VOKS : 2011, Incar Penjualan Rp2 Triliun FREN : Akhirnya Jadi Akuisisi SMART
FASW : Investasi US$70 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Kertas Kemasan
Economy: Penyerapan Rendah, APBN Surplus Rp 15,9 Triliun ELTY : Targetkan Pendapatan Tumbuh Hingga 50%
Major Indices
Close Chg Chg %
JCI 3,568.81 (12.76) (0.00)
LQ-45 638.24 0.65 0.00
Turnover (in Mn Rp.)
Volume Value
JCI 3,577.99 3,138.18
LQ-45 1,934.08 2,421.27
Market Cap (in Tn Rp.)
Value JCI 3,015,040.00 LQ-45 2,051,282.00
Foreign Transaction (in Mn Rp.)
Buy Sell Net
Foreign 4.77 4.82 (0.00)
JCI Top 5 Leading Movers
Close Chg %
ADRO IJ 2,500 8.70 ASII IJ 51,250 1.89 UNVR IJ 15,650 2.96 INTP IJ 16,300 1.88 PTBA IJ 21,300 2.16
JCI Top 5 Lagging Movers
Close Chg %
BNGA IJ 2,000 -6.98 BMRI IJ 6,250 -2.34 BBRI IJ 10,000 -2.44 BBCA IJ 6,600 -1.49 BBNI IJ 3,675 -2.65
World Indexes
Close Chg % PER
NIKKEI 10,278.85 61.12% 19.99
HANGSENG 22,639.08 -33.36% 14.02
KOSPI 2,036.81 81.82% 14.64
STI 3,132.96 -63.59% 12.35
DOW JONES 11,478.13 -11.99% 13.93
FTSE 5,891.61 33.82% 17.55
Commodities
Close Chg %
WTI Crude ($/barrel) 89 -0.12
Gold 100 (USD/t oz) 1,385 -0.04
CPO (RM/MT) 3,641 -0.15
Coal Newc. (USD/MT) 116 0.96
Nickel (USD/MT) 24,550 -1.80
Tin (USD/MT) 26,190 0.54
source : Bloomberg
Daily N ws Market Snapshot
• Market Prediction
Pada perdagangan kemarin (20/12) Indeks Dow Jones tercatat melemah 13 point (-0.12%) ke level 11,478.13 sehubungan dengan turunnya saham American Express Co. ditengah naiknya saham – saham energi yang dikarenakan membaiknya data perekonomian serta proyeksi ekonomi tahun depan yang baik. Sementara di Indonesia, pada perdagangan hari Senin (20/12), IHSG ditutup melemah 12 point (-0.36%) ke level 3,568.81. Asing masih tercatat melakukan net sell sebesar Rp127 Miliar pada pasar regular. Jika dilihat dari chart maka dapat dikatakan support kuat IHSG berada di kisaran level 3,529, terbukti setiap kali IHSG mendekati angka tersebut terjadi rebound. Dengan indikator stochastic yang telah berada di area oversold dan RSI yang masih menunjukan IHSG berada di area bearish maka ini merupakan kesempatan untuk dapat melakukan pembelian short term. IHSG pada hari ini berada di kisaran 3,529 – 3,627 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l.
ASII, KLBF, BNBR dan CPIN
• News & Analysis
• Chart in Focus
Tuesday, 21 December 2010
“You'll always miss 100% of the shots you don't take”
Wayne Gretzky
• Economic & Strategy
UNVR (Trading Buy) ASII (Trading Buy)
KLBF (Spec Buy) INCO (Spec Buy)
BORN (Spec Buy)
BBRI (Spec Buy)
CPO: Harga CPO Diramal Turun
ELTY
Open High Low Close
162 164 159 160
VOKS
Open High Low Close
480 480 480 480
News & Analysis
ELTY: Targetkan Pendapatan Tumbuh Hingga 50%
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menargetkan pendapatannya tumbuh 30-50% pada tahun 2011 mendatang. Jika kontribusi terbesar dari pendapatan itu, nantinya juga akan dikontribusikan dari sektor perumahannya. Proyek Rasuna Epicentrum PT Bakrieland Development (ELTY) terancam molor. Sebab, suntikan dana senilai US$ 87 juta oleh mitra strategis ELTY, yakni Limitless, yang sedianya untuk mendanai proyek tersebut ditunda. Limitless adalah salah satu mitra strategis ELTY yang berasal dari Dubai. Target awal, Desember ini seluruh dana sudah diberikan.
