• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V Kesimpulan

I. Kritik Metodologi a. Kritik Judul Tesis

Sebelum mengkritisi lebih jauh terkait metodologi dan

pendekatan, reviewer ingin mengkritisi terlebih dahulu tentang judul

dalam tesis ini. Tesis ini berjudul masyarat Islam dalam perspektif al-

Qur‟an. Dari judulnya kita bisa mengetahui bahwa judulnya masih

umum, meskipun demikian, di dalam pembatasan masalah sudah

11

dijelaskan oleh Ruslan bahwa yang dimaksud masyarakat Islam di sini hanya terkait dengan dua hal, yakni ciri-ciri masyarakat Islam dalam perspektif al-Qur‟an dan hubungan kemasyarakatan dalam al- Qur‟an, baik sesama muslim maupun non muslim.

Namun, yang menjadi pertanyaan reviewer adalah:

pertama,

apakah masih boleh membuat penelitian

maudhui seperti apa yang

ada dalam tesis ini? Dalam arti menggunakan judul yang umum tanpa langsung dijelaskan secara spesifik,

kedua, apakah diperbolehkan

melakukan kajian

maudhu’i dengan tanpa membatasi beberapa kitab

tafsir sebagai rujukan yang akan dipakai oleh seorang peneliti (inilah yang terdapat dalam tesis yang penulis teliti). Hal ini penting karena ketika reviewer mengajukan proposal di kelas

seminar for proposal thesis, Dr. Muslimin memberi masukan sebaiknya dikhususkan pada

beberapa tokoh dahulu. Dan inilah yang memang sesuai dengan apa yang ada dalam buku panduan pascasarana.

1

Selanjutnya, penulis ingin meneliti sejauh mana tesis yang dilakukan oleh Ruslan ini—khususnya terkait dengan latar belakang masalah, identifikasi, rumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan—seusai dengan panduan-panduan yang ada dalam berbagai macam buku penelitian.

b. Kritik Latar Belakang Masalah

Di atas (resume) telah reviewer jelaskan secara singkat bagaimana latar belakang yang dimunculkan Ruslan ketika memilih

1 Didin Saepuddin (pengantar), Pedoman Akademik Magister dan Doktor 2016- 2020, 2016, 63.

12

tema masyarakat Islam dalam al-Qur‟an. Secara umum reviewer paham akan apa yang ingin disampaikannya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang ingin reviewer berikan catatan di sini karena tidak sesuai dengan apa yang terdapat dalam buku pandauan Sps. Diantara catatan itu adalah:

- Di dalam latar belakang tesis ini, tidak jelas dimana letak

gap atau pemisah antara apa yang terjadi di dalam realita

dengan harapan kecuali hanya satu persoalan saja.

Misalnya: pada halaman 3, Ruslan hanya mennjelaskan bahwa ada anggapan dari non-muslim bahwa Islam hanya untuk masyarakat Arab saja. Akan tetapi setelah itu ia tidak menjelaskan bagaimana misalnya ada fenomena masyarakat Islam yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Sebaliknya, Ruslan hanya menjelaskan pandangan al- Qur‟an sebagai petunjuk umat Islam, kemudian menyertakan pandangan Harun Nasutian kenapa Islam cepat tersebar di daerah semenanjung Arabia, lalu tiba- tiba langsung masuk pada konteks Indonesia (yang waktu itu masih berada pada masa-masa awal reformasi).

Alternatif/Saran: Alangkah lebih baik lagi bila di dalam

latar belakang yang ditulis Ruslan terdapat minimal perdebatan akademik, persamaan dan perbedaan dengan penelitian lain, dan

gap yang ada2

(misalnya fenomena masyarakat muslim Indonesia yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang ada di dalam al-Qur‟an).

2 DIdin Saepuddin (pengantar), Pedoman Akademik Magister dan Doktor 2016- 2020. Jakarta, 2016, h. 62-63.

13

c. Kritik Identifikasi, Perumusan, dan Pembatasan Masalah.

Reviewer berpandangan bahwa identifikasi masalah yang diutarakan oleh Ruslan belum sesuai dengan dengan apa yang tertera dalam kaedah yang ada dalam buku-buku penelitian, yakni memunculkan berbagai macam persoalan atau pertanyaan yang didapatkan dari latar belakang masalah yang ditulis. Menurut Reviewer, ini hanya persoalan teknis semata, karena mungkin kalau dulu yang dinamakan perumusan masalah adalah identifikasi masalah (seperti sekarang).

