar dalam perumusan Undang-undang itu juga kemudian aspirasi pemerintah dari sisi lain dari Keiaksaan.
Sebetulnya al~ngkah baiknya kalau bapak juga mendengarkan
dari Palisi sekaligus. Kami sarankan ada dengar pendapat juga dari Polri, karena berdasarkan Undang-undang Kepolisian yang baru Polri berhak menyidik semua jenis perkara termasuk tindak pidana korupsi, maka ide kami untuk memasukan sebagai join investigation itu adalah untuk mempertemukan dalam kasus-kasus complecated itu mereka bisa menjadi satu bahkan kalau saya mendorong diri saya sendiri tidak mengingat-ingat yang lain-lain, saya mengusulkan adanya Badan Anti Korupsi yang khusus, ada Untide Coruption Agency seperti di Hongkong dan sebagainya tapi namanya ini masih kita kan melakukan institusionalisasi dari lembaga-lembaga yang
konstitusional yaitu Kejaksaan Agung dan Palisi, maka kami
sarankan ada acara dengan Palisi, aspirasi internasional saya kira kita sudah bisa membandingkan dengan konsep-konsep dari berbagai pendapat internasional.
Khusus mengenai j adual ini dis amping saran kami ten tang adanya hearing dengan Polri yang kami lihat tentu saja jadual kedatangan saya ini yang saya lihat, 3 hari jadinya ya pak, Raker dengan menteri 3 hari, saya siap untuk bersama-sama dengan Bapak sekalian untuk membahas masalah ini dan mengenai jadual ini saya kira saya setuju dengan perubahan-perubahan yang tadi diucapkan oleh Fraksi-fraksi dan saya ucapkan terima kasih.
Saya kira demikian pendapat saya.
t) Wasalamualaikum Wr. Wb.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Baik, terima kasih Yth. Sdr. Menteri, jadi demikian para
pimpinan Fraksi masukan dari Yth. Sdr. Menteri, saya kira
mengenai masalah, faktor yang berpengaruh itu tadi kita jadikan suatu pegangan dalam pembahasan RUU ini untuk benar-benar bisa dapat kita selesaikan dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan nanti jadual waktu yang kita siapkan.
Kemudian saya minta persetuuannya dari Fraksi-fraksi saran dari kita tadi pak Menteri permintaan sudah akan dipenuhi itu nanti didalam mekanisme pemahasan, kemudian halnya dengan Polisi ini jadual waktunya dimana kita masukan kami silakan saran-saran dari Fraksi, saya kira minta dari Palisi tidak ada permasalahan ,
hanya nant~ dimana tempatnya, apakah akan kita laksanakan sebelum
Reses atau akan kita laksankaan sesudah Reses. Jadi silakan mohon tanggapannya mulai dari Fraksi ABRI saja saya kira.
Demikian, silakan Fraksi ABRI untuk memasukan Dengar
FABRI (DALAM SINURAYA, S.Sos) :
Terima kasih Saudara Pimpinan.
Kalau kita melihat jadual waktu, sesudah Reses kita kembali Reses tanggal 14 dimana disana disediakan masih ada 3 hari bagi Fraksi. Menurut pendapat Fraksi ABRI barangkali dari 3 hari ini kita bisa alokasikan apa yang akan disampaikan oleh Saudara
Menteri tadi kami sangat menyambut baik, tetapi barangkali
kalaupun masih cukup tidak terbatas pada Polri saja sebagaimana ki ta bicarakan kemarin mungkin j uga dengan para pakar, para mahasiswa termasuk !CW atau Indonesian Coruption Watch juga mungkin ki ta adakan Dengar Pendapat kalau masih cukup waktu, karena kita melihat pada tanggal 14, 15, 16 ini masih diberikan
kepada Fraksi kalau kita sepakat satu, dua hari diberikan kita
untuk mendapatkan masukan.
