LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -1
KETERPADUAN STRATEGI PENGEMBANGAN
KABUPATEN MAGELANG
5.1. ARAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN MAGELANG
Ber dasar kan amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kabupaten w ajib menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten yang ditetapkan oleh Per atur an Daer ah Kabupaten. Dalam penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Kar ya di Kabupaten Magelang, beber apa yang per lu diper hatikan dar i RTRW KabupatenMagelang adalah sebagai ber ikut:
a. Penetapan Kaw asan Str ategis Kabupaten (KSK) yang didasar i sudut kepentingan:
i. Per tahanan keamanan
ii. Ekonomi
iii. Lingkungan hidup
iv. Sosial budaya
v. Pendayagunaan sumber daya alam atau teknologi tinggi
b. Ar ahan pengembangan pola r uang dan str uktur r uang yang mencakup:
i. Ar ahan pengembangan pola r uang:
a) Ar ahan pengembangan kaw asan lindung dan budidaya
b) Ar ahan pengembangan pola r uang ter kait bidang Cipta Kar ya seper ti pengembangan
RTH.
ii. Ar ahan pengembangan str uktur r uang ter kait keciptakar yaan seper ti pengembangan
pr asar ana sar ana air minum, air limbah, per sampahan, dr ainase, RTH, Rusunaw a, maupun Agr opolitan.
c. Ketentuan zonasi bagi pembangunan pr asar ana sar ana bidang Cipta Kar ya yang har us
diper hatikan mencakup ketentuan umum per atur an zonasi untuk kaw asan lindung, kaw asan budidaya, sistem per kotaan, dan jar ingan pr asar ana.
d. Indikasi pr ogr am sebagai oper asionalisasi r encana pola r uang dan str uktur r uang
khususnya untuk bidang Cipta Kar ya.
Kaw asan Str ategis Kabupaten (KSK) diper lukan sebagai dasar pembangunan infr astr uktur Bidang Cipta Kar ya.Pada pembangunan infr astr uktur skala kaw asan, pembangunan infr astr uktur Bidang Cipta Kar ya diar ahkan pada lokasi KSK, dan dihar apkan keter paduan pembangunan dapat ter w ujud. Tabel 5.1 memapar kan identifikasi ar ahan RTRW Kabupaten untuk Bidang Cipta Kar ya,
5.1.1. Arahan Pola Ruang
Per w ujudan r encana pola r uang w ilayah Kabupaten Magelang meliputi:
a. Per w ujudan kaw asan lindung, antar a lain:
1. Kaw asan hutan lindung meliputi:
a) penanaman pohon yang menguntungkan dar i segi konser vasi;
b) r ehabilitasi lahan kr itis dan ter lantar ser ta pengembalian fungsi kaw asanlindung;
dan
c) pengembangan blok penyangga pada kaw asan yang ber batasan denganhutan
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -2
2. Kaw asan yang member ikan per lindungan ter hadap kaw asan baw ahannyaber upa
kaw asan r esapan air meliputi:
a) menjaga, memper baiki dan meningkatkan kapasitas r esapan air hujan;dan
b) penyusunan pr ogr am konser vasi ber basis masyar akat yang dituangkandalam
RPJM Desa di desa yang ber lokasi di daer ah tangkapan air .
3. Kaw asan per lindungan setempat meliputi:
a) Kaw asan sekitar mata air meliputi:
1) studi geohidr ologi mata air untuk menetapkan kaw asan r esapan air yang
ter bagi dalam zona I, II dan III;
2) membuat r ekomendasi pr ogr am konser vasi mata air ber upa kegiatanvegetasi
dan sipil teknis; dan
3) secar a ber tahap diupayakan agar zona I diamankan dar i kegiatanbudidaya.
b) Kaw asan sempadan sungai meliputi:
1) penanaman tanaman ker as;
2) pembuatan tebing beton dan Kr ib pengendali salur an air ; dan
3) pembuatan jalan inspeksi untuk sungai yang melalui per mukiman.
4. Kaw asan pelestar ian alam dan cagar budaya meliputi:
a) studi cagar budaya;
b) studi suaka alam; dan
c) pengendalian kegiatan budidaya di dalam kaw asan suaka alam dan cagar budaya.
5. Kaw asan taman nasional, pemanfaatan kaw asan taman nasional diar ahkanuntuk
menjadi kaw asan lindung bagi tumbuhan dan satw a-satw a yang telahdilindungi, sebagai daer ah tangkapan air yang dapat dimanfaatkan sebagaisumber pengair an per tanian, dan sebagai daer ah w anaw isata ser ta sebagaikaw asan per lindungan plasma nutfah.
6. Kaw asan r aw an bencana alam meliputi:
a) pembuatan zona-zona bencana alam;
b) mitigasi bencana; dan
c) gladi penanganan bencana pada masyar akat.
7. Kaw asan lindung geologi diar ahkan untuk per lindungan cekungan air tanah
8. Kaw asan per lindungan plasma nutfah meliputi:
a) pemelihar aan habitat dan ekosistem khusus yang ada dan sifatnyasetempat;
b) pelestar ian kaw asan per lindungan plasma nutfah melalui pengaw asan
danpengendalian kegiatan budidaya; dan
c) pemanfaatan kaw asan per lindungan plasma nutfah sebagai pusat
kegiatanpendidikan dan penelitian.
b. Per w ujudan kaw asan budidaya, antar a lain:
1. Kaw asan per untukan hutan pr oduksi meliputi:
a) per cepatan r eboisasi;
b) pengembangan kegiatan tanaman sela;
c) peningkatan par tisipasi masyar akat melalui pengembangan hutanber sama
masyar akat; dan
d) pengembangan sistem tebang pilih, tebang gilir dan r otasi tanaman
yangmendukung keseimbangan alam.
2. Kaw asan hutan r akyat meliputi:
a) memantapkan dan mengembangkan fungsi hutan r akyat sebagai
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -3
a) Studi Lahan Per tanian Pangan Ber kelanjutan (LPPB);
b) intensifikasi per tanian; dan
c) pengendalian kegiatan ter bangun di kaw asan per untukan per tanian.
4. Kaw asan per untukan per kebunan meliputi:
a) penetapan komoditi tanaman per kebunan; dan
b) peningkatan per an ser ta masyar akat dalam pemanfaatan kaw asanper kebunan.
5. Kaw asan per untukan per ikanan meliputi:
a) pengembangan komoditi per ikanan unggulan;
b) pengembangan sistem pengolahan hasil per ikanan; dan
c) pengembangan sistem pemasar an hasil per ikanan.
6. Kaw asan per untukan peter nakan meliputi:
a) pengembangan komoditas ter nak yang ber nilai ekonomis tinggi;
b) pengembangan sentr a ter nak; dan
c) peningkatan nilai ekonomi hasil peter nakan.
7. Kaw asan per untukan per tambangan meliputi:
a) studi geologi;
b) penentuan pr ior itas lokasi penambangan yang memiliki kesamaan jenisbahan
tambang;
c) pengendalian lokasi per tambangan; dan
d) r eklamasi pada lokasi per tambangan.
8. Kaw asan per untukan par iw isata meliputi:
a) Pember dayaan masyar akat sadar w isata;
b) pelatihan keter ampilan kepada masyar akat agar dapat menangkappeluang
par iw isata;
c) peningkatan fasilitas penunjang obyek w isata untuk meningkatkan dayatar ik
w isata;
d) pengemasan pr oduk w isata dengan paket -paket w isata r egional dengandaer ah
lain;
e) pemelihar aan obyek daya tar ik w isata dan kaw asan w isata agar
tidakber tentangan dengan keseimbangan lingkungan;
f) pengembangan kar akter ter padu disesuaikan dengan zona tematis, seper tizona
w isata alam, w isata budaya, w isata r eligius;
g) peningkatan jalur tr anspor tasi untuk menghubungkan masing-masingobyek
daya tar ik w isata;
h) peningkatan jalur penghubung yang menghubungkan kaw asan w isatadengan
fasilitas menunjang dan sektor pengembangan lain seper ti sektor industr i, per mukiman, per tanian;
i) pengembangkan pemasar an hasil industr i di jalur w isata untukmeningkatkan
kontr ibusi sektor w isata dan industr i; dan
j) pengendalian kegiatan ter bangun di kaw asan w isata.
