• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Analisis Penulisan Tesis

Selanjutnya, reviewer ingin meneliti sejauh mana tesis yang ditulis oleh Asnin Syafiuddin ini khususnya terkait dengan latar belakang masalah, rumusan masalah,tujuan dan kegunaan penelitian, metodologi penelitian, dan tinjauan pustaka sesusai dengan panduan-panduan yang ada dalam buku penelitian yang diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

a. Latar Belakang Masalah

Dalam latar belakang masalah perlu dijelaskan pentingnya masalah yang akan diteliti dengan menyajikan referensi yang relevan untuk memperkuat adanya kegelisahan akademik dalam permasalahan yang hendak dibahas. Menampilkan berbagai data atau informasi yang terkait

20 Peter Connoly, “Aneka Pendekatan Studi Agama”, (Yogyakarta: LKIS, 2009)

hal. 271

21 Peter Connoly, “Aneka Pendekatan Studi Agama”, (Yogyakarta: LKIS, 2009)

hal. 105

14 dengan tema penelitian. Juga memberikan komentar, evaluasi atau kritik terhadap karya tulis atau hasil yang relevan dengan tema penelitian (persamaan dan perbedaan).22

Merujuk pada aturan penulisan yang ada maka reviewer menilai penulis tesis masih gagal dalam menunjukkan pentingnya masalah yang akan diteliti sehingga layak untuk diangkat menjadi tulisan dalam sebuah tesis yang utuh. Pada latar belakang penulis terlalu bertele-tele berceramah tentang pentingnya amanah, bukan menonjolkan perdebatan yang terjadi dalam masyarakat akademik tentang tema ini sehingga kajian ini menjadi layak untuk menjadi sebuah karya tesis.

Untuk memahami bagaimana caranya untuk menemukan pertanyaan yang menarik dan meyakinkan akan urgensinya, penulis diharuskan untuk benar-benar memahami permasalahan sebenarnya. Sehingga dapat merumuskan masalah atau hipotesis penelitian yang akan mempersempit tujuan penelitian untuk memprediksi tentang apa yang akan dipelajari atau pertanyaaan yang harus dijawab dalam penelitian.23 Jadi reviewer menyarankan agar penulis lebih menonjolkan perdebatan yang terjadi di lingkungan masyarakat akademik dalam tema yang penulis tesis angkat.

Dalam masalah pemilihan mufassir sebagai objek kajian, penulis tesis menurut reviewer masih belum mengemukakan alasan yang mendalam dan masih terkesan terlalu sederhana dalam memberikan alasan pemilihan mufassir. Sehingga sebaiknya alasan pemilihan mufassir sebaiknya diperbaiki dan lebih diperdalam.

b. Rumusan Masalah

Pada dasarnya pembatasan masalah berguna untuk lebih memfokuskan penelitian dari berbagai kemungkinan disertai dengan beberapa alasan pendukung, dimulai dengan identifikasi masalah yaitu daftar masalah yang dapat diteliti, yang muncul dari latar belakang masalah. Semua masalah yang diidentifikasi harus disebutkan, tetapi hanya satu dari daftar masalah ini yang akan diambil atau dipilih menjadi masalah penelitian.24 Dalam tesis ini, penulis masih kurang tepat dalam merumuskan masalah karena masih

22 Tim Penyusun, Pedoman Akademik Program Magister dan Doktor Kajian Islam

2016-2020 (Jakarta: Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2016), hal. 62

23 John W. Creswell, Research Design Pendekatan metode kualitatif, Kuantitatif

dan Campuran (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2017) cet, 2, Hal, 186

24 Tim Penyusun, Pedoman Akademik Program Magister dan Doktor Kajian Islam

2016-2020. Hal, 63

15 merumuskan masalah secara global. Penulis tesis ini merumuskan masalah menjadi “Apa amanah itu dalam perspektif para mufassir, pengertian, urgensi, ruang lingkupnya, serta metode al-Qur’an dalam mendorong umat bersikap amanah”.

