• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

No. 01/01/31/Th.XIX, 3 Januari 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

DKI

JAKARTA

BULAN

DESEMBER

2016

MENGALAMI

INFLASI

0,27

PERSEN

Pada bulan Desember 2016, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,27 persen. Empat kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,99 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,54 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,18 persen; dan kelompok bahan makanan 0,09 persen. Sedangkan tiga kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

 Bulan Desember 2016, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,27 persen. Laju inflasi Tahun 2016 mencapai 2,37 persen dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 2,37 persen.

 Inflasi yang terjadi pada bulan Desember disebabkan naiknya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Empat kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,99 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,54 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,18 persen; dan kelompok bahan makanan 0,09 persen. Sedangkan tiga kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok sandang 0,90 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,06 persen dan kelompok kesehatan 0,06 persen.

Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: angkutan udara (0,1010 persen); tarip pulsa ponsel (0,0779 persen); telur ayam ras (0,0406 persen); daging ayam ras (0,0377 persen); bensin (0,0332 persen); cabai rawit (0,0280 persen); ayam goreng (0,0265 persen); sarung katun (0,0182 persen); makanan ringan/snack (0,0166 persen); rokok kretek filter (0,0123 persen); donat (0,0113 persen); tarip listrik (0,0109 persen); mesin cuci (0,0092 persen); jagung manis (0,0082 persen); baju kaos berkerah (0,0080 persen); melon (0,0079 persen); rokok kretek (0,0076 persen); ikan kembung (0,0073 persen); juice buah (0,0069 persen); tarip kereta api (0,0064 persen); bakso (0,0063 persen); kontrak rumah (0,0060 persen); teri (0,0050 persen); susu cair kemasan (0,0049 persen); kangkung (0,0046 persen); sabun detergen bubuk/cair (0,0039 persen); kipas angin (0,0037 persen); mie kering instant, kembang kol, kelapa, dan baju kaos berkerah masing-masing (0,0031 persen); ikan bandeng (0,0030 persen); cumi-cumi, kacang panjang, terong panjang, dan air kemasan masing-masing (0,0028 persen); dan jeruk (0,0020 persen).

 Pada bulan Desember 2016, dari 82 kota yang diteliti 78 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Lhokseumawe 2,25 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Padang Sidempuan dan Kota Tembilahan masing-masing 0,02 persen. Kota Jakarta menempati urutan 56 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

(2)

sandang 0,90 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,06 persen dan kelompok kesehatan 0,06 persen.

Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: angkutan udara (0,1010 persen); tarip pulsa ponsel (0,0779 persen); telur ayam ras (0,0406 persen); daging ayam ras (0,0377 persen); bensin (0,0332 persen); cabai rawit (0,0280 persen); ayam goreng (0,0265 persen); sarung katun (0,0182 persen); makanan ringan/snack (0,0166 persen); rokok kretek filter (0,0123 persen); donat (0,0113 persen); tarip listrik (0,0109 persen); mesin cuci (0,0092 persen); jagung manis (0,0082 persen); baju kaos berkerah (0,0080 persen); melon (0,0079 persen); rokok kretek (0,0076 persen); ikan kembung (0,0073 persen); juice buah (0,0069 persen); tarip kereta api (0,0064 persen); bakso (0,0063 persen); kontrak rumah (0,0060 persen); teri (0,0050 persen); susu cair kemasan (0,0049 persen); kangkung (0,0046 persen); sabun detergen bubuk/cair (0,0039 persen); dan kipas angin (0,0037 persen)

.

Inflasi yang terjadi bulan Desember ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan terutama sub kelompok komunikasi dan pengiriman (tabel 3).

0.72 0.24 -0.06 0.15 -0.27 0.19 0.52 0.67 0.01 0.18 0.25 0.24 0.27 -0.40 -0.20 0.00 0.20 0.40 0.60 0.80

Dec-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 May-16 Jun-16 Jul-16 Aug-16 Sep-16 Oct-16 Nov-16 Dec-16

Per

sen

Tabel 1

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi DKI Jakarta, Desember 2016

Kelompok Pengeluaran Persentase

(1) (2)

Umum

1. Bahan Makanan

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok&Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, & Bahan Bakar 4. Sandang 5. Kesehatan 0.27 0.02 0.08 0.05 -0.09 0.00 Grafik 1

Perkembangan Inflasi DKI Jakarta, Desember 2015 – Desember 2016 - Angkutan udara

(3)

Tabel 2

Laju Inflasi DKI Jakarta Desember 2016, Tahun 2016 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK November 2016 IHK Desember 2016 Laju Inflasi Desember 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 123.35 125.93 126.27 0.27 2.37 2.37 Bahan Makanan 137.79 144.97 145.10 0.09 5.31 5.31 Makanan Jadi, Minuman,

Rokok dan Tembakau 133.42 138.04 138.78 0.54 4.02 4.02 Perumahan,Air, Listrik,

Gas dan Bahan Bakar 121.57 124.29 124.51 0.18 2.42 2.42

Sandang 112.97 118.75 117.68 -0.90 4.17 4.17

Kesehatan 114.89 119.51 119.44 -0.06 3.96 3.96

Pendidikan,Rekreasi dan

Olahraga 109.18 110.19 110.12 -0.06 0.86 0.86

Transpor, Komunikasi,

dan Jasa Keuangan 122.13 119.39 120.57 0.99 -1.28 -1.28

*) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan November 2016 **) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Desember 2016 terhadap bulan Desember 2015

2.37 5.31 4.02 2.42 4.17 3.96 0.86 -1.28 -2.00 -1.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00

Umum / Total Bahan

Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar

Sandang Kesehatan Pendidikan,

Rekreasi dan Olah Raga Transpor. Komunikasi dan Jasa Keuangan Per sen Grafik 2

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2016 mencapai 145,10 dan bulan sebelumnya 144,97 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 0,09 persen.

Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, enam sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok daging dan hasil-hasilnya; dan sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya masing masing sebesar 2,31 persen; sub kelompok ikan diawetkan 1,76 persen; sub kelompok sayur-sayuran 0,62 persen; sub kelompok ikan segar 0,18 persen; dan sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,04 persen. Sedangkan lima sub kelompok lainnya mengalam deflasi yaitu; sub kelompok bumbu-bumbuan 4,77 persen; sub kelompok buah-buahan 0,56 persen; sub kelompok bahan makanan lainnya 0,38 persen; sub kelompok kacang-kacangan 0,23 persen; serta sub kelompok lemak dan minyak 0,02 persen.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: telur ayam ras 0,0406 persen; daging ayam ras 0,0377 persen; cabe rawit 0,0280 persen; jagung manis 0,0082 persen; melon 0,0079 persen; kembung 0,0073 persen; bakso 0,0063 persen; teri 0,0050 persen; susu cair kemasan 0,0049 persen; dan kangkung 0,0046 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Desember 2016 adalah 138,78 dan bulan sebelumnya 138,04 sehingga mengalami inflasi 0,54 persen.

Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu : sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,75persen; sub kelompok makanan jadi 0,60 persen; dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,15 persen.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,08 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: ayam goreng 0,0265 persen; makanan ringan/snack 0,0166 persen; rokok kretek filter 0,0123 persen; donat 0,0113 persen; rokok kretek 0,0076 persen; juice buah 0,0069 persen; dan air kemasan 0,0028 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan Desember 2016 adalah 124,51 dan bulan sebelumnya 124,29 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 0,18 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok perlengkapan rumah tangga 0,60 persen; sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,19 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,18 persen; dan sub kelompok biaya tempat tinggal 0,06 persen.

(5)

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,05 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: tarip listrik 0,0109 persen; mesin cuci 0,0092 persen; kontrak rumah 0,0060 persen; sabun detergen bubuk/cair 0,0039 persen; dan kipas angin 0,0037 persen.

4. Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Desember 2016 adalah 117,68 dan bulan sebelumnya 118,75 sehingga mengalami deflasi 0,90 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, yaitu sub kelompok barang pribadi dan sandang lain 2,70 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu sub kelompok sandang laki laki 1,65 persen; sub kelompok sandang anak-anak 0,32 persen; dan sub kelompok sandang wanita 0,16 persen.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi 0,09 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah: emas perhiasan 0,1233 persen; kemeja pendek 0,0013 persen; seragam sekolah wanita 0,0007 persen; dan blus 0,0001 persen.

5. Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Desember 2016 adalah 119,44 dan bulan sebelumnya 119,51 sehingga mengalami deflasi 0,06 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini,satu sub kelompok mengalami deflasi, yaitu sub kelompok obat-obatan 0,46 persen. Sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami infalsi 0,04 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasman.

Kelompok pengeluaran ini tidak memberikan sumbangan deflasi yang cukup berarti.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Desember 2016 adalah sebesar 110,12 dan bulan sebelumnya sebesar 110,19 sehingga mengalami deflasi 0,06 persen.