9. Kaw asan per untukan industri meliputi:
a) studi kelayakan kaw asan industri;
b) pembinaan industr i mikr o dan kecil; dan
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -4
10. Kaw asan per untukan per mukiman meliputi:
a) penyusunan r evisi Rencana Pr ogr am Investasi Jangka Menengah
(RPIJM)keciptakar yaan;
b) penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Per umahandan
Per mukiman Daer ah (RP4D);
c) pembentukan Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian
PembangunanPer umahan dan Per mukiman Daer ah (BKP4D); dan
d) pengembangan kaw asan per umahan di pusat-pusat kegiatan.
11. Kaw asan per tahanan dan keamanan ber upa pengembangan kaw asan
lindungdan/ atau kaw asan budidaya tidak ter bangun di sekitar kaw asan hankamsebagai zona penyangga
5.1.2. ARAHAN STRUKTUR RUANG
1) Per w ujudan r encana str uktur r uang w ilayah kabupaten Magelang meliputi:
a. Per w ujudan pengembangan sistem per kotaan PKL dan PPK, melalui
penyusunanr encana detail tata r uang, per atur an zonasi, r encana tata bangunan dan lingkungan,pengendalian kegiatan komer sial
b. Pengembangan sistem per desaan PPL dan desa pusat per tumbuhan
melaluipenyusunan r encana detail tata r uang, per atur an zonasi, r encana tata bangunandan lingkungan, pengendalian kegiatan komer sial
2) Per w ujudan sistem jar ingan pr asar ana utama kabupaten, antar a lain:
a. Pengembangan pr asar ana jalan, meliputi :
1. Pembangunan jalan bebas hambatan;
2. peningkatan jalan nasional Semar ang-Yogya;
3. pengembangan jalan str ategis;
4. per baikan jalan str ategis yang mengalami ker usakan;
5. pengembangan jalan kolektor ; dan
6. pengembangan jalan lokal.
b. Pengembangan pr asar ana ter minal penumpang dan angkutan bar ang meliputi:
1. pengembangan ter minal tipe B;
2. pengembangan ter minal tipe C;
3. pengembangan sub ter minal (ter minal O-D/ Or igin-Destination);
4. pengembangan ter minal angkutan bar ang (ter minal kar go); dan
5. pengembangan ter minal angkutan bar ang (pangkalan tr uk).
c. Pengembangan jalur ker eta api meliputi:
1. studi kelayakan sistem jar ingan ker eta api;
2. pembukaan jalur ker eta api; dan
3. pembangunan stasiun ker eta api.
3) Per w ujudan sistem jar ingan pr asar ana lainnya, meliputi:
a. Pengembangan sistem jar ingan ener gi meliputi:
1. Pengembangan pembangkit tenaga listr ik meliputi:
a) pengembangan jar ingan listr ik Salur an Udar a Tegangan Tinggi (SUTT);
b) pengembangan listrik tenaga mikr ohidr o dan atau minihidr o; dan
c) pengembangan listrik tenaga sur ya.
2. Pengembangan jar ingan pr asar ana ener gi
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -5
b. Pengembangan sistem jar ingan sumber daya air meliputi:
1. Pengembangan sistem jar ingan sumber daya air ber upa konser vasi lahan
didaer ah tangkapan air
2. Pengembangan jar ingan air ber sih meliputi:
a) pembangunan jar ingan air ber sih per pipaan di kawasan per kotaan; dan
b) pembangungan jar ingan per pipaan mandir i di per desaan
3. Pengembangan jar ingan ir igasi meliputi:
a) peningkatan jar ingan irigasi teknis;
b) pembangunan ir igasi dar i air tanah; dan
c) mengoptimalkan jar ingan ir igasi seder hana.
c. Pengembangan sistem jar ingan telekomunikasi meli puti:
1. Pengembangan sistem jar ingan kabel meliputi:
a) pengembangan jar ingan pr imer dengan menggunakan kabel
tanamber kapasitas tinggi; dan
b) pengoptimalan jar ingan kabel yang telah ter sedia bagi suar a, gambar dandata.
2. Pengembangan sistem jar ingan nir kabel ber upa pendir ian
menar atelekomunikasi dengan konsep pengembangan menar a ber sama.
3. Pengembangan sistem jar ingan satelit ber upa pengembangan komunikasi
datadan suar a.
d. Pengembangan sistem jar ingan pr asar ana pengelolaan lingkungan meliputi:
1. pembangunan TPS di pusat per tumbuhan;
2. penetapan ar eal sebagai daer ah r esapan air dan dr ainase ter tutup;
3. pengembangan pengelolaan sampah melalui r ecycle, r educe, dan r euse;
4. pengembangan pengelolaan limbah dar i per mukiman per kotaan dengan
sistemsanitasi IPAL dan IPLT;
5. pengembangan pengelolaan limbah IKM ber upa biogas menjadi
sumber ener gialter natif;
6. pembuatan Rencana Pengolahan Sampah Regional;
7. penyusunan studi pengolahan sampah r egional; dan
8. pembangunan tempat pengolahan sampah r egional.
e. Pengembangan sistem jar ingan evakuasi bencana meliputi:
1. pengembangan sistem per encanaan;
2. pembangunan jalur -jalur evakuasi bencana;
3. penyediaan r uang evakuasi bencana; dan
4. Pengembangan fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas ekonomi
danfasilitas olahr aga skala w ilayah.
5.1.3. Arahan kawan strategis
Penjabar an dar i setiap per w ujudan kaw asan str ategis Kabupaten Magelang ter cantum dalammatr ik indikasi pr ogr am utama RTRW Kabupaten Magelang 2010-2030, meliputi:
a. Per w ujudan kaw asan cepat tumbuh pada kor idor jalan ar ter i nasional:
1. kaw asan per kotaan Secang dan sekitar nya
2. kaw asan per kotaan Mer toyudan dan sekitar nya
3. kaw asan per kotaan Mungkid dan sekitar nya
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -6
b. Per w ujudan kaw asan agr opolitan Bor obudur , agr oplitan Mer api-Mer babu,agr opolitan
Sumbing
c. pengatur an dan pengendalian kaw asan str ategis ber basis DAS Mikr o
denganpenyusunan r encana Manajemen DAS Mikr o (MDM);
d. pengatur an dan pengendalian kaw asan Bor obudur dan sekitar nya; dan
e. per w ujudan kaw asan str ategis lingkungan hidup melalui r ehabilitasi lahan danhutan
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -7
NO PROGRAM UTAMA LOKASI YA/ TI DAK
SUMBER DANA I NSTANSI PELAKSANA
APBN APBD
PROV
APBD
KAB LAI N2 UTAMA PENDUKUNG
1 2 3 4 5 6 7 8 9
A PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG
1 Perwujudan Pusat Kegiatan
Perwujudan Sistem Prasarana
11. Prasarana Lainnya
1.1.1.
Pengembangan sistem Jaringan Sumber Daya Air
1.1.1.1.
Pengembanga n Sistem Jaringan Sumber Daya Air
a.
Konser vasi Lahan di daer ah tangkapan air
Kaliangkr ik, Kajor an, Windusar i, Bandongan, Grabag, Ngablak, Pakis, Dukun, Sr umbung
V V Bapeda
Badan Lingkungan Hidup
1.1.1.2
Pengembanga n Jaringan Air Bersih
a
Pembangunan jar ingan air ber sih per pipaan di kaw asan per kotaan
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -8
NO PROGRAM UTAMA LOKASI
MERUPAKAN KSK YA/ TI DAK
SUMBER DANA I NSTANSI PELAKSANA
APBN APBD
PROV
APBD
KAB LAI N2 UTAMA PENDUKUNG
Pembangunga n jar ingan per pipaan mandir i di per desaan
kaw asan per desaan V V V DPU ESDM PDAM
1.1.1.3.
Pembangunan TPS di pusat per tumbuhan
Salaman, Gr abag,
Salam, Tegalr ejo V V DPU ESDM BLH
1.1.1.4.
Penetapan ar eal sebagai daer ah r esapan air dan dr ainase ter tutup
disetiap kawasan
ter bangun V V DPU ESDM BLH
1.1.1.5
Pengemba-ngan pengelolaan sampah melalui r ecycle, r educe, dan r euse
Kabupaten
Magelang V V V DPU ESDM BLH
1.1.1.6..
Pengemba-ngan pengelolaan limbah dar i per mukiman per kotaan dengan sistem sanitasi IPAL
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -9
PROV KAB
1.1.1.7.
Pengemba-ngan pengelolaan limbah IKM ber upa biogas menjadi sumber ener gi alter natif
Kawasan
per untukan IKM V V DPU ESDM BLH
1.1.1.8.