Terima kasih Saudara Ketua.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Baik terima kasih, jadi dari Fraksi ABRI menyetujui dengan Polri itu kita laksanakan pada jadual waktu persiapan DIM untuk Fraksi-fraksi nanti kapan dari 3 hari kita gunakan, kami mohon nanti persetujuannya apa bisa diserahkan kepada Pimpinan untuk kita mengadakan komitmennya atau nanti kita memintakan kesediaan Polri untuk hadir dengar pendapat dengan kita pada Senin, Selasa
atau Rabu itu tadi. Apa disetujui untuk diserahkan kepada
Pimpinan untuk nanti kita kerjakan.
FABRI (DALAM SINURAYA, S.Sos)
Kalau dapat lebih awal pak, sehingga memberi waktu kepada Fra'ksi untuk menyusun DIM.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Baik, kita laksanakan pada tanggal 14 saja, kita rencanakan, terima kasih. Kemudian dari untuk Fraksi ABRI bahwa dari pakar disana dari P3I kita sudah saya dapat konfirmasi yang akan hadir itu yang sudah bersedia Pak Awaluddin apabila tidak ada halangan, kemudian Pak Lobby Luqman, kemudian Teten Mulyadi itu dari ICW, kemudian dari DR. Andi Hamzah, itu yang sudah bersedia untuk hadir nan ti besok pagi pak. Jadi nan ti masalah nanti dengan mahasiswa dan lain sebaginya nanti kita sambil berjalan sesuai dengan yang kemarin kita sudah putuskan bersama. Jadi pada waktu pembahasan ini tidak menutup kemungkinan nanti kita mengadakan lobi bahkan mungkin menerima aspirasi-aspirasi itu tadi.
FPP (H. LUKMAN HAKIEM) : Terima kasih pak.
Jadi dari kemarin kami sudah buktikan bahwa kami selalu mendukung ABRI pak, jadi menurut kami lebih awal lebih bagus supaya kita nanti bisa kita tampung dalam DIM yang akan kita susun dan kalau dapat memang jangan cuma Polri tapi silakanlah siapa masalah yang akan menyampaikan kita tampang seperti saran kami kemarin itu dan tentu nanti harus ada kesepakatan bukan mustahil nanti kedalam kita menyusun DIM ini ada saja hal-hal yang terlewatkan oleh kita sernua, rnungkin ditengah perjalanan ketika kita sedang membahas datang suatu aspirasi yang itu semua masuk akal.
Nah, disini saya kira diperlukan kesepakatan bersama dari Fraksi-fraksi juga dari pemerintah kalau memang itu gagasan itu bagus tentu bukan sekedar ditampung tetapi bagaimana itu juga kita masukan dalam apa, jadi ini harus ada kesepakatan seperti itu pak. Ini untuk mencegah terulangnya kasus tuna netra dalam Undang-undang Politik itu pak, yang oleh semua Fraksi terlewat ketika mereka datang menyampaikan ini sudah berjalan, bingung kita dimana memasukannya itu, jadi dari awal saya kira harus seperti itu pak dan saya yakin ini karena pak Agus sendiri ahli menjabarkan masalah dan tentu akan selesai.
Terima kasih pak.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Kami tawarkan saja sama FPP sekaligus catatan kita didalam rancangan pembahasan ini baru satu pak, kita masukan saja bahwa penerimaan-penerimaan aspirasi pada hal itu akan selalu kita siapkan waktu untuk menerima mereka, saya kira itu catatan yang perlu.
Terima kasih, disetujui kira-kira ya pak. Terima kasih.
Pak Menteri, karena saya ini dari Jawa Barat kemarin, jadi saya mampu menjabarkan bukan arti terus kemudian ini orang Jawa Barat pak, jadi nantinya bagaimana Undang-undang ini kita bahas, RUU ini kita bahas menjadi UU pada waktunya pak.
Terima kasih, silakan dari Fraksi Karya. FKP (RIDWAN SANI, SH)
Terirna kasih pak Ketua.