Dari lima sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, yaitu sub kelompok rekreasi 0,19 persen. Sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan; dan sub kelompok olahraga mengalami inflasi masing masing sebesar 0,01 persen.Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu: sub kelompok pendidikan; dan sub kelompok kursus kursus/pelatihan.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah Televisi berwarna 0,0063 persen.

(6)

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Desember 2016 mencapai 120,57 dan bulan sebelumnya 119,39 sehingga kelompok ini mengalami inflasi 0,99 persen.

Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok komunikasi dan pengiriman 1,15 persen; dan Sub kelompok transpor 1,09 persen. Sedangkan dua sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu; sub kelompok sarana dan penunjang transpor; dan sub kelompok jasa keuangan.

Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,22 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok pengeluaran ini antara lain: angkutan udara 0,1010 persen; tarip pulsa ponsel 0,0779 persen; bensin 0,0332 persen; dan tarip kereta api 0,0064 persen.

(7)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan November dan Desember 2016, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi Desember 2016 (2012 =100)

Kelompok/Sub Kelompok DKI Jakarta Indeks November 2016 Indeks Desember 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 125.93 126.27 0.27 0.27 I. BAHAN MAKANAN 144.97 145.10 0.09 0.02

a. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 138.64 138.69 0.04 0.01

b. Daging dan Hasil-hasilnya 132.27 135.32 2.31 0.05

c. Ikan Segar 139.77 140.02 0.18 0.00

d. Ikan Diawetkan 149.10 151.73 1.76 0.01

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 129.58 132.57 2.31 0.04

f. Sayur-sayuran 170.09 171.15 0.62 0.01

g. Kacang-kacangan 134.22 133.91 -0.23 0.00

h. Buah-buahan 152.98 152.12 -0.56 -0.01

i. Bumbu-bumbuan 209.79 199.79 -4.77 -0.09

j. Lemak dan Minyak 120.16 120.13 -0.02 0.00

k. Bahan Makanan Lainnya 124.00 123.53 -0.38 0.00

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 138.04 138.78 0.54 0.08

a. Makanan Jadi 144.00 144.87 0.60 0.06

b. Minuman Tidak Beralkohol 123.58 123.76 0.15 0.00

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 135.61 136.63 0.75 0.02

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 124.29 124.51 0.18 0.05

a. Biaya Tempat Tinggal 116.36 116.43 0.06 0.01

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 144.09 144.35 0.18 0.01

c. Perlengkapan Rumahtangga 120.49 121.21 0.60 0.02 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 124.07 124.31 0.19 0.01 IV. SANDANG 118.75 117.68 -0.90 -0.09 a. SandangLaki-Laki 117.77 119.71 1.65 0.03 b. Sandang Wanita 115.73 115.92 0.16 0.00 c. Sandang Anak-Anak 110.32 110.67 0.32 0.00

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 123.18 119.85 -2.70 -0.12

V. KESEHATAN 119.51 119.44 -0.06 0.00

a. Jasa Kesehatan 108.21 108.21 0.00 0.00

b. Obat-obatan 115.33 114.80 -0.46 0.00

c. Jasa Perawatan Jasmani 136.39 136.39 0.00 0.00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 129.13 129.18 0.04 0.00

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 110.19 110.12 -0.06 -0.01

a. Pendidikan 115.11 115.11 0.00 0.00

b. Kursus-kursus/Pelatihan 102.94 102.94 0.00 0.00

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 105.15 105.16 0.01 0.00

d. Rekreasi 107.12 106.92 -0.19 -0.01

e. Olahraga 105.05 105.06 0.01 0.00

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 119.39 120.57 0.99 0.22

a. Transpor 133.64 135.09 1.09 0.14

b. Komunikasi dan Pengiriman 100.15 101.30 1.15 0.08

c. Sarana dan PenunjangTranspor 113.86 113.86 0.00 0.00

(8)

PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA, DESEMBER 2016

Pada bulan Desember 2016, dari 82 kota yang diteliti 78 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Lhokseumawe 2,25 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Padang Sidempuan dan Kota Tembilahan masing-masing 0,02 persen. Kota Jakarta menempati urutan 56 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi, Desember 2016 untuk 82 Kota

No Kota Pering kat IHK Desember

2016

Inflasi Desember

2016

No Kota Pering kat Desember IHK

2016 Inflasi Desember 2016 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 1 MEULABOH 49 125.83 0.31 42 KEDIRI 46 122.56 0.36

