• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN III-2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN III-2012"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Penjelasan Umum

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks komposit persepsi rumah tangga mengenai kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumsi terhadap situasi perekonomian secara triwulanan. STK dilakukan setiap triwulan dengan jumlah sampel 280 rumah tangga. Responden STK merupakan sub-sampel dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu

Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan III - 2012

 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kalimantan Selatan pada triwulan III-2012 sebesar 110,93artinya secara umum persepsi konsumen menganggap bahwa kondisi ekonomi masyarakat umumnya lebih baik dari triwulan sebelumnya.

 Tingkat optimisme konsumen lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2012 (nilai ITK 110.93 lebih besar dibandingkan ITK Triwulan II-2012 yang menghasilkan ITK sebesa 109,51).

 Kondisi ekonomi masyarakat membaik didorong oleh peningkatan ketiga variabel yaitu pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi dan tingkat konsumsi.

Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2012

 Nilai ITK Kalimantan Selatan triwulan IV-2012 diperkirakan sebesar 107,49 artinya konsumen masih optimis bahwa kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan tetap baik.

 Tingkat optimisme konsumen Triwulan IV-2012 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan III-2012(nilai ITK sebesar 107,49).

No. 62/11/63/Th. II, 5Nopember2012

(2)

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2012

Kondisi ekonomi konsumen makin membaik, hal ini tercermin dari Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Kalimantan Selatan pada triwulan III 2012 yang mencapai 110,93. Angka ITK ini lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang mencapai 109,51. ITK itu sendiri merupakan sebuah indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi terkini dari sudut pandang konsumen.Betapa pentingnya ITK sebagai sebuah indikator kekinian tentu tidak terlepas dari masih besarnya porsi konsumsi yang dipengaruhi oleh perilaku dan persepsi konsumen terhadap perekonomian Kalimantan Selatan.

Nilai ITK Kalimantan Selatan pada triwulan III-2012 sebesar 110,93 artinya secara umum konsumen mempunyai pandangan bahwa kondisi ekonomi dirasa lebih baik dibandingkan kondisi pada triwulan II-2012. Persepsi konsumen terhadap perekonomian didorong oleh persepsi peningkatan pendapatan rumah tangga (108,27),kurang berpengaruhnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan (119,12), dan peningkatan konsumsi makanan dan non makanan (107,26). Demikian pula tingkat kepercayaan konsumen mengalami peningkatandibandingkan dengan triwulan II-2012, hal ini ditunjukkan oleh nilai ITK yang lebih tinggi(110,93 berbanding 109,51).

Meningkatnya optimisme konsumen terhadap perekonomian Kalimantan Selatan diduga karena faktor-faktor berikut ; (1) Inflasi yang terkendali pada masa puasa dan lebaran Juli-Agustus 2012 membuat konsumen beranggapan bahwa inflasi tidak berpengaruh terhadap konsumsi makanan, (2) Tingkat konsumsi terhadap komoditas makanan dan non makanan cukup tinggi karena memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran. Selain itu anak sekolah juga memasuki masa liburan sekolah yang ikut mendorong peningkatan konsumsi khususnya non makanan.(3) Persepsi terhadap pendapatan rumah tangga juga cukup baik dikarenakan pemberian THR lebaran bagi buruh/karyawan.

Tabel 1

Indeks Tendensi Konsumen (ITK)

Menurut Variabel Pembentuknya

Variabel Pembentuk ITK Triwulan III-2011 ITK Triwulan IV-2011 ITK Triwulan I-2012 ITK Triwulan II-2012 ITK Triwulan III-2012 Pendapatan rumah tangga 111,05 103,93 110,76 106,13 108,27 Pengaruh inflasi Thd

Konsumsi Makanan 116,71 119,03 111,71 122,24 119,12 Konsumsi Makanan & Non

Makanan 106,07 100,40 100,14 101,92 107,26

ITK Kini 111,47 107,09 108,76 109,51 110,93

Nilai ITK Kalimantan Selatan pada triwulan III-2012 sebesar 110,93

Tingkat konsumsi yang tinggi karena momen puasa, lebaran dan liburan, yang tidak dikuti oleh inflasi tinggi sehingga optimisme masyarakat meningkat

(3)

-0.34 0.80 0.10 -0.23 0.51 0.49 0.03 1.53 0.17 -0.60 0.47 1.07 2.92 -0.31 -0.14 -0.01 -0.29 0.59 0.87 0.70 -0.20 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 110.76 111.71 100.14 108.76 106.13 122.24 101.92 109.51 108.27 119.12 107.26 110.93 0 20 40 60 80 100 120 140 Pendapatan Ruta Kini Pengaruh Inflasi Thd Konsumsi Makanan Konsumsi Makanan & Non

Makanan

ITK Kini

I - 2012 II - 2012 III - 2012 Grafik1

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Menurut Variabel Pembentuk

Pemberian THR membawa dampak positif persepsi masyarakat

terhadap pendapatan rumah tangga. Kebijakan pemerintah yang mewajibkan

pemberian THR bagi seluruh pekerja memberikan persepsi positif masyarakat terhadap tingkat pendapatan. Sebagian besar rumah tangga menggunakan THR yang mereka dapatkan untuk menyambut lebaran dengan membeli berbagai kebutuhan pokok baik makanan dan non makanan. Pada rumah tangga yang bukan pekerja, kenaikan pendapatan disebabkan oleh meningkatnya kegiatan ekonomi menjelang lebaran. Inflasi yang cukup terkendali semakin menguatkan daya beli masyarakat, ditunjukkan oleh indeks pengaruh inflasi yang mencapai angka di atas 100. .

Persiapan menjelang puasa, lebaran dan liburan sekolah membuat tingkat konsumsi makanan dan non makanan mengalami

kenaikan.Tradisi menyambut puasa dan lebaran dengan menyiapkan berbagai

kebutuhan makanan dan pakaian tidak seperti hari biasa, membuat konsumsi rumah tangga menjadi lebih banyak. Konsumsi transportasi juga mengalami peningkatan dikarenakan libur sekolah dan tradisi mudik lebaran.

Grafik2

Perkembangan Inflasi Bulanan Kota Banjarmasin

Tradisi mudik lebaran turut menyumbang peningkatan tingkat komsumsi non makanan

(4)

111.7 110.76 110.93 115.23 111.12

100

102

104

106

108

110

112

114

Kalb

ar

Kalt

en

g

Kalsel

Kalt

im

In

d

o

n

esia

Bersama dengan Kalimantan Tengah, ITKKalimantan Selatan mempunyai nilai indeks yang lebih rendah dibandingkan ITK Nasional.Dikenal sebagai lumbung batubara nasional, pengaruh merosotnya ekspor batubara diduga sebagai penyebab menurunnya tingkat optomisme persepsi masyarakat dibanding nasional.

Grafik3

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2012 Menurut Provinsi Se Kalimantan dan Nasional

Perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2012

Nilai ITK Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2012 diperkirakan sebesar 107,49, artinya kondisi ekonomi konsumen diprediksi akan membaik. Namun tingkat kepercayaan atau optimisme konsumen diperkirakan melemah, yang ditunjukkan oleh nilai indeks pada triwulan IV-2012yanglebih rendahdibandingkan dengan triwulan III-2012. Menurut persepsi konsumen, perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2012 terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga dan rencana pembelian barang tahan lama, yang ditunjukkan oleh nilai indeks masing-masing sebesar 111,10 dan 100,69.

Optimisme konsumen terhadap kenaikan pendapatan rumah tangga ditenggarai disebabkan karena nilai UMP (Upah Minimum Provinsi) yang mengalami peningkatan.Meski demikian nilai indeks pendapatan rumah tangga mendatang tidak terlalu tinggi karena masih di iringi kebimbangan atas kondisi pertambangan batubara yang mengalami kemunduran akibat menurunnya permintaan.

Sedangkan indeks rencana pembelian barang tahan lamahanya sedikti berada di atas angka 100.Pada triwukan IV 2012 hari raya keagamaan yang besar hanya perayaan Natal, sehingga belum begitu kuat mendorong rencana pembelian barang tahan lama.

Nilai ITK Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2012 diperkirakan sebesar 107,49 artinya kondisi ekonomi konsumen diprediksi tetap baik meski optimisme mengalami pelemahan

(5)

108.74 108.87 107.49 112.41 109.28 80 85 90 95 100 105 110 115

Kalb

ar

Kalt

en

g

Kalsel

Kalt

im

In

d

o

n

esia

Tabel 2

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2012 Menurut Variabel Pembentuknya

Variabel Pembentuk ITK Mendatang Pendapatan rumah tangga Mendatang 111,10 Rencana Pembelian Barang Tahan Lama 100,69

ITK Mendatang 107,49

ITK Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2012diperkirakan akan lebih rendahdibandingkan ITK nasional.

Grafik4

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2012 Menurut Provinsi Se Kalimantan dan Nasional

Keterangan:

1) ITK berkisar antara 0 sampai dengan 200, dengan indikasi sebagai berikut:

a. Nilai ITK < 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan menurun dibanding triwulan sebelumnya

b. Nilai ITK = 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan tidak mengalami perubahan (stagnan)

dibanding triwulan sebelumnya.

c. Nilai ITK > 100, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan meningkat dibanding triwulansebelumnya

Referensi

Dokumen terkait

Pada triwulan IV-2013 indeks tendensi konsumen provinsi-provinsi di wilayah Pulau Sumatera mengalami peningkatan (nilai indeks di atas 100) yang artinya kondisi

Perbandingan regional nilai indeks tendensi konsumen mendatang, menunjukkan bahwa secara umum, masyarakat Kalimantan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu yang mempunyai persepsi

Secara umum ITK pada triwulan III 2013 dari sepuluh provinsi di kawasan Sulampua mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (ITK

Dibandingkan dengan triwulan II-2017 yang memiliki nilai ITK sebesar 106,42, optimisme konsumen Sulawesi Tengah terhadap kondisi perekonomian pada triwulan III-2017 ini

 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di DKI Jakarta pada Triwulan IV-2015 sebesar 109,06 dimana artinya bahwa sebagian besar konsumen merasa bahwa kondisi ekonomi pada

Pada triwulan IV-2014 indeks tendensi konsumen provinsi-provinsi di wilayah Pulau Sumatera mengalami peningkatan (nilai indeks di atas 100) yang artinya kondisi

 Nilai ITK provinsi Sulawesi Selatan pada Triwulan IV-2017 diperkirakan sebesar 101,44 yang artinya kondisi ekonomi konsumen triwulan depan dianggap tetap lebih baik dari

Tingkat optimisme konsumen pada provinsi di Pulau Sulawesi juga diperkirakan meningkat, yang masing-masing ditunjukkan dengan perkiraan nilai ITK Triwulan III-2016