(Okezone & Kontan/wf)
Comment: Faktor-faktor pendukung untuk secko r property da ri sisi permin taan (demand) seperti suku bunga yang masih relatif rendah, naiknya middle level in come, pertumbuhan penduduk di sekitar daerah metropolitan (Urbanisasi) yang cukup pesat serta prospek invesatasi yang dimina ti dengan yield yang cukup baik di tingkat regional (11.38%). Hal-hal tersebut bisa menjadi alasan yang tepat bagi para Developer seperti Bakrieland Development. Meninjau dari sisi kinerja peru sahaan sendiri, dari Laporan Laba Rugi Perusahaan per Juni 2010 (1H), dimana data terakhir yang baru tersedia, Perusahaan baru berhasil mencapai Rp . 537.5 milia r untuk pendapatannya (Revenue), ini baru men capai 41% dari targ et yang diharapakan yaitu Rp. 1,3 triliun. Dengan ta rget yang dicapai sesuai 1H 2010, maka Pendapatan Perseroan kemungkinan akan bisa mencapai Rp .1,1 triliun atau 82% dari target. Melihat target 2011, pencapaian Revenue yang tumbuh 30-50% dan melihat p ertumbuhan di sector property kedepannya masih sangat menjanjikan pertumbuhannya, target tersebut masih mungkin bias tercapai, namun, berita kedua yang memberikan kabar yang kurang baik bagi perusahaan, akan menghambat ren cana kerja perusahaan dalam menggarap megaproyek didaerah “jonggol” dengan luas a rea 13.000 hektar yang dimana diharapkan dapat membantu penjualan p erusahaan di sector perumahan. Dari hasil survey yang kami peroleh dari Bloomb erg, Buys:4,Holds:6dan Sells:2 dengan target price Rp.192 (7 analis dari 12 analis yang memberikan pendapat)
VOKS: 2011, Incar Penjualan Rp2 Triliun
PT Voksel Electric Tbk (VOKS), produsen kabel listrik menargetkan penjualan Rp 2 triliun pada tahun 2011. Penjualan akan meningkat 59% dibandingkan raihan tahun ini, yang diproyeksikan mencapai Rp 1,257 triliun. Raihan pendapatan tahun depan didapat dari penjualan kabel listrik sebanyak Rp1,9 triliun. Sisanya merupakan hasil penjualan aksesoris, Rp100 miliar. VOKS hingga kini telah memperoleh proyek pengadaan kabel listrik Rp 400 miliar milik PT PLN (Persero). Laba bersih tahun depan juga diharapkan mencapai Rp 60 miliar. Laba ini naik hampir 5 kali lipat dari ekspektasi tahun 2010, Rp 10,38 miliar. Seperti diketahui, penjualan perseroan sejak 2009 terus menurun. Tercatat penjualan pada periode tersebut, Rp 1,72 triliun. Padahal tahun 2008 penjualan perseroan mencapai Rp 2,26 triliun. (detik/wf)
Comment: kami menilai ta rget perusahaan ini merupakan suatu hal yang positif dan masih dapat direalisasikan oleh perusahaan dimana kebutuhan serat optik dan kabel masih dapat berkembang. Na mun kami melihat sebaiknya perusahaan tidak terlalu bergantung dengan proyek pemerintah.
Saat ini PE perusahaan berada level 42.97x dengan rata - rata industrinya 56.50x.
FASW
Open High Low Close
2,900 2,900 2,875 2,900
FREN
Open High Low Close
50 50 50 50
FASW: Investasi US$70 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Kertas Kemasan
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), produsen kerta s kemasan untuk industri, menyiapkan dana investasi US$ 70 juta dalam dua tahun ke depan. Dana ini digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi kertas kemasan menjadi 1,25 juta ton per tahun pada tahun 2012. Demikian disampaikan Direktur Fajar Surya, Rebowo Ongkowidjojo dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (20/12/2010). Di tahun 2011, perseroan akan memodifikasi mesin penghasil Corrugated Medium Paper (CMP) dan Kraft Liner Board (KLB). Dengan modifikasi tersebut, kapasitas produksi akan naik 130.000 menjadi 330.000 ton per tahun. Modifikasi mesin diharapkan akan selesai pada akhir 2011. (Detik/AA)
Comment: Investasi FASW untuk peningkatan kapasitas p roduksi menurut kami adalah langkah yang tepa t untuk meningka tkan kinerja keuan gannya pada masa mendatang. Sebagai informasi, dana investais sebesa r US$ 70 juta, sebanyak US$ 46,6 juta didanai dari eksternal financing dan sisanya internal financing. Hal ini ten tunya akan menambah beban bunga FASW pada masa mendatang. Diharapkan bila investasi ini berjalan lanca r, akan meningkatkan kinerja keuangan FASW yang sampai dengan 3Q10 telah mencapai pendapatan sebesar Rp 2,45 triliun, dengan laba bersih Rp 256 miliar.
FREN: Akhirnya Jadi Akuisisi SMART
Rencana PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) untuk mengakuisisi saham PT Smart Telecom tersebut telah mendapat persetujuan dari para peme gang saham yang hadir di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (20/12). "Pemegang saham menyetujui rencana perseroan untuk melakukan pembelian saham Smart Telecom," jelas Chris Taufik, Corporate Secretary FREN, kemarin. Rencana yang mendapat lampu hijau dari RUPSLB kemarin adalah FREN akan mengakuisisi 57% saham Smart Telecom senilai Rp 3 triliun. Untuk membiayai akuisisi itu, FREN akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Total saham yang akan diterbitkan sebanyak 74,072 miliar saham seharga Rp 50 per saham.
Penjualan saham memungkinkan FREN memperoleh dana Rp 3,7 triliun.
Chris menyatakan penerbitan saham baru ini juga mendapat persetujuan RUPSLB. Pemegang saham mayoritas Smart Telecom akan menjadi pembeli siaga saham baru. Mereka adalah PT Bali Media Telekomunikasi, PT Wahana Inti Nusantara, serta PT Global Nusa Data. Ketiga perusahaan tersebut merupakan perusahaan Grup Sinarmas. Merujuk ke neraca FREN per akhir kuartal III 2010, perusahaan ini hanya memiliki kas Rp 17,55 miliar. Di periode ini FREN mendapat fulus dari aktivitas operasional Rp 306,69 miliar, turun daripada kuartal III 2009 Rp 450,98 miliar. Dari kegiatan operasional, kantong FREN minus Rp 690,15 miliar. (kontan/btr)
Comment: Menuru t kami corpo rate action ini seperti equity swap dimana FREN mengakuisis SMART dan pemilik smart (sinar ma s group) menjadi pembeli siaga right issue FREN yang akan memiliki 63% saham FREN. Aksi ini kami pandang positif karena akan adanya synergy baik dari efisiensi biaya maupun operasional apalagi saat ini FREN membutuhkan dana untuk menopang kelangsungan operasionalnya.
Economic & Strategy
Rendahnya penyerapan belanja anggaran pemerintah menyebabkan APBN-P 2010 sampai akhir November masih mengalami surplus 15,9 triliun. Realisasi belanja negara baru mencapai Rp 817,2 triliun atau 72,6% dari pagu yang ditetap kan. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemenkeu Yudi Pramadi dalam siaran pers, Senin (20/12/2010). (Detik/AA)
Comment: Rendahnya penyerapan anggaran pemerintah menurut kami menjadi salah sa tu faktor penghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penyerapan (relaisasi) APBN-P Januari sa mpai dengan November 2010 lebih rendah dari p enyerapan APBN-P pada periode yang sama tahun 2009. Sebagai informasi, kinerja APBN-P 2009 sampai akhir November mengalami defisit 51,2 triliun. Sedangkan hingga Hingga November 2010, realisasi pendapatan dan hibah negara mencapai Rp 833,2 triliun atau 84% dari target APBN-P 2010.
Kedepannya, pemerintah ha rus benar-benar fokus pada program kerja-nya sehingga apa yang telah dita rgetkan pada APBN-P 2011 khususnya dalam penyerapan anggaran dapat terealisasi dengan tepat guna dan pada gilirannya secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Economy: Penyerapan Rendah, APBN Surplus Rp 15,9 Triliun
Kontrak harga crude palm oil (CPO) hari ini tak banyak mengalami perubahan. Kendati begitu, ke mungkinan besar harga CPO bakal mengalami penurunan setelah ekspor dari Malaysia melorot seiring turunnya permintaan dari China dan India. (kontan/fa)
Comment: Kontrak harga crude palm oil (CPO) hari ini tak banyak mengalami perubahan. Kendati begitu , kemungkinan besar harga CPO bakal mengalami penurunan setelah ekspor da ri Malaysia melo rot seiring tu runnya permintaan dari China dan India.
CPO: Harga CPO Diramal Turun
Charts in Focus
UNVR (Trading Buy) ASII (Trading Buy)
KLBF (Spec Buy) INCO (Spec Buy)
BORN (Spec Buy) BBRI (Spec Buy)
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 10,400 DP 11,132 CS 19,738
R2 10,900 RX 8,424 CG 16,115
S1 9,850 GR 5,817 ML 9,087
S2 9,550 YU 2,516 DX 1,536
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 1,340 AK 17,126 ZP 12,198
R2 1,390 BW 5,043 KI 6,520
S1 1,300 RX 4,400 CS 4,628
S2 1,280 CC 4,207 LG 1,978
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 4,500 CS 741 CC 2,009
R2 4,600 FZ 700 RX 467
S1 4,425 KI 495 DX 270
S2 4,350 AI 346 LG 231
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 3,150 OD 9,805 CS 17,065
R2 3,300 PD 3,066 ZP 3,868
S1 2,975 AI 2,698 HG 1,100
S2 2,800 KI 2,241 YP 1,073
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 52,300 DB 904 CS 551
R2 53,000 BK 846 ML 390
S1 50,500 HG 524 YP 375
S2 49,000 ZP 411 DX 362
Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume
R1 15,900 CG 777 CC 1,059
R2 16,250 HG 733 KZ 900
S1 15,500 RX 728 NI 119
S2 15,000 BK 150 DR 110
Disclaimer:
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.
No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in r eliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their resp ective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of t he report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their office rs and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2007.
Betrand Raynaldi Head of Research Cement & Strategist
Chandra Widjanarka Technical & Mining
Fath Aliansyah Budiman Plantation
Budhi S M Siallagan Property & Construction
Andrew Argado Consumer Goods
M Wafi Banking
Yessy Amelia
Eva Puspawati
Nurul Tiffani
Grace Putri Sejati Utfi Humaya
Research Analyst :
Research Support :