Kinerja WOOD tumbuh doble digit, semester I-2017.
Semester I, laba BCA capai Rp 10,5 triliun.
Kredit naik, aset Bank Mandiri bertambah 9%.
BRI cetak laba Rp 13,4 triliun, semester I 2017.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
A
ksi jual kembali mendominasi
perdagangan kemarin. IHSG
gagal melanjutkan penguatan,
sebaliknya terkoreksi 43,673 poin
(0,75%) tutup di kisaran support
harian di 5780,576. Koreksi IHSG
kemarin dipicu aksi ambil untung
atas saham batubara, perbankan,
dan infrastruktur. Sedangkan sa‐
ham properti berhasil rebound
setelah hampir sepanjang tahun
ini bergerak bearish. Koreksi IHSG
kemarin turut dipicu masih deras‐
nya arus dana asing yang keluar
dan sentimen negatif dari pergera‐
kan bursa saham kawasan Asia
yang umumnya tutup di teritori
negatif. Penjualan bersih asing
kemarin mencapai Rp305 miliar. Di
pasar saham Asia, indeks saham Korea Selatan, Kospi anjlok tajam hingga
1,7% menyusul rencana Presiden Korsel Moon Jae‐in yang akan menaikkan
tarif pajak korporasi dan individu.
Sementara Wall Street tadi malam didominasi koreksi. Indeks S&P
dan Nasdaq masing‐masing koreksi 0,22% dan 0,35% di 2472,16 dan
6340,34. Indeks DJIA berhasil melanjutkan penguatan tutup di level tertinggi
baru di 22026,10 atau menguat 9,86 poin (0,04%). Sentimen negatif Wall
Street tadi malam kembali dipicu isu politik Gedung Putih terkait perkem‐
bangan penyelidikan oleh Robert Mueller yang ditunjuk sebagai jaksa khusus
dalam kasus dugaan intervensi Rusia terhadap hasil Pilpres AS November
lalu. Pasar juga tengah menanti data tenaga kerja AS Juli lalu yang akan rilis
akhir pekan ini. Terkait harga komoditas, harga minyak mentah tadi malam
koreksi 1,3% di USD48,93/barel. Harga nikel di LME naik tipis 0,34% di
USD10377/MT.
Kondisi pasar saham global yang kurang kondusif dan minimnya
sentimen positif dari domestik, sementara di sisi lain resiko capital outflow
masih membayangi perdagangan, membuat pergerakan IHSG akhir pekan ini
akan rawan koreksi kembali. Pasar saat ini juga tengah menanti rilis data
pertumbuhan ekonomi domestik 2Q17 yang diperkirakan akan relatif sama
dengan 1Q17 di kisaran 5%, dibawah target pemerintah untuk tahun ini di
5,2%. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5750 hingga 5770
hingga resisten di kisaran 5800.
S1 5770 S2 5750 R1 5800 R2 5830
Index Last Chg % DJIA 22026.10 9.86 0.04 S&P 500 2472.16 (5.41) (0.22) FTSE 100 7474.77 63.20 0.85 CAC 40 5130.49 23.24 0.46 DAX 12154.72 (26.76) (0.22) NIKKEI 225 19966.17 (57.17) (0.29) HANGSENG 27531.01 (76.37) (0.28) STI 3342.92 4.11 0.12 SHENZHEN 1869.21 (0.10) (0.01) SHANGHAI 3272.93 (12.13) (0.37) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 49.03 (0.42) (0.85) CPO (RM/M.T) 2604.00 (38.00) (1.44) Gold (USD/T.oz) 1276.00 6.20 0.49 Nikel (USD/M.T 10240.00 40.00 0.39 Timah (USD/M.T) 20475.00 15.00 0.07 Coal (USD/M.T) 87.75 (1.35) (1.52) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13325.00 (13.00) (0.10) USD/EUR 1.188 0.00 0.29 JPY/USD 110.02 (0.64) (0.58) IDR/SGD 9820.27 23.26 0.24 IDR/AUD 10609.70 28.20 0.27 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 35.17 4686 (0.47) (1.32) Top Gainers IDR % ChgCKRA 101 34.70 26 TAMU 2,980 21.60 530 MKNT 695 19.80 115 APII 248 19.20 40 TBMS 1,380 15.00 180
Top Losers IDR % Chg
BYAN 5,725 (19.90) (1,425)
MLIA 480 (18.60) (110)
FORU 192 (15.80) (36)
GOLL‐W 16 (11.10) (2)
FIRE‐W 392 (10.90) (48) Top Value IDR % (miliar)
ASII 7,775 (0.60) 614 B BBRI 14,850 (0.70) 607 B TLKM 4,700 (2.10) 541 B BMRI 13,125 (1.10) 496 B LPPF 10,950 3.80 388 B
Top Volume IDR % (juta)
ENRG 138 (9.20) 923.490 MYRX 132 0.00 847.496 RIMO 282 (0.70) 703.616 IIKP 248 0.00 651.932 TRAM 107 2.90 485.386 IHSG 5,780.58 Change (43.67) Change (%) (0.75) Change (%/ytd) 9.14
Total Value (IDR triliun) 5.456 Total Volume (miliar saham) 6.285 Net Foreign Buy (IDR miliar) (304.000)
News Update
2
Kinerja WOOD tumbuh doble digit, semester I-2017. Salah satu pendatang baru bursa saham, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mencatatkan kinerja apik pada semester I-2017 lalu. Pertumbuhan penjualan perusahaan manufaktur produk kayu ini, menopang laba yang diraup. Pada enam bulan pertama 2017, WIID mencatat laba Rp 90,72 miliar. Pencapaian ini lebih tinggi 32,93% dibanding periode yang sama tahun 2016, yang sebesar Rp 68,25 miliar. Angka penjualan pada semester I tercatat Rp 846,24 miliar, naik 24,79% year on year dari sebelumnya Rp 627,8 miliar. Sementara beban pokok penjualan perusahaan naik 36,1% menjadi Rp 572,16 miliar dari sebelumnya Rp 417,9 miliar. Penjualan WOOD pada semester I-2017 disumbang oleh penjualan produk manufaktur untuk ekspor sebesar Rp 676,32 miliar, produk kehutanan untuk lokal sebesar Rp 51,76 miliar, produk manufaktur untuk lokal sebesar Rp 98,89 miliar, dan produk perdagangan untuk lokal yakni Rp 19,28 miliar. (Kontan)
Semester I, laba BCA capai Rp 10,5 triliun. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hingga semester I-2017 membukukan perolehan laba mencapai Rp 10,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat 10% dibanding pencapaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,6 triliun. Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan salah satu pendongkrak pertumbuhan laba perseroan antara lain dari menurunnya biaya pencadangan. Benar saja, biaya pencadangan bank swasta terbesar ini menurun 53,3% per Juni 2017 menjadi Rp 936 miliar dari Rp 2 triliun pada periode tahun sebelumnya. "Provisi kami berkurang, ini artinya potensi kredit macet makin sedikit," kata Jahja kepada KONTAN, Kamis (3/8). Lebih lanjut, meski tidak mematok pertumbuhan laba secara spesifik, BCA menyebut pihaknya akan mencoba mengendalikan biaya operasional guna menekan tergerusnya laba. Selain itu, bank bersandi saham BBCA ini juga akan meningkatkan volume usaha atau pertumbuhan kredit perseroan. Sebagai informasi saja, selain penurunan pencadangan, laba perseroan ditopang oleh biaya pendapatan. Pendapatan bunga bersih dan pendapatan lainnya yang mengalami kenaikan 4,9% menjadi Rp 27,4 triliun di semester I 2017 dibanding periode tahun lalu Rp 26,1 triliun. Pendapatan bunga bersih pun masih berkontribusi sebesar 74,3% terhadap total pendapatan operasional yang mencapai Rp 27,41 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit BCA tercatat tumbuh 11,9% secara yoy menjadi Rp 433,61 triliun pada paruh pertama tahun lalu. (Kontan)
Kredit naik, aset Bank Mandiri bertambah 9%. PT Bank Mandiri (persero) Tbk hingga semester I 2017 membukukan pertumbuhan aset (bank only) mencapai Rp 968,27 triliun. Jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya, jumlah tersebut meningkat 9% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 858,89 triliun. Sementara itu, aset konsolidasi bank Mandiri juga mengalami peningkatan sebesar 9,87% menjadi Rp 1.067,41 triliun. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pertumbuhan aset perseroan didorong oleh realisasi penyaluran kredit perseroan yang mencapai Rp 682 triliun atau tumbuh 11,65%. "Kenaikan aset didorong pertumbuhan kredit mandiri, terutama segmen ritel, mikro dan korporasi," ujar Rohan dalam pesan singkatnya kepada KONTAN, Kamis (3/8). Sebagai informasi saja, pertumbuhan kredit Bank Mandiri terjadi di seluruh kelompok pembiayaan. Kredit modal kerja tumbuh 5,2% menjadi Rp 319,9 triliun, kredit investasi tumbuh 16,6% menjadi Rp 194,4 triliun serta kredit konsumer naik 20% menjadi Rp 91,3 triliun. Adapun kredit infrastruktur menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi sebesar Rp 133,7 triliun per akhir kuartal II 2017. Angka tersebut mengalami pertumbuhan mencapai 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain itu, Rohan mengatakan realisasi penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga menyumbang kenaikan aset perseroan. Hingga semester I-2017, bank berlogo pita emas ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 3,82 triliun untuk program kredit usaha rakyat (KUR). "Untuk kredit mikro baik KUR atau non mikro juga pertumbuhannya tinggi," tuturnya. (Kontan)
BRI cetak laba Rp 13,4 triliun, semester I 2017. Hingga paruh pertama tahun 2017 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih hingga akhir Juni 2017 sebesar Rp 13,4 triliun atau naik 10,4% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu (year on year/yoy) sebesar Rp 12,1 triliun. Direktur utama Bank BRI Suprajarto mengatakan bahwa kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh beberapa faktor, di antaranya pertumbuhan kredit dan Dana Pihak ketiga (DPK) yang pada semester I 2017 tumbuh, perbaikan kualitas kredit serta fokus perseroan untuk memperkuat bisnis transaction banking seringga meningkatan fee based income. Sementara dari segi penyaluran kredit, hingga akhir Juni 2017, secara konsoldasi BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp 687,9 triliun. Jumlah tersebut, tumbuh 11,8% dibanding penyaluran kredit akhir Juni 2016 sebesar Rp 615,5 triliun. Suprajarto menjelaskan, dari seluruh kredit yang disalurkan Bank BRI (bank only) 74,4% di antaranya atau senilai Rp 490 triliun disalurkan ke segmen UMKM. Penyaluran kredit berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih (NII) naik sebesar 12,4% yoy menjadi Rp 36,3 triliun. Sementara dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross pada semester I 2017 konsolidasi tercatat 2,34% atau turun dibandingkan dengan NPL semester I 2016 sebesar 2,39%. Kendati secara tahunan menurun, jika dibandingkan dengan kuartal I 2017 rasio NPL BRI naik cukup tinggi. Tercatat di kuartal I 2017 NPL BRI berada di posisi 2,16% atau naik 18 basis poin (bps). Jika dirinci, dana murah atau CASA masih mendominasi DPK dengan komposisi mencapai 56,09%. DAna giro tercatat memiliki pertumbuhan yoy tertinggi sebesar 17,4% menjadi Rp 130,6 triliun. Sedangkan tabungan tumbuh 11,5% yoy menjadi Rp 300,1 triliun. Simpanan berjangka atau deposito BRI juga mengalami kenaikan sebesar 11,1% yoy menjadi Rp 337,2 triliun. (Kontan)Stock Picks
3MNCN 1500‐1675.
Harga saham emiten Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) kemarin kembali dilanda
teanan jual untuk tiga sesi perdagangan berturut‐turut. Harganya kemarin bergerak fluktuatif, sempat
rebound di Rp1670 namun di sesi akhir kembali tertekan tutup di Rp1570. Tekanan jual yang terjadi dipicu
pencapaian laba 2Q17 yang di bawah perkiraan. Secara technical, level support saat ini di Rp1500 dan
rebound berpeluang menuju resisten terdekat di Rp1675 hingga Rp1700. Laba bersih 2Q17 perseroan
mencapai Rp356,05 miliar turun 15% (qoq) dibandingkan 1Q17 sebesar Rp419 miliar dan turun 31,86%
(yoy) dibandingkan 2Q16 sebesar Rp522,57 miliar. Sepanjang 1H17 laba bersih mencapai Rp775,05 miliar
turun 22,66% dibandingkan 1H16 sebesar Rp1 triliun. Penurunan laba bersih ini terutama dipicu
melambatnya pertumbuhan pendapatan usaha yang hanya 1,6% (yoy) mencapai Rp3,62 triliun
dibandingkan 1H16 sebesar Rp3,57 triliun dan turunnya laba kurs hingga 80,33% mencapai Rp32,7 miliar
dari Rp166,6 miliar. Periode yang sama 2016 (1H16) pendapatan usaha bisa tumbuh hingga 7% (yoy).
Pendapatan usaha di 2Q17 turun 0,68% (yoy) mencapai Rp2 triliun dari Rp2,03 triliun. Padahal di 1Q17
pendapatan usaha tumbuh 4,61% (yoy) mencapai Rp1,61 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp1,54 triliun.
Secara kuartalan pendapatan usaha di 2Q17 naik 25,24% (qoq), melambat dbandingkan pertumbuhan di
periode yang sama 2016 (2Q16) yang mencapai 31,92% (qoq). Melambatnya pertumbuhan pendapatan
usaha terutama dipicu melambatnya pertumbuhan pendapatan iklan di 2Q17 yang mencapai Rp1,87 triliun
atau hanya tumbuh 1% (yoy) dibandingkan periode 1Q17 yang tumbuh 5% (yoy). Pertumbuhan
pendapatan iklan secara kuartalan di 2Q17 mencapai 21.93% (qoq) melambat dibandingkan 2Q16 yang
tumbuh 26,79% (qoq). Namun pencapaian pendapatan usaha sepanjang 1H17 telah sejalan dengan
estimasi tahun ini, atau mencerminkan pencapaian 49,79% dari target tahun ini sebesar Rp7,27 triliun atau
tumbuh 8% dari 2016 sebesar Rp6,73 triliun. Sedangkan di bottom line, laba bersih 1H17 baru mencapai
39,5% dari target tahun ini yang sebelumnya diperkirakan Rp1,96 triliun atau naik 43% dari 2016 sebesar
Rp1,37 triliun. Marjin bersih 1H17 turun menjadi 21,38% dari 1H16 sebesar 28,08%, Marjin bersih 2Q17
hanya 17,66% turun dari 26,03% di 1Q17 dan 25,74% di 2Q16. Kami merevisi target laba bersih tahun ini
menjadi Rp1,70 triliun dari Rp1,96 triliun sebelumnya. Marjin bersih diperkirakan hanya 23,4%. EPS tahun
ini diperkirakan turun menjadi Rp122,88 dari sebelumnya Rp145,35. Target harga sahamnya tahun ini
diperkirakan hanya Rp2100 atau PE 17x (E/17). Dari harga saat ini ada ruang penguatan 33,7%. Secara
technical, potensi rebound ditopang posisi harga berada di area oversold saat ini. Maintain Buy, SL 1490
4
Stock Picks
ASII 7750‐8100.
