69
70 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
dilewatinya selama tiga tahun tanpa hambat tinggal kelas dan berhasil lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.
Setelah menamatkan sekolah di STN Palu, Erfandy melanjukan studi di STM Negeri Palu.. Semangat dan ketekunan yang dimiliki semenjak duduk dibangku sekolah mulai memudar. Belajar bukan lagi menjadi prioratas utamanya, ia lebih banyak meluangkan waktu bersama teman-temannya. Kebersamaan yang membuatyan lupa akan pentingnya pendidikan. Pendidikan Erfandy semakin terpuruk karena kesalahan pergaulan yang ia bangun. Prestasinya pun semakin menurun, hingga pengalaman pahit tinggal kelas pun harus ia nikmati.
Menurutnya ini lah masa dimana ia terperangkap dalam pergaulan remaja yang kebabablasan. Konsekwesi tertinggi yang harus ia terima adalah droop out dari sekolah yang tentu saja mencederai kepercayaan ayahandanya.
Tak ada gading yang tak retak pepatah ini cocok untuk mengkiaskan perjalanan karir pendidikan Erfandy. Pepatah ini mengkiaskan bahwa tak ada manusia yang tak luput dari salah begitupun sosok Erfandy.
Setelah beberapa tahun menyadang status siswa putus sekolah, jiwanya kembali terpanggil untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Erfandy kembali sadar akan pentingnya pendidikan demi masa depan. ia pun memilih melanjutkan studinya di SMA PGRI 2 Palu.
Sekolah ini menjadi saksi akhir perjalanan pendidikan Erfandy.
Organisasi Sosial: Perjalanan Pengabdian Untuk Masyarakat Belajar dari kesalahannya semasa sekolah, Erfandy memiliki impian untuk mengabdi kepada masyarakat. Tentu hal ini bukan lah hal yang mudah untuk dicapai. Mengawali impiannya tersebut ia menyibukan dirinya dengan kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat.
Selain itu, ia pun bergabung dalam beberapa organisasi sosial kemasyarakatan seperti Karang Taruna, Remaja Masjid Darul Muttaqien, Pemuda Pancasila, BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Manonda Mandiri, dan Yayasan Baligau.
Erfandy muda tumbuh menjadi sosok yang begitu dekat dengan masyarakat. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari peran serta dan keaktifannya dalam kegiatan kemasyarakatan. Keaktifannya
71
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
dalam organisasi Karang Taruna dan Remaja Masjid Muttaqien membuatnya semakin dekat dengan para pemuda di lingkungannya.
Bersama Karang Taruna dia belajar bagaimana mengatasi persoalan- persoalan kepemudaan yang banyak menghabiskan waktu luang mereka dengan hal-hal negatif kearah yang lebih positif. Kegiatan- kegiatan kepemudaan pun ditingkatkan melalu program-program yang mengasa minat dan bakat para pemuda seperti pertandingan sepak bola, takraw, volley ball dan sebagainya. Melalui organisasi Remaja masjid para pemuda juga dalam memperdalam pengetahuan agamanya. Tentunya mengasa sisi rohani para Remaja sehingga melahirkan jiwa-jiwa muda yang beriman. Menurutnya hal-hal seperti inilah yang dapat meredam konfik antar pemuda, waktu luang mereka diisi dengan hal-hal positif.
Pengalaman organisasinya semakin terasa saat dirinya aktif di Badan Keswadayaan Masyarakat Manonda Mandiri. Melalui BKM Manonda Mandiri Erfandy dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain itu, permasalahan masyarakat dapat dikenalinnya lebih dekat. Sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat tersalurkan melalui program-program yang tepat sasaran. Organisasi ini banyak memberikan pengalaman berharga dalam proses penyusunan program-program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Erfandy juga aktif dalam mendukung program-program pemerintah melalui program PNPM Mandiri. Salah satu program nasional yang diprogramkan pemerintahan SBY. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, program ini pula dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait persoalan peningkatan ekonomi, infrastruktur, sarana dan prasana publik.
