Informasi Dokumen
- Penulis:
- Amrizal
- Fathan Zakian
- Chairun Nisa
- Junidar A Saragih
- Nurul Azmi
- Sekolah: universitas
- Mata Pelajaran: kimia analisa
- Topik: analisa oksidimetri/reduktometri
- Tipe: laporan praktikum
- Tahun: 2015
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Laporan ini bertujuan untuk menganalisis reaksi oksidasi dan reduksi dalam praktik analisis kimia. Praktikum dilaksanakan oleh Kelompok 2 pada tanggal 12 Oktober 2015. Tujuan utama dari praktikum ini adalah untuk menentukan zat kimia yang mengalami reaksi oksidasi dan reduksi, serta memahami konsep bilangan oksidasi yang berkaitan dengan reaksi tersebut.
1.1 Judul Praktikum
Judul praktikum yang dilakukan adalah 'Analisa Oksidimetri/Reduktometri', yang berfokus pada pengukuran konsentrasi zat berdasarkan reaksi redoks.
1.2 Tanggal Praktikum
Praktikum dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2015, yang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran di laboratorium kimia.
1.3 Pelaksana Praktikum
Pelaksanaan praktikum dilakukan oleh Kelompok 2 yang terdiri dari lima anggota: Amrizal, Fathan Zakian, Chairun Nisa, Junidar A Saragih, dan Nurul Azmi.
1.4 Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah untuk menentukan reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi serta memahami hubungan antara bilangan oksidasi dan reaksi kimia yang berlangsung.
II. Tinjauan Pustaka
Oksidasi dan reduksi adalah dua proses yang saling terkait dalam reaksi kimia. Oksidasi didefinisikan sebagai pelepasan elektron, sedangkan reduksi adalah penangkapan elektron. Bilangan oksidasi digunakan untuk menggambarkan keadaan elektron dalam suatu senyawa. Dalam reaksi redoks, jumlah elektron yang dilepaskan dalam proses oksidasi harus sama dengan jumlah elektron yang diterima dalam proses reduksi.
2.1 Reaksi Oksidasi
Reaksi oksidasi melibatkan pelepasan elektron dari suatu atom atau ion. Contoh reaksi oksidasi adalah K → K+ + e-, di mana kalium kehilangan elektron.
2.2 Reaksi Reduksi
Reaksi reduksi adalah proses di mana suatu atom atau ion menerima elektron. Contohnya adalah Cu2+ + 2e- → Cu, di mana tembaga menerima elektron.
2.3 Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah kombinasi dari reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi secara bersamaan. Contohnya adalah Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu, di mana zinc teroksidasi dan tembaga tereduksi.
2.4 Zat Pengoksidasi dan Pereduksi
Zat pengoksidasi adalah zat yang menyebabkan oksidasi dengan menerima elektron, sedangkan zat pereduksi adalah zat yang menyebabkan reduksi dengan memberikan elektron.
III. Metodologi Praktikum
Metodologi praktikum mencakup alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja yang harus diikuti untuk mencapai tujuan analisis. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain neraca digital, labu ukur, pipet, dan buret.
3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini meliputi neraca digital, labu ukur, pipet tetes, pipet volume, dan buret. Bahan yang digunakan antara lain FeCl2, HCl, natrium thiosulfat, KI, dan amilum.
3.2 Prosedur Kerja
Prosedur kerja dimulai dengan mencampurkan larutan FeCl2 dan HCl, kemudian menambahkan KI dan NaHCO3. Setelah itu, larutan dititrasi dengan natrium thiosulfat dan amilum ditambahkan sebagai indikator.
IV. Hasil dan Pembahasan
Hasil praktikum menunjukkan adanya perubahan warna yang signifikan selama proses titrasi, yang mengindikasikan terjadinya reaksi kimia. Data hasil pengamatan dicatat untuk analisis lebih lanjut.
4.1 Hasil
Hasil pengamatan mencakup perubahan warna larutan dari coklat menjadi kuning dan terbentuknya endapan setelah penambahan amilum. Pengukuran volume titrasi dilakukan untuk menentukan kadar FeCl2 dan Fe.
4.2 Pembahasan
Pembahasan mengenai hasil menunjukkan bahwa reaksi yang terjadi sesuai dengan teori redoks. Penambahan HCl berfungsi untuk menstandarisasi larutan, sedangkan amilum berfungsi sebagai indikator untuk menunjukkan titik akhir titrasi.
V. Penutup
Kesimpulan dari praktikum ini adalah bahwa reaksi oksidasi dan reduksi dapat diamati melalui perubahan warna dan pembentukan endapan. Kadar FeCl2 dan Fe yang diperoleh menunjukkan bahwa metode titrasi yang digunakan efektif untuk analisis.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan praktikum menyatakan bahwa reaksi kimia yang terjadi dapat diamati melalui perubahan warna dan pembentukan endapan, serta kadar FeCl2 dan Fe yang berhasil ditentukan.
5.2 Saran
Saran untuk praktikum selanjutnya adalah meningkatkan ketelitian dalam pengukuran dan observasi selama proses titrasi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Referensi Dokumen
- Termokimia ( Brady, 1995 )
- Termokimia ( Karyadi, 1998 )
- Termodinamika ( Underwood, 1998 )
- Termodinamika ( Mahan, 1975 )
- Termodinamika ( Ewing, 1985 )