Kami melihat pada tanggal 21 itu kita akan dengar pendapat
dengan Kejaksaan Agung itu jam 9.00 pak, berarti 2 jam saya kira
sudah cukup jam 11.00 sehingga ada waktu tersisa lagi sampai
dengan sore harinya, cuma kami masih catatan kami ini apa benar
atau tidak, Fraksi ABRI pada tanggal 21 ada Rapat Fraksi, 21
FABRI (DALAM SINURAYA, S.Sos) :
Sebagaimana kami sampaikan kemarin pak, sampai jam 14.00 masih, tanggal 22 pak, 21 tidak ada masalah.
Terima kasih.
FKP (RIDWAN SANI, SH) :
Kalau demikian, kalau ini supaya apa ini istilah saya kurang tepat, istilah Melayulah supaya mengalir dia kita dengar pendapat dengan Kejaksaan Agung jam 09. 00 s/d 11. 00 sesudah itu kita lanjutkan saja dengan Kapolri dengan Polri sehingga apa yang kita dapat masukan dari pihak Jaksa Agung nanti kita lihat apa yang akan dimasukan dari pihak Kepolisian kepada kepada kita ini juga nyambung dia pak, jadi bisa mengalir sehingga waktunya juga tidak terbuang begitu saja karena kalau dengan pihak Kejaksaan Agung ini jam 09.00 kita mulai saya rasa jam 11.00 sudah cukup itu, 2 jam sudah cukup dan kita masih punya sisa waktu beberapa jam lagi, apalgi sesudah mendengar dari Fraksi ABRI memang pada tanggal 21 itu tidak ada Rapat Paripurna Fraksi ya pak, sehingga itu tidak akan mengganggu, ini kalau saran daripada Fraksi Karya, itu yang pertama.
Dan yang kedua mengenai kita akan menampung
aspirasi-aspirasi masyarakat yang nanti yang akan didalam pembicaraan dari FKP setuju saja pak mengenai soal waktu ini nanti kita akan atur dengan sebaik-baiknya, kalau mungkin karena pengalaman-pengalaman dalam kita berbicara mengenai RUU ini dari aspirasi masyarakat itu kadang-kadang satu jam itu sudah cukup banyak, mungkin kalau misalnya kita punya waktu mereka datang mau malam tidak apa, kita gunakan malam ataupun pada sore hari kita misalnya selesai pada jam·16.00 kita gunakan lagi untuk satu jam, jam 17.00 itu sudah
selesai kita bisa menampung aspirasi sehingga nanti bisa
dimasukan kepada jadual-jadual yang kita kosong, karena disini juga kami lihat banyak ini beberapa hal yang waktu seperti misalnya didalam Timsin, itu halaman 3 itu ada, Kamis Rapat Timus kemudian ada Timcil kemudian Jumat juga Timsin, tapi kalau disini kita mungkin kita sudah terlambat ya, tapi sebelumnya itu, jadi waktu-waktu sebelumnya saya rasa bisa digunakan.
Hanya sekian terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) : J
Jadi yang terhormat Saudara yang mewakili dari Fraksi Karya memang benar nanti tadi kita sudah sampaikan bahwa menampung aspirasi ini akan kita sesuaikan, jadi waktu banyak sekali kita bisa di hari Fraksi kita pun bisa mengambil hari-hari lainnya juga pak, seperti kemarin saya sampaikan yang paling penting bahwa mereka bisa diterima oleh salah seorang Pimpinan Pansus dengan didampingi Anggota-anggota dari semua Fraksi yang ada dari
memberi keputusan, karena ini masalah waktu, jadi kemarin pun nanti kita akan mintakan apa rekan-rekan setuju apabila besok pagi memungkinkan dari Fraksi lain apa setuju, kita pun bisa besok pak, tapi kalau umpamanya dari Polri tidak mungkin terpaksa kita pada tanggal 14 itu tadi kita adakan walaupun mungkin tenggang waktunya ada, tapi apabila memang bisa nantt setelah itu saya kira nanti kita minta persetujuan dari Fraksi lain setelah Fraksi PD! memberikan tanggapannya terhadap acara jadual ini atau materi yang kita lemparkan itu tadi.
Silakan dari FPDI.
FPDI (SAJID SOETJORO, B.Sc) :
Terima kasih Saudara Pimpinan sekaligus yang terhormat Menteri Kehakiman.
Yang akan diomongkan sudah habis, masalahnya. itu-itu juga,
terakhir kami ingin menanyakan j uga usulan dari FKP, kalau
mungkin tanggal 21 itu siangnya tapi masalahnya kan Polri ini
bukan jajaran Polri pak, Polri dalam arti kata Pimpinan Polrinya, tentu saja dari PDI juga memaklumi seandainya waktu itu bisa berubah karena mungkin waktu Kapolri sendiri tidak bisa datang sesuai dengan harapan kita, kemudian untuk pakar pak, jadi saya kembali lagi masalah konsultasi dengan pihak Polri pada dasarnya
usulan dari FKP Yaitu tanggal 21 siang setelah konsultasi dengan
Jaksa Agung, namun demikian Fraksi PDI memaklumi seandainya hari itu belum bisa terlaksana karena terbawa mungkin kesibukan dari pihak Polri itu sendiri.
Yang kedua masalah pakar dapatlah kiranya nanti
masukan-mas~kan dari pakar itu benar-benar diperhitungkan karena biasanya
pak, pakar itu nanti datang sambil marah-marah yang diharapkan itu tidak masuk pak dalam hal ini biasanya begitu pak. Jadi pakar sepakar-pakarnya apalagi pakar yang baru kemarin sore maaf salah satu contoh saja yang isinya hanya menyalahkan saja itu ada pak, tidak pernah ada yang benar pak, apalagi yang diucapkan oleh
Saudara . Menteri Kehakiman biasanya semuanya salah pak, oleh
mereka untuk itu sekali lagi harapan dari Fraksi PDI seandainya penunjukkan atau konsultasi dari para pakar benar-benar harus kita perhitungkan secara teliti tanpa menutup kemungkinan dari mana saja asalnya.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Baik, terima kasih saudara yang mewakili Fraksi POI, tadi ada satu masalah yang saya lemparkan kembali kembali kepada Fraksi ABRI dan FPP mengenai Fraksi ABRI yaitu apabila nanti
Palisi besak pagi atau bisa siang mungkin mereka bersedia yang nanti kita akan segera memintakan Palri untuk bisa hadir, nah hanya mungkin nanti kita tidak harus selalu Kapalrinya yang hadir minimal kan nanti apakah itu Wakpolri atau mungkin salah satu dari saya tidak tahu apakah direktur dan lain sebagainya, Reserse dan lain sebagainya nanti kita akan kita mencaba untuk call ke
Palri hari ini. Apa ini disetujui ?
Baik, terima kasih. FPP apa setuju tadi yang direncanakan apabila Polri memang bersedia atau dapat memenuhi undangan kita
tanggal 21 untuk dengar pendapat bisa setuju pak ?
Bapak-bapak sekalian, yang terharmat Bapak Menteri dan para Fraksi bahwa usulan dari Saudara Menteri untuk kita dengar
pendapat dengan Palisi ini atau dengan Polri ini disetujui ?
Baik, terima kasih. Untuk menyetujui rancangan ini menjadi Acara Rapat Panitia Khusus RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Karupsi kami akan dibacakan saja pak, supaya lebih afdol.