Keterlibatan dan Peran sertanya dalam PNPM Mandiri Kota Palu membuatnya dipercaya untuk menghadiri Temu Nasional PNPM yang di laksanakan di Jakarta pada tahun 2008. Pertemuan ini menambah pengalama organisasi yang dimilikinya. Tidak hanya itu, berkat kegiatan ini dia akhirnya mengetahui program-program apa saja yang telah di lakukan PNPM Madiri di provinsi lainnya. Wawasannya
72 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
akan solusi permasalahan-permasalan masyarakat di daerah lain juga semakin bertambah. Pengalaman dan pengetahuan ini pula yang ia terapkan saat kembali ke Kota Palu.
Keaktifannya dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan membuat sosok Erfandy semakin populis. Dirinya tidak hanya dikenal masyarakat disekitar tempat tinggalnya, namun hampir diseluruh wilayah Kota Palu. Program-program yang ia lakukan bersama organisasi-organisasi sosial dan lembaga kemasyarakatan yang di ikutinya telah mengharumkan namanya. Hal ini tentu saja akan memuluskan impian pengabdiannya kepada masyarakat.
Peduli dan Merakyat
Sejak kecil Ayah Erfandy menanamkan nilai-nilai budaya dan agama agar kelak anaknya tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, masyarakat, bangsa dan negara. Baginya ayah adalah contoh teladan yang banyak memberinya inspirasi dalam hidup. Bagaimana hidup dengan rendah hati dan mampu menghargai orang lain tanpa memandang pangkat dan jabatannya. Sebab manusia dimata Allah SWT adalah sama. Erfandy kecil tumbuh menjadi anak dewasa yang begitu luwes dalam bergaul. Ia dapat bergaul dengan siapa saja. Hal ini membuatnya begitu dikenal oleh masyarakat sekitar tempat tinggal dan lingkungan kerjanya.
Tak hanya itu, kepekaan dan kepedulian sosialnya yang tinggi terhadap kehidupan sosial membuatnya selalu diingat masyarakat, keluarga, tetangga, sahabat, kerabat dan para koleganya. Mereka kemudian memberikan saran agar dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia. Berkat dorongan orang-orang terdekatnya akhirnya ia memutuskan untuk bergadung dalam pesta demokrasi tersebut pada tahun 2009. Mendapat dukungan penuh keluarga, sahabat dan masyarakat daerah pemilihannya memuluskan langka Erfandi menduduki kursi anggota DPRD Kota Palu Periode 2009-2014.
Berjuang bersama Rakyat
Tahun 2009 menjadi awal karir perjalanan politik Erfandi di DPRD Kota Palu. Mengemban amanah rakyat untuk lima tahun kedepan tentu saja membuntuhkan tanggung jawab dan kerja keras. Baginya
73
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
wakil rakyat harus bekerja bersama rakyat dan membela kepentingan rakyat. Tak perlu ada jarak antara anggota dewan dengan masyarakat.
tidak adanya jarak antara anggota dewan dengan masyarakat akan memudahkan kinerja anggota dewan.
Erfandy dikenal sebagai sosok anggota dewan yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Tahun 2010 ia menghadiri Musyawarah Nasional ADEKSI di Jakarta sebagai wujud penguatan kinerja anggota dewan. ADEKSI (Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia) merupakan Wadah Kerjasama antar DPRD Kota seluruh Indonesia. Asosiasi ini adalah organisasi otonom dan Independen terdiri dari 90 DPRD Kota seluruh Indonesia. ADEKSI didirikan pada tanggal 26 juni 2001 sebagai bagian dari program desentralisasi yang lebih dikenal otonomi daerah.
Selain itu, asosiasi ini diharapkan mampu melaksanakan tiga kegiatan utama yakni menfasilitasi penyelenggaraan kegiatan pengembangan kapasitas anggotanya, kegiatan advokasi dan penyediaan layanan informasi dan publikasi. ADEKSI juga melakukan kerjasama dan didukung oleh lembaga lain baik dalam maupun luar negeri yang memiliki misi dan visi yang sejalan, diantaranya terciptanya tata pemerintahan local yang baik (good local governance), peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah melalui peningkatan kualitas demokrasi ditingkat lokal. 5
Tahun 2011 ia juga mengikuti studi banding mengenai pelayanan Rumah Sakit di Karawang. Setelah itu, ia juga mengikuti studi banding mengenai pemerintah yang dilaksanakan di Depok. Masih di tahun yang sama ia kembali mengikuti studi banding mengenai Revisi UU 32 Tahun 2004 di Bandung dan Aceh yang diselenggarakan ADEKSI sebagai wujud peningkatan kapasitas anggotannya.
Lima tahun menjadi wakil rakyat, khususnya daerah pemilihan Kecamatan Palu Barat bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kepekaan, keakuratan dan kemampuan analisis yang baik untuk menghadapi dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Perjuangan ini tentulah harus didukung kemampuan fisik dan kecerdasaan intelektual. Oleh sebab itu, dirinya tak pernah berhenti belajar baik melalui media
5 http://www.adeksi.or.id/tentang.php diakses pada hari jum’at 22 oktober 2014 di Palu
74 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
cetak maupun media online. Diskusi bersama dengan rekan kerja dan kelompok-kelompok masyarakat tak sungkan ia lakukan demi menambah wawasan.
Menjadi salah satu anggota DPRD yang terpilih kembali untuk periode 2014-2019 tentu membutuhkan kepercayaan yang utuh dari masyarakat dapilnya. Apa yang dilakukannya diperiode 2009- 2014 telah membuktikan bahwa ia bukanlah sosok yang mudah ingkar dengan apa yang telah dikatakannya. Baginya Kepercayaan masyarakat adalah salah satu hal utama dalam ketatnya persaingan untuk mendapatkan kursi di DPRD. Persaingan inilah yang menjadi cambuk baginya untuk tetap menjadi yang terbaik di hati masyarakat yang memilihnya.
Politisi berdarah bugis ini begitu menghargai nilai-nilai kebudayaan yang ada di lingkungannya. Besar di Tanah Kaili menjadikannya begitu mencintai kebudayaan Kaili, namun tidak menghilangkan budaya bugis sebagai budaya asli keluarganya. Keberadaan orang bugis di tanah kaili tercatat sejak ratusan tahun silam. Bahkan kedatangan orang bugis di tanah Kaili banyak kita jumpai dalam cerita rakyat masyarakat Kaili. Hadirnya cerita rakyatnya tentang kedatangan orang bugis ke tanah kaili seperti yang ada dalam cerita Sawerigading misalnya menjadi satu bukti memori masyarakat akan kedatangan awal masyarakat bugis ke tanah kaili. Pesan moral yang selalu ditanamkan oleh ayahnya sejak kecil dimana bumi dipijak di situ langit di junjung. Pesan inilah yang menjadi dasar pengerak jiwa Erfandy untuk selalu berjuang demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kota Palu.
Dua kali menjadi wakil rakyat tentu membutuhkan kecerdasaan dalam berpolitik. Kecerdasaan etika dan moral berpolitik menjadi dasar utama dalam membangun karier politinya. Kecerdasaan ini harus dibangun melalui ketulusan dan keikhlasan hati nurani dalam berpolitik. Karena sejatinya hati nurani tidak akan berdusta. Tentu saja kesatuan kata, tindakan dan perbuatan yang menjadi cerminan hati nurani. Kecerdasaan ini pula yang berhasil menaklukan hati perempuan cantik bernama Mumtaz, S.Pt untuk memilih Erfandy sebagai pendamping hidupnya. Pasangan ini mengikat janji suci
75
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
pernikahan pada tanggal 24 Februari 2003. Sebelas tahun mengaruhi bahtera rumah tangga kedua pasangan ini telah dikarunia dua orang anak. Anak pertama bernama Jihan Hikmah Awaliyah yang lahir di Palu pada tanggal 15 November 2003. Anak kedua, Lukman Ahmadinejad yang lahir di Palu tanggal 16 Februari 2007.