Masalah adalah lebih dari sekedar pertanyaan, Masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda-tanda dan dengan sendirinya memerlukan upaya untuk mencari sesuatu jawaban.25 Menurut hemat reviewer, alangkah baiknya penulis merumuskan satu major question research yang meng-cover permasalahan yang hendak dijawab dalam penelitian ini. Kemudian dilanjutkan dengan perincian minor question research sebagai pembantu dalam teknis pembentukan hipotesa untuk menjawab major question research sehingga alur pembentukan kesimpulan terlihat lebih sistematis. Dalam hal ini, reviewer merumuskan “Bagaimana Penafsiran Muhammad Quraish Shihab, Wahbah Zuhayli, dan Sayyid Quthb dalam memahami ayat-ayat amanah?” sebagai major question research.

Dari pertanyaan umum tersebut, dapat dikembangkan pertanyaan- pertanyaan khusus berikut ini:

1. Bagaimana kerangka pemaknaan konsep amanah yang utuh versi M.

Quraish Shihab, Wahbah Zuhayli, dan Sayyid Quthub?

2. Urgensi bersikap amanah dalam kehidupan modern?

3. Bagaimana ruang lingkup amanah serta metode al-Qur’an dalam mendorong umat bersikap amanah?

c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan penelitian adalah sebuah pernyataan mengenai hasil yang akan di capai dalam penelitian, yang di sinkronkan dengan rumusan masalah yang telah di sebutkan.26 Penulis tesisi ini mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang amanah dalam persepektif para mufassir, yang meliputi pengertian, urgensinya dalam kehidupan, ruang lingkupnya, metode al-Qur’an dalam mendorong umat

25 Lexy J, Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017) cet, 36. Hal, 92-93

26 Tim Penyusun, Pedoman Akademik Program Magister dan Doktor Kajian Islam

2016-2020. Hal, 64

16 bersikap amanah. Menurut reviewer dalam hal ini, penulis telah mencoba menjawab pertanyaan dalam perumusan masalah yang diutarakan. Akan tetapi sebaiknya kata-kata dalam perspektif para mufassir diganti dengan langsung menuliskan nama 3 orang mufassir yang menjadi objek kajian penelitian ini.

d. Metodologi Penulisan

Penulis tesis ini menggunakan metodologi penelitian dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif. Melihat dari uraian pada seluruh bagian tesis, menurut reviewer penulis tesis ada baiknya menampilkan dalam sub-bab profil dari masing-masing kitab tafsir agar semakin menguatkan alasan pemilihan kitab tafsir tersebut.

Dalam teknik pengumpulan data, peneliti mengambil hanya dari data primer yaitu Sayyid Quthub dengan kitab tafsirnya Fî Zhilâl al- Qur’ân, Wahbah az-Zuhaylî dengan kitab tafsirnya at-Tafsîr al-Munîr fî al- ‘Aqîdah wa asy-Syarî’ah wa al-Manhaj, dan M. Quraish Shihab dengan kitab tafsirnya Tafsir al-Mishbâh dan data sekunder dari kitab-kitab dan buku yang terkait. Menurut reviewer, perlu juga penulis tesis ini menjadikan artikel, jurnal dan karya ilmiah lainnya sebagai referensi tambahan.

Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif seperti kata-kata tertulis. Melalui metode ini, penulis mencoba untuk mengungkapkan apa tinjauan para mufassir tentang amanah secara komprehensif dan obyektif. Menurut reviewer metode ini telah tepat digunakan.

e. Tinjauan Pustaka

Dalam penulisan tinjauan pustaka/tela’ah pustaka penulis sama sekali tak mencantum karya tesis,artikel atau disertasi terbaru yang membahas tentang tema yang akan penulis tesis angkat. Sehingga tesis ini sepi akan perdebatan dunia ilmiah modern, jadi menurut reviewer agar dalam tinjauan pustaka ditambahkan karya-karya ilmiah terbaru yang otoritatif dan kemudian lebih dielaborasi keunikan dari karya tesis yang penulis tesis tulis dibandingkan dengan karya-karya yang telah ada.