1
Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen Jawa Timur Triwulan III–2017 Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur Triwulan III-2017
No. 73/11/35/Thn. XV, 6 November 2017
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TIMUR
Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen
(ITK) Jawa Timur Triwulan III-2017
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur pada Triwulan III– 2017 tercatat sebesar 110,52 artinya kondisi ekonomi konsumen relatif lebih baik dibanding Triwulan II–2017. Namun demikian, tingkat optimismenya tidak sekuat Triwulan II–2017 yang mencapai 123,21, atau melambat sebesar 12,69 poin.
ITK Jawa Timur Triwulan IV–2017 diperkirakan sebesar 108,46, lebih rendah dibanding capaian Triwulan III–2017. Dari data lima tahun terakhir, ITK Triwulan IV selalu lebih rendah dibanding Triwulan III.
Dibandingkan dengan Nasional, ITK Jawa Timur pada Triwulan III–2017 (110,52) lebih baik daripada Nasional yang mencapai 109,42. Kondisi serupa terjadi pada Triwulan IV–2017, diperkirakan ITK Jawa Timur (108,46) berada di atas Nasional (105,49 ).
ITK Triwulan III–2017 Jawa Timur menempati posisi kedua dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa. Posisi pertama diduduki oleh DI Yogyakarta (119,09). Banten menempati posisi terakhir dengan ITK sebesar 109,93.
Pada Triwulan IV–2017, perkiraan ITK Provinsi Jawa Timur (108,46) menempati posisi ketiga dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa. Posisi pertama tetap diduduki DI Yogyakarta (112,18) disusul Jawa Tengah (111,73). Terendah diperkirakan terjadi di DKI Jakarta dengan ITK sebesar 99,15.
ITK Triwulan III–
2017 Jawa Timur
sebesar 110,52
dan
Perkiraan
ITK Triwulan IV–
2017
sebesar
Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jawa Timur pada Triwulan III–2017 tercatat sebesar 110,52 artinya kondisi ekonomi konsumen relatif lebih baik dibanding Triwulan II–2017. Namun demikian, tingkat optimismenya tidak sekuat Triwulan II–2017 yang mencapai 123,21, atau melambat sebesar 12,69 poin. Penyebabnya, rangkaian bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H jatuh pada periode Triwulan II–2017, sehingga pengaruhnya sangat terasa di masa itu. Sementara, momentum liburan sekolah dan hari raya Idul Adha yang terjadi di Triwulan III–2017, pengaruhnya tidak sekuat momentum Ramadhan dan lebaran. Dari data empiris, siklus pola konsumsi masyarakat kebanyakan menurun pasca Ramadhan dan lebaran.
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur
Meskipun terjadi perlambatan, tingkat optimisme konsumen cukup baik. Konsumsi rumah tangga baik pengeluaran makanan maupun non makanan pada periode Triwulan III–2017 relatif stabil. Secara makro, kondisi yang ditunjukkan oleh data output wilayah (PDRB) juga menunjukkan hal yang sama. Sektor pengeluaran konsumsi rumah tangga juga tercatat tumbuh positif selama periode Triwulan III–2017.
Beberapa faktor yang mendorong pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah perayaan HUT RI, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah 1439 H. Biasanya menjelang HUT RI, pernak-pernik perayaan Agustusan cukup laris manis. Di samping itu, bulan Dzulhijjah (Wulan Besar-Jawa) yang jatuh di Triwulan III–2017, adalah masa ramainya pembelian binatang qurban dan souvenir haji. Bulan Dzulhijjah juga dipercaya bulan baik untuk mengadakan hajatan seperti khitanan dan pernikahan. Fenomena lainnya, Triwulan III–2017 juga merupakan periode tahun ajaran baru, sehingga konsumsi peralatan sekolah meningkat dan ikut mendorong pengeluaran konsumsi
103.34 104.30 123.21 110.52 108.46 80.00 85.00 90.00 95.00 100.00 105.00 110.00 115.00 120.00 125.00 130.00 Trw IV - 2016 Trw I - 2017 Trw II - 2017 Trw III - 2017 Perkiraan Trw IV -2017
ITK Triwulan IV- 2016 Sampai Dengan Triwulan IV- 2017 Provinsi Jawa Timur
3
Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen Jawa Timur Triwulan III–2017 di Triwulan II-2017, dan sebagian besar pendapatan rumah tangga kembali semula setelah masa Ramadhan dan lebaran berakhir.
Komponen ITK Triwulan IV–2016 sampai Triwulan III–2017
Provinsi Jawa Timur
Komponen ITK Trw IV–2016 Trw I–2017 Trw II–2017 Trw III–2017 Pendapatan rumah tangga saat ini 105,83 103,66 126,23 111,33 Pengaruh inflasi terhadap total
pengeluaran rumah tangga 100,16 101,90 113,81 110,24 Volume/frekuensi konsumsi rumah
tangga 101,41 108,87 127,93 108,93
ITK 103,34 104,30 123,21 110,52
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur
Pada komponen kaitan inflasi dengan konsumsi sehari-hari tercatat sebesar 110,24, lebih rendah 3,57 poin dibanding triwulan sebelumnya. Inflasi selama Triwulan III–2017 tidak begitu berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Inflasi harga-harga barang dan jasa pasca lebaran relatif rendah yaitu 0,17 persen (Juli), 0,25 persen (Agustus), dan 0,19 persen (September), dan keseluruhan sangat menguntungkan konsumen.
Menjaga inflasi menjadi terkendali merupakan upaya menjaga daya beli masyarakat. Ketika inflasi yang terjadi cukup tinggi, daya beli masyarakat turun dan mengakibatkan roda ekonomi mengalami hambatan. Jika itu terjadi, indeks komponen kaitan inflasi terhadap konsumsi rumah tangga akan di bawah nilai 100. Artinya inflasi telah memberikan dampak psikologis terhadap pengeluaran rumah tangga.
Dari berakhirnya masa Ramadhan dan lebaran, komponen volume konsumsi rumah tangga tercatat mengalami penurunan yang signifikan. Pada Triwulan III–2017, indeks komponen konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 108,93 atau turun 19 poin dibanding triwulan
sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa secara riil peak season konsumsi rumah tangga di Jawa
Timur terjadi di sekitar Ramadhan dan lebaran. Di luar masa itu, volume konsumsi rumah tangga tidak begitu menunjukkan kenaikan yang berarti.
Meskipun semua komponen mengalami perlambatan, capaian ITK sebesar 110,52 menunjukkan bahwa secara makro siklus ekonomi Jawa Timur pada periode Triwulan III–2017 bisa dikatakan cukup dinamis.
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur
Pada Triwulan III–2017, kecuali komponen pakaian, seluruh komponen konsumsi barang dan jasa mempunyai indeks di atas 100. Pasca Ramadhan dan lebaran, pembelian pakaian tidak seoptimis Triwulan II–2017.
Berbeda dengan triwulan sebelumnya, indeks tertinggi tercatat pada komponen pengeluaran pendidikan sebesar 122,51. Adanya tahun ajaran baru di Triwulan III–2017, memberikan andil besar dalam peningkatan konsumsi kebutuhan pendidikan dalam rumah tangga.
Komponen bahan makanan dan indeks makanan minuman jadi pada Triwulan III–2017 tercatat masing-masing sebesar 111,13 dan 104,04. Sementara, musim haji yang terjadi di Triwulan III–2017 memberikan andil peningkatan pengeluaran barang dan jasa pada komponen rekreasi sebesar 110,57 , akomodasi (111,77) dan transportasi (106,89).
Banyaknya acara hajatan di Triwulan III–2017, mendorong indek perawatan kesehatan dan kecantikan mencapai indeks 105,51. Secara umum, indeks makanan dan non makanan di Jawa Timur pada Triwulan III–2017 masih cukup baik atau masing-masing mencapai 107,59 dan 109,31. Pada Triwulan IV–2017, ITK Jawa Timur diperkirakan mencapai 108,46 lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Besaran ITK tersebut didasarkan atas perkiraan indeks pendapatan rumah tangga mendatang sebesar 106,32 dan indeks rencana pembelian barang tahan lama rekreasi dan pesta/hajatan sebesar 112,20.
111.13 104.04 90.07 117.84 122.51 110.57 111.77 106.89 105.51 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 Bahan Makanan Makanan Minuman Jadi Pakaian Pembelian Pulsa HP
Pendidikan Rekreasi Akomodasi Transportasi Perawatan
Kesehatan dan Kecantikan
Indeks Konsumsi Barang dan Jasa Provinsi Jawa Timur Triwulan III-2017
5
Perkembangan Indeks Tendensi Konsumen Jawa Timur Triwulan III–2017
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur
Dibandingkan Nasional, ITK Jawa Timur pada Triwulan III–2017 (110,52) lebih tinggi daripada Nasional yang mencapai 109,42. Kondisi serupa juga terjadi pada Triwulan IV–2017, diperkirakan ITK Jawa Timur (108,46) berada di atas Nasional (105,49 ). Kondisi ITK Jawa Timur pada Triwulan III–2017 dan Triwulan IV–2017 lebih tinggi dari Nasional menunjukkan bahwa tingkat optimisme konsumen di Jawa Timur secara rata-rata lebih baik dibanding Nasional.
Sementara, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa, ITK Triwulan III–2017 Jawa Timur menempati posisi kedua. Posisi pertama diduduki oleh DI Yogyakarta (119,09). Banten yang biasanya cukup kuat posisi ITK-nya di Jawa, pada periode ini menempati posisi terakhir dengan ITK sebesar 109,93. Seluruh provinsi di Pulau Jawa tercatat mempunyai ITK di atas Nasional.
Pada Triwulan IV–2017, perkiraan ITK Provinsi Jawa Timur (108,46) menempati posisi ketiga dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa. Posisi pertama tetap diduduki DI Yogyakarta (112,18) disusul Jawa Tengah (111,73). Terendah diperkirakan terjadi di DKI Jakarta dengan ITK sebesar 99,15. DKI Jakarta yang biasanya mempunyai ITK tertinggi, dari hasil survei tendensi konsumen mempunyai tingkat optimisme yang kurang baik di Triwulan IV–2017.
106.32
112.20
108.46
Perkiraan pendapatan rumahtangga mendatang
Rencana pembelian barang-barang tahan lama (TV, VCD/DVD player, radio,
Tape/Compo, komputer, HP, mebelair, kompor/tabung gas, kulkas, mesin cuci,
oven/microwave, AC, perhiasan berharga, kendaraan bermotor, tanah,
rumah), rekreasi, dan pesta/hajatan
Perkiraan ITK Trw IV-2017 Perkiraan ITK Triwulan IV-2017
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur
Diterbitkan oleh:
DKI
Jakarta Jabar Jateng DI Yogya Jatim Banten Nasional
Trw IV - 2016 104.28 101.59 99.93 103.15 103.34 104.65 102.46 Trw I - 2017 100.84 104.50 102.05 104.13 104.30 108.42 102.27 Trw II - 2017 116.97 118.59 114.74 122.35 123.21 112.85 115.92 Trw III - 2017 110.01 110.19 110.47 119.09 110.52 109.93 109.42 Perkiraan Trw IV - 2017 99.15 103.87 111.73 112.18 108.46 102.82 105.49 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00
ITK Triwulan IV-2016 Sampai Dengan Triwulan IV-2017 Provinsi-provinsi di Jawa dan Nasional