2 BANDA ACEH 22 119.94 0.71 43 MALANG 30 126.35 0.58

3 LHOKSEUMAWE 1 124.94 2.25 44 PROBOLINGGO 43 123.08 0.38

4 SIBOLGA 53 132.51 0.29 45 MADIUN 40 122.74 0.45

5 PEMATANG SIANTAR 32 132.07 0.54 46 SURABAYA 31 125.77 0.56

6 MEDAN 66 132.93 0.16 47 TANGERANG 26 133.61 0.66 7 PADANGSIDIMPUAN 77 125.36 0.02 48 CILEGON 14 130.99 0.94 8 PADANG 74 133.48 0.07 49 SERANG 71 133.02 0.12 9 BUKITTINGGI - 126.29 -0.57 50 SINGARAJA 28 135.10 0.63 10 TEMBILAHAN 78 129.89 0.02 51 DENPASAR 24 123.10 0.69 11 PEKANBARU 55 127.95 0.27 52 MATARAM 21 124.29 0.75 12 DUMAI 75 127.63 0.07 53 BIMA 60 129.11 0.26 13 BUNGO - 124.35 -0.11 54 MAUMERE 6 121.86 1.65 14 JAMBI 45 127.21 0.36 55 KUPANG 2 129.07 1.96 15 PALEMBANG 25 124.96 0.67 56 PONTIANAK 16 134.80 0.93 16 LUBUKLINGGAU 72 123.81 0.11 57 SINGKAWANG 19 125.54 0.83 17 BENGKULU 68 135.03 0.14 58 SAMPIT 7 126.99 1.30

18 BANDAR LAMPUNG 23 127.31 0.70 59 PALANGKARAYA 8 123.35 1.28

19 METRO 69 134.08 0.13 60 TANJUNG 12 127.47 1.02

20 TANJUNG PANDAN 17 134.23 0.90 61 BANJARMASIN 20 126.28 0.82

21 PANGKAL PINANG 3 133.40 1.95 62 BALIKPAPAN 9 131.58 1.26

22 BATAM 59 126.96 0.26 63 SAMARINDA 18 128.83 0.87

23 TANJUNG PINANG 63 126.01 0.21 64 TARAKAN 42 136.60 0.41

24 DKI JAKARTA 56 126.27 0.27 65 MANADO - 125.64 -1.52

25 BOGOR 67 126.07 0.16 66 PALU 11 127.09 1.15 26 SUKABUMI 39 125.09 0.45 67 BULUKUMBA 52 130.24 0.30 27 BANDUNG 27 125.28 0.63 68 WATAMPONE 61 120.27 0.24 28 CIREBON 76 121.16 0.06 69 MAKASSAR 54 126.44 0.29 29 BEKASI 57 123.07 0.27 70 PARE-PARE 34 122.09 0.53 30 DEPOK 65 124.35 0.18 71 PALOPO 58 123.78 0.27 31 TASIKMALAYA 36 124.43 0.48 72 KENDARI 70 121.68 0.13 32 CILACAP 73 127.81 0.09 73 BAU-BAU 29 128.87 0.59 33 PURWOKERTO 44 123.23 0.37 74 GORONTALO 38 121.78 0.47 34 KUDUS 50 131.20 0.30 75 MAMUJU 13 125.52 0.98 35 SURAKARTA 51 122.41 0.30 76 AMBON 35 125.85 0.53 36 SEMARANG 64 124.59 0.20 77 TUAL 5 140.13 1.70 37 TEGAL - 122.49 -0.09 78 TERNATE 48 130.27 0.32 38 YOGYAKARTA 47 123.21 0.35 79 MANOKWARI 10 122.35 1.18 39 JEMBER 15 122.56 0.93 80 SORONG 41 126.84 0.45 40 BANYUWANGI 37 122.50 0.47 81 MERAUKE 62 132.12 0.24 41 SUMENEP 33 123.01 0.53 82 JAYAPURA 4 128.65 1.76

(9)
(10)

Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Dody Rudyanto, M.M. Kepala Bidang Statistik Distribusi Telepon : 021-31928493, Pesawat 500 Fax : 021-3152004

e-mail : [email protected]

Homepage : http://jakarta.bps.go.id/

Referensi

Dokumen terkait

Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks yaitu subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,21 persen

Kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,65 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,28 persen,

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; kelompok

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,02 persen, kelompok Perumahan,

Sedangkan empat kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks/ inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen;

 Inflasi di Kota Makassar terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks 5 kelompok pengeluaran, yaitu : kelompok makanan jadi, minuman, rokok

Dari 3 sub kelompok yang terdapat pada kelompok pengeluaran ini hanya sub kelompok makanan jadi dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol yang mengalami

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan