Morning Notes : 3-Sep-15
Equity Research
Analisa Pasar
Pada perdagangan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup kembali turun 11,166 poin (-0,25%) ke level 4.401.29. Sedangkan untuk total transaksi di BEI mencapai Rp 4,67 triliun dimana Rp 844 miliar berasal dari perdagangan negosiasi.
Tiga sektor mengalami kenaikan yaitu sektor Aneka Industri +3,91%, Manufaktur +0,31%, dan Perdagangan +0,03%. Sementara tujuh sektor lain mengalami koreksi antara lain sektor Keuangan -0,51%, Infrastruktur -0,56%, Pertanian -0,58%, Industri Dasar -0,70%, Properti -0,82%, Konsumsi -0,84%, dan Pertambangan -1,15%. Kemudian, yang menjadi top gainer LQ45 pada perdagangan kemarin adalah SRIL (+4,9%), CPIN (+3,5%), dan LSIP (+3,2%). Sedangkan top loser LQ45 adalah MNCN (-6,3%), LPPF (-5,6%), dan INCO (-5,2%).
Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 553 miliar yang berasal dari penjualan bersih pada Bank Central Asia Tbk, Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, dan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sedangkan emiten yang banyak dibeli asing yaitu Astra International Tbk, Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, dan Indofood Sukses Makmur Tbk.
Pada perdagangan tadi malam di Bursa Wall Street, Indeks Dow Jones ditutup naik 293,03 poin (+1,82%) ke level 16.351,38, Indeks S&P 500 ditutup naik 35,01 poin (+1,83%) ke level 1.948,86, dan Indeks komposit Nasdaq ditutup naik 113,87 poin (+2,46%) ke level 4.749,98. Sentimen posiif yang terjadi di bursa AS dikarenakan para investor mengoleksi kembali saham-saham unggulan terutama saham teknologi, setelah laporan Federal Reserve mengambarkan pertumbuhan ekonomi AS stabil. Sementara kekhawatiran atas perekonomian Tiongkok bertahan dan pasar tidak membayar penurunan tiga persen pada Selasa para investor Wall Street tampak memutuskan bahwa aksi jual telah bergerak terlalu jauh.
Indeks Topix naik +1,87% menjadi 1.493,41, Indeks Nikkei 225 naik +1,60% menjadi 18.385,80, dan indeks Shanghai turun -0,20% menjadi 3.160,17. Harga minyak naik dalam "rebound" moderat dari aksi jual tajam setelah laporan minyak AS yang bervariasi menunjukkan peningkatan persediaan dan penurunan produksi minyak mentah. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 84 sen menjadi ditutup pada US$ 46,25 per barel di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober berakhir pada US$ 50,50 per barel, meningkat 94 sen dari penutupan Selasa. Pasar minyak berbalik tajam lebih rendah pada Selasa, menghentikan reli kuat selama tiga hari, setelah data manufaktur yang lemah dari Tiongkok dan Amerika Serikat lebih lanjut mempersuram prospek pertumbuhan permintaan di dua konsumen energi terbesar tersebut.
Dari dalam negeri Rabu (2/9), kurs tengah BI mencatatkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 14.151. Sedangkan di pasar spot USD/IDR berada di level Rp 14.137. Kondisi fundamental ekonomi dalam negeri tak cukup kuat untuk memahan pelemahan rupiah. Data inflasi bulan Agustus yang mencatat level terendah dalam lima tahun di angka 0,39% serta inflasi setahun terakhir per Agustus sebesar 7,18% tak mampu mengangkat rupiah.
Berita Pasar :
FGV minta harga BWPT turun
Anak usaha INTA dapat pinjaman Rp 100 miliar
DSSA belanjakan US$ 50 juta untuk PLTU
Jika harga turun, Samsung Asset ingin beli SRIL Sumber: Investor Daily, Bisnis Indonesia, Kontan, Bloomberg, IQ plus
IDX data Last Chg (pt.) % Chg % YTD
Jakarta Comp. Index 4,401.3 -11.2 -0.3 -15.8
MSCI Indonesia Index 19.6 +0.3 +1.5 -28.6
Trading data Rp US$
Market Cap 4,539 tn 321 bn
Regional Indexes Last Chg (pt.) % Chg % YTD
KLCI 1,590.2 -19.0 -1.2 -9.7
Stock Ex. Thailand 1,372.5 +10.1 +0.7 -8.4
Strait Time 2,878.1 -4.6 -0.2 -14.5 Hang Seng 20,934.9 -250.5 -1.2 -11.3 Nikkei 18,095.4 -70.3 -0.4 +3.7 Shanghai 3,160.2 -6.5 -0.2 -2.3 SENSEX 25,453.6 -242.9 -0.9 -7.4 Dow Jones 16,351.4 +293.0 +1.8 -8.3 FTSE 100 6,083.3 +24.8 +0.4 -7.4 DAX 10,048.1 +32.5 +0.3 +2.5
Commodities Last Chg (pt.) % Chg % YTD
Oil (US$/bl) 46.3 +0.8 +1.8 -13.2
Coal (US$/ton) weekly 61.8 -0.6 -1.0 -2.0
Gold (US$/oz) 1,133 -0.8 -0.1 -4.4
CPO Malaysia (US$/ton) 455 -7.4 -1.6 -30.6 CPO Rotterdam (US$/ton) 855 +12.5 +1.5 +5.6
Rubber (US$/kg) 159 -2.2 -1.4 -8.7
Silver (US$/oz) 14.7 +0.0 +0.1 -6.4
Currency Last 2-Sep 4-Aug
USD/IDR 14,147 14,137 13,510
EUR/USD 1.1220 1.1227 1.0950
GBP/USD 1.5310 1.5299 1.5587
USD/JPY 120.52 120.33 124.03
USD/SGD 1.4169 1.4156 1.3782
Economic Indicators Period Actual Prior
BI-RATE 8/18/15 7.50 7.50
CPI yoy 7/31/15 7.18 7.26
CPI mom 7/31/15 0.39 0.93
ADR/Foreign listed Last Rp eqv. Local Px
Morning Notes : 3-Sep-15
FGV minta harga BWPT turun
Proses divestasi 37% saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) oleh Grup Rajawali masih mengganjal. Calon pembeli, Felda Global Ventures Holdings Berhad (FGV) berniat merevisi harga pembelian BWPT.
Proyeksi dana hasil penjualan BWPT yang bakal diperoleh Grup Rajawali senilai US$ 680 juta atau Rp 9,52 triliun (kurs 1 US$=Rp 14.000) terancam meleset. FGV berencana membeli 37% saham BWPT dengan harga US$ 680 juta. Dari
porsi saham tersebut, sebanyak 30% saham BWPT akan dibayar dengan uang tunai senilai US$ 632 juta. Sementara 7% saham atau US$ 48 juta ditukar 2,5% saham FGV. Dengan skema ini, BWPT dihargai sekitar Rp 780 per saham. Rajawali dan FGV telah melaksanakan penandatanganan perjanjian jual beli pada
12 Juni tahun ini. Transaksi jual beli tersebut diperkirakan rampung pertengahan Agustus 2015. Ternyata tenggat waktu penyelesaian transaksi diperpanjang menjadi 31 Oktober 2015. FGV akan meminta restu pemodal melalui Rapat RUPSLB yang akan digelar September 2015.
Anak usaha INTA dapat pinjaman Rp 100 miliar
PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN), anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) mendapat amunisi tambahan untuk modal kerja. Perusahaan pembiayaan itu mendapat pinjaman baru dari Bank Muamalat sebesar Rp 100 miliar.
Tahun ini, IBFN membutuhkan dana pembiayaan yang lumayan besar, mencapai Rp 1,2 triliun. Sebagian besar kebutuhan pembiayaan itu akan dibiayai dari pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi. Nilainya, mencapai Rp 1 triliun. Lalu, sisanya sebesar Rp 200 miliar bakal dipenuhi dari ekuitas perseroan. Pada awal tahun ini, IBFN juga mendapat pinjaman modal kerja senilai US$ 2
juta dari mitranya, PT Bank SBI Indonesia. Sebagai alternatif pembiayaan lain, IBFN juga membuka peluang untuk menebritkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN).
