38
SEJARAH DPRD KOTA PALU
Terbentuknya DPRD Kota Palu baru dimulai pada tahun 1995, karena sebelumnya Kota Palu hanya berstatus Kota Administratif sehingga belum ada DPRD-nya. Baru kemudian, pada tahun periode 1995-1997 telah dibentuk DPRD Kota Madya Palu yang berasal dari pemilihan Kabupaten Donggala, karena Palu adalah sebuah Kota yang dimekarkan dari Kabupaten Donggala. Anggota DPRD Kota Madya Palu periode 1995-1997 dengan berdasarkan pada pola minimal atas dasar jumlah penduduk, jumlahnya terdiri atas 20 orang saja, yakni: Mayor Inf. Sampe Pamelay berasal dari DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Pasaulolo Dg. Malindu, Nasrun H. Nawir, Arena JR.
Parampasi SH, Daniel Tangkilisang, BA., Hi. Jamaluddin Tiku, BA., Dra. Hj. Ny. Ida Sikopa, Kapten Endang Karya, Kapten Arikolong, Hi.
Nuhe Maragau, Hj. Sitti Syamsiar Ponulele, Moch. Taufan A. Karim, Yvonne G. Kasese, Abdullah Yahya, Drs. Hi. Ramli Asnawi, Drs. Hi. Jebo Samani, Hery Kasmidi, K.W. Rasyid Dg. Matantu, H. Dahlan Anunu, dan Tasmin Lainga, BBA. yang berasal dari DPRD Kabupaten Donggala.
Pelantikan mereka, pertama kali dilakukan pada hari Selasa, tanggal 11 Juli 1995 oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Bapak Hi. Abdul Azis Lamajido di Palu.1 Ketua sementara adalah Drs. Pasaulolo Dg.
Malindu termasuk yang memimpin sidang pertama kali. Kemudian pada hari Jumat tanggal 21 Juli 1995, melantik ketua definitif Bapak Mayor Inf. Sampe Pamelay.
1 Wawancara Ibu Hj. Ida Sikopa di Palu tanggal 3 Januari 2015.
39
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
Gambar: Anggota DPRD Pertama Kota Palu 1995-1997,
Foto Koleksi Ny. Hj. Ida Sikopa.
Formasi anggota DPRD Kota Madya Palu seperti itu merupakan hasil Pemilu 1992 untuk Kabupaten Donggala yang dimenangkan oleh Golkar sebanyak 69 % suara pada masa puncak kekuasaan Orde Baru di Sulawesi Tengah sedangkan suara PPP hanya memperoleh 15 % serta PDI sebanyak 16 % suara di Kota Palu. Kesadaran politik perempuan Palu sudah terlihat dengan empat orang anggota dari pihak perempaun. Salah satu bentuk popularitas Golkar di Kota Palu waktu itu karena mampu menciptakan keputusan strategis yang langsung menyentuh masyarakat. Hal itu dapat dilihat pada masa Ketua DPD Golkar Kodya Palu Aksan Intje Makka, SH yang membuat program bea siswa bagi 10 orang pelajar di Kota Palu.�
Kemudian, anggota DPRD Kota Palu periode 1997-1999 terdiri atas 22 orang anggota antara lain: Mayor. Inf. Hi. Achmad Madjid sebagai ketua dari Fraksi ABRI Komisi C di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kapt.
Hi. Irwan Yotolemba, BBA.(alm), Hj. Lyli Pakamundi, Kasman Lemba BA.
(alm), Suardin Suebo SE., Nasrun Hi. Nawir, Armin M. Lajangki, SE., Moh.
Amir Tahir, Paharuddin Sumang, SE., Amir Tahir, Umar Samaruddin,
40 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Hi. Moh. Nur Djusdinsjah (alm.), Hi. Dahlan Anunu, Johny A. Kapal (alm.), Drs. Hi. Jebo Samawi, Hj. Cut Mutia, Yvone B. Kasese, Dra. Hj.
Ida Sikopa, Kapt. Makija Lembo (alm), Margaretha Kondoruru, dan Hi.