Pembuatan Rencana Pengolahan Sampah Regional
Penyusunan studi pengolahan sampah r egional
Kabupaten
Magelang V V V
DINCIPTAKAR
U BLH
Pembangunan tempat pengolahan sampah r egional
Kabupaten
Magelang V V V
DINCIPTAKAR
U BLH
B PERWUJUDAN POLA RUANG
1 Perwujudan Kawasan Lindung
1.1.
kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan
bawahannya
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -10
NO PROGRAM UTAMA LOKASI
MERUPAKAN KSK YA/ TI DAK
SUMBER DANA I NSTANSI PELAKSANA
APBN APBD
PROV
APBD
KAB LAI N2 UTAMA PENDUKUNG
Menjaga, memper baiki dan meningkatkan kapasitas r esapan air hujan
Kajor an, Sawangan, Kaliangkr ik,
Windusari, Gr abag, Ngablak, Pakis,
Dukun, dan
Sr umbung
V BLH DPU ESDM,
Penyusunan RPJM Desa ber basis konser vasi di desa yang ber lokasi di daer ah tangkapan air
Kajor an, Sawangan, Kaliangkr ik,
Windusari, Gr abag, Ngablak, Pakis,
Dukun, dan
1.2.1. Kawasan Sekitar Mata
Air
Studi geohidr ologi mata air
ter pilih selur uh kecamatan V DPU ESDM BAPPEDA
Pengendalian secar a ketat
melalui pengatur an zonasi selur uh kecamatan V BAPPEDA DPU ESDM
1.2.2. Kawasan Sempadan
Sungai
Pembuatan tebing beton dan Kr ib pengendali salur an air
Sungai Pr ogo dan Elo, Sungai Krasak, Putih, Nongko, Blongkeng, Tangsi, Kluban
V V DPU ESDM
Pembuatan jalan inspeksi untuk sungai yang melalui per mukiman
Sungai Pr ogo dan Elo, Sungai Krasak, Putih, Nongko, Blongkeng, Tangsi,
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -11
PROV KAB
Kluban
2 Perwujudan Kawasan Budi Daya
2.1 kawasan peruntukan industri;
2.1. 1.
Pengelolaan limbah industr i ber at Kecamatan
Tempur an V V V BLH
2.1 2
Kawasan peruntukan
permukiman; dan
Penyusunan r evisi RPIJM Kabupaten
Magelang V DPU ESDM
Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Per umahan dan Per mukiman Daer ah (RP4D)
Kabupaten
Magelang V V Bappeda
Pembentukan Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Per umahan dan Per mukiman Daer ah (BKP4D)
Kabupaten
Magelang V BAPPEDA
Pengembangan kawasan per umahan Di pusat-pusat kegiatan
Kabupaten
Magelang V V BAPPEDA
C PERWUJUDAN KAWASAN STRATEGI S
KABUPATEN
1 Kawasan strategis pertumbuhan
ekonomi;
Penyusunan Rencana Detail Kaw asan Str ategis Per tumbuhan Ekonomi Cepat
Secang - Sambung V Bappeda DPUDPU ESDM,
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -12
NO PROGRAM UTAMA LOKASI
MERUPAKAN KSK YA/ TI DAK
SUMBER DANA I NSTANSI PELAKSANA
APBN APBD
Rehabilitasi/ r evitalisasi kawasan Per kotaan Magelng
dan sekitar nya V
agr opolitan Kab Magelang
V Pempr ov
Jateng
DPU DPU ESDM,
2 Kawasan strategis sosial dan budaya;
Pempr ov Jateng
Medangkaw ulan -
Kujon V
PU dan Per umahan r akyat
Pempr ov Jateng
Penyiapan DED Penataan Sar ana Pr asar ana Per umahan dan Per mukiman
Bor obudur dan
sekitanya V V
PU dan Per umahan r akyat
Pempr ov Jateng
Penyusunan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK)
Sosialisasi Kaw asan Str ategis Nasional
(KSN) Bor obudur Bor obudur V V
PU dan Per umahan r akyat
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -13
PROV KAB
Pr omosi dan Investasi Bor obudur dan
sekitanya V V V
PU dan Per umahan r akyat
Bappeda, Dispar bud, BPPT, DPU
Pengembangan desa-desa w isata sebagai daya tar ik kegiatan w isata
Bor obudur dan
sekitanya V V V
PU dan Per umahan r akyat
Bappeda, Dispar bud, BPPT, DPU ESDM
3 Kawasan strategis DAS Mikro;
Penyusunan Rencana Detail Kaw asan Str ategis DAS Mikr o
Kecamatan
Kaliangkr ik V Bappeda DPU ESDM
Kecamatan
Windusari V Bappeda DPU ESDM
Kecamatan Salaman V Bappeda DPU ESDM
Kecamatan
Tempur an V Bappeda DPU ESDM
Kecamatan Kajoran V Bappeda DPU ESDM
Kecamatan Grabag V Bappeda DPU ESDM
4 Kawasan strategis daya dukung
lingkungan hidup
Penyusunan Master Plan kaw asan agr opolitan Mer api-Mer babu, Bor obudur dan Sindor o Sumbing
Kawasan Sindor
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -14 5.2. Arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD) Kabupaten
Magelang 5.2.1. VISI
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Per encanaan Pembangunan Nasional menjelaskan bahw a visi adalah r umusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir per iode per encanaan. Sebagai sebuah dokumen per encanaan jangka menengah daer ah yang mer upakan sebuah r angkaian dokumen per encanaan daer ah ber sama-sama dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daer ah (RPJPD) Kabupaten Magelang Tahun 2005-2025 (Per atur an Daer ah Nomor 28 Tahun 2008), maka visi di dalam RPJMD Kabupaten Magelang Tahun 2014-2019 har uslah memiliki keter kaitan ter hadap pencapaian visi RPJPD Kabupaten Magelang sebagai kesinambungan pembangunan daer ah.
Penetapan visi daer ah, sebagai bagian dar i per encanaan str ategis pembangunan daer ah mer upakan suatu langkah penting dalam per jalanan pembangunan suatu daer ah mencapai kondisi yang dihar apkan. Visi Pembangunan Daer ah Kabupaten Magelang Tahun 2014-2019 disusun berdasar kan pada sumber utama dar i visi Kepala Daer ah yang telah ter pilih melalui pr oses Pemilihan Kepala Daer ah (Pilkada) Kabupaten Magelang pada per iode masa jabatan Tahun 2014-2019.
Ber pedoman pada falsafah Pancasila dan visi abadi yang dir umuskan olehbapak pendir i bangsa (founding fat her s) yang ter muat dalam Pembukaan UUD 1945, bahw a tujuan pembentukan pemer intahan negar a adalah: 1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan selur uh tumpah dar ah Indonesia dan 2. Untuk memajukan kesejahter aan umum, 3. Mencer daskan kehidupan bangsa, dan 4. Ikut melaksanakan keter tiban dunia yang ber dasar kan kemer dekaan, per damaian abadi dan keadilan sosial. Disamping itu ber pedoman pada visi RPJP (Rencana Pembangunan
Jangka Panjang) Kabupaten Magelang Tahun 2005-2025 yaitu: “KABUPATEN MAGELANG
YANG MAJU, SEJAHTERA DAN MADANI“, ser ta mengingat pesan w asiat Bung Kar no, salah satu
founding fat her s negar a ter cinta ini, yang mew ar iskan pr insip-pinsip untuk mencapai visi bangsa dalam ajar an/ doktr in TRI SAKTI Bung Kar no, yaitu (1) Ber daulat di bidang politik, (2) Ber dikar i di bidang ekonomi, dan (3) Ber kepr ibadian di bidang kebudayaan.
Selain itu dengan memper hatikan situasi dan kondisi Kabupaten Magelang pada masa lalu dan saat ini, tantangan yang dihadapi dalam 5 (lima) tahun mendatang ser ta dengan
memper hitungkan modal dasar yang dimiliki ser ta dengan tetap memper hatikan mot t o
Kabupaten Magelang yaitu “Gemah Ripah Iman Cemer lang” atau Magelang Gemilang dan Visi Pembangunan Kabupaten Magelang Tahun 2009-2014 maka Visi Kabupaten Magelang Tahun 2014-2019 ( RPJMD Kabupaten Magelang No 7 Tahun 2014) adalah
“ter wujudnya kabupaten magelang yang semakin semanah ( sejahter a, maju dan amanah) “
Semanah semakna dengan “sehati”, sehingga makna semanah dimaksudkan adanya keber samaan di Kabupaten Magelang antar dan inter pimpinan pemer intahan daer ah dan jajar annya beser ta segenap komponen masyar akatnya untuk mew ujudkan Kabupaten Magelang yang semakin Sejahter a, Maju dan Amanah.