DSSA belanjakan US$ 50 juta untuk PLTU
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) siap mengoperasikan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Selatan (Sumsel) 5. Hingga saat ini, anak usaha Sinar Mas Grup tersebut, sudah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 50 juta atau Rp 706,35 miliar untuk menyelesaikan proyek tersebut. Satu unit PLTU berkapasitas 150 megawatt (MW) itu siap beroperasi di akhir
tahun 2015. Perseroan tengah membangun dua unit pembangkit Mulut Tambang, yakni PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2x150 MW dan PLTU Kendari-3 berkapasitas 2x50 MW. Total pembangkit listrik yang akan dibangun sebesar 400 MW. Total nilai investasi PLTU Sumsel-5 mencapai US$ 420 juta. Sumber dana pembangkit listrik tersebut berasal dari pinjaman China Development Bank Corporation senilai US$ 318 juta.
Semester ini, pendapatan DSSA dari bisnis pembangkit listrik mencapai US$ 23,63 juta, naik dibandingkan tahun lalu, yakni sebesar US$ 22,53 juta. Bisnis pembangkit listrik baru berkontribusi 10% terhadap total pendapatan DSSA.
Jika harga turun, Samsung Asset ingin beli SRIL
Samsung Asset Management berencana membeli saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) jika terjadi penurunan nilai akibat anjloknya harga saham. Menurut Samsung prospek Sritex terlihat cemerlang didukung peningkatan efisiensi biaya.
Morning Notes : 3-Sep-15
2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 12.0 7.9 16.7 10.0 -70.7 39.7 Average 11.0 10.7 2.2 1.9 13.6 -4.1 AALI 16.1 10.1 10.3 7.3 -25.3 39.0 BBNI 10.3 8.6 1.8 1.6 27.7 18.9 LSIP 13.0 7.5 7.3 4.4 -31.1 18.6 BBRI 12.3 10.5 3.1 2.6 14.3 11.2 BWPT 6.8 6.2 32.6 18.4 -31.6 -55.9 BBCA 21.7 18.2 4.8 3.9 20.6 15.6GZCO #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A -194.9 157.3 BMRI 11.9 10.5 2.4 2.0 17.4 9.2
UNSP #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A BDMN 8.3 11.1 1.1 1.0 0.7 -35.5
BBTN 7.4 9.4 0.9 0.9 -0.7 -29.1
BJBR 5.2 6.8 1.0 1.0 15.1 -18.7
2013 2014 2013 2014 2013 2014
Average 30.2 17.9 5.1 5.1 -199.9 -41.3
TLKM 18.7 17.9 7.0 6.7 10.1 1.6 2013 2014 2013 2014 2013 2014
ISAT 58.2 #N/A N/A 3.3 3.4 -766.5 28.6 Average 8.5 5.6 5.4 7.2 -28.5 11.6
BTEL #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A 19.3 -8.5 BUMI - - 7.7 15.2 8.6 48.9
EXCL 13.7 #N/A N/A 5.0 5.2 -62.7 -186.8 ADRO 5.4 4.8 3.4 3.3 -40.0 -23.0
PTBA 8.1 6.6 6.1 4.7 -34.7 6.7
ITMG 2.7 3.4 1.0 1.2 -47.4 -10.0
ANTM 8.3 #N/A N/A 8.5 18.2 -61.9 -302.3
2013 2014 2013 2014 2013 2014 INCO 10.4 5.2 3.6 2.1 -42.6 335.9 Average 10.6 10.5 7.1 7.2 -4.5 -7.0 TINS 16.2 7.9 7.3 5.5 18.6 24.8 INTP 13.5 13.0 8.8 8.9 5.2 5.2 SMCB 8.4 9.1 5.7 6.1 -29.5 -29.8 SMGR 10.0 9.5 6.8 6.5 10.8 3.6 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 25.4 27.2 16.6 15.4 -4.3 1.5 UNVR 53.8 53.3 39.1 37.5 10.6 7.3 GGRM 19.1 15.8 12.8 10.0 7.9 24.0 2013 2014 2013 2014 2013 2014 KLBF 40.1 36.7 26.9 24.6 11.1 7.3 Average 8.0 7.3 3.6 4.0 -13.7 -25.7 RALS 9.1 10.8 3.3 4.0 -7.8 -9.1 UNTR 14.6 11.4 5.9 5.1 -16.3 11.1 MAPI 16.5 35.8 8.2 8.9 -24.5 -75.8 HEXA 1.5 3.2 1.3 2.9 -11.1 -62.5 INDF 14.0 11.0 9.4 7.4 -23.2 55.1 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 8.7 7.6 8.9 8.2 46.7 22.5 Average 11.2 11.2 9.0 8.5 -26.5 24.6 BSDE 12.3 9.2 11.8 11.8 109.3 37.6 ASII 13.1 12.1 12.8 11.5 0.0 -1.3 ASRI 4.8 5.3 6.5 6.5 -26.5 25.2 GJTL 1.7 4.0 4.0 4.9 -89.2 120.0 CTRA 13.4 10.4 10.5 8.4 64.1 35.9 PGAS 6.0 6.4 5.4 5.2 0.0 -25.0 CTRP 4.3 5.4 6.8 6.0 40.0 -8.6 JSMR 24.0 22.2 13.7 12.4 -16.7 4.8 Stocks P/E Property Others