Jamaluddin Tiku BA.(alm) Warga Pemilih dalam Pemilu 1999 di Kota Palu pada saat itu telah mencapai 137.460 jiwa yang tersebar di empat Kecamatan Palu Utara, Palu Timur, Balu Barat dan Palu Selatan. Adapun jumlah pemilih di Kota Palu dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 1:
Pemilih Kota Palu 1999
KECAMATAN PEMILIH TERDAFTAR PEMILIH PERSENTASE
Palu Barat 41.689 37.491 89,9
Palu Selatan 31.432 26.748 85,1
Palu Timur 47.601 41.414 87,0
Palu Utara 16.738 15.334 88,0
137.460 120.987 88,0
Sumber: Palu Dalam Angka 2002, hal. 26
Secara Politik dapat dikatakan bahwa kaum aristokrat Sulawesi Tengah masih mendapatkan tempat dalam dinamika maupun prosesi politik di Kota Palu. Kita ambil contoh pemilihan DPD pada Pemilu 2004 yang lalu bahwa Wati Bantilan dan Iksan Loulemba terpilih secara telak di daerah Pemilihan Sulawesi Tengah. Wati Bantilan yang berasal dari keluarga Aristokrat Tolitoli mendapatkan tempat yang berarti dalam prosesi politik Sulawesi Tengah termasuk di Kota Palu, demikian juga Iksan Loulembah yang masih menjadi representasi aristokrat Tavaeli-pun masih memiliki basis massa yang jelas di Sulawesi Tengah. Demikian juga tokoh Al Khairat bapak H. Faisal Mahmud dan tokoh GKST bapak Roger Tobigo menjadi bukti juga bahwa di Sulawesi Tengah termasuk Kota Palu masih mendapatkan tempat dalam segmen massa agama Islam dan juga segmen massa agama Kristen. Jadi secara sosio–politik struktur masyarakat Sulawesi Tengah menunjukkan empat segmen besar masyarakat seperti itu.
Selanjutnya, Pemilu 2004 dan Pemilu 1999 menurut berbagai ahli dinyatakan sebagai Pemilu paling demokratis pasca Orde Baru.
Pemilu 1999 di Kota Palu masih menunjukkan kemenangan Golkar secara signifikan, namun kalau diperhatikan secara seksama dengan meminjam istilah Nasikun bahwa struktur kepartaian sebagai
41
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
perwujudan struktur sosial masyarakat, maka formasi lima partai pemenang pemilu di Kota Palu adalah sebagai berikut:
Tabel 2:
Perolehan Suara Pemilu 1999 Kota Palu
NO PARTAI SUARA KET.
1 2 3 4
1. Golkar 64.212
2. PDI-P 16.567
3. PPP 10.526
4. PAN 4.302
5. PBB 4.192
6. PSII 1.946
7. PKB 1.906
8. KRISNA 1.780
9. PKP 1.376
10. PK 1.289
Sumber: Palu Dalam Angka 2000.
Berdasarkan perolehan suara Pemilu 1999 di Kota Palu kecenderungan kemenangan Golkar masih seperti gaya perolehan suara waktu Orde Baru berkuasa. Kemenangan kedua PDI-P merupakan reaksi atas kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun di Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah dan tentu saja Kota Palu. Kesejajaran kekuasaan Orde Baru dengan kekuasaan di Propinsi Sulawesi Tengah telah dilansir oleh George Adicondro dalam mengantar buku Ariato Sangaji, bahwa:
“kekuasaan Gubernur Sulawesi Tengah yang lalu, Abdul Azis Lamadjido, S.H. dengan lebih ekstrim melampaui nepotisme atasannya waktu itu, Soeharto, Lamadjido getol menempatkan anak-anaknya dalam posisi yang strategis di daerahnya. Pertama- tama, sang Gubernur melantik seorang anaknya, Ir. Syafruddin (“Rudy”) PBA Lamadjido menjadi Kepala PLN Cabang Palu. Lalu akhir April 1994 sang ayah melantik adik Rudy, Rully Arifuddin Lamadjido, S.H. menjadi Wali Kota Administratif Palu.”2
2 George J. Aditjondro, “Kekuatan-Kekuatan Raksasa di Balik Rencana Pembangunan PLTA Lore Lindu,” dalam: Arianto Sangaji, PLTA LORE LINDU Orang Lindu Menolak Pindah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000), hal. Xix; baca juga:
42 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Hal itu membuktikan bahwa perpolitikan di Sulawesi Tengah mirip-mirip dengan suasana perpolitikan nasional dimana PDI-P juga dikomandoi oleh seorang perempuan yang bernama Hj. Fauziah Abdullah. Tokoh perempuan ini lahir di Palu pada tanggal 25 Juli 1952, berlatar belakang sebagai anggota Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Pengurus Ikatan Wanita Penguasaha Indonesia (IWAPI) 1982- 1990, Bendahara Forki Sulteng 1987-1999, dan akhirnya menjadi Ketua DPD PDI-P Sulawesi Tengah sejak Juli 1996.3 Tokoh Sulteng yang menasional ini berusaha dengan kendaraan PDI-P dari daerah pemilihannya di Kota Palu.
Pemilu 1999 yang dianggap demokratis juga dilangsungkan kembali pada tahun 2004 sebagai pemilu Reformasi untuk Parlemen yang menarik untuk diperhatikan. Pada Pemilu 2004, terdapat beberapa Partai yang bersaing dalam Pemilihan Umum 2004. Pemilu 2004 partai-partai yang bersaing antara lain: Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Bulan Bintang, Partai Merdeka, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan, Partai Perhimpunan Indonesia Baru, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, Partai Amanat Nasional, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Damai Sejahtera, Partai Golongan Karya, Partai Patriot Pancasila, Partai Serikat Indonesia, Partai Persatuan Daerah, dan Partai Pelopor. Duapuluhenam Partai inilah yang bersaing untuk duduk di kursi DPRD Kota Palu periode 2004-2009.
Pemilu 2004 diadakan pada tanggal 5 April 2004 di Kota Palu.
Adapun perolehan lima partai dengan perolehan suara terbanyak Pemilu 2004 dapat diperhatikan sebagai berikut:
Jawa Pos, 20 April 1994, dan Surya, 25 April 1994.
3 Wajah-Wajah DPR RI 1999 (Pengantar: Dhaniel Dhakidae) (Jakarta:
Litbang Kompas, 2000), hal. 31.
43
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
Tabel 3:
Perolehan Suara Pemilu 2004 Kota Palu
NO PARTAI JUMLAH SUARA KET.
1 Partai Golkar 61.608
2 PPP 8.828
3 PKS 8.293
4 Partai democrat 7.293
5 PDS 6.969
Sumber: KPU Propinsi Sulawesi Tengah, 2004
Kelima Partai peserta pemilu 2004 itu mengantarkan kandidat calonnya ke kersi DPRD Kota. Perolehan kursi dari kelima partai pemenang tersebut antara lain:
Tabel 4
Jumlah Kursi di DPRD Kota Palu Pemilu 2004
NO PARTAI JUMLAH KURSI KET.
1 Partai Golkar 15
2 PPP 2
3 PKS 3
4 Partai democrat 3
5 PDS 1
Sumber: KPU Propinsi Sulawesi Tengah, 2004
Mereka-mereka yang bersaing di intern Partai juga menjadi ajang konflik komunal di perkotaan yang dapat berakibat pada eksistensi partai di mata pemilihnya. Mereka yang terpilih sebagai wakil rakyat Kota Palu antara lain dapat diperhatikan dalam tabel berikut ini:
44 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Tabel 5:
DPRD KOTA PALU 2004 – 2009
No Nama Utusan Partai
1 Andi Indra Adil Golkar
2 H.M.Sidik Ponulele Golkar
3 Drs. H. Iskandar Saenong Golkar
4 Fatmah halim, SE Golkar
5 Ashar yahya Golkar
6 Rusdy Mastura Golkar
7 A.Mulhanan tombolotutu Golkar
8 H. Zulfikar Lamakarate Golkar
9 Hj. Setri D. Pariwa Golkar
10 Muhamamad J. Wartabone Golkar
11 Risai herson Marunduh Golkar
12 Drs. H. Jebo Samani Golkar
13 Hj. Asriah salim Golkar
14 Damin Abdillah BA. Golkar
15 Paharuddin sumang, SE Golkar
16 Andi Patongai PPP
17 Rizal Dj. Hensen PPP
18 H. Ishak Cae PAN
19 Kaharuddin Syah SH. PAN
20 Arifin sunusi, SH PBB
21 Muhammad Ali Lamu LC. PKS
22 Wiwik Jumatul Rofia’ah, S.Ag PKS
23 Ani Suryani, S.Pd. PKS
24 Drs. Amiludin haludin PKPB
25 Revi Arifin Pasau PKPB
26 Ibrahim Hi Bahtiar PD
27 Yos Sudarso PD
28 Drs. Arfandi Labanu PD
29 Markus Sattu P.SH. PDS
30 Drs. J.K. Jonathan PDS
31 Surahmat Agan PDI-P
45
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
Periode DPRD tahun 2009-2014 juga masih kelihatan orang- orang lama di DPRD Kota Palu. Perolehan suara Pemilu 2009 untuk DPRD Kota Palu dapat diperhatikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 6:
HASIL PEMILU DPRD KOTA PALU TAHUN 2009
No Nama Calon Terpilih Partai Politik Suara Sah
1. Muh. J. Wartabone Golkar 2.207
2. Tamsil PAN 1.518
3. H. Hadianto Rasyid HANURA 1.469
4. Erman Lakuana Golkar 1.264
5. Zulfikar Lamakarate Golkar 1.096
6. Yos Sudarso Mardjuni Partai Demokrat 1.014
7. H.M. Sidik Ponulele Golkar 934
8. Danawira Asri PAN 985
9. H. Ishak Cae Golkar 918
10. Arfandi Labanu Partai demokrat 922
11. Idiljan Djanggola Partai demokrat 800
12. Hi. Adjis Samsa Golkar 858
13. Moh. Iksan Kalbi PBB 842
14. Harjun H. Arubamba Partai Bintang Reformasi 898
15. Wiwik Jumatul Rofi’ah PKS 804
16. Hi. Muclis Yabi PPRN 833
17. Muhlis U. Uca Golkar 890
18. Andi Patongai PPP 848
19. Ronald Partai Demokrat 730
20. Erfandy HANURA 739
21. Muh. Ali Lamu PKS 741
22. Amran Ismaun PKPB 751
23. Ani Suryani PKS 749
24. Abd. Rahman M. Rifai PPP 687
25. Dahniar S. Tagintina PKPB 506
26. Ernawatie A. Partai Demokrat 552
27. Sophian R. Aswin PDI-P 530
28. Paat Jan Agus Partai Damai Sejahtera 414
29. Abdul Fatah PDI-P 410
30. Hamsir PBN 302
Sumber: KPU Kota Palu 2012
46 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Berdasarkan data perolehan Pemilu 2009 tersebut menunjukkan bahwa Partai golkar merupakan Partai yang berkuasa di Palu. Ketua DPRD yang terpilih waktu itu adalah berasal dari Golkar, yakni Bapak Sidik Ponulele. Pelantikan anggota DPRD tahun 2009 berlangsung tanggal 9 Nopember 2009 di Palu Sulawesi Tengah.
Demikian juga mereka yang terpilih sebagai anggota Legislatif DPRD Kota Palu tahun 2014-2019 dapat diperhatikan pada tabel berikut ini:
Tabel 7:
PEMILU DPRD KOTA PALU TAHUN 2014
NO NAMA FRAKSI GOLKAR JUMLAH SUARA
1. Muh. J. Wartabone, S.Sos.,SH. Ketua 2.710 2. M. Iqbal Andi Magga, SH. Wkl. Ketua 1.181 3. H. Kadir P.H. Samauna Wkl. Ketua 1.482 4. Drs. H. Ishak Cae, M.Si. Wkl. Ketua 1.469 5. Muh. Rum, SH., MH. Sekretaris 2.211
6. Raodha Bendahara 953
NO NAMA FRAKSI GERINDRA JUMLAH SUARA
1. DRS. H. Basmin H. Karim Penasehat 1.213
2. Hi. Muchlis Yabi Ketua 1.255
3. H. Thompa Yotokodi, S.Sos. Wkl Ketua 1.201 4. H. Anwar Lanasi, S.Sos.,
M.Kes.
Sekretaris 1.504
5. Armin Wakil Sekretaris 2.851
6. Bernadeth L. Sallata, A.Md., Kep.
Bendahara 1.383
NO NAMA FRAKSI HANURA JUMLAH SUARA
1. Hamsir, BE. Ketua 1.101
2. Ridwan H. Basatu Wakil Ketua 772
3. Bey Arifin, S.Pd.I. Sekretaris 867
4. Erfandy Bendahara 1.564
47
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
NO NAMA FRAKSI PAN JUMLAH SUARA
1. Danawira Asri, ST. Ketua 1.648
2. Muliady, SE. Wakil Ketua 1.195
3. Ratna Mayasari Agan Sekretaris 601
4. Ir. Tamsil Ismail Anggota 1.466
NO NAMA FRAKSI PDI-P JUMLAH SUARA
1. Yoppi Alvi Kakung Ketua 1.035
2. Sophian R. Aswin Sekretaris 1.151 3. Rugaiyah Muhammad, BSA. Bendahara 632
NO NAMA FRAKSI PKB JUMLAH SUARA
1. H. Alimuddin H. Ali Bau Ketua 1.274 2. H. Nasir Dg. Gani Sekretaris 695
3. H. Nanang Bendahara 872
NO NAMA FRAKSI PKS KET.
1. Muhammad Ali Lamu Ketua 677
2. Rusman Ramli, ST. Sekretaris 729
3. Sucipto S. Rumu Bendahara 599
NO NAMA FRAKSI PARTAI
DEMOKRAT
JUMLAH SUARA 1. H. Yos Sudarso Mardjuni Penasehat Fraksi 483
2. Idiljan Djanggola Ketua 973
3. Ronald Sekretaris 923
NO NAMA Fraksi Restorasi
Pembangunan
JUMLAH SUARA 1. Rudi Permesta Mustakim Ketua 727
2. Ridwan Alimuda, SH. Sekretaris 930
3. Syamsu Alam Anggota 762
Sumber: Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, nomor:
27/Kpts/KPU.Kota Palu.024.433212/2014 dan Data di DPRD Kota Palu 2014.
48 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif Kota Palu tahun 2014, jumlah anggota DPRD Kota Palu sebanyak 35 orang anggota Dewan. Ketua DPRD Kota Palu pada periode ini adalah Mohammad Iqbal Andi Magga, SH. Dari Golongan Karya, sedangka wakil ketua dijabat oleh Drs. H. Basmin H. Karim dari Partai Gerindra, dan Erfandi dari partai Hati Nurani Rakyat (HANURA). Ketiga Pimpinan DPRD Kota Palu adalah orang-orang yang terpilih baru di DPRD Kota Palu. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat DPRD Kota Palu tahun 2014 adalah Ibu Hj.
Rosida Thalib.
HJ. ROSIDA THALIB: Pejabat yang Ramah dan Rendah Hati Setiap manusia memiliki jejak rekam perjalanan hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan. peragam pernak- pernik kehidupan yang mewarnai dinamika keluarga, kehidupan sosial, ekonomi dan politik, karena ia bagian dari sistem sosial yang senantiasa berinteraksi dialektis dilingkungannya dimana ia berada. Namun sukses yang diraihnya kerap menjadi bagian peran besar intervensi yang Maha Kuasa yang memiliki otoritas proregatif absolute dalam menentukan nasib hambaNya. Dinamikan perjalan hidup itupun dialami oleh Hj. Rosida Thalib. Sebagai seorang perempuan tentu berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi hingga mampu mencapai kesuksesan dalam karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Sepintas melihat sosok Hj. Rosida Thalib terlihat kelihatan angkuh tapi setelah berkenalan dan bercerita dengannya denganya ternyata sosok yang dimiliki Hj. Rosida Thalib sangat ramah, keakraban dan murah senyum. serta rendah hati. sosok yang penuh tawa dan ceria kerap menyelimuti suasana setiap kali bersuara dengannya. Ia merupakan sosok birokrat karir yang low profil. Walaupun sudah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu namun perilaku yang ramah, santun dan akrab adalah tabiat yang melekat pada diri biroktar ini.
49
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
Hj. Rosida Thalib lahir di Toaya Kabupaten Donggala pada tanggal 5 Juli 1962, Toaya merupakan daerah yang berada di Kabupaten Donggala yang berjarak sekitar ± 50 km arah Utara Kota Palu. Putri dari pasangan bapak H. Abdul Hafiz Thalib dengan ibu Hj. Mahani Tayeb merupakan anak kelima dari sepuluh bersaudara. Walaupun dibesarkan dari keluarga yang mempunyai banyak saudara namun, orang tuannya cukup disiplin dalam mendidik anak-anakanyaterutama terkait masalah pendidikan. Kedua orang tuanya acapkali mendorong anak-anaknya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Apa pun kebutuhan anaknya berkaitan dengan pendidikan akan selalu dan berusaha dipenuhinya. Hj. Rosida Thalib menyelesaikan jenjang pendidikannya Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Donggala, Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Donggala, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Donggala di Kota Palu kemudian melanjutkan pendidikan Strata Satunya di Universitas Hasanuddin mengambil jurusan Hukum kemudian Strata Duanya di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan mengambil jurusan yang sama pada saat S1 yaitu Hukum.
Pada saat melanjutkan kuliahnya S1 di Makassar tepatnya di Universitas Hasanuddin ia bertemu dengan pemuda yakni bapak Ir. H. Burhanuddin Hammading, M.Si. Kemudian mereka berdua merajuk cinta dan berpacaran dan pada akhirnya mereka berdua meraih sikses dalam pendidikan serta mendapatkan pekerjaan tetap sebagai PNS. Karena keduanya merasa sudah matang dalam menjalin hubungan maka keduanya pun melanjutkan hubungan ke yang lebih serius lagi, yakni kejenjang pernikahan, dan alhasil kedua orang tua mereka merestui hubungannya. Pada tanggal 6 Juli 1986 kedua sejoli itupun menikah di Palu dan dari pernikahannya, beliau sekarang di karuniai 5 orang putra-putri. anak pertama bernama Faud Rizaldi S.T dan sekarang sudah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diPemerintahan Kota Palu, yang kedua Fadilah Wardani juga sementara melakukan pendidikan Coach kedokteran di Universitas Hasanuddin, yang ketiga adalah Fika Rosatriani dan sementara melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Tadulako angkatan pertama, yang keempat Furqan Kaisar Mandala Putraa tercatat sebagai pelajar kelas 3 di SMA Negeri 1 Palu yang kelima Fasih Jam’an
50 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal
Andika yang juga tercatat sebagai pelajar kelas 2 di SMP Madani Kota Palu. Suami dari Hj. Rosida Thalib juga sekarang menduduki jabatan sebagai kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Palu.
Setelah terangkat menjadi PNS pada tahun 1989 Hj. Rosida Thalib menjalani profesinya dengan nyaman dan sabar. Berselang beberapa tahun, tepatnya pertengahan tahun 1991. Hj. Rosida Thalib mendapatkan promosi untuk menempati posisi jabatan eselon Va sebagai Kepala Sub Bagian Hukum Kepegawaian Kota Administrasi Palu. Serta beberapa jabatan yang pernah dipercayakan kepadanya seperti Hukum dan Kepegawaian Kantor Walikota Palu 1992, Kasubag Dokumentasi Hukum pada Bagian Hukum Setwilda Tkt. II Donggala, Kasubag Hukum dan Kepegawaian Kantor Walikota Dati II Palu 1994, Kasubag Kepergawaian Kantor Walikota Madya Dati II Palu 1996, Kabag Hukum Setda Kota Palu 1997, Pj. Kabag Hukum Setda Kota Palu 2001, Kabid Pengawasan Pengendalian dan Pemulihan Kantor Bappeda 2002, Kabag Prekonomian Setda Kota Palu 2004, Sekwan DPRD Kota Palu 2006, Kepala Badan Lingkungan Hidup 2009, pada tahun 2010 Hj. Rosida Thalib kembali menduduki posisi jabatan sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu sampai sekarang. Dalam rangka meningkatkan kinerja Hj. Rosida Thalib agar menjadi birokrat yang profesional dan kompeten ia kerap mengikuti beberapa pelatihan-pelatihan formal dan non-formal baik itu yang dilaksanakan secara lokal maupun secara nasional.