Oleh kar ena itu per nyataan visi di atas memiliki makna filosofis yang akan dijabar kan untuk membangun kesamaan per sepsi, sikap (komitmen), dan per ilaku (par tisipasi) segenap
pemangku kepentingan (st akeholder s) dalam setiap tahapan pr oses pembangunan selama lima
tahun.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -15
ter penuhinya kebutuhan pangan, wut uh adalah ter penuhinya kebutuhan sandang dan papan,
war as adalah ter jaminya kesehatan masyar akat lahir -batin, jasmani-r ohani dan w asis adalah ter w ujudnya masyar akat yang cer das. Adapun secar a akademis indikator sejahter a adalah ter capainya per tumbuhan ekonomi yang ber kualitas dan ber kesinambungan sehingga meningkatkan pendapatan per kapita pada tingkat yang tinggi, menur unnya tingkat penganggur an, menur unnya jumlah penduduk miskin; ter bangunnya str uktur per ekonomian yang kokoh ber landaskan keunggulan kompetitif; meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang ditandai ter penuhinya hak sosial masyar akat mencakup akses pada pelayanan dasar sehingga mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkatkan per lindungan dan kesejater aan sosial, keluar ga kecil ber kualitas, pemuda dan olah r aga ser ta meningkatkan kualitas kehidupan ber agama; meningkatnya per anan per empuan dalam pembangunan; ter sedianya infr astr uktur yang memadai; meningkatnya pr ofesionalisme apar atur pemer intah untuk mew ujudkan tata pemer intahan yang baik, ber sih, ber w ibaw a dan ber tanggungjaw ab yang mampu mendukung pembangunan daer ah. Visi Sejahter a ini akan dicapai melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan ber agama, ser t a membangun per ekonomian daer ah ber basis potensi lokal yang ber daya saing.
MAJU. Ar tinya bahw a pelaksanaan pembangunan daer ah senantiasa dilandasi dengan keinginan
ber sama untuk mew ujudkan masa depan yang lebih baik secar a fisik maupun non fisik didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dan ber daya saing, ber per adaban, pr ofesional ser ta ber w aw asan ke depan yang luas. Maju juga diar ahkan pada ter bentuknya daer ah yang mandir i dengan segenap potensinya namun tetap mengedepankan pentingnya ker jasama dan siner gitas. Beber apa indikator yang dapat digunakan sebagai ukur an ter capainya kondisi maju adalah ter capainya daya saing kompetitif per ekonomian ber landaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia ber kualitas ser ta kemampuan ilmu dan teknologi yang ter us meningkat; ter bangunnya jar ingan sar ana dan pr asar ana pembangunan, pemer intahan dan pelayanan yang mer ata yang ber dampak pada ber kur angnya kesenjangan antar w ilayah, pembangunan perdesaan dan daer ah ter pencil; optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan aset-aset daer ah dan sumber -sumber keuangan lainnya bagi kepentingan pembangunan; dan meningkatnya investasi dalam pembangunan di dukung kondusivitas daer ah. Visi Maju akan dicapai melalui misi meningkatkan pembangunan pr asar ana dan sar ana daer ah ser ta memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam ber basis kelestar ian lingkungan hidup.
AMANAH. Konsep amanah secar a gar is besar adalah menciptakan ker ja sama yang baik dengan semua elemen masyar akat. Amanah mer upakan kunci kemakmur an masyar akat yang menjadi per ekat sosial yang mampu membentuk solidar itas dan jar ingan antar a lapisan masyar akat. Amanah har us member ikan insiatif konsep mor al, var iatif, ar gumentatif yang ber manfaat dan aktual bagi kehidupan manusia mencakup aspek agama, sosial, hukum, ekonomi, politik dan budaya, sehingga dapat diw ujudkan masyar akat Kabupaten Magelang yang menegakkan
amanah (high t r ust societ y). Amanah mengandung pesan kesetiaan, keper cayaan dan kejujur an.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -16 5.2.2. MISI
Misi menur ut Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Per encanaan Pembangunan Nasional, khususnya Pasal 1 angka 13 adalah r umusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mew ujudkan visi. Dengan kata lain, misi adalah r umusan mengenai apa-apa yang diyakini dapat dilakukan dalam r angka mew ujudkan visi. Sehingga secar a substansi sesuai dengan kebutuhan masyar akat dan secar a administr atif tidak menyulitkan pelaksanaannya. Untuk mew ujudkan visi pembangunan 5 (lima) tahun yang akan datang ditempuh melalui 6 (enam) misi pembangunan daer ah sebagai ber ikut:
1. Mew ujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan ber agama. Misi ini
di dukung oleh 10 (sepuluh) ur usan yaitu:
a. Kesehatan;
b. Keluar ga Ber encana dan Keluar ga Sejahter a;
c. Pendidikan;
d. Kepemudaan dan Olah Raga;
e. Per pustakaan;
f. Pember dayaan Per empuan dan Pelindungan Anak;
g. Sosial;
h. Kebudayaan;
i. Pember dayaan Masyar akat dan Desa;
j. Ketr ansmigr asian.
2. Membangun per ekonomian daer ah ber basis potensi lokal yang ber daya saing. Misi ini
didukung 9 (sembilan) ur usan yaitu :
a. Ketenagaker jaan;
b. Koper asi dan UKM;
c. Penanaman Modal;
d. Ketahanan Pangan;
e. Per tanian;
f. Per ikanan;
g. Per dagangan;
h. Industr i; i. Par iw isata.
3. Meningkatkan pembangunan pr asar ana dan sar ana daer ah yang ber kelanjutan dan r amah
lingkungan. Misi ini didukung oleh 4 (empat) ur usan yaitu:
a. Peker jaan Umum;
b. Per umahan;
c. Ener gi dan Sumber Daya Miner al;
d. Per hubungan.
4. Memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam ber basis kelestar ian lingkungan hidup.
Misi ini didukung oleh 3 (tiga) ur usan, yaitu:
a. Penataan Ruang;
b. Lingkungan Hidup;
c. Kehutanan.
5. Meningkatkan kualitas penyelenggar aan tata kelola pemer intahan yang baik dan
demokr atis. Misi ini didukung oleh 7 (tujuh) ur usan, yaitu:
a. Per encanaan Pembangunan;
b. Otonomi Daer ah, Pemer intahan Umum, Administr asi Keuangan Daer ah, Per angkat
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -17
e. Komunikasi dan Infor matika.
f. Kependudukan dan Catatan Sipil;
g. Per tanahan.
6. Meningkatkan keamanan dan ketenter aman masyar akat. Misi ini didukung oleh 1 (satu)
ur usan yaitu Ur usan Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Neger i.
5.3. Arahan Perda Bangunan Gedung Kabupaten Magelang ( Perda Nomer 10 Tahun 2011)
Penyusunan Per da Bangunan Gedung diamanatkan pada Per atur an Pemer intah No. 36 tahun 2005 tentang Per atur an Pelaksanaan UU 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, yang
menyatakan bahw a pengat ur an dilakukan oleh pemer int ah daer ah dengan penyusunan Per at ur an
Daer ah t ent ang Bangunan Gedung ber dasar kan pada per at ur an per undang-undangan yang lebih t inggi dengan memper hat ikan kondisi kabupat en/ kot a set empat ser t a penyebar luasan per atur an per undang-undangan, pedoman, pet unjuk, dan st andar t eknis bangunan gedung dan oper asionalisasinya di masyar akat.
Per da Bangunan Gedung mengatur tentang per syar atan administr asi dan teknis bangunan gedung.Salah satunya mengatur per syar atan keandalan gedung, seper ti keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan.Per syar atan ini w ajib dipenuhi untuk member ikan per lindungan r asa aman bagi pengguna bangunan gedung dalam melakukan aktifitas di dalamnya dan sebagai landasan oper asionalisasi penyelenggar aan bangunan gedung di daer ah.Utamanya untuk daer ah r aw an bencana, Per da Bangunan Gedung sangat penting sebagai payung hukum di daer ah dalam menjamin keamanan dan keselamatan bagi pengguna.Keter sediaan Per da BG bagi kabupatenmer upakan salah satu pr asyar at dalam pr ior itas pembangunan bidang Cipta Kar ya di kabupaten/ kota.
A. FUNGSI DAN KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG
a. Fungsi bangunan gedung mer upakan ketetapan pemenuhan per syar atan teknis
bangunan gedung, baik ditinjau dar i segi tata bangunan dan lingkungannya, maupun keandalan bangunan gedungnya.
b. Fungsi bangunan gedung meliputi
1. fungsi hunian;
2. fungsi keagamaan;
3. fungsi usaha;
4. fungsi sosial dan budaya; dan
5. fungsi khusus.
c. Klasifikasi Bangunan Gedung
1. Fungsi bangunan gedung diklasifikasikan ber dasar kan tingkat kompleksitas,
tingkat per manensi, tingkat risiko kebakar an, zonasi gempa, lokasi, ketinggian, dan/ atau kepemilikan.
2. Klasifikasi ber dasar kan tingkat kompleksitas meliputi bangunan gedung
seder hana,bangunan gedung tidak seder hana, dan bangunan gedung khusus.
3. Klasifikasi ber dasar kan tingkat per manensi meliputi bangunan gedung per manen,
bangunan gedung semi per manen, dan bangunan gedung dar ur at atau sementar a.
4. Klasifikasi ber dasar kan tingkat r isiko kebakar an meliputi bangunan gedung
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -18 kebakar an r endah.
5. Klasifikasi ber dasar kan zonasi gempa meliputi tingkat zonasi gempa yang
ditetapkan oleh instansi yang ber w enang.
6. Klasifikasi ber dasar kan lokasi meliputi bangunan gedung di lokasi padat,
bangunan gedung di lokasi sedang, dan bangunan gedung di lokasi r enggang.
7. Klasifikasi ber dasar kan ketinggian meliputi bangunan gedung ber tingkat tinggi,
bangunan gedung ber tingkat sedang, dan bangunan gedung ber tingkat r endah.
8. Klasifikasi ber dasar kan kepemilikan meliputi bangunan gedung milik negar a,
bangunan gedung milik badan usaha, dan bangunan gedung milik per or angan.
9. Fungsi dan klasifikasi bangunan gedung har us sesuai dengan per untukan lokasi
yang diatur dalam RTRW, RDTR, dan/ atau RTBL.
10.Fungsi dan klasifikasi bangunan gedung diusulkan oleh pemilik bangunan gedung
dalam pengajuan per mohonan IMB.
B. PERSYARATAN BANGUNAN GEDUNG
a. Setiap bangunan gedung har us memenuhi per syar atan administr atif dan per syar atan
teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung.
b. Per syar atan administr atif bangunan gedung meliputi:
1. status hak atas tanah dan/ atau izin pemanfaatan dar i pemegang hak atas tanah;
2. status kepemilikan bangunan gedung; dan
3. IMB.
c. Per syar atan teknis bangunangedung meliputi:
1. per syar atan tata bangunan; dan
2. per syar atan keandalan bangunan gedung.
C. PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG
1. Pembangunan bangunan gedung diselenggar akan melalui tahapan per encanaan teknis
dan pelaksanaan beser ta pengaw asannya.
2. Pembangunan bangunan gedung w ajib dilaksanakan secar a ter tib administr atif dan
teknis untuk menjamin keandalan bangunan gedung tanpa menimbulkan dampak penting ter hadap lingkungan.
3. Pembangunan bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengikuti
kaidah pembangunan yang ber laku, ter ukur , fungsional, pr osedur al, dengan memper timbangkan adanya keseimbangan antar a nilai-nilai sosial budaya setempat ter hadap per kembangan ar sitektur , ilmu pengetahuan dan teknologi
D. PERAN MASYARAKAT
Dalam penyelenggar aan bangunan gedung masyar akat mempunyai per an:
a. memantau dan menjaga keter tiban;
b. member ikan masukan ter hadap penyusunan dan/ atau penyempur naan per atur an,
pedoman, dan standar teknis;
c. menyampaikan pendapat dan per timbangan; dan
d. melaksanakan gugatan per w akilan.
E. PEMBINAAN
1. Pemer intah Daer ah melakukan pembinaan penyelenggar aan bangunan gedung melalui
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -19
a. penyusunan atau penyempur naan Per atur an Daer ah di bidang bangunan gedung
ter masuk Per atur an Daer ah di bidang r etr ibusi IMB, ber dasar kan per atur an per undang-undangan yang lebih tinggi dan tata r uang dengan memper hatikan kondisi fisik, lingkungan, sosial, ekonomi, budaya dan keamanan; dan
b. penyebar luasan per atur an per undang-undangan, pedoman, petunjuk, dan standar
teknis bangunan gedung dan pelaksanaannya di lingkungan masyar akat melalui penyuluhan, kampanye, pamer an, r embug desa, pengajian, publikasi melalui media massa cetak dan media massa elektr onik.
F. SANKSI ADMINISTRATIF
Sanksi administr atif dapat ber upa :
a. per ingatan ter tulis;
b. pembatasan kegiatan pembangunan;
c. penghentian sementar a atau tetap pada peker jaan pelaksanaan pembangunan;
d. penghentian sementar a atau tetap pada pemanfaatan bangunan gedung;
e. pembekuan IMB;
f. pencabutan IMB;
g. pembekuan SLF bangunan gedung;
h. pencabutan SLF bangunan gedung; atau
i. per intah pembongkar an bangunan gedung
5.4. Arahan Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Magelang 1) Visi Misi Sanitasi
Pada dasar nya visi dan misi sanitasi mer upakan ker angka dasar dar i tujuan pembangunan sektor sanitasi yang menjadi penjabar an dar i visi-misi dasar Pemer intah Kabupaten. Visi-misi dasar Kabupaten Magelang telah dengan jelas dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daer ah, dar i sinilah ker angka ker ja sektor sanitasi diambil dan dikembangkan menur ut potensi dan isue str ategis serta per masalahan mendesak yang ada saat ini.
Dasar dar i misi sanitasi kabupaten atau yang lebih luas disebut sektor air minum dan penyehatan lingkungan mer ujuk pada misi ke 3 dan ke 4 dar i misi Kabupaten dalam RPJMD, misi itu adalah “meningkatkan pembangunan pr asar ana dan sar ana daer ah” dan “memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam ber basis kelestar ian lingkungan hidup”, tentu saja misi ter sebut akan ber siner gi dengan misi-misi yang lain secar a luas sebagai dasar pengembangan sanitasi ke depan.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -20 Tabel 5.2
Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Magelang Visi kabupaten
RPJMD Misi Kabupaten RPJMD
Visi Sanitasi MAGELANG YANG LEBIH SEMANAH ( SEJAHTERA,
MAJU DAN
AMANAH) ”
Mew ujudkan
peningkatan kualitas
sumber daya manusia
dan kehidupan
ber agama.
Terwujudnya Masyarakat Kabupaten
Magelang yang sehat melalui pembangunan sanitasi yang
benar dan
berkelanjutan
Misi Air Limbah Domestik
-Meningkatkan
Pelayanan Pengelolaan
Air Limbah r umah
tangga baik individual maupun Komunal
Membangun
per ekonomian daer ah
ber basis potensi lokal yang ber daya saing
Misi Persampahan -Mew ujudkan pengelolaan Sampah Mandir i
-Meningkatkan Cakupan Pelayanan
per sampahan dengan
penyediaan sar pas
Meningkatkan pembangunan
pr asar ana dan sar ana daer ah.
Misi Drainase
Mew ujudkan dr ainase
yang lancer dengan
meningkatkan
par tisipasi masyar akat
Memanfaatkan dan
mengelola sumber daya
alam ber basis
kelestar ian lingkungan hidup.
-Membudayakan Cuci
Tangan Pakai Sabun
Menciptakan sistem
pemer intahan yang baik dan demokr atis
Misi Air Minum
-Meningkatkan Cakupan pelayanan air minum bagi
masyar akat -Menjaga
keber langsungan keter sediaan air Menciptakan
masyar akat yang aman dan tenter am
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -21 ber dasar kondisi yang ada sesuai sub sektor nya dengan memper hitungkan instr umen yang mempengar uhi kondisi ter sebut sehingga didapatlah peta zona sanitasi sesuai sub sektor nya masing-masing. Zona pengembangan ini diper hitungkan untuk jangka w aktu 5 tahun ke depan.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -22
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -24 Pengembangan air limbah domestik ditentukan oleh instr umen yang ber isi kondisi banjir , w ilayah komer sial (CBD) sekar ang dan masa mendatang, tingkat r esiko kesehatan, tinggi muka air tanah, jumlah penduduk, luas ar ea ter bangun. Situasi pengembangan air limbah domestik jangka menengah di atas tidak dapat membentuk zona yang mengumpul menjadi satu, tetapi zona pengembangan ter sebut menyebar dengan tidak ter atur . Hal ini disebabkan ter utama kar ena aktifitas komer sial pasar yang menyebar di setiap kecamatan
Tahapan pengembangan air limbah di Kabupaten Magelang ter bagi dalam 5 zona penanganan yang diper hitungkan dar i pr osentase jumlah penduduk dalam jangka menengah yaitu 5 tahun, zona ter sebut adalah
SLBM/ MCK++ 8,71 %
Off-site medium 18,69 %
Off-site jangka panjang 0,25 %
On-site individu 62,69 %
On-site komunal 9,66 %
Peta tahapan diatas mer upakan gambar an kondisi yang ideal, untuk mencapai kondisi ter sebut dibuatlah r encana tahapan pengembangan air limbah domestik ke depan yang akan dijabar kan dalam pr ogr am ker ja SKPD ter kait.
Tabel 5.3
Tahapan Pengembangan Air Limbah Domestik Kabupaten Magelang
No Sistem Cakupan Layanan
Eksisiting* (%)
Tar get Cakupan Layanan* (%) Jangka
Pendek
Jangka menengah
Jangka Panjang
a b c d e
A Sistem On-Site
1 Individual (tangki
septic)
49,82 % 50 % 54 % 58 %
2 Komunal (MCK,
MCK++)
14,57 % 15 % 16,5 % 18,37 %
B Sistem Off-Site
1 Skala Kota 0 % - 5 % 10 %
2 Skala Wilayah 0,71 % 1 % 2,3 % 3,63 %
Sumber : SSK Kabupaten Magelang
Tahapan pengembangan limbah domestik diatas diambil ber dasar kan per kir aan yang r ealistis, ter ukur dan bisa dicapai secar a nalar . Dalam 5 tahun ke depan sub sektor limbah menitikber atkan capaian pada kepemilikan jamban keluar ga sistem on-site yang nilainya sekitar 4,18 % dar i jumlah keluar ga yang ada. Meski demikian sistem yang lain tetap dihar apkan menyumbang pada per kembangan sub sektor ini.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -25
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -26 Pengembangan sektor sampah ditentukan oleh instr umen yang ber isi kondisi w ilayah komer sial (CBD), jumlah penduduk, luas w ilayah yang ter bangun. Situasi pengembangan sektor sampah jangka menengah di atas tidak dapat membentuk zona yang mengumpul menjadi satu, tetapi zona pengembangan ter sebut menyebar dengan tidak ter atur . Hal ini disebabkan ter utama kar ena aktifitas komer sial pasar yang menyebar di setiap kecamatan
Tahapan pengembangan per sampahan di Kabupaten Magelang ter bagi dalam zona penanganan yang diper hitungkan dar i pr osentase jumlah penduduk dalam jangka menengah yaitu 5 tahun, zona ter sebut adalah
Full cover age + str eet sw eeping 13,67 %
Full cover age 14,28 %
Sistem tidak langsung cover age 70 % 63,67 %
cakupan secukupnya 8,38 %
Peta tahapan diatas mer upakan gambar an kondisi yang ideal, untuk mencapai kondisi ter sebut dibuatlah r encana tahapan pengembangan per sampahan ke depan yang akan dijabar kan dalam pr ogr am ker ja SKPD ter kait.
Tabel 5.4
Tahapan Pengembangan Persampahan Kabupaten Magelang
No Sistem Cakupan Laynan
Eksisiting* (%)
Tar get Cakupan Layanan* (%) Jangka
Pendek
Jangka menengah
Jangka Panjang
a b c d e
A Penanganan Langsung
1 Kaw asan Komer sial 7 % 8 % 9 % 10 %
B Penanganan Tidak Langsung
1 Per umahan 28 % 30 % 40 % 60 %
2 Taman dan jalan 5 % 7 % 8,5 % 10 %
Sumber : SSK Kabupaten Magelang
Tahapan pengembangan per sampahan diatas diambil ber dasar kan per kir aan yang r ealistis, ter ukur dan bisa dicapai secar a nalar . Dalam 5 tahun ke depan sub sektor sampah akan meningkatkan capaian melalui sistem yang selama ini telah ber jalan secar a w ajar baik secar a langsung maupun tak langsung yaitu kaw asan komer sial, per umahan dan taman ser ta jalan.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -28 Pengembangan sektor dr ainase ditentukan oleh instr umen yang ber isi r ob, genangan, w ilayah komer sial (CBD), tingkat r esiko kesehatan, jumlah penduduk dan luas w ilayah ter bangun. Situasi pengembangan dr ainase jangka menengah di atas tidak dapat membentuk zona yang mengumpul menjadi satu, tetapi zona pengembangan ter sebut menyebar dengan tidak ter atur . Hal ini disebabkan ter utama kar ena aktifitas komer sial pasar yang menyebar di setiap kecamatan.
Tahapan pengembangan dr ainase di Kabupaten Magelang ter bagi dalam 4 zona penanganan yang diper hitungkan dar i pr osentase jumlah penduduk dalam jangka menengah yaitu 5 tahun ke depan, zona ter sebut adalah :
Jangka panjang 77,40 %
Jangka menengah 0 %
Jangka pendek 18,74 %
No action 3,86 %
Peta tahapan diatas mer upakan gambar an kondisi yang ideal, untuk mencapai kondisi ter sebut dibuatlah r encana tahapan pengembangan dr ainase ke depan yang akan dijabar kan dalam pr ogr am ker ja SKPD ter kait.
Tabel 5.5
Tahapan Pengembangan Drainase kabupaten Magelang
No Sistem Cakupan Layanan
Eksisiting* (%)
Tar get Cakupan Layanan* (%) Jangka
Pendek
Jangka menengah
Jangka Panjang
a b c d e
1 Sistem Langsung
a Sistem Langsung
Per kotaan 12 % 13 % 15,5 % 18,74 %
b Sistem Langsung
Per desaan 0,8 % 2 % 10 % 61,26 %
2 Sistem Pompa - - - -
Sumber : SSK Kabupaten Magelang
Selama ini sistem pembuangan air hujan dan gr ey w ater di Kabupaten Magelang ber jalan dengan sistem gr afitasi, belum per nah ada penggunaan pompa untuk pengelolaannya. Pelayanan dr ainase memang masih minim mengingat sebagian besar w ilayah adalah daer ah pedesaan, dan r ata-r ata pedesaan ber ada pada w ilayah pegunungan yang air nya mengalir dengan sendir inya.
Titik ber at pelayanan dr ainase selama ini lebih di daer ah per kotaan dan w ilayah per mukiman yang dibangun oleh developer , untuk 5 tahun ke depan pengelolaan dr ainase di w ilayah per kotaan dan di pedesaan akan ditingkatkan secar a pr opor sional, w ajar , r ealistis, ter ukur . Secar a total pengelolaan dr ainase akan meningkat sekitar 12,7%.
5.5. Arahan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan ( RTBL) Kabupaten Magelang Ber dasar kan Per men PU No. 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan
dan Lingkungan, RTBL didefinisikan sebagai panduan r ancang bangun suatu
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -29
2. RTBL Kaw asan Secang
3. RTBL Kaw asan Muntilan
4. RTBL Kaw asan Blondo
5. RTBL Kaw asan Deyangan
5.6Arahan Strategi Strategi RP2KP Kabupaten Magelang
Str ategi pembangunan per mukiman dan infr astr uktur per kotaan mer upakan penjabar an dar i kebijakan yang telah ditetapkan dan mer ujuk kepada tujuan pembangunan per mukiman dan infr astr uktur per kotaan (RP2KP) kebijakan Magelang. Str ategi ini dibagi manjadi 2 bagian yaitu str ategi untuk skala kota maupun untuk skala kaw asan pr ior itas yang telah ditetapkan didalam bab sebelumnya. Untuk str ategi skala kota dihar apkan menjadi payung str ategi yang dapat dijabar kan kegoatan penentuan ar ahan str ategi pada masing masing kaw asan per mukiman pr ior itas.
A. Stategi pembangunan permukiman & infrastruktur skala kota
Str ategi didalam pembangunan per mukiman dan infr astr uktur skala kota ditetapkan ber dasar kan 4 kebijakan yang telah disusun, dimana kebijakan ter sebut mer upakan penjabar an didalam tujuan, sehingga str ategi menjadi output yang tidak dapat dipisahkan dar i tujuan dan kebijakan. Str ategi pembangunan per mukiman dan infr astr uktur per kotaan skala kota ini untuk selur uh w ilayah per kotaan yang ada, dimana str ategi skala kota ini menjadi acuan didalam penjabar an untuk skala kaw asa per mukiman pr ior itas.
Tabel 5.6
Strategi Permukiman dan Infrastruktur Skala Kota
NO KEBI JAKAN STATEGI URAI AN
1 Peningkatan kualitas r umah layak huni
1. Meningkatkan penyediaan r umah sehat dan layak huni
Penyediaan r umah yang sehat dan layak huni (aman, nyaman)
2. Meningkatkan kualitas per mukiman dari kumuh menjadi layak
Menjadikan per mukiman yang kumuh menjadi layak huni antara lain dengan per baikan bangunan r umah dan pembangunan infrastr uktur yang tidak memadai
2 Penyediaan infr astr uktur yang memadai dengan pener apan pr insip hijau
1. Mengembangkan jalan lingkungan per mukiman yang ter str uktur yang mendukung pengur angan dampak negatif ter hadap lingkungan
Pembangunan jalan yang mer upakan per ker asan ser ingkali menimbulkan per masalahan bagi lingkungan, yaitu ber kur angnya r esapan air sehingga meningkatkan r un off air hujan. Pr insip pengembangan jalan lingkungan yang dimasudkan dapat mengur angi fampak negatif ter hadap lingkungan antar a lain adalah dengan mengmbangkan jar ingan lingkungan yang dapat menyer ap air , seper ti melalui penggunaan paving block maupun gr ass block, ser ta pengembangan jalur -jalur khusus pejalan kaki dan sepeda ter utama pada jalan akses utama yang menghubungkan kaw asan per mukiman dengan pusat aktivitas per kotaan.
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -30
NO KEBI JAKAN STATEGI URAI AN
pengembnagan sistem jar ingan dr ainase yang menyediakan kemungkinan penyer apan air dan
pengur angan puncak limpasan
tidak sekedar menyediakan jar ingan yang mampu menampung dan mengalir kan air dengan baik akan tetapi juga mendukung per w ujudan pr insip gr een w ater.
Pembangunan dr ainase nantinya dihar apkan dapat menyediakan kemungkinan
penyer apan air dan pengur angan debit r un off air . Pengembnagan sistem dr ainase dengan pr insip gr een w ater antar a lain adalah pembangunan bio por i, sumur r esapan maupun kolam r etensi. 3. Meningkatkan pengolahan
dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali
Pengolahan sampah dilakukan dengan pr insip gr een w aste, yaitu 3R Reduce (pengur angan), Re-Use (pamanfaatan kembali) dan Re-Cycle (daur ulang). Pr insip pengolahan dan pengelolaan
sampah adalah upaya ber sama baik pemer intah, sw asta dan masyarakat dalam mencegah ter jadinya
per masalahan yang ditimbulkan oleh sampah
Upaya peningkatan pengelolaan sampah akan diw ujudkan melalui peningkatan penyediaan sar ana dan pr asar ana per sampahan ser ta peningkatan cakupan pelayanan per sampahan
4. Meningkatkan jar ingan dan pengelolaan air ber sih sistem per pipaan
Per masalahan utama yang ada ber kaitan dengan air ber sih adalahan masih banyknya penggunaan air ber sih non-per pipaan di kaw asan per mukiman. Dar i aspek
kesehatan, sistem air ber sih non-per pipaan dapat dengan mudah ter cemar . Sementar a itu sumber air baku semakin ter batas. Sehingga str ategi yang dilakukan adalah uapaya untuk meningkatkan penggunaan sistem air ber sih per pipaan, seta adanya pengolahan air yang dimungkinkan dapat dimanfaatkan kembali
5. Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
Pr insip pengolahan air limbah baik dar i masing-masing r umah tangga maupun industr i r umah tangga maupun industr i r umah tangga yang ada di kaw asan
per mukiman adalah bagaimana mengur angi limbah dan mempr oses limbah supaya pembuangan akhir yang dapat mencemari lingkungan dapat diminimalkan.
6. Menyediakan r uang publik dan r uang ter buja hijau
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -31 sesuai dengan
r encana tata r uang
lindung dan r aw an bencana kaw asan per untukan per mukiman
dikar enakan tidak layak dar i segi keamanan dan fungsi kaw asannya
2. Menyusun atur an
pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
Kabupaten Magelang memiliki potensi utama per tanian, sehingga pembangunan per mukiman khususnya di kaw asan per tanian har us diatur dan dikendalikan, khususnya ber tujuan untuk meminimalkan alih fungsi lahan per tanian menjadi per mukiman
3. Menyusun atur an
pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Pembangunan per mukiman bar u har us diatur dan dikendalikan, baik dar i segi kualitas maupun kuantitasnya, ter utama per mukiman di pusat kota yang
ber dampingan dengan aktivitas per dagangan dan jasa, ter masuk per mukiman yang dikembangkan oleh pengembang
4. Menyusun ar ahan
pembangunan per mukiman di kaw asan industr i, per tahanan dan keamanan, kaw asan cagar budaya dan bangunan tr adisional
Kaw asan dengan per untukan dan fungsi ter tentu membutuhkan r egulasi dan pengatur an dalam hal pengembangan per mukiman di dalamnya.
4 Pengembangan sumber -sumber pembiayaan per mukiman dan infr astr uktur
1. Mengoptimalkan sumber -sumber pembiayaan pemer intah
Mengoptimalkan alokasi sumber -sumber pembiayaan pemer intah baik pusat, pr ovinsi maupun daer ah
2. Menumbuhkembangkan pember dayaan masyar akat dan kapasitas kelembagaan
Peningkatan per an ser ta masyar akat dapat mengakses kelembagaan dan infor masi sehingga mengetahui pr oses pembiayaan dan kelembagaan per mukiman
3. Menumbuhkembangkan bentuk ker jasama dan kemitr aan melalui skema pembiayaan non
konvensional
Bentuk bentuk kemitr aan per lu untuk ditumbuhkembangkan dalam r angka member i kemudahan masyar akat dalam mengakses per mukiman, melalui peningkatan per an ser ta sw asta dan lembaga donor
Sumber : Hasil Analisa Penyusun, 2014
B. Strategi Pembangunan Permukiman & Infrastruktur Skala Kawasan Permukiman Prioritas
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -32 meningkatkan pembangunan kaw asan. Adapun str ategi pembangunan per mukiman dan infr astr uktur skala kaw asan per mukiman pr ior itas adalah sebagai ber ikut :
Tabel 5.7
Strategi Permukiman dan Infrastruktur Skala Kawasan Permukiman
1
KAWASAN PABELAN Kaw asan Per kotaan Mungkid Pabelan, Ngrajek, Par emono, Rambeanak, Pr ogow ati,Mendut
Kaw asan Per kotaan Muntilan Adikar to, Tanjung dan Sokor ini
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
Per mukiman pendukung w isata Bor obudur
Menyusun ar ahan pembangunan per mukiman kaw asan cagar budaya
PERMASALAHAN Kaw asan per mukiman
kumuh antara lain di Desa Rambeanak, Ngr ajek, Par emono, Sokor ini, dan Adikar to
Meningkatkan kualitas per mukiman dar i kumuh manjadi layak
Rumah tidak layak huni di Desa Pr ogow ati dan Pabelan
Meningkatan penyediaan r umah sehat dan layak huni
Belum adanya pengelolaan limbah antara lain di desa Pr ogow ati, Mendut, Rambeanak, Ngr ajek, dan Par emono
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengelolaan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
Masyarakat masih mengolah sampahnya dengan cara dibakar/ ditimbun, hal ini
dikar enakan belum adanya TPS, antara lain di Desa Mendut, Rambeanak, Ngr ajek, Pabelan, Tanjung dan Adikar to
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali.
2 KAWASAN MUNTI LAN
Kaw asan Per kotaan Muntilan Desa Tamanagung, Muntilan, Sedayu, Gondosuli, dan Pucungr ejo
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman moder n dikembangkan developer
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Per mukiman kampung per kotaan
Per mukiman per kotaan pendukung per dagangan Per mukiman lama ber cor ak ar sitektur Jaw a Belanda & Cina
Menyusun ar ahan pembangunan per mukiman di kaw asan cagar budaya dan bangunan tr adisional
Per mukiman r aw an bencana er upsi mer api
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -33 Rumah tidak layak huni di
Desa Pucungr ejo dan Gondosuli
Meningkatkan penyediaan r umah sehat dan layak huni
Belum adanya pengelolaan limbah antar a lain di Desa Tamanagung
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
Belum ter dapat TPS, mesyar akat mengolah sampahnya dengan car a dibakar / ditimbun di Desa Sedayu dan Muntilan
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali
3 KAWASA BULUREJO
Kaw asan Per kotaan Mer toyudan Desa Bulur ejo, Banjar negor o, Banyur ejo, Jogonegor o, dan Sukor ejo
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman kampung per kotaan
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Per mukiman TNI Menyusun ar ahan pembangunan per mukiman di kaw asan per tahanan dan keamanan
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian.
PERMASALAHAN Kaw asan per mukiman
kumuh antar a lain di Desa Jogonegor o dan Banyur ejo
Meningkatkan kualitas per mukiman dar i kumuh menjadi layak
Rumah tidak layak huni di Desa Sukor ejo, Banjar negor o, dan Bulur ejo
Meningkatkan penyediaan r umah sehat dan layak huni
Belum adanya pengelolaan limbah antar a lain di Desa Sukor ejo
Meningkatkan dan mengembangkan sistem penglahan air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan
Resiko sanitasi per sampahan sangat tinggi di Desa Bulur ejo
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali
4 KAWASAN REJOSARI
Kaw asan Per kotaan di Sekitar Kota Magelang
Desa Rejosar i, Sidor ejo Banyuw angi, dan Tr asan
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman kampung per kotaan
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Per mukiman TNI Mr nyusun ar ahan pembangunan per mukiman di kaw asan per tahanan dan keamanan
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
PERMASALAHAN Rumah tidak layak huni di
Desa Rejosar i, Tr asan, Banyuw angi, dan Sidor ejo
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -34 Belum ter dapat TPS di
Desa Rejosari, Sidor ejo, dan Tr asan
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali.
5 KAWASAN SRI WEDARI
Kaw asan Per kotaan Muntilan Desa Keji, Congkr ang, Menayu, Gunungpr ing, Ngaw en, dan Sr iw edari
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
PERMASALAHAN Kaw asan Per mukiman
kumuh antar a lain di Desa Gunungpr ing dan Ngaw en
Meningkatkan kualitas per mukiman dar i kumuh menjadi layak
Rumah tidak layak huni di Desa Sriw edar i, Congkrang, dan Keji
Meningkatkan penyediaan r umah sehat dan layak huni
Kur angnya pengelolaan limbah di Desa Keji
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
Belum ter dapat TPS di Desa Congkrang dan Keji
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan dampah dan pemanfaatan kembali
6 KAWASAN SECANG
Kaw asan Per kotaan Secang Desa Madyocondr o, Secang, Ngabean, Kr incing, dan Donor ejo
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman kampung per kotaan
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
PERMASALAHAN Kaw asan per mukiman
kumuh antar a lain di Desa Madyocondr o
Meningkatkan kualitas per mukiman dar i kumuh menjadi layak
Rumah tidak layak huni di Desa Ngabean, Kr incing dan Donor ejo
Meningkatkan penyediaan r umah sehat da layak huni
Belum adanya pengelolaan limbah antar a lain di Desa Ngaean, Madyocondr o dan Kr incing
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
7 KAWASAN MERTOYUDAN
Kaw asan Per kotaan Mer toyudan Desa Sumber ejo, Mer toyudan dan Danur ejo ARAHAN STRATEGI
TI POLOGI PERMUKIMAN
Per mukiman per kotaan pendukung per dagangan
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
PERMASALAHAN Kaw asan per mukiman
kumuh antar a lain di Desa Mer toyudan
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -35 ARAHAN STRATEGI
TI POLOGI PERMUKIMAN
Per mukiman moder n dikembangkan developer
Menyusun atur an pembangunan pemukiman bar u di pusat kota
Per mukiman ber cor ak ar sitektur Jaw a
Menyusun ar ahan pembangunan per mukiman di kaw asan bangunan tr adisional
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
PERMASALAHAN Rumah tidak layak huni di
Desa Saw itan, Bumir ejo dan Pasur uan
Meningkatkan penyediaan r umah sehat dan layak huni
Belum ter dapat TPS di Desa Pasur uan
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali
9 KAWASAN PAYAMAN
Kaw asan Per kotaan Payaman Desa Ngadir ejo, Madusari, Kalijoso, Payaman, Jambew angi, Candir etno, Pancur anmas
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman kampung per kotaan
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
PERMASALAHAN Mayor itas jalan sudah
ber aspal, namun kondisinya banyak jalannya yang ber lubang dan beber apa jalan ber upa jalan tanah di Desa Ngadir ejo, Madusar i, Kalijoso, Payaman, Jambew angi, Candir etno, dan Pancur anmas
Mengembangkan jalan lingkungan per mukiman yang ter str uktur yang mendukung pengur angan dampak negatif ter hadap lingkungan
Beber apa drainase memiliki kondisi yang tidak per manen antara lain di Desa Ngadir ejo, Payaman, dan Candir etno
Meningkatkan dan mengembangkan sistem jar ingan dr ainase yang menyediakan kemungkinan penyer apan air dan pengur angan puncak limpasan
Limbah belum dikelola dengan baik di Desa Ngadir ojo, Payaman, Madusari dan Candir etno
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.
10 KAWASAN BOROBUDUR
Kaw asan Per kotaan Bor obudur Candir ejo, Sambeng, Wanur ejo, Bor obudur , Tuksongo, Tanjungsar i, Bigar an, Kenalan
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
per mukiman kampung pendukung
LAPORAN AKHIR Penyusunan RPI2JM Kabupaten Kabupaten Magelang V -36 Per mukiman pendukung
w isata Bor obudur
Menyusun ar ahan pembnagunan per mukiman kaw asan cagar budaya
Per mukiman per kotaan per dagangan pendukung Bor obudur
PERMASALAHAN Beber apa jalan sudah
ber aspal, namun kondisinya banyak jalannya yang ber lubang dan beber apa jalan ber upa jalan tanah di desa Candir ejo, Wanur ejo, Bor obudur , Tuksongo, dan Tanjungsar i
Mengembangkan jalan lingkungan per mukiman yang ter str uktur yang mendukung pengur angan dampak negatif ter hadap lingkungan
Belum ada pengelolaan limbah di Desa Candir ejo, Wanur ejo, dan Tuksongo
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
Belum ada TPS di Desa Candir ejo, Wanur ejo, Bor obudur dan Tuksongo
Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sampah dengan pr insip pengur angan timbulan sampah dan pemanfaatan kembali
11 KAWASAN BLONDO
Kaw asan Per kotaan Mungkid Desa londo, Ambar taw ang, Senden, Mungkid, Bojong, Pager sar i, Gondang, Tr eko
ARAHAN STRATEGI TI POLOGI
PERMUKIMAN
Per mukiman per kotaan pendukung per dagangan
Menyusun atur an pembangunan per mukiman bar u di pusat kota
Per mukiman kampung pendukung per tanian
Menyusun atur an pembangunan per mukiman pada kaw asan per tanian
PERMASALAHAN Jalan r usak antara lain di
Desa Blondo, Senden, Mungkid, Bojong, Gondang, Tr eko
Mengembangkan jalan lingkungan per mukiman yang ter str uktur yang mendukung pengur angan dampak negatif ter hadap lingkungan
Belum semua dr ainase memiliki kondisi per manen antar a lain di Desa Blondo, Ambar taw ang, Senden, Mungkid, Gondang dan Tr eko
Meningkatkan dan mengembangkan sistem jar ingan dr ainase yang menyediakan kemungkinan penyer apan air dan pengur angan puncak limpasan
Belum adanya pengelolaan limbah antar a lain di desa Ambar taw ang, Senden dan Gondang
Meningkatkan dan mengembangkan sistem pengolahan air limbah sehingga tidak mencemar i lingkungan
Belum ter dapat TPS di
Desa Blondo,
Ambar taw ang, Senden, Mungkid, Bojong, Pager sar i, Gondang dan Tr eko