BAB IV KOMUNIKASI MATEMATIS
A. PENDAHULUAN Definisi Komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi adalah mempunyai peranan penting, dengan komunikasi setiap orang dapat saling bertukar informasi.
Komunikasi merupakan proses pertukaran pendapat, informasi dengan tulisan, atau lisan termasuk bahasa tubuh. Dalam hal ini untuk menyampaikan pesan kepada orang lain melalui beberapa cara diantaranya yaitu: dengan tulisan, artinya ide atau gagasan kita tuangkan secara tertulis, sedangkan secara lisan dalam hal ini ide atau gagasan disampaikan secara lisan atau dengan kata-kata, sedangkan bahasa tubuh untuk memerjelas pesan yang disampaikan supaya mudah dipahami orang lain.
NCTM, (2000) menjelaskan bahwa komunikasi adalah cara berbagi ide untuk mengklarifikasi pemahaman bersama. Dengan mengklarifikasi sesuatu ide atau gagasan yang kita samapaikan kepada orang lain akan menumbuhkan saling pengertian antar individu. Sehingga dapat dikatakan bahwa melalui klarifikasi dapat mengurangi terjadinya kesalahpahaman. Masing-masing individu yang terlibat dalam komunikasi saling mengklarifikasi ide-ide atau gagasan yang telah di sampaikan. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat bahkan mengalami ide/gagasan yang kita sampaikan sering kurang dipahami oleh lawan bicara kita.
Hal ini berarti kita belum melakukan komunikasi dengan baik. Kalau kita melakukan komunikasi dengan baik tentunya hal seperti ini bisa dihindari.
Komunikasi bukan hanya sekedar pertukaran ide tetapi dengan pertukaran ide tersebut saling memberikan manfaat dan bermakna bagi mereka. Vasileiadou, (2013) menjelaskan bahwa dengan komunikasi memastikan pencapaian intersubjektivitas, yang akan lebih bermakna dan bukan hanya sekedar pertukaran ide. Bahwa pengertian intersubjektif ini berawal dari konsep „sosial‟ dan konsep
„tindakan‟. Konsep sosial diartikan sebagai hubungan antara dua atau lebih individu untuk saling bertukar ide. Sedangkan konsep tindakan sebagai perilaku
61
yang membentuk makna subjektif yang telah disepakati bersama untuk dimaknai secara sama dengan individu lain. Supaya ide kita bisa diterima oleh orang lain tentunya kita harus membagun hubungan sosial yang baik. Dengan hubungan sosial yang baik kita akan mudah berkomunikasi dengan orang lain.
Proses interaksi merupakan proses sosial yang berlanjut pada pertukaran ide antar individu. Martinho, (2009) memberi penjelasan bahwa komunikasi dapat dianggap sebagai proses sosial/berinteraksi, berbagi informasi dan saling membatasi evolusi mereka. Artinya bahwa dengan berinteraksi dan berbagi informasi akan selalu mendapat pengetahuan dan informasi yang baru. Kalau kita kaitkan dengan proses pembelajaran dikelas komunikasi yang terjadi bukan hanya terbatas di dalam kelas tetapi juga terjadi luar kelas/ jam pelajaran.
Sehingga proses sosial akan terjalin dengan baik yang akan berdampak pada peningkatan pengetahuan kita.
Dalam menyampaikan pesan/gagasan pada lawan bicara kita harus memberikan kebebasan kepada setiap anggota untuk menyampaikan ide atau memberi tanggapan. (Sfard 2008), mendefinisikan komunikasi sebagai pola kegiatan kolektif yang melibatkan setiap anggota berkomunikasi dengan tindakan masing-masing dan, untuk setiap tindakan tersebut, anggota diperbolehkan memberikan reaksi dengan individu lain. Dengan demikian akan berdampak pada pertukan informasi/ide antar individu. Sehingga akan terjadi saling bertukar ide dan informasi yang bermakna dan bermanfaat baik secara individu maupun kelompok. Berdasarkan ciri-ciri di atas yang dimaksud komunikasi dalam tulisan ini adalah proses menyampaikan pesan, ide atau gagasan baik secara tulis, lisan maupun maupun bahasa tubuh sehingga diperoleh pemahaman bersama.
Definisi Komunikasi Matematis
Komunikasi matematis adalah salah satu hal yang sangat di perlukan dalam pembelajaran bagi siswa agar konsep yang dipelajari mudah di pahami.
Dalam komunikasi matematis siswa dapat berbagi ide dengan siswa lain tentang konsep matematika yang dipelajarinya. (NCTM 2000) mendefinisikan bahwa komunikasi matematis adalah adalah suatu cara bagi siswa untuk
62
mengartikulasikan, menjelaskan, mengatur, dan mengkonsolidasikan pemikiran matematika mereka. Hal ini menjadi penting dengan artikululasi ide-ide matematis yang dijelaskan melalui ucapan bisa di dengar oleh siswa,
“menjelaskan” di sini artinya bahwa siswa dapat menjelaskan ide-ide matematisnya pada siswa yang lain, sedangkan yang dimaksud mengatur adalah siswa dapat mengkoordinasikan ide-idenya agar runtut dan jelas sehingga mudah diterima teman-temannya. Setelah mengartikulasikan, menjelaskan, mengatur selanjutnya adalah saling menguatkan atau menghubungkan tentang ide-ide matematisnya.
Kaya & Aydin, (2014) memberikan penjelasan bahwa komunikasi matematis merupakan proses menyampaikan ide matematis sehingga diperoleh pemahaman bersama antara yang memberikan dan yang menerima informasi.
Cooke & Buchholz (2005) menyatakan bahwa komunikasi matematis merupakan proses menyampaikan pesan, gagasan yang berupa ide matematis yang dapat meningkatkan asimilasi antara pengalaman baru dan lama. Dengan berbagi ide maka akan terjadi proses asimilasi sehingga dapat menggabungkan pengetahuan baru seseorang dengan struktur pengetahuan yang sudah ada. Oleh karena itu dengan komunikasi matematis dapat meningkatkan pemahaman seseorang terhadap konsep matematika.
Proses berbagi ide matematika dalam kelas akan berdampak positip terhadap pemahaman dan pengetahuan siswa tentang matematika. Ontario Ministry of Education, (2005) komunikasi matematis adalah proses penting untuk belajar matematika karena melalui komunikasi, siswa merenungkan, memperjelas dan memperluas ide-ide dan pemahaman tentang hubungan matematika dan argumentasi matematika. Komunikasi matematis perlu dibiasakan dalam kelas, hal ini dapat membantu siswa memperjelas pemahaman matematis siswa. Dengan komunikasi dalam kelas kemudian siswa merenungkan hal-hal yang didiskusikan.
Setelah itu akan memunculkan ide-ide matematis untuk disampaikan kepada teman lainya, sehingga akan memperluas pemahaman mereka tentang konsep matematika.
63
Pemahaman ide-ide matematis akan berhasil jika masing-masing individu memikirkan tentang apa yang di diskusikan baik secara lisan maupun tulisan.
Sfard, (2008) memberikan penjelasan bahwa komunikasi matematis merupakan proses menyampaikan ide matematis baik secara tulis maupun lisan oleh masing- masing individu. Hal ini berarti masing-masing individu berpikir tentang ide-de matematis yang dibahas kemudian masing-masing individu di dalam kelas menuangkan idenya baik secara lisan maupun tulisan. Dari beberapa ciri-ciri komunikasi matematis di atas yang dimaksud komunikasi matematis dalam tulisan ini adalah proses menyampaikan pesan, pendapat dalam bentuk ide matematis baik secara lisan maupun tulisan.
B. IMPLEMENTASI DALAM PEMBELAJARAN