Dimasa-masa Hj. Rosida Thalib melaksanakan studi dengan status pelajar, telah mengenal dan masuk dalam Organisasi Intra Sekolah dengan menjabat sebagai Bendahara. Hal ini menjadikan pengalaman organisasi semakin terasah dan menjadi bekal dimasa-masa yang akan datang. Sudah barang tentu komitmen dan keteguhan hati dalam menjalani roda kehidupan tidak akan berjalan mulus. Pengalaman organisasi Hj. Rosida Thalib semakin ditekuni ketika menginjak masa- masa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dengan aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi ini pada masanya sering kali dijadikan bagi mahasiswa untuk dapat mengasah pengalaaman organisasinya serta memperjuangkan hak- hak masyarakat termalginalkan oleh proses kebijakan pemerintah yang cendrung tidak berpihak kepada masyarakat kecil, sehingga HMI
51
Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019
akan menjadi pionir dan jadi garda terdepan untuk mengkritik pihak manapun yang mempertahankan kebijakan tersebut.
Pengalaman organisasi acap kali merupakan implementasi dari teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah sehingga apa yang dapat diperoleh tersebut menjadi bekal yang berharga tatkala telah lulus kuliah serta membaur dengan masyarakat kelak. Selain itu pula, organisasi juga merupakan jembatan penghubung dari masyarakat untuk menyalurkan segala aspirasi tatkala saluran-saluran demokrasi telah terhambat oleh kebijakan pemerintah yang tidak menghendaki demokrasi tumbuh subur di negeri ini. Dengan bekal pengalaman organisasi inilah Hj. Rosida Thalib ketika telah menjadi birokrat di Pemerintahan Daerah Kota Palu dalam menjalankan tugasnya baik ketika berstatus staf maupun setelah menjadi pejabat yang mengambil kebijakan strategis lingkup unit kerjannya tidak bersikap kaku, bahkan cukup flexible, dinamis sehingga berlangsung harmonis. Menurutnya hal itu yang menjadi kunci manajemen organisasi yaitu adanya hubungan keterkaitan satu dengan yang lainnya yang menyebabkan organisasi berjalan sukses. Dengan demikian birokrasi tidaklah kaku seperti lembaga biroktasi lainnya yang bertipe proses panjang, berbelit-belit dan seolah-olah menciptakan suasana persaingan yang tidak sehat.
Sebagaimana dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku jabatan Sekretaris DPRD Kota Palu yang sekarang di embannya merupakan penghubung komunikasi antara legislative dan eksekutif.
Meskipun jabatab Sekwan merupakan jabataan struktural yang membawahi Pejabat dan Staf berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Namun, jabatan tersebut mengandung konsekuensi yuridis dan politis yang lebih tinggi dibandingkan dengan jabatan kepala SKPD (Dinas) lainnya. Sebab, secara administratif sekretaris DPRD bertanggung jawab kepada Pemimpin DPRD Kota Palu. Jabatan Sekretaris DPRD Kota Palu sangatlah rawan sebab menjadi penjaga harmonisasi hubungan antara aksekutif dengan legislatif. Proses pelayanan yang prima serta komprehensif baik kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Palu serta lingkup komunikasi antar Kepala SKPD lainnya menjadi kunci sukses pelaksanaan tugas keseharian Hj. Rosida Thalib. Tugas sebagai ibu rumah tangga dengan lima (5) orang anak serta tugas