Terkait dengan rumusan masalah dan pembatasan masalah, kalau mengacu pada buku panduan Sps, tentu tidak terdapat rumusan masalah dalam tesis Ruslan, yang ada hanyalah ruang lingkup.

Mungkin ini yang dinamakan rumusan masalah di waktu itu. Adapun pembatasan masalah yang ditulis oleh Ruslan menurut penulis sudah sesuai dengan buku panduan penelitian. Dalam hal ini Ruslan membatasi masalah pada karakteristik (ciri-ciri) masyarakat Islam dalam perspektif al-Qur‟an dan hubungan kemasyarakatan dalam al- Qur‟an, baik sesama muslim dan non-muslim. Jadi ada dua pembatasan masalah yang ingin dijawan oleh Ruslan. Lagi-lagi reviewer menyayangkan bahwa batasan masalah yang dituliskan dalam tesis ini seperti tidak terdapat dalam latar belakang. Hal ini tentu membuat pembaca sedikit kesulitan apabila ingin mengetahui pembatasan masalah secara langsung.

d. Kritik Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian yang diutarakan Ruslan menurut reviewer

sudah sesuai dengan buku penelitian, hal ini sebagaimana yang ia

14

paparkan dalam tesisnya bahwa ia berharap penelitiannya dapat mengetahui hakikat masyarakat Islam dalam perspektif al-Qur‟an, mengetahui karakteristik masyarakat Islam perspektif al-Qur‟an, dan mengetahui hubungan kemasyarakatan dalam perspektif al-Qur‟an.

Adapun terkait dengan manfaat penelitian, Ruslan jabarkan dalam tiga hal yang sesuai dengan tujuan penelitian yang ia jelaskan di atas.

e. Kritik Penelitian terdahulu yang relevan

Dalam buku pedoman akademik dijelaskan bahwa penelitian terdahulu yang relevan dipahami sama dengan tinjauan pustaka, telaah kepustakaan atau kajian pustaka.

3

Selanjutnya, penulis juga ingin memaparkan langkah-langkah yang terdapat dalam panduan buku tersebut supaya nantinya bisa dijadikan acuan dalam melihat tesis ini.

Diantaranya:

1. Membuat ringkasan tentang isi yang diuraikan dalam literature dan penelitian terdahulu.

2. Membandingkan dan mengkontraskan pendapat para peneliti dan penulis buku/jurnal terhadap permasalahan yang hendak diteliti.

3. Mengomentari berbagai kajian baik yang saling menguatkan maupun bertentangan, dll.

3 DIdin Saepuddin (pengantar), Pedoman Akademik Magister dan Doktor 2016- 2020. Jakarta, 2016, 65.

15

Dengan melihat salah satu acuan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa tesis ini sudah mencakup beberapa bagian dari acuan kajian pustaka, akan tetapi menurut penulis, kajian yang dijadikan perbandingan penulis terlalu sedikit untuk sekelas tesis.

Karena yang disebutkan dalam tesis ini setidaknya hanya gambaran umum ulama‟ mutaqoddimin, dan empat buku lain.

4

Saran/Alternatif

Terlepas dari sudah lamanya tesis ini—mungkin juga pada saat itu tidak secanggih sekarang—penulis tetap ingin mengajukan tawaran, saran atau alternative dalam hal penelitian yang relevan.

Diantara penelitian terdahulu yang relevan untuk dijadikan bahan rujukan (khususnya terkait judul masyarakat Islam dalam al- Quran) adalah:

1.

Al-Mujtama’ al-Mitsali Kama Tunazzimuhi Suratu an- Nisa’

oleh Muhammad Madani, yang kemudian diterjemahakan ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul Masyarakat Ideal dalam Perspektif Surat an-Nisa‟.

5

2.

Manhaj Hubungan Sosial Muslim dan Non-Muslim

oleh Sayyid Qutb. Buku ini merupakan terjemahan dari beberapa ayat dalam tafsir fi Dzilal al-Quran.

6

3.

Menuju Masyarakat Madani oleh Azyumardi Azra.7

4 Bisa dilihat di tesis Ruslan, 12.

5 Muhammad Ibnu Arsyim, Masyarakat Ideal dalam Perspekktif Surat an-Nisa’, Jakarta: Media Grafika, 2002.

6 Sayyid Qutb, Manhaj Hubungan Sosial Muslim Non Muslim (terj), Jakarta: Gema Insani Press, 1993.

7 Azyumardi Azra, Menuju Masyarakat Madani, Bandung: Rosdakarya, 1999.

16

4. Sosiologi Agama: Memahami Perkebangan Agama dalam Interaksi Sosial. Oleh Ridwan Lubis

5.

Agama dan Masyarakat: Suatu Pengantar Sosiologi Agama. Oleh Elizabeth K. Nottingham,8

6.

What is the Islamic Society oleh Sumaya Mohamed Saleh

dan Syadiya Mohamed Baqutayan.

9

dan lain-lain yang mana bisa memperkaya data tesis ini.

f. Kritik Metode Penelitian

Terkait dengan sumber penelitian, penelitian Ruslan bercorak

Library Research. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan di dalam

resume yang reviewer telah utarakan sebelumnya.

Adapun sumber data yang Ruslan gunakan (primer dan sekunder), sejauh pembacaan reviewer, Ruslan tidak menjelaskan detail dari kitab-kitab tafsir apa saja yang ia gunakan sebagai rujukan utama dalam menafsirkan ayat-ayat masyarakat dalam al-Qur‟an.

Sedangkan sumber sekundernya, menurut reviewer sudah cukup mewakili.

Alternatif/Saran

Alangkah baiknya bila Ruslan bisa membatasi sumber primernya apa saja yang ia gunakan. Karena dengan membatasi beberapa karya mufassir, pembaca menjadi tahu bahwa pemahaman tentang ayat-ayat masyarakat yang ia bahas masih berada dalam pemikiran ulama‟-ulama‟ yang ia pilih. Dari sini pula, pembaca tentu

8 Elizabeth K. Nottingham, Agama dan Masyarakat (terj), Jakarta: Raja Grafindo, 2001.

9 Sumaya Mohamed Saleh dan Syadiya Mohamed Baqutayan, What is The Islamic Society?, International Review of Social Science and Humanities, vol 2, no 2, 2012, pp, 113-119.

17

akan tahu kenapa Ruslan memilih dan membatasi hanya pada beberapa ulama‟ di atas. inilah pentingnya sebuah pembatasan masalah. Karena kalau tidak dibatasi kitab maupun ulama‟ mana, kecenderungan akan subjektif dalam memaknai al-Quran akan sangat mungkin. Apalagi sebagai akademisi bukanlah urusan mudah untuk memahami makna al-Qur‟an tanpa melihat berbagai macam pendapat ulama‟. Meskipun hal ini tetap dalam kerangkan tafsir maudhu‟i.

g. Kritik Pendekatan

Pendekatan yang digunakan Ruslan dalam tesisnya adalah pendekatan tematik atau maudhu’i. Sedangkan analisis yang ia pakai adalah analisis kualitatif dengan analisa model tafsir

maudhu’i

kemudian diperkaya dengan pendekatan historis-sosiologis. Akan tetapi, di sini penulis ingin mengkritisi bahwa apa yang diutarakan Rusli dalam pendekatan yang ia gunakan tidak atau kurang tepat, karena seharusnya ia mencantumkan sumber referensi dari pendekatan

maudhu’i. Misalkan saja metode maudhu’i yang

dijelaskan secara sistematis oleh al-Marmawi dalam kitabnya

al- Bidayah fi Tafsir al-Maudhu’i. atau misalnya dalam buku Kaidah Tafsir yang ditulis oleh Quraish Syihab.10

Selanjutnya, terkait dengan pendekatan historis-sosiologis yang ia cantumkan dalam bab 1, penulis tidak mendapatkan analisis sosiologis sebagaimana yang ia janjikan. Hal ini dikarenakan sampai pada bab empat, penulis tidak mendapati misalnya pendekatan sosiologi siapa yang ia pakai, dan lain sebagainya.

Alternatif/Saran

10 Quraish Shihab, Kaidah Tafsir, Jakarta: Lentera Hati, 2013, 389.

18

Terkait dengan pendekatan maudhu‟i yang Ruslan paparkan sebenarnya sudah tepat, yakni dia berusaha mencari makna masyarakat Islam dalam perspektif al-Qur‟an, langkah-langkahnya pun menurut reviewer sudah sesuai dengan kaidah maudhu‟i. Akan tetapi memang tidak dicantumkan rujukan yang jelas dalam pendekatan maudhu‟i. akan lebih baiknya bila Ruslan juga mencantumkannya.

Selain itu, reviewer juga mempunyai alternatif pendekatan

sosial yang kira-kira bisa membantu dalam mengenalisa tesis ini,

diantara pendekatan sosial yang cocok adalah pendekatan sosial Max

Weber (1864-19920) dan Emil Durkheim (1858-1917).

11

Atau

mungkin Ibnu Kholdun (1332-1406).

12