Pertama bahwa hari Senin Rapat Plena Panitia khusus tanggal
19 April 1999 yang dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan Panitia
Khusus, saya kira ini sudah dilaksanakan. Kemudian Selasa, hari
ini, tanggal 20 April 1999 Rapat Kerja Pansus dengan Pemerintah
sedang berjalan. Kemudian Rabu tanggal 21 April 1999 jam 09.00
Rapat Dengar Pendapat dengan Kejaksananan Agung, dan kita
tambahkan apabila Polisi nanti bersedia dilanjutkan siangnya dengan Rapat Dengar Pendapat dengan Polri pak, kemudian yang
kee~pat hari Kamis tanggal 22 April 1999 ini jam 09.00 Rapat
Dengar Pendapat dengan Pakar Hukum, tanggal 5 April hari Jumat
1999 Penutupan masa sidang III tahun 1999, kemudian Senin, Selasa, Rabu yaitu tanggal 14, 15, 16 Juni 1999 itu Rapat-rapat
Fraksi dan apabila nanti Polri tidak bersedia pada tanggal 21
nanti kita hari pertama yaitu tanggal 14 Juni setelah Reses kita
mengadakan Dengar Pendapat dengan Polri, kemudian hari Kamis
tanggal 17 Juni 1999 Penyerahan DIM dari Fraksi-fraksi kepada
Sekretariat Pansus, Jumat 18 Juni 1999 ini keiatan Sekretariat
Pansus untuk persandingan DIM Fraksi-fraksi kami tambahkan disini keterangan j uga siangnya adalah penyerahan DIM Fraksi-fraksi kepada Fraksi-fraksi, jadi sandingan Fraksi-fraksi.
Kemudian Senin tanggal 21 Juni 1999 ini Rapat Intern Fraksi
yaitu rnempelajari DIM Persandingan Fraksi-fraksi, Selasa tanggal
22 Juni 1999 ini Rapat Intern Fraksi mempelajari DIM Persandingan
Fraksi-fraksi, kemudian Rabu s/d Jumat itu 23, 24, 25 Juni itu
adalah Rapat Kerja Pansus dengan pemerintah·~ Selanjutnya Panja
yaitu mulai Senin tanggal 28 Juni s/d Jumat tanggal 2 Juli 1999
itu Rapat Panja, kemudian Senin, Selasa, Rabu masing-masing tanggal 5, 6, 7 Juli, ini adalah Rapat Tim Perumus dan Tim Kecil. Jadi Timus itu 3 hari pak, Selasa, Rabu, Kamis tanggal 6 Juli
1999 dan hari Senin tanggal 12 Juli 1999 itu dua hari Tim Sinkronisasi.
Selanjutnya hari Selasa tanggal 13 Juli itu ada Rapat Panitia Kerja Laporan Tim Perumus ini, Rabu tanggal 14 Juli 1999 itu Rapat Kerja Panusu dengan pemerintah, ini laporan hasil Panitia Kerja, pendapat akhir mini Fraksi-fraksi, pengambilan keputusan Pansus, penandatangan naskah RUU, Sambutan pemerintah dan Penutupan. Kemudian 2 hari kita berikan untuk penyusunan pendapat akhir dari Fraksi-fraksi yaitu hari Kamis dan hari Jumat tanggal 15 dan 16 Juli 1999 Rapat Fraksi, Kamis-Jumat persiapan menghadapi Pembicaraan Tingkat IV pengambilan keputusan DPR-RI
dan hari Seninnya 19 Juli 1999 Rapat Paripurna DPR-RI,
Pembicaraan Tingkat IV DPR-RI untuk Pengesahan RUU menjadi UU.
Adapun catatannya ada 2, yang pertama adalah apabila
diperlukan Pansus dapat mengajukan kepada Rapat BAMUS untuk meminta perpanjangan waktu Pembicaraan Tingkat III sebelum Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 1999/2000. Catatan yang kedua selama pembahasan aspirasi yang datang diterima, dipersiapkan untuk kita terima.
Sa ya kira i tu mungkin masih ada hal-hal yang ingin di sampaikan. Apabila tidak ada kami akan meminta persetujuannya
apakah Rancangan Acara Rapat Panitia Khusus RUU tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat kita sahkan menjadi Acara Rapat Panitia Khusus RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Baik, terima kasih.
