Drs H. Ishak Cae
Drs H. Ishak Cae
Politisi Muda Mengutamakan Kepentingan Rakyat
Oleh : Syamsul Bahri, S.Sos, M.Sc
“Harus menjadi politisi yang sabar tidak mudah terpancing tapi getol memperjuangkan kepentingan rakyat (Aspirasi) untuk kemajuan daerah Kota Palu”
Drs H. Ishak Cae dikenal sebagai figur politisi muda yang potensial dan berbakat dengan memiliki karakter yang tegas dan disiplin, namun memiliki kontrol yang luar biasa dalam setiap sikap dan langkahnya sebagai anggota DPRD Kota Palu. Ia tidak ceroboh dan sangat matang dalam mengambil keputusan sehingga dikenal sebagai sosok legilator yang dewasa dan matang. Bahkan, ia menjadi inspirator terhadap koleganya di DPRD Kota Palu tempat ia mengabdikan dirinya pada rakyat. Politisi muda yang sedang menempuh studi program magister (S2) di Pascasarjana Untad ini juga dikenal cukup bijak dan arif dalam mengambil keputusan politik. Ia memang sosok legislator yang memiliki segudang prestasi. Sederetan prestasi yang telah digapainya adalah prestasi luar biasa mulai di bangku sekolah dasar sampai menjalani kuliah dan bahkan dirinya pernah tercatat sebagai salah satu mahasiswa berprestasi di UNTAD, yang cinderamatanya masih diabadikan sampai saat ini.
Legislator muda berprestasi kelahiran 28 Oktober di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan ini terekam bahwa prestasi dan motifasi untuk belajar yang dimilikinya mengantarkan beliau menginjakkan kaki di Kota Palu. pada tahun 1985 beliau tamat SMA 1 Pinrang, serta lulus Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK) lulus tanpa test di Untad. keberangkatan beliau ke kota Palu untuk melanjutkan pendidikan sarjana strata satu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako jurusan Ilmu Administrasi Negara, proses studinya di Universitas tertua di Sulawesi Tengah tersebut diselesaikan pada tahun 1990.
Jejak kehidupan Drs H. Ishak Cae dimasa kecilnya dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai guru atau siapa saja yang mendidiknya, terekam saat masih duduk di bangku sekolah, gurunya selalu tempatkan di atas sehingga beliau dikenal sebagai sosok yang taat dan patuh terhadap apa yang
diperintahkan dan yang dilarang gurunya. di samping figur guru pada saat itu memiliki kekuatan luar biasa dan sangat disegani berbeda dengan kondisi saat ini. Di masa sekolah Drs H. Ishak Cae terekam tidak pernah melakukan sesuatu yang dilarang gurunya, sehingga beliau tercatat sebagai siswa teladan yang tidak pernah mendapat hukuman dari gurunya di sekolah.
Dimasa kecilnya, sosok jiwa kepemimpinan Drs H. Ishak Cae sudah terlihat, terutama dimasa mengenyam dunia pendidikan di sekolah. Ia sebagai sosok yang dikenal sangat menonjol di kelas semasa menjalani pendidikan di bangku sekolah, disamping itu juga beliau juga adalah salah satu siswa yang memiliki prestasi yang luar biasa, dimana di dalam kelas tercatat beliau adalah siswa yang sering mendapat rangking, mulai rangking dua bahkan sampai pada rangking satu diraihnya, sehingga beliau senantiasa dijadikan sebagai teladan bagi teman-temannya, terekam beliau selalu saja didaulat sebagai ketua kelas.
Bapak Drs H. Ishak Cae adalah sosok yang tidak hanya dikenal oleh teman-teman sebayanya sesama siswa, tetapi beliau juga adalah salah satu siswa yang sangat familiar dikalangan guru pada masa sekolahnya di SMP 2 Pinrang, bahkan kepala sekolah tempatnya mengenyam pendidikan sangat mengenal sosok Drs H. Ishak Cae terlebih beliau adalah sosok yang selalu saja dipercayakan sebagai ketua kelas, mulai dari kelas satu, kelas dua dan kelas tiga, di samping itu kedekatanya dengan kepala sekolah juga terekam pada kesehariannya selalu bertemu dengan kepala sekolah disaat beliau berangkat ke sekolah yang kebetulan perjalanan kepala sekolah menuju sekolahnya melewati kediamannya sehingga keberangkatan kepala sekolahnya menuju sekolah tersebut beliau selalu mengikut dari belakangnya hal itu dilakukan hampir setiap hari.
Tamat di SLTP 2 Pinrang di tahun 1982 Bapak Drs H. Ishak Cae melajutkan pendidikannya di SMU 1 Pinrang, di sekolah tersebut beliau juga tergolong memiliki prestasi, pada saat penaikan kelas dari kelas satu ke kelas dua disekolahnya, dilakukan pembagian jurusan, beliau ditempatkan di kelas Ilmu Pengetahuan Sosial hal itu dikarenakan nilai yang diraih pada mata pelajaran tersebut terbilang sangat baik nilai rata-rata 9 seperti pelajaran bahasa dan beberapa pelajaran lainnya, terlebih sosok beliau yang dikenal sangat komunikatif serta kemampuannya membagun hubungan interaksi yang sangat efektif, kemampuan manajemen dan mengorganisir teman- temannya dengan baik yang terlihat pada saat beliau menjabat sebagai ketua kelas.
Pada masa SMA bapak Marhaban adalah sosok guru bahasa ingris yang tidak terlupakan bagi bapak Drs H. Ishak Cae terutama karakter bapak Marhaban yang beliau kenal sangat kiler terlebih pelajaran yang ajarkan adalah pelajaran bahasa inggris yang dikenal sebagai pelajaran yang kedua
paling dibenci oleh sebagian besar siswa, yang sangat berkesan baginya terutama suasana saat bapak Marhaban masuk ruangan kelas dalam rangka menyampaikan pelajaran dimana tidak ada satupun yang bergerak karena karakternya selalu main tunjuk di samping itu juga jika menemukan siswa berbicara, sosok bapak Marhaban sangat marah yang biasanya membenturkan kepala siswa yang satu dengan yang lainnya terlebih jika ditemukan siswa balik belakang disaat beliau ada di kelas siswa tersebut langsung dibenturkan di tembok sehingga semua siswa sangat takut dengan guru bahasa ingris tersebut, meskipun demikian sosok bapak Drs H. Ishak Cae terekam selalu terhindar dari tindakan bapak Marhaban karena beliau pada waktu itu selalu rangking dan terbilang sangat dekat dengan wali kelas sehingga beliau selalu terselamatkan.
Setelah memasuki dunia kampus bapak Drs H. Ishak Cae dikenal sebagai sosok aktivis mahasiswa terekam dari jejaknya yang pernah aktif diberbagai organisasi internal kampus, salah satu organisasi internal kampus yang terekam beliau pernah terlibat adalah Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAN), ke aktifannya dalam organisasi internal kampus tersebut itulah beliau ditempah, wawasan dan daya kritis terbangun sensitifitasnya dengan problem masyarakat, bangsa dan negara serta permasalahan internal kampus muncul, terutama dengan aktifitasnya dalam forum diskusi, berbagi informasi, bertukar pikiran tentang sebuah problem, sedangkan di organisasi eksternal kampus beliau terekam sebagai salah satu kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) salah satu ogranisasi mahasiswa islam tertua di Indonesia, training-training yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) senantiasa beliau ikuti sehingga sosoknya yang saat ini dikenal begitu bijak, tegas, visioner dan kritis tidak perlu ditanyakan lagi karena segudang pengalamannya dalam dunia kemahasiswaan lebih dari cukup untuk menjelaskannya.
Aktifitas bapak Drs H. Ishak Cae di berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus yang begitu padat, mungkin sebagian besar orang berpikiran bahwa indeks prestasinya di kelas turun atau rusak sebagaimana mahasiswa yang aktifitasnya begitu di organisasi senentiasa Indeks Prestasi Akademiknya rendah, namun hal berbeda bagi bapak Drs H. Ishak Cae jutru aktifitasnya yang begitu padat di dunia kampus ternyata tidak mengahalangi beliau meraih prestasi dalam studinya terekam beliau pernah mendapat piagam penghargaan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako sebagai salah satu mahasiswa berprestasi dengan indeks prestasi terbaik dimana pada saat itu beliau memperoleh Indeks Prestasi Akademik tertinggi ketiga dari semua mahasiswa yang ada pada saat itu.
Pada saat kuliah di Untad Prof Dr Zainudin Bolonga sosok yang sangat dikagumi Drs H. Ishak Cae, kekagumannya tersebut tidak lain dari metode dalam mendidik dalam menyampaikan kuliah yang sangat menarik sangat mudah dicernah yang saat itu beliau mengajarkan mata kuliah ilmu ilmu politik di samping memang pada saat itu masih sangat kurang dosen yang menyandang gelar doktor.
Sosok Prof Dr Zainudin Bolong dimatanya sosok yang sangat luar biasa, sehingga dalam setiap perkuliahan yang disampaiakan Prof Dr Zainudin Bolong Drs H. Ishak Cae selalu mengikuti dengan sungguh-sungguh sampai berakhirnya perkuliahan dan hampir tidak pernah melewatkan setiap perkuliahan yang disampaikan bapak Prof. Dr Zainudin Bolong.
Legislator Muda Gemar Makan Kelor
Kelora dalah salah satu makanan yang sangat akrab dengan masyarakat Kota Palu sehingga siapapun yang menginjakkan kaki di Kota Palu dipastikan berkenalan dengan kelor salah satu tumbuhan yang sangat efektif tumbuh di daerah yang panas seperi Kota Palu. Dunia tidak selebar daun kelor kata itu mungkin tidak asing lagi, kelor memang daunnya kecil sehingga sangat mudah menyesuaikan dengan kondisi daerah yang panas, Kelor biasanya diolah sebagai makanan sayur-sayuran yang biasanya disebut dengan sayur kelor, sayur yang dibuat dari bahan baku daun kelor.
Setibanya Drs H. Ishak Cae di Kota Palu tahun 1985 beliau langsung diperkenalkan dengan daun kelor, tidak lain dikarenakan bahwa sejak beliau kuliah di Universitas Tadulako beliau memiliki banyak teman, sehingga selalu saja mendapat kiriman daun kelor dari teman-temannya tersebut namun karena adanya mitos bahwa kalau memakan daun kelor tidak akan bisa lagi kembali ke kampung asal membuat Drs H. Ishak Cae sangat tidak senang dengan daun kelor bahkan daun kelor pemberian temannya biasanya dibuang begitu saja.
Cerita tentang Drs H. Ishak Cae tidak senang daun kelor itu terekam puluhan tahun yang lalu, sejak pertakali beliau menginjakkan kaki di Kota Palu ini, namun saat ini beliu terkam sebagai penggemar daun kelor bahkan makanan faforitnya saat ini adalah kelor makanan yang sebelumnya beliau tidak senangi, beliau saat ini tidak takut lagi makan daun kelor bahkan kelor bagi beliau adalah makanan yang sudah mendarah daging.
Orang Tua dan Istri Sosok yang Luar Biasa
Drs H. Ishak Cae adalah sosok yang masih terbilang keturunan bangsawan terekam dari jejak orang tuanya yang masih memiliki garis keturunan bangsawan bugis meskipun saat ini beliau samasekali tidak menonjokan simbol-simbol kebangsawananya dengan menggunakan simbol
“Andi” beliau memilih tampil apa adanya tanpa membawa kebagsawanan meskipun nenek beliau masih menggunakan gelar “andi”, yang namanya masih Andi Lamadenuang, tapi beliau sudah tidak menggunakan itu lagi.
Dalam kehidupan Drs H. Ishak Cae dikenal sebagai sosok senantiasa memegang petuah dari orang tuanya terekam dari beliau dalam menjalani kehidupannya saat ini, dimana pesan-pesan orang tuanya senantiasa dijadikan sebagai pedoman berharga dalam hidupnya terutama dalam berinteraksi di masyarakat dimana posisinya saat ini sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu yang tentunya selalu dipertemukan dengan masyarakat terlebih posisinya saat ini yang sangat jauh dari orang tua yang saat ini berada di Pinrang Sulawesi Selatan kampung halaman dan tempat kelahirannya.
Pesan berharga dari orang tuanya yang masih melekat kuat dalam diri beliau adalah amanah orang tua beliau membimbing agar dirinya senantiasa meghargai orang lain yang dalam pepata bugis mengatakan “Sipakata”, di dalam pepatah bugis tersebut terekam makna yang sangat luar biasa di antaranya menjelaskan bahwa jika ingin dihargai seseorang maka anda harus lebih dulu mengghargai orang itu, sehingga wujud penghargaan kita kepada orang lain atau kepada siapa saja merupakan manifestasi didalam diri agar diri ini tetap dihargai orang lain namun jika tidak pernah menghargai orang lain maka jangan harap ingin dihargai.
Drs H. Ishak Cae adalah sosok yang sangat dekat dengan sosok orang tuanya, dimana Drs H. Ishak Cae dikenal sebagai sosok yang selalu mendapat wejangan dari orang tuanya bahkan seumur-umurnya sampai hari ini beliau masih diberi nasehat atau diberi petuah-petuah dari orang tua beliau. Di samping orang tua sosok yang sangat dekat bagi beliau adalah istri dan anak- anaknya juga bagian yang sangat dekat bagi beliau karena dengan keluarganya terutama istri dan anak-anaknya adalah bagian dari hidupnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Di mata Drs H. Ishak Cae sosok orang tuanya (ayah) yang sangat bijaksana adalah sesuatu yang sangat berkesan baginya karena selama beliau menuntut ilmu sampai hari ini beliau tidak pernah marah dia selalu mendukung apa keinginan anak-anaknya, hanya mengarahkan dan menasehati sangat berbeda dengan kebanyakan orang tua yang biasanya keinginannya selalu dituruti, namun orang tua beliau tidak begitu, terekam sejak beliau menyelesaikan kuliah orang tuanya memberikan pilihan secara demokratis apakah masuk masuk PNS atau mau jadi pengusaha, hal itu disampaikan orang tuahnya dikarenakan bahwa yang nanti merasakan adalah beliau sendiri, dan pilihannya menjadi pengusaha pada saat itu di suport dengan baik. Sedangkan sosok dari ibu lebih pada sifatnya yang begitu lembut, sangat halus, dan bahkan tidak pernah berkata-kata yang menyinggung
perasaan beliau, sangat lemah lembut kemudian sangat hati-hati untuk memberikan suatu wejangan kepada anaknya dan tidak pernah marah, itulah sosok yang paling berharga dari orang tua beliau.
Kekaguman Drs H. Ishak Cae terhadap orang tuanya sama saja dengan kekagumannya dengan sosok istrinya, beliau menganggap bahwa sosok istrinya saat ini adalah sosok yang sangat luar biasa baginya, bahkan menurutnya apa yang didapatkan saat ini tidak lepas dari peran istrinya yang senantiasa mendampinginya dalam mengarungi kehidupan yang selalu setia bersama dengan beliau.
Hj. Nemma Ishak adalah nama lengkap dari sosok wanita yang saat ini mendampingi bapak Drs H. Ishak Cae, yang senantiasa bersama-sama dengan beliau dalam mengarungi kehidupan, perempuan yang dikawininya pada 21 tahun yang lalu tersebut tergolong masih memiliki hubungan keluarga dengan beliau yang kebetulan ada kecocokan kemudian dilanjutkan di jenjang pernikahan.
Bagi Drs H. Ishak Cae, hal yang sangat luar biasa dari istrinya adalah baik dan bijaksana terekam bahwa dua periode beliau di DPRD Kota Palu istrinya tidak pernah mencampuri apa yang beliau lakukan apalagi tugas- tugas beliau namun istrinya tersebut selalu mensuport beliau, mendukung beliau supaya bisa bekerja dengan maksimal, sehingga beliau bisa masuk dua periode di DPRD Kota Palu merupakan bukti dari sosok istrinya yang sangat luar biasa tersebut, terlebih terpilihnya beliau sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu adalah suara person.
Sesuatu yang beliau anggap sangat luar biasa juga, bahwa istrinya tersebut adalah sosok wanita yang sangat kuat boleh dikata anti teror dan gosip, walaupun disana-sini bersuara tentang beliau, sosok istrinya itu tetap tidak terpancing sehingga itu yang beliau anggap luar biasa, bahkan beliau menganggap bahwa manakala istrinya tidak sehebat ini tidak mungkin dirinya langgeng di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu ini, betapa tidak jika selalu saja ada masalah di dalam keluarga, artinya bahwa bagaimana mungkin bisa mengurus atau menyelesaikan masalah yang ada di dalam masyarakat kalau dalam keluarga sendiri bermasalah, karena dengan tidak adanya masalah dalam keluarga maka mudah menyelesaikan masalah masalah di luar atau di masyarakat.
Transisi Orde Lama Ke Reformasi Menuju Panggung Politik
Memiliki orang tua yang sangat demokratis yang tidak memaksakan anaknya dalam hal pekerjaan mengantarkan Drs. H. Ishak Cae menjadi seorang pengusaha, jejak orang tua beliau terekam tidak pernah memaksakan dirinya untuk menjadi Pegawa Negri Sipil (PNS), tetapi dalam hal pekerjaan orang tuanya menyerahkan sepenuhnya kepada beliau, pekerjaan apa yang
menjadi keinginannya, sehingga dengan sikap orang tuanya yang sangat demokratis tersebut seakan mensuport beliau sebagai sosok yang memiliki naluri sebagai pengusaha.
Sebagai sosok yang berasal dari keturunan berprofesi sebagai pengusaha Bapak Drs. H. Ishak Cae ternyata mengikuti jejak keluarganya sebagai pengusaha dimana setelah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Tadulako pada tahun 1990 beliau langsung terlibat dalam dunia usaha dan menjadi pengusaha ulung bekerja secara profesional dalam dunia itu hingga dirinya bergabung dengan HIPMI sebagai organisasi atau perkumpulan para pengusaha muda kemudian masuk sebagai pengurus KNPI Kota Palu dengan jabatan sebagai bendahara, sampai pada ketuah Gapeksindo Sulawesi Tengah bahkan beliau juga aktif sebagai pengurus Pemuda Pancasila hingga saat ini.
Memilih Humpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam mengawali karirnya dalam dunia usaha dikarenakan beliau menilai bahwa HIPMI ini adalah lembaga untuk mencari ilmu dan mencari pengalaman, dimana Humpunan Pengusaha Muda Indonesia termasuk organisasi pengkaderan para pengusaha khususnya para pengusaha yang ada di Kota Palu, beliau mendapat banyak hal yang sangat berharga di organisasi pengusaha tersebut terutama membangun pertemanan dikalangan pengusaha muda yang ada di Kota Palu, dimana dengan pertemanan yang terbangun itu membentuk proses interaksi dengan baik saling memberikan informasi terutama mengenai profesinya sebagi pengusaha peluang apa semua supaya bisa mencapai kesuksesan, di organisasi tersebut itulah beliau dapatkan banyak hal, sehingga keberadaanya di HIPMI Kota Palu berkontribusi besar atas keberhasilan beliau dalam dunia usaha .
Pada tahun 1998 terjadi sebuah gerakan besar melakukan protes terhadap kepemimpinan Presiden Soeharto, dimana kakuasaan orde baru pada saat itu di bawah kendali kekuasaan keluarga cendana, gerkan mashasiswa yang begitu massif dilakukan di Jakarta dan di berbagai daerah, seakan menghilangkan kakuatan orde baru yang semula mampu mengontrol stabilitas dalam negri dengan baik kini tidak bisa lagi bekerja, yang pada akhirnya gerakan tersebut berjung pada lengsernya Soeharto dari tumpuk kepemimpinannya sebagai Presiden RI. lengsernya Soeharto tersebut menjadi titik awal terjadinya perubahan besar di negri ini, sekaligus Indonesia berada pada masa transisi berahirnya orde baru menuju orde reformasi.
Perubahan stabilitas politik nasional dan masa transisi tersbut menggiring bapak Drs. H. Ishak Cae masuk ke dunia politik, dimana waktu memasuki masa reformasi beliau dipercayakan oleh teman-temannya sebagai ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palu, disitulah tercatat beliau memulai karirnya di dunia politik dan sejak itu karir beliau di dunia politik terus naik hingga mengantarkan dirinya masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kota Palu melalui Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palu pada Pemilihan Umum Kepala Daerah di tahun 2004.
Keterlibatan Drs. H. Ishak Cae kedalam dunia politik tidak lepas dari jejaknya sebagai pengusaha, dimana saat menjabat sebagai ketua HIPMI Kota Palu beliau diberikan kepercayaan sebagai ketua Partai Amanat Nasional, partai yang didirikan Amin Rais Ph.D sekaligus tokoh yang memotori reformasi. Partai yang tergolong baru pada saat itu dan didirikan oleh tokoh sentral reformasi sebagai instrumen utama bapak Drs. H. Ishak Cae menjatuhkan pilihannya masuk dalam dunia politik, terlebih citra Amin Rais pada saat itu yang sangat baik.
Karir Drs. H. Ishak Cae di dunia politik terus merangkak naik, posisi beliau sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu pada periode 2004-2009 membuat dirinya belajar banyak bagaimana memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu, bagaimana caranya agar program-program yang pro rakyat yang diperjuangkan diterima atau dijadikan program prioritas pemerintah.
Sejak keberadaan Drs. H. Ishak Cae sebagai anggota DPRD Kota Palu satu periode, beliau menganggap bahwa kondisi politik saat ini sangat tidak bersahabat dengan kondisi minoritas, sehingga untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan posisi minoritas adalah sesuatu yang sangat sulit, di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu terekam bahwa siapa yang kuat itu yang berkuasa, jadi bukan kualitas yang diutamakan tetapi kuantitas. waktu Bapak Drs. H. Ishak Cae masih di PAN beliau hanya memiliki dua kursi sedangkan Partai Golkar memperoleh 15 kursi jadi beliau dengan posisi itu tidak berdaya karena di dewan itu hanya dua cara pengambilan keputusan yaitu musyawarah dan voting begitu musyawarah tidak bisa, yang dilakukan dilakukan adalah voting sehingga Partai Golkar Selalu Menang dalam pengambilan keputusan voting yang memiliki 15 kursi sedangkan beliau selalu kalah karena hanya memiliki dua kursi.
Kondisi di DPRD Kota Palu yang tidak bersahabat dengan minoritas terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut mendorong Drs. H. Ishak Cae hijrah kepartai politik yang memiliki suara mayoritas agar memuluskan usahanya dalam memeperjuangkan aspirasi rakyat. Niatnya tersebut terkabulkan disaat dirinya lagsung dicalonkan Rusdi Mastura dan H.
Andi Mulhanan Tombolotutu ketua dan sekretaris Partai Golkar sebagai caleg di tahun 2009 dari Partai Golkar sekaligus mengawali karirnya di partai berlambang pohon beringin tersebut.
Masuknya Drs. H. Ishak Cae ke Partai Golkar secara kebetulan waktu itu bapak H. Rusdi Mastura dan Andi Mulhanan Tombolotutu yang menawari beliau. kedua tokoh Golkar tersebut memberi beliau ruang hijrah ke Golkar, Drs. H. Ishak Cae menyahuti ruang yang terbuka tersebut kemudian direspon
langsung dengan dicalonkannya beliau sebagai anggota DPRD Kota Palu, meskipun demikian, posisi mayoritas di DPRD Kota Palu, posisi yang sangat strategi memperjuangkan aspirasi rakyat menjadi pendorong utama beliau masuk Partai Golkar. Karena di DPR sepandai pandainya orang jika hanya minoritas susah menggolkan program karena selalu diperhadapkan dengan dua dan cara pengambilan keputusan, musyawarah dan voting jika voting tentunya minoritas kalah itu merubah main set beliau untuk pinda partai.
Bapak Drs. H. Ishak Cae dicalonkan Partai Golkar sebagai caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu pada tahun 2009 yang kemudian mengantarkan beliau duduk sebagi wakil rakyat di DPRD Kota Palu untuk yang kedua kalinya. Posisi Drs. H. Ishak Cae saat ini sebagai aggota legislatif dari partai meyoritas di DPRD Kota Palu, sangat memberikan kemudahan bagi beliau memperjuangkan aspirasi masyarakat dibanding periode sebelumnya di PAN yang posisinya minoritas di DPRD Kota Palu. berada di posisi partai pemenang pemilu membuat dirinya lebih mudah menggolkan program-proram yang beliau dinginkan, beliau mudah menggolkan kepentingan-kepentingan masyarakat Kota Palu.
Terpilihnya kembali Drs. H. Ishak Cae sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu membuat karirnya sebagai wakil rakyat terus terdongkrak naik, terlebih saat ini di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu beliau menempati posisi yang sangat strategis, dimana masuk pada badan anggaran sehingga makin strategis pula posisinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, dimana dengan posisi itu memberikan peluang bagi dirinya dalam merespon aspirasi yang ada dalam masyarakat.
“Posisi yang sangat strategis itu diumpamakan masyarakat membutuhkan jalan yang diusulkan lewat musrembang tetapi jika tidak terlibat dibanggar bagaimana cara mengawal itu, karena yang menetapkan dan menyetujui program itu diberi anggaran adalah badan anggaran, sehingga lewat badan anggaran itu beliau maksimalkan semua apa yang menjadi keinginan masyarakat, aspirasi masyarakat, beliau sahuti semua kemudian menunggu programnya dibanggar dan ditetapkan anggarannya”.
Posisi yang sangat strategis di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palu dibarengi dengan kekuatan partai yang mayoritas di DPRD menjadikan bapak Drs. H. Ishak Cae tampil percayadiri dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Palu melalui lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, karena dengan posisi yang dimiliki bapak tiga anak ini membuat hampir semua aspirasi masyarakat yang disampaikan ke pemerintah disahuti dan dilaksanakan terutama mengenai kepentingan masyarakat umum dan pembangunan.