i LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI PENDOKUMENTASIAN TINDAKAN KEPERAWATAN MELALUI PEMBUATAN SOP PADA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN
MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH
Oleh : ANDRI,A.Md.Kep
NDH : 39
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN XXVIII TAHUN 2021
BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI 2021
ii LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN HASIL AKTUALISASI
Nama : ANDRI,A.Md.Kep
NDH/NIP : 39/19940612202012005
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Mawasangka
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pendokumentasian tindakan keperawatan melalui SOP
Telah disetujui oleh Coach dan Mentor untuk diseminarkan pada Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXVIII Kelompok XII Tahun 2021 pada:
Hari/Tanggal : Jum’at, 26 November 2021
Waktu : Pukul, 08.00 WITA Sampai Selesai Tempat : Hotel Plaza Qubra Kendari
COACH,
NURNIA, SE
NIP. 19651231 199112 2 002
MENTOR,
DARNI, A.Md.Keb NIP. 19660925 198703 2 004
MENGETAHUI :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,
SYAHRUDIN NURDIN, SE.
Pembina Utama Muda Gol. IV/c NIP. 19660621 199012 1 001
iii LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN HASIL AKTUALISASI
Nama : ANDRI,A.Md.Kep
NDH/NIP : 39/19940612202012005
Jabatan : Perawat Terampil
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Mawasangka
Gagasan Pemecahan Isu : Optimalisasi Pendokumentasian tindakan keperawatan melalui SOP
Telah diperbaiki dan dilengkapi sesuai saran : Penguji, Coach dan Mentor pada Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXVIII Kelompok XII Tahun 2021 pada :
Hari/Tanggal : Jum’at, 26 November 2021
Waktu : Pukul, 08.00 WITA Sampai Selesai Tempat : Hotel Qubra Kendari
Dan dinyatakan dapat diterima sebagai Laporan Hasil Aktualisasi Nilai Dasar ASN Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan XXVIII Kelompok XII Tahun 2021.
COACH,
NURNIA, SE
NIP. 19651231 199112 2 002
MENTOR,
DARNI, A.Md.Keb NIP. 19660925 198703 2 004
PENGUJI,
RAHMAD DWI ANTO,S.STP NIP. 19860310 200602 1 002
MENGETAHUI :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,
SYAHRUDIN NURDIN, SE.
Pembina Utama Muda Gol. IV/c NIP. 19660621 199012 1 001
iv KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat, kasih sayang dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kedalam jalan kebenaran dan keselamatan.
Dengan rasa syukur penulis akhirnya dapat menyelesaikan Rancangan Aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Pendomunetasian Tindakan Keperawatan melalui pembuatan SOP Pada UPTD Puskesmas Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah” ini dengan baik. Rancangan aktualisasi ini mengandung nilai dasar PNS yang terdiri dari:
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang selanjutnya disingkat menjadi “ANEKA”.
Penulis menyadari bahwa Rancangan Aktualisasi ini dapat terwujud karena bantuan dan dorongan dari banyak pihak. Dengan sepenuh hati penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Syahruddin Nurdin, S.E selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar CPNS.
2. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton Tengah yang telah mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar CPNS.
3. Ibu Nurnia SE selaku Coach yang senantiasa dengan sabar dan teliti dalam proses pembimbingan peyusunan Rancangan Rancangan ktualisasi ini.
4. Ibu Darni, AMd.Keb. selaku Mentor yang telah banyak memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan Rancangan Rancangan Aktualisasi ini.
5. Bapak Rahmad Dwi Anto, S.STP selaku penguji
6. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan banyak ilmu terkait nilai dasar ASN yang sangat bermanfaat khususnya nanti pada saat kegiatan aktualisasi di tempat kerja.
7. Seluruh panitia, Binsuh yang telah memfasilitasi para peserta diklatsar dengan baik.
8. Orangtua tercinta yang senantiasa selalu memberikan Doa dukungan dan motivasi dalam menyelesaikan segala rangkaian kegiatan selama Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2021
v 9. Keluarga besar Peserta Diklatsar CPNS Golongan II Khususnya Angkatan XXVII, XXVII dan XXVIII Tahun 2021 yang selama ini telah bersama-sama dalam mengikuti semua tahapan diklatsar.
10. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan Rancangan kegiatan ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penulisan laporan hasil aktualisasi ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan laporan akhir ini.
Kendari, 26 November 2021 Hormat Saya,
ANDRI, AMd.Kep NDH. 39
vi DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PERSETUJUAN ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
BAB I . PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan... 3
C. Manfaat ... 3
D. Ruang Lingkup ... 4
E. Waktu dan Tempat ... 4
BAB II. GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEP NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU A. Gambaran Umum Organisasi... 5
B. Konsepsi Nilai-Nilai Dasar dan Kedudukan dan Peran ASN... 11
C. Penetapan Isu dan dampaknya... 22
BAB III. RANCANGAN AKTUALISASI A. Gagasan Kreatif Sebagai Pemecahan Isu ... 24
B. Deskripsi/Penjelasan Kegiatan ... 30
C. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ... 50
D. Deskripsi Pelaksanaan Kegiatan ………. 52
E. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ………. 53
F. Pelaksanaan Habituasi ……… 85
G. Analisa Capaian Aktualisasi ……… 87
H. Faktor Kunci Keberhasilan ……… 90
BAB VI. PENUTUP A. Kesimpulan ... 91
B. Saran ... 91
C. Rencana tindak lanjut ... 91 DAFTAR PUSTAKA
vii DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Data wilayah kerja puskesmas... ... 5
Tabel 2.2 Data sumber daya dimilki OPD... 11
Tabel 2.3 Indentifikasi isu ... 22
Tabel 3.1 Penetapan isu dengan motode APKL... 25
Tabel 3.2 Hambatan dan solusi dalam kegiatan... 28 Tabel 3.3 Analisis keterkaitan nilai dasar dengan kegiatan .………...