Tekanan jual terhadap saham Astra International Tbk (ASII) sejak pertengahan Juli lalu
membuat harganya bergerak di area oversold beberapa sesi perdagangan terakhir sehingga peluang
terjadinya technical rebound cukup besar. Harga sahamnya awal Agustus kemarin telah berada di Rp7725
(1/8), terendah sejak perdagangan 27 Desember 2016 lalu. Kemarin harganya bergerak konsolidasi dan
tutup di Rp7775. Saat ini support di Rp7750 dan resisten terdekat di Rp8100. Tekanan jual terutama dipicu
sentimen rilis kinerja 2Q17 yang di bawah perkiraan dan meningkatnya resiko capital outflow, tercermin
dari aksi jual asing di saham ini telah berlangsung beberapa sesi perdagangan terakhir. Dari sisi kinerja,
penjualan neto perseroan di 2Q17 hanya mencapai Rp49,25 triliun atau hanya naik 0,96% (qoq) dari 1Q17
sebesar Rp48,78 triliun. Periode yang sama di 2016 (2Q16) penjualan neto naik 10,58% (qoq). Padahal di
2Q17 ada momen lebaran yang biasanya mendongkrak penjualan otomotif. Sedangkan laba bersih di 2Q17
mencapai Rp4,27 triliun turun 16% (qoq) dibandingkan 1Q17 yang mencapai Rp5,09 triliun. Periode yang
sama di 2016 (2Q16) laba bersih naik 28,66% (qoq) mencapai Rp4 triliun. Secara tahunan, laba bersih 2Q17
tumbuh 6,64% (yoy) melambat dibandingkan pertumbuhan laba 1Q17 yang mencapai 63,46% (yoy). Marjin
bersih 2Q17 turun menjadi 8,67% dari 1Q17 10,43% namun sedikit naik dari 2Q16 sebesar 8,64%.
Sepanjang 1H17 laba bersih tumbuh 31,49% (yoy) mencapai Rp9,36 triliun dari periode yang sama di 2016
sebesar Rp7,12 triliun. Marjin bersih 1H17 sebesar 9,54% lebih tinggi ketimbang 2016 lalu 8,37%.
Sedangkan penjualan neto di 1H17 tumbuh 11,14% mencapai Rp98,03 triliun dari Rp88,21 triliun di 1H16.
Meskipun kinerja turun di 2Q17, namun pencapaian penjualan sepanjang 1H17 telah mencerminkan
50,25% dari target tahun ini yang sebelumnya diperkirakan Rp195,05 triliun atau naik 7,7% dari 2016
sebesar Rp181,08 triliun. Sepanjang 1H17, ASII mencatat penjualan mobil sebanyak 298.488 unit vs
272.661 unit atau naik 9,5% (yoy). Penjualan mobil LCGC perseroan di 1H17 melonjak 72% (yoy) mencapai
93.594 unit vs 54.389 unit. ASII optimis mempertahankan pangsa pasar di bisnis otomotif nasional 57%.
Laba bersih sepanjang 1H17 mencapai Rp9,36 triliun naik 31,49% dari 1H16 sebesar Rp7,12 triliun.
Pencapaian laba bersih 1H17 telah mencerminkan 50,5% dari target tahun ini yang diperkirakan mencapai
Rp18,53 triliun atau naik 22,31% dari 2016 lalu sebesar Rp15,16 triliun. EPS tahun ini diperkirakan Rp457,7.
Kami tetap mempertahankan target harga di Rp9150 dengan PE 20x (E/17). Dari harga saat ini di Rp7775
ada ruang penguatan 17,7%. Maintain Buy, SL 7650
5
Stock Picks
KLBF 1685‐1780.
Harga saham emiten farmasi Kalbe Farmasi Tbk (KLBF) sepanjang tahun ini hingga posisi kemarin
bergerak bullish. Akhir 2016 lalu harganya tutup di Rp1515. Kemarin harga sahamnya sudah mencapai Rp1735 atau
menguat 14,5% (YTD) dan secara technical bergerak di area overbought sehingga rawan aksi ambil untung. Setahun
terakhir harganya terendah di Rp1385 (28/11/2016) dan tertinggi di Rp1815 (23/8/2016). Pergerakan bullish harga
sahamnya sejalan dengan pencapaian kinerjanya di paruh pertama tahun ini (1H17) terutama di 2Q17. Pergerakan
rupiah terhadap dolar AS yang relatif stabil tahun ini membuat perseroan berhasil mempertahankan marjinnya. Mar‐
jin kotor di 1H17 relatif stabil di kisaran 48,92% dari 1H16 di 48,79%. Laba bersih sepanjang 1H17 tumbuh 6,11% (yoy)
mencapai Rp1,22 triliun dibandingkan 1H16 Rp1,15 trilun. Marjin bersih stabil di 12,08% vs 11,99% di 1H16. Penca‐
paian laba bersih 1H17 ditopang pertumbuhan penjualan neto 5,34% mencapai Rp10,07 triliun dibandingkan 1H16
Rp9,55 triliun. Kami menargetkan tahun ini penjualan bersih tumbuh 9% mencapai Rp21,12 triliun dibandingkan 2016
sebesar Rp19,37 triliun. Hingga 1H17 pencapaian penjualan neto mencerminkan 47,68% dari target tahun ini. Di lihat
secara kuartalan penjualan bersih 2Q17 tumbuh melambat secara tahunan yakni 3,2% (yoy) dibandingkan pertumbu‐
han penjualan di 1Q17 yang mencapai 7,66% (yoy). Dibandingkan kuartal sebelumnya, penjualan bersih naik 5,5%
(qoq) melambat dbandingkan pertumbuhan di 2Q16 yang tumbuh 10% (qoq). Di Bottom line, laba bersih 2Q17 men‐
capai Rp628 miliar naik 6,75% (qoq) dan 7,72% (yoy). Pertumbuhan laba di 2Q17 lebih tinggi ketimbang 1Q17 yang
tumbuh 4,44% (yoy) dan pertumbuhan 2Q16 sebesar 3,5% (qoq). Marjin bersih 2Q17 naik mencapai 12,15% diband‐
ingkan 1Q17 sebesar 12% dan 2Q16 sebesar 11,64%. Pencapaian laba bersih di 2Q17 yang di atas 1Q17 dan 2Q16
memberikan sentimen positif atas pergerakan harga sahamnya sepekan terakhir. Tahun ini kami menargetkan laba
bersih Rp2,53 triliun tumbuh 10,2% dari 2016 sebesar Rp2,3 triliun. Hingga 1H17 perolehan laba bersih mencer‐
minkan 48,22% target laba tahun ini. Posisi harga sahamnya saat ini di Rp1745 telah mencerminkan target harga kami
sebelumnya di Rp1700 atau PE 31,5x (E/17). Secara technical, support saat ini di Rp1685 dengan target resisten di
Rp1780 apabila berhasil break Rp1745. Pemodal yang sudah memiliki saham ini disarankan menahannya dan yang
memiliki outlook jangka pendek disarankan trading sell. Sell on Strength, SL 1660
Jumat, 4 Agustus 2017
S
aham Pilihan
BBRI 14400-15250 TB, SL 14000
GGRM 69700-72500 TB, SL 69400
RALS 880-970 Buy, SL 860
HMSP 3450-3600 TB, SL 3400
ASRI 340-360 TB, SL 320
CTRA 1040-1120 TB, SL 990
BEST 292-312 TB, SL 290
Stock View
6
Jumat, 4 Agustus 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5780.58 5810.23 5839.88 5765.75 5750.93
PERKEBUNAN AALI 15175 15,366.67 15,558.33 14,891.67 14,608.33 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 216 220.00 224.00 212.00 208.00 LSIP 1420 1,431.67 1,443.33 1,406.67 1,393.33 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2000 2,003.33 2,006.67 1,993.33 1,986.67 SIMP 510 515.00 520.00 505.00 500.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 185 189.00 193.00 183.00 181.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1845 1,880.00 1,915.00 1,825.00 1,805.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 334 341.33 348.67 329.33 324.67 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2410 2,470.00 2,530.00 2,380.00 2,350.00 ITMG 20400 20,700.00 21,000.00 20,200.00 20,000.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 13325 13,466.67 13,608.33 13,241.67 13,158.33 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 995 1,005.00 1,015.00 990.00 985.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 111 113.67 116.33 107.67 104.33
ELSA 256 261.33 266.67 253.33 250.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 138 152.67 167.33 129.67 121.33
ESSA 2660 2,680.00 2,700.00 2,620.00 2,580.00
MEDC 2610 2,650.00 2,690.00 2,590.00 2,570.00
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 680 693.33 706.67 673.33 666.67 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2430 2,473.33 2,516.67 2,403.33 2,376.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 800 816.67 833.33 786.67 773.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18550 18,808.33 19,066.67 18,383.33 18,216.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 810 830.00 850.00 800.00 790.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10475 10,641.67 10,808.33 10,366.67 10,258.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 100 100.33 100.67 99.33 98.67 JPRS 138 139.33 140.67 137.33 136.67 KRAS 580 588.33 596.67 573.33 566.67 PAKAN TERNAK CPIN 2770 2,790.00 2,810.00 2,750.00 2,730.00 JPFA 1185 1,205.00 1,225.00 1,175.00 1,165.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7775 7,825.00 7,875.00 7,725.00 7,675.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 970 998.33 1,026.67 953.33 936.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8300 8,341.67 8,383.33 8,241.67 8,183.33 INDF 8250 8,325.00 8,400.00 8,200.00 8,150.00 MYOR 1765 1,793.33 1,821.67 1,748.33 1,731.67 ROTI 1200 1,208.33 1,216.67 1,188.33 1,176.67 GGRM 71100 71,533.33 71,966.66 70,533.33 69,966.66 INAF 2560 2,610.00 2,660.00 2,530.00 2,500.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2950 3,003.33 3,056.67 2,923.33 2,896.67 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1735 1,756.67 1,778.33 1,716.67 1,698.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 230 234.67 239.33 224.67 219.33 ASRI 350 360.67 371.33 332.67 315.33 BKSL 108 110.00 112.00 105.00 102.00 BSDE 1805 1,820.00 1,835.00 1,785.00 1,765.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1230 1,236.67 1,243.33 1,226.67 1,223.33 CTRA 1070 1,083.33 1,096.67 1,043.33 1,016.67 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 312 314.00 316.00 310.00 308.00 MDLN 272 280.00 288.00 266.00 260.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2120 2,160.00 2,200.00 2,100.00 2,080.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 71 75.67 80.33 67.67 64.33 PTPP 3060 3,076.67 3,093.33 3,046.67 3,033.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 665 676.67 688.33 656.67 648.33 TOTL 725 730.00 735.00 720.00 715.00 WIKA 2010 2,036.67 2,063.33 1,996.67 1,983.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2170 2,186.67 2,203.33 2,156.67 2,143.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1330 1,331.67 1,333.33 1,326.67 1,323.33 JSMR 5550 5,633.33 5,716.67 5,508.33 5,466.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3570 3,590.00 3,610.00 3,560.00 3,550.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6500 6,591.67 6,683.33 6,366.67 6,233.33 TLKM 4700 4,770.00 4,840.00 4,650.00 4,600.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 342 344.00 346.00 340.00 338.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 346 352.67 359.33 340.67 335.33 WINS 282 282.67 283.33 280.67 279.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 855 873.33 891.67 843.33 831.67 BANK BBCA 18750 19,016.67 19,283.33 18,516.67 18,283.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 605 610.00 615.00 600.00 595.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7175 7,258.33 7,341.67 7,133.33 7,091.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 14850 14,950.00 15,050.00 14,775.00 14,700.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2610 2,636.67 2,663.33 2,586.67 2,563.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5275 5,358.33 5,441.67 5,233.33 5,191.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2100 2,156.67 2,213.33 2,056.67 2,013.33 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 13125 13,250.00 13,375.00 13,050.00 12,975.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1280 1,295.00 1,310.00 1,270.00 1,260.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6575 6,683.33 6,791.67 6,508.33 6,441.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 290 296.00 302.00 282.00 274.00 UNTR 29200 29,733.33 30,266.67 28,933.33 28,666.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6125 6,166.67 6,208.33 6,066.67 6,008.33 RALS 900 933.33 966.67 868.33 836.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1570 1,638.33 1,706.67 1,533.33 1,496.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 60 61.00 62.00 59.00 58.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.