• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politisi Teguh, Sabar, Tabah, dan Ikhlas

Dalam dokumen Sejarah DPRD Kota Palu cetak.pdf (Halaman 102-107)

88

89

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

kini hadir sebagai sosok anggota wakil rakyat bernama lengkap Armin yang merupakan pribadi yang cukup dikenal khususnya di daerah Kecamatan Palu Selatan dan Palu Tatanga.

Sosok Armin adalah sosok pribadi yang ulet, sederhana, santun kepada siapa saja, rendah hati dan bersahabat dengan siapa saja.

Kiprahnya didunia politik, dipercayah sebagai pengurus partai politik memberikanya kesempatan untuk ikut dan dipilih sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif. Tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat yang besar untuk membawah Kota Palu setara dengan Kota lainnya yang ada di Indonesia terutama untuk kesejahteraan, meningkatkan tingkat perekonomian, fasilitas kesehatan, kesehatan masyarakat, pendidik hingga Kota Palu bisa jadi salah satu unggulan di Sulawesi Tengah.

Sebagai wakil rakyat diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran dalam menampung berbagai asprirasi masyarakat. Pola pemikirannya dibutuhkan baik interal dan ekseternal lembaga legislatif sehinggga mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih baik.

Bidang Pendidikan

Sosok yang lahir di Palu, pada tanggal 1 Juli 1973 ini, dikenal tegas dan ulet dalam berbagai hal. Politis dari partai Gerinda ini, menghabiskan waktu kecilnya di Kelurahan Tatura sebagai seorang anak keturunan Cina. Akan tetapi Armin lebih dikenal sebagai orang Kaili Ledo. Berbahasa Kaili Ledo sering dipergunakan sejak kecil, karena merupakan pergaulan bahasa masyarakat kalili di Kelurahan Tarura. Bahasa ini pula yang membantu perjalan hidup Armin sebagai kontraktor dan menjadi politisi muda.

Ketikan berusia enam tahun, Armin menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri 2 Tatura. Sebagaimana anak kecil seusianya, masa itu dilewati dengan penuh keceriaan. Namun demikian, Armi tetap memiliki perhatian yang serius di sekolah. Karena itu tidaklah mengherankan jika kemudian Armin menjadi anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan berpretasi di kelas.

Setelah tamat dari Sekolah Dasar, Armin melanjutkan pendidikana ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 15 Palu dan lulus pada tahun

90 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

1989. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di STM Palu, yang dikenal sekarang yaitu Sekolah Menegah Kejuruan Negari 3 Palu dan lulus tahun 1989. Armin memilih masuk Sekolah Menengah Kejuruan, karena ia ingin membangun usaha di bidang bangunan dan ingin menjadi kontrator setelah ia tamat kelak nanti. Armin berusahan mewujudkan cita-citanya dibidang bangunan dan ingin menjadi kontrator yang terkenal di Sulawesi Tengah Khususnya di Kota Palu.

Pekerjaan dan Kepala Keluarga

Mandiri dengan mencari pekerjaan sendiri menjadi pilihan Armin selesai tamat SMK Negeri 3 Palu. Ia hidup tanpa membebani kedua orang tuanya dan ingin berusaha sendiri. Dengan kesungguhan dan upaya keras yang ingin sukses dan mandiri, akhirnya Armin memilih pekerjaan sebagai kontraktor. Lingkup pekerjaan tersebut, seperti pembangunan di bidang pendidikan (sekolah), fasilitas masyarakat dan sebagainya. Perusahaan yang diberi nama VC. Ia sendiri yang menjadi Direktur perusahaan tersebut dan juga Armin yang selalu memimpin karyawannya.

Kesuksesennya sebagai pengusaha memberikan banyak pengalaman tersendiri, ia kemudian banyak dikenal orang dan berteman baik dengan siapa saja serta aktif di berbagai organisasi.

Kesibukannya dibidang kontraktor membuat ia turun langsung ke tempat dimana proyeknya lagi digarap. Lingkup proyek kerjaannya pun bukan hanya di Kota Palu saja, tetapi sampai melingkupi berbagai daerah yang ada di Sulawesi Tengah, misalnya Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan beberapa daerah yang ada di Sulawesi Tengah.

Bagi Armin pertemuannya dengan Haeria Makulau menyimpan kesan tersendiri. Pertemuan tersebut terjadi ketika ia menangani proyek di Kabupaten Dongga tetapnya di Pantai Barat. Kelanjutan perkenalan tersebut akhirnya dilanjutkan ke jenjang pacaran.

Kehidupan pasangan keluarga Armin dan Haeria Makulau rukun dan harmonis. Ini dibuktikan dengan lamanya mengarungin bahtera rumah tangga, hidup bersama dan sekarang dikarunian 3 orang anak. Suka duka dilalui dengan penuh kedamaian. Untuk mendidik putra-putrinya ia memprioritaskan pada pendidikan formal. Menjadi

91

Sejarah DPRD Kota Palu dan Gagasan Anggota Terpilih Untuk Pembangunan Kota Palu Periode 2014-2019

seorang pengusaha di bidang kontraktor, ternyata menjadi awal dimana Armin mengenal dunia organisasi. Ia mulai aktif dibeberapa organisasi profesi.

Aktivitas di bidang Politik

Dia aktif dibeberapa organisasi profesi dan kepemudaan, ternyata tidaklah cukup bagi pribadi Armin. Dengan modal pengalaman organisasi ini, ia mulai melirik dunia politik. Awal berkipranya, Armin di dunia politik bergabung di Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

Di Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini adalah partai baru yang mencari kader-kader muda untuk dibina dan berdasar azas pancasila.

Tujuan partai ini yakni membawa pemerintahan ke arah yang lebih baik. Armin, pun memutuskan untuk berjuang di dunia politik bersama partainya.

Pada pemilu tahun 2009, ia masuk menjadi calon legislatif dan partai demokrasi kebangsan (PDK) mewakili Daerah pemilihan 2 yang meliputi kecamatan Palu Selatan, namanya tercantun di urutan pertama pada daftar caleg dari partai demokrasi kebangsan (PDK).

Dengan posisi perolehan suarah pada saat itu tidak memenuhi, untuk duduk sebagai anggota DPRD Kota Palu. Armin pun tidak putus asa pada saat itu, Armin merasa bahwa, tuhan belum mengizinkannya untuk duduk menjadi anggota DPRD Kota Palu untuk mewaliki suara rakya masyarakat Kecamatan Palu Selatan.

Pada Pemilu tahun 2014, Armin mencalonkan lagi menjadi anggota DPRD Kota Palu. Namun, ia tidak lagi caleg dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Karena Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), dinyatakan oleh KPU tidak diikut sertakan dalam Pemilu tahun 2014, dikarenakan persyaratan adminitrasi partai tidak memenuhi syarat yang diajukan oleh KPU untuk mengikut Pemilu tahun 2014 ini. Namun Armin tidak lama mendapatkan partai baru untuk, menghantarkannya ke kantor DPRD Kota Palu. Armin bergabung di Partai Gerindar, bentukan Prabowo Subianto.

Menjelang perhelatan pemilu tahun 2014, Armin mencoba peruntungan dengan ikut dalam kancah Pemilihan Umum anggotan DPRD Kota Palu, memilih untuk mewaliki wilayah Daerah Pemilihannya yang meliputi Kecamatan Palu Selatan dan Kecamatan Palu Tatanga

92 Haliadi-Sadi, Syakir Mahid, Ismail Syawal

dengan nomor urut 6. Armin berada di bawah Partai Pimpinan Longki Djanggoa. Keinginan ini mendapat dukungan dan dorongan dari rekan-rekan partai, begitu pula dengan keluarga dan masyarakat khusus masyarakat Kelurahan Taturan dan masyrakat Kelurahan Palupi. Atas kerja keras dan dukungan dari Partai Gerindara, keluarga, dan masyarakt kecamatan Palu Selatan dan Kecamatan Palu Tatanga, maka hasil pemilu tahun 2014 mempercayakan Armin sebagai salah satu wakil ini memberikan kesempatan kepada Armin sebagai salah satu wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kota Palu.

Rasa canggung dan asing dirasakannya ketika kali pertama menginjakkan kakinya di gedung DPRD Kota Palu. Tanggung jawab moral yang diembannya sebagai penyambung aspirasi rakyat, menjadikan dia harus hati-hati dalam berbuat dan bertidak, apalagi dunia kedewanan penuh dengan trik-trik politik. oleh karenannya ia mengakui banyak berdiskusi dengan anggota dewan yang lebih senior dan berpengalaman itu langkah awal yang dilakukannya.

Namun pengalamanya ketikan ia mengurus organisasi dan sebagai kontraktor juga bekal awalnya. Aktivitasnya sebagai anggota legislatif Kota Palu memberi Armin harapan tersendiri, tentang bagimana berupaya menerima aspirasi masyarakat secara menyeluruh dan adil.

Kini obsesinya adalah bagaimana perencanaan yang telah dilakukan melalui program-program kerja bisa direalisasikan berdasarkan skala prioritas pada sumber daya manusia, karena pembangunan adalah suatu perubahan dan hari esok harus lebih baik dari hari kemarin.

93

Dalam dokumen Sejarah DPRD Kota Palu cetak.pdf (Halaman 102-107)