• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politisi dan Ustadz yang Memperhatikan Konstituen

Dalam dokumen Sejarah DPRD Kota Palu cetak.pdf (Halaman 119-125)

105

106 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

di Kota Palu tepatnya di Sekolah Madrasa Stanawia Negeri Palu dan dinyatakan lulus pada tahun 1994.

Kemauan menimbah ilmu di bangku sekolah menurutnya adalah hal yang wajib dilakukan karena ini sesuai dengan hak dari seluruh anak Indonesia untuk dicerdaskan sesuai isi dari pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bagaimana mau dicerdaskan bila kemauan dari anak bangsa sanagat minim inilah landasan beliau untuk terus melanjutkan pendidikan ketaraf yang lebih tinggi lagi yaitu taraf Sekolah Menengah Atas. Kesukaan beliau terhadap Pendidikan Agama membawa beliau untuk memilih Sekolah yang sesuai dengan kesukaanya tersebut, oleh karena itu Beliau kemudian memutuskan bersekolah di Sekolah Madrasah Alia Negeri 2 Palu yang sekarang di kenal sebagai sekolah Model Percontohan, yang terletak di jalan Tamrin Kota palu, kemudian beliau dinyatakan lulus pada tahun 1997. Setelah tamat dari Madrasah Alia Negeri 2 Palu beliau kembali melanjutkan pendidikannya ketaraf bangku perkuliahan sesuai jurusan yang beliau sukai, karena itulah beliau mendaftar masuk dan diterima di Sekolah Tinggi STAIN dan gelar sarjana Pendidikan Islam di dapatnya pada tahun 2003. Setelah mendapatkan gelar sarjananya tersebut beliau kemudian bertemu dengan seorang wanita yang lahir pada tanggal 26 Februari 1978 bernama Sundari Hi. Samauna, S.Pd yang kemudian menjalin kasih dan memutuskan untuk menikah pada tahun 2005. Sang isteri sekarang bekerja sebagai Guru Honorer di salah satu TK Talise.

Keluarga kecil yang berbingkai ajaran agama Islam ini kemudian membina rumah tanggannya di sebuah rumah yang berada di jalan Tombolotutu no 63 Palu. Dari hasil pernikahannya dengan Sundari Hi.

Samauna, S.Pd, beliau dikaruniai tiga orang anak yang terdiri dari satu orang putra dan dua orang puteri. Anak pertamannya bernama Anata Lu’luatu Madania yang lahir di Palu 03 Juni tahun 2006, anak keduanya bernama Anata Ma’rifatul Ilmi yang juga lahir di Palu pada tanggal 01 Maret tahun 2011, serta anak ketiganya bernama Anata Nazliatul Qurani yang lahir di palu pada tanggal 26 juli tahun 2012. Dari tiga orang anaknya, pasangan suami istri ini tidak mematok bahwa anak- anaknya harus menjadi pegawai negeri sipil seperti bapak dan ibunya kepada mereka diberikan kebebasan dalam memilih masa depan

107

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

yang mereka jalani sesuai dengan kompetensi dan bakat yang mereka miliki, asalkan harus terus berada di koridor agama Islam yang taat.

Sebelum duduk sebagai salah seorang Anggotadi DPRD, Bey Arifin, S.Pd.I yang memiliki hobi membaca ini pernah menduduki beberapa pekerjaan diantaranya, beliau pernah menjadi pegawai Honorer di kantor camat Mantikulore pada thun 2013, pernah pula menjadi Guru agama honorer di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Palu. Pada tahun 2012 sampai 2013. Beliau juga pernah bekerja sebagai Dosen Luar Biasa pada mata kuliah Agama Islam di Yayasan Nosarara Nosabatutu.

Beliau berani membuktikan bahwa bila bekerja bersunguh- sungguh dan mengangap pekerjaan sebagai teman maka pekerjaan akan teras ringan tanpa beban. Kemudian Bey Arifin, S.Pd.I juga pernah menjadi Pegawai Syara dari tahun 1994 sampai dengan sekarang. Beliau juga merupakan Pendiri sekaligus pengajar Taman Pengkajian Anak (TPA) Nurul Jumiah Talise pada tahun 1999, bagi beliau pendidikan adalah nomor satu bila menginginkan Indonesia berdiri di kaki sendiri.

Sebelum memijakkan kakinya di dunia politik, Bey arifin, S.Pd.I memulai kehidupan sosialnya dengan mengikuti berbagai organisasi, antara lain yaitu beliau perna mengikuti organisasi pramuka sewaktu beliau masih duduk di bangku SMA. Selain itu semenjak SMA beliau juga telah ikut dan bergabung dalam kepengurusan Risma Jami Talise yang bertugas menjaga dan membersikan mesjid. Pada tahun 2000 Bey arifin mulai mencoba bergabung bersama Pemuda Pancasila Kota Palu. Selain itu, Bey Arifin, S.Pd.I juga ikut bergabung pada yayasan Kalantaro dan menjadi ketua yayayasan ini dari tahun 2004 sampai dengan sekarang. Beliau juga merupakan imam mesjid jami talise mulai dari tahun 2008 sampai dengan sekarang.

Terjun di dunia politik, adalah sebuah pilihan ketika masyarakat menginginkan perubahan bagi daerahnya, membawa aspirasi masyarakat merupakan kewajiban yang baik menurut syariat Islam.

Pada tahun 2008 ibu Fauziah Abdullah mengajak beliau masuk dan bergabung di dalam Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), sebab melihat kapasitas dan kinerja Bey Arifin, S.Pd.I di Masyarakat. Oleh

108 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

karena itu awal kehidupan politik Bey Arifin, S.Pd.I mulai dari partai ini. Setelah bergabung selam satu tahun dalam partai tersebut, pada tahun 2009 beliau kemudian dipercayakan untuk menjadi salah seorang calek pada pemilu 2009 sebagai perwakilan partai PDP. Akan tetapi kesempatan besar tersebut belum dapat Bey Arifin, S.Pd.I dapatkan, sebab pada saat itu banyak sekali partai yang bersaing dan beliau hanya meraih 700-an suara, hanya karena kuota menjadikan beliau tidak naik di DPRD pada tahun 2009.

Pada tahun 2012 Bey Arifin, S.Pd.I bergabung dalam BKPRMI dan menjalani kehidupan sosialnya pada organisasi ini. Pada tahun yang sama yaitu tahun 2012 beliau memutuskan ikut bergabung lagi pada partai politik, kali ini Bey Arifin, S.Pd.I bergabung pada Partai Hanura, setelah ketua DPC Hanura Kota Palu H.Hadianto Rasyid mengajaknya menjadi kader partai ini. Dengan demikian Bey Arifin, S.Pd.I adalah kader dari politik dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), setahun kemudian tepatnya pada tahun 2013 beliau dipercayakan masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) hingga di tetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DPT) untuk mewakili partai Hanura dalam pemilu. Ada 12 orang nama yang menjadi Daftar Calon Tetap partai Hanura, diantara calon-calon tersebut Bey Arifin, S.Pd.I mendapat kesempatan untuk menjadi No Urut 1 pada pemilu tersebut dengan perolehan suara 876 suara, di urutan kedua ada Hj. Hadijah Mahmud dengan perolehan suara 400-an Suara, dan urutan ketiga bapak Tani lakoi dengan 300-an suara.

Ide-Ide dan Gagasannya

Menjadi penyambung aspirasi masyarakat, menjadi pelayan rakyat, dan menjadi pelindung rakyat, merupakan tugas penting yang diemban oleh para wakil rakyat di DPRD. untuk mewujudkan kepentingan rakyat, banyak ide-ide dan gagasan yang harus di berikan para wakil rakyat tersebut, Bey Arifin, S.Pd.I juga memiliki pemikiran yang sama guna kepentingan rakyat. Beliau memiliki ide yaitu ingin melakukan perubahan dari sisi pembangunan atau perbaikan Infrastruktur, dan Perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melihat kondisi Pendidikan, Pelayanan-pelayanan kesehatan untuk masyarakat, social, dan kesejahteraan Masyarakat.

109

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

Dari segi Infrastruktur, langka awal yang harus dilaksanakan yaitu terlebih dahulu mendengarkan aspirasi masyrakat, keluhan masyrakat, sesuai kebutuhan infrastruktur yang belum terakomodir.

Salah satu contohnya yaitu kemacetan yang terjadi di sisi jalan Tombolotutu, karena keberadaan pasar ikan di sisi jalan tersebut.

Masyarakat banyak mengeluhkan keadaan tersebut, apalagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut yang mengaku sangat terganggu oleh kemacetan dan juga aroma bau amis ikan yang tiap hari di hirupnya. Oleh karena itu menurut Bey Arifin, S.Pd.I di rasa perlu melakukan gerakan dengan cara memindahkan aktifitas pasar ikan tersebut ke tempat yang layak untuk di jadikan pasar ikan.

Dari Segi Sumber Daya Manusia (SDM), bagi Bey Arifin, S.Pd.I di butuhkan fasilitas penunjang pendidikan yang harus di adakan oleh pemerintah, sebab pendidikan merupakan salah satu penunjang kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia terkhusus di Palu. Selain itu, tenaga pengajar yang berkualitas merupkan sebuah hal yang penting demi kelangsungan proses belajar mengajar serta menambah tingkat rangsangan peserta didik dalam menerima pelajaran dari seorang guru yang propesional dan berkualitas.

Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia juga di perlukan pelatihan khusus untuk masyarakat yang belum sempat menikmati bangku pendidikan, dengan cara memberikan kursus-kursus bagi masyarakat agar dapat menambah keterampilan mereka masing- masing sesuai kebutuhan SDM. Dengan demikian, memberikan kursus untuk masyarakat dapat membuka lapangan pekerjaan dengan memiliki Sumber Daya manusia yang berdaya saing. Mengaktifkan balai latihan kerja juga dapat membuat tempat-tempat kursus kembali bangkit mencetak Sumberdaya manusia yang telaten.

Lapangan pekerjaan juga dapat di buka dengan adanya fasilitas- fasilitas umum yang ada di Kota palu yang semakin membaik, sebuah ide Bey Arifin, S.Pd.I muncul dengan melihat keadaan Kota palu yang indah. Membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat dengan menghadirkan orang-orang yang mau menjadi tukang foto cetak expres yang bisa di hadirkan di anjungan, taman-taman Kota, dan tempat rekreasi keluarga di Kota palu, selain membantu

110 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

ekonomi sang masyarakat, ini juga merupakan daya tarik tersendiri bagi perkembangan pariwisata Kota palu. Menurut Bey Arifin, S.Pd.I merubah Kota palu bukan hal yang mudah untuk diwujudkan dan dilaksanakan, akan tetapi merubah Kota palu dengan memulai dari hal yang kecil dapat di kerjakan dengan baik.

111

Dalam dokumen Sejarah DPRD Kota Palu cetak.pdf (Halaman 119-125)