• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERIODE PEMANTAPAN PANCASILA

Dalam dokumen MKDU4114 buku univ terbuka (Halaman 92-103)

2.40 Pancasila

4. Rumusan Pancasila dalam Masyarakat

Rumusan Pancasila yang digunakan dengan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 secara formal adalah seperti yang terkandung dalam Pembukaan UUDNRI 1945. Akan tetapi kalangan masyarakat luas menggunakan rumusan lain yang tidak sama seperti dalam Pembukaan UUDNRI 1945 maupun dalam mukaddimah KRIS 1949 dan Mukaddimah UUDS 1950. Rumusan dalam masyarakat itu sudah ada sebelum Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang dipelajari juga di pendidikan formal. Rumusannya hampir sama dengan yang terkandung dalam Mukaddimah UUDS 1950, hanya sila keempat dirumuskan “Kedaulatan Rakyat”. Rumusan keseluruhannya adalah sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Perikemanusiaan

3. Kebangsaan 4. Kedaulatan Rakyat 5. Keadilan Sosial.

Rumusan dalam masyarakat ini merupakan rumusan ketujuh dalam sejarah perumusan Pancasila. Rumusan Pancasila ini tidak begitu jelas dari mana asalnya, namun demikian sekitar tahun 1959 banyak dituliskan pada tugu-tugu halaman kecamatan maupun kantor kabupaten. Kenyataan ini menunjukkan bahwa Pancasila itu memang betul-betul terlekat dalam hati rakyat Indonesia, meskipun dasar hukum rumusannya tidak jelas.

MKDU4114/MODUL 2 2.41

yang menggunakan rumusan Pancasila yang terkandung dalam Mukaddimah UUDS 1950, ada juga yang menggunakan rumusan Pancasila seperti yang berlaku dalam masyarakat. Dalam rangka penertiban keadaan yang demikian itu, maka dikeluarkan Instruksi Presiden no. 12, tanggal 13 April 1968, yang menetapkan bahwa rumusan Pancasila Dasar Filsafat Negara, tata urutan dan rumusan dalam penulisan, pembacaan, pengucapan sila-silanya adalah sebagaimana termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Rumusan Pancasila dengan demikian menjadi jelas, bahwa rumusan yang sah secara formal adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945. Rumusan Pancasila yang sah sebenarnya berlaku sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mulai berlaku.

Jadi dengan berdasarkan Instruksi Presiden no 12 tanggal 13 April 1968 ini, maka rumusan Pancasila yang sah dan benar dalam arti hukum atau secara formal adalah Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Rumusan Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD NRI 1945 merupakan rumusan hasil kesatuan pandangan bagi bangsa Indonesia tentang kesatuan rumusan Pancasila, yang kemudian menjadi pedoman rumusan Pancasila yang sah. Konsekuensinya penjabaran Pancasila baik berupa pengamalannya maupun uraian tentang pokok-pokok ajaran Pancasila haruslah berpangkal pada rumusan yang sah yakni yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

1) Tuliskan 3 kelompok rumusan Pancasila secara historis?

2) Uraikan secara rinci apa yang Anda ketahui tentang masa sidang I dan II BPUPKI?

3) Uraikan secara rinci apa yang Anda ketahui tentang masa Proklamasi dan Perubahan UUD 1945?

4) Tuliskan garis besar dinamika Pancasila sebagai dasar negara?

LAT IH A N

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

2.42 Pancasila

Petunjuk Jawaban Latihan

Untuk dapat menjawab soal latihan di atas secara tepat, baca dan pahami materi Kegiatan Belajar 2 Modul 2 dengan cermat, apabila masih belum paham baca kembali dan diskusikan dengan teman-teman atau tutor Anda.

BPUPKI terbentuk pada tanggal 29 April 1945. Badan ini memungkinkan bangsa Indonesia dapat mempersiapkan kemerdekaannya secara legal, untuk merumuskan syarat-syarat apa yang harus dipenuhi sebagai negara yang merdeka. Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 oleh Gunseikan (Kepala Pemerintahan bala tentara Jepang di Jawa).

Badan penyelidik ini mengadakan sidang hanya dua kali. Sidang pertama tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, sedangkan sidang kedua 10 Juli sampai dengan 17 Juli 1945. Pada sidang pertama M. Yamin dan Soekarno mengusulkan tentang dasar negara, sedangkan Soepomo mengenai paham negara integralistik. Tindak lanjut untuk membahas mengenai dasar negara dibentuk panitia kecil atau panitia sembilan yang pada tanggal 22 Juni 1945 berhasil merumuskan Rancangan mukaddimah (pembukaan) Hukum Dasar, yang oleh Mr. Muhammad Yamin dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Sidang kedua BPUPKI menentukan perumusan dasar negara yang akan merdeka sebagai hasil kesepakatan bersama. Anggota BPUPKI dalam masa sidang kedua ini ditambah enam anggota baru. Sidang lengkap BPUPKI pada tanggal 10 Juli 1945 menerima hasil panitia kecil atau panitia sembilan yang disebut dengan piagam Jakarta. Di samping menerima hasil rumusan Panitia sembilan dibentuk juga panitia-panitia Hukum Dasar yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok panitia perancang Hukum Dasar yakni: 1) Panitia Perancang Hukum Dasar diketuai oleh Ir. Soekarno dengan anggota berjumlah 19 orang; 2) Panitia Pembela Tanah Air dengan ketua Abikusno Tjokrosujoso beranggotakan 23 orang; dan 3) Panitia ekonomi dan keuangan dengan ketua Moh. Hatta, bersama 23 orang anggota.

Panitia perancang Hukum Dasar kemudian membentuk lagi panitia kecil Perancang Hukum Dasar yang dipimpin Soepomo. Panitia-panitia kecil itu dalam rapatnya tanggal 11 dan 13 Juli 1945 telah dapat menyelesaikan tugasnya Panitia Persiapan Kemerdekaan (Dokuritsu Zyunbi Linkai), yang sering disebut Panitia Persiapan Kemerdekaan

RA NG KUM AN

MKDU4114/MODUL 2 2.43

Indonesia (PPKI). Sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945 berhasil mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan menetapkan: menyusun Rancangan Hukum Dasar. Selanjutnya tanggal 14 Juli 1945 sidang BPUPKI mengesahkan naskah rumusan panitia sembilan yang dinamakan Piagam Jakarta sebagai Rancangan Mukaddimah Hukum Dasar, dan pada tanggal 16 Juli 1945 menerima seluruh Rancangan Hukum Dasar yang sudah selesai dirumuskan dan di dalamnya juga memuat Piagam Jakarta sebagai mukaddimah.

Hari terakhir sidang BPUPKI tanggal 17 Juli 1945, merupakan sidang penutupan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan selesailah tugas badan tersebut. Pada tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk Panita Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sidang pertama PPKI 18 Agustus 1945 berhasil mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan menetapkan:

1. Piagam Jakarta sebagai rancangan Mukaddimah Hukum Dasar oleh BPUPKI pada tanggl 14 Juli 1945 dengan beberapa perubahan, disahkan sebagai Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

2. Rancangan Hukum Dasar yang telah diterima oleh BPUPKI pada tanggal 16 Juli 1945 setelah mengalami berbagai perubahan, disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

3. Memilih Presiden dan Wakil Presiden yang pertama, yakni Ir.

Soekarno dan Drs. Moh. Hatta.

4. Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai Badan Musyawarah Darurat.

Sidang kedua tanggal 19 Agustus 1945, PPKI membuat pembagian daerah propinsi, termasuk pembentukan 12 departemen atau kementerian.

Sidang ketiga tanggal 20, membicarakan agenda badan penolong keluarga korban perang, satu di antaranya adalah pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pada 22 Agustus 1945 diselenggarakan sidang PPKI keempat. Sidang ini membicarakan pembentukan Komite Nasional Partai Nasional Indonesia. Setelah selesai sidang keempat ini, maka PPKI secara tidak langsung bubar, dan para anggotanya menjadi bagian Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Anggota KNIP ditambah dengan pimpinan-pimpinan rakyat dari semua golongan atau aliran dari lapisan masyarakat Indonesia.

Rumusan-rumusan Pancasila secara historis terbagi dalam tiga kelompok.

1. Rumusan Pancasila yang terdapat dalam sidang-sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang

2.44 Pancasila

merupakan tahap pengusulan sebagai dasar negara Republik Indonesia.

2. Rumusan Pancasila yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia sebagai dasar filsafat Negara Indonesia yang sangat erat hubungannya dengan Proklamasi Kemerdekaan.

3. Beberapa rumusan dalam perubahan ketatanegaraan Indonesia selama belum berlaku kembali rumusan Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUDNRI Tahun 1945.

Rumusan Pancasila dari tiga kelompok di atas secara lebih rinci sampai dikeluarkannya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 ini ada tujuh yakni:

1. Rumusan dari Mr. Muh. Yamin tanggal 29 Mei 1945, yang disampaikan dalam pidato “Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” (Rumusan I).

2. Rumusan dari Mr. Muh. Yamin tanggal 29 Mei 1945, yang disampaikan sebagai usul tertulis yang diajukan dalam Rancangan Hukum Dasar (Rumusan II).

3. Soekarno, tanggal 1 Juni 1945 sebagai usul dalam pidato Dasar Indonesia Merdeka, dengan istilah Pancasila (Rumusan III).

4. Piagam Jakarta, tanggal 22 Juni 1945, dengan susunan yang sistematik hasil kesepakatan yang pertama (Rumusan IV).

5. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tanggal 18 Agustus 1945 adalah rumusan pertama yang diakui secara formal sebagai Dasar Filsafat Negara (Rumusan V).

6. Mukaddimah KRIS tanggal 27 Desember 1949, dan Mukaddimah UUDS 1950 tanggal 17 Agustus 1950 (Rumusan VI).

7. Rumusan dalam masyarakat, seperti mukaddimah UUDS, tetapi sila keempatnya berbunyi Kedaulatan Rakyat, tidak jelas asalnya (Rumusan VII).

1) Nilai-nilai Pancasila telah menjiwai tonggak-tonggak sejarah nasional Indonesia yaitu sebagai berikut, kecuali ….

A. memupuk semangat kedaerahan

B. perjuangan bangsa Indonesia tersebut berlangsung beabad-abad, bertahap dan menggunakan cara yang bermacam-macam, baik fisik maupun non fisik, non dan kooperatif

TES F ORM AT IF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

MKDU4114/MODUL 2 2.45

C. memupuk alam pikiran ke arah kesadaran sejarah

D. cita-cita luhur bangsa Indonesia yang diperjuangkan untuk menjadi kenyataan

2) Secara historis rumus-rumus Pancasila dapat dibedakan sebagai berikut, kecuali rumusan Pancasila ….

A. dalam sidang-sidang BPUKI B. ditetapkan PPKI

C. sebelum dirumuskan dalam sidang-sidang BPUPKI D. dalam Pembukaan UUD 1945

3) BPUPKI dibentuk pada tanggal ….

A. 1 Maret 1945 B. 29 April 1945 C. 28 Mei 1945 D. 31 Maret 1945 4) Ketua BPUPKI adalah ….

A. KRT Radjiman Wedyodiningrat B. RP. Soeroso

C. Soekarno D. Moh. Hatta

5) Berikut ini adalah tanggal-tanggal sidang BPUPKI, kecuali ….

A. 29 Mei – 1 Juni 1945 B. 10 Juni – 17 Juni 1945 C. 10 Juli – 17 Juli 1945 D. 28 Mei – 2 Juli 1945

6) Usulan M. Yamin tentang rumusan Pancasila pada pidato di BPUPKI dengan yang ditetapkan PPKI adalah ….

A. sama B. mirip C. berbeda D. kontras

7) Yang menjadi penyaji pada sidang-sidang BPUPKI adalah sebagai berikut, kecuali ….

A. M. Yamin B. Soepomo C. R.P. Soeroso

D. KRT Widyodiningrat

2.46 Pancasila

8) Syarat mutlak bagi dasar negara menurut Soepomo adalah sebagai berikut, kecuali ….

A. daerah B. rakyat C. uang D. pemerintah

9) Sampai akhir sidang BPUPKI dapat diketemukan berbagai rumusan Pancasila ….

A. 2 macam B. 3 macam C. 4 macam C. 5 macam

10) Berikut ini adalah kabinet-kabinet selama pelaksanaan UUDS 1950 kecuali kabinet ….

A. Natsir B. Sukiman C. Sukarno D. Moh. Hatta

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.

Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar 100%

Jumlah Soal 

MKDU4114/MODUL 2 2.47

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1

1) D. Ditetapkannya Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 sekaligus ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara

2) B. Causa formalis berhubungan dengan bentuk rumusan dan nama Pancasila

3) B. Meskipun tidak disebutkan nama Pancasila, namun rumusan sila-sila Pancasila terdapat dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945.

4) B. Di antara jawaban-jawaban yang lain, hal penulisan sejarah tidak menunjukkan perhatian soal keadilan.

5) B. Hal yang harus diwujudkan di dalam keberagaman adalah mewujudkan keharmonisan di antara perbedaan-perbedaan tersebut.

6) C. Pernyataan tersebut benar karena Pancasila menjamin hak asasi manusia sebagai individu, namun sikap tersebut juga salah ketika individu tersebut hanya mementingkan hak individunya semata tanpa memperhatikan hak orang lain.

7) B. Theo-genetis, Socio-genetis, Geo-genetis adalah tiga kecenderungan mendasar manusia yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya.

8) B. Theo-genetis adalah pengakuan akan adanya pengalaman metaempiris.

9) B. Material, spiritual, jasmani, rohani adalah hal-hal yang berhubungan dengan susunan kodrat manusia.

10) B. Peran dan fungsi Pancasila adalah sebagai kristalisasi nilai-nilai yang positif dan digali dari bangsa Indonesia

Tes Formatif 2

1) A. Semangat daerah bukanlah diinspirasi dari nilai-nilai Pancasila 2) C. Sidang BPUPKI adalah saat pertama rumusan Pancasila

diperkenalkan. Sebelum peristiwa tersebut, tidak dapat dilacak secara pasti kapan rumusan Pancasila diperkenalkan.

3) B. BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945

4) A. Ketua BPUPKI adalah KRT. Radjiman Widyodiningrat 5) C. 10 – 17 Juli 1945 bukanlah waktu sidang BPUPKI

2.48 Pancasila

6) B. Usulan rumusan Pancasila yang dikemukakan oleh Muh. Yamin memiliki kemiripan dengan rumusan yang disusun pada saat Piagam Jakarta.

7) C. R.P. Soeroso bukanlah penyaji dalam sidang BPUPKI.

8) C. Uang bukanlah syarat berdirinya sebuah negara.

9) A. Ada dua macam versi rumusan sila Pancasila

10) D. Selama penerapan UUDS 1950, Soekarno tidak memimpin kabinet.

MKDU4114/MODUL 2 2.49

Daftar Pustaka

A.T. Soegito, 1983, Pancasila Tinjauan dari Aspek Historis, Semarang:

FPIPS – IKIP.

A.T. Soegito, 1999, Sejarah Pergerakan Bangsa Sebagai Titik Tolak Memahami Asal Mula Pancasila, Makalah Internship Dosen-Dosen Pancasila se Indonesia, Yogyakarta.

Alhaj dan Patria, 1998. BMP. Pendidikan Pancasila. Penerbit Karunika, Jakarta 4 – 5.

Dardji Darmodihardjo, 1978, Santiaji Pancasila, Malang: Lapasila.

Harun Nasution 1983. Filsafat Agama, Jakarta: NV Bulan Bintang.

Kaelan, 1999, Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan, Yogyakarta:

Paradigma.

Kaelan, 1993, Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan, Yogyakarta:

Paradigma.

Koentjaraningrat, 1974, Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan, Jakarta:

Gramedia,.

Noor Ms Bakry, 1998, Pancasila Yuridis Kenegaraan, Yogyakarta: Liberty.

Noor Ms Bakry, 2017, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Notonegoro, 1957, Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila Cet. 2, Jakarta: Pantjoran tujuh.

Soenoto, 1984, Filsafat Pancasila Pendekatan Melalui Sejarah dan Pelaksanaannya, Yogyakarta: Hanindita.

Modul 3

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

Prof. Dr. Lasiyo, M.A, M.M.

Dr. Sri Soeprapto, M.S.

Reno Wikandaru, S. Fil., M. Phil.

odul 3 ini membicarakan tentang Pancasila sebagai sistem filsafat yang terdiri atas pembahasan tentang pengertian sistem dan pemikiran filsafat serta Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Anda pada Kegiatan Belajar 1 akan mempelajari dan mengerjakan tugas tentang pengertian sistem dan pemikiran filsafat, yang terdiri atas pembahasan tentang pengertian sistem filsafat serta pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat.

Kegiatan Belajar 2 akan mempelajari tentang Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia yang terdiri atas pembahasan tentang landasan keberadaan Pancasila, Pancasila sebagai dasar negara, pengembangan Pancasila subjektif sebagai kepribadian bangsa, pengembangan Pancasila melalui penyelenggaraan negara, dan pengembangan Pancasila melalui perundang-undangan.

Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat: memahami dan menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sistem filsafat serta kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.

Anda setelah mempelajari modul ini diharapkan dapat:

1. menjelaskan pengertian Pancasila sebagai sistem filsafat yang terdiri atas pembahasan tentang pengertian sistem, pengertian filsafat, dan ciri-ciri berpikir kefilsafatan.

2. menjelaskan pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup bangsa Indonesia yang meliputi; landasan keberadaan Pancasila, Pancasila sebagai dasar negara, pengembangan Pancasila subjektif sebagai kepribadian bangsa, pengembangan Pancasila melalui penyelenggaraan negara, pengembangan Pancasila melalui perundang-undangan.

M

PEN DA HUL UA N

3.2 Pancasila

Kegiatan Belajar 1

Pengertian Sistem dan Pemikiran Filsafat

Dalam dokumen MKDU4114 buku univ terbuka (Halaman 92-103)