31 Tabel 3.4 Jadwal kegiatan aktualisasi ...
52 Tabel 3.5 Matriks habituasi ...
93
viii
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah, diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan. (UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN).
Dilihat fungsinya sebagai ASN sebagaimana disebutkan dalam Pasal 10 UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, Pegawai ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa, perlu mengaplikasikan nilai- nilai dasar ASN dalam setiap kegiatan kerjanya. Pegawai Negeri Sipil atau disingkat PNS merupakan bagian dari ASN sebagaimana diatur dalam UU No. 5 Tahun.
Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia karena tanpa kesehatan yang baik, maka setiap manusia akan sulit dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Undang-undang kesehatan No. 23 tahun 1992 memberikan batasan:
kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Batasan yang diangkat dari batasan kesehatan menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) yang paling baru yaitu bahwa kesehatan merupakan keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial, dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. Pada dasarnya kesehatan mencakup tigaaspek yaitu fisik, mental, dan sosial, tetapi menurut undang-undang No.23/1992, kesehatan mencakup empat aspek yaitu fisik, mental, sosial, dan ekonomi (Notoatmodjo, 2007:3).
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi -tingginya di wilayah kerjanya.
2 Puskesmas adalah fasilitas sarana pelayanan kesehatan terdepan dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air, utamanya utamanya dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Keberhasilan pelayanan kesehatanmelalui Puskesmas memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan kesehatan.
Puskesmas merupakan Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja
Dokumentasi keperawatan merupakan suatu kegiatan pencatatan, pelaporan atau merekam sesuatu kejadian atau aktivitas yang dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan yang dianggap penting dan berharga (Dalami2011). Dokumentasi asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
Dokumentasi ini penting karena pelayanan keperawatan yang di berikan pada klien membutuhkan pencatatan dan pelaporan yang dapat digunakan sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat dari berbagai kemungkinan masalah yang di alami klien baik kepuasan atau ketidak kepuasan terhadap pelayanan yang di berikan (Nursalam, 2008).
Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan suatu catatan yang memuat seluruh data yang di butuhkan untuk menentukan diagnosis keperawatan, perencanaan keperawatan, tindakan keperawatan, dan penilaian keperawatan yang disusun secara sistematis, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum (Ali, 2009)
3 Pendokumentasian merupakan suatu kegiatan pencatatan atau merekam suatu kejadian serta aktifitas yang dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan yang diangap sangat berharga dan penting . Pendokumentasian Asuhan keperawatan merupakan salah satu media komunikasi antara perawat dan pihak-pihak lain yang memerlukannya, tetapi pada saat sekarang banyak ditemukan ketidak lengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Seorang perawat harus mampu melaksanakan dokumentasi asuhan keperawatan dengan lengkap, jelas, akurat, dan dapat dipahami oleh orang lain.
Dokumentasi asuhan keperawatan sangat penting karena merupakan alat pembuktian yang sah apabila ada gugatan dari pihak manapun terhadap pelaksanaan pelayanan atau asuhan profesional.
Perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan keperawatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan anggota kesehatan lainnya. Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan.
Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan mengoptimalkan peran dan fungsi perawat mandiri. Kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu terhadap klien dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah faktor latar belakang pendidikan, motivasi dan juga pengaruh system manajemen yang ada. Salah satu dari manajemen tersebut adalah Pendokumentasian
Perawat atau profesi kesehatan lain dapat melihat dokumentasi yang ada dan sebagai alat komunikasi yang dijadikan pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan. Dokumentasi dapat bernilai ekonomi, semua asuhan keperawatan yang belum, sedang, dan telah diberikan dan didokumentasikan dengan lengkap dapat dipergunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam perhitungan biaya keperawatan bagi klien, berdasarkan pengalaman saya selama melaksanakan dinas selama 7 bulan dipsukesmas mawasangka, masih ada bebarapa rekam medis pasien yang belum lengkap pengsisinya sehingga saya berasumsi pendokumentasian ini sangat penting bagi perawat karena sebagai dasar hukum tindakan keperawatan yang sudah di lakukan jika suatu saat nanti ada tuntutan dari pasien.
4 Berdasarkan latar belakang di atas dan pengamatan penulis selama bertugas di UPTD Puskesmas Mawasangka, isi atau masalah yang penulis mengangkat judul “ Optimalisasi Pendokumentasian Tindakan Keperawatan melalui pembuatan SOP pada UPTD Puskesmas Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah “
B. Tujuan a. Umum
Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengimplementasikan n i l a i - nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) dalam diri setiap ASN sehingga mampu menjadi kebiasaan dalam bekerja dan akhirnya mampu melaksanakan tugas dan perannya secara bertanggung jawab dan professional di lingkup Puskesmas Mawasangka kecamatan mawasangka Kabupaten buton tengah
b. Khusus
Terwujudnya mutu asuhan layanan keperawatan memalui pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik di Puskesmas Mawasangka kecamatan mawasangaka kabupaten buton tengah.
5 C. Manfaat
a. Manfaat untuk penulis
Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam menerapkan nilai-nilai dasar ASN pada pelaksanakan tugas dan fungsi sebagai seorang perawat.
b. Manfaat untuk organisasi
Menguatkan visi dan misi puskesmas sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu bagi masyarakat.
c. Manfaat untuk masyarakat
Mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal dari petugas kesehatan dan meninggakatkan kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas mawasangka kabupaten buton tengah.
D. Ruang lingkup kegiatan Aktualisasi
Kegiatan ini akan dilaksanakan di Puskesmas Mawasangka di rawat inap dengan mengangkat tema optimalisasi pendomunetasian tindakan keperawatan melalui
pembuatan SOP.
E. Waktu dan Tempat
pelaksanakan aktualisasi dilaksanakan di plaza kubra dan tata ruang dimulai pada tangggal 4 oktober samapai dengan tanggal 9 november 2021
6 BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEPSI NILAI-NIAI DASAR, SERTA KEDUDUKAN DAN PERAN ASN A. Gambaran umum organisasi
1. Profil Organisasi
UPTD Puskesmas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah merupakan salah satu institusi pemerintah yang dibentuk untuk mengemban tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan.
a) Lokasi puskesmas
Lokasi UPTD Puskesmas Mawasangka berada kurang lebih 700 meter, dari jalan poros Mawasangka Mawasangka Tengah, yang merupakan jalan utama Kecamatan Mawasangka. Transportasi antar wilayah dihubungkan dengan jalan darat.Jalan utama desa sebagian besar sudah beraspal dan mudah dijangkau dengan sarana transportasi.Akses jalan dalam satu desa sudah beraspal dan mudah diangkau oleh sarana transportasi darat.
b) Wilayah kerja puskesmas
Luas wilayah kerja Puskesmas Mawasangka sekitar 84,67 Km2 yang terdiri dari 6 desa dan 2 kelurahan.
7 Tabel 2.1
No
Desa/keluraha n
Luas wilayah
(Km2)
Jumlah Dusun
Jarah tempuh ke puskesmas Km
Waktu Tempuh 1
.
Kel. Mawasangka 9,4 8 3,5 15 Menit
2 .
Kel. Watolo 6,3 9 3,5 15 Menit
3 .
Desa Matara 8,2 4 8 30 Menit
4 .
Desa Wasilomata 1 20,2 3 6 20 Menit 5
.
Desa Wasilomata 2 24,4 6 3 15 Menit 6
.
Desa Balo – Bone 5,6 3 5 20 Menit
7 .
Desa Oengkolaki 5,2 3 8 30 Menit
8 .
Desa Banga 5,3 4 10 40 Menit
c) Batas wilayah
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Mawasangka sebagian besar
merupakan daerah dataran rendah dan sebagian kecil merupakan dataran tinggi Adapun batas-batas wilayah Puskesmas Mawasangka adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas KanapaNapa, Kecamatan Mawasangka
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Mawasangka Tengah.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Wakamabangura, Kecamatan Mawasangka d. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Spelman.
8 Gambar 2.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Mawasangka
2. Visi Dan Misi Organisasi
Visi Misi UPTD PuskeksmasMawasangka sebagai beriukt:
a. Visi
Mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan menuju Kecamatan Mawasangka yang lebih maju dan sejahtera.
b. Misi
a ) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat.
b) Melakukan pelayanan kesehatan masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu.
c) Merumuskan kebijakan dan menetapkan manajemen untuk meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas.
d) Meningkatkan mutu pelayan kesehatan dan manfaatkan teknologi kesehatan yang tepat guna
3. Nilai Organisasi
adapun tata nilai puskesmas yaitu ”PONAMISI”
a. P adalah professional
9 b. O adalah optimis
c. N adalah niat tulus d. A adalah aktif e. M adalah mampu f. I adalah ikhlas
g. S adalah sopan santun h. I adalah inovatif
10 3. Struktur organisasi KEPALA UPTD PUSKESMAS
DARNI
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA SUB BAGIAN TATA USAHA
SIK/SP2TP UMUM DAN KEPEGAWAIAN
KEUANGAN RUMAH
TANGGA
PENANGGUNG JAWAB UKM ESENSIALDAN KEPERAWATAN
MASYARAKAT
PENANGGUNG JAWAB UKM PENGEMBANGAN
PENANGGUNG JAWAB UKP KEFARMASIAN DAN
LABOLATORIUM
PENANGGUNG JAWAB JARINGAN PUSKES DAN JEJARING
FASYANKES
PELAYANAN PROMKES TERMASUK UKS PELAYANAN KESEHATAN
LINGKUNGAN PELAYANAN KIA-KBBYANG
BERSIFAT UKM
PELAYANAN KESEHATAN JIWA
PELAYANAN KESEHATAN GIGI MASYARAKAT
PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KOMPLEMENTER
PELAYANAN PEMERIKSAAN UKM PELAYANAN KESEHATAN GIGI
DAN MULUT
PELAYANAN KESEHATAN KESKIA- KB YANG BERSIFAT UKP
PUSKESMAS PEMBANTU WASILOMATA II PUSKESMAS KELILING BIDAN DESA MAWASANGKA
PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
PELAYANAN GIZI YANG BERSIFAT UKM
PELAYANAN KESEHATAN OLAH RAGA
PELAYANAN KESEHATAN LANJUT USI
PELAYANAN KESEHATAN KERJA
PELAYANAN KESEHATAN PERSALINAN
PELAYANAN GAWAT DARURAT
PELAYANAN RAWAT INAP
PELAYANAN KEFARMASIAN
PELAYANAN LABOLATORIUM
BIDAN DESA WATOLO
BIDAN DESA MATARA
BIDAN DESA WASILOMATA I
BIDAN DESA WASILOMATA II
BIDAN DESA OENGKOLAKI
BIDAN DESA BALO BONE
BIDAN DESA BANGA
4. Tupoksi Organisasi
Tugas jabatan fungsional perawat sesuai Jenjang jabatan sebagaimana diuraikan dalam Pasal Permenpan RB Nomor 35 Tahun 2019.
5. Tupoksi penulis
Uraian tugas perawat terampil meliputi :
1) melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu;
2) melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan;
3) melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka melakukan upaya promotif;
4) memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/ pelindung fisik pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka upaya preventif;
5) memberikan oksigenasi sederhana;
6) memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/ bencana/ kritikal;
7) memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas risiko penularan infeksi;
8) melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medikal bedah;
9) melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak;
10) melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area maternitas;
11) melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas;
12) melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area jiwa;
13) melakukan tindakan terapi komplementer/holistik;
14) melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada tahap pre/ intra/post operasi;
15) memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan perawatan paliatif;
16) memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi kehilangan/berduka/ menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan;
17) melakukan perawatan luka; dan
18) melakukan dokumentasi tindakan keperawatan
6. Data sumber daya yang dimiliki OPD
Tabel 2.2
Jumlah Tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah Tahun 2021
No
. Tenaga kesehatan
Standar
Tenaga PNS CPNS NS PNS
Non Jumlah
1. Dokter spesialis - - - -
2. Dokter umum - 1 - - 1 2
3. Dokter gigi - 1 - - - 1
4. Perawat 12 3 - 18 33
5. Bidan 13 - - 21 34
6. Perawat Gigi 1 - - 1 2
7. Kesehatan Masyarakat - 2 5 7
8. Kesehatan Lingkungan - - - -
9. Tenaga Gizi (Nutrisionis dan Dietisien)
- 2 1 - 2 5
10. Tenaga Laboratorium - 1 - - 2 3
11.
Tenaga Teknik Biomedik
lainnya - - - -
12. Tenaga keterapian fisik - - - -
13. Tenaga keteknisan medis 2 - - - 2
14. Tehnik Kefarmasian - - - - 1 1
15. Apoteker - - 1 - 1 2
16. Tenaga penunjang kesehatan - - - - -
Total 35 6 0 52 92
B. Nilai-Nilai Dasar ASN dan Kedudukan Peran ASN
1. Nilai-nilai dasar ASN
Pelatihan dasar ini bertujuan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi), peran dan kedudukan ASN dalam NKRI (Manajemen ASN, Whole of Goverment dan Pelayan Publik) dalam menjalankan
kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara diunit organisasi masing-masing.
Indikator-indikator dan nilai-nilai dasar tersebut yaitu : a. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Seorang ASN mempunyai amanah yaitu menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai- nilai public sebagai berikut :
a) Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan.
b) Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis.
c) Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
d) Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan.
Seorang PNS harus memiliki sikap tanggung jawab dalam menjalankan setiap tugasnya. Bofens (dalam LAN RI, 2015:10) menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki fungsi utama yaitu: Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokratis), untuk mencegah korupsi dan penyalahuntukan kekuasaan (peran konstitusional) dan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).
Menurut Widita (2015) dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang perlu diperhatikan diperhatikan, antara lain:
1) Kepemimpinn
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan lingkungannya.
2) Transparasi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instan
3) Integritas
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai- nilai luhur dan keyakinan
4) Tanggung Jawab
Kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
5) Keadilan
Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
6) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
7) Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
8) Kejelasan
Pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan.
9) Konsistensi
Sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.
Pengertian Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, tanpa menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sedang dalam arti luas yaitu nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara dan menghormati bangsa lainnya. Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap ASN.Nilai-nilai yang berorientasi pada kepentingan publik menjadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN.
Pegawai ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila
dalam Pancasila agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaannya. (Widita, 2015).
Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam menjadi pelayan publik yang profesional. ASN adalah aparat pelaksana yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Sebagai pelayan publik seorang ASN dituntut menjadi profesional untuk menciptakan pelayanan yang prima.
Selain profesional dan melayani, ASN juga dituntut harus memiliki integritas tinggi yang merupakan bagian dari kode etik dan kode etika perilaku yang telah diatur dalam Undang-Undang ASN. Etika-etika dalam kode etik tersebut harus diarahkan pada pilihan-pilihan yang benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
3. Etika Publik
Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas untuk menjamin adanya perlindungan hak-hak individu, mencakup cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nila-nilai yang dianut, Catalano, 1991 (dalam Widita, 2015).
Etika adalah tujuan hidup yang baik bersama dan untuk orang lain di dalam institusi yang adil (LAN, 2015:8). Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN, 2015:6). Kode etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut pandangnya
hanya ditujukan pada hal- hal prinsip dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis (LAN, 2015:9). Kode etik profesi. dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok professional tertentu.
Berdasarkan undang-undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai berikut:
a) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
b) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
c) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
d) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
e) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan.
f) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan Negara.
g) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien.
h) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
i) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
j) Tidak menyalahuntukkan informasi intern negara, tugas, status,
kekuasaan dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain.
k) Memegang teguh nilai dasar ASN dan menjaga reputasi dan integritas ASN l) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN
4. Komiten mutu
LAN RI (2015: 9) menjelaskan bahwa karakteristik utama yang dapat dijadikan dasar untuk mengukur tingkat efektivitas adalah ketercapaian target yang telah direncanakan, baik dilihat dari capaian jumlah maupun mutu hasil kerja, sehingga dapat memberi kepuasan, sedangkan tingkat efisiensi diukur dari penghematan biaya, waktu, tenaga, dan pikiran dalam menyeleaikan. kegiatan. Ada empat indicator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Efektif
Efektif adalah berhasil untuk, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
b. Efisien
Efisien adalah berdaya untuk, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realiasi penguntukan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya, penyalahuntukan alokasi, penyimpangan prosedur dan mekanisme yang ke luar alur.
c. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
d. Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja. Mutu menjadi salah satu alat
vital untuk mempertahankan keberlanjutan organisasi dan menjaga kredibilitas institusi.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli maka dapat disimpulkan bahwa mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dan bahkan melampaui harapannya. Manajemen mutu harus dilaksanakan secara terintegrasi, dengan melibatkan seluruh komponen organisasi, untuk senantiasa melakukan perbaikan mutu agar dapat memuaskan pelanggan. Bill Creech (dalam LAN,
2015) memperkenalkan lima pilar dalam manajemen mutu terpadu yaitu produk, proses, organisasi, pemimpin dan komitmen.
5. Anti Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa latin yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, karena dampaknya yang luar biasa, menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas (Widita, 2015). Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai- nilai dasar anti korupsi yang harus diperhatikan yaitu :
a. Jujur
Seseorang dituntut untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk berbuat curang.
b. Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama.
c. Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki seseorang mengoptimalkan daya pikirnya untuk bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai keuntungan sesaat.
d. Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang. Ketekunan dan konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya.
Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi pegangan utama dalam bekerja. Seseorang yang mempunyai pegangan kuat terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara yang mudah.
e. Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik akan menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggung jawabkan sepenuhnya kepada TuhanYang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
f. Kerja keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas. Hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar besarnya. Ia mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-baiknya.
g. Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang yang menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan. Ia tidak tergoda untuk hidup dalam gelimang kemewahan. Kekayaan utama yang menjadi modal kehidupannya adalah ilmu pengetahuan.
h. Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan. Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun semua teman- teman sejawatnya melakukan perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya.
i. Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia sudah upayakan. Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan dankemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya. Kesadaran anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan
6. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan zaman. Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri dari (a) Pegawai Negeri Sipil (PNS), (b) Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK), (c) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengarugh dan intervensi semua golongan dan partai politik.
Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN yang akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak.
PNS berhak memperoleh Gaji, tunjangan dan fasilitas, Cuti, Jaminan pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan, dan pengembangan kompetensi.
Kewajiban pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah 1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah yang sah; 2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; 3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang; 4) Menaati ketentuan peraturan perundang- undangan; 5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran dan tanggung jawab; 6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan; 7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode prilaku.
Kode etik dan kode prilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dankehormatan ASN. Kode etik dan kode prilakuyang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah.
7. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan kewajiban ASN sebagai abdi masyarakat.
Terdapat 7 sikap pelayanan prima, yakni : a) Passionate (bersemangat)
b) Progressive (memakain cara terbaik) c) Proaktive (antisipatif, tidak menunggu) d) Promth (positif, tanpa curiga)
e) Patience (sabar)
f) Proporsional (tidak mengada-ada) g) Functional (tepat waktu)
8. Whole of Government
WOG merupakan suatu upaya dalam sistem pemerintahan yang bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.WOG juga memiliki pemahaman yakni suatu pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya- upaya kolaboratif pemerintah dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup yang lebih luas di pemerintahan.Oleh karenanyaWoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. Nilai-nilai dasar Whole of Government yang harus dimiliki seorang Aparatur Sipil Negara yaitu:
a. Koordinasi
Kompleksitas lembaga membutuhkan koordinasi yang efektif dan efisien antar lembaga dalam menjalankan kegiatan kelembagaan.
b. Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembauran sebuah sistem antar lembaga sehingga menjadi kesatuan yang utuh
c. Sinkronisasi
Sinkronisasi merupakan penyelarasan semua kegiatan/data yang berasal dari berbagai sumber, dengan menyingkronkan seluruh sumber tersebut.
d. Simplifikasi
Simplikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu baik terkait data/proses di suatu lembaga untuk mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya.
9. SOP
SOP adalah alat untuk pelaksanaan serah terima perawat. Berdasarkan pada pendekatan kepada pasien dalam pemberian asuhan keperawatan, serah terima adalah salah satu aktifitas perawat untuk meneruskan pelayanan kepada pasien.
Fungsi SOP adalah sebagai pedoman kerja, sebagai dasar hukum, sebagai informasi hambatan kerja dan tolak ukur kedisiplinan. Berikut penjabaran selengkapnya :
a. Sebagai Pedoman Kerja
Fungsi utama SOP adalah sebagai pedoman untuk memudahkan pelaksanaan kerja. SOP yang berisi tahapan dan urutan suatu pekerjaan akan menuntun para pegawai dalam menyelesaikan tugasnya.
b. Sebagai Dasar Hukum
Hal-hal yang terjadi di luar standar operasional prosedur akan dinilai sebagai suatu kesalahan atau pelanggaran. Sebaliknya, jika terdapat suatu kesalahan padahal pegawai sudah melakukan pekerjaan sesuai sop maka itu akan menjadi pertimbangan hukum tertentu yang meringankan.
c. Sebagai Informasi Hambatan Kerja
SOP tidak hanya berisi tentang prosedur kerja, tapi juga soal kemungkinan hambatan dan kendala yang bisa saja dihadapi oleh para pegawai. Informasi seperti ini sangat penting sehingga pegawai dan perusahaan bisa menentukan langkah preventif yang harus dilakukan.
C. Penetapan Isu dan Dampaknya 1. Identifikasi dan Penetapan Isu
Memperhatikan kondisi yang terjadi dalam pelaksanaan Tugas dan fungsi dalam rangka mengimplementasikan peran dan kedudukan ASN selaku pelayan publik maka teridentifikasi isu-isu seperti pada Tabel berikut.
Tabel 2.3
Identifkasi isu terkait
No Tugas
Pokok Sumber Isu Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan
Identifikasi Isu 1 Melakukan
Dokumentasi Tindakan Keperawatan
Pelayanan Publik
Tidak terdokemtasinya tindakan keperawatan dengan baik dalam mengisi lembar status pasien di ruang Rawat Inap puskesmas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah
Terlaksananya pendokumentasi an asuhan keperawatan di ruang Rawat Inap
Kurangnya pendokument asian
tindakan keperawatan di ruang Rawat Inap puskesmas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah 2 Mengajarkan
perilaku hidup bersih dan sehat pada individu.
Pelay nan Publik
Kurangnya kesadaran petugas dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di Puskesmas Mawasangka
Petugas sadar tentang 5 moment cuci tangan
Kurangnya kesadaran petugas dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat 3 Melaksanakan
Fungsi Pengarahan Pelaksanaan Pelayanan
Pelayan an Publik
Kurangnya pasien tentang system rujukan dan rujuk balik pasien BPJS karena kurangnya sosialisasi dari petugas kesehatan maupun pihak BPJS
Pasien dapat memahami tentang system sitem rujukan dan rujuk balik pasien BPJS
Kurangnya pemahaman pasien tentang alur system rujukan BPJS
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Gagasan kreatif sebagai pemecah isu a. Pemilihan Isu
Tehnik analisis yang diuntukkan untuk memprioritaskan isu yang akan ditindak lanjuti yaitu metode analisa APKL. Dengan cara menentukan tingkat Aktualitas, Problematik, Kekhalayakan dan Layak-nya, selanjutnya menentukan skala nilai 1-5. Isu yang memiliki total skor tertinggi setelah perankingan merupakan isu prioritas. Tehnik analisis yang diuntukkan untuk memprioritaskan isu yang akan ditindaklanjuti yaitu metode analisa APKL.
Dengan cara menentukan tingkat Aktualitas, Problematik, Kekhalayakan dan Layak-nya, selanjutnya menentukan skala nilai 1-5. Isu yang memiliki total skor tertinggi setelah perankingan merupakan isu prioritas.
Angka 5 : Sangat kuat pengaruhnya Angka 4 : Kuat pengaruhnya
Angka 3 : Cukup pengaruhnya Angka 2 : Kurang Pengaruhnya
Angka 1 : sangat kurang pengaruhnya Keterangan :
A : Aktual (Sedang terjadi/dalamproses kejadian) P : Problematik (Masalah mendesak untuk dipecahkan) K : Kekhalayakan (Menyangkut hidup orang banyak) L : Layak (Logis, Pantas, Realitas, dan dapat di bahas)
b. Isu prioritas atau Isu terpilih
Tabel 3.1 Analisis APKL
NO ISU TERIDENTIFIKASI
KRITERIA
SKOR TOTAL RANKING A P K L
1
Kurangnya pendokumentasian tindakan keperawatan di ruang Rawat Inap puskesmas Mawasangka Kabupaten Buton Tengah
5 4 4 4 17 1
2
Kurangnya kesadaran petugas dalam menerapkan perilaku hidup bersih
dan sehat 5 3 4 4 16 2
3
Kurangnya pemahaman pasien tentang alur system rujukan BPJS
5 4 3 3 15 3
Keterangan :
Angka 5 : Sangat kuat pengaruhnya Angka 4 : Kuat pengaruhnya
Angka 3 : Cukup pengaruhnya Angka 2 : Kurang Pengaruhnya
Angka 1 : sangat kurang pengaruhnya
Berdasarkan masalah diatas penulis mengakat isu “Kurangnya pendokumentasian tindakan keperawatan pada puskesmas Mawasangka kecamatan mawasangka Kabupaten Buton Tengah.
c. Analisis dampak isu
Kurangnya pendokumentasian tindakan keperawatan
Menurunya mutu pelayanan
Terjadinya kesalahan dalam pendokumentasian
tindakan keperawatan
Tidak bisa dijadikan bukti yang sah dimata
hukum
Sosialisasi dengan teman sejawat (perawat)
Membuat SOP pendokumentasian tindakan
keperawatan
d. Gagasan kreatif
a. Melakukan konsultasi kepada pimpinan b. Melakukan sosialisasi kepada KTU
c. Melakukan pendataan rekam medis sebelum kegiatan aktualisasi d. Membuat SOP pendokumentasian tindakan keperawatan e. Melakukan Sosialisasi tentang pendomentasian keperawatan f. Melakukan evaluasi
e. Gagasan dan Pemecahan Isu
Dibawah ini adalah rancangan aktualisasi berdasarkan isu yang diangkat, gagasan pemecahan dan tujuan dari gagasan pemecahan isu yang dipilih berdasarkan prioritas masalah yang ada di Puskesmas. Berikut rinciannya :
1. Unit Kerja : UPTD Puskesmas Mawasangka
2. Isu yang di Angkat : kurangnya pendokumentasian tindakan keperawatan
3. Gagasan pemecah isu : optimalisasi pendokumentasian tindakan keperawatan melalui SOP
4. Tujuan gagasan : Optimalisasi pendokumentasian tindakan
Keperawatan melalui SOP Pada puskesmas Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah
f. Perkiraan Hambatan Dan Solusi
Tabel 3.2
Hambatan Dan Solusi Dalam Kegiatan
NO Kegiatan Antisipasi Kendala
Strategi Menghadapi
kendala 1 Melaksanakan pertemuan dengan
kepala puskesmas / mentor terkait rancangan aktualisasi
Pimpinanan/ mentor tidak berada di tempat saat akan melapor
Membuat janji dengan pimpinan / mentor terkait waktu dan kesiapan untuk melakukan petemuan
2 Melakukan sosialisasi kepala KTU Kepala KTU tidak berada di tempat
Membuat janji dengan Kepala KTU terkait waktu dan kesiapan untuk melakukan sosialisasi 3 Melakukan pendataan rekam medis
sebelum aktualisasi
Buku rekam medis pasien tidak tersusun sesuai nomor
Meminta dan membantu pihak rekam medic
4 Membuat SOP pendokumentasian tindakan keperawatan
Penomoran SOP dan SK yang tidak teratur
Konsultasi dengan KTU
5 Melakukan Sosialisasi tentang pendomentasian keperawatan sesuai SOP yang telah dibuat
Teman sejawat (perawat) tidak berada di tempat
Membuat surat undangan terkait waktu dan kesiapan melakukan
sosialisasi 6 Melakukan evaluasi Buku rekam medis
pasien tidak tersusun sesuai nomor dan tertumpuk
Meminta dan membantu pihak rekam medik mengumpulkan dan menyusun rekam medic
B. Deskriptif /Penjelasan Kegiatan
Tabel 3.3
Analisis Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan
No Kegiatan Tahapan
kegiatan Output/hasil Keterkaitan subtansi mata pelatihan
Kontribusi terhadap visi dan misi organisasi
Penguatan nilai organisasi 1 Melapor kepada
kepala puskesmas terkait rancangan aktualisasi yang akan
dilaksanakan
Melakukan konsultasi kepada kepala puskesmas
Terlaksanany a konsultasi kepada kepala puskesmas
Akuntabilitas
Dalam berkonsultasi dengan pimpinan Menunjukan sikap bertanggung jawab terhadap rencana aktualisasi
Nasionalisme
Dalam menyiapkan bahan konsultasi dilakukan dilakukan dengan penuh semangat
Etika publik
Dalam Melakukan Tahapan Konsultasi, saya akan bersikap sopan, santun, dan ramah kepada Kepala Puskesmas.
Komitmen mutu
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Melaksana kan tugas dan tanggung jawab dengan tepat
Dalam Melakukan Tahapan Konsultasi, saya akan memberikan konsep yang berorientasi mutu dan berinovasi.
Anti korupsi
Dalam Melakukan Tahapan Konsultasi, saya telah bertanggung jawab pada rancangan yang telah dibuat.
Meminta arahan kepala puskesmas terkait rancangan aktualisasi yang akan di
laksanakan
Mencatat arahan kepala puskesmas
Akuntabilitas
Mencatat semua arahan dan masukan dari pimpinan dengan penuh tanggung guna tercapainya kegiatan aktualisasi
Nasionalisme
Dalam meminta bimbingan dan arahan dilakukan oleh penulis dengan penuh penghormatan kepada atasan
Etika publik
Dalam meminta bimbingan dan
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Sikap merendah hati dan ramah
arahan telah dilakukan dengan tulus dan penuh sopan santun
Komitmen mutu
Dalam mendengarkan pengarahan dan bimbingan, penulis
melaksanakannya dengan teliti dan cermat serta mengunakan waktu secara efisien dalam mencatat arahan pimpinan.
Anti korupsi
Dilakukan dengan jujur sesuai dengan bimbingan dan arahan yang telah disampaikan
Meminta surat persetujuan terkait pelaksanaan aktualisasi
Tersedianya surat
persetujuan terkait
pelaksanaan aktualisasi
Akuntabilitas
Meminta surat persetujuan dengan bertanggung jawab penuh
Nasionalisme
Meminta surat persetujuan pelaksanaan kegiatan dengan baik
Etika publik
Meminta surat persetujuan pelaksanaan kegiatan dengan surat dengan sopan
Komitmen mutu
dengan Adanya persetujuan dukungan pelaksanaan kegiatan aktualisasi menunjukkan bahwa penulis memperhatikan mutu, kualitas dan sesuai dengan prosedur.
Anti korupsi
Meminta surat persetujuan pelaksanaan kegiatan dengan jujur
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Melaksanak an sesuai SOP
2 Melakukan Koordinasi dengan Kepala
Menyiapaka n bahan
Tersediaanya bahan
Akuntabilitas
Dalam berkoordinasi dengan
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Melaksanak an tugas dan tanggung
KTU koordinasi koordinasi kepala KTU, saya akan menujukan sikap bertanggung jawab terhadap rencana aktualisasi
Nasionalisme
Dalam menyiapkan bahan Koordinasi dilakukan dilakukan dengan penuh semangat
Etika publik
Dalam menyiapkan bahan
Koordinasi, saya akan bersikap sopan, santun, dan ramah
Komitmen mutu Dalam Menyiapkan bahan koordinasi , saya akan memberikan konsep yang berorientasi mutu dan berinovasi.
Anti korupsi
Dalam Menyiapkan bahan koordinasi , saya akan bertanggung jawab pada rancangan yang telah dibuat
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
jawab dengan tepat
Memberika n penjelasan kepada KTU tentang kegiatan yang akan dilakasanak an
Tersampaikan ya penjelasan kepada KTU tentang kegiatan yang akan
dilaksanakan
Akuntabilitas
Dalam memberikan penjelasan kepada KTU saya akan
bertanggung jawab penuh
Nasionalisme
Dalam memberikan penjelasan kepada KTU saya akan
menggunakan bahasa yg baik
Etika publik
Dalam memberikan penjelasan kepada KTU saya akan
menyapaikan dengan sopan dan santun
Komitmen mutu
Dalam memberikan penjelasan kepada KTU saya akan mmeperhatikan mutu, kualitas dan sesuai prosedur
Anti korupsi
Dalam memberikan penjelasan
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
kepada KTU saya akan menyampaikan secara jujur
Meminta surat dukungan KTU tentang kegiatan yang akan dilaksanaka n
Adanya pernyataan dukungan kepala KTU tentang kegiatan yang akan
dilaksnakan
Akuntabilitas
Meminta surat dukungan dengan bertanggung jawab penuh
Nasionalisme
Meminta surat dukungan pelaksanaan kegiatan dengan baik
Etika publik
Meminta surat dukungan pelaksanaan kegiatan dengan surat dengan sopan
Komitmen mutu
dengan Adanya dukungan dukungan pelaksanaan kegiatan aktualisasi menunjukkan bahwa penulis memperhatikan mutu, kualitas dan sesuai dengan prosedur.
Anti korupsi
Meminta surat dukungan
pelaksanaan kegiatan dengan jujur
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
3 Melakukan pendataan rekam medis pasien sebelum aktualisasi
Menyiapaka n format pendataan rekam medis pasien
Tersedianya format pendataan rekam medis pasien
Akuntabilitas
Dalam menyiapkan format pendataan rekam medis pasien kosisten dengan data status pasien
Nasionalisme
Dalam membuat format pendataan rekam medis pasien mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Etika publik
Dalam melakukan tahapan pembuatan format pendataan rekam medis pasien, saya memeilih onsep yang baik dan sopan
Komitmen mutu
Dalam melakukan tahapan pembuatan format pendataan rekam medis pasien, saya akan memberikan konsep yang
berorientasi mutu dan berinovasi
Anti korupsi
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Tulus bekerja dengan giat dan
sungguh- sungguh
Dalam melakukan tahapan pembuatan format pendataan rekam medis pasien saya akan bertanggung jawab dengan data yang dikumpulkan
Menemui Kepala KTU
Bertemu dengan kepala KTU, membahas format pendataan
Akuntabilitas
Dalam menemui kepala KTU menujukan sikap dan tanggung jawab
Nasionalisme
Dalam menemui kepala KTU dilakukan dengan penuh semangat
Etika publik
Dalam menemui kepala KTU menyampaikan maksud dan tujuan sacara sopan dan santun
Komitmen mutu
Dalam menemui kapala KTU dilakukan dengan efektif dan efisien
Anti korupsi
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Tulus bekerja dengan dengan giat dan
sungguh- sungguh
Dalam menemui kepala KTU Menyapaikan dengan jujur Isi data
rekam medis pasien sesuai kondisi saat ini
Tersedianya data rekam medis pasien sesuai kondisi saat ini
Akuntabilitas
Dalam melakukan pengumpulan data pasien direkam medis, harus konsisten pada status pasien
Nasionalisme
Dalam mengumpulkan data pasien, dilakukan kerja sama dengan petugas rekam medik
Etika publik
Dalam mengumpulkan data
senantiasa sopan dansantun dengan petugas rekam medik
Komitmen mutu
Dalam mengunpulkan data, harus menjaga kerahasiaan status pasien
Anti korupsi
Dalam mengumpulkan data, harus bertanggung jawab terhadap data yang dibuat
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Tulus bekerja dengan giat dan
sungguh- sungguh
4 Membuat SOP pendokumentasi an tindakan keperawatan
Mendesain SOP yang akan dibuat
Tersedianya desain SOP yang akan dibuat
Akuntabilitas
Dalam mendesain SOP saya akan membuat yang mudah dipahami
Nasionalisme
Dalam mendesain SOP saya akan menggunakan bahasa yang baik
Etika publik
Dalam mendesain SOP saya memilih desain yang baik dan sopan
Komitmen mutu
Dalam mendesain SOP saya akan berorientasi pada mutu dan
berinovasi
Anti korupsi
Dalam mendesain SOP saya akan Bertanggung jawab
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Tulus bekerja dengan giat dan
sungguh- sungguh
Menyiapaka n/mencari bahan pembuatan SOP
Tersedianya bahan pembuatan SOP
Akuntabilitas
Dalam mencari bahan SOP saya akan membuat bahan yang mudah dipahami
Nasionalisme
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan
Dalam mencari bahan SOP saya akan memilih bahan yang mudah dipahami
Etika publik
Dalam mencari bahan SOP saya akan memilih konsep yang baik dan sopan
Komitmen mutu
Dalam mencari bahan SOP saya akan memberikan konsep yang berorientasi pada mutu
Anti korupsi
Dalam mencari bahan SOP saya akan bertangung jawab dengan bahan yang saya cari
kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Meminta persetujuan pimpinan tentang SOP yang telah dibuat
Mendapatkan persetujuan penggunaan SOP
Akuntabilitas
Penulis mendapat persetujuan pimpinan untuk menerapkan SOP yang telah di buat dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
Nasionalisme
Dengan menerapkan prinsip kerja
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan
Tulus bekerja dengan giat dan
sungguh- sungguh
sama yang baik dalam melakukan persetujuan dengan pimpinan
Etika publik
Sopan dan terbuka pada pimpinan saat meminta persetujuan
penggunaan SOP
Komitmen mutu
Efektif dalam melakukan persetujuan
Anti korupsi
Menujukan SOP yang telah selesai dibuat sehinggah dapat
dipertanggung jawabkan
bermutu
5 Melakukan sosialisasi tentang SOP pendokumentasi an tindakan keperawatan kepada teman sejawa
(perawat)
Membuat surat undangan dan daftar hadir
Tersedianya surat
undangan dan daftar hadir
Akuntabilitas
Dalam membuat surat undangan dan datar hadir, penulis telah melakukan dengan jelas dan tanggung jawab
Nasionalisme
Dalam menulis undangan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan bermutu
Tulus bekerja dengan giat dan
sungguh- sungguh
Etika publik
Dalam tahapan ini penuis surat undangan, dafftar hadir dan sosialisasi dengan cermat
Komitmen mutu
Penulis menyusun surat sesuai dengan prosedur penulisan surat yang benar
Anti korupsi
Materi yang disiapkan sesuai dengan kegiatan yang dilaksnakan merupakan bentuk kejujuran penulis
Menyebarka n undangan kepeserta kegiatan
Tersebarnya undangan kepada masing masing perawat
Akuntabilitas
Penulis menyebarkan undangan kepada masing masing peserta dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab dan jelas tujuannya
Nasionalisme
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang paripurna, merata dan
Tulus bekerja dengan giat dan
sungguh- sungguh
Undangan disebarkan dengan amanah dan tepat waktu sebelum pelaksanaan kegaiatan
Etika publik
tetap menjaga etika dengan menggunakan bahasa yang sopan saat penulis menyerahkan undangan
Komitmen mutu
Isi undangan jelas sesuai dengan apa yang akan dilakukan
Anti korupsi
Menyebar undangan ke peserta sesuai denga jumlah peserta
bermutu
Sosialisasi penerapan SOP dokumentas i
keperawata n
Terlaksanany a kegiatan sosialisasi SOP
pendokument asian asuhan keperawatan
Akuntabilitas
Kegiatan sosialisasi
dilaksanakan dengan Penuh tanggung jawab,menyampaikan
materi sosialisasi dengan jujur dan benar
Kegiatan ini
mendukung misi UPTD Puskesmas
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, yakni :
Melakukan pelayanan kesehatan
masyarakat yang
Melaksanak an sesuai dengan SOP