156
H. ISHAK CAE: 16
157
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
satu mahasiswa berprestasi di UNIVERSITAS TADULAKO, yang cinderamatanya masih diabadikan sampai saat ini.
Legislator muda berprestasi kelahiran 28 Oktober di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan ini memiliki motifasi untuk belajar yang mengantarkan beliau menginjakkan kaki di Kota Palu. Pada tahun 1985 beliau tamat SMA 1 Pinrang, serta lulus Penelusuran Minat dan Bakat (PNiDK) lulus tanpa test di Universitas Tadulako. Peberangkatan beliau ke kota Palu untuk melanjutkan pendidikan sarjana strata satu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universi tas Tadulako jurusan Ilmu Administrasi Negara, proses studinya di Universitas tertua di Sulawesi Tengah tersebut diselesaikan pada tahun 1990.
Jejak kehidupan Drs. H. Ishak Cae dimasa kecilnya dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai guru atau siapa saja yang mendidiknya, terekam saat masih duduk di bangku sekolah, gurunya selalu tempatkan di atas sehingga beliau dikenal sebagai sosok yang taat dan patuh terhadap apa yang diperintahkan dan yang dilarang oleh gurunya. Di samping figur guru pada saat itu memiliki keku atan luar biasa dan sangat disegani berbeda dengan kondisi saat ini. Di masa sekolah Drs. H. Ishak Cae terekam tidak pernah melakukan sesuatu yang dila rang gurunya, sehingga beliau tercatat sebagai siswa teladan yang tidak pernah mendapat hukuman dari gurunya di sekolah.
Dimasa kecilnya, sosok jiwa kepemimpinan Drs. H. Ishak Cae sudah terlihat, terutama dimasa mengenyam dunia pendidikan di sekolah. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat menonjol di kelas semasa menjalani pendidikan di bangku sekolah, disamping itu juga beliau juga adalah salah satu siswa yang memiliki prestasi yang luar biasa, dimana beliau dalam kelas tercatat sebagai siswa yang sering mendapat rangking, mulai rangking dua bahkan sampai pada rangking satu diraihnya, sehingga beliau senantiasa dijadikan sebagai murid teladan bagi teman- temannya, selain itu beliau selalu saja didaulat sebagai ketua kelas.
Bapak Drs. H. Ishak Cae adalah sosok yang tidak hanya dikenal oleh teman-teman sebayanya sesama siswa, tetapi beliau juga adalah salah satu siswa yang sangat familiar dikalangan guru pada masa sekolahnya di SLTP 2 Pinrang, bahkan kepala sekolah tempatnya
158 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
mengenyam pendidikan sangat mengenal sosok Drs. H. Ishak Cae terlebih beliau adalah sosok yang selalu saja dipercayakan sebagai ketua kelas, mulai dari kelas satu, kelas dua dan kelas tiga, di samping itu kedekatannya dengan kepala sekolah juga terekam pada kesehariannya selalu bertemu dengan kepala sekolah disaat beliau berangkat ke sekolah yang kebetulan perjalanan kepala sekolah menuju sekolahnya melewati kediamannya sehingga keberangkatan kepala sekolahnya menuju sekolah tersebut beliau selalu mengikut dari belakangnya hal itu dilakukan hampir setiap hari.
Tamat di SLTP 2 Pinrang di tahun 1982 Bapak Drs. H. Ishak Cae melajutkan pendidikannya di SMU 1 Pinrang, di sekolah tersebut beliau juga tergolong memiliki prestasi, pada saat kenaikan kelas dari kelas satu ke kelas dua disekolahnya, dilakukan pembagian jurusan dan beliau ditempatkan di kelas Ilmu Pengetahuan Sosial. hal itu dikarenakan nilai yang diraih pada mata pelajaran tersebut terbilang sangat baik dengan nilai rata-rata 9 seperti pelajaran bahasa dan beberapa pelajaran lainnya. Dalam kelas IPS ini, beliau dikenal sangat komunikatif serta kemampuannya membangun hubungan interaksi yang sangat efektif, kemampuan manajemen dan mengorganisir teman-temannya dengan baik.
Pada masa SMA bapak Marhaban adalah sosok guru bahasa inggris yang tidak terlupakan bagi bapak Drs. H. Ishak Cae terutama karakter bapak Marhaban yang beliau kenal sangat killer terlebih pelajaran yang ajarkan adalah pelajaran bahasa inggris yang dikenal sebagai pelajaran yang kedua paling dibenci oleh sebagian besar siswa, yang sangat berkesan bagi beliau adalah suatu ketika bapak Marhaban masuk ruangan kelas dalam rangka menyampaikan pelajaran, saat itu tidak ada satupun siswa yang bergerak karena sosok bapak Marhaban ini selain killer juga selalu main tunjuk dan ketika menemukan siswa yang berbicara, bapak Marhaban pasti marah dan biasanya membenturkan kepala siswa yang satu dengan yang lainnya. Selain itu ketika bapak Marhaban mendapati siswa yang membalikan badan kebelakang disaat beliau ada di kelas, siswa tersebut langsung dibenturkan di tembok sehingga semua siswa sangat takut dengan guru bahasa
159
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
inggris tersebut, meskipun demikian bapak Drs. H. Ishak Cae ini belum pernah merasakan hukuman dari gurunya tersebut karena beliau pada waktu itu selalu rangking dan pintar.
Setelah memasuki dunia kampus bapak Drs. H. Ishak Cae dikenal sebagai sosok aktivis mahasiswa. Hal ini dilihat dari berbagai organisasi internal kampus yang beliau ikuti, salah satu organisasi internal kampus adalah Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAN). Keaktifan beliau dalam organisasi internal kampus tersebut memberikan suatu pandangan, wawasan dan daya kritis yang sangat meruncing dengan banyak melakukan diskusi-diskusi lepas, saling berbagi informasi, bertu kar pikiran tentang sebuah problem, sedangkan di organisasi eksternal kampus beliau tercatat sebagai salah satu kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sa lah satu ogranisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia, training yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) senantiasa beliau ikuti sehingga sosoknya yang saat ini dikenal begitu bijak, tegas, visioner dan kritis tidak perlu ditanyakan lagi karena segudang pengalamannya dalam dunia kemahasiswaan lebih dari cukup untuk menjelaskannya.
Aktifitas bapak Drs. H. Ishak Cae di berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus yang begitu padat, mungkin sebagian besar orang berpikiran bahwa indeks prestasinya di kelas turun atau rusak sebagaimana kebanyakan mahasiswa yang aktif di organisasi, namun hal berbeda bagi bapak Drs. H. Ishak Cae justru aktifitas beliau yang begitu padat di dunia kampus ternyata tidak mengahalangi beliau meraih prestasi dalam studinya terekam beliau pernah mendapat piagam penghargaan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako sebagai salah satu mahasiswa berprestasi dengan indeks prestasi terbaik dimana pada saat itu beliau memperoleh Indeks Prestasi Akademik tertinggi ketiga dari semua mahasiswa yang ada pada saat itu.
Pada saat kuliah di Universitas Tadulako Prof. Dr. Zainudin Bolong sosok yang sangat dikagumi Drs. H. Ishak Cae, kekagumannya tersebut tidak lain dari metode mendidik yang sangat menarik dan mudah dicernah yang saat itu beliau mengajarkan mata kuliah ilmu ilmu politik di samping pada saat itu masih sangat kurang
160 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
dosen yang menyandang gelar Doktor. Sosok Prof. Dr. Zainudin Bolong dimata beliau adalah sosok yang sangat luar biasa, sehingga dalam setiap perkuliahan yang disampaiakan Prof. Dr. Zainudin Bolong beliau selalu mengikuti dengan sungguh-sungguh sampai berakhir perkuliahan dan hampir tidak pernah melewatkan setiap perkuliahan yang disampaikan bapak Prof. Dr. Zainudin Bolong.
Legislator Muda Gemar Makan Kelor
Kelor adalah salah satu makanan yang sangat akrab dengan masyarakat Kota Palu sehingga siapa pun yang menginjakkan kaki di Kota Palu dipastikan berkenalan dengan kelor. Dunia tidak selebar daun kelor kata itu mungkin tidak asing lagi, kelor memang daunnya kecil sehingga sangat mudah menyesuaikan dengan kondisi daerah yang panas, Kelor biasanya diolah sebagai makanan sayur-sayuran yang biasanya disebut dengan sayur kelor, sayur yang dibuat dari bahan baku daun kelor.
Setibanya Drs. H. Ishak Cae di Kota Palu tahun 1985 beliau langsung diperkenalkan dengan daun kelor namun karena adanya mitos bahwa kalau memakan daun kelor tidak akan bisa lagi kembali ke kampung asalnya, hal ini membuat Drs. H. Ishak Cae dikenal sebagai orang yang sangat tidak senang dengan daun kelor dan bahkan daun kelor biasanya beliau buang begitu saja.
Cerita tentang Drs. H. Ishak Cae yang tidak senang dengan daun kelor itu terekam puluhan tahun yang lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Palu ini. Namun saat ini beliau adalah penggemar daun kelor bahkan menjadikan daun kelor sebagai salah satu makanan favorit beliau. Bagi beliau makanan yang satu ini sudah mendarah daging. Perubahan cita rasa beliau terhadap daun kelor berubah seiring berjalannya waktu, membuat beliau selalu bertemu dengan makanan yang sering dihidangkan dengan santan kelapa.
Orang Tua dan Istri yang Luar Biasa
Drs. H. Ishak Cae adalah sosok yang masih terbilang keturunan bangsawan, orang tua beliau masih memiliki garis keturunan
161
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
bangsawan Bugis meskipun saat ini beliau sama sekali tidak menonjokan simbol kebangsawananya dengan menggunakan simbol “Andi” beliau memilih tampil apa adanya tanpa membawa kebagsawanan meskipun nenek beliau masih meng gunakan gelar
“Andi”, yang bernama Andi Lamadenuang.
Dalam kehidupan Drs. H. Ishak Cae dikenal sebagai sosok senantiasa memegang petuah dari orang tuanya, dimana pesan-pesan orang tuanya senantiasa dijadikan sebagai pedoman berharga dalam hidupnya terutama dalam berinteraksi di masyarakat. Hal inilah yang memudahkan beliau dalam mengambil suatu tindakan dan pandangan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu yang selalu dipertemukan dengan permasalahan-permasalahan masyarakat.
Pesan berharga dari orang tuanya yang masih melekat kuat dalam diri beliau adalah agar dirinya senantiasa meghargai orang lain yang dalam pepata bugis mengatakan “Sipakata”, di dalam pepatah bugis tersebut bermakna sangat luar biasa di antaranya menjelaskan bahwa jika ingin dihargai oleh seseorang maka anda harus lebih dulu meng hargai orang itu, sehingga wujud penghargaan kita kepada orang lain atau ke pada siapa saja merupakan manifestasi didalam diri agar kiranya kita tetap dihargai oleh orang lain namun jika tidak pernah menghargai orang lain maka jangan harap ingin dihargai.
Dimata Drs. H. Ishak Cae sosok orang tuanya yang sangat bijaksana adalah sang ayah, yang sangat berkesan baginya karena selama beliau menuntut ilmu sampai hari ini beliau tidak pernah marah beliau bahkan sebaliknya selalu mendukung apa keinginan anak-anaknya, ayah hanya mengarahkan dan menasehati. Hal ini mungkin berbeda dari kebanyakan orang tua yang biasa memaksakan keinginannya untuk selalu dituruti dengan dalih kebaikan si anak tersebut. Namun orang tua beliau selalu membicarakan terlebih dahulu kepada anaknya, beliau masih mengingat setelah menyelesaikan kuliah orang tuanya memberikan pilihan secara demokratis apakah masuk masuk PNS atau menjadi pengusaha, hal itu disampaikan orang tuanya dikarenakan bahwa yang nanti merasakan adalah beliau sendiri, dan pilihannya menjadi pengusaha pada saat itu di suport dengan baik.
Drs. H. Ishak Cae adalah sosok yang sangat dekat patuh kepada orang tuanya, dari dulu, hari ini hingga akhir hayat beliau akan
162 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
menerima dan tak akan melupakan nasehat-nasehat dari orang tuanya.
Di samping orang tua, sosok yang sangat dekat bagi beliau adalah istri dan anak-anaknya, bagi beliau istri dan anak-anak beliau yang telah tercatat dalam kartu keluarga adalah bagian dari hidup beliau.
Tak ada kekaguman selanjutnya dari Drs. H. Ishak Cae sebelum kekaguman terhadap sosok sang istri yang selalu setia kepada beliau, kekaguman beliau terhadap istri terlukis dari sosok pendamping yang sangat luar biasa dari keluarga ini, bahkan menurut beliau segala sesuatu yang telah didapatkan tidak lepas dari peran sang istri yang sangat soleha.
Hj. Nemma Ishak adalah nama lengkap dari sosok wanita yang senantiasa mendampingi beliau dalam mengarungi kehidupan, perempuan anggun yang beliau nikahi pada 21 tahun yang silam tersebut terbilang masih memiliki hubungan keluarga dengan beliau yang kebetulan. Bagi Drs. H. Ishak Cae, hal yang sangat luar biasa dari istrinya adalah kebaikan dan kebijaksanaan. Hal ini terbukti dari dua periode masa jabatan beliau di DPRD Kota Palu, tugas-tugas beliau sebagai wakil rakyat yang memperbanyak intraksi kepada masyarakat selalu dimaklumi bahkan sang istri selalu memberikan mendukung agar beliau menjalankan amanat rakyat dengan maksimal. Langgeng dalam dua periode di DPRD Kota Palu merupakan bukti yang sangat otentik yang menggambarkan sosok istrinya yang sangat luar biasa dalam politik lokal Sulawesi Tengah.
Hal lain yang dapat ditiru oleh para istri dari ibu Hj. Nemma Ishak adalah sosok wanita yang sangat kuat boleh dikata anti teror dan gosip, walaupun disana-sini bersuara tentang beliau, sosok istrinya itu tetap tidak terpancing sehingga beliau anggap luar biasa, bahkan beliau menganggap bahwa manakala istrinya tidak sehebat ini tidak mungkin dirinya langgeng di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu ini, betapa tidak jika selalu saja ada masalah di dalam keluarga, artinya bahwa bagaimana mungkin bisa mengurus atau menyelesaikan masalah yang ada di dalam masyarakat kalau dalam kelu arga sendiri bermasalah, karena dengan tidak adanya masalah dalam keluarga maka mudah menyelesaikan masalah masalah di luar atau di masyarakat.
163
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
Transisi Orde Lama ke Reformasi Menuju Panggung Politik
Memiliki orang tua yang sangat demokratis yang tidak memaksakan anaknya dalam hal pekerjaan mengantarkan Drs. H. Ishak Cae menjadi seorang pengusaha, jejak orang tua beliau terekam tidak pernah memaksakan dirinya untuk menjadi Pegawa Negri Sipil (PNS), tetapi dalam hal pekerjaan orang tuanya menyerahkan sepenuhnya kepada beliau, pekerjaan apa yang menjadi keinginannya, sehingga dengan sikap orang tuanya yang sangat demokratis tersebut seakan mensuport beliau menjadi sosok yang memiliki naluri sebagai pengusaha.
Sebagai sosok yang berasal dari keturunan berprofesi sebagai pengusaha Bapak Drs. H. Ishak Cae ternyata mengikuti jejak keluarganya sebagai pengusa ha dimana setelah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Tadulako pada tahun 1990 beliau langsung terlibat dalam dunia usaha dan menjadi pengusaha ulung bekerja secara profesional hingga beliau bergabung dengan HIPMI sebagai organisasi atau perkumpulan para pengusaha muda kemudian beliau masuk sebagai pengurus KNPI Kota Palu dengan jabatan sebagai bendahara, sampai pada ketua Gapeksindo Sulawesi Tengah bahkan beliau juga aktif sebagai pengurus Pemuda Pancasila hingga saat ini.
Memilih Humpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam mengawali karirnya dalam dunia usaha dikarenakan beliau menilai bahwa HIPMI ini ada lah lembaga untuk mencari ilmu dan mencari pengalaman, dimana Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini termasuk organisasi pengkaderan para pengusaha khususnya para pengusaha yang ada di Kota Palu, beliau mendapat banyak hal yang sangat berharga di organisasi pengusaha tersebut terutama membangun pertemanan dikalangan pengusaha muda yang ada di Kota Palu.
Pada tahun 1998 terjadi sebuah gerakan besar melakukan protes terhadap kepemimpinan Presiders Soeharto, dimana kekuasaan orde baru pada saat itu di bawah kendali kekuasaan keluarga cendana, gerakan mahasiswa yang begitu massif dilakukan di Jakarta dan di berbagai daerah di Indonesia, seakan menghilangkan kekuatan orde baru yang semula mampu mengontrol stabilitas dalam negeri dengan baik, kini tidak bisa lagi bekerja yang pada akhirnya gerakan
164 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
tersebut melengsernya Soeharto dari tumpuk kepemimpinannya sebagai Presiders RI. Lengsernya Soeharto tersebut menjadi titik awal terjadinya perubahan besar di negeri ini, sekaligus menjadikan Indonesia berada pada masa transisi berakhirnya orde baru menuju orde reformasi.
Perubahan stabilitas politik nasional dan masa transisi tersebut menggi ring bapak Drs. H. Ishak Cae masuk ke dunia politik, dimana waktu memasuki masa reformasi beliau dipercayakan oleh teman- temannya sebagai ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palu, disitulah tercatat beliau memulai karir nya di dunia politik dan sejak itu karir beliau di dunia politik terus naik hingga mengantarkan dirinya masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu melalui Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palu pada Pemilihan Umum Kepala Daerah di tahun 2004.
Keterlibatan Drs. H. Ishak Cae kedalam dunia politik tidak lepas dari jejaknya sebagai pengusaha, dimana saat menjabat sebagai ketua HIPMI Kota Palu beliau diberikan kepercayaan sebagai ketua Partai Amanat Nasional, partai yang didirikan Amin Rais sekaligus tokoh yang memotori reformasi. Partai yang tergolong baru pada saat itu dan didirikan oleh tokoh sentral reformasi sebagai instrumen utama bapak Drs. H. Ishak Cae menjatuhkan pilihannya masuk dalam dunia politik, terlebih citra Amin Rais pada saat itu yang sangat baik.
Karir Drs. H. Ishak Cae di dunia politik terus merangkak naik, posisi be liau sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu pada periode 2004-2009 membuat dirinya belajar banyak bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu, bagaimana caranya agar program-program yang pro rakyat yang diperjuangkan diterima atau dijadikan program prioritas pemerintah.
Sejak keberadaan Drs. H. Ishak Cae sebagai anggota DPRD Kota Palu satu periode, beliau menganggap bahwa kondisi politik saat ini sangat tidak bersahabat dengan kondisi minoritas, sehingga untuk memperjuangkan aspirasi masy arakat dengan posisi minoritas adalah sesuatu yang sangat sulit, di Dewan Per wakilan Rakyat Daerah itu
165
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
terekam bahwa siapa yang kuat itu yang berkuasa, jadi bukan kualitas yang diutamakan tetapi kuantitas. Pada saat beliau masih di PAN quota yang dimiliki hanya dua kursi sedangkan Partai Gol kar memperoleh 15 kursi jadi beliau dengan posisi itu tidak berdaya karena di dewan itu hanya dua cara pengambilan keputusan yaitu musyawarah dan voting begitu musyawarah tidak bisa, yang dilakukan adalah voting sehingga Partai Golkar Selalu Menang dalam pengambilan keputusan voting yang memi liki 15 kursi sedangkan beliau selalu kalah karena hanya memiliki dua kursi.
Kondisi di DPRD Kota Palu yang tidak bersahabat dengan minoritas terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut mendorong Drs. H. Ishak Cae hijrah kepartai politik yang memiliki suara mayoritas agar memuluskan usahanya dalam memeperjuangkan aspirasi rakyat. Niatnya tersebut terkabulkan disaat dirinya langsung dicalonkan Rusdi Mastura dan H. Andi Mulhanan Tombolotutu, ketua dan sekretaris Partai Golkar sebagai caleg di tahun 2009 dari Partai Golkar sekaligus mengawali karirnya di partai berlambang pohon bering in tersebut.
Masuknya Drs. H. Ishak Cae ke Partai Golkar secara kebetulan waktu itu bapak H. Rusdi Mastura dan Andi Mulhanan Tombolotutu yang menawari be liau. kedua tokoh Golkar tersebut memberi beliau ruang hijrah ke Golkar, Drs. H. Ishak Cae menyahuti ruang yang terbuka tersebut kemudian direspon langsung dengan dicalonkannya beliau sebagai anggota DPRD Kota Palu, meskipun demikian posisi mayoritas di DPRD Kota Palu, posisi yang sangat strategi memper- juangkan aspirasi rakyat menjadi pendorong utama beliau masuk Partai Golkar. Karena di DPR sepandai pandainya orang jika hanya minoritas susah menggol kan program karena selalu diperhadapkan dengan dua dan cara pengambilan keputusan, musyawarah dan voting jika voting tentunya minoritas kalah itu me rubah main set beliau untuk pinda partai.
Bapak Drs. H. Ishak Cae dicalonkan Partai Golkar sebagai caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu pada tahun 2009 yang kemudian mengantarkan beliau duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Palu untuk yang kedua kalinya. Posisi Drs. H. Ishak Cae saat ini sebagai aggota legislatif dari partai meyoritas di DPRD Kota Palu,
166 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
sangat memberikan kemudahan bagi beliau memperjuangkan aspirasi masyarakat dibanding periode sebelumnya di PAN yang posisinya minoritas di DPRD Kota Palu. berada di posisi partai pemenang pemilu membuat dirinya lebih mudah menggolkan program-proram yang beliau inginkan, beliau mudah menggolkan kepentingan-kepentingan masyarakat Kota Palu.
Terpilihnya kembali Drs. H. Ishak Cae sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu membuat karirnya sebagai wakil rakyat terus terdongkrak naik, terlebih saat ini di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu beliau menempati posisi yang sangat strategis, dimana masuk pada badan anggaran sehingga makin strategis pula posisinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, dimana dengan posisi itu memberikan peluang bagi dirinya dalam merespon aspirasi yang ada dalam masyarakat.
Posisi yang sangat strategis itu diumpamakan masyarakat membutuhkan jalan yang diusulkan lewat musrembang tetapijika tidak terlibat dibanggar bagaimana cara mengawal itu, karena yang menetapkan dan menyetujui program itu diberi anggaran adalah badan anggaran, sehingga lewat badan anggaran itu beliau maksimalkan semua apa yang menjadi keinginan masyarakat, aspirasi masyarakat, beliau sah uti semua kemudian menunggu programnya dibanggar dan ditetapkan anggarannya.
Posisi yang sangat strategis di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu dibarengi dengan kekuatan partai yang mayoritas di DPRD menjadikan bapak Drs. H. Ishak Cae tampil percayadiri dalam memperjuangkan aspirasi masyara kat Kota Palu melalui lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, karena dengan posisi yang dimiliki bapak tiga anak ini dapat menjembatani aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti dan dilaks anakan terutama mengenai kepentingan masyarakat umum dan pembangunan.
Mengagumi Akbar Tanjung
Sebagai elit politik lokal Drs. H. Ishak Cae mengagumi sosok Dr.
Akbar Tanjung, kekagumannya dengan Dr. Akbar Tanjung tersebut tidak lain dikarenakan bahwa sosok Dr. Akbar Tanjung dimatanya