• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memajukan Kawasan Ekonomi Kota Palu

Dalam dokumen Sejarah DPRD Kota Palu cetak.pdf (Halaman 141-148)

127

H. KADIR P.H. SAMAUNA: 12

128 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

Tidak jarang, perjuangan mereka meraih kesuksesan yang menyebabkan mereka dekat dengan masyarakat. Apalagi jika mereka tetap bersikap rendah hati dan terbuka kepada masyarakat, sudah pasti simpati dari masyarakat akan mudah mereka raih. Massa yang simpati ini jelas bukan massa musiman yang bisa dibeli dengan uang. Mereka adalah massa yang telah mengenal sepak terjang si pengusaha sejak ia masih berjuang memperbaiki kehidupannya.

Kepercayaan (trust) tersebut yang telah dibangun antara si tokoh dengan masyarakat.

Salah satu bukti hipotesis bahwa bukan hanya sokongan modal besar yang memainkan peran penting dalam perpolitikan adalah H. Kadir P. H. Samauna. Ia adalah seorang pengusaha lokal yang kedekatannya dengan masyarakat tidak perlu lagi dipertanyakan.

Ia membangun kepercayaan dan keterbukaan dengan masyarakat yang membuat dirinya ditokohkan oleh masyarakat. Masyarakatlah yang menyokongnya untuk maju mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di DPRD Kota Palu. Masyarakat menaruh harapan yang tinggi akan perubahan ke arah yang lebih baik pada sosok yang satu ini.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

H. Kadir lahir di Donggala, pada tanggal 24 Maret 1967. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya, Hagaru H.

Samauna adalah seorang nelayan dan ibunya, Andi Kena adalah seorang ibu rumah tangga. Empat orang saudara H. Kadir antara lain;

Nahlan, Karlan, Ruslan, dan Endang Sumarni.

Ayah H. Kadir berprofesi sebagai nelayan. Mereka sekeluarga tinggal di daerah pesisir Pantoloan. Ia harus menghidupi istri dan kelima anaknya dari hasil melaut yang sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kerasnya kehidupan yang dialami oleh keluarga ini membuat sang ayah bertekad agar anak-anaknya dapat menjadi orang sukses sehingga tidak lagi merasakan penderitaan dan kehidupan serba kekurangan seperti yang dialami oleh sang ayah.

H. Kadir disekolahkan di SDN Pantoloan pada tahun 1974 saat usianya genap 7 tahun. Bagi orang tuanya, pendidikan adalah jalan satu-satunya untuk memperbaiki nasib. Dengan pendidikan, status

129

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

sosial akan terangkat dan akan lebih dihargai oleh orang. Pendidikan kekal melekat dalam diri sedangkan harta dapat saja habis jika tidak dikelola dengan baik. Harta satu-satunya yang dapat diberikan oleh orang tua H. Kadir adalah pendidikan.

H. Kadir menamatkan pendidikan SD nya pada tahun 1980. Ia lulus dengan prestasi cukup membanggakan yaitu masuk peringkat sepuluh besar. Setamat SD, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 16 Palu yang berada di Tawaeli. Jarak antara rumah dan sekolah yang cukup jauh, serta transportasi umum yang tidak seramai sekarang menjadi ujian selanjutnya bagi H. Kadir untuk menuntut ilmu. Namun dengan semangat dan tekad ingin mengubah nasib, semua rintangan dilalui oleh H. Kadir.

Kendala terbesar yang didapatkan oleh H. Kadir adalah kendala biaya. Untuk membantu meringankan beban orang tuanya dalam menanggung biaya sekolahnya, H. Kadir bekerja di bengkel alat berat milik Edward Fredrik di Pantoloan. Di usia yang masih sangat muda, ia harus bekerja keras membanting tulang agar tetap dapat sekolah.

H. Kadir menamatkan pendidikan SMP pada tahun 1983. Ia sangat bersyukur dapat menamatkan pendidikannya. Kelulusan tersebut diraih dengan belajar di sekolah dan bekerja keras untuk membantu membiayai sekolah. H. Kadir kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 7 Palu yang terletak di Tawaeli. Untuk membiayai sekolahnya, H. Kadir tetap bekerja di bengkel alat berat milik Edward Fredrik di Pantoloan. Jika semasa SMP, ia hanya jadi pesuruh, maka pada saat SMA, ia menjadi mekanik.

Ia berhasil lulus SMA pada tahun 1986. Setelah lulus SMA, H.

Kadir bekerja sebagai mekanik di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tambang galian C yang beroperasi di Pantoloan. Perusahaan tersebut bernama PT. Patra Jaya.

Setelah memiliki cukup modal dari hasil bekerja sebagai mekanik, H. Kadir memberanikan diri menjajaki dunia usaha. Sesuai dengan background pekerjaan yang digelutinya, H. Kadir memilih berwirausaha di bidang pengangkutan material seperti pasir, kerikil, dan timbunan. Penghasilan yang diterimanya tidak seberapa besar dan kadang tidak menentu. Namun, rezeki yang didapat haruslah

130 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

tetap disyukuri. Menurut H. Kadir, berapa pun penghasilan yang diterimanya, selalu ia syukuri.

H. Kadir menikah dengan Arni dan saat ini telah dikaruniai tiga (3) orang anak. H. Kadir dan keluarganya menempati sebuah rumah di Jl. Landato. RT: 002/RW: 005. Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Palu Utara. H. Kadir selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Baginya, keluarga adalah prioritas nomor satu dalam hidupnya.

Dari Ketua RT hingga Wakil Rakyat

Dalam kehidupannya di masyarakat, H. Kadir dikenal sebagai orang yang mudah bergaul dan suka membantu. Karena kedekatannya dengan masyarakat itulah, ia pernah dipercayakan menjadi Ketua RT, Ketua RW, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pantoloan, dan Badan Koordinasi Masyarakat (BKM) Kelurahan Pantoloan. Ia bahkan menjabat sebagai Ketua BKM selama 4 periode.

Terlibat secara aktif dalam masyarakat dan mengenal dengan baik daerah tempat tinggalnya membuat H. Kadir dengan cepat menjadi tokoh di masyarakat. Rumahnya selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin sekedar bertamu, tukar pikiran, bahkan berdiskusi. Ia memang terbiasa mendengar keluhan-keluhan masyarakat yang datang ke rumahnya. Semua keluhan tersebut didengarnya dengan baik dan segera dicarikan jalan keluar.

Kebiasaan bertukar pikiran dengan masyarakat tersebutlah yang membuat masyarakat menyenangi sosok yang satu ini. Ia pun kini dipercaya menjadi Ketua Forum Nelayan Sulawesi Tengah. Masyarakat Pantoloan yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh pelabuhan dan nelayan, menaruh harapan yang besar pada sosok yang satu ini.

Menjelang Pemilihan Umum Legislatif 2014, H. Kadir dipersiapkan oleh Golkar sebagai salah satu calon anggota legislatif mereka.

H. Kadir merupakan pengurus partai berlambang pohon beringin tersebut di Kelurahan Pantoloan. Ia pernah menjadi Ketua Partai Golkar Kelurahan Pantoloan dan kini menjadi Ketua Partai Golkar kecamatan Tawaeli. Ketika ditanyakan mengenai ihwal majunya

131

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

dirinya sebagai salah satu caleg, H. Kadir mengemukakan bahwa awalnya, ia tidak berniat menjadi caleg. Ia sudah kadung menikmati kesehariannya di masyarakat dan pekerjaannya sebagai seorang wirausahawan. Namun, masyarakatlah yang mendorongnya untuk maju dalam pencalonan. Masyarakat menilai dirinya sebagai sosok yang tepat untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Pantoloan. Sosoknya yang terbuka, jujur, rendah hati, dan dermawan menjadi faktor utama masyarakat menaruh kepercayaan terhadapnya.

H. Kadir tergabung dengan beberapa caleg dari Golkar maupun partai lainnya dalam daerah pemilihan (dapil) Kota Palu 1 yang meliputi Kecamatan Palu Utara dan Kecamatan Tawaeli. Segala persiapan mulai dilakukan oleh H. Kadir beserta tim suksesnya untuk memenangkan pemilihan tersebut. Salah satunya adalah sosialisasi kepada keluarga, sahabat, dan terutama massa. Kelebihan yang dimiliki oleh H. Kadir adalah beliau dikenal sebagai sosok yang sering berinteraksi dengan masyarakat kelas bawah, sehingga tidak sulit bagi beliau untuk menjaring animo massa. Kedekatan emosional inilah yang menjadi dasar massa memilihnya. Selain itu, dengan aktivitasnya sebagai seorang wirausaha membuatnya banyak menjalin banyak relasi bisnis, sehingga tidak sulit bagi beliau untuk membangun jaringan massa. Sosialisasi tim sukses H. Kadir dipusatkan di daerah Kecamatan Tawaeli, khususnya di Kelurahan Pantoloan dan Pantoloan Boya.

Akhirnya hari yang dinantikan tiba juga. Pagi hari tanggal 9 April 2014, rakyat Indonesia berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing daerah untuk menggunakan hal pilihnya. Di Kota Palu, sejak pagi hari masyarakat telah ramai mengunjungi TPS-TPS yang ada untuk memberikan suaranya. Pemungutan suara pun berlangsung lancar dan serentak di Kota Palu. H. Kadir pun tidak ketinggalan untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Calon Legislatif tersebut di TPS yang berada tidak jauh dari kediamannya.

Pada jam 13.00 WITA, pemungutan suara dihentikan dan selanjutnya dilakukan penghitungan suara. Para tim sukses dan tim pemenangan dari segenap calon legislatif yang bertarung turut ketar-

132 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

ketir menunggu hasil penghitungan tersebut tidak terkecuali H. Kadir Baginya, hasil yang nantinya akan diterima pasti merupakan yang terbaik yang diberikan oleh Allah SWT. Berbekal sikap ikhtiar dan tawakal tersebut, H. Kadir mengusung optimisme tinggi bahwa Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik untuk dirinya. Penghitungan suara berakhir pada malam hari. Di beberapa TPS telah diketahui siapa yang memimpin perolehan suara. H. Kadir beserta tim suksesnya pun bersiap-siap dengan hasil yang akan diperoleh. Di daerah yang diklaim sebagai daerah basis massa dari H. Kadir diketahui bahwa beliau memperoleh jumlah suara yang cukup signifikan.

Keberhasilan yang diraih oleh H. Kadir tersebut, menurutnya bukan hanya buah kerja kerasnya sendiri tetapi juga kerja keras semua pihak yang mendukung beliau. H. Kadir tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dirinya untuk menjadi anggota legislatif. Baginya, keberhasilan tersebut merupakan awal dari kerja keras yang menanti beliau di DPRD. Kesan pertama yang beliau rasakan setelah resmi menjadi Anggota DPRD adalah di DPRD, ia mendapatkan kesempatan untuk sekali lagi memperluas wawasaan dan pengetahuannya. Selain itu, dengan menjadi Anggota DPRD, beliau menemukan jalan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya masyarakat di daerahnya dan yang paling penting menurutnya adalah pengabdian kepada negara.

Setelah menjadi anggota DPRD, H. Kadir tidak serta merta menjadi

“kacang yang lupa kulitnya”. Ia selalu mendengarkan keluhan-keluhan yang datang dari masyarakat. Soal rencananya kedepan, H. Kadir mengutarakan keinginannya untuk memajukan kawasan Kota Palu bagian utara yang terdiri dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Tawaeli dan Kecamatan Palu Utara. Ia meilhat, bahwa dari segi pembangunan dan bidang-bidang lainnya, dua kecamatan ini masih jauh tertinggal.

Ia juga berniat memaksimalkan dengan baik peran Kawasan Ekonomi Khusus yang akan segera direalisasi di wilayah Kecamatan Tawaeli agar pemberdayaan masyarakat bisa sinergis dengan pembangunan.

Ketika ditanyakan mengenai konflik antar kelurahan yang kerap terjadi akhir-akhir ini di Kota Palu, dan menjalar ke wilayah utara Kota Palu, H. Kadir menegaskan bahwa masalah konflik tersebut harus

133

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

diselesaikan dari akarnya. Ia melihat akar dari konflik tersebut adalah meluasnya peredaran minuman keras dan obat-obatan di masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga menilai bahwa nilai-nilai kekeluargaan di masyarakat sudah semakin terkikis, terutama di anak muda.

Selain itu, ia melihat, banyaknya pengangguran juga menjadi faktor penyebab konflik. Untuk itu, ia berniat membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat agar masyarakat disibukkan dengan rutinitas pekerjaan sehingga tidak lagi memiliki waktu untuk berkonflik. Menurutnya, minimnya lapangan kerjalah membuat peredaran minuman keras makin marak karena para pengangguran pasti akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkumpul sesama pengangguran dan menenggak minuman keras. Kumpulan pengangguran ini berpotensi bertemu dengan kelompok lainnya sehingga gesekan mungkin tidak dapat dihindari dan bisa saja terjadi.

134

H. NANANG: 13

Dalam dokumen Sejarah DPRD Kota Palu cetak.pdf (Halaman 141-148)