• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sinergitas Antara Pemerintah Daerah Dengan DPRD

Menjadi seorang pemimpin harus bersedia menerima masukan dan kritikan masyarakat sepanjang masukan dan kritikan itu bersifat membangun jangan menjadi pemimpin yang arogan, apapun bentuk aspirasi itu, H. Moh.

Sidik Ponulele selalu menerimanya apalagi terkait masalah pemerintahan Kota Palu. Karena sebagai wakil rakyat yang bermitra dengan pemerintah daerah tentunya dalam menjalankan fungsi DPRD sebagai legislasi, budgeting dan controlling sangat dibutuhkan masukan dan kritikan masyarakat dalam melaksanakan tugas pemerintahan daerah yang bersama-sama dengan eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

Kebersamaan pemerintah daerah dan DPRD sangat di butuhkan dalam rangka menciptakan dan menjalankan pembangunan yang berkelanjutan yang ada di daerah, selama ini Pemerintah Kota Palu dan DPRD Kota Palu seirama dalam menjalankan roda pemerintahan, hal itu di sebabkan karena Kepala Daerah dalam hal ini Wali Kota Palu berasal dari Partai Golkar yang merupakan juga partai pemenang pemilu di Kota Palu yang otomatis wakilnya juga paling banyak duduk di DPRD Kota Palu, termasuk partai pemegang kendali di DPRD karena Ketua DPRD Kota Palu H. Moh. Sidik Ponulele berasal dari partai yang sama dengan walikota yakni partai Golkar, sehingga apapun yang di lakukan Pemerintah Kota sepanjang masih mengutamakan kepentingan rakyat selalu mendapat dukungan dari DPRD Kota Palu yang di ketuai H. Moh. Sidik Ponulele. Tentunya apabila Pemerintah Kota melanggar dalam melaksanakan Pemerintahan maka fungsi pengawasan DPRD dibawah kepemimpinan H. Moh. Sidik Ponulele tetap dilaksanakan walaupun walikotanya berasal dari satu partai yang sama. H. Moh. Sidik Ponulele menuturkan bahwa keberadaan partai politik yang mengusung kepala daerah

sangat berpengaruh dalam menjalankan pemerintahan, misalnya ketika kepala daerahnya tidak satu partai dengan mayoritas Anggota dewan yang ada di DPRD, maka setiap program pemerintah akan menghadapi hambatan yang akhirnya berdampak kepada tidak berjalan proses pembangunan yang di inginkan masyarakat, karena adanya pertarungan kepentingan antar partai pemenang di DPRD dengan Partai pengusung kepala daerah yang tidak mempunyai suara terbanyak di DPRD.

Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Kota Palu ini mengharapkan kepemimpinan pemerintahan pada semua tingkatan pemerintahan mempunyai posisi strategis dalam usaha mewujudkan tujuan pemerntahan Negara dan Pemerintahan Daerah sesuai dengan cita-cita bangsa. Cita-cita tersebut semakin dirasakan dilingkungan pemerintahan daerah yang sedang membangun dalam rangka mengejar ketertinggalan. Berhubung dengan itu diharapkan para pemimpin pemerintahan di semua tingkat menyadari posisinya tersebut dan berusaha sekuat mungkin untuk menggerakkan dan membimbing daerah khususnya Kota Palu mewujudkan cita-cita daerah melalui pembangunan. Menjadi seorang pemimpin itu harus melepaskan kepentingan individu dan berusaha untuk berdiri di atas kepentingan golongan dan masyarakat dan berusaha untuk bersikap adil tanpa ada diskriminasi dalam pengambilan keputusan.

Politisi yang mengenal politik dari bapak dengan kakaknya ini mempunyai harapan kedepan kepada pemerintah Kota Palu seperti pembangunan infrastruktur yang di prioritaskan agar masyarakat menikmati pembangunan, perbaikan jalan dan selokan yang paling utama agar masyarakat KotaPalu tidak lagi kebanjiran, kemudian Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Khususnya Aparat Pemerintah Kota agar mampu mengetahui dan memahami keinginan atasannya.

BIODATA

- Nama lengkap : H.M. Sidik Ponulele - Tempat/tgl lahir. Palu, 20 Oktober 1942 - Jenis Kelamin; laki-laki.

- Istri: Hj. St. Rahmah (almarhumah) - Tempat/tgl menikah: Palu

- Anak 1). Mizani (Palu, 02-09-1968), 2) Arif Budiman (Palu, 06-05-1970), 3) Wahyuni (Palu, 06-06-1972), 4) Suaib (Palu, 06-12-1978), 5) M.Rizal (Palu 19-01-1980)

- Fraksi: Partai Golkar

- Kedudukan dalam partai politik: Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Kota Palu

- Jabatan di DPRD: Ketua DPRD Kota Palu.

- Pendidikan Formal:

1) Tamat SR di Palu Tahun 1952, 2). Tamat SMP di Palu Tahun 1960 3). Tamat SMA di Palu Tahun 1965

4). Sarjana Strata satu (S1) Jurusan Administrasi Pemerintahan tahun 20011

- Nama Orang Tua

a. Ayah : Alm. H. Kaloso Ponulele. pekerjaan : Almarhum b. Ibu : Alm. Hj. Siti Sumange pekerjaan : Almarhuma - Riwayat Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Partai Politik:

a) Anggota Korpri 1971-1998

b) Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar 1998-2003 c) Wakil Ketua DPD Partai Golkar 2003-2008

d) Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Kota Palu - Kegiatan Nasional yang Pernah di ikuti:

1. Optimalisasi Peran Eksekutif dan Legislatif dalam rangka Percepatan pembangunan di era otonomi daerah tanggal 23-25 januari 2009 di Bengkulu.

2. In Regdgnition of your participacionin the internasional goference on the coalition of cities a against discrimination cities copion with global crisis, tanggal 29-31 Oktober 2009 Bandung.

3. Musyawarah Nasional Adeksi III, tanggal 09- 12- 2010 jakarta 4. Rakernas Adeksi IX, tanggal 14-16 Mei 2010 Surabaya

5. Rakernas X PenguatanPeran dan Fungsi DPRD Revisi UU 32 Tahun 2004, tanggal 1-4 Maret 2011 Banda Aceh

6. Workshop Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Berdasarkan Permendagri No. 22 Tahun 2011.

7. Rapat Kerja Nasional XI Adeksi RUU. Pemilu dan Masa Depan olitisi Daerah 20-23 Maret 2012 Banjar Masin.

- Penghargaan yang pernah di raih:

Piagam Satya Lencana Kesetiaan 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

- Visi politik: Demokratisasi Lokal Legislatif Menuju Good Governance Pada Pemerintahan Daerah Kota Palu.

- Motto: Mendahulukan Penyelesaian Tindak Lanjut Aspirasi Masyarakat Secara Berimbang dengan Kepentingan Pemerintah Daerah.

- Kesan-kesan selama menjadi anggota DPRD: sebagai mitra sejajar pihak eksekutif maka anggota dewan mampu mendalami tugas, wewenang dan fungsi sebagai legislator lokal yaitu: Legislasi, Controling dan budgeting, dan sebagai legislator harus memihak kepada rakyat dan menjembatani kepentingan pemerintah dan rakyat.

H. Yos Soedarso Marjuni, SE

Sosok Pemimpin Masa Depan Yang Visioner

H. Yos Soedarso Marjuni, SE Sosok Pemimpin Masa Depan Yang Visioner

Oleh Mahpuddin, S.S, M.Si

Pada prinsipnya, Kota Palu memiliki sumber daya dan potensi yang prospektif.

Olehnya itu, dibutuhkan kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang efektif untuk mengembangkan dan menggerakkan seluruh potensi yang ada

demi meraih masa depan pembangunan yang lebih baik”

Pada tanggal 15 Januari 1970 di Toli-Toli, sebuah kabupaten yang jauh dari Kota Palu, lahir seorang pria yang kelak menjadi generasi harapan bagi keluarga dan masyarakat. Ia adalah anak pasangan H. Junus Marjuni (ayah) dan Hj. Jimawati Kosasi (ibu). Sebagai putra tunggal dari lima bersaudara, Yos Soedarso lahir dari latar belakang keluarga tergolong mampu. Di kala ia masih masih remaja, ayahnya merupakan salah seorang terpandang di masyarakat yang pernah menjabat Kakandep Koperasi dan UKM di Kabupaten Toli-Toli. Sebagaimana lazimnya putra seorang pejabat, Yos memiliki peluang untuk memperoleh berbagai fasilitas dan kemudahan dari ayahnya.

Namun sebaliknya, sejak dini sang ayah tidak ingin memanjakan anak- anaknya. Melalui pendidikan keluarga, Yos Soedarso memperoleh pelajaran hidup yang berharga berupa penanaman nilai-nilai kemandirian. Hidup harus dijalani sepenuh dengan kemampuan dan kepercayaan diri dan pantang baginya menggantungkan hidup pada orang lain bahkan termasuk kepada

kedua orang tuanya. Sang ayah memiliki visi yang jauh ke depan, bahwa fasilitas jabatan yang tengah disandangnya suatu saat akan berakhir. Anak- anaknya harus belajar menempuh hidup seorang diri demi menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan perjuangan. Kesederhanaan, kerja keras dan kemandirian merupakan nilai dasar pembentukan karakter yang ditanamkan oleh kedua orangnya.

Ketika beranjak usia sekitar enam tahun, Yos Soedarso memulai pendidikan dasar di Toli-Toli. Enam tahun kemudian tamat SD dan ia pun melanjutkan ke jenjang SMP. Setelah lulus SMP, atas inisiatif ayahnya ia harus meninggalkan Toli-Toli seorang diri demi melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah atas di Palu. Pertanyaan kemudian mengemuka, mengapa harus hijrah ke Palu? Bukankah di Toli-Toli juga terdapat SMA yang kualitasnya tidak kalah dengan kualitas SMA di Kota Palu? Apakah ayahnya tidak khawatir akan lingkungan pergaulan di Palu yang mungkin menjerumuskan anaknya? Berbagai pertanyaan dapat dikemukakan, namun satu hal yang pasti bahwa pilihan hijrah ke Palu semata-mata karena alasan ingin menanamkan rasa tanggung jawab pada diri sendiri.

Tiga tahun melewati masa-masa berpisah dari keluarga, Yos berhasil menyelesaikan pendidikan SMA dengan baik dan tepat waktu. Kemana setelah tamat SMA? Ayahnya menginginkan agar Yos Soedarso berangkat ke Pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di IKOPIN Bandung. Suatu perguruan tinggi kejuruan yang secara spesifik menekuni bidang ekonomi dan koperasi. Ayahnya memiliki obsesi ke depan bahwa kelak Yos Soedarso akan menjadi pegawai negeri sipil yang mengikuti jejak kiprah di bidang yang sama. Pengalaman selama tiga tahun sekolah di Palu merupakan modal penting yang telah membentuk mentalitas kemandiriannya. Sehingga tanpa

keraguan Yos berangkat ke Bandung seorang diri meskipun dengan modal finansial seadanya.

“Saya berangkat seorang diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke IKOPIN Bandung. Keberangkatan saya ke Bandung dalam status ikatan dinas yang mewakili utusan dari Sulawesi Tengah. Kelak setelah sarjana saya akan pulang dan menjadi pegawai negeri sipil.”