1 LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI AKTIVITAS MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 18 BUTON
Oleh :
LUTHFIANA SARI, S.Pd NIP. 19940825 201903 2 020
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LIX TAHUN 2020
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
2 KENDARI
2020
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI AKTIVITAS MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 18 BUTON
Oleh :
LUTHFIANA SARI, S.Pd NIP. 19940825 201903 2 020
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LIX TAHUN 2020
PEMERINTAH KABUPATEN KONAWE SELATAN BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
3 PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI 2020
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Jalan Chairil Anwar No. 8 A Puwatu Tlp. 3124061 Fax. 3125905
LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI AKTIVITAS MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 18 BUTON
Oleh :
LUTHFIANA SARI, S.Pd NIP. 19940825 201903 2 020
Telah disetujui untuk diseminarkan tanggal 16 Juni 2020, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara
Coach
Gafaruddin, SE., M.Si NIP. 19620402 199203 1 009
Mentor
La Iranti, S.Pd
NIP. 19671231 199002 1 017
4
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Jalan Chairil Anwar No. 8 A Puwatu Tlp. 3124061 Fax. 3125905
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS
OPTIMALISASI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI AKTIVITAS MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN MIND MAPPING PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 18 BUTON
Oleh :
LUTHFIANA SARI, S.Pd NIP. 19940825 201903 2 020
Telah diterima dan diperbaiki sesuai saran Penguji, Coach, dan Mentor
pada Seminar Evaluasi Pelaksanaan Aktualisasi yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2020 Kendari, 16 Juni 2020 Penguji
Dr. Andi Makkawaru Isa Zarny Jassin ST., M.Si NIP.19721220 200112 1 002
Coach
Gafaruddin, SE., M.Si NIP. 19620402 199203 1 009
Mentor
La Iranti, S.Pd NIP. 19671231 199002 1 017
Mengetahui :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA,
Dr. Hj. Nur Endang Abbas, SE., M.Si Pembina Utama Madya, Gol. IV/d
NIP. 19620407 198103 2 002
5
6 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Kedudukan dan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting dalam penyelenggaraan sebuah Negara. Berbagai macam profesi Aparatur Sipil Negara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan sistem pemerintahan yang baik dan bersih. Berhasilnya pelaksanaan pembangunan dapat dipengaruhi oleh semangat, tekad, sikap mental, kedisiplinan, dan kreativitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara adil, merata, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan bangsa Indonesia.
Selama ini birokrasi di Indonesia masih dihadapkan kepada permasalahan- permasalahan terutama pelayanan kepada masyarakat yang kurang baik. Hal itu bertentangan dengan UU No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Berdasarkan UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dijelaskan bahwa salah satu fungsi ASN adalah sebagai Pelayan Publik. Aparatur Sipil Negara harus mampu membuktikan diri sebagai Pelayan Publik di instansinya. Salah satu Aparatur Sipil Negara adalah Pegawai Negeri Sipil yang berprofesi sebagai guru. Guru yang berstatus PNS adalah pelayan publik yang melayani peserta didiknya di bidang pendidikan dan harus menjunjung tinggi asas profesionalisme.
Profesionalisme guru dapat diwujudkan melalui perilaku yang kompeten, bertanggung jawab, jujur, menjaga komitmen mutu, dan loyal terhadap pekerjaannya dan memiliki karakter. Pekerjaan seorang guru sangat erat kaitannya dengan kegiatan mendidik dan mengajar. Mendidik dan mengajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Guru harus mempunyai keahlian khusus untuk memecahkan problematika mengajar terutama yang terdapat di instansinya untuk mewujudkan tujuan pendidikan yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 3).
Guru sebagai salah satu Aparatur Sipil Negara seharusnya juga dapat membentuk
karakter dari dalam dirinya sendiri untuk menjadi ASN yang berkompeten, profesional ,
berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi yang embannya. Untuk
7 itulah, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesional seperti tersebut di atas adalah Pelatihan Dasar CPNS. Latsar ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS. Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peserta selama menjalankan tugas di SMP Negeri 18 Buton terdapat beberapa permasalahan terkait dengan minat belajar peserta didik disebabkan pada ada sekitar 20 orang dari 28 peserta didik memiliki minat belajar yang rendah pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan. Kurangnya pengetahuan peserta didik terhadap materi pembelajaran, terlihat dalam menjawab atau mengerjakan soal peserta didik masih terlihat kesulitan. Kurang bervariasinya metode pembelajaran yang digunakan guru masih monoton dan berpusat pada guru/teacher center. Kurangnya fasilitas modul pembelajaran, didalam proses pembelajaran, Tidak adanya media pembelajaran bervariasi yang digunakan guru, dari permasalahan yang ada, penulis akan membahas lebih lanjut dalam aktualisasi ini, dengan mengambil judul “Optimalisasi minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui model pembelajaran Mind Mapping pada kelas VII di SMP Negeri 18 Buton”.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Terlaksananya penerapan aktualisasi dan habituasi ASN yang meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA) dalam rangka mewujudkan ASN yang profesional.
2. Tujuan khusus
Terwujudnya 12 peserta didik yang mengalami peningkatan dalam minat belajar mata pelajaran IPS terutama pada materi Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan.
C. Manfaat
a. Manfaat untuk penulis
Penerapan nilai-nilai ANEKA sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)
8 1. Menjadi pengalaman belajar bagi ASN untuk mengembangkan tanggung
jawab penuhnya sebagai Abdi Negara dan pelayan masyarakat.
2. Menjadi ASN yang dapat merubah mindset didalam dirinya untuk menjadi lebih profesional, berkomitmen, beretika, dan berintegritas.
3. Menjadi tenaga fungsional yang mampu menjalankan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan, pelayanan publik, dan perekat pemersatu bangsa yang memiliki integritas dan professional.
b. Manfaat untuk lembaga
Meningkatkan prosefionalisme guru dan menerapkan visi misi sekolah dalam proses pembelajaran
c. Manfaat untuk Masyarakat
Sebagai bahan refferensi untuk mengetahui bahwa menjadi ASN yang profesional harus memiliki nilai-nilai ANEKA, dan mengetahui bahwa pentingnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran di sekolah.
D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi
Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini, penulis membatasi ruang lingkup agar tidak meluas, adapun ruang lingkup penulisan ini sebagai berikut:
1. Pelaksanaan kegiatan dibatasi pada internalisasi nilai-nilai dasar ASN yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA), Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole Of Goverment terhadap isu yang ditetapkan yakni rendahnya minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memnuhi kebutuhan melalui model pembelajaran Mind Mapping pada kelas VII di SMP Negeri 18 Buton
E. Tempat dan Waktu
1. Kegiatan ini dilaksanakan pada unit kerja penulis di SMPN 18 Buton, Kel.
Kombeli, Kec. Pasarwajo, Kab. Buton.
2. Kegiatan aktualisasi ini akan dilaksanakan dari tanggal 13 Maret 2020 sampai
dengan 18 April 2020
9 BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI, KONSEP NILAI-NILAI DASAR DAN KEDUDUKAN PERAN ASN DAN PENETAPAN ISU
A. Deskripsi Organisasi Tabel 2.1 Profil SMPN 18 Buton
1. Identitas Sekolah
1 Nama Sekolah : SMP NEGERI 18 BUTON
2 NPSN : 40404264
3 Jenjang Pendidikan : SMP 4 Status Sekolah : Negeri 5 Alamat Sekolah : Kombeli
RT / RW : 0 / 0
Kode Pos : 93754
Kelurahan : Kel. Kombeli
Kecamatan : Kec. Pasar Wajo
Kabupaten/Kota : Kab. Buton
Provinsi : Prov. Sulawesi Tenggara
Negara : Indonesia
6 Posisi Geografis : 5º31’41”S Lintang
122º50’30”E Bujur
2. Data Pelengkap
7 SK Pendirian Sekolah : 592 tahun 2007 8 Tanggal SK Pendirian : 2007-08-31
9 Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah 10 SK Izin Operasional : -
11 Tgl SK Izin Operasional : 1910-01-01
12
Kebutuhan Khusus
Dilayani : Tidak ada
13 Nomor Rekening : 10601050005193
14 Nama Bank : BPD Sultra
15 Cabang KCP/Unit : Pasar Wajo
10 16 Rekening Atas Nama : SMPN 18 BUTON
17 MBS : Ya
18 Luas Tanah Milik (m2) : 4,962 m
219
Luas Tanah Bukan Milik
(m2) : 0
20 Nama Wajib Pajak : SMP Negeri 5 Pasarwajo
21 NPWP : 7908965816000
3. Kontak Sekolah
22 Nomor Telepon :
23 Nomor Fax :
24 Email : [email protected]
25 Website :
4. Data Periodik
26 Waktu Penyelenggaraan : Pagi
27 Bersedia Menerima Bos? : Bersedia Menerima 28 Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat
29 Sumber Listrik : PLN
30 Daya Listrik (watt) : 5.000 31 Akses Internet : Ada 32 Akses Internet Alternatif : 5. Data Lainnya
33 Kepala Sekolah : La Ode Yunus Hazilu 34 Operator Pendataan : Gupran
35 Akreditasi : B
36 Kurikulum : KURIKULUM 2013
11 B. Struktur Organisasi
1. Struktur Organisasi
Gambar 2.1 Skema struktur organisasi SMPN 18 Buton
STRUKTUR ORGANISASI SMPN 18 BUTON TAHUN AJARAN 2019/2020
KETUA KOMITE LA HARANI
KEPALA SEKOLAH DRS. LA ODE YUNUS HAZILU
KOORDINATOR T. U ANDI SARI BULAN,A.Md.Com
WK. KURIKULUM
LA IRANTI, S.Pd
WK. KEPESERTA DIDIKAN
LA ADJI
WK. HUMAS JAMYADIN, S.Pd
WK. SARANA DAN PRASARANA LA KELO
KOORD. PERPUSTAKAAN LA HERU,S.Pd
KOORD. LAB. KOMPUTER SUHARLENI,S.Pd
KOORD. LAB. IPA HADIJAH,S.Pd
KOORD. BP/BK SUHARNI, S.Pd
PESERTA DIDIK OSIS
WALI KELAS DEWAN GURU
19 2. Visi, Misi Organisasi
a. Visi
1) Unggul mutu yang berpijak pada iman dan takwa sehingga melahirkan generasi pelajar yang santun cerdas terampil dan mandiri 2) menyelenggarakan proses pembelajaran dan pembinaan secara intensif, efektif, efisien menyenangkan dan bermakna
b. Misi
1) Mendorong dan membantu setiap peserta didik untuk mengenali potensi dirinya, lingkungan dan mengembangkan secara optimal untuk masa depan
2) Menggalakkan penghayatan dan pengamatan nilai-nilai ajaran agama serta budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam berbuat dan bersikap
c. Tujuan
1) Mengembangkan budaya sekolah yang religius melalui kegiatan keagamaan 2) Semua kelas melakukan pendekatan pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran 3) Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas
4) Menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas 5) Menyelenggrakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan 6) Menjalin kerjasama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah 7) Memanfaatkan dan memelihara fasilitas sekolah
3. Tugas Pokok dan Fungsi Guru
Tugas guru dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20 Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta pasal 52 Peraturan Pemerinttah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru, yakni:
1. Merencanakan pembelajaran;
20 2. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu;
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
4. Membimbing dan melatih peserta didik;
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
6. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; dan
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan.
Secara lebih rinci, tugas guru dijelaskan dalam Permendiknas No 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya:
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya;
7. Menganalisis hasil penialaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/ perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penialaian dan evaluasi;
9. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus guru kelas)
10. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional;
11. Membimbing guru pemula dalam program induksi;
12. Membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakulikuler proses pembelajaran;
13. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; dan
21 14. Melakukan presentasi ilmiah.
4. Jabatan Peserta
Jabatan peserta di unit kerja SMPN 18 Buton saat ini adalah sebagai Guru IPS Ahli Pertama.
3.1.1 Uraian Tugas Secara Umum:
Sebagai guru di SMPN 18 Buton bertugas untuk:
1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
3. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
4. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran;
5. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
6. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
5. Tugas Lain
Selain diberikan tugas sebagai pengajar/ guru, juga melaksanakan tugas lain sesuai perintah atasan atau tugas lain dari atasan. Tugas lain yang diberikan adalah:
1. Guru piket
Tugas guru piket adalah sebagai berikut.
a. Menyambut peserta didik di depan sekolah
b. Mengecek kehadiran guru yang punya jam mengajar
c. Mengisi daftar hadir di papan atau buku absen guru
22 d. Membuat surat izin anak yang terlambat masuk
e. Menerima izin dan menyampaikan tugas guru yang berhalangan hadir.
f. Bersama dengan Wakil Kepala Sekolah, menertibkan peserta didik yang berkeliaran di luar kelas waktu KBM berlangsung.
C. Nilai-Nilai Dasar ASN
Ada 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA.
Penjelasan dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.
Amanah seorang Pegawai Negeri Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik; dan d. Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintah.(LAN RI, 2015: 7) Selain itu, menurut LAN RI (2015: 11), akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan sebagai berikut.
1. Akuntabilitas personal;
2. Akuntabilitas individu;
3. Akuntabilitas kelompok;
23 4. Akuntabilitas organisasi; dan
5. Akuntabilitas stakeholder.
2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism). Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain (LAN RI, 2015:1). Secara politis nasionalisme berarti manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendoronguntuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya.
Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah melaksanakan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat dilakukan oleh ASN dengan integritas tinggi dalam melayani publik, dan mampu menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan- tujuan yang ditetapkan.
Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:
a. Berwawasan kebangsaan yang kuat;
b. Memahami pluralitas;
c. Berorientasi kepublikan yang kuat; dan
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya.
3. Etika Publik
Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah
perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik (LAN,
2015: 11). Sedangkan Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan
24 keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan di dalam pelayanan publik (Haryatmoko dalam LAN, 2015: 8).
Berdasarkan Undang-Undang ASN, ASN terikat kode etik dan kode perilaku ASN, yakni sebagai berikut : a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melaksanakan dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuasi dengan peraturan perundangan yang berlaku;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidah bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahhan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk oranglain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; dan l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai ASN.
4. Komitmen Mutu
25 Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek utama yang menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada mutu melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan berorientasi mutu, adapun penjelasan pengertian yaitu:
a. Efektif
Efektif adalah berhasil guna, dapat mencapai hasil sesuai dengan target. Sedangkan efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik yang menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja. Efektifitas organisasi tidak hanya diukur dari kuantitas dan mutu hasil kerja, melainkan kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan.
Efisien
Efisiensi adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai hasil tanpa menimbulkan keborosan. Sedangkan efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilakukan sehingga dapat diketahui ada tidaknya penggunaan sumber daya yang berlebihan, penyalahgunaan alokasi, penyimpanagan prosedur dan mekanisme yang tidak sesuai dengan alur.
b. Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik merupakan hasil pemikiran baru yang konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun karakter sebagai aparatur yang diwujudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin.
c. Mutu
Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi
harapan konsumen. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya, bahkan melampaui harapan. Ada lima dimensi karakteristik yang digunakan pelanggan dalam mengevaluasi kualitas
pelayanan (Berry dan Pasuraman dalam Zulian Zamit, 2010:11) yaitu:
26 1) Tangibles, yaitu bukti langsung yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan pegawai dan sarana komunikasi.
2) Reliability, yaitu kemampuan dalam memberikan pelayanan dengan segera dan memuaskan serta sesuai dengan yang telah dijanjikan.
3) Responsiveness, yaitu keinginan untuk memberikan pelayanan dengan tanggap.
4) Assurance, yaitu mencakup kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya.
5) Empaty, yaitu kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan perhatian yang tulus terhadap kebutuhan pelanggan.
5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti perbuatan yang tidak baik, buruk, dapat disuap dan tidak bermoral.
Sedangkan tidak pidana korupsi berarti tindakan melanggar hukum yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat dipertanggungjawabkan oleh peraturan perundang-undangan. Berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, bahwa korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sedangkan pada UU No. 20 Tahun 2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi antara lain: (1) Kerugian Keuangan Negara, (2) suap-menyuap, (3) pemerasan, (4) perbuatan curang, (5) penggelapan dalam jabatan, (6) benturan kepentingan dalam pengadaan, dan (7) gratifikasi. Ada sembilan nilai- nilai anti korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Kejujuran berasal dari kata jujur yang dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan maupun ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang.
b. Kepedulian adalah mengindahkan, memerhatikan dan menghiraukan. Rasa kepedulian dapat dilakukan terhadap lingkungan sekitar.
c. Kemandirian berarti dapat berdiri di atas kaki sendiri, artinya tidak banyak bergantung kepada orang lain dalam berbagai hal.
d. Kedisiplinan adalah ketaatan/kepatuhan kepada peraturan.
e. Tanggung Jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu.
27 f. Kerja keras didasari dengan adanya kemauan di dalam kemauan terkandung ketekadan, ketekunan, daya tahan, daya kerja, pendirian
keberanian.
g. Kesederhanaan yaitu dibiasakan untuk tidak hidup boros.
h. Keberanian dapat diwujudkan dalam bentuk berani mengatakan dan membela kebenaran.
i. Keadilan adalah sama berat, tidak berat sebelah dan tidak memihak. Menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
D. Kedudukan dan Peran ASN a. Whole of Government
Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Sesuai dengan karakteristik wicked problems.
Praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan dengan menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik berdasarkan nilai-nilai dasar berikut ini.
1. Koordinasi
Kompleksitas lembaga membutuhkan koordinasi yang efektif dan efisien antar lembaga dalam menjalankan kegiatan kelembagaan
2. Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembauran sebuah sistem antar lembaga sehingga menjadi kesatuan yang utuh
3. Sinkronisasi
28 Singkronisasi merupakan penyelarasan semua kegiatan/data yang berasal dari berbagai sumber, dengan menyingkronkan seluruh sumber tersebut
4. Simplifikasi
Simplikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu baik terkait data/proses di suatu lembaga untuk mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya.
b. Manajemen ASN
Manejemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memilikinilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
c. Pelayan Publik
Berkaitan dengan pelayanan, ada dua istilah yang perlu diketahui, yaitu melayani dan pelayanan. Pengertian melayani adalah membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang". Sedangkan pengertian pelayanan adalah "usaha rnelayani kebutuhan orang lain"
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995). Contoh: menerima telepon dari pihak lain yang berhubungan dengan unit kerja kita, adalah bentuk pelayanan yang rutin kita lakukan.
Prinsip dalam pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah: Partisipatif, Transparan, Responsif, Tidak diskriminatif,
mudah dan murah, efektif dan efisien, Aksesibel, Akuntabel, dan Berkeadilan. (LAN RI: 30-34).
29 E. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya
Rancangan aktualisasi terdiri dari identifikasi isu, pengajuan gagasan, pemecahan isu/masalah dengan menyusun daftar rencana kegiatan, tahapan kegiatan dan output kegiatan, mendeskripsikan keterkaitan antara rencana kegiatan yang diusulkan dengan substansi mata pelatihan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
Rencana kegiatan aktualisasi dan habituasi ini dibuat berdasarkan isu-isu permasalahan yang terjadi di tempat kerja yaitu SMPN 18 Buton, Kabupaten Buton. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis selama melaksanakan tugas, terdapat beberapa isu diantaranya:
a. Rendahnya minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan
b. Kurangnya pengetahuan peserta didik terhadap materi pembelajaran, terlihat dalam menjawab atau mengerjakan soal peserta didik masih terlihat kesulitan
c. Kurang bervariasinya metode pembelajaran yang digunakan guru masih monoton dan berpusat pada guru/teacher center d. Kurangnya fasilitas modul pembelajaran,
e. Tidak adanya media pembelajaran bervariasi yang digunakan guru.
Isu-isu tersebut dianalisis menggunakan model A (Aktual), K (Kekhalayakan), P (Problematik), L (Kelayakan) untuk mengetahui isu yang paling dominan. Analisis tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Seleksi Isu Menggunakan Model AKPL
No Isu A K P L Total Rank
1
Rendahnya minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan
5 4 5 5 19 I
2 Kurangnya pengetahuan peserta didik 3 4 3 4 14
30 terhadap materi pembelajaran, terlihat dalam
menjawab atau mengerjakan soal peserta didik masih terlihat kesulitan
III
3
Kurang bervariasinya metode pembelajaran yang digunakan guru masih monoton dan berpusat pada guru/teacher center
1 2 1 2 6
IV
4 Kurangnya fasilitas modul pembelajaran, 4 3 4 4 15 II 5 Tidak adanya media pembelajaran
bervariasi yang digunakan guru 2
1 2 1 6 V
Kriteria penetapan:
Aktual
1: pernah benar-benar terjadi 2: benar-benar sering terjadi
3: benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan 4: benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran 5: benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan Khalayak
1: tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2: sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3: cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
31 4: menyangkut hajat hidup orang banyak
5: sangat menyangkut hajat hidup orang banyak Problematik
1: masalah sederhana
2: masalah kurang kompleks
3: masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi 4: masalah kompleks
5: masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya Kelayakan
1: masuk akal.
2: realistis.
3: cukup masuk akal dan realistis.
4: masuk akal dan realistis.
5: masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Sehingga dalam hal ini, pelayanan publik seorang guru terhadap peserta didik kurang, sehingga tidak terjadi kepuasan yang dirasakan oleh peserta didik. Oleh karena itu, berdampak pada :
Tabel 2.3 Dampak Negatif dan Positif isu
Dampak Negatif Dampak Positif
1. Rendahnya minat belajar peserta didik 1. Akan meningkatnya minat belajar peserta
32 dalam materi aktivitas manusia dalam
memenuhi kebutuhan.
didik setelah penerapan model pembelajaran Mind Mapping
dari isu yang diambil, apabila tidak segera ditangani, masalah tersebut akan berdampak di tingkatan kelas yang lebih tinggi. Merujuk pada
permasalahan diatas, diusulkan sebuah gagasan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan optimalisasi minat belajar peserta didik
pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui model pembelajaran Mind Mapping pada kelas VII di SMPN 18 Buton.
33
34 Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja : SMPN 18 BUTON
Isu yang diangkat : rendahnya minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan pada kelas VII di SMPN 18 Buton
Gagasan Pemecahan isu : Optimalisasi minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan melalui model pembelajaran Mind mapping pada kelas VII di SMPN 18 Buton
Tujuan Gagasan Pemecahan Isu : Meningkatnya minat belajar peserta didik pada materi aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan.
Tabel 2.4 Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
No Kegiatan Tahap Kegiatan Output//Hasil Kegiatan
Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi terhadap Visi Misi Organisasi
Penguatan Nilai-nilai Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan Konsultasi Rancangan program kegiatan dengan mentor/kepala sekolah dan dewan guru
a. Menyiapkan draff materi dan bahan yang akan dikonsultasikan
a. Lembar Konsultasi b. Print out
rancangan aktualisasi c. Undangan rapat
dewan guru
Akuntabilitas, bertangggung jawab terhadap bahan atau materi yang akan dikonsultasikan.
Nasionalisme, dalam menyiapkanbahan/mater i penulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (Cinta
Dengan
terlaksanakannya koordinasi dan persetujuan dari hasil musyawarah mufakat antara penulis dan pimpinan, serta dewan guru maka dapat mewujudkan visi SMPN 18 Buton yaitu
menyelenggarakan -
Kemandirian Keterbukaan/
-
Akuntabilitas
-Demokratis
35 tanah air)
Etika Publik, dalam menyiapkan
materi/bahan penulis melakukan dengan cermat dan jujur.
Komitmen Mutu, dengan persiapan yang baik, akan memberikan strategi yang efektif dan efisien dalam
berkomunikasi dengan atasan.
Anti Korupsi,
konsultasi dengan pihak terkait sebagai bentuk kerja keras
proses pembelajaran dan pembinaan secara intensif, efektif, efisien, menyenangkan dan bermakna.
b. Rapat penyampaian penerapan ANEKA bersama dewan guru
a. Daftar hadir rapat
b. Berita acara c. Dokumentasi
Foto
Akuntabilitas,
Kejelasan dalam
penyampaian penerapan
ANEKA
36
Nasionalisme,
Musyawarah dengan mufakat dan menerima saran dengan baik Etika Publik,
menanamkan meminta saran dan pendapat dari wali kelas dan dewan guru secara sopan dan santun
Komitmen Mutu, efektif dan efisien dallam penyampaian penerapan ANEKA
Anti Korupsi, Berani menyampaikan materi penerapan ANEKA didepan dewan guru
c. Finalisasi hasil konsultasi
a. Berita acara hasil rapat a. Form saran
Akuntabilitas,
Bertanggung jawab
dalam finalisasi hasil
37 dan usul dari
hasil –rapat-
konsultasi
Nasionalisme,
Menghargai orang lain berpendapat dan
masukan untuk finalisasi hasil konsultasi
Etika Publik, sopan dan santun dalam menerima hasil rapat untuk finalisasi hasil konsultasi
Komitmen Mutu, dengan adanya persiapan matang
dengnan mengumpulkan saran dan usulan yang akurat menunjukkan efektifitas kegiatan
Anti Korupsi, kerja
keras untuk finalisasi
hasil konsultasi
38 d. Penyusunan bahan
laporan hasil rapat
b. Print out laporan hasil rapat
Akuntabilitas, transparansi dalam penyusunan bahan laporan hasil rapat
Nasionalisme, adil dalam penyusunan bahan laporan sesuai saran dewan guru
Etika Publik, tekun pada proses penyusunan laporan hasil rapat
Komitmen Mutu, kreatif dalam
pembuatan laporan hasil rapat
Anti Korupsi, kerja
keras dalam menyusun
laporan hasil rapat
39 2 Persiapan desain dan
bahan ajar dalam model pembelajaran Mind mapping
a. Menyiapkan desain pembelajaran
a. Print out RPP Akuntabilitas, tersedianya desain pembelajaran yang jelas memudahkan dalam penerapan indikator akuntabilitas yaitu kejelasan target
Nasionalisme, menyiapkan desain pembelajaran yang tepat dengan kesepakatan hasil konsultasi menunjukkan adanya musyawarah mufakat
Etika Publik, menyiapkan desain pembelajaran / RPP dengan baik dan jujur sebagai wujud etika yang baik
Komitmen Mutu, dengan adanya
persiapan yang matang
40 dan akurat akan
menunjukkan efektifitas dalam kegiatan
Anti Korupsi, mempersiapkan RPP dengan baik sebagai wujud tanggung jawab.
b. Menyiapkan bahan pembelajaran Mind mapping
a.Media Mind mapping di kertas/Folio, spidol berwarna
b.Print out PPT Contoh mind mapping
Akuntabilitas,
tersedianya bahan yang lengkap akan
memudahkan dalam penerapan indikator akuntabilitas yaitu kejelasan target
Nasionalisme,
menyiapkan bahan ajar yang tepat dengan kesepakatan hasil konsultasi
menunjukkan adanya musyawarah mufakat
Etika Publik, menyiapkan bahan
Kegiatan ini sejalan dengan makna misi SMPN 18 Buton yakni
menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran dikelas, menjalin kerja sama dengan lembaga lain dalam merealisasikan program sekolah.
Tujuan dari persiapan desain dan bahan ajar ini ialah
menghasilkan proses belajar yang baik terbaik terkait
-
Kemandirian Keterbukaan/
-
Akuntabilitas
-Demokratis
41 dengan baik dan jujur
sebagai wujud etika yang baik
Komitmen Mutu, dengan adanya
persiapan yang matang dan akurat akan
menunjukkan efektifitas dalam kegiatan
Anti Korupsi,
mempersiapkan bahan ajar dengan baik sebagai wujud peduli
pelaksanaan aktualisasi yang bersifat inovatif, efektif, dan berkelanjutan
c. menyiapkan materi untuk
pembelajaran dan diskusi kelompok
a. print out materi b. daftar
kelompok nama peserta didik
Akuntabilitas, transparansi dalam persiapan materi dan nama kelompok.
Nasionalisme,
melaksanakan
kerjasama dengan
peserta didik dalam
42 pembagian materi
Etika Publik, dalam menyiapkan materi penulis melakukan dengan cermat dan jujur
Komitmen Mutu, dengan persiapan yang baik, akan memberikan strategi yang efektif dan efisien
Anti Korupsi, dalam menyiapkan materi penulis jujur
d. menyiapkan alat ukur penilaian mind mapping
a. lembar observasi afektif dan psikomotor b. lembar soal dan jawaban PH (kognitif) c. daftar nilai
Akuntabilitas, dalam
menyiapkan kriteria dan
alat penilaian, penulis
melaksanakan dengan
penuh tanggung jawab
dan jelas
43 PH
Nasionalisme, adil dalam menentukan kriteria dan alat
penilaian sesuai materi
Etika Publik, menyiapkan alat
penilaian dengan tekun
Komitmen Mutu, membuat alat penilaian secara efektif dan efisien
Anti Korupsi, jujur atas kriteria dan alat penilaian yang telah ditetapkan
3 Mengimplementasikan Model Pembelajaran
a. memberikan materi, petunjuk
a. print out materi dan
Akuntabilitas,
memberikan materi dan
Dengan
mengimplementasika
-
44 Mind mapping di kelas
VII
mengerjakan mind mapping,
petunjuk mengerjakan mind mapping
penjelasan dengan jelas dan adil
Nasionalisme,
menentukan pembagian materi secara adil dan saling menghormati, memberi kebebasan peserta didik untuk memilih materi yang disukai
Etika Publik, Sopan dan santun dalam penjelasan kepada peserta didik
Komitmen Mutu, membuat contoh / petunjuk dengan kreatif
Anti Korupsi, disiplin dalam memberikan waktu penugasan, artinya tidak terjadi
n model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan keefektifan dalam memberikan layanan kepada peserta didik maka diharapkan dapat terwujud visi SMPN 18 Buton yaitu:
menyelenggarakan proses pembelajaran dan pembinaan secara intensif, efektif, efisien, menyenangkan dan bermakna.
Kemandirian Keterbukaan/
-
Akuntabilitas
-Demokratis
45 tawar menawar
b. Proses diskusi kelompok pembuatan mind mapping
a. Lembar hasil kerja dari tiap kelompok b. Dokumentasi
foto dan video peserta didik diskusi
Akuntabilitas, tersedianya media pembelajaran berupa mind mapping akan terimplementasikan indikator dari akuntabilitas yaitu kejelasan target.
Nasionalisme,
melibatkan peserta didik dalam pembuatan mind mapping adalah bentuk kerjasama
Etika Publik, meminta peserta didik aktif dalam diskusi secara online dengan sikap dan bahasa yang sopan dan santun
Komitmen Mutu,
membuat Mind mapping
46 dengan konsep yang
indah dan baik ialah perwujudan dari nilai mutu yang efektif dan efisien
Anti Korupsi, adil dalam memberikan kesempatan peserta didik untuk memperoleh materi diskusi
kelompok, tanpa memihak/menentukan.
c. Melakukan
observasi/pengamata n keaktifan tiap peserta didik dalam diskusi
a. Lembar hasil observasi (afektif, psikomotor)
Akuntabilitas,
memberikan penilaian secara konsisten sesuai dengan kriteria penilaian
Nasionalisme,
menumbuhkan rasa adil
peserta didik untuk
mengerjakan secara
mandiri.
47 Etika Publik,peduli
terhadap perkembangan kerja peserta didik.
Komitmen
Mutu,mengisi lembar observasi secara efektif dan efisien
Anti Korupsi, tidak melakukan nepotisme atau pilih kasih
/adilantar peserta didik
d. Mengadakan sesi kompetisi dengan tanya jawab guru dan peserta didik pada saat diskusi
a. Lembar penilaian keaktifan peserta didik
Akuntabilitas, memberikan tanya jawab secara transparansi
Nasionalisme, menumbuhkan sikap dan sifat saling
kerjasama antar guru
48 dan peserta didik.
Etika Publik, tekun dan sabar dalam membimbing peserta didik dalam proses kompetisi /tanya jawab Komitmen Mutu, memberikan pelayanan mutu terbaik untuk semua peserta didik
Anti Korupsi, , tidak melakukan nepotisme dalam memberi kesempatan keaktifan peserta didik atau tidak pilih kasih kepada satu atau lebih peserta didik.
e. Melaksanakan PH di akhir materi
a. Hasil PH peserta didik
Akuntabilitas,
membuat soal PH
dengan Jelas dan
berintegritas
49 Nasionalisme, adil
dalam penerapan peraturan PH untuk semua peserta didik
Etika Publik,
menjalankan kode etik ASN dan taat aturan pada saat mengawasi proses PH
Komitmen Mutu, memberikan mutu yang terbaik untuk peserta didik
Anti Korupsi, tidak melakukan nepotisme atau tidak pilih kasih kepada satu atau lebih peserta didik.
4 Mengukur hasil penerapan Model Pembelajaran Mind
a. Evaluasi penerapan model pembelajaran Mind mapping
a. Hasil kerja kelompok peserta didik
Akuntabilitas,
melakukan pengecekan hasil mind mapping
Mengukur hasil penerapan model pembelajaran
-
Kemandirian
50
mapping berupa Mind
mapping
peserta didik, ialah bentuk konsistensi kegiatan dari awal sampai akhir sebagai wujud tanggungjawab penulis sebagai ASN.
Nasionalisme, melakukan
musyawarah dengan peserta didik tentang penerapan model pembelajaran mind mapping
Etika Publik, sopan dan ramah dalam menerima pendapat peserta didik tentang kelebihan dan kekurangan model pembelajaran mind mapping
Komitmen Mutu,
bertujuan untuk membentuk jiwa tanggung jawab ASN , dan juga sebagai bukti peserta didik mampu menerima penerapan model pembelajaran mind mapping, Hal ini sejalan dengan misi SMPN 18 Buton yaitu
“ semua kelas melakukan pendekatan
pembelajaran aktif pada semua mata pelajaran, dan mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran di kelas”
Keterbukaan/
-
Akuntabilitas
-Demokratis
51 melalui evaluasi
diharapkan ada perbaikan berkelanjutan / inovatif pada diri peserta didik guna perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor dirinya.
Anti Korupsi, jujur dan tanggung jawab atas kekurangan dan kelebihan model pembelajaran mind mapping yang telah diambil sebagai bahan aktualisasi
b. Evaluasi tentang hasil kerja peserta didik (PH)
a.Lembar jawaban PH peserta didik b. Daftar nilai PH
Akuntabilitas,
melaksanakan evaluasi
dalam bentuk PH dan
mengoreksi hasil PH
ialah perwujudan dari
sikap tanggung jawab
penulis sebagai guru
Mapel.
52 Nasionalisme, koreksi
hasil PH peserta didik sebagai wujud
menghargai hasil kerja orang lain
Etika Publik, , jujur, cermat, dan bisa menjaga informasi dalam memberikan evaluasi hasil test peserta didik.
Komitmen Mutu, mmebuat sistem koreksi yang efektif dan efisien sebagai wujud
pelayanan yang baik terhadap peserta didik
Anti Korupsi, adil dalam melakukan tindakan evaluasi.
Dalam hal ini tidak
memberikan analisis
53 hasil evaluasi atau nilai
yang berat sebelah kepada satu atau lebih peserta didik.
c. Evaluasi tentang proses pembelajaran
a. Lembar observasi/peng amatan
keaktifan dan psikomotor peserta didik
Akuntabilitas, melaksanakan bimbingan dalam Pembelajaran adalah bentuk Tanggung Jawab penulis sebagai guru Mapel.
Nasionalisme, menanamkan nilai kerjasama yang baik kepada peserta didik, sebagai wujud tanggung jawab penulis sebagai guru mapel
Etika Publik, menjawab setiap
pertanyaan peserta didik
dengan santun dan
ramah selama
54 pembelajaran online
Komitmen Mutu, memberikan bimbingan yang tepat pada saat pembelajaran adalah bentuk Mutu guru mapel.
Anti Korupsi,
memberikan penilaian keaktifan peserta didik dengan jujur dan adil
5 Menyusun laporan Aktualisasi
a. Mengumpulkan data dan bukti pendukung laporan
a. Hasil PH, b. Lembar diskusi
Peserta didik Berupa Mind mapping c. Lembar
observasi afektif dan psikomotor peserta didik d. Dokumentasi
foto dan Video
Akuntabilitas, adanya rasa tanggung jawab terhadap pimpinan dalam melaporkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan/dilakukan selama aktualisasi
Nasionalisme, sikap menghormati
mentor/kepala sekolah
Menyusun laporan aktualisasi dengan benar ialah bentuk tanggung jawab penulis sebagai guru mata pelajaran kepada atasan di sekolah,dan
penyelenggara Latsar 2020, hal ini
dilakukan sejalan dengan visi misi
-
Keterbukaam /
Akuntabilitas -
Kemandirian
-Demokratis
55 selaku pimpinan pada
unit kerja.
Etika Publik, tekun dan jujur dalam mengumpulkan semua bukti selama aktualisasi Komitmen Mutu, kreatif dan inovatif dalam mengumpulkan data supaya tertata dengan rapi
Anti Korupsi, tanggung jawab dan jujur dalam
pengumpulan data
SMPN 18 Buton yakni: “Mendorong dan membantu setiap peserta didik untuk mengenali potensi dirinya, lingkungan dan mengembnaglan secara optimal untuk masa depan”
b. Melakukan konsultasi dengan Mentor dan coach mengenai hasil aktualisasi
a. Catatan masukan dari mentor/kepala sekolah dan coach b. Lembar
konsultasi
Akuntabilitas,
konsisten memberikan informasi dan meminta masukan kepada mentor dan coach dalam
mengambil tindakan
aktualisasi sampai
56 laporan
Nasionalisme, melakukan konsultasi secara berkala sebagai wujud Kerjasama dan Diskusi sebagai peserta Latsar
Etika Publik, sopan dan santun dalam meminta saran dan masukan kepada mentor dan coach
Komitmen Mutu, mengajukan
pertanyaan/pembahasan yang kreatif guna pengembangan dan pemantapan aktualisasi
Anti Korupsi, berani
mengemukakan
pendapat ketika
57 mentoring dan bertanya
apabila bingung dalam konsultasi laporan aktualisasi
c. Menyusun laporan aktualisasi
a. Draff laporan aktualisasi b. PPT laporan
aktualisasi
Akuntabilitas,
tanggung jawab dalam penyusunan laporan sesuai dengan rancangan yang dibuat dan
implementasi di lapangan
Nasionalisme, rajin konsultasi dengan mentor dan coach dalam penyususnan laporan aktualisasi merupakan bentuk Kerjasama
Etika Publik, tekun dalam pembuatan laporan aktualisasi
Komitmen Mutu,
58 menyusun laporan
aktualisasi dengan efektif dan efisien
Anti Korupsi, berani mengemukakan pendapat ketika
mentoring dan bertanya apabila bingung dalam pembuatan laporan aktualisasi
d. Mencetak laporan kegiatan aktualisasi
a. Print out laporan aktualisasi
Akuntabilitas, mencetak laporan aktualisasi dengan jelas dan bisa
dipertanggung jawabkan
Nasionalisme, sikap adil dan tepat waktu dalam mencetak laporan aktualisasi sesuai jadwal yang ditentukan
penyelenggara
Etika Publik, dalam
59 mencetak laporan harus
taat aturan sesuai sistematika penulisan yang telah ditetapkan pimpinan
Komitmen Mutu, dalam mencetak laporan mengedepankan prinsip efektif, efisien dan inovatif
Anti Korupsi, sikap jujur dalam
memberikan laporan,
datang tepat waktu
sesuai jadwal yang telah
ditetapkan
42 JADWAL PELAKSANAAN AKTUALISASI
Untuk bisa mengaplikasikan kegiatan, diperlukan jadwal yang sudah tersusun agar sesuai dengan waktu yang direncanakan. Berikut merupakan jadwal rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di SMPN 18 Buton
Tabel 2.5 Jadwal Kegiaan Pelaksanaan Aktualisasi
No Kegiatan Maret April
Minggu ke- 3 4 1 2 3
1 Melakukan Konsultasi Rancangan program kegiatan dengan mentor/kepala sekolah dan dewan guru 2 Persiapan desain dan bahan ajar dalam model
pembelajaran Mind mapping
3 Mengimplementasikan Model Pembelajaran Mind mapping di kelas VII
4 Mengukur hasil penerapan Model Pembelajaran Mind mapping
5 Menyusun laporan Aktualisasi
43 BAB III
CAPAIAN AKTUALISASI A. Kendala dan Antisipasi
Adapun kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai dasar ASN yakni tertulis dalam,
Tabel 3.1 Kendala dan Antisipasi Kegiatan Aktualisasi
Kendala Antisipasi
a. Waktu pelaksanaan aktualisasi dan habituasi menjadi mundur dan tidak sesuai rencana dikarenakan pandemi covid 19 yang mengharuskan sekolah diliburkan dan peserta didik belajar dari rumah, tidak diizinkannya guru door to door untuk melaksanakan
pembelajaran, sehingga memilih untuk libur belajar sementara waktu, hingga bulan Mei.
Pembelajaran bisa dilakukan kembali dengan keluarnya Surat Pemberitahuan Dinas
Pendidikan No. 420/349/2020 tertanggal 20 Mei 2020 yakni dengan melakukan PAS (Penilaian Akhir Semester) secara daring, Kunjungan rumah, kunjungan orangtua, Dan keputusan rapat dewan guru, melakukan PAS secara daring bagi peserta didik yang memiliki Handphone dan aplikasi Whatsapp. Dan peserta
a. Membuat Grub Whatsapp kelas untuk melakukan rancangan aktualisasi secara online. Proses pembelajaran dilakukan secara online dan dengan merubah sedikit strategi dalam rancangan dengan persetujuan mentor dan kepala sekolah, sesuai himbauan dari dinas pendidikan.
Sehingga proses pembelajaran
yang mula dilakukan di dalam
kelas dan berkelompok, dirubah
menjadi pembelajaran mandiri
(belajar dirumah) dan dilakukan
secara mandiri oleh peserta
didik.
44 didik datang ke sekolah untuk
yang tidak memiliki Handphone
B. Hasil Aktualisasi
Berdasarkan rancangan aktualisasi yang telah dibuat, pelaksanaan aktualisasi sekaligus habituasi nilai-nilai dasar ASN dilaksanakan di tempat tugas yaitu SMPN 18 Buton.
Sesuai rencana pelaksanaan Habituasi dan Aktualisasi yang harusnya dilaksanakan pada saat Off Class selama kurang lebih 30 hari pada tanggal 14 Maret sampai 13 Juni 2020, menjadi berubah lebih lama dikarenakan terjadinya wabah pandemi Covid 19, oleh karenanya penulis merubah beberapa rancangan yang telah dibuat dan diseminarkan pada 11 Maret 2020 dengan persetujuan Kepala Sekolah dan Mentor sekaligus Coach guna mencapai kesepakatan bersama (Nasionalisme), sekaligus sebagai bentuk pertanggung jawaban (Akuntabilitas) penulis dalam menyelesaikan Aktualisasi dan Habituasi. Dalam pelaksanaan aktualisasi ini penulis selalu berkoordinasi dengan atasan selaku mentor dan melakukan konsultasi/bimbingan dengan pembimbing.
Pada rancangan aktualisasi yang telah dibuat sebelumnya terdapat 5 kegiatan yang telah dirancang dan telah dilaksanakan. Adapun pelaksanaan aktualisasi yang sudah dilakukan dapat diuraikan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.2 Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Kegiatan 1 Melakukan Konsultasi Rancangan program kegiatan dengan mentor/kepala sekolah
Tanggal 14 Maret 2020
Daftar Lampiran a. Dokumentasi kegiatan 1. Tahapan kegiatan yang Telah Dilaksanakan
e. Menyiapkan draff materi dan bahan yang akan dikonsultasikan, Agenda program dirancang sebagai bentuk pertanggung jawaban (Akuntabilitas) guna mencapai kesepakatan bersama
(Nasionalisme) dengan mentor. Kegiatan ini diawali dengan
komunikasi via telphon dengan mentor terkait waktu bimbingan, hal ini tidak bisa dilakukan disetiap hari jam sekolah dikarenakan Surat Edaran Bupati No.420/237/2020 terkait himbauan dan
pemberitahuan proses belajar dari rumah yang dimulai tanggal 16
Maret 2020 dan diperpanjang sampai tanggal 14 April 2020.
45 Selanjutnya penulis menyiapkan draff materi dan lembar konsultasi
sebagai bahan masukan atas rancangan yang telah dibuat, dengan adanya sedikit perubahan pada tahapan kegiatan, dikarenakan penyesuaian keadaan tanggap darurat Covid-19 sebagai rasa hormat (Nasionalisme) kepada Negara ataspandemi yang terjadi di
Indonesia. Kemudian penulis memaparkan gagasan atau ide untuk menyelesaikan isu dan rancangan aktualisasi dengan cermat dan jujur (Etika Publik). Penulis juga meminta saran, masukan, dan persetujuan dari mentor mengenai kegiatan dengan efektif dan efisien (Komitmen Mutu). Setelah itu penulis meminta persetujuan dari mentor mengenai gagasan yang diajukan, sebagai bahan
finalisasi konsultasi dan menunjukkan kepedulian dan transparansi (Anti Korupsi). Selanjutnya penulis menyusun bahan laporan hasil konsultasi dengan rapi. Pelaksanaan penyusunan dilakukan di sekolah dan rumah penulis.
f. Rapat penyampaian penerapan ANEKA bersama dewan guru sebagai bentuk kejelasan (Akuntabilitas) dan musyawarah mufakat
(Nasionalisme) untuk mendapatkan saran dengan baik. Rapat dilaksanakan di SMPN 18 Butin dan dilakukan dengan protokoler kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19. Dalam rapat penulis juga meminta saran dan pendapat dari wali kelas dan dewan guru secara sopan dan santun (Etika Publik) serta memaparkan penerapan ANEKA dengan efektif dan efisien (Komitmen Mutu), serta penulis berani memparkan penerapan ANEKA didepan guru merupakan sebuah wujud transparansi (Anti Korupsi) di sekolah.
g. Finalisasi Hasil Konsultasi, sebagai wujud tanggung jawab (Akuntabilitas) penulis dalam hasil konsultasi dan rapat dewan guru, sebagai wujud menghargai pendapat orang lain
(Nasionalisme) yang sudah memberikan sumbangsih berupa waktu
dan saran, menggunakan bahasa dalam penyampaian secara sopan
dan santun. Serta mengumpulkan saran dan usulan yang akurat dan
efektif dalam kegiatan (Komitmen Mutu), dan diakhiri dengan
kerja keras (Anti Korupsi) dalam penyelesaian hasil konsultasi,
46 meskipun dengan kondisi pandemi, tahap kegiatan ini banyak
dilakukan di rumah/ work from home.
h. Penyusunan bahan laporan hasil rapat, dilaksanakan dengan
transparansi (Akuntabilitas), dan menuliskan sesuai dengan saran yang telah disampaikan pad saat rapat, hal ini sebagai wujud adil (Nasionalisme) penulis. Penulis juga tekun (Etika publik) dalam penyusunan laporan hasil rapat, dan kreatif sebagai wujud
(Komitmen Mutu) dan bekerja keras (Anti Korupsi). Kegiatan ini dilakukan di sekolah, dan lebih banyak dilakukan di rumah/work from home.
2. Output/ Hasil
Hasil dari Melakukan Konsultasi Rancangan program kegiatan dengan mentor/kepala sekolah dan dewan guru adalah persetujuan mengenai rancangan aktualisasi, memperoleh masukan berupa kritik dan saran untuk memperbaiki beberapa tahapan pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang kurang tepat dan tersusunnya jadual rancangan aktualisasi.
3. Kontribusi Terhadap Visi, Misi, dan Nilai Organisasi
Dengan melakukan kegiatan terkait gagasan yang akan diterapkan, dapat memberikan penguatan nilai-nilai yaitu nilai tanggap dan responsif seorang ASN dalam meningkatkan pelayanan. Hal ini juga mendukung visi SMPN 18 Buton yaitu menyelenggarakan proses pembelajaran dan pembinaan secara intensif, efektif, efisien, menyenangkan dan bermakna.
4. Teknik Aktualisasi
Teknik yang digunakan dalam aktualisasi adalah melakukan konsultasi
dengan mentor harus dengan penuh rasa hormat, menghubungi dan
memohon ijin dengan sopan santun untuk meminta waktu berdiskusi,
kemudian menjabarkan secara jelas mengenai rancangan aktualisasi dari
awal yaitu latar belakang hingga tahapan-tahapan kegiatan yang akan
dikerjakan dengan kejelasan target. Mendengarkan & menerima masukan
dari atasan dan saling menghargai pendapat. Menjelaskan tahapan-
tahapan kegiatan rancangan aktualisasi kepada atasan dengan penuh
tanggung jawab dan yakin bahwa kita mampu menyelesaikan
47 pelaksanaan aktualisasi dengan sebaik-baiknya, dengan kreatif dalam
melaksanakan setiap tahapan serta bersedia selalu melakukan koordinasi dengan atasan pada saat proses pelaksanaan.
5. Manfaat dan Hambatan
Manfaat dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan dari mentor dan dewan guru terkait isu yang akan dicarikan solusi pemecahannya, serta saran kegiatan pemecahan masalah/isu.
Hambatan dalam kegiatan konsultasi adalah keterbatasan waktu dan kebijakan, yang menyebabkan penulis dan mentor tidak bisa komunikasi tatap muka setiap hari di sekolah karena diberlakukannya work from home karena pandemi covid 19. Dan susahnya mengumpulkan guru untuk datang ke sekolah tepat waktu, karena terhambatnya akses informasi, tidak semua guru memiliki Handphone yang dilengkapi dengan fasilitas Internet/Whatapp. Sehingga hanya sebagian guru yang menerima informasi akan diadakannya rapat oleh peserta.
Gambar 3.1 Konsultasi dengan Kepala Sekolah dan Mentor
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3.2 Kegiatan Rapat Dewan Guru
Sumber : Dokumentasi Pribadi