(RAPAT SETUJU)
· Sekarang adalah acara yang kedua pak, kita pengesahan atau minta pendapat masukan atau saran masukan dan persetujuannya dari Yth. Sdr. Menteri Kehakiman tentang Tata Cara Musyawarah untuk Mencapai Muf akat dalam Pansus RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, namun untuk lebih dapat Tata Cara ini dikoreksi lagi sebelum kita memintakan kepada Yth. Sdr. Menteri, kami persilakan Fraksi-fraksi untuk membaca sekilas apabila ada
hal-hal yang perlu diperbaiki nanti kita perbaiki sebelum nanti kita
mintakan kepada Yth. Sdr. Menteri. Untuk ini kami minta saja dari sebelah kanan dari Fraksi PDI, FKP, FPP dan Fraksi ABRI, kami persilakan pak.
FPDI (SAJID SOETJORO, B.Sc) :
Terima kasih Saudara Pimpinan dan Yth. Sdr. Menteri
Kehakiman.
Seperti kemarin juga sudah kami utarakan Fraksi PDI memang cukup baik pak, tidak banyak komplain merasa mawas diri dan
sebagainya, oleh karena itu berbicara masalah Tata Cara Pengambilan Keputusan seperti kemarin juga sudah kami jelaskan apa yang ditetapkan kemarin menjadi acuan daripada Pimpinan PD! dan saya kira dari kemarin pun tidak banyak perubahan bahkan sama sekali tidak ada perubahan, maka dengan demikian Fraksi PDI dapat menyetujui Rencana Tata Cara Musyawarah untuk mencapai mufakat didalam Pansus tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) Silakan Fraksi Karya.
FKP (RIDWAN SAN!, SH)
Setelah kami membaca sepintas dan saya rasa tidak ada hal-hal yang perlu kita tambahkan atau dirubah, cuma ini barangkali ini salah ketik pak, di halaman terakhir halaman 5, ini waktu rapat-rapat Pansus itu a. Senin dan Kamis 9-12, istirahatnya 12.00-12.30, ini 30 menit saya rasa memang dari ruangan ini ke ruangan kerja kita di atas itu barangkali makan waktu 5-10 menit, ini saya rasa mungkin 13.30 ini barangkali, saya rasa itu saja pak catatan kami karena kalau kami yang dibawah itu sudah benar 11.30-13.30 waktu istirahat, ini yang a-nya, butir 6 dari a, dari halaman 5. Saya rasa demikian.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Nanti kita akan dengan Tata Tertib saja pak, jadi apakah ini salah ketik, Sekretariat nanti kita akan eek. FPP.
FPP (H. LUKMAN HAKIEM) :
Rasanya tidak ada yang perlu dipersoalkan pak, selain yang tadi oleh FKP, ini logis pak kalau istirahat ini sampai 13.30,
kadang-kadang itu dengan makan siang dengan sholat dengan lihat
ruangan di sana itu, satu jam itu terlalu mepet, jadi ini 13.30 pak, cuma yang malam ini apakah kita sepakat jam 19.30 s/d 22.30 ini kemarin itu kalau tidak salah ingat baru kalau diperlukan,
j adi kalau sudah di j adual begini t idak berart i harus sampai
malam, kalau diperlukan kita siap sampai sampai pagi. KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Saudara Menteri sudah manggut-manggut pak, persetuj uannya, apabila perlu kita sampai subuh, betul kami ralat sekaligus demikian saja untuk Fraksi Karya, jadi memang salah ketik, jadi 12.00-13.30 pak, kemudian nanti jadual malam selalu akan kita kurung dibelakangnya saja apabila diperlukan, jadi supaya lebih enak nanti kita tidak ada masalah-masalah yang harus kita
permasalahkan lagi. Jadi 19.30-22.30 pada butir 6a ini dibelakangnya seperti ada istirahat apabila diperlukan.
Baik, terima kasih. Silakan Fraksi ABRI. FABRI (DALAM SINURAYA, S.Sos) :
Terima kasih pak.
Barangkali apa yang disampaikan oleh PD! tadi bukan karena
kami mencari-cari kemarin kita sepakat di halaman 2 kata
serendah-rendahnya itu diganti dengan pejabat Eselon I itu satu
kalau kami tidak salah, ada 3 kali serendah-rendahnya disitu pak.
Kemudian yang kedua kami kernarin rnengusulkan karena toh di halaman 3 ada Rapat Lobi, kemarin menyarankan ada Rapat Lobi dicantumkan dan masing-masing Fraksi ditetapkan berapa wakil dari
tiap-tiap Fraksi pada Rapat Lobi, ini kalau tidak salah kemarin
kita sepakat pak.
Terima kasih, ini barangkali kita minta maaf kepada Bapak Menteri, kesepakatan kemarin di Sekretaris ini tidak tercantum semua. Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Baik pak, pada halaman 2 memang disitu serendah-rendahnya
Eselon I Departemen Kehakiman sudah kita cantumkan Eselon I ya pak, sudah di halaman 2 sudah dicantumkan pak, nanti kalau toh
ada yang mengatakan serendah-rendahnya belum menyebutkan Eselon I
nanti akan kita ralat pak, tapi itu otomatis bahwa kalau ada tulisan disini dalam rancangan ini serendah-rendahnya belum mencalonkan Eselon I atau belum membubuhkan atau memuat Eselon I kita akan masukan, dengan demikian kemudian mengenai masalah lobi kemarin kan sudah kita bicarakan berapa nanti, mungkin pada waktu panja kita akan lebih jelas lagi atau sekarang situasional istilahanya, yang paling penting nanti kita akan masukan yang paling penting semua, kemarin kalau tidak salah keputusannya dari Fraksi itu ada bisa dua, satu,satu, Fraksi Karya karena banyak
bisa satu, satu, bahkan kemarin dibicarakan Pak Wiyanjono,
apabila hanti Fraksi PDI karena memang banyak sekali tugas-tugas Pansus ini dapat mendelegasikan kepada Pimpinan yang lain untuk hadir ba ik i tu di Tim Perumus maupun Tim Kecil, tapi namun demikian Tim sinkronisasi ini adalah sesuai dengan keputusan kita ini adalah tanggungjawabnya ada di FPDI di Pak Wiyanjono.
Saya kira demikian pak, jadi itu ya nanti kita fleksibel ini untuk kita kalau toh setelah kita perbaiki nanti dimintakan akan kita masukan. Saya kira ini bisa disetujui tidak pak, baik.
Sebelum kita serahkan kepada Yth. Sdr. Menteri, saya mohon persetujuannya bahwa Rencana Tata Cara Musyawarah untuk mencapai mufakat dalam Pansus RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ini dengan tadi perbaikan-perbaikan yang akan kita
laksanakan, bisa disetujui pak. Baik, terima kasih.
(RAPAT SETUJU)
Demikian Yth. Sdr. Menteri sudah kita setuju Rencana Tata Cara ini dengan perbaikan-perbaikan, jadi termasuk nanti catatan untuk Bapak Menteri yaitu perbaikannya.
Yang pertama bahwa untuk ikut lobi pak maupun dalam panja itu kita mintakan serendah-rendahnya yang mewakili Bapak Menteri ini adalah Eselon I, itu satu.
Yang kedua nanti didalam lobi-lobi ini yang disertakan ini pada dasarnya semua Fraksi ada pak, semua e"J>at-empatnya ada dalam lobi ini, nah apabila ada yang tidak ikut itu bisa
diberikan mandat'4kepada Fraksi lain. Saya kira itu, apakah nanti
jumlahnya satu-satu, apakah mungkin ada Fraksi yang lebih nanti
situasi dan kondisi inilah yang akan berpengaruh terhadap
jumlahnya ini tapi yang jelas satu-satu ada. Kenapa demikian,
karena pembahasan pada saat Panja dan sebagainya mungkin
berlangsung, kami sudah memerlukan Tim Kecil atau Tim Perumus 1n1 untuk melaksankan kerjanya khususnya pada waktu Rapat Panja itu biasanya Tim Perumus dan Tim Kecil sudah bekerja.
Saya kira demikian, Yth. Sdr. Menteri kami persilakan untuk memberikan tanggapan, saran maupun persetujuannya.
PEMERINTAH/MENTERI KEHAKIMAN : Terima kasih Saudara Pimpinan.
Saya kira tidak ada alasan untuk tidak menyetujui, saya tidak begi tu menguasai masalah Tata Tertib ini, hanya masalah Eselon I kalau dilibatkan dalam pembahasan ini dari sekian banyak Eselon I yang ada di Depkeh hanya ada 2 Eselon I yang saya kira mumpuni untuk tampil disini yaitu Dirjen Kumdang dan Kepala BPHN,
jadi nanti tinggal waktunya saja, mereka yang lebih banyak
terlibat didalam rancangan dan pembuatan UU, sedangkan yang
lainnya ·itu menyangkut imigrasi, penjara dan sebagainya, saya kira sangat tepat disini. Ini UU hukum pidana, jadi Kepala BPHN a tau Dirj en Kumdang Sdr. Romli dan saya setuju semuanya yang telah diputuskan oleh saudara Ketua.
Terima kasih.
KETUA RAPAT (H. AGUS MUHYIDIN, S.IP) :
Demikian Bapak-bapak dan ibu sekalian bahwa Saudara menteri sudah memberikan tadi persetujuannya bahkan persiapannya dan mempersiapkan bahwa kehadiran Eselon I ini sedang disanggupi oleh
Yth. Saudara Menteri didalam mekanisme pembahasan dari RUU ini
Cara Musyawarah untuk mencapai muf akat dalam Pansus RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat disetujui untuk disahkan a tau diputuskan menj adi Tata Cara Musyawarah untuk mencapai muf akat dalam pembahasanan atau pembahasan RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(RAPAT SETUJU)
Baik, karena tadi sudah kami berikan waktu dan kesempatan semua Fraksi maupun Yth. Sdr. Menteri untuk membaca Tata Cara ini, saya kira tidak perlu dibacakan, apa disetujui ini pak.
Baik, terima kasih.
(RAPAT SETUJU)
Rupanya acara kita sudah selesai pak, baik mengenai masalah acara Rapat Panitia Khusus atau jadual sudah kita setujui, demikian juga Tata Cara Pembahasan sudah disetujui, maka dengan selesainya acara kita ini, maka selesai pulalah Rapat Pleno Panitia Khusus hari ini yaitu tanggal 20 April 1999 dengan tertib dan selamet, dan perlu kami informasikan baik kepada para anggota Pansus maupun Yth. Sdr. Menteri bahwa Polri sudah menyanggupi untuk tanggal 21 jam 13.00, jadi ini supaya informasi.
Maka dengan selesainya acara pada hari ini, kami dari Pimpinan mengucapkan terima kasih atas berlangsungnya Rapat Pleno Panitia Khusus ini dan kita panjatkan doa pada Allah SWT, semoga kita selalu diberikan kekuatan lahir dan bathin dan diberikan bimbingannya sehingga rapat-rapat selanjutnya pun akan bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, maka dengan ucapan Alhamdullilah hirobilalamin, Rapat Pleno Panitia Khusus kami
tutup.
(RAPAT DITUTUP PUKUL 12.10 WIB)
-Jakarta, a.n. K SEKRE 0 April 1999 A RAPAT SUBIJANTO SUDARDJO, S.H. NIP. 210000601