EV/EBITDA EPS Growth EV/EBITDA EPS Growth
Stocks P/E
EPS Growth
P/E EV/EBITDA
Heavy Equipment
Stocks
Stocks P/E EV/EBITDA EPS Growth
Stocks P/E Mining EPS Growth EV/EBITDA EPS Growth Telecommunication P/E P/BV Stocks P/E P/E Consumer Cement
Stocks EV/EBITDA EPS Growth
Stocks Valuation
Stocks P/E EV/EBITDA EPS Growth
Plantation Finance
EPS Growth EV/EBITDA
Stocks
Morning Notes : 3-Sep-15
Right Issue
Rasio
(Lama : Baru) Cum Ex Cum Ex
1 ADHI 2,400 100000:100920 3-Sep-2015 4-Sep-2015 8-Sep-2015 9-Sep-2015 8-Sep-2015 10-Sep-2015 - 16-Sep-2015 2 BRNA 585 35:13 8-Sep-2015 9-Sep-2015 11-Sep-2015 14-Sep-2015 11-Sep-2015 15-Sep-2015 - 21-Sep-2015
Periode No Saham Harga Excersise
per Saham (Rp)
Pasar Reguler Pasar Tunai
Morning Notes : 3-Sep-15
PT NISP Sekuritas
OCBC NISP Tower Lt. 21 (Head Office)
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25 Jakarta 12940 Indonesia Phone. (021) 2935 2788 (hunting) Fax. (021) 5794 4095 Email: [email protected] Website: www.nispsekuritas.com Rating Definitions
BUY : We expect this stock to give total return of above 15% over the next 12 months.
HOLD : We expect this stock to give total return of between -15% and 15% over the next 12 months. SELL : We expect this stock to give total return of -15% or lower over the next 12 months.
DISCLAIMER:
This report was produced by PT NISP Sekuritas, a member of the Indonesia Stock Exchange (IDX). The Information contained in this report has been obtained from public sources believed to be reliable and the options, analysis, forecasts, projections and expectations contained in this report are based on such information and are expressions of belief only. No representation or warranty, express or implied, is made that such information or opinion is accurate, complete or verified and it should not be replied upon as such. This report is provided solely for the information of clients of PT NISP Sekuritas who has to make their own investment decisions without reliance on this report. Neither PT NISP Sekuritas nor any officer or employee of PT NISP Sekuritas accept any liability whatsoever for any direct or consequential loss arising from any use of this report or its contents. PT NISP Sekuritas may be involved in transactions contrary to any opinions herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT NISP Sekuritas may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies within this report. This report is a copyright of PT NISP Sekuritas. For further information please contact our number 62-21-29352788 or fax 62-21-57944095.
Phone: Fax:
Pluit Jakarta Ruko Sentra Bisnis Blok C 28 No.15
Jl.Pluit Sakti Raya, Jakarta Utara 14450 (021) 6667 5050 (hunting) (021) 6667 5051
Branches