Bagi Erfandy yang sehari-harinya disapa dengan panggilan Reo, partai Hanura menjadi pelabuhan terakhir karier politiknya.
Partai yang dipimpin oleh Wiranto, seorang panglima jenderal yang begitu disegani pada zamannya ini telah menaklukan hati Reo untuk bergabung bersama Hanura. Sosok Wiranto sebagai seorang Jendral yang begitu dikenal oleh masyarakat Indonesia dan disegenai dunia membuat Erfandy begitu mengaguminya. Tidak hanya itu kesahajaan, kharisma dan kebijaksaan Wiranto dalam berpolitik memantapkan hati Erfandy untuk tetap berada dibawa naungan partai Hanura.
Bagi Erfandy politik pencitraan yang saat ini banyak dicontohkan oleh para politis pada kenyataannya hanya akan mencederai kecerdasan etika dan moral seorang politikus. Politik pencitraan juga mencederai kepercayaan rakyat kepada wakilnya, yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok dari pada kepentingan rakyat.
Wakil rakyat tidak lagi berjuang untuk rakyat sehingga nilai-nilai perjuangan dari rakyat, demi rakyat dan untuk rakyat mulai memudar.
Begitu pun, dengan Nilai-nilai luhur sebagai insan manusia yang hidup dan bekerja dengan Ikhlas tidak lagi menjadi acuan dasarnya.
Dimata Efrandy sejatinya politik untuk mencapai kemaslahatan umat, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Seperti apa yang menjadi orientasi dasar politik DPRD yang menjadi harapan bagi semua masyarakat. Agenda politik yang sangat nyata dan langsung memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi tugas penting bagi seorang anggota DPRD. Hal ini dapat diwujudkan melalui program-program yang tepat sasaran seperti, penanggulangan kemiskinan, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. Semua ini dapat tercapai apabila anggota DPRD dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Berdasarkan undang-undang nomor 32 tahun 2004 DPRD memiliki tiga fungsi utama yakni Legislasi, Anggaran dan Pengawasan.
76 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Tentu saja para anggota dewan harus menjalankan tugasnya sesuai fungsi utama mereka. Sehingga apa yang menjadi kepentingan rakyat dapat tercapai. Fungsi legislasi misalnya DPRD harus mampu menjalankan kewenangannya sebagai pembuat peraturan daerah (Perda) yang mengutamakan kepentingan rakyat. DPRD juga diharuskan menginisiasi lahirnya rancang peraturan daerah (Raperda) yang diusulkan oleh Eksekutif. Selain itu, dewan perlu membahas Raperda tersebut. Setiap anggota dewan memiliki hak menyetujui atau pun menolak tersebut yang disepakati melalu rapat DPRD.
Menjalakan fungsinya sebagai pengendali anggaran daerah, DRPRD memiliki kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Melalui kewenangan ini diharapkan setiap anggota dewan mampu memperjuangkan anggaran yang memihak kepada kepentingan rakyat bukan kepentingan individu ataupun golongan.
DPRD sebagai wujud perwakilan rakyat diberi tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan peraturan-peraturan lainnya. Selain itu, DPRD juga melaksanakan pengawasan APBD, Kinerja dan kebijakan pemerintah daerah dalam pembagunan daerah. DPRD juga dituntut untuk mampu menjalin kerjasama internasional dengan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Fungsi-fungsi inilah yang diharapkan mampu dijalankan oleh anggota Dewan kedepan.
Berjuang bersama rakyat tentunya akan memudahkan penerapan fungsi dan tugas-tugas pokok seorang anggota DPRD.
Kinerja para anggota DPRD Lima tahun kedepan akan menjadi bukti penerapan fungsi mereka sebagai wakil rakyat. Erfandy sebagai politisi yang memiliki motto hidup mati bersama rakyat akan berupaya menjalankan tugas dan fungsinya tersebut. Ia juga berharap kedepannya wakil rakyat harus menentukan skala prioritas dalam menjalankan program-program yang berbasasi kerakyatan. Sehingga program-program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
77