• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR

PENGETAHUAN BAHASA INDONESIA (KETERAMPILAN MENULIS)

TEMA CITA-CITAKU DITINJAU DARI CARA GURU BERTANYA

Ni Made Dwi Pradnyawati

1

, MG. Rini Kristiantari

2

, Ni Nyoman Ganing

3

1,2,3

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FIP

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

e-mail : [email protected]

1

, [email protected]

2

,

[email protected]

3

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Pretest-Posttest

Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu,

meliputi 7 SD berjumlah 350 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling dan diperoleh kelas IVa SD Negeri 1 Peguyangan berjumlah 41 siswa sebagai kelas terteliti dengan tindakan berupa pertanyaan langsung dan kelas IVa SD Negeri 5 Peguyangan berjumlah 38 siswa sebagai kelas terteliti dengan tindakan berupa pertanyaan tidak langsung. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) berupa nilai kognitif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu dengan thitung=2,47 > ttabel=1,65 pada taraf

signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berpengaruh terhadap hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu ditinjau dari cara guru bertanya.

Kata kunci: pendekatan saintifik, hasil belajar, pengetahuan Bahasa Indonesia

(keterampilan menulis), cara guru bertanya

Abstract

This study aimed to determine the significant differences effect of students’ Indonesian language knowledge (writing skill) which was taught through scientific approach based direct questions with the students that was taught through scientific approach based indirect questions with my aspiration theme on fourth grade students at SD Gugus Letkol Wisnu. This research was type of pre-experimental research which used the group static Pretest-Postest design. The population of this study was all of the fourth grade students at SD gugus Letkol Wisnu which consisted of 350 students in 7 classes. Samples were gained by random sampling technique. The sample for this technique was class IVa SD

(2)

Negeri 1 Peguyangan as the group which was taught by scientific approach based direct questions. However, class IVa SD Negeri 5 Peguyangan as the group which was taught by scientific approach based indirect questions. The data was collected from the cognitive result from the students in learning Indonesian language (writing skill). The cognitive score was gained by using multiple choices test and analyzed by t-test. This result showed that there was significant different effect of students’ Indonesian language knowledge (writing skill) which was taught through scientific approach based direct questions with the students that was taught through scientific approach based indirect questions with my aspiration theme on fourth grade students at SD Gugus Letkol Wisnu. Based on the t-test results, tobserved = 2,47 > ttable = 1,65 in significant of 5%. Based on this comparison, H0 was rejected

and Ha was accepted. Thus, it can be concluded that the scientific approach gave effect on students’ learning outcome in Indonesian language knowledge (writing skill) with my aspiration theme on fourth grade students at SD Gugus Letkol Wisnu based on question type of the teacher.

Key words: scientific approach, learning outcomes, Indonesian language knowledge (writing skill) and question types of teacher

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan unsur utama dalam pengembangan manusia Indonesia seutuhnya. Pengelolaan pendidikan harus

berorientasi kepada bagaimana

menciptakan perubahan yang lebih baik. Pendidikan di Indonesia sudah beberapa kali dilaksanakan penyempurnaan dan perbaikan kurikulum. Perubahan kurikulum tersebut didasari pada kesadaran bahwa perkembangan dan perubahan yang terjadi menuntut perlunya perbaikan sistem

pendidikan nasional, termasuk

penyempurnaan kurikulum untuk

mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Kurikulum 2013 merupakan rangkaian penyempurnaan terhadap kurikulum yang telah dirintis tahun 2004 yang berbasis kompetensi lalu diteruskan dengan kurikulum 2006 (Kurniasih dan Sani, 2014:32). Dengan kurikulum 2013 kegiatan di sekolah dasar dilaksanakan berdasarkan pada standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Peran seorang guru sangatlah penting untuk dapat menanamkan kebiasaan baik bagi siswanya. Dalam hal ini guru dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovasi. Salah satu cara agar pembelajaran dapat berjalan aktif, kreatif dan inovasi dapat digunakan pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu, yang pada intinya

menekankan pada pola pengorganisasian materi yang terintegrasi dipadukan oleh suatu tema (Kurniawan, 2014:95). Dalam pembelajaran tematik terdapat mata pelajaran yang dipadukan dalam suatu tema misalnya Bahasa Indonesia dengan IPA dan IPS, PPKn dengan Matematika, PJOK, dan SBdP. Salah satu mata pelajaran yang memegang peranan penting dalam pembelajaran tematik adalah Bahasa Indonesia.

Susanto (2013:242) menyatakan,

Bahasa Indonesia merupakan suatu alat yang penting dalam rangka merealisasikan dan mencapai tujuan kebahasaan Indonesia, yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesa terdapat empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut harus dimiliki oleh siswa di sekolah dasar. Salah satu keterampilan yang sangat penting dimiliki siswa adalah keterampilan menulis.

Keterampilan menulis adalah salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi pembaca, di samping keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Menulis merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya (Saddhono dan Slamet, 2014:160).

(3)

dilakukan pada SD Gugus Letkol Wisnu, seberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pengetahuan Bahasa Indonesia. Dalam hal ini, siswa kurang memahami penggunaan tanda baca dan penulisan sesuai dengan EYD yang baik dan benar. Penggunaan tanda baca dan penulisan EYD yang baik dan benar merupakan pengetahuan dasar dari keterampilan menulis yang penting untuk dimengerti oleh siswa.

Masalah ini disebabkan oleh proses belajar mengajar masih dilakukan oleh sebagian besar guru dengan menggunakan pembelajaran ekspositori atau guru yang aktif yang pada umumnya menggunakan metode ceramah. Ketika siswa belajar, siswa hanya langsung diceramahi dengan sejumlah teori, baik dari guru itu sendiri ataupun dari buku-buku pelajaran. Dalam proses belajar mengajar terlihat guru

kurang memiliki inovasi dalam proses pembelajaran, dan terlihat kurang aktifnya guru dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menumbuhkan keaktifan siswa dalam menjawab. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan terus menerus, maka akibatnya siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Pembelajaran di kelas menjadi kurang efektif, membosankan, dan juga mengakibatkan rendahnya nilai yang diperoleh siswa. Hal tersebut dibuktikan bahwa nilai rata-rata hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia siswa kelas IV di SD Gugus Letkol Wisnu masih berada di bawah KKM yaitu 75.

Nilai rata-rata hasil belajar ulangan umum siswa SD Gugus Letkol Wisnu semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai berikut.

Tabel 1.Nilai Rata-rata Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa SD Gugus Letkol Wisnu

No Nama Sekolah Kelas Nilai Rata-rata KKM

1 SDN 1 Peguyangan IVa 72,9 75 IVb 73,1 75 2 SDN 3 Peguyangan IV 68,5 75 3 SDN 5 Peguyangan IVa 72,5 75 IVb 72,3 75 4 SDN 6 Peguyangan IV 70,5 75 5 SDN 10 Peguyangan IV 72,1 75 6 SDN 11 Peguyangan IV 73,9 75 7 SDN 12 Peguyangan IV 71,3 75

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak upaya yang muncul untuk mengatasi kegagalan pada proses belajar mengajar begitu juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (keterampilan menulis), banyak pendekatan yang dapat digunakan, tetapi guru harus pandai menguasai konsep yang terkait dengan pembelajaran bahasa itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, guru

harus menggunakan pendekatan

pembelajaran yang bervariatif dan cara bertanya yang baik saat proses belajar mengajar. Fungsi dari pendekatan ini adalah untuk merangsang keinginan siswa agar belajar serta aktif, sehingga nilai hasil

belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) dapat tercapai pada siswa kelas IV SD. Pendekatan yang dapat digunakan pada pembelajaran Bahasa

Indonesia (keterampilan menulis) adalah dengan menggunakan pendekatan saintifik. Daryanto (2014:51) menyatakan,

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian

rupa agar siswa secara aktif

mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan

masalah), merumuskan masalah,

mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik

(4)

kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.

Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak tergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong siswa dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu. Menurut Permendikbud No. 81a Tahun 2013 lampiran IV kegiatan pokok dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik

adalah mengamati, menanya,

mengumpulkan informasi, mengasosiasi,

dan mengkomunikasikan. Dengan

pendekatan saintifik diharapkan siswa bisa menjadi lebih aktif dan dapat memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar.

Salah satu kegiatan pokok dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik

adalah menanya. Menanya sama

maknanya dengan bertanya, yang artinya

mengajukan pertanyaan, dengan

mengajukan pertanyaan-pertanyaan siswa akan menjadi lebih aktif, berpikir kristis, dan bersikap ilmiah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh gurunya dalam proses belajar mengajar. Pertanyaan terdiri dari beberapa jenis salah satunya yaitu pertanyaan langsung dan pertanyaan tidak langsung. Suatu pertanyaan yang baik bisa ditinjau dari isinya, tetapi jika cara menyajikannya kepada siswa tidak tepat atau tidak jelas

dalam penyampaiannya, akan

mengakibatkan tidak tercapainya tujuan yang dikehendaki (Supriyadi, 2013:167). Aspek pertanyaan harus dipahami dan dilatih, agar guru dapat menggunakan pertanyaan secara efektif dalam proses belajar mengajarnya. Guru yang efektif mampu menginspirasi siswa untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya.

Proses pembelajaran pendekatan saintifik ditinjau dari cara guru bertanya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) kelas IV SD, dapat

berpengaruh positif terhadap semangat belajar, membangkitkan keinginan, motivasi, dan minat belajar siswa, serta membawa pengaruh dan memperluas pengetahuan dalam pembelajaran, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran bermakna yang membekas di ingatan mereka karena telah turut serta aktif dalam

pembelajaran Bahasa Indonesia

(keterampilan menulis), dan tujuan dari pembelajaran yaitu hasil belajar

pengetahuan bahasa Indonesia

(keterampilan menulis) dapat tercapai secara optimal.

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dilakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar Pengetahuan Bahasa Indonesia (Keterampilan Menulis) Tema Cita-citaku pada Siswa Kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu ditinjau dari Cara Guru Bertanya”.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu.

METODE

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu. Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Hasil Belajar

Pengetahuan Bahasa Indonesia

(Keterampilan Menulis) Tema Cita-citaku pada Siswa Kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu ditinjau dari Cara Guru Bertanya.

Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Static

Group Pretest-Posttest Design. Rancangan

penelitian ini hanya memperhitungkan skor

post-test saja yang dilakukan pada akhir

penelitian atau dengan kata lain tanpa memperhitungkan skor pre-test. Dalam

(5)

penelitian ini skor pre-test digunakan untuk menguji keseteraan sampel sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Hal ini sejalan dengan pendapat Dantes (2012:97) pemberian pre-test biasanya digunakan untuk mengukur ekuivalensi atau penyetaraan kelompok.

Sukmadinata (2012:209) menyatakan, The Static Group Pretest-Posttest

Design hampir sama dengan Desain

Prates-Pascates Satu Kelompok, tetapi dalam model ini ada dua kelompok yang diberikan perlakuan yang berbeda dalam rumpun yang sejenis. Dalam pengajaran misalnya, kelas A belajar dengan “metode pembelajaran komunikatif, dan kelas B belajar dengan “metode pembelajaran ekspositori”.

Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa The Static Group

Pretest-Posttest Design merupakan

rancangan penelitian yang menggunakan dua kelompok yang setara tetapi, masing-masing kelompok diberikan perlakuan yang berbeda.

Menurut Agung (2011:47) populasi merupakan keseluruhan objek dalam suatu penelitian. Sedangkan Usman dan Akbar (2008:181) menyatakan bahwa populasi merupakan semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, daripada karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Gugus Letkol Wisnu yang berjumlah 350 siswa, terdiri dari SD Negeri 1 Peguyangan, SD Negeri 3 Peguyangan, SD Negeri 5 Peguyangan, SD Negeri 6 Peguyangan, SD Negeri 10 Peguyangan, SD Negeri 11 Peguyangan, dan SD Negeri 12 Peguyangan.

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil, yang dianggap mewakili seluruh populasi dan diambil dengan menggunakan teknik tertentu (Agung, 2011:47). Sedangkan Darmadi (2013:50) menyatakan sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Teknik yang digunakan untuk

pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik random sampling yaitu pengambilan contoh secara acak (random) yang dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random (Usman dan Akbar, 2008:183).

Cara yang digunakan untuk

menentukan sampel yaitu dengan menyetarakan kelompok siswa kelas IV yang sudah ada di SD Gugus Letkol Wisnu. Penyetaraan kelompok dilakukan dengan cara randomisasi atau pengambilan sampel secara acak untuk menentukan dua kelas yang diberikan perlakuan. Pengambilan sampel juga memperhatikan jumlah siswa yang terdapat pada tiap kelas yang terpilih memiliki jumlah yang sama atau tidak terlalu berbeda jauh. Setelah di random, didapatkan dua kelas yaitu, kelas IVa SD Negeri 1 Peguyangan dan kelas IVa SD Negeri 5 Peguyangan, kemudian kedua kelas diberikan pre-test agar dalam perhitungan uji kesetaraan benar diketahui bahwa kemampuan kedua sampel relatif sama. Skor dari pre-test tersebut digunakan untuk melakukan uji kesetaraan sampel menggunakan uji-t. Jika keadaan sampel setara, maka akan dilanjutkan dengan menentukan kelas dengan cara diundi. Kedua kelas yang telah ditentukan akan mendapatkan perlakuan yaitu kelas IVa SD Negeri 1 Peguyangan diberikan perlakuan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan kelas IVa SD Negeri 5

Peguyangan diberikan perlakuan

pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung.

Penelitian ini melibatkan dua variabel, yakni variabel bebas (x) dan variabel terikat (y). Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi, yaitu faktor-faktor yang diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan

hubungan antara fenomena yang

diobservasi atau diamati (Setyosari, 2012:128). Berdasarkan pengertian tersebut variabel bebas pada penelitian ini adalah pendekatan saintifik ditinjau dari cara guru bertanya. Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas (Setyosari, 2012:129). Variabel terikat selalu diukur dan bukan

(6)

dimanipulasi. Berdasarkan pengertian tersebut variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis).

Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi data hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode tes, yaitu tes untuk mengukur hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar

pengetahuan Bahasa Indonesia

(keterampilan menulis) adalah tes hasil belajar objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa dengan empat pilihan. Setiap soal disertai dengan empat jawaban (alternatif a, b, c, dan d) yang akan dipilih siswa.

Setelah instrumen tersusun dilakukan uji coba untuk mendapatkan gambaran secara empirik tentang kelayakan instrumen agar dapat dipergunakan sebagai instrumen penelitian. Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti di dalam menggunakan metode pengumpulan data. Untuk mengumpulkan data tersebut diperlukan tes. Jumlah butir soal yang diujicobakan sebanyak 30. Sebelum instrumen layak untuk digunakan dalam penelitian maka dilakukan uji instrumen yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji daya beda, dan uji indeks kesukaran.

Menurut Darmadi (2013:116) validitas adalah tingkat dimana suatu tes yang digunakan mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk mengukur validitas butir tes hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) dalam bentuk objektif pilihan ganda biasa digunakan rumus koefisien korelasi point

biserial (rpbi). Reliabilitas adalah tingkatan

pada suatu tes secara konsisten mengukur berapapun tes itu mengukur. Tes hasil belajar yang baik adalah bahwa tes hasil belajar tersebut telah memiliki reliabilitas atau bersifat reliabel (Sudijono, 2011:95). Uji reliabilitas tes yang bersifat dikotomi dan heterogen ditentukan dengan rumus Kuder Richardson – 20. Menurut Arikunto (2013:226) daya pembeda soal adalah

kemampuan sesuatu soal untuk

membedakan antara yang pandai

(berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampaun rendah). Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi, disingkat D (d besar). Tingkat kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan proporsi peserta tes yang menjawab betul butir soal yang diberikan. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item dikenal dengan difficulty

index (angka indeks kesukaran item) yang

pada umumnya dilambangkan dengan huruf P. Dari hasil uji instrumen diperoleh 25 butir soal yang layak untuk digunakan dalam penelitian.

Teknik yang digunakan untuk menganalisis hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik yaitu uji beda mean (uji-t). Sebelum dilakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas yaitu untuk mengetahui sebaran data skor hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) siswa masing-masing kelompok berdistribusi normal atau tidak, digunakan analisis

Chi-Square. Uji homogenitas dilakukan untuk

menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji hipotesis benar-benar terjadi akibat adanya perbedaan antar kelompok, bukan sebagai akibat perbedaan dalam kelompok. uji homogenitas varians yang digunakan adalah uji F dari Havley. Data yang telah diuji normalitas dan homogenitasnya selanjutnya dilakukan uji hipotesis yang menggunakan uji beda mean (uji-t) dengan rumus separated

varians.

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL

Hasil perhitungan menunjukkan nilai rata-rata akhir hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) dari nilai post-test pada kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung adalah 88,20 dengan varian sebesar 75,16 dan standar deviasi 8,67. Sedangkan nilai rata-rata akhir hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) dari nilai

(7)

dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung adalah 83,68 dengan varian sebesar 57,41 dan standar deviasi 7,58.

Dari data nilai hasil belajar

pengetahuan Bahasa Indonesia

(keterampilan menulis) menunjukkan bahwa kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung.

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Pengujian normalitas data dilakukan pada dua kelas, meliputi data

kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan data kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung.. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sebaran data skor hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis, dengan menggunakan uji Chi-Square (

χ

2) pada taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan dk = n-1.

Untuk langkah-langkah uji Chi-Square (

χ

2) kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung pada tabel berikut.

Tabel 2.Chi-Kuadrat Data Kelas Pendekatan Saintifik Berbasis Pertanyaan Langsung

No Kelas Interval Fo Fe fo – fe (fo - fe )2

1 62,19 – 70,86 0 0,82 -0,82 0,67 0,82 2 70,86 – 79, 53 7 5,74 1,26 1,59 0,28 3 79,53 – 88, 20 15 13,94 1,06 1,12 0,08 4 88, 20 – 96,87 13 13,94 -0,94 0,88 0,06 5 96,87 – 105,54 6 5,74 0,26 0,07 0,01 6 105,54– 114,21 0 0,82 -0,82 0,67 0,82 Jumlah 30 2,07

Berdasarkan nilai

χ

2tabel pada taraf

signifikansi 5% (α=0,95) dan derajat kebebasan (dk = 6-1=5) adalah 11,07 dan hasil analisis

χ

2hitung ∑

fe ) fe -fo ( 2 = 2,07, sehingga

χ

2hitung ˂

χ

2tabel. Ini berarti

sebaran data nilai post-test pengetahuan

Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) siswa kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung berdistribusi

normal..

Untuk langkah-langkah uji Chi-Square (

χ

2) kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung dapat disajikan pada tabel berikut.

Tabel 3.Chi-Kuadrat Data Kelas Pendekatan Saintifik Berbasis Pertanyaan tidak Langsung No Kelas Interval Fo Fe fo – fe ( fo - fe )2 1 60,94 – 68,52 0 0,76 -0,76 0,58 0,76 2 68,52– 76,10 5 5,32 -0,32 0,10 0,02 3 76,10– 83,68 11 12,92 -1,92 3,69 0,29 4 83,68– 91,26 15 12,92 2,08 4,33 0,33 5 91,26 – 98,84 5 5,32 -0,32 0,10 0,02 6 98,84 – 106,42 2 0,76 1,24 1,54 2,02

(8)

Jumlah 38 3,44 Berdasarkan nilai

χ

2tabel pada taraf

signifikansi 5% (α=0,95) dan derajat kebebasan (dk = 6-1=5) adalah 11.07 dan hasil analisis

χ

2hitung∑

fe ) fe -fo ( 2 = 3,44, sehingga

χ

2hitung ˂

χ

2tabel. Ini berarti

sebaran data nilai post-test pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) siswa kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung berdistribusi

normal.

Selanjutnya dilakukan uji

homogenitas varians. Uji homogenitas varians dilakukan berdasarkan data hasil belajar Bahasa Indonesia (keterampilan

menulis) yang meliputi data kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan data kelas yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung. Uji homogenitas varian yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan uji F. Kriteria pengujian jika Fhitung< Ftabel maka sampel homogen.

Pengujian dilakukan pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan untuk pembilang n1 – 1 (41-1=40) dan derajat kebebasan untuk penyebut n2 – 1 (38-1=37).

Tabel 4.Uji Homogenitas Varians

Sampel Mean SD Varians Fhitung Ftabel Kesimpulan

Kelas Pendekatan Saintifik Berbasis

Pertanyaan Langsung

88,20 8,67 75,16

1,31 1,74 Data Homogen Kelas Pendekatan Saintifik

Berbasis

Pertanyaan tidak Langsung

83,68 7,58 57,41

Berdasarkan hasil uji homogenitas varians menunjukkan hasil bahwa Fhitung <

FTabel. Ini berarti data nilai post-test

pengetahuan Bahasa Indonesia

(keterampilan menulis) antara siswa kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung memiliki varians yang homogen.

Hipotesis penelitian yang diuji adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang

dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu. Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas varians diperoleh bahwa data kedua kelas yaitu kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung berdistribusi normal serta homogen. Berdasarkan hal tersebut maka uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda mean (uji-t) dengan rumus separated varians. Dengan kriteria pengujian adalah H0 diterima jika thitung <

ttabel. Nilai ttabel dihitung dari db = n1 + n2 - 2.

Hasil penghitungan uji hipotesis disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 5. Tabel Uji Hipotesis

Kelas Mean Varians N ttabel thitung Kesimpulan

Kelas Pendekatan Saintifik

Berbasis Pertanyaan

langsung

88,20 75,16 41

1,65 2,47 Ha diterima

(9)

Berbasis

(10)

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa thitung lebih besar dari pada

ttabel yaitu 2,47 > 1,65. Dari hasil tersebut

maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak

dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat

diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu.

PEMBAHASAN

Proses pembelajaran pengetahuan

Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung berlangsung secara optimal. Hal ini disebabkan karena guru membelajarkan siswa menerapkan kegiatan pokok pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung. Kegiatan pokok pendekatan saintifik yang diterapkan dalam proses pembelajaran yaitu mengamati, menanya,

mengumpulkan informasi,

mengasosiasikan, dan

mengkomunikasikan. Siswa dihadapkan pada situasi belajar yang tidak hanya menggunakan guru sebagai sumber belajarnya, melainkan melibatkan peran aktif siswa dalam setiap pendapat dan pengetahuan yang mereka miliki. Dalam proses pembelajaran siswa belajar dalam

kelompok yang heterogen dan

dikombinasikan dengan menekankan siswa aktif dalam bertanya. Pertanyaan yang diberikan pada proses pembelajaran adalah pertanyaan langsung. Pertanyaan langsung merupakan pertanyaan yang bertujuan untuk menggali atau merekam informasi mengenai diri responden itu sendiri. Siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dan dapat mengembangkan pengetahuan atau ide yang dimiliki serta siswa menjadi lebih kreatif dalam menjawab, sehingga siswa cenderung tidak pasif. Hal ini terbukti dari perolehan rerata

hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung pada siswa kelas IVa di SD Negeri 1 Peguyangan menjadi optimal, yaitu sebesar 88,20. Hal ini diperkuat oleh penelitian Sumayasa (2015) bahwa implementasi pendekatan saintifik berpengaruh terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa.

Proses pembelajaran pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung berlangsung kurang optimal. Guru membelajarkan siswa menerapkan kegiatan pokok pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung. Siswa dihadapkan pada situasi belajar yang tidak hanya menggunakan guru sebagai sumber belajarnya, melainkan melibatkan peran aktif siswa dalam setiap pendapat dan pengetahuan yang mereka miliki. Dalam proses pembelajaran siswa belajar dalam

kelompok yang heterogen dan

dikombinasikan dengan menekankan siswa aktif dalam bertanya. Pertanyaan yang diberikan adalah pertanyaan tidak langsung. Pertanyaan tidak langsung merupakan pertanyaan yang bertujuan untuk menggali dan merekam informasi dari apa saja yang diketahui responden mengenai objek dan subjek tertentu, dan informasi dimaksud tidak berbicara langsung mengenai diri responden. Siswa terlihat aktif dalam menjawab pertanyaan, tetapi kurang dalam mengembangkan pengetahuan atau ide yang dimiliki serta kurang kreatif dalam menjawab pertanyaan, sehingga siswa cenderung pasif. Hal ini terbukti dari perolehan rerata hasil belajar

pengetahuan Bahasa Indonesia

(keterampilan menulis) yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IVa di SD Negeri 5 Peguyangan menjadi kurang optimal, yaitu sebesar 83,68.

Berdasarkan uji-t diperoleh thitung > ttabel berarti hipotesis yang menyebutkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku

(11)

antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu pada taraf signifikansi 5% diterima. Hal ini mengandung arti bahwa siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung hasil belajarnya lebih baik dari siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada tema cita-citaku.

Hal ini disebabkan karena

pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung merupakan proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, kreatif, dan dapat memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran, guru dapat memberikan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan karena ikut serta aktif dalam memecahkan suatu masalah sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan membekas diingatan mereka. Dalam penelitian ini kedua kelas diberikan perlakuan yaitu siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung. Pada proses pembelajaran siswa sama-sama aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru, tetapi pertanyaan yang lebih berpengaruh digunakan adalah pertanyaan langsung, dengan memberikan pertanyaan langsung siswa lebih kreatif dan dapat mengembangkan pengetahuan atau idenya dalam menjawab karena pertanyaan langsung bertujuan untuk menggali atau merekam informasi mengenai diri responden itu sendiri.

Hal ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung

pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik simpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) tema cita-citaku antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu. Ini terbukti bahwa rerata hasil belajar kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung pada siswa kelas IVa SD Negeri 1 Peguyangan sebesar 88,20. Sedangkan rerata hasil belajar kelas pendekatan saintifik berbasis pertanyaan tidak langsung pada siswa kelas IVa SD Negeri 5 Peguyangan sebesar 83,68. Berdasarkan Uji-t diperoleh thitung = 2,47 dan ttabel = 1,65.

Kedua nilai tersebut dibandingkan maka diperoleh thitung > ttabel (2,47 > 1,65). Dari

perbandingan ini maka H0 ditolak dan Ha

diterima.

Berdasarkan hasil penelitian pembahasan dan simpulan, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut.

Kepada guru, penelitian ini agar dijadikan acuan dalam meningkatkan kinerjanya dalam merancang pembelajaran dengan tujuan memperoleh hasil belajar yang optimal. Kepada guru yang mengajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) siswa kelas IV khususnya disarankan untuk mampu

mengembangkan inovasi dalam

pembelajaran dengan menerapkan strategi, pendekatan, model, dan metode yang inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan menerapkan pendekatan saintifik berbasis pertanyaan langsung menjadi salah satu pendekatan yang dapat

diterapkan guru dalam proses

pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (keterampilan menulis).

Kepada sekolah, penelitian ini dapat mengembangkan kinerja guru dalam proses pembelajaran agar guru memiliki inovasi-inovasi dalam pembelajaran dan

(12)

menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga menjadikan sekolah yang unggul dan inovatif.

Kepada peneliti lain yang berminat untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang pendekatan saintifik dtinjau dari cara guru bertanya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (keterampilan menulis) maupun mata pelajaran lainnya, agar memperhatikan kendala-kendala yang dialami dalam penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan dan penyempurnaan penelitian yang akan dilaksanakan untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Agung, A. A. Gede. 2011. Evaluasi

Pendidikan. Singaraja: Jurusan

Teknologi Pendidikan, FIP Undiksha Singaraja

Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar-Dasar

Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi

Aksara

Dantes, I Nyoman. 2012. Metode Penelitian

Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset

Darmadi, Hamid. 2013. Dimensi-dimensi

Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung: Penerbit Alfabeta

Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran

Saintifik Kurikulum 2013.

Yogyakarta: Penerbit Gava Media Depdiknas. 2013. Peraturan Menteri

Pendidikan Nasional Republik

Indonesia Nomor 81 A Tahun 2013

tentang Implementasi Kurikulum

2013. Jakarta: Kementrian

Pendidikan Nasional

Kurniasih, Imas dan Berlin Sani. 2014.

Sukses Mengimplementasi

Kurikulum 2013. Kata Pena

Kurniawan, Deni. 2014. Pembelajaran

Tematik Terpadu (Teori, Praktik, Penilaian). Bandung: Alfabeta

Saddhono, Kundharu dan St. Y. Slamet. 2014. Pembelajaran Keterampilan

Berbahasa Indonesia. Yogyakarta:

Graha Ilmu

Setyosari, Punaji. 2012. Metode Penelitian

Pendidikan dan Pengembangan.

Jakarta: Kencana.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2012. Metode

Penelitian Pendidikan. Bandung:

Remaja Rosdakarya

Supriyadi. 2013. Strategi Belajar & Mengajar. Yogyakarta: Jaya Ilmu Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar

Pembelajaran di Sekolah Dasar.

Jakarta: Kencana

Undiksha. 2013. Pedoman Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir. Singaraja:

Undiksha

Usman, Husaini dan Purnomo Setiady Akbar. 2008. Pengantar Statistika. Jakarta: Bumi Aksara

Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi

Pendidikan. Jakarta: PT. Raja

Gambar

Tabel 2.Chi-Kuadrat Data Kelas Pendekatan Saintifik Berbasis Pertanyaan Langsung
Tabel 4.Uji Homogenitas Varians

Referensi

Dokumen terkait

Data dianalisis menggunakan Anakova 1 jalur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran tuntas (mastery learning)

Serta untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan

Hal ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan