• Tidak ada hasil yang ditemukan

berbagai kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat tersebut. Andi Patongai melihatnya bahwa pelaksanaan pembangunan dewasa ini jika gagasan dan nilai-nilai Islami yang digunakan untuk membangun bangsa ini, maka tujuan pembangunan yang dicita-citakan Insya Allah dengan mudah tercapai. Hal ini pembangunan dilaksanakan dengan mengutamakan ahlak dan moral yang baik, jujur dan bertanggungjawab.

Di DPRD Kota Palu, Andi Patongai bukanlah orang baru sebab tercatat telah tiga periode berturut-turut terpilih menjadi anggota DPRD Kota Palu, yakni pada periode tahun 1999 - 2004, periode tahun 2004 - 2009, dan periode tahun 2009 - 2014. Selama itu sejumlah jabatan penting yang pernah dipegangnya, diantaranya adalah ketua fraksi dan ketua Komisi masing- masing selama 10 tahun. Pada periode tahun 2009 - 2014 politisi PPP yang dikenal agamis ini sebenarnya masih dipercaya memegang ketua Fraksi Persatuan Amanat Bangsa yang merupakan gabungan dari partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa, namun karena alasan demokrasi dan kaderisasi, jabatan tersebut diserahkan kepada anggota DPRD dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Pengalaman- pengalaman inilah yang membuat politisi kondang yang dikenal ramah dan rendah hati itu lebih memusatkan perhatiannya pada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Palu khususnya. Oleh karena itu, disetiap kesempatan rapat anggaran kerap memperjuangkan porsi anggaran lebih bersentuhan langsung dengan peningkatan income perkapita rakyat kecil.

Kepeduliannya terhadap nasib rakyat kecil menggiring dirinya lebih dekat dan karib dengan masyarakat sekitarnya. Ia kerap menyuarakan dan memperjuangkan nasib bangsa yang kian terpuruk yang dililit utang yang dapat membebani rakyat kecil.

Menurut Andi Patongai selama berkiprah di dunia politik telah banyak suka duka yang dan kesan yang dirasakan. Namun yang paling berkesan bagi ayah lima anak ini adalah ketika harus berhadapan dengan masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi dengan berbagai caci-maki yang merka lontarkan kepada anggota DPRD.”...yang paling berkesan adalah ketika menerima caci- maki dari masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi...”kisahnya.

Sementara suka-duka yang dia rasakan adalah ketika orang-orang yang dia berikan bantuan dengan harapan memilihnya dalam pemilihan legislatif justru memilih calon lain, sebaliknya orang-orang yang tidak pernah dia bantu justru memberikan suaranya.

utama masyarakat mencapai kesejahteraan adalah pendidikan dan kesehatan harus terjamin. Oleh karen itu masalah pendidikan dan peningkatan pelayanan kesehatan menjadi visi politik yang akan terus dia perjuangkan selama jabatan wakil rakyat masih melekat padanya. Sebab menurut hasil analisisnya, pendidikan dan kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam uapay mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyaraka.

Jika masyarakat tidak sehat dan sakit-sakitan, maka mereka pasti sulit untuk maju sebab yang bersangkutan sulit bekerja. Sebaliknya, jika masyarakat sekedar sehat tanpa pendidikan sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, peningkatan sumber daya manusia melalui perbaikan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan harus menjadi prorioritas pembangunan yang harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Ketua PARMUSI ini menilai bahwa pendidikan dapat melahirkan masyarakat yang cerdas dan memiliki skill/keterampilan sehingga tidak sulit diterima bekerja ketika melamar suatu pekerjaan. Selain itu, masyarakat yang cerdas juga lebih kreatif untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Tidak kalah penting lagi adalah dengan kecerdasan, maka bangsa ini dapat mengelola sumber daya alam sendiri terutama dalam bentuk bahan mentah tanpa harus bergantung dari bantuan pihak asing seperti terjadi selama ini.

Akibat ketidakmampuan mengelola sumber daya alam sendiri menyebabkan kita harus mengekspor bahan-bahan mentah itu ke luar negeri dengan harga murah lalu kita beli kembali dengan harga mahal. Akibatnya, bangsa kita tidak memperoleh keuntungan dan hasil pengelolaan sumber daya alam sendiri. Keuntungan itu jusru lebih banyak dinikmati bangsa lain sehingga upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti diamanahkan dalam konstitusi semakin sulit tercapai.

Ketua Parade Nusantara Sulawesi Tengah ini lebih lanjut mengemukakan bahwa masyarakat yang sehat merupakan cerminan masyarakat yang kuat. Dengan kekuatan itu masyarakat dapat bekerja dengan baik, lebih produktif, lebih gesit, lebih kreatif, dan lebih lincah. Selain itu, jika masyarakat sehat, maka masyarakat menjadi semakin kuat berpikir guna menemukan ide-ide atau gagasan baru tentang bagaimana dan dengan cara apa dia harus membangun kehidupan keluarganya agar tidak tertinggal semakin jauh dari oarng lain yang telah mencapai kemajuan. Sebaliknya, jika kesehatan masyarakat terganggu, maka dia tidak bisa fokus berpikir tentang masa depan sebab orang sakit memiliki kecenderungan menggunakan akalnya untuk memikirkan terur-menerus sakit yang dia derita. Bahkan masyarakat menjadi semakin miskin sebab harus mengelurkan biaya terus-menerus untuk berobat sementara pendapatan tidak pernah bertambah.

Berjiwa Sosial Tinggi, Amanah, dan Dekat Dengan Rakyat

Sederhana, santun, dan religius. Kesan itulah yang tampak pada diri politisi asal Partai Persatuan Pembangunan ini ketika pertama kali bertemu dengannya. Selain itu, pria yang hoby olah raga ini ternyata memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Dia sangat peka terhadap kesulitan hidup dan penderitaan yang dialami orang lain. Selama menjadi anggota legislatif tidak terhitung lagi jumlah orang yang dia beri bantuan. Di antaranya adalah ketika dia membantu dan menolong siswa yang terancam kehilangan masa depan.

Terkait dengan hal tersebut, dia mengisahkan bahwa pada suatu waktu ada seorang siswa yang tidak lulus ujian sehingga orang tua siswa yang bersangkutan datang kepadanya guna menyampaikan masalah yang sedang dihadapi anaknya. Mendengar penjelasan orang tua siswa tersebut hatinya pun langsung tersentuh, tanpa berpikir panjang dia langsung menemui kepala sekolah siswa yang bersangkutan untuk memberiakn solusi agar siswa yang bersangkutan dapat lulus. Berkat bantuan politsisi kelahiran Atappangnge ini siswa bersangkutan dapat lulus. Menurutnya, hal itu dilakukan demi untuk menyelamatkan masa depan siswa yang bersangkutan agar kelak siswa yang bersangkutan tidak menjadi pengangguran hanya karena gara-gara tidak lulus. Karena kepeduliannya itu, setiap pelaksanaan ujian nasional selesai orang tua siswa datang berbondong-bondong menemuinya dan setiap yang menemuinya pasti dia bantu sesuai dengan kemampuannya.

Anggota dari fraksi Persatuan Amanat bangsa ini juga pernah membantu seorang anak yang menderita tumor pada bagian matanya tetapi tidak biaya untuk melakukan operasi. Terkait dengan itu, Andi Patongai mengisahkan bahwa pada waktu itu orang tua anak yang bersangkutan tidak punya harapan lagi anaknya bisa sekolah akibat penyakit yang dideritanya.

Mendengar penderitaan dan kesulitan yang dihadapi keluarga anak yang bersangkutan, dia langsung menemui orang tua si anak tersebut dan membantunya agar dapat dioperasi. Alhamdulillah, berkat bantuannya si anak tersebut dibawa ke Makassar untuk dioperasi dan dirawat hingga sembuh. Anak itu akhirnya bisa sekolah kembali. Bagi politisi senior ini, jika orang lain sakit, maka dia juga turut merasakan sakit itu. Sebaliknya, jika orang lain hidup senang dan bahagia, maka dia juga turut merasakan kebahagian tersebut.

Kedua kasus tersebut di atas cukup memberikan gambaran betapa tinggi jiwa sosial anggota legislatif yang hobby olahraga serta membaca buku.

Baginya, kepedulian terhadap sesama manusia merupakan tugas dan kewajiban yang harus dia tunaikan sebab ketika dia mencalonkan diri untuk menjadi anggota legislatif, dia berjanji dalam hatinya jika kelak terpilih, maka jabatan itu akan digunakan sebaik-baiknya untuk membantu orang- orang miskin yang membutuhkan uluran tangannya. Pria yang dikenal

disiplin ini mengaku, jika janji itu tidak dia tunaikan, maka sama saja dia telah membohongi Tuhan. Selain itu, dia merasa durhaka kepada orang tuanya jika hidupnya tidak dia mamfaatkan untuk membantu orang lain yang membutuhkan sebab orang tuanya telah mewasiatkan kepadanya bahwa”...bahwa hidup yang baik adalah hidup yang bermamfaat bagi orang lain. Oleh kerena itu, kamu harus membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan kamu...”.

Tak pelak, jiwa sosial yang tinggi itu membuat hubungan suami Hj.Masniati, S.Hi ini semakin dekat dengan rakyat. Dia menjadi salah sosok yang dipercaya oleh masyarakat luas di Kota Palu untuk menjadi wakilnya di Gedung legislatif. Tiga priode berturut-turut terpilih menjadi anggota legislatif merupakan bukti tidak terbantahkan akan hal itu sebab masyarakat tidak mungkin memilihnya jika mereka tidak percaya kepada politisi berusia 65 tahun ini.

Aktif di Berbagai Organisasi

Selain sibuk sebagai politisi, Andi Patongai juga aktif dalam berbagai organisasi, baik organisasi paguyuban maupun organisasi keagamaan. Di organisasi paguyuban, dia pernah menjabat Ketua Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Tengah. Sedangkan di organisasi keagamaan, saat ini dia menjabat Ketua Persatuan Umat Muslim Indonesia (PARMUSI) Sulawesi Tengah. Selain itu, dia juga pernah menjadi Ketua Parade Nusantara Sulawesi Tengah, anggota Pers TIPIKOR Sulawesi Tengah, dan Pembina Guru Honorer Sulawesi Tengah. Bagi seorang Andi Patongai, aktif dalam berbagai organisasi kemasayarakatan maupun organisasi keagamaan merupakan sarana yang sangat berguna untuk meningkatkan pengalaman dalam mengelola sebuah organisasi. Bahkan organisasi menjadi batu loncatan bagi lelaki lima orang anak ini untuk begabung dengan organisasi politik dalam pengertian sebelum bergabung dengan partai politik dia telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam berorganisasi.

Selain aktif di berbagai organisasi, legislator yang selalu tampil bersahaja ini pernah mengikuti berbagai seminar nasional/workshop, seperti orientasi pendalaman bidang tugas DPRD, Program Bridge Sulteng, dan Strategic Break Through. Sejumlah penghargaan sebagai salah satu putra terbaik daerah juga pernah dia terima, dua diantaranya adalah Nuansa Pos Public Award dan Citra Karya Abadi sebagi putra terbaik daerah.

BIODATA Nama : Andi Patongai, S.Sos

Tempat/Tgl : Attappangae, 5 oktober 1953 Jenis kelamin : Laki-laki

Nama Ayah : Hi. Andi Peppang Nama Ibu : Hj. Andi Bau Istri : Hj. Masniati, S.Hi

Anak-anak : Andi Nurpaidah, S.Sos, Andi Hendra, Andi Fitriani, SKM, Andi Cakra, dan dr. Andi Rifai

Riwayat Pendidikan: Sekolah Dasar tahun 1965, SLTP tahun 1968, SLTA tahun 1972

Riwayat organisasi:

- Ketua KKSS Sulteng

- Ketua Persatuan Umat Muslim Indonesia Sulteng - Ketua Parade Nusantara Sulteng

- Anggota Pers Tipikor Sulteng - Pembina Guru Hinor Sulteng - Ketua PPBA Sulteng

Partai : Partai Persatuan Pembangunan

Kedudukan di Legislatif : Anggota Komisi I bidang pendidikan

Pengalaman organisasi : Ketua KKSS Sulteng, Ketua PARMUSI Sulteng, Ketua AMK Sulteng, Ketua Parade Nusantara Sulteng, Pers Tipikor Sulteng, Pembina Guru Honor Sulteng, Ketua PPBA Sulteng, Anggota HIPSI,

Penghargaan: Nuansa Pos Public Award, Citra Karya Abadi sebagi putra terbaik daerah

Kegiatan nasional yang pernah di ikuti: Orientasi Pendalaman Bidang Tugas DPRD, Program BRIDGE Sulteng, Strategic Break Through, PSBM,

Muhlis U